Hidup pastikan aman tenteram dunia wal akhirat kalau saja kita selalu bertafakur untuk mengingat Allah dan mengingat kehidupat akhirat, minimal 5 menit dalam sehari semalam
Rabu, 05 April 2017
TUBUH DAN RUH QADIM
SALAAM HIYAS SALAAM......
=============
Ikhwanil Muslimiin...
Ketahuilah kalian semua....
Tubuh dan Ruh itu sama- sama Qadim.
Pengertian dan pemahaman ini bersumber dari Kitab Ma'rifatun An-Nafsi yang artinya :
" Mengenal Diri dari Allah. Dan tidak akan pernah terpisah dengan Allah sejak pertama awal yang tiada awalnya.
Hingga pada akhirnya yang tidak ada akhirnya.....
====================
Begitu pula dengan halnya Tubuh zahir dan Ruh Zahir.
Memang sejak awal pertama tidak pernah berpisah keduanya.
Karena pada semasa Qadimnya, tubuh yang zahir dibaluti oleh tubuh yang Qadim yakni Ruh Qadim.
===================
Begitupun dengan Ruh yang Qadim.
Setelah ia dizahirkan, maka Ruh yang Qadim tadi dibaluti dengan tubuh yang zahir.
Cuma hanya tempatnya saja berganti secara Rahasia.
====================
Apabila telah datang satu panggilan Ilahi kepadanya, maka tidak lama lagi, ia akan berpulang ke-Rahmatullah.
Namun tentu ia akan tetap dibaluti oleh Nur cahaya dari Nur Muhammad sepanjang zaman.
====================
ANA MINALLAAHI WA 'ALAMA MINNI
.
< Aku dijadikan oleh Allah dari-Nya, dan semesta alam ini dijadikan dariku >
====================
Tubuh zahir kita inipun berasal dari Allah, bukan dari bumi.
Sebab telah kita fahami sebelumnya yang pernah Abi jelaskan pada kalian semua bahwa :
" ALHAMDU " Itulah :
" TUBUH ZAHIR KITA ".
====================
ALHAMDU itulah badannya Manusia atau tubuh bagi kita.
Serta juga nama daripada Nabi.
Dan Nyatalah Tuhan itu kepada kita.
====================
Dengan demikian...
Maka " ALHAMDU " itulah- yang disebutkan dengan :
" AL-FATIHAH "
Serta juga sebagai :
" IMAM "
====================
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
.
< Barangsiapa yang shalat tidak mengetahui akan Imamnya, maka- Shalatnya itu tidak akan sah >
====================
Ikhwani....
Tahukah kalian apa yang disebut " AKBAR " itu ?
.
" AKBAR " Itulah yang sebenarnya adalah kita. Penggeraka dari " ALHAMDU "
Jadi......
Didalam kalimat Tauhid : Pengertian " ALLAHU AKBAR " adalah :
.
ALLAH > adalah Tuhan kita...
AKBAR > adalah kita.
====================
Jadi Ikhwani.....
Pelaksanaanya itu haruslah benar- benar mengetahui tentang :
Tauhid Hakiki.
Karena, jika demikian.... Maka terdapatlah didalamnya apa yang dinamakan :
SIRKUN HAFIYIN.
Yakni :
Rahasia kesatuan yang tersembunyi.
====================
~ Ingat !! ~
.
Kesatuan yang zahir bisa disadari.
Namun kesatuan yang tersembunyi itu sangatlah halus sekali. Tidak bisa disadari.
Jadi... Bagaimanakah kita untuk meminta ampunan kepada Allah?
====================
Inilah yang harus diwaspadai.
Karena bisa merusak Tauhid seseorang.
Seperti halnya sewaktu kita mengucap dua Kalimat Syahadat.
Perkara ini sangatlah berat hukumnya.
Namun yang menyebutnya sangatlah mudah mengucapkannya.
====================
Sesungguhnya jika kita renungi bersama- sama dengan mendalam, maka- mengingat Rukun dan Syaratnya sangatlah berat bila dilaksanakan...
.
Aamiin Allaahumma Aamiin...@
MAQAM MARTABAT QALBU
Salaamun Hiyas Salaam...
_______________________
Ikhwani....
Ketahuilah kalian semua.....
______________________
Hati kita ini ada dua bagian yaitu :
______________________
HATI SANUBARI.
HATI NURANI.
______________________
HATI SANUBARI :
Adalah >
Hati yang berbentuk seperti segumpal darah yang letaknya berada diantara lambung sebelah kiri kita yakni :
Berada didalam dada kita ini.
_____________________
HATI NURANI :
Adalah >
Hati yang dibaluti oleh Cahaya yang menjadi tempatnya Segala Ilmu. Dan Hati Nurani memerintahkan tubuh kita ini.
______________________
'AMMAA WABIINA
Artinya :
" RAJA "
______________________
~ MIM ~ :
Menjadi Raja didunia.
~ HA ~ :
Menjadi Rahmat seluruh Alam.
~ MIM ~ :
Menjadi Raja diakhirat.
~ DAL ~ :
Menjadi Raja dunia dan akhirat.
______________________
HATI NURANI adalah :
Mahligainya Allah Ta'ala. Tempat Dia- bertajalli.
MURATHAL HAQ artinya :
Cerminnya Al-HAQ.
Karena nyata-Nya Al- Haq Ta'ala itu kepada Hati Nurani.
Dan juga disebut :
" IRADATUL WUJUD "
Artinya >
Kehendak yang ada.
Karena segala sesuatu apapun, tidak terlepas dari-Nya.
_______________________
HATI NURANI Itu - sangatlah Besar, lagi Lathif dan Halus.
Tempat menerima Tajalli Dzat, Sifat dan Af'al Tuhan.
Hati Nurani ini menggunakan pakaian Sifat Tuhan yang tujuh yaitu :
________
Qudrat.
Iradat.
Ilmu.
Hayat.
Sama'.
Bashar.
Kalam.
________________________
HATI NURANI ini >
Tempatnya kenyataan Dzat Allah yang menyatakan keadaan kekuasaan-Nya yang tiada batasnya yakni :
Tiada diatas.
Tiada dibawah.
Tiada dikiri.
Tiada dikanan.
Tiada dihadapan.
Dan tiada dibelakang.
Sunyi dari enam Jihad itu.
______________________
HATI NURANI itu - Bukanlah hati yang berbentuk segumpal darah daging itu.
Hati Nurani itu tempat kenyataan Tuhan yakni :
Rasa pendengaran dengan telinga.
Rasa pengelihatan dengan mata.
Dan rasa merasai dengan segenap keadaan tubuh kita yang zahir kasar ini. Semuanya itu adalah :
Rasa Hati Nurani semata- mata yang merasa.
Maka :
Inilah yang dinyatakan oleh sekalian yang Maujud.
Baik zahir yang kasar maupun batin yang halus.
________________________
________________________
Ikhwani...........
.
Lisan kita ini adalah :
juru Bicaranya hati kita.
Dan hati kita ini -
Juru Bahasanya Hidayah.
Dan Hidayah itu adalah :
Dari cahaya Nur yang Qadim.
Maka Hidayah itu datangnya dari sifat yang tujuh tadi yang nyata terhadap Hati Nurani.
Lalu Nur itu Ghaib.
Dan Tuhan-pun Ghaib adanya.
________________________
Ikhwani...........
.
Melihat Allah itu nyata atas dengan kenyataan-Nya.
Maka setiap mata yang memandang apapun, hati Nuranilah yang merasakan semua kenyataan yang ia pandang dengan rupa yang " LAISYA KAMISLIHI SYAI-UN ".
________________________
Ikhwani..........
.
Jika Matahari diumpamakan Dzat Allah Ta'ala, maka Bulan lah yang di-ibaratkan :
" SIR ALLAH " Yakni :
NUR MUHAMMAD.
SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM.
________________________
Maka tempat untuk mengenal Dzat Tuhan itu... Haruslah kita melalui Cahaya Nur-Nya yakni :
NUR QALBU atau Hati Nurani.
_______________________
Sungguh sangat berbahagialah bagi siapapun yang mau mengenal Hatinya.
Dan juga mau menjaga Nuraninya yaitu :
Mau mengenal dirinya sendiri dan mau mengenal Tuhan-nya.
_______________________
MAN 'ARAFA NAFSAHU FAQAD 'ARAFA RABBAHU
_______________________
Janganlah kalian kembali sebelum mengenal diri kalian masing- masing dan juga mengenal Tuhan-mu.
.
< AKHIRUL KALAM >
WA MIN ANFUSIKUM AFALAA TUBSIRUUN.... @
( Didalam dirimu itu adanya " Aku " )
____________
Wassalaam @
Aamiin...............
_______________________
Ikhwani....
Ketahuilah kalian semua.....
______________________
Hati kita ini ada dua bagian yaitu :
______________________
HATI SANUBARI.
HATI NURANI.
______________________
HATI SANUBARI :
Adalah >
Hati yang berbentuk seperti segumpal darah yang letaknya berada diantara lambung sebelah kiri kita yakni :
Berada didalam dada kita ini.
_____________________
HATI NURANI :
Adalah >
Hati yang dibaluti oleh Cahaya yang menjadi tempatnya Segala Ilmu. Dan Hati Nurani memerintahkan tubuh kita ini.
______________________
'AMMAA WABIINA
Artinya :
" RAJA "
______________________
~ MIM ~ :
Menjadi Raja didunia.
~ HA ~ :
Menjadi Rahmat seluruh Alam.
~ MIM ~ :
Menjadi Raja diakhirat.
~ DAL ~ :
Menjadi Raja dunia dan akhirat.
______________________
HATI NURANI adalah :
Mahligainya Allah Ta'ala. Tempat Dia- bertajalli.
MURATHAL HAQ artinya :
Cerminnya Al-HAQ.
Karena nyata-Nya Al- Haq Ta'ala itu kepada Hati Nurani.
Dan juga disebut :
" IRADATUL WUJUD "
Artinya >
Kehendak yang ada.
Karena segala sesuatu apapun, tidak terlepas dari-Nya.
_______________________
HATI NURANI Itu - sangatlah Besar, lagi Lathif dan Halus.
Tempat menerima Tajalli Dzat, Sifat dan Af'al Tuhan.
Hati Nurani ini menggunakan pakaian Sifat Tuhan yang tujuh yaitu :
________
Qudrat.
Iradat.
Ilmu.
Hayat.
Sama'.
Bashar.
Kalam.
________________________
HATI NURANI ini >
Tempatnya kenyataan Dzat Allah yang menyatakan keadaan kekuasaan-Nya yang tiada batasnya yakni :
Tiada diatas.
Tiada dibawah.
Tiada dikiri.
Tiada dikanan.
Tiada dihadapan.
Dan tiada dibelakang.
Sunyi dari enam Jihad itu.
______________________
HATI NURANI itu - Bukanlah hati yang berbentuk segumpal darah daging itu.
Hati Nurani itu tempat kenyataan Tuhan yakni :
Rasa pendengaran dengan telinga.
Rasa pengelihatan dengan mata.
Dan rasa merasai dengan segenap keadaan tubuh kita yang zahir kasar ini. Semuanya itu adalah :
Rasa Hati Nurani semata- mata yang merasa.
Maka :
Inilah yang dinyatakan oleh sekalian yang Maujud.
Baik zahir yang kasar maupun batin yang halus.
________________________
________________________
Ikhwani...........
.
Lisan kita ini adalah :
juru Bicaranya hati kita.
Dan hati kita ini -
Juru Bahasanya Hidayah.
Dan Hidayah itu adalah :
Dari cahaya Nur yang Qadim.
Maka Hidayah itu datangnya dari sifat yang tujuh tadi yang nyata terhadap Hati Nurani.
Lalu Nur itu Ghaib.
Dan Tuhan-pun Ghaib adanya.
________________________
Ikhwani...........
.
Melihat Allah itu nyata atas dengan kenyataan-Nya.
Maka setiap mata yang memandang apapun, hati Nuranilah yang merasakan semua kenyataan yang ia pandang dengan rupa yang " LAISYA KAMISLIHI SYAI-UN ".
________________________
Ikhwani..........
.
Jika Matahari diumpamakan Dzat Allah Ta'ala, maka Bulan lah yang di-ibaratkan :
" SIR ALLAH " Yakni :
NUR MUHAMMAD.
SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM.
________________________
Maka tempat untuk mengenal Dzat Tuhan itu... Haruslah kita melalui Cahaya Nur-Nya yakni :
NUR QALBU atau Hati Nurani.
_______________________
Sungguh sangat berbahagialah bagi siapapun yang mau mengenal Hatinya.
Dan juga mau menjaga Nuraninya yaitu :
Mau mengenal dirinya sendiri dan mau mengenal Tuhan-nya.
_______________________
MAN 'ARAFA NAFSAHU FAQAD 'ARAFA RABBAHU
_______________________
Janganlah kalian kembali sebelum mengenal diri kalian masing- masing dan juga mengenal Tuhan-mu.
.
< AKHIRUL KALAM >
WA MIN ANFUSIKUM AFALAA TUBSIRUUN.... @
( Didalam dirimu itu adanya " Aku " )
____________
Wassalaam @
Aamiin...............
PEMAHAMAN TENTANG HAKIKAT.
Salaam Hiyas Salam...
Ikwani...
Ketahuilah...
Kata Hakikat itu berasal dari kata bahasa Al-haq artinya : Kebenaran.
Jika disebutkan ilmu hakikat yakni :
Ilmu yang digunakan untuk mencari suatu kebenaran.
Banyak para Ahli Hakikat mendefinisikan makna hakikat itu seperti Syaik Abu Bakar Al-Ma'ruf, dan Imam Al-Qasyairiy.
__
Hakikat yang bisa ditempuh oleh para Sufi ialah sekian lama mendalami Thariqat dengan menekuni Suluk yang menjadikan dirinya yaitu terhadap apa yang dihadapinya.
Karena itu, para Ulama Sufi sering mengalami 3 macam tingkatan keyakinan yakni :
> AINUL YAQIN
> ILMUL YAQIN
> HAQQUL YAQIN
___
(1). AINUL YAQIN.
__
Merupakan tingkatan keyakinan yang muncul dari pengalaman Indranya terhadap alam.
Sehingga menimbulkan keyakinan tentang kebenaran Allah Ta'ala.
__
(2). ILMUL YAQIN.
_
Tingkatan ini merupakan suatu keyakinan yang muncul dari analisa pemikirannya, ketika ia melihat kebesaran Allah Ta'ala pada alam semesta ini.
__
(3). HAQQUL YAQIN.
_
Suatu keyakinan yang dikuasai hati Nuraninya para Sufi tanpa melalui ciptaan-Nya
sehingga segala ucapan dan tingkah lakunya mengandung nilai Ibadah kepada Allah Ta'ala.
Maka kebenaran itu langsung disaksikan oleh hati nuraninya tanpa ada keraguan oleh keputusan akal.
___
___
Ikhwan.....
_
Ketahuilah...
Pengalaman batin kita selalu mengalami gambaran bahwa betapa eratnya kaitan Hakikat dengan Ma'rifat.
Dimana hakikat merupakan tujuan awal kita bertasawuf.
Sedangkan Ma'rifat merupakan tujuan akhir kita.
__
Nah jadi Ikhwan.....
_
Hakikat secara makna ialah : Suatu inti puncak yang bersumber dari segala sesuatu dalam dunia Sufi.
Dan hakikat diartikan sebagai aspek lain dari Syari'at yang bersifat zahiriah yakni :
Bathiniah.
_
Segala rahasia yang paling dalam dari segala amal, inti sari Syari'at dan akhir dari perjalanan yang ditempuh para Sufi.
Hakikat juga bisa diartikan kebenaran yang mutlaq sebagai akhir dari semua perjalanan yang ia tempuh.
__
Hakikat dalam Tasawuf hakikat yakni :
Imbangan Kata Syari'at yang identik dengan aspek keruhanian dalam ajaran Islam untuk merintis jalan mencapai hakikatnya.
Harus memulai dengan aspek Moral yang di iringi aspek Ibadah.
_
Bila kedua aspek ini kita jalankan dengan beramal sungguh- sungguh dan Ikhlas...
Maka akan mampu meningkatkan keadaan mental kita.
Dari tingkatan rendah secara berangsur menuju tahapan yang lebih tinggi.
_
Pada posisi yang tertinggi, maka Allah akan menerangi hati sanubarinya dengan Nur Ilahiah-Nya.
Sehingga kita benar- benar dekat dengan-Nya.
Mengenal Allah dan melihat-Nya dengan pandangan mata hati kita.
__________________________
Ikhwani yang dimuliakan Allah.
__
Ketahuilah kalian!!
Ada 4 Maqam Qiblat yang menjadi tujuan utama bagi para yang mengamal ibadahnya yakni :
__
(1). QIBLAT AMAL.
_
Qiblat amal ini, Qiblatnya bagi orang yang awam seperti :
Orang yang biasanya tidak sah shalatnya ialah jika orang itu tidak menghadap Qiblat ( Ka'bah).
_
(2). QIBLAT ILMU.
_
Qiblat ilmu ini bagi Qiblatnya para orang Khusus ( Al-Khawas ). Sebagaimana Firman Allah Ta'ala :
< Kemanapun engkau menghadap, disitulah wajah Allah >
Al- Baqarah : 115.
_
(3). QIBLAT AL-SIRR.
_
Qiblat Sir Ini Qiblatnya bagi orang " KHAWASUL KHAWAS "
Orang- orang Khusus.
Ahli Hakikat dan Ma'rifat.
Qiblat Sir ini adalah :
Rahasia yang meliputi segala sesuatu.
Yang nyata dalam segala sesuatu.
Atas segala sesuatu.
Menurut segala sesuatu.
Bersama segala sesuatu. Kepada segala sesuatu. Dan Dia- lah Allah, Tuhan segala sesuatu itu.
_
(4). QIBLAT TAWAJJUH.
_
Qiblat ini adalah Qiblatnya ada dihati Sanubari kita yang sejajar dengan Hakikat Hati (Martabat Hati).
Yang telah di isyaratkan dalam sebuah Hadits Nabi Bahwa :
< Hati orang Mu'min itu adalah 'Arsyullah >
Sebagian Ulama Sufi mengatakan :
" Hati Itu Ghaib, Al- Haq pun juga Ghaib.
Sehingga Ghaib itu lebih pantas dengan pendekatan yang Ghaib juga.
Apabila orang sudah sampai pada keadaan ini, maka ia termasuk orang yang bebas.
_
Dikalangan para Sufi... Orang yang telah mencapai tingkatan ini disebut " Ahli Haqiqat "
Jika dihubungkan dengan Tuhan, maka Hakikat adalah :
" SIFAT- SIFAT ALLAH TA'ALA ".
Sedangkan Dzat Allah Ta'ala adalah :
" AL- HAQ "
_
Para Sufi yang sudah memahami tentang Hakikat ini adalah seperti-
Abu Yazid Al- Bustami dan Al- Hallaj yang pernah mengatakan :
" Ana Al- Haq "
_
Berbicara masalah hal ini tentu tidak terlepas dari konsep :
Ittihad.
Hulul.
Tauhid.
_
Dalam pemahaman ini yang selintas bisa memaknai sebagai penyatuan Makhluk dan Khaliq.
Dan para Ulama Syari'at dalam ajaran Islam bahwa :
Konsep ini sangat bertentangan dengan Islam.
Sebab, sebagaimana kita ketahui, Al- Hallaj mati dibunuh karena mempunyai pemahaman Hulul.
Begitu pula seorang Saikh dari Jawa dari salah satu golongan Sunan yakni :
Siti Jenar, juga mengalami hal yang sama.
_
Kaum Sufi yg memahami hal ini, sangat merasa takut untuk mengatakan :
Ittihad- hulul dan Tauhid.
Karna uraian ini hanya ditemui dalam karangan2 modern dan tulisan para Orientasi
Ikwani...
Ketahuilah...
Kata Hakikat itu berasal dari kata bahasa Al-haq artinya : Kebenaran.
Jika disebutkan ilmu hakikat yakni :
Ilmu yang digunakan untuk mencari suatu kebenaran.
Banyak para Ahli Hakikat mendefinisikan makna hakikat itu seperti Syaik Abu Bakar Al-Ma'ruf, dan Imam Al-Qasyairiy.
__
Hakikat yang bisa ditempuh oleh para Sufi ialah sekian lama mendalami Thariqat dengan menekuni Suluk yang menjadikan dirinya yaitu terhadap apa yang dihadapinya.
Karena itu, para Ulama Sufi sering mengalami 3 macam tingkatan keyakinan yakni :
> AINUL YAQIN
> ILMUL YAQIN
> HAQQUL YAQIN
___
(1). AINUL YAQIN.
__
Merupakan tingkatan keyakinan yang muncul dari pengalaman Indranya terhadap alam.
Sehingga menimbulkan keyakinan tentang kebenaran Allah Ta'ala.
__
(2). ILMUL YAQIN.
_
Tingkatan ini merupakan suatu keyakinan yang muncul dari analisa pemikirannya, ketika ia melihat kebesaran Allah Ta'ala pada alam semesta ini.
__
(3). HAQQUL YAQIN.
_
Suatu keyakinan yang dikuasai hati Nuraninya para Sufi tanpa melalui ciptaan-Nya
sehingga segala ucapan dan tingkah lakunya mengandung nilai Ibadah kepada Allah Ta'ala.
Maka kebenaran itu langsung disaksikan oleh hati nuraninya tanpa ada keraguan oleh keputusan akal.
___
___
Ikhwan.....
_
Ketahuilah...
Pengalaman batin kita selalu mengalami gambaran bahwa betapa eratnya kaitan Hakikat dengan Ma'rifat.
Dimana hakikat merupakan tujuan awal kita bertasawuf.
Sedangkan Ma'rifat merupakan tujuan akhir kita.
__
Nah jadi Ikhwan.....
_
Hakikat secara makna ialah : Suatu inti puncak yang bersumber dari segala sesuatu dalam dunia Sufi.
Dan hakikat diartikan sebagai aspek lain dari Syari'at yang bersifat zahiriah yakni :
Bathiniah.
_
Segala rahasia yang paling dalam dari segala amal, inti sari Syari'at dan akhir dari perjalanan yang ditempuh para Sufi.
Hakikat juga bisa diartikan kebenaran yang mutlaq sebagai akhir dari semua perjalanan yang ia tempuh.
__
Hakikat dalam Tasawuf hakikat yakni :
Imbangan Kata Syari'at yang identik dengan aspek keruhanian dalam ajaran Islam untuk merintis jalan mencapai hakikatnya.
Harus memulai dengan aspek Moral yang di iringi aspek Ibadah.
_
Bila kedua aspek ini kita jalankan dengan beramal sungguh- sungguh dan Ikhlas...
Maka akan mampu meningkatkan keadaan mental kita.
Dari tingkatan rendah secara berangsur menuju tahapan yang lebih tinggi.
_
Pada posisi yang tertinggi, maka Allah akan menerangi hati sanubarinya dengan Nur Ilahiah-Nya.
Sehingga kita benar- benar dekat dengan-Nya.
Mengenal Allah dan melihat-Nya dengan pandangan mata hati kita.
__________________________
Ikhwani yang dimuliakan Allah.
__
Ketahuilah kalian!!
Ada 4 Maqam Qiblat yang menjadi tujuan utama bagi para yang mengamal ibadahnya yakni :
__
(1). QIBLAT AMAL.
_
Qiblat amal ini, Qiblatnya bagi orang yang awam seperti :
Orang yang biasanya tidak sah shalatnya ialah jika orang itu tidak menghadap Qiblat ( Ka'bah).
_
(2). QIBLAT ILMU.
_
Qiblat ilmu ini bagi Qiblatnya para orang Khusus ( Al-Khawas ). Sebagaimana Firman Allah Ta'ala :
< Kemanapun engkau menghadap, disitulah wajah Allah >
Al- Baqarah : 115.
_
(3). QIBLAT AL-SIRR.
_
Qiblat Sir Ini Qiblatnya bagi orang " KHAWASUL KHAWAS "
Orang- orang Khusus.
Ahli Hakikat dan Ma'rifat.
Qiblat Sir ini adalah :
Rahasia yang meliputi segala sesuatu.
Yang nyata dalam segala sesuatu.
Atas segala sesuatu.
Menurut segala sesuatu.
Bersama segala sesuatu. Kepada segala sesuatu. Dan Dia- lah Allah, Tuhan segala sesuatu itu.
_
(4). QIBLAT TAWAJJUH.
_
Qiblat ini adalah Qiblatnya ada dihati Sanubari kita yang sejajar dengan Hakikat Hati (Martabat Hati).
Yang telah di isyaratkan dalam sebuah Hadits Nabi Bahwa :
< Hati orang Mu'min itu adalah 'Arsyullah >
Sebagian Ulama Sufi mengatakan :
" Hati Itu Ghaib, Al- Haq pun juga Ghaib.
Sehingga Ghaib itu lebih pantas dengan pendekatan yang Ghaib juga.
Apabila orang sudah sampai pada keadaan ini, maka ia termasuk orang yang bebas.
_
Dikalangan para Sufi... Orang yang telah mencapai tingkatan ini disebut " Ahli Haqiqat "
Jika dihubungkan dengan Tuhan, maka Hakikat adalah :
" SIFAT- SIFAT ALLAH TA'ALA ".
Sedangkan Dzat Allah Ta'ala adalah :
" AL- HAQ "
_
Para Sufi yang sudah memahami tentang Hakikat ini adalah seperti-
Abu Yazid Al- Bustami dan Al- Hallaj yang pernah mengatakan :
" Ana Al- Haq "
_
Berbicara masalah hal ini tentu tidak terlepas dari konsep :
Ittihad.
Hulul.
Tauhid.
_
Dalam pemahaman ini yang selintas bisa memaknai sebagai penyatuan Makhluk dan Khaliq.
Dan para Ulama Syari'at dalam ajaran Islam bahwa :
Konsep ini sangat bertentangan dengan Islam.
Sebab, sebagaimana kita ketahui, Al- Hallaj mati dibunuh karena mempunyai pemahaman Hulul.
Begitu pula seorang Saikh dari Jawa dari salah satu golongan Sunan yakni :
Siti Jenar, juga mengalami hal yang sama.
_
Kaum Sufi yg memahami hal ini, sangat merasa takut untuk mengatakan :
Ittihad- hulul dan Tauhid.
Karna uraian ini hanya ditemui dalam karangan2 modern dan tulisan para Orientasi
PERJALANAN SHALAT HAQIQAT
Mari kita memahami tentang perjalanan Shalat hakikat ini, agar kita
mengetahui cara menempuh tujuannya yakni dengan cara menghilang zahir
diri disaat ia mengangkat Takbiratul Ihram.
Lalu ia menyatakan dengan mengetahui perjalanan Shalatnya ( Shalatud Da'im ).
========================================
Ikhwanil Muslimiin yang dirahmati Allah........
Ketahuilah kalian semuanya !!
(1) - Didalam Sulbi kita ini adanya :
'' Ma'al Hayat "
Dengan cara > melaksanakannya adalah Dengan cara memesrakan Nafas yakni : menurunkan gerak nafas kita langsung turun kesulbi.
.
(2) - Didalam Kalam adanya :
" Madi '' ( Nuk ).
(3) - Didalam pucuk Kalam adanya :
" Mani "
(4) - Keluar Kalam >
Namanya :
" Manikam " yakni :
" Jalil Jalallah " ( Nama asli Bayi ).
(5) - Mulai masuk >
namanya :
" Nutfah "
(6) - Umur 1 bulan > Namanya :
" Ruh Nabati "( Jalallah ).
(7) - Umur 3 bulan >
Namanya :
" Ruh Jasmani "
(8) - Umur 5 bulan >
Namanya :
" Ruh Nafsani "
(9) - Umur 7 bulan >
Namanya :
" Ruh Ruhani "
( Titik ).
(10) - Umur 9 Bulan >
Namanya :
" Ruh Idhafi "
( Haq - Haq memuji dirinya Rabbun ).
(11) - Keluar dari Kandungan dari Ibu >
Namanya :
" WALADAL INSAANI AMINULLAH "
====================
(12) - Umur 7 Hari >
Namanya :
" Muhammad "
(13) - Umur 40 Hari >
Namanya :
" Muhammad Idhafi "
(14) - Umur 2 Tahun >
Namanya :
"Muhammad 'Ainul Insani".
(15) - Umur 7 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Shalatullah "
(16) - Umur 10 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Shalawatullah "
(17) - Umur 14 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Kamarullah "
(18) - Umur 25 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Aminullah "
(19) - Umur 35 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Sa'iratullah "
(20) - Umur 40 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Uzunullah "
(21) - Umur 41 Tahun >
Namanya :
" MUHAMMAD RASULULLAH "
====================
(22) - Ketika Isra' Mi'raj >
Namanya :
" 'Abdullah "
(23) - Ketika Dilangit >
Namanya :
" Muhammad Muthlaq "
(24) - Ketika Di Mustawa>
Namanya :
" Ahmad "
(25) - Ketika Umur 63 >
Namanya :
" Kalamullah "
(26) - Ketika kembali berpulang >
Namanya :
" Rahmatullah "
(27) - Ketika Dipadang Mahsyar >
Namanya :
" Al - Hasyir "
(28) - Fana Ke- Hadrat Allah >
Namanya :
" Habibillah "
(29) - Nama Terahasia >
Namanya :
" Ahmad Abu Qasim "
(30) - Nama Tidak ada Huruf dan Tidak ada Suara >
Namanya pujiannya adalah :
" HAQ ~ HAQ "
====================
====================
Nah para Ikhwani yang dirahmati Allah.........
.
Inilah cara ingin mengetahui tentang Shalat Hakikat bila ia mau melaksanakan atau menjalaninya dalam suatu menempuh tujuan Shalat.
Ia harus mesti memahami perkara ini jika jika ingin melaksanakan perjalanan shalat hakikatnya ( Da'im ).
Setelah mengetahui hal perkara ini yang telah dijelaskan, maka inilah yang disebut dengan :
- 30 HURUF -
- 30 AYAT -
- 30 JUZ -
Maka : 30 Huruf - 30 Ayat - Dan 30 - Jus akan menjadi " AL - QUR'AN " didalam Tubuh kita .
Inilah Rahasianya...
====================
Dengan pelajaran dari Abi ini, maka pelajarilah dengan Khusyuk, dan amalkan, semoga apa yang kalian amalkan akan menjadi tempat tujuan kalian yang sebenarnya.
Lebih dan terkurang >
" MOHON MA'AF "
yang sebesar- besarnya.
Maka Abi Akhiri Kalam :
>>>>>
Wassalaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabakaatuh..............
>>>>>
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin
Lalu ia menyatakan dengan mengetahui perjalanan Shalatnya ( Shalatud Da'im ).
========================================
Ikhwanil Muslimiin yang dirahmati Allah........
Ketahuilah kalian semuanya !!
(1) - Didalam Sulbi kita ini adanya :
'' Ma'al Hayat "
Dengan cara > melaksanakannya adalah Dengan cara memesrakan Nafas yakni : menurunkan gerak nafas kita langsung turun kesulbi.
.
(2) - Didalam Kalam adanya :
" Madi '' ( Nuk ).
(3) - Didalam pucuk Kalam adanya :
" Mani "
(4) - Keluar Kalam >
Namanya :
" Manikam " yakni :
" Jalil Jalallah " ( Nama asli Bayi ).
(5) - Mulai masuk >
namanya :
" Nutfah "
(6) - Umur 1 bulan > Namanya :
" Ruh Nabati "( Jalallah ).
(7) - Umur 3 bulan >
Namanya :
" Ruh Jasmani "
(8) - Umur 5 bulan >
Namanya :
" Ruh Nafsani "
(9) - Umur 7 bulan >
Namanya :
" Ruh Ruhani "
( Titik ).
(10) - Umur 9 Bulan >
Namanya :
" Ruh Idhafi "
( Haq - Haq memuji dirinya Rabbun ).
(11) - Keluar dari Kandungan dari Ibu >
Namanya :
" WALADAL INSAANI AMINULLAH "
====================
(12) - Umur 7 Hari >
Namanya :
" Muhammad "
(13) - Umur 40 Hari >
Namanya :
" Muhammad Idhafi "
(14) - Umur 2 Tahun >
Namanya :
"Muhammad 'Ainul Insani".
(15) - Umur 7 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Shalatullah "
(16) - Umur 10 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Shalawatullah "
(17) - Umur 14 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Kamarullah "
(18) - Umur 25 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Aminullah "
(19) - Umur 35 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Sa'iratullah "
(20) - Umur 40 Tahun >
Namanya :
" Muhammad Uzunullah "
(21) - Umur 41 Tahun >
Namanya :
" MUHAMMAD RASULULLAH "
====================
(22) - Ketika Isra' Mi'raj >
Namanya :
" 'Abdullah "
(23) - Ketika Dilangit >
Namanya :
" Muhammad Muthlaq "
(24) - Ketika Di Mustawa>
Namanya :
" Ahmad "
(25) - Ketika Umur 63 >
Namanya :
" Kalamullah "
(26) - Ketika kembali berpulang >
Namanya :
" Rahmatullah "
(27) - Ketika Dipadang Mahsyar >
Namanya :
" Al - Hasyir "
(28) - Fana Ke- Hadrat Allah >
Namanya :
" Habibillah "
(29) - Nama Terahasia >
Namanya :
" Ahmad Abu Qasim "
(30) - Nama Tidak ada Huruf dan Tidak ada Suara >
Namanya pujiannya adalah :
" HAQ ~ HAQ "
====================
====================
Nah para Ikhwani yang dirahmati Allah.........
.
Inilah cara ingin mengetahui tentang Shalat Hakikat bila ia mau melaksanakan atau menjalaninya dalam suatu menempuh tujuan Shalat.
Ia harus mesti memahami perkara ini jika jika ingin melaksanakan perjalanan shalat hakikatnya ( Da'im ).
Setelah mengetahui hal perkara ini yang telah dijelaskan, maka inilah yang disebut dengan :
- 30 HURUF -
- 30 AYAT -
- 30 JUZ -
Maka : 30 Huruf - 30 Ayat - Dan 30 - Jus akan menjadi " AL - QUR'AN " didalam Tubuh kita .
Inilah Rahasianya...
====================
Dengan pelajaran dari Abi ini, maka pelajarilah dengan Khusyuk, dan amalkan, semoga apa yang kalian amalkan akan menjadi tempat tujuan kalian yang sebenarnya.
Lebih dan terkurang >
" MOHON MA'AF "
yang sebesar- besarnya.
Maka Abi Akhiri Kalam :
>>>>>
Wassalaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabakaatuh..............
>>>>>
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin
. DZIKIR TUJUH LATHIFAH
SALAAM HIYAS SALAAM.....
Dengan menyebut Nama Allah yang Maha pengasih Maha penyayang.
~
Para Ikhwani....
Hari ini Abi menulis tentang konsep dzikir 7 Lathifah yang terdapat didalam Diri kita.
Lathifah itu tempat sarangnya Hawa Nafsu.
Hawa Nafsu mestilah kita hapus dengan cara dzikir Asma.
====================
Tujuh Lathifah ini pernah diajarkan seorang Syaikh dari abad ke- 11 yakni :
Seorang Sufi ahli Thariqat yang bernama :
Ahmad Naqshabandiah.
====================
TUJUH LATHIFAH.
.
(1). LATHIFAH QALBU.
Tempatnya Nafs Lawwamah.
Yang mengajak kita berbuat jahat seperti :
Melupakan Allah Ta'ala.
Suka mencela.
Mengikuti Nafsu.
Suka bangga diri.
Mengunjing.
Pamer, zalim dan dusta.
===============
Lathifah Qalbu berhubungan dengan Jantung jasmani.
Letaknya 2 jari dibawah susu kiri kita.
Tempat sarangnya sifat :
Kesyirikan.
Kekafiran.
Peramal.
Sifat Iblis.
.
Cara membersihnya adalah :
Dengan Dzikir asma yakni : ALLAH - ALLAH 1000X.
Warna cahayanya >
Kuning.
====================
(2). LATHIFAH AR-RUH.
Tempatnya Nafs Sawiyah.
Nafs ini mengajak kebaikan tentang sifat >
Dermawan.
Tidak rakus.
Lapang dada.
Rendah hati.
Taubat.
Tahan ujian.
================
Letaknya 2 jari dibawah susu kanan kita.
Tempat ini sarangnya sifat > Bahimiah (Binatang jinak).
Cara membersihnya dengan dzikir Asma :
ALLAH 1000X.
Cahayany berwarna :
Merah.
================
(3). LATHIFATUS SIRR.
Tempatnya Nafs Muthmainnah.
Nafsu ini mengajak kebaikan diri agar diri tidak kikir.
Selalu bertawakkal.
Ikhlas, syukur ni'mat dan ridha.
================
Letaknya ini diatas 2 jari susu kiri atas.
Tempatnya sifat Syabiah.
Suka zalim.
Pemarah.
Pendendam.
Cara penyuciannya dengan Dzikir Asma :
ALLAH 1000X.
Cahaya warnanya :
Putih.
=================
(4). LATHIFATUL KHAFI.
Tempatnya Nafs Radhiah.
Sifat yang menanakan Akhlaqul Karimah.
Mengajak meninggalkan selain Allah Ta'ala.
Belas- kasih.
Suka mema'afkan kesalahan orang lain.
Penyayang terhadap sesama.
=================
Letaknya 2 jari diatas susu kanan kita.
Dikendarai oleh Limpa jasmaniah.
Tempatnya sifat >
Dengki dan khianat.
Cara dzikirnya yakni :
ALLAH 1000X.
Cahaya warnanya :
Hitam.
================
(5). LATHIFATUL AKHFA.
Tempat Nafsu Mardhiah.
Yang menanamkan >
Ilmu Yaqin.
'Ainul Yaqin.
Haqqul Yaqin.
Letaknya ditengah dada kita yang berhubungan dengan Empedu Jasmani. Tempat sifatnya Rabbani.
Yaitu :
Sifat Ria.
Takabbur.
Sombong.
Ujub.
Pamer kebaikan.
=================
(6). LATHIFATUN NAFSUN. Tempat Nafsu Ammarah. Yang gemar pelit.
Sarakah.
Dengki.
Iri.
Bodoh.
Takabbur.
Birahi.
Suka melanggar Syari'at. Dan pemarah.
================
Letaknya dua kening.
Tempat Nafsunya ammarah.
Nafsu yang mengajak kejahatan.
Cara dzikirnya adalah >
ALLAH - ALLAH 1000X.
=================
(7). LATHIFATUL JASADI.
Tempat nafsu Kamilah.
>>
Lathifah ini yang mengendarai segenap tubuh Jasad.
Tempat sifat yang suka lalai.
Ghaflah atau lalai.
Pada tempat ini terdapat sifatnya :
ILMU DAN AMAL.
Cara Penyuciannya adalah > Dzikir Asma Allah sebanyak 1000x.
====================
Para Anak- anakku...
...
Dengan usaha latihan dzikir, kita bisa menyucikan hati Lathif. Agar kita semakin tumbuh dan berkembang. Latihan dan usaha...
Untuk menumbuhkan Lathifah.
Banyak sekali dipelajari dari pengikut Thariqat. Dan bisa dibaca dibanyak teperensi.
Intinya adalah :
=================
Pertama >
Kita menyucikan jiwa kita.
Dalam arti membersihkan diri kita dari segala kecenderungan sifat keburukan, tercela dan sifat Hewani.
=================
Kedua >
Kita menyucikan Qalbu kita dengan menghapus semua kecintaan hati terhadap keduniaan yang bersifat Sementara dan kebimbangan atas kesedihan.
Serta memantapkan hati kita untuk mencintai Allah semata- mata.
=================
Ketiga >
.
TAKHALLI AS-SIR.
Yakni : Kita mengosongkan jiwa dan hati dan fikiran kita.
Dan mengalihkan perhatian kita hanya merindui dan mengingat Allah Ta'ala.
==================
Ke- empat >
.
TAJALLI AR-RUH.
Yaitu :
Mencerahkan dan menyinari Ruh kita dengan Nurullah dengan penuh gejolak rasa cinta.....
====================
Anak- Anakku.....
>>
Usaha ini, tidaklah mudah.....
Perlu kemantapan, kesungguhan yang penuh keyakinan iman dan kerutinan yang panjang.
Spiritual amalan ini....
Mestilah teralisi didalam kerangka makna dan pungsi > Rahmatan Lil 'Alamin...
Kebiasaan Kenabian Hakikatnya adalah :
Tidak terlepas dari Misi yang suci.
Misi tentang kemanusiaan, alam semesta untuk merefleksikan Asma-NYA.
====================
Para Anak- anakku...
>
Semoga pelajaran konsep ini akan memudahkan usaha kalian untuk mencapai keridha'an Allah.
>
ILAHI ANTA MAQSHUDII
WA RIDHAA KAMATHLUBII
A'TINAA WA MA'RIFATAKA....
>>>>>>>>
Lebih dan terkurang :
ABI MOHON MA'AF...
Akhirul Kalam :
>
>
Assalaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.......
.
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin....
Dengan menyebut Nama Allah yang Maha pengasih Maha penyayang.
~
Para Ikhwani....
Hari ini Abi menulis tentang konsep dzikir 7 Lathifah yang terdapat didalam Diri kita.
Lathifah itu tempat sarangnya Hawa Nafsu.
Hawa Nafsu mestilah kita hapus dengan cara dzikir Asma.
====================
Tujuh Lathifah ini pernah diajarkan seorang Syaikh dari abad ke- 11 yakni :
Seorang Sufi ahli Thariqat yang bernama :
Ahmad Naqshabandiah.
====================
TUJUH LATHIFAH.
.
(1). LATHIFAH QALBU.
Tempatnya Nafs Lawwamah.
Yang mengajak kita berbuat jahat seperti :
Melupakan Allah Ta'ala.
Suka mencela.
Mengikuti Nafsu.
Suka bangga diri.
Mengunjing.
Pamer, zalim dan dusta.
===============
Lathifah Qalbu berhubungan dengan Jantung jasmani.
Letaknya 2 jari dibawah susu kiri kita.
Tempat sarangnya sifat :
Kesyirikan.
Kekafiran.
Peramal.
Sifat Iblis.
.
Cara membersihnya adalah :
Dengan Dzikir asma yakni : ALLAH - ALLAH 1000X.
Warna cahayanya >
Kuning.
====================
(2). LATHIFAH AR-RUH.
Tempatnya Nafs Sawiyah.
Nafs ini mengajak kebaikan tentang sifat >
Dermawan.
Tidak rakus.
Lapang dada.
Rendah hati.
Taubat.
Tahan ujian.
================
Letaknya 2 jari dibawah susu kanan kita.
Tempat ini sarangnya sifat > Bahimiah (Binatang jinak).
Cara membersihnya dengan dzikir Asma :
ALLAH 1000X.
Cahayany berwarna :
Merah.
================
(3). LATHIFATUS SIRR.
Tempatnya Nafs Muthmainnah.
Nafsu ini mengajak kebaikan diri agar diri tidak kikir.
Selalu bertawakkal.
Ikhlas, syukur ni'mat dan ridha.
================
Letaknya ini diatas 2 jari susu kiri atas.
Tempatnya sifat Syabiah.
Suka zalim.
Pemarah.
Pendendam.
Cara penyuciannya dengan Dzikir Asma :
ALLAH 1000X.
Cahaya warnanya :
Putih.
=================
(4). LATHIFATUL KHAFI.
Tempatnya Nafs Radhiah.
Sifat yang menanakan Akhlaqul Karimah.
Mengajak meninggalkan selain Allah Ta'ala.
Belas- kasih.
Suka mema'afkan kesalahan orang lain.
Penyayang terhadap sesama.
=================
Letaknya 2 jari diatas susu kanan kita.
Dikendarai oleh Limpa jasmaniah.
Tempatnya sifat >
Dengki dan khianat.
Cara dzikirnya yakni :
ALLAH 1000X.
Cahaya warnanya :
Hitam.
================
(5). LATHIFATUL AKHFA.
Tempat Nafsu Mardhiah.
Yang menanamkan >
Ilmu Yaqin.
'Ainul Yaqin.
Haqqul Yaqin.
Letaknya ditengah dada kita yang berhubungan dengan Empedu Jasmani. Tempat sifatnya Rabbani.
Yaitu :
Sifat Ria.
Takabbur.
Sombong.
Ujub.
Pamer kebaikan.
=================
(6). LATHIFATUN NAFSUN. Tempat Nafsu Ammarah. Yang gemar pelit.
Sarakah.
Dengki.
Iri.
Bodoh.
Takabbur.
Birahi.
Suka melanggar Syari'at. Dan pemarah.
================
Letaknya dua kening.
Tempat Nafsunya ammarah.
Nafsu yang mengajak kejahatan.
Cara dzikirnya adalah >
ALLAH - ALLAH 1000X.
=================
(7). LATHIFATUL JASADI.
Tempat nafsu Kamilah.
>>
Lathifah ini yang mengendarai segenap tubuh Jasad.
Tempat sifat yang suka lalai.
Ghaflah atau lalai.
Pada tempat ini terdapat sifatnya :
ILMU DAN AMAL.
Cara Penyuciannya adalah > Dzikir Asma Allah sebanyak 1000x.
====================
Para Anak- anakku...
...
Dengan usaha latihan dzikir, kita bisa menyucikan hati Lathif. Agar kita semakin tumbuh dan berkembang. Latihan dan usaha...
Untuk menumbuhkan Lathifah.
Banyak sekali dipelajari dari pengikut Thariqat. Dan bisa dibaca dibanyak teperensi.
Intinya adalah :
=================
Pertama >
Kita menyucikan jiwa kita.
Dalam arti membersihkan diri kita dari segala kecenderungan sifat keburukan, tercela dan sifat Hewani.
=================
Kedua >
Kita menyucikan Qalbu kita dengan menghapus semua kecintaan hati terhadap keduniaan yang bersifat Sementara dan kebimbangan atas kesedihan.
Serta memantapkan hati kita untuk mencintai Allah semata- mata.
=================
Ketiga >
.
TAKHALLI AS-SIR.
Yakni : Kita mengosongkan jiwa dan hati dan fikiran kita.
Dan mengalihkan perhatian kita hanya merindui dan mengingat Allah Ta'ala.
==================
Ke- empat >
.
TAJALLI AR-RUH.
Yaitu :
Mencerahkan dan menyinari Ruh kita dengan Nurullah dengan penuh gejolak rasa cinta.....
====================
Anak- Anakku.....
>>
Usaha ini, tidaklah mudah.....
Perlu kemantapan, kesungguhan yang penuh keyakinan iman dan kerutinan yang panjang.
Spiritual amalan ini....
Mestilah teralisi didalam kerangka makna dan pungsi > Rahmatan Lil 'Alamin...
Kebiasaan Kenabian Hakikatnya adalah :
Tidak terlepas dari Misi yang suci.
Misi tentang kemanusiaan, alam semesta untuk merefleksikan Asma-NYA.
====================
Para Anak- anakku...
>
Semoga pelajaran konsep ini akan memudahkan usaha kalian untuk mencapai keridha'an Allah.
>
ILAHI ANTA MAQSHUDII
WA RIDHAA KAMATHLUBII
A'TINAA WA MA'RIFATAKA....
>>>>>>>>
Lebih dan terkurang :
ABI MOHON MA'AF...
Akhirul Kalam :
>
>
Assalaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.......
.
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin....
MATI DIDALAM FANA
Assalamu 'Alaikum Warahmahtullaahi Wabarakaatuh.
~
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim *
Kullu Nafsin Zaa-Ikatul Mauti *
Mautu Anta Qablal Mauti *
Maksudnya ialah =
" Tiap- Tiap Diri pasti akan mengalami kematian "
" Matikan dirimu Sebelum Dimatikan "
____________________
Ikhwani...
Sedikit saja Abi menjelaskan pengertian tentang Ihwal mati.
Mati dalam jenis tidak sadar, seperti ia tidur.
Hakikat menuju mati dalam fana adalah mematikan zahir dan menghidupkan Qalbunya.
Artinya :
Mematikan segala sifat kemanusian menuju hakikat ke-Insanan yakni menghancurkan bentuk sifat Nafsu dan menggantikan sifat ke-Tuhanan.
" Barangsiapa yang tidak meraskan mati, Niscaya ia tidak akan melihat Tuhan "
ungkapan ini Abi Ambil dalam Kitab Al-Hikam.
____________________
Jadi, maksud mati ialah > Hidupnya Hati kita, dan tiada waktu kehidupan hati kecuali saat matinya Nafsu.
Didalam Kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa >
Tidak ada jalan Masuk (Musyahadah ) dengan Allah kecuali dengan melalui pintu mati.
Salah satu pintu mati itu adalah :
" FANA UL AKBAR "
~ Yakni > Mati Tabii' ¤
Musyahadah mestilah melalui Mati.
Sabda Rasulullah SAW :
" Rasakanlah Mati sebelum engkau mati "
_______________________
PENGERTIAN MATINYA NAFSU UNTUK HIDUPNYA HATI BISA DITEMPUH 4 TAHAPAN YAKNI :
_________________________
(1) - MATI TABI'I
.
Mati Tabi'i ini adalah >
Merupakan pintu yang pertama Musyahadah kepada Allah Ta'ala.
Mati ini berlangsung saat kita melakukan :
" DZIKIR QALBU "
didalam Dzikir Lathaif dengan Karunia Tuhan. Maka kita Fana pendengaran zahir kita. Tetapi secara batin, kita mendengar Dzikir :
ALLAH - ALLAH.
_________________________
Pada tahapan ini, pertama- tama hati kita berdzikir, lalu beralih kemulut dan lidah kita. Pada akhirnya tiba- tiba berdzikir sendiri.
- Pada Tahapan ini, perasaan kita mulai hilang (Mati Tabi'i).
Akal dan fikiran kita tidak berpungsi lagi.
~
Disinilah mulai masuknya Ilham Berupa Nur Ilahiah didalam Qalbu kita.
Dan seakan- akan kita berhadapan dengan Tuhan.
Telinga batin kita yang berpungsi disini.
Hati kita mulai berbisik.
" INNANI ANAA ALLAH "
Karena suara hati naik kemulut. Maka dengan sendirinya lidah kita bergerak mengucap :
ALLAH - ALLAH.
~
Pada Tahapan ini, mata batin mulai merasuk pintu fana yang pertama.
Yakni :
- FANA FIL AF'AL
Dan TAJALLI FIL AF'AL.
- Hal ini disebabkan oleh tuntunan dari Allah Ta'ala. Seperti firman-Nya :
" Tidak ada berbuat dan Diam seseorang itu kecuali Allah semata "
__________________________
(2) - MATI MA'NAWI.
.
Mati ini terjadi pada saat kita melakukan dzikir :
LATHIFAH AR-RUH dalam Dzikir Lathaif.
Dalam kondisi mati ini-
Pengelihatan secara zahiriah kita telah lenyap. Dan seakan- akan semua pendengaran kita sudah dikuasai oleh mata Batin kita, maka dzikir Allah pada tingkat ini semakin merasuk keseluruh tubuh kita.
Hingga terasa panasnya suhu diseluruh tubuh kita hingga kebulu roma.
_______________________
Perasaan ke-Insanan kita mulai terkagum- kagum.
Persendian kita mulai bergetar yang bisa menyebabkan kita jatuh pingsan disebabkan oleh > Sifat ke- Insanan kita yang sudah fana itu.
Dan mulai kita diliputi oleh sifat kebaqa'an Allah Ta'ala.
~
Tingkatan ini menandakan kita sudah memasuki >
FANA FIL SIFAT.
Kebaharuan serta perasaan kita sudah hilang.
Yang ada hanyalah > SIFAT KE-TUHANAN.
Yang sempurna dan Tajalli.
_________________________
(3) - MATI SIRRI.
.
Mati Sir ini adalah terjad4 saat kita melakukan dzikir :
LATHIFATUL AS-SIRR didalam Dzikir Lathaif.
Pada tahapan ini, kita memasuki yang dinamakan dengan >
" MA'RIFATAN BIRABBII "
Yaitu :
- Berhadapan langsung kepada Dzat Allah Ta'ala - Rasa ke- Insanan kita langsung hilang didalam wujud yang gelap.
.
KENAPA LENYAP ??
.
Karena ditelan oleh Alam ghaib Allah yang memasuki Alam Nur Sirr-Nya yakni :
- NURUL AF'AL-
- NURUL AS-SIFAT-
- NURUL ASMA-
- NURUL ADZ-DZAT-
dan - NUURUN 'ALAA NUURIN.
___________________________
(4) - MATI HISSI.
.
Mati Hissi ini adalah >
Terjadi ketika kita melakukan dzikir :
" LATHIFATUL KHAFI " didalam dzikir Lathaif.
Pada dzikir ini akan memasuki ketingkat alam yang lebih tinggi lagi yang dinamakan alam :
" MA'RIFATAN FIR RABBI " Yang dikarenakan oleh > Lenyapnya seluruh Sifat- sifat ke- Insanan kita yang baharu itu.
Tetapi hanyalah tinggal sifat- Sifat Ilahiah saja yang Maha Qadimul 'Azali.
Sehingga bersatulah antara >>
" 'ABID DAN MA'BUD "
inilah Hamba dengan sang maha Pencipta....
~
Dalam keada'an ini akan mengalami yang tidak pernah dilihat siapapun, baik mata zahir, tidak akan terlintas dalam hati sanubari manusia.
Inilah pengertian tentang makna mati didalam fana diri.
Semoga pengetahuan ini, dapat kita hayati bagi kita yang benar- benar ada rasa sadar.
Rasa kesadaran pertama itu adalah bertaubat yang sebenarnya. Yang kedua berbanyaklah ingat akan mati.
Rasakan mati sementara dahulu, seperti tidurnya kita diwaktu malam, sadarnya kita diwaktu bangun.
Itulah hidup namanya.
Lebih terkurang " Abi Mohon Ma'af "
Assalaamu alaikum Warahmatullahi.
~
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim *
Kullu Nafsin Zaa-Ikatul Mauti *
Mautu Anta Qablal Mauti *
Maksudnya ialah =
" Tiap- Tiap Diri pasti akan mengalami kematian "
" Matikan dirimu Sebelum Dimatikan "
____________________
Ikhwani...
Sedikit saja Abi menjelaskan pengertian tentang Ihwal mati.
Mati dalam jenis tidak sadar, seperti ia tidur.
Hakikat menuju mati dalam fana adalah mematikan zahir dan menghidupkan Qalbunya.
Artinya :
Mematikan segala sifat kemanusian menuju hakikat ke-Insanan yakni menghancurkan bentuk sifat Nafsu dan menggantikan sifat ke-Tuhanan.
" Barangsiapa yang tidak meraskan mati, Niscaya ia tidak akan melihat Tuhan "
ungkapan ini Abi Ambil dalam Kitab Al-Hikam.
____________________
Jadi, maksud mati ialah > Hidupnya Hati kita, dan tiada waktu kehidupan hati kecuali saat matinya Nafsu.
Didalam Kitab Al-Hikam menjelaskan bahwa >
Tidak ada jalan Masuk (Musyahadah ) dengan Allah kecuali dengan melalui pintu mati.
Salah satu pintu mati itu adalah :
" FANA UL AKBAR "
~ Yakni > Mati Tabii' ¤
Musyahadah mestilah melalui Mati.
Sabda Rasulullah SAW :
" Rasakanlah Mati sebelum engkau mati "
_______________________
PENGERTIAN MATINYA NAFSU UNTUK HIDUPNYA HATI BISA DITEMPUH 4 TAHAPAN YAKNI :
_________________________
(1) - MATI TABI'I
.
Mati Tabi'i ini adalah >
Merupakan pintu yang pertama Musyahadah kepada Allah Ta'ala.
Mati ini berlangsung saat kita melakukan :
" DZIKIR QALBU "
didalam Dzikir Lathaif dengan Karunia Tuhan. Maka kita Fana pendengaran zahir kita. Tetapi secara batin, kita mendengar Dzikir :
ALLAH - ALLAH.
_________________________
Pada tahapan ini, pertama- tama hati kita berdzikir, lalu beralih kemulut dan lidah kita. Pada akhirnya tiba- tiba berdzikir sendiri.
- Pada Tahapan ini, perasaan kita mulai hilang (Mati Tabi'i).
Akal dan fikiran kita tidak berpungsi lagi.
~
Disinilah mulai masuknya Ilham Berupa Nur Ilahiah didalam Qalbu kita.
Dan seakan- akan kita berhadapan dengan Tuhan.
Telinga batin kita yang berpungsi disini.
Hati kita mulai berbisik.
" INNANI ANAA ALLAH "
Karena suara hati naik kemulut. Maka dengan sendirinya lidah kita bergerak mengucap :
ALLAH - ALLAH.
~
Pada Tahapan ini, mata batin mulai merasuk pintu fana yang pertama.
Yakni :
- FANA FIL AF'AL
Dan TAJALLI FIL AF'AL.
- Hal ini disebabkan oleh tuntunan dari Allah Ta'ala. Seperti firman-Nya :
" Tidak ada berbuat dan Diam seseorang itu kecuali Allah semata "
__________________________
(2) - MATI MA'NAWI.
.
Mati ini terjadi pada saat kita melakukan dzikir :
LATHIFAH AR-RUH dalam Dzikir Lathaif.
Dalam kondisi mati ini-
Pengelihatan secara zahiriah kita telah lenyap. Dan seakan- akan semua pendengaran kita sudah dikuasai oleh mata Batin kita, maka dzikir Allah pada tingkat ini semakin merasuk keseluruh tubuh kita.
Hingga terasa panasnya suhu diseluruh tubuh kita hingga kebulu roma.
_______________________
Perasaan ke-Insanan kita mulai terkagum- kagum.
Persendian kita mulai bergetar yang bisa menyebabkan kita jatuh pingsan disebabkan oleh > Sifat ke- Insanan kita yang sudah fana itu.
Dan mulai kita diliputi oleh sifat kebaqa'an Allah Ta'ala.
~
Tingkatan ini menandakan kita sudah memasuki >
FANA FIL SIFAT.
Kebaharuan serta perasaan kita sudah hilang.
Yang ada hanyalah > SIFAT KE-TUHANAN.
Yang sempurna dan Tajalli.
_________________________
(3) - MATI SIRRI.
.
Mati Sir ini adalah terjad4 saat kita melakukan dzikir :
LATHIFATUL AS-SIRR didalam Dzikir Lathaif.
Pada tahapan ini, kita memasuki yang dinamakan dengan >
" MA'RIFATAN BIRABBII "
Yaitu :
- Berhadapan langsung kepada Dzat Allah Ta'ala - Rasa ke- Insanan kita langsung hilang didalam wujud yang gelap.
.
KENAPA LENYAP ??
.
Karena ditelan oleh Alam ghaib Allah yang memasuki Alam Nur Sirr-Nya yakni :
- NURUL AF'AL-
- NURUL AS-SIFAT-
- NURUL ASMA-
- NURUL ADZ-DZAT-
dan - NUURUN 'ALAA NUURIN.
___________________________
(4) - MATI HISSI.
.
Mati Hissi ini adalah >
Terjadi ketika kita melakukan dzikir :
" LATHIFATUL KHAFI " didalam dzikir Lathaif.
Pada dzikir ini akan memasuki ketingkat alam yang lebih tinggi lagi yang dinamakan alam :
" MA'RIFATAN FIR RABBI " Yang dikarenakan oleh > Lenyapnya seluruh Sifat- sifat ke- Insanan kita yang baharu itu.
Tetapi hanyalah tinggal sifat- Sifat Ilahiah saja yang Maha Qadimul 'Azali.
Sehingga bersatulah antara >>
" 'ABID DAN MA'BUD "
inilah Hamba dengan sang maha Pencipta....
~
Dalam keada'an ini akan mengalami yang tidak pernah dilihat siapapun, baik mata zahir, tidak akan terlintas dalam hati sanubari manusia.
Inilah pengertian tentang makna mati didalam fana diri.
Semoga pengetahuan ini, dapat kita hayati bagi kita yang benar- benar ada rasa sadar.
Rasa kesadaran pertama itu adalah bertaubat yang sebenarnya. Yang kedua berbanyaklah ingat akan mati.
Rasakan mati sementara dahulu, seperti tidurnya kita diwaktu malam, sadarnya kita diwaktu bangun.
Itulah hidup namanya.
Lebih terkurang " Abi Mohon Ma'af "
Assalaamu alaikum Warahmatullahi.
SIFAT 20 ALLAH PADA DIRI KITA
Ikhwan...
Al-Fatihah salah satunya Rukun dalam shalat.
Bila Salah membacanya- maka rusaklah shalat kita.
Dari itu... Berhati- hatilah dengan Tartil.
Perbaiki bacaannya.
Tapi, bukan itu saja...
Jikalau bacaannya salah- Malah bisa menyebut nama anak- anak Syaitan. Nama Iblis yang Ujudnya ada didalam Surah Al-Fatihah.
Mari kita menyimak bersama- sama
>
~ NAMA SYAITHAN ~
:
(1). DU-LI-LAH :
Bila kita baca tak ada sabdu.
Harus kita baca : DULILLAAHI.
.
(2). HIR-RAB :
Bila dibaca ada Sabdunya.
Yang mesti dibaca :
HI RAB.
.
(3). KIY-YAU :
Jika kita baca ada sabdunya.
Mesti kita baca adalah :
KI YAU.
.
(4) KAN-NAK :
Bila dibacakan ada Sabdu.
Yang dibaca mestilah :
KANA'
.
(5). KAN-NAS :
Jika kita bacakan ada Sabdu.
Haruslah kita baca :
KANAS.
.
(6). IYAA :
Jika kita baca ada sabdunya.
Mestilah kita membaca :
IYYAA
IYAA artinya :
Matahari.
Didalam AL-FATIHAH ayat 5 yakni " IYAA " kita baca- maka maknanya :
" Kepada Mataharilah kami menyembah, dan kepada Mataharilah kami minta tolong "
.
(7). SHIRATHALLADZI.....
Hendak kita membacanya tiada henti.
.
AMIN :
Hendaklah meng- Aminkan FATIHAH Dengan tepat pengaminannya.
AA - nya 2 Harkat.
MIN - nya 3 Harkat.
Semoga Amin kita itu disertai pengaminanya para Malaikat- Malaikat.
INSYA ALLAH...
Semoga kita tergolong orang yang memperbaiki bacaan.
.
~ Aamiin ~
>>>
-TUJUH NAMA IBLIS -
.
Ikhwan...
Ketahuilah kalian semua.....
Membaca ayat Al-Fatihah dengan QIRA'AT, hukumnya WAJIB bagi Laki-laki.
Bagi wanita tidak diwajibkan kecuali :
Bacaan IDHAR nya saja wajib.
.
Dalam membaca Al-Fatihah, harus tahu bahwa :
Ada 7 hal yang merupakan Wajib.
Jika tidak diketahui semuanya, maka bisa mengundang Iblis. Tempatnya ada di-Talak kalimat yaitu :
Ada 7 MIM.
.
1 - BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
.
2 - (MIM) AL-HAMDULILLAHI
Dan (MIM) RABBIL 'AALAMIIN.
.
Penjelasan :
Huruf (MIM) Diatas artinya : Mesti berhati- hati.
Awal kalimat ALHAMDU mesti berhati cara membacanya.
Jika kita teruskan membaca, maka menjadi AL-HAMDULIL mengandung :
IBLIS DULIL.
.
Pada kalimat LILLAAHI- lalu berhenti.
Jika kita terus membaca, maka menjadi :
LILLAHI RAB.
Yang menunggu :
IBLIS IRAB yang menjadi RABBIL AALAMIIN.
.
3- AR-RAHMAANIR RAHIIM.
.
4- (MIM) MAALIKI YAUMID DIIN.
Penjelasannya :
Huruf (MIM) disini harus berhati- hati.
Pada kalimat MAALIKI harus berhenti.
Bila kita teruskan menjadi : MALIKIYAU.
Yang menunggu :
IBLIS KIYAU yang Masuk MIDDIIN.
.
4- IYYAAKA (MIM) NA'BUDU WA IYYAAKA (MIM) NASTA'IIN.
" Hamba menyebah Allah. Takut kepada Allah.
Kepada Allah kami minta tolong.
Semoga Allah memberi kekuatan agama hamba dari agama yang lain "
.
Penjelasan :
huruf MIM Diatas artinya harus berhenti.
Pada kalimat IYYAAKA harus berhenti.
Bila kita terus baca, maka akan menjadi :
IYYAAKANA'.
Yang menunggu :
IBLIS KANA' Pada NA'BUDU WA.
Pada kalimat IYYAAKA yang ke- 2, harus berhenti membaca.
Jika kita teruskan menjadi : IYYAKANAS.
Yang menunggu :
IBLIS KANAS yang nungguin NASTA'IIN.
.
5- IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
" Ihdinash Shiraathal " Semoga Allah menunjukkan jalan Iman dan Ilmu.
" Mustaqiim "
Iman serta Ilmu yang benar.
.
7- SHIRAATHAL LADZIINA AN'AMTA (MIM) 'ALAIHIM. GHAIRIL MAGHDHUUBI (MIM) 'ALAIHIM
WA LADH-DHALLIIN.
Maksudnya :
" Shiraathalladziina An'amta 'Alaihim "
Semoga Allah menunjukkan Iman para Nabi.
Engkau kasihani kami selaku hamba-Mu.
Tunjukilah kami jalannya para Nabi.
" Ghairil Maghdhuubi "
Semoga dijauhkan dari Fikiran yang lain seperti :
Orang Yahudi yang mendapat Murka yang memusuhi Nabi Musa. Yahudi tidak percaya Kitab Taurat.
Orang yang tidak percaya kepada Kitab berarti :
KAFIR ada 104 Kitab.
" 'Alaihim Waladh-Dhalliin " yakni :
Yang diberi kemuliaan. Berbeda dengan seluruh yang tersesat.
Menyambut Nabi Isa, tidak percaya kepada Kitab Injil.
Nashrani itu Kafir.
Kafir semua Kitab.
Siapa tidak percaya salah satu Nabi, berarti tidak percaya semua Nabi.
Semua Mu'min Wajib menyembah.
Semoga Allah mengampuni segala dosa.
.
Penjelasan :
.
Huruf MIM diatas harus berhenti.
Pada kalimat SHIRATHAL LADZIINA AN'AMTA harus berhenti.
Jika diteruskan akan menjadi SHIRATHALLADZIINA AN'AMTA yang nungguin IBLIS TAN'A masuk 'ALAIHIM.
Pada kalimat GHAIRIL MAGHDHUUBI membacanya harus berhenti.
Jika diterusin akan jadi GHAIRIL MAGHDUUBI'A Yang Nungguin :
IBLIS BI'A yang ada pada 'ALAIHIM WALADH-DHALLIIN...@
>>
Sudah lengkap 7 ayat dengan BISMILLAH.
Panjang pendeknya. Tasdid ada 14 Huruf.
Yang dibaca panjang ada 17.
LAM dengan ALIF ada 3.
Banyaknya Jabar dalam Surah Al-Fatihah ada 46.
Ijhar atau Ejer ataupun Jees ada 29.
Pees ada 6 saja.
Itulah yang wajib sempurna dalam bacaan Fatihah.
.
INGAT...
Jika mulia Shalat kalian, maka Mulia pula dihari kemudian.
Kewajiban Mu'min membaca Fatiha pada Allah sehari semalam paling tidak 12x.
Ruku' dan Tu'maninah 17x.
I'tidal 17x.
Sujud semalam 34x.
Disela- sela sujud ada duduk 17x sehari semalam.
Tahiyyat sehari semalam 9x sehari semalam.
Dan Salam 5x sehari semalam...
!!!
Aamiin Yaa Allaahu Aamiin...
Al-Fatihah salah satunya Rukun dalam shalat.
Bila Salah membacanya- maka rusaklah shalat kita.
Dari itu... Berhati- hatilah dengan Tartil.
Perbaiki bacaannya.
Tapi, bukan itu saja...
Jikalau bacaannya salah- Malah bisa menyebut nama anak- anak Syaitan. Nama Iblis yang Ujudnya ada didalam Surah Al-Fatihah.
Mari kita menyimak bersama- sama
>
~ NAMA SYAITHAN ~
:
(1). DU-LI-LAH :
Bila kita baca tak ada sabdu.
Harus kita baca : DULILLAAHI.
.
(2). HIR-RAB :
Bila dibaca ada Sabdunya.
Yang mesti dibaca :
HI RAB.
.
(3). KIY-YAU :
Jika kita baca ada sabdunya.
Mesti kita baca adalah :
KI YAU.
.
(4) KAN-NAK :
Bila dibacakan ada Sabdu.
Yang dibaca mestilah :
KANA'
.
(5). KAN-NAS :
Jika kita bacakan ada Sabdu.
Haruslah kita baca :
KANAS.
.
(6). IYAA :
Jika kita baca ada sabdunya.
Mestilah kita membaca :
IYYAA
IYAA artinya :
Matahari.
Didalam AL-FATIHAH ayat 5 yakni " IYAA " kita baca- maka maknanya :
" Kepada Mataharilah kami menyembah, dan kepada Mataharilah kami minta tolong "
.
(7). SHIRATHALLADZI.....
Hendak kita membacanya tiada henti.
.
AMIN :
Hendaklah meng- Aminkan FATIHAH Dengan tepat pengaminannya.
AA - nya 2 Harkat.
MIN - nya 3 Harkat.
Semoga Amin kita itu disertai pengaminanya para Malaikat- Malaikat.
INSYA ALLAH...
Semoga kita tergolong orang yang memperbaiki bacaan.
.
~ Aamiin ~
>>>
-TUJUH NAMA IBLIS -
.
Ikhwan...
Ketahuilah kalian semua.....
Membaca ayat Al-Fatihah dengan QIRA'AT, hukumnya WAJIB bagi Laki-laki.
Bagi wanita tidak diwajibkan kecuali :
Bacaan IDHAR nya saja wajib.
.
Dalam membaca Al-Fatihah, harus tahu bahwa :
Ada 7 hal yang merupakan Wajib.
Jika tidak diketahui semuanya, maka bisa mengundang Iblis. Tempatnya ada di-Talak kalimat yaitu :
Ada 7 MIM.
.
1 - BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
.
2 - (MIM) AL-HAMDULILLAHI
Dan (MIM) RABBIL 'AALAMIIN.
.
Penjelasan :
Huruf (MIM) Diatas artinya : Mesti berhati- hati.
Awal kalimat ALHAMDU mesti berhati cara membacanya.
Jika kita teruskan membaca, maka menjadi AL-HAMDULIL mengandung :
IBLIS DULIL.
.
Pada kalimat LILLAAHI- lalu berhenti.
Jika kita terus membaca, maka menjadi :
LILLAHI RAB.
Yang menunggu :
IBLIS IRAB yang menjadi RABBIL AALAMIIN.
.
3- AR-RAHMAANIR RAHIIM.
.
4- (MIM) MAALIKI YAUMID DIIN.
Penjelasannya :
Huruf (MIM) disini harus berhati- hati.
Pada kalimat MAALIKI harus berhenti.
Bila kita teruskan menjadi : MALIKIYAU.
Yang menunggu :
IBLIS KIYAU yang Masuk MIDDIIN.
.
4- IYYAAKA (MIM) NA'BUDU WA IYYAAKA (MIM) NASTA'IIN.
" Hamba menyebah Allah. Takut kepada Allah.
Kepada Allah kami minta tolong.
Semoga Allah memberi kekuatan agama hamba dari agama yang lain "
.
Penjelasan :
huruf MIM Diatas artinya harus berhenti.
Pada kalimat IYYAAKA harus berhenti.
Bila kita terus baca, maka akan menjadi :
IYYAAKANA'.
Yang menunggu :
IBLIS KANA' Pada NA'BUDU WA.
Pada kalimat IYYAAKA yang ke- 2, harus berhenti membaca.
Jika kita teruskan menjadi : IYYAKANAS.
Yang menunggu :
IBLIS KANAS yang nungguin NASTA'IIN.
.
5- IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
" Ihdinash Shiraathal " Semoga Allah menunjukkan jalan Iman dan Ilmu.
" Mustaqiim "
Iman serta Ilmu yang benar.
.
7- SHIRAATHAL LADZIINA AN'AMTA (MIM) 'ALAIHIM. GHAIRIL MAGHDHUUBI (MIM) 'ALAIHIM
WA LADH-DHALLIIN.
Maksudnya :
" Shiraathalladziina An'amta 'Alaihim "
Semoga Allah menunjukkan Iman para Nabi.
Engkau kasihani kami selaku hamba-Mu.
Tunjukilah kami jalannya para Nabi.
" Ghairil Maghdhuubi "
Semoga dijauhkan dari Fikiran yang lain seperti :
Orang Yahudi yang mendapat Murka yang memusuhi Nabi Musa. Yahudi tidak percaya Kitab Taurat.
Orang yang tidak percaya kepada Kitab berarti :
KAFIR ada 104 Kitab.
" 'Alaihim Waladh-Dhalliin " yakni :
Yang diberi kemuliaan. Berbeda dengan seluruh yang tersesat.
Menyambut Nabi Isa, tidak percaya kepada Kitab Injil.
Nashrani itu Kafir.
Kafir semua Kitab.
Siapa tidak percaya salah satu Nabi, berarti tidak percaya semua Nabi.
Semua Mu'min Wajib menyembah.
Semoga Allah mengampuni segala dosa.
.
Penjelasan :
.
Huruf MIM diatas harus berhenti.
Pada kalimat SHIRATHAL LADZIINA AN'AMTA harus berhenti.
Jika diteruskan akan menjadi SHIRATHALLADZIINA AN'AMTA yang nungguin IBLIS TAN'A masuk 'ALAIHIM.
Pada kalimat GHAIRIL MAGHDHUUBI membacanya harus berhenti.
Jika diterusin akan jadi GHAIRIL MAGHDUUBI'A Yang Nungguin :
IBLIS BI'A yang ada pada 'ALAIHIM WALADH-DHALLIIN...@
>>
Sudah lengkap 7 ayat dengan BISMILLAH.
Panjang pendeknya. Tasdid ada 14 Huruf.
Yang dibaca panjang ada 17.
LAM dengan ALIF ada 3.
Banyaknya Jabar dalam Surah Al-Fatihah ada 46.
Ijhar atau Ejer ataupun Jees ada 29.
Pees ada 6 saja.
Itulah yang wajib sempurna dalam bacaan Fatihah.
.
INGAT...
Jika mulia Shalat kalian, maka Mulia pula dihari kemudian.
Kewajiban Mu'min membaca Fatiha pada Allah sehari semalam paling tidak 12x.
Ruku' dan Tu'maninah 17x.
I'tidal 17x.
Sujud semalam 34x.
Disela- sela sujud ada duduk 17x sehari semalam.
Tahiyyat sehari semalam 9x sehari semalam.
Dan Salam 5x sehari semalam...
!!!
Aamiin Yaa Allaahu Aamiin...
Langganan:
Postingan (Atom)