Laman

Selasa, 11 April 2017

HUWA


Salam dari Ana untuk kalian semua...
Mari kita membahas tentang hakikat " HUWA "
.
HUWA telah ada...
Sudah tersedia didalam Alam Ruhaniah...
Inilah yang dinamakan :
" Tiada Huruf - Tiada nama "
Bersifat dengan segala sifat-Nya Yang Maha Sempurna.
Maha Kuasa yang tidak ada Batasnya...
Inilah yang sangat terahasia...
Ayat Kursi jelas menjelaskan, dan sifat 20 sebenarnya bukanlah untuk mengenal Dzat, tetapi mengenali keadaan " HUWA " Yaitu :
.
ALLAH... ALLAH... ALLAH...
HU AHAD... HU AHAD... HU AHAD...
AHAD HU... AHAD HU... AHAD HU...
.
.
Nah...
ALLAH : itulah Nama kebesaran Muhammad.
AHAD : itulah Nama kebesaran Ahmad...
Sudah ada didalam diri kita...
.
Yang sebenar- benar sifat Allah adalah :
"TUBUH MUHAMMAD RASULULLAH " Adalah :
" HUWA DHAMIR "
Kebesaran Tubuh kita bahwa adanya Asma Allah Ta'ala....
.
LAA ILAAHA LAHUL ASMA-UL HUSNAA
.
" Tiada yang lain yang bersifat Maha Sempurna. Maha Kuasa kecuali hanya HUWA "
Hanya HUWA-lah mempunyai Asma 99 Nama-Nya itu "
.
.
Ilmu Muhammad Rasulullah menjadi Nabi kita gerak latar :
LAISYA adanya...
Itulah : NUR MUBASYIRAH.
.
Af'al Allah adalah :
Perkataan ( kalam ) Muhammad Rasulullah menjadi Zahir yaitu :
" Terasa keluarnya Masuk Nafas kita...
LAISYA Jua Namanya... "
.
SYARI'AT :
Perkataan Muhammad... Itulah dinamakan :
" KALAMULLAH "
.
THARIQAT :
Penerimaan Muhammad yang memberikan bahwa adanya Allah Ta'ala...
.
HAQIQAT :
Pengenalan Muhammad yakni : Mengenal Diri...
Itulah Nafas kita...
Turun naiknya Nafas kita...
.
MA'RIFAT :
Prilaku Muhammad... LAISYA adanya... Yaitu :
" AWAL AKHIR- ZAHIR DAN BATIN- BERTUBUH RUHANIAH...
GERAK DAN DIAM, ZAHIR DAN BATHIN ADANYA...
Inilah yang disebut :
" INTAHA "
Inilah 30 ayat didalam diri Rasulullah, Nabi kita 8 sampai 14 yakni :
:
(8) - WALAU ANNANA Yaitu :
Lidah pada Nabi.
.
(9) - QAALA MALA-UL LADZIINA Yaitu :
Leher pada Nabi.
.
(10) - WA ALLAMA Yaitu :
Tangan kanan Nabi.
.
(11) - LAA YANTAZIRUUN Yaitu :
Tangan kiri Nabi.
.
(12) - WAMAA MIN DAABATIN Yaitu :
Dada pada Nabi.
.
(13) - WAMAA-UL BARRI-U Yakni :
Belakang pada Nabi.
.
(14) - RABBAMA Yaitu :
Perut pada Nabi.
.
Tinggal lagi yang belum disebut didalam diri Nabi dari (1) sampai (7). Belum dijelaskan. Dan dari (15) sampai (30) belum dijelaskan juga...
Satu persatu... Terlalu panjang...
He... He... He...
.
Lanjutkan lagi :
.
HUWA itu adalah :
Tanpa ada Nama...
Tanpa ada Bunyi...
Dan Tanpa ada Huruf...
Dan Tanpa ada Suara....
.
HUWA ini menyatakan :
SIR-NYA TUHAN...
Menjadi NYAWA PADA KITA...
