Hidup pastikan aman tenteram dunia wal akhirat kalau saja kita selalu bertafakur untuk mengingat Allah dan mengingat kehidupat akhirat, minimal 5 menit dalam sehari semalam
Laman
▼
Sabtu, 08 Februari 2014
Kisah sufi di bawah ini mengajarkan kepada kita betapa cinta kepada Allah tak bisa dilepaskan dari cinta sesama kepada manusia.
Kisah sufi di bawah ini mengajarkan kepada kita betapa cinta kepada Allah tak bisa dilepaskan
dari cinta sesama kepada manusia.
Dalam salah satu tidurnya Abu ibn Azhim bertemu dengan malaikat. Sang Malaikat membawa
sebuah daftar di tangannya. Muncullah rasa ingin tahu Ibn Azhim. “Daftar apa yang kamu bawa,
wahai pesuruh Tuhan yang mulia?” tanyanya. “Inilah daftar nama orang-orang yang mencintai
Allah,” jawab sang Malaikat. “Boleh aku melihatnya?” Maka sang Malaikat pun member
kesempatan kepada Ibn Azhim untuk mengintip dokumen alam gaib itu. Dengan harap-harap
cemas dicarinya namanya sendiri dalam daftar itu. Tak ada! Tentu saja Ibn Azhim sedih. Tapi,
kemudian Bin Azhim meminta kepada sang Malaikat. “Tolong catat namaku sebagai pencinta
manusia.” Dan mimpinya berakhir di sini malam itu. Malam selanjutnya, Ibn Azhim, yang
memang adalah pencinta yang peduli kepada manusia-manusia di sekitarnya, bermimpi
bertemu Malaikat yang sama. Makhluk pesuruh Tuhan itu masih membawa daftar nama para
pencinta Tuhan. Ibn Azhim lagi-lagi ingin sekali mengintp daftar itu. Dan ketika kesempatan itu
diberikan lagi kepadanya oleh sang Malaikat, dia dapati – kali ini – namanya ada di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar