Laman

Senin, 21 April 2014

KUNCI DUNIA AKHIRAT

KUNCI DUNIA AKHIRAT
images (6)Kunci Sholat adalah Thaharah
Kunci Haji adalah Ihram
Kunci segala Kebaikan adalah KEJUJURAN
Kunci Syurga adalah TAUHID
Kunci Ilmu adalah bertanya dengan baik dan serius mendengar
Kunci Kemenangan dan Kegemilangan adalah SABAR
Kunci Penambahan Nikmat adalah SYUKUR
Kunci Kewalian adalah Cinta dan Dzikir
Kunci Keberuntungan adalah TAQWA
Kunci Petunjuk adalah Cinta dan Takut kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala
Kunci Permintaan adalah DO’A
Kunci Cinta Akhirat adalah ZUHUD di Dunia
Kunci Iman adalah Merenungkan apa yang diperintahkan Alloh Swt kepada hambaNya untuk direnungkan
Kunci masuk kepada Alloh Swt. adalah Penyerahan Hati, Ikhlas karena-Nya dalam Cinta, Benci, Mengerjakan Kebaikan dan Meninggalkan Kejahatan
Kunci Kehidupan Hati adalah Merenungkan AlQur’an, merendahkan Diri, berdo’a pada waktu Sahur dan meninggalkan Dosa
Kunci Mendapat Rahmat dan Ihsan adalah Beribadah kepada Al Khaliq dan berusaha menjadi orang yang Bermanfaat bagi hamba-hamba- Nya
Kunci Rezeki adalah Bekerja dengan disertai Istighfar dan Taqwa
Kunci Kemuliaan adalah TAAT kpd Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya
Kunci Persiapan Menuju Akhirat adalah Memperpendek Angan-Angan
Kunci Segala Kebajikan adalah Cinta Alloh Swt. dan Negeri Akhirat Kunci Segala Keburukan adalah Cinta Dunia dan Panjang Angan-Angan

Dzikir itu bermacam-macam.

Dzikir itu bermacam-macam. Sedangkan Yang Didzikir hanyalah Satu, dan tidak terbatas. Ahli dzikir adalah kekasih-kekasih Allah. Maka dari segi kedisiplinan terbagi menjadi tiga:
1.Dzikir Jaly
2.Dzikir Khafy
3.Dzikir Haqiqi
-Dzikir Jaly (bersuara), dilakukan oleh para pemula, yaitu Dzikir Lisan yang mengapresiasikan syukur, pujian, pengagungan nikmat serta menjaga janji dan kebajikannya, dengan lipatan sepuluh kali hingga tujuh puluh.
-Dzikir Batin Khafy (tersembunyi) bagi kaum wali, yaitu dzikir dengan rahasia qalbu tanpa sedikit pun berhenti. Disamping terus menerus baqa' dalam musyahadah melalui musyahadah kehadiran jiwa dan kebajikannya, dengan lipatan tujuh puluh hingga tujuh ratus kali.
-Dzikir Haqiqi yang kamil (sempurna) bagi Ahlun-Nihayah (mereka yang sudah sampai di hadapan Allah swt,) yaitu Dzikirnya Ruh melalui Penyaksian Allah swt, terhadap si hamba. Ia terbebaskan dari penyaksian atas dzikirnya melalui baqa'nya Allah swt, dengan symbol, hikmah dan kebajikannya mulai dari tujuh ratus kali lipat sampai tiada hingga. Karena dalam musyahadah itu terjadi fana', tiada kelezatan di sana.

Ruh di sini merupakan wilayah Dzikir Dzat, dan Qalbu adalah wilayah Dzikir Sifat, sedangkan Lisan adalah wilayah Dzikir kebiasaan umum. Mananakala Dzikir Ruh benar, akan menyemai Qalbu, dan Qalbu hanya mengingat Kharisma Dzat, di dalamnya ada isyarat perwujudan hakikat melalui fana'. Di dalamnya ada rasa memancar melalui rasa dekatNya.
Begitu juga, bila Dzikir Qalbu benar, lisan terdiam, hilang dari ucapannya, dan itul;ah Dzikir terhadap panji-panji dan kenikmatan sebagai pengaruh dari Sifat. Di dalamnya ada isyarat tarikanpada sesuatu tersisa di bawah fana' dan rasa pelipatgandaan qabul dan pengungkapan-pengungkapan.
Manakala qalbu alpa dari dzikir lisan baru menerima dzikir sebagaimana biasa.
Masing-masing setiap ragam dzikir ini ada ancamannya.
Ancaman bagi Dzikir Ruh adalah melihat rahasia qalbunya. Dan ancaman Dzikir Qalbu adalah melihat adanya nafsu dibaliknya. Sedangkan ancaman Dzikir Nafsu adalah mengungkapkan sebab akibat. Ancaman bagi Dzikir Lisan adalah alpa dan senjang, maka sang penyair mengatakan :
Dialah Allah maka ingatlah Dia
Bertasbihlah dengan memujiNya
Tak layaklah tasbih melainkan karena keagunganNya
Keagungan bagiNya sebenar-benar total para pemuji
Kenapa masih ada
Pengandaian bila dzikir-dzikir hambaNya diterima?
Manakala lautan memancar, dan samudera melimpah
Berlipat-lipat jumlahnya
Maka penakar lautan akan kembali pada ketakhinggaan
Jika semua pohon-pohon jadi pena menulis pujian padaNya
Akan habislah pohon-pohon itu, bahkan jika dilipatkan
Takkan mampu menghitungnya.
Dia ternama dengan Sang Maha Puji
Sedang makhlukNya menyucikan sepanjang hidup
Bagi kebesaranNya.

"Petuah Khusus".ku sampaikan buat Dikau,..anak-anak ku......


...Anak ku......
Sibukanlah diri mu dengan senantiasa melihat dan meneliti kekurangan diri,.. telusuri tapak kaki nya, para pendahulu yang telah mendapat anugrah nikmat cinta dan rindu hanya pada Allah dan Rasul-Nya..........
Ketika sebagian penghuni panggung dunia lelap tertidur…....
bangunlah DISEPERTIGA MALAM,anak anak ku.......
Jadi kan malam seindah seribu bulan, jadi kan hati sebagai pengantin merindu pertemuan nya.......
Dan bila ada air mata mu...tampung lah pada jambangan keikhlasan wadah cantik rembulan dan sekumpulan
bintang-bintang...........
Jangan ragu pada dosa dan kesalahan,
Tapi lihatlah pada tapak besar tangan ampunan-Nya, hingga hati mu yakin,
Yang maha mencintai tak mungkin menyakiti yang di "cintai"nya.....
Yang maha men cipta tak mungkin menghancurkan yang di"ciptakan"nya...

....Anak ku.....
Dalam jiwa ada lapisan-lapisan atau tirai yang harus disingkapi untuk melihat cerminan diri......
Yang pertama,...tirai jiwa rendah yang mensifati sifat HEWAN....
Yang kedua,...sifat sombong, iri, dengki dan hasut........
Jiwa rendah adalah jiwa liar yang menghalalkan segala CARA,,,
Jiwa ini mudah tergoda hal-hal semu semata.......
Mereka tahu dunia ini palsu.......
Mereka juga tahu yang meng atas nama kan dunia semua palsu.....
Hanya Sebatas tahu saja....namun tak mampu melangkah tinggalkan semua itu........
.......Anak ku.......
Agar kita sampai pada singkapan jiwa yag ketiga, atau jiwa Muthmainah, jiwa yang tenang, jiwa yang terpuji....
Cinta......Kedamaian…....
Cinta adalah kedamaian,......
Cinta,seumpama kerajaan.....
Kedamaian adalah Rajanya.....
Dan kebahagiaan bentuk senyum sang Raja...Manifestasi kedamaiaan sejati ada pada diri Muhammad – Allah Illahi Rabby.....
Bagai matahari dan cahayanya,...
Bagai lautan dan debur ombaknya....
"Satu tak terpisahkan"......
Sampai disini lidah mu terkunci.....
Diam lah........Hening lah.........
Air mata jatuh bukan lagi kesedihan...
Namun hati taqwa BAHAGIA.....
Telah kau rasakan seteguk manis Anggur asmara Tuhan mu.....
Jatuhkan hati basah air mata mu
DISEPERTIGA MALAM anak ku....
Pada saat itu lah"Terbuka mata mu"...
Dan pada saat itu jua hamba sahaya men jadi tamu sang Raja.......
Renung kan lah wahai anak anak ku...

Berusahalah kalian untuk membersihkan dan mensucikan wadah-wadah di hati kalian

Hari sabtu di awal bulan Rabiul awal th 1327 hijriyah ...
Al Imam Al Habib Ali Al Habsy R.a mewasiatkan,
"Berusahalah kalian untuk membersihkan dan mensucikan wadah-wadah di hati kalian, karena wadah tersebut adalah tempat asroor (rahasia-rahasia) Allah swt".
Jika Allah akan meletakkan rahasia-Nya kedalam hati kita, lalu didapatinya hati kita kotor dan penuh najis, maka Allah mengurungkan dan tidak mungkin akan memberikan rahasia-Nya ke dalam hati kita.
Ketahuilah ....
Tiada yang dapat mendatangkan manfaat dan faedah yang besar di zaman ini,
kecuali kita bersahabat dan duduk dengan orang-orang arifin billah, karena merekalah yang mampu mengantarkan kita ke pintu rahmad Allah Swt.
Guruku dan panutanku Al Imam Al Arif billah Habib Abu Bakar Al Atthas R.a berkata kepadaku(Habib Ali Al Habsy),
"Wahai Ali anakku!, janganlah kau khawatir, aku telah membawa dan mengenalkan dirimu kepada junjunganku Rasulullah SAW lebih dari 20x... ".
MasyaAllah...
Semoga bermanfaat...

Yang Penting Justru Adab

"Yang terpenting bukannya tercapainya apa yang engkau cari, tetapi yang penting adalah engkau dilimpahi rizki adab yang baik"
Dalam ajaran thariqat Sufi, adalah yang terpenting bukannya tercapainya apa yang engkau cari, tetapi yang penting adalah engkau dilimpahi rizki adab
yang baik terwujudnya apa yang diinginkan (sukses), tetapi lebih penting dari itu semua kita dikaruniai adab yang bagus. Baik adab dengan Allah, adab dengan Rasulullah saw, adab dengan para Syeikh, para Ulama, adab dengan sahabat, keluarga, anak dan isteri, dan adan dengan sesama makhluk Allah Ta'ala.

Apa yang ada di sisi Allah swt, tidak bisa diraih dengan berbagai upaya sebab akibat, namun kita harus mewujudkan adab yang baik di hadapanNya, karena dengan adab itulah ubudiyah akan terwujud. Allah swt, berfirman: "Agar Allah menguji mereka, manakah diantara mereka yang terbaik amalnya." (Al-Kahfi: 7), Allah tidak menyebutkan bahwa yang terbaik itu adalah yang terbanyak suksesnya, juga bukan yang terbaik adalah raihan besarnya.

Rasulullah saw, bersabda: "Taqwalah kepada Allah dimana pun engkau berada, dan ikutilah keburukan itu dengan kebajikan, sehingga keburukan terhapus. Dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik." (Hr. Imam Ahmad, dan At-Tirmidzy).

Seluruh proses adab itu adalah menuju keserasian dengan sifat-sifatNya, dan inilah yang disebutkan selanjutnya oleh Ibnu Athaillah:"Tak ada yang lebih penting untuk anda cari disbanding rasa terdesak, dan tidak ada yang lebih mempercepat anugerah padamu ketimbang rasa hina dan rasa faqir padaNya."

Sikap terdesak, hina, fakir, itulah yang membuat anda terus kembali kepada Allah swt tanpa sedikit pun faktor yang menyebabkan rasa tersebut muncul. Dan sebaik-baik waktu tentu saja, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Atyhaillah dalam Al-Hikam pula adalah waktu dimana anda menyaksikan sifat butuh anda kepada Allah, dan dikembalikan pada wujud hinamu di hadapanNya.Para sufi sering bersyair:

Adab sang hamba adalah rasa hinanyaSang hamba  tak pernah meninggalkan adabSang hamba jika sempurna rasa hinanyaSang hamba meraih cinta dan kedekatannya.

Hajat manusia bertingkat-tingkat, Ada hajat dunianya, ada hajat akhiratnya, ada hajat meraih anugerahNya, ada hajat hanya kepada Allah swt, saja.Tentu hajat tertinggi adalah menuju dan wushul kepada Allah Ta'ala, dan itu semua harus diraih dengan rasa butuh yang sangat, rasa hina dan fakir. Kepada Allah ta'ala.Pernah dikatakan kepada Abu Yazid, "Pekerjaanmu senantiasa dipenuhi dengan rasa bakti, bila engkau menghendakiKu maka engkau harus datang dengan rasa hina dan butuh."

Diantara makna berguna dari rasa butuh itu adalah:
1) Rasa berpaling dari makhluk Allah Ta'ala secara total,
2) Menghadap Allah dengan total pula,
3) Sang hamba berhenti di batasNya tanpa membuat pengakuan sedikit pun.

Tiga hal yang merupakan jumlah kebajikan dan kesempurnaan.

#SufiNews

RISALAH KEDUAPULUH DUA


Ia bertutur :
Allah menguji hamba beriman-Nya menurut
kadar imannya. Jika iman seseorang kuat, maka
cobaannya pun kuat.

Cobaan seorang Rasul lebih
besar daripada cobaan seorang Nabi. Karena
Iman Rasul labih tinggi daripada iman Nabi.
Cobaan Nabi lebih besar daripada cobaan
Badal. Cobaan seorang badal lebih besar
daripada cobaan seorang wali. Setiap orang diuji
menurut kadar iman dan keyakinannya.
Tentang
ini Nabi Suci saw. bersabda : “Sesungguhnya
kami, para Nabi, adalah orang yang paling
banyak diuji.”
Oleh karena itu, Allah terus menguji pemimpin-
pemimpin mulia ini, agar mereka senantiasa
berada di sisi-Nya dan tak lengah sedikit pun.
Dia SWT mencintai mereka, dan mereka adalah
orang-orang yang penuh cinta dan dicintai oleh
Allah, dan pencinta takkan pernah ingin menjauh
dari yang dicintainya.
Maka, cobaan-cobaan memperkukuh hati dan
jiwa mereka dan menjaganya dan kecenderungan
terhadap sesuatu yang bukan tujuan hidup
mereka, dari merasa senang dan cenderung
kepada sesuatu selain Pencipta mereka. Nah,
bila hal ini merasuk ke dalam diri mereka, maka
hawa nafsu mereka melebihi kedirian mereka
hancur lebur dan kebenaran menjadi terang
benderang. Maka kehendak mereka terhadap
segala kesenangan hidup ini dan akhirat
tertambat ddi sudut jiwa mereka. Dan
kebahagiaan mereka berlabuh pada janji Allah,
keridhaan mereka kepada takdir-Nya, dan
kesabaran mereka, dalam cobaan-Nya, Maka,
selamatlah mereka dari kejahatan makhluk-Nya
dan keinginan hati mereka.
Maka, hati menjadi kukuh dan mengendalikan
anasir tubuh. Sebab cobaan dan musibah
memperkuat hati, keyakinan, iman, dan
kesabaran, dan melemahkan hewani dan hawa
nafsu. Sebab, bila penderitaan datang, sedang
sang beriman bersabar, ridha, pasrah kepada
kehendak Allah dan bersyukur kepada-Nya,
maka Allah menjadi ridha dengannya, dan
turunlah kepadanya pertolongan, karunia dan
kekuatan.
Allah SWT berfirman : “Jika kau
bersyukur tentu akan Kutambahkan.”
Bila diri manusia berhasil membuat hati
memperturukan keinginan tanpa adanya perintah
dan izin dari Allah, maka timbullah kelupaan
terhadap Allah, kesyirikan dan dosa. Maka Allah
menimpakan kepada jiwa dan hati noda,
musibah, luka, kecemasan, kepedihan dan
penyakit.
Hati dan jiwa terpengaruh oleh penderitaan ini.
Namun, bila hati tak memperdulikan panggilan
ini, sebelum Allah mengizinkannya melalui ilham,
bagi wali, dan wahyu, bagi Raul dan Nabi, maka
Allah menganugerahi jiwa dan hati, kasih sayang,
rahmat, kebahagiaan, kecerahan, kedekatan
dengan-Nya, keterlepasan dari kebutuhan dan
bencana. Ketahui dan camkanlah hal ini.
Selamatkanlah dirimu dari cobaan dengan penuh
kewaspadaan, dengan tak segera menimpali
panggilan jiwa dan keinginannya. Tapi, tunggulah
dengan sabar izin dari Allah agar kau senantiasa
selamat di dunia dan di akhirat.
Syaikh Abdul Qadir AJ qs

Beramal dengan tersembunyi

Barangsiapa menampakkan amal kepada
manusia, maka tiada amal baginya.
Wahai sahaya..
Usahakanlah
beramal dengan tersembunyi, jangan engkau
tampakkan secara terang-terangan kecuali
amalan wajib yang tidak bisa tidak
ditampakkan ..
hukum-hukum dasar itu telah
mendahuluimu.
Maka tidak berguna hukum
ciptaanmu untuk kau terapkan di atas bangunan
yang menadasarinya.

Bila bangunan bergeser
sedang dasar telah diletakkan (hukum) maka
kuatlah bangunan itu dengan megah, barang siapa tidak mengenal
ikhlas, maka tiada amal baginya.
Hukumlah amalan
dasar dengan tauhid dan ikhlas, lalu bangunlah
amalan berdasar kekuatan daya Allah; bukan
atas dasar daya kekuatanmu. Kekuatan tauhid itu
pembangun, bukan kekuatan syirik dan munafik.
Pentauhid adalah orang yang mengangkat
kemampuan amalannya semaksimal mungkin , sedang
orang munafik tidak demikian.
Wahai Allah
jauhkan antara kita dan orang munafik meliputi
segala laku kita.
“Dan berilah kami kebaikan hidup di dunia dan
kebaikan hidup di akhirat dan peliharalah kami
dari siksa neraka.”