Itulah sebenar- benarnya : " ALLAH TA'ALA "
.
Ketika Allah Saling berpandang pandangan dengan SIR KE-TUHANAN-NYA, Maka :
IA ( HUWA ) Menjadi Esa kepada ke- Esa-an-Nya... Inilah dinamakan HIDUP.
Hidup didalam tubuh kita. Maka IA- Mengetahui... Berkuasa...
Berkehendak...
Mendengar...
Melihat...
Berkata- kata...
.
Inilah yang disebut keadaan Hidup pada seluruh anggota tubuh kita.
Semata- mata hanya menerima anugerah- Nya juga....
..
..
PUNCAK MA'RIFAT BERUJUNG KEPADA PENGENALAN KEADAAN " HUWA "
-
-
Barangsiapa yang telah sampai prilakunya dengan ke-Ma'rifatnya yang tinggi, dan melemahkan dirinya terhadap Tuhan-nya, maka Dzat Allah namanya...
Barangsiapa yang telah sampai pada dirinya yang sesungguhnya dengan pengerasanya dalam pengenalannya, dan juga ke-Ma'rifatannya, penglihatannya, pe-Nafiannya, peng-Isbatannya, maka Sifat Allah namanya...
.
Bila sempurna Ujudnya, pengenalannya, penglihatannya, penciumannya, juga pengeranya, maka :
Itulah puncak Ma'rifatnya kepada Allah...
.
Disanalah pertemuan Tuhan dengan Hamba-Nya.
Disanalah memperoleh Rahasia-Nya.
Disanalah tempat keni'matan segala rasa dengan Allah daripada keni'matan disyurga...
.
Ketika muncul suatu terang yang tiada terhingga terangnya. Terangnya penuh hikmah dan keheningan...
Keatas, kebawah...
Kekanan, kekiri...
Dihadapan, dibelakang... Semuanya tiada berkesudahan...
Sempurna kesucian-Nya..
.
Ketika Dia- ada, berdiri seperti ALIF didalam yang terang, itulah ISTIQNA..
Itulah yang bersifat KAYA...
Berdiri dengan sendirinya.
Itulah yang bernama :
" SYAHADAT "
.
Fi'il Muhammad Ujud-Nya...
Ma'rifat prilaku-Nya..
Suci jalan-Nya seperti tempat-Nya...
Halus Sifat-Nya...
Syukur kehendak-Nya.
Itulah " Ilmu " yang kita ikuti ketika kita pulang ke-Rahmatullah..
.
Ketika Tubuh kita berada didalam kubur...
Setelah selesai kita di-Talqinkan, maka berpulanglah orang- orang yang mengantar kita tadi kekubur.
Lalu datanglah sosok seorang yang mendatangi kita.
Sosok orang itu diluar zahiriah kita.
Sosok itulah yang tiada lain " RUH " kita.
Diri sebenar diri kita...
Lalu ia bertanya kepada kita :
" YAA MAN HUWA ?"
Siapakah aku ini ?
.
Maka jawablah oleh kalian....
.
.
Ikhwan...
Marilah kita sama- sama selalu memperbanyak beramal shaleh, sehingga terbuka dinding Rahasia atau Hijab, dari aapa yang dikatakan dengan kalimata " AKU ADALAH....
.
Persoalan diatas, bukanlah bentuk pertanyaan yang dijawab dengan kata- kata.
Tetapi itu adalah operasional dalam kehidupan yang kita lakukan sehari- hari.
Namun seandainya juga dijawab....

INTI MA'RIFAT


Assalamu 'Alaikum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh...
¤
Ikhwanil Muslimiina RahimakuIkhwanil Muslimiina Rahimakumullaah.....
¤¤
Ketahuilah kalian semua....
Intinya Ma'rifat itu adalah Mengenal Diri yang sebenar- benarnya.
Bahwa kita berasal dari Allah (Qadim) dengan Kalimat :
¤
" INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN "
¤
¤
Tiga Faktor yang penting dalam kema'rifatan adalah :
¤
PERTAMA : LAA TA'YIN
Belum ada ketentuan- AHADIYAH...
Maha Tunggal Dzatul Buhti.
Dzat Yang Kekal...
¤
¤
PENJELASAN BEGINI :
¤
Disini Allah Ta'ala diumpamakan Laut yang tidak ada bergelombang....
Dia-lah Dzat Tuhan Yang Maha Suci Dan Maha Tinggi.
Tidak ada Martabat lagi diatasnya, bahwa :
Manusia Telah ada semenjak dahulu.
Dan tidak ada terpisah dengan Tuhan-nya.
Kita telah ada dan berada didalam rahasia semenjak dahulu sebelum terciptanya apa- apa.
Hanya kosong.
Hanya alam rahasia Tuhan dan hamba-Nya saja didalam Ilmu-Nya.
Namun belum ada nampak. Maka :
Kita belum dinampakkan-Nya. Cuma bersifat rahasia didalam rahasia-Nya.
¤
Jadi...
¤
Semenjak " Laa Ta'yin ", Manusia sudah tetap didalam Rahasia-Nya. Tetapi belum ada pengakuan apa- apa.
Karena memang belum Nampak dan belum ditampakkan..
¤
¤
KEDUA : TA'YIN AWAL.
Ketentuan yang pertama- WAHDAH...
TUNGGAL.
Hakikat Muhammad yakni :
Asal Mulanya segala menjadi ada dan tersedia.
¤
¤
PENJELASANNYA BEGINI :
¤
Disini Tuhan memperlihatkan Diri-Nya. Maka diperlihatkanlah Diri manusia itu dahulu didalam Diri-Nya sendiri.
Seraya melihat dan berkata :
¤
" ALASTU BIRABBIKUM ?? "
¤
Maka dijawablah dengan :
" BALAA SYAHIDNA "
¤
Setelah pengakuan itu terjadi, Maka Tuhan ber-Firman :
" Saat ini AKU- mengambil empat Anasir dari Tubuhmu...
KU- Jadikan Alam agar engkau menetap kelak "
¤
Maka kita menjawab dengan Kalimat :
¤
" LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI "
¤
Setelah itu, diambillah dari Rahasianya dijadikan Api...
Dari Ruhnya dijadikan Angin...
Dari Hatinya dijadikan Air...
Dari tubuhnya dijadikan Bumi (Tanah)...
¤
Maka... Jadilah Alam semesta dengan segala isinya...
Selanjutnya " TITIK "
Ini berkembang menjadi " BANYAK "
Tumbuh dan besar lalu menjadi " ALIF "
¤
¤
KE-TIGA : TA'YIN TSANI.
Ketentuan kedua- WAHIDIYAH...
Men-Tauhidkan Hakikat Adam yaitu :
" MANUSIA "
Asal mula manusia...
¤
¤
PENJELASANNYA BEGINI :
¤
Disini Allah seumpama laut dengan Gelombangnya...
Sesungguhnya Allah-Tuhan Yang Mah Suci dan Maha Tinggi diumpamakan : " LAUT " Sedangkan semua yang ada diumpamakan : " GELOMBANG "...
¤
Adapun Gelombang itu :
Tiada terpisah dari laut adanya bahwa :
Ke- Tiga Martabat diatas... Ke-Tiganya adalah : " QADIM "
Yang terdahulu maupun terkemudian hanyalah gelarannya saja, bukan karena waktu...
¤
Ketika kita mengatakan : Ahadiyah (Maha Tunggal)
Wahdah ( Tunggal )
Wahidiyah (ManunggWahidiyah (Manunggal)...
Atau..
Ketika kita mengatakan :
Laa Ta'yin ( Belun tentu)
Ta'yun Awal (Sudah tentu)
Ta'yun Tsani (Ketentuan berikutnya)...
Maka..
Ke-Tiga Martabat itu adalah " QADIM "
Sedangkan yang awal dan akhir, hanyalah perkataan saja, bukan karena waktu...
Namun karena sesungguhnya...
Laut yang tiada bergelombang, disitu juga terdapat satu " Titik " Gelombang...
Maka dari " Titik " itulah Berkembang menjadi " Banyak "
itulah yang dinamakan :
" ALIF "
Pada Hakikatnya adalah :
" SATU JUGA "
Namun tetap Tiga dalam sebutannya......
¤
¤
Wahai Kaum Muslimiin...
¤
Mengertilah kalian semua...
Tentang perkara ini dengan teliti dan benar- benar memahaminya...
Ini sudah jelas ana uraikan...
¤
Jadikanlah dasar pegangan didalam hati nurani kalian bahwa :
" Tiada terpisah kita dengan Allah...
Dari awal yang tiada awalnya hingga akhir yang tiada berakhirnya...
Inilah SATU...
Satu pemahaman Ma'rifat yang sempurna...
¤
¤
Ikhwani...
Semoga kalian semua benar- benar ikhlas dalam beramal.
Ridha dalam kepasrahan...
Semua itu adalah Karunia Allah kepada kita...
Karena Dia- Memang Sifat Ar-Rahmaanu...
Ar-Rahiimu...
Maka keluarkanlah kesadaran itu didalam perasaan kalian,
kelak kalian mencapai klimaks keni'matan disisi-Nya. Itulah Ni'mat Iman sejati sebagai hamba yang dicintai-Nya.
¤
Dan semoga Allah melapangkan hati kalian untuk selalu menerima kesyukuran, bahwa Ni'mat Imanlah yang menjadi diri kalian mencapai Derajat Taqwa.
Dan dimuliakan disisi-Nya.
Terlebih dan terkurang, mohon ma'af yang sedalam- dalamnya dalam penyampaian Da'wah Tauhid yang bukan pada tempatnya, maka dari itu, Ana mohon dima'afkan...
.
Akhirul Kalam :
.
ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
.
Aamiin@
Aamiin@
Aamiin Allaahuma Aamiin@....

-----------------------------------
  Hakikat " Titik " dan "Alif adalah " KOSONG. Maka " (O) itulah yang dinamakan " LAISYA " yang bernama : WAJIBUL WUJUD.... Tajali-Nya Sendiri menjadi " NUR MUHAMMAD " Bernama "TITIK ZARAH "... Dari Titik itulah menjadi " ALIF " Yakni terjadinya " 'AALAMIIN "... Kosong = artinya hilangkan segala yang ada, lalu turunkan Nafas kalian. Lalu tahan.. Artinya berhenti sejenak, inilah disebut " KESEMPURNAAN SYAHADAT, Baru terasa adanya denyuk nadi kita.. TITIK adalah : Rahasia pada Nabi kita yakni " NUR SALASIYA..." Yang lebih terahasia lagi adalah : 2 Nama 1 wujud yaitu : RAHASIA TITIK dan KOSONG., Itulah Ujud adanya..... ALIF waktu keluar nafas kita yakni keluar kata " AAA " inilah QUDRAT DAN IRADAT-NYA yan bernama " ALLAH YANG SEMATA- MATA. Asma dan Sifat namanya. Artinya : yang kita Ucapkan Nama Tuhan dan perbuatan dengan Iqrar lidah, gerak nafas waktu keluar. Itulah Af'al. Tingkah semua itu adalah tingkah laku-Nya juga bila kita menafikan perbuatan tubuh dan meng-Isbatkan batin yakni melebur menjadi kosong, maka perbuatan itulah Allah jua namanya.
-----------------

tanya;
AssaLamu'aLaikum warahmatullahi wabarakatuh Mbah Guru. ....mohon di izinkan bertanya; dalam hal "masuk dan keluar nya" NAFAS. ....
Apakah sama "jalannya"
Misal NAFAS yg keluar melalui MULUT Apakah sama dg yg melalui HIDUNG?

Terima kasih mbah. ...

 -------------------

 Dzikir nafas adalah dg gerak lidah dan dg gerik hati melalui lantunan pertafasan. Ada yang keras suara dzikirnya yakni dzikir orang awam yang lazim saja yaitu : Lantunan kalimat " Laa Ilaaha Illallaahu " terus diucap dg nafas biasa. Sedangkan dzikir yang diam tanpa suara hanya cukup lantunan kalimat pendek saja yakni ' tarik Nafas, ucapkan 'Allah, lalu hembuskan nafas yakni ' Hu ' ini namanya dzikir Anfas bagi yang bertariqat.. Sedangkan tanpa bunyi suara adalah dg isyarat hati saja dg jalan jiwa melalui tarikan hidung saja tapi mulut dan lidah diam... Lantunan hati dan jiwa yakni... ' Hu' biar panjang sampai keperut, tahan ' lalu Isbat Batin.. Ini namanya' Dzikir Tanafas bagi orang maqam hakikat. Dan zikir yang rahasia melalui rasa dg Gerak rasa, yakni Ruh yang berdzikir. Caranya mematikan diri, artinya melebur diri zahir kediri Batin. Menghilangkan diri dari segala ingatan dunia mini. Inilah Isbat diri zahir menjadi diri batin dg dzikir Nufus yakni " Ah " inilah Dzikir Ma'rifat melalui hidung kejantung. Karena kejantung merupakan tempat Nur Qalbu. Disitulah jiwa... Jadi hakikatnya Nafas adalah yang keluar adalah Muhammad zahir dan Masuk adalah Allah batin. Jadi sifat nafas adalah angin. Dan angin hakikatnya ruh yang keluar masuk nafas dari hidung... Semuanya kelakuan Allah jua kepada Muhammad... Maka Nafas itulah ruh, ruh diri kita menjadi hidup, hidup kita menjadi bergerak pada kita menjadi nyawa pada kita yang keluar masuk nafas setiap saat.. Tidak ada ruh, maka tidak ada nafas. Nyawapun tidak hidup, maka ruh lah kunci pertama pada diri. Karena ruh adalah kehidupan tubuh, makanya menjadi hidup dan bergerak. Lihatlah gerak nafas kita yang keluar masuk. dari hidung juga mulut. Itulah tanda adanya kehidupan pada diri manusia, adanya nafas. Nafas itulah gerak dari Ruh itu sendiri.

--------------- 
  Kentut itu dari pencernaan unsur luar yamg masuk kedalam. Dikarenakan ada daya tarikan sari pati makanan. Jangan disamakan kentut itu dg ruh. Ruh adalah unsur kehidupan didalam tubuh kita, lalu menjadi hidup seluruh sendi- sendi organ tubuh. Maka yang dinamakan jasad yang mempunyai rongga mulut dan hidung menjadi adanya gerak nafas... Jika kita fahami tentang angin diluar tubuhpun bisa masuk angin didalam rongga organ usus. Itu disebab kembung, lalu menguap didalam usus perut dan menyebab bau dikarenakan pencernaan sari pati makanan. Hakikatnya hidup itu yang disebut untuk nafas dikarenakan adanya unsur Ruh yang berpungsi pada aliran tubuh. Jadi hakikat itulah yang dinamakan Diri batin yang hidup. Tiada yang lain selain Ruh itu sendiri merupakan kehidupan hingga adanya Nafas.

 ------------------
  Kembali dari asal yakni zahir dan bathin... Asal Alif daripada Bapak atau Haq Allah, lalu jadi tubuh kita. HAQ ALLAH Adalah sudah diterima oleh Ibu. Itulah kenyataan kita yang ada saat ini. Itulah Nama awal kita nama asal kita yakni Alif. Alif itupun nama Allah juga. Jadi nama yang punya memuji nama. Itulah rahasia kita dengan Allah, tidak terpisah.. Jadi yang berkata dan yang bersuara yakni " NUR SALASIYA " inilah nama Allah yang sangat terahasia. Inilah yang menggenapkan 99 Asma Allah menjadi 100 = 1 yaitu ( ..'..)
 -------------------

 Yang meminta diajari atau secara lewat batiniah mesti dari Mursyid. Dari sang Gurulah yang memberi ilmu nya kepada yang diberinya...baru ada keberkahan ilmu yang ia pelajari, baru di ijazahkan.,..

-------------------------- 
Jika telah memahami rahasia ini, maka diamlah. Jika diam maka simpanlah jangan sangsi dan ragu. Baru ada iman namanya. Jika yakin dan mantap, maka amalkanlah. Tetapi bila kurang memahaminya, maka yang ditanyakan itu tidak perlu bertanya, cukup mendengar dan menyimak.
---------------------------------
 
Dzikir dalam pandangan syari'at adalah mengingat Allah dg cara dzikir Asma yakni " Allah yang diucapkan dg lidah kita yg digerak oleh bibir disertai dg hati kita. Dzikir dalam pandangan ilmu Tasawuf adalah satu panggilan seluruh anggota tubuh dg tujuan untuk menyucikan hati dg usaha untuk mengembalikan diri sebenar diri kpada Sang pemilik Diri. Berdasarkan Firman Allah Ta'ala " ILLAA BII DZIKRULLAAHI BAYANUL QULUUB " Artinya : Dg mengan mengingat Allah-Lah mampu menyucikan Hati. Qur'an Ar-Ra'du : 28...... Dzikir bisa diamalkan orang yang berhakikat dan berma'rifat adalah Dzikir Af'al, dzikir Asma, Dzikir Sifat dan dzikir Ma'rifat. Cara dzikir " HU " Dzikir Sifat dan dzikir asma " Allah " adalah : hendaklah dimulai dg kalimat " HU " Dari pusar kita, lalu tarik nafas keatas sampai kepala. Tengadahkan kelangit- langit dalam mulut..... Lalu hembuskan kuat dg kalimat " Allah " dg tenaga kearah pusar. Tahan sejenak. Dan biarkan menular sampai kedenyut jantung. Sebutkan kalimat " HU- ALLAH " dg jelas. Jangan cepat, serta ikuti Mahrajnya dan benar... Selama mengucapkan kalimat " Hu ", hendaklah panjang ucapan " HU" nya . 2 alif 4 harkat. Tarik nafas sampai habis hingga terhenti dipusar. Tahan, diam sejenak. Lalu hembuskan dg kalimat asma yakni " ALLAH '' panjangkan ucapan Alla...h dg 4 harkat juga. Sampai kepusar. Tahan nafas. Sehingga dapat menyebut seberapa banyak HU ALLAH dalam satu nafas. Dilakukan nyaring bagi kita sendiri lewat mulut. Tetapi perlahankan secara berangsur2 sehingga tertutup mulut. Bunyi suarannya tidak kedengaran dikalimat dimulut. Dan berdzikirlah ' Hu Allah didalam hatimu. Berdzikir berulang2 didalam hati dg mengosongkan alam fikiran. Fana. Fokus pada kalimat yg diucapkan tadi sehingga nama-NYA tadi yg didzikirkan membuat dan menciptakan alam bayangan hidup didepan matamu. Sebelum berdzikir nafas berdoalah dulu dg Ta-A'udz. Yakni : A'uuzubillahi.... Lalu " Laa Ilaaha illa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Mizh Zhaalimin " lalu lafadzkan " Allaahu Salaamun Hafizuun Waliyyuun Yaa Muhaimuun... Allah yang maha ketentraman, maha pemelihara. Maha pelindung. Dan Maha penjaga Hamba-Nya yang beriman.. Ingat! Dzikir 'Hu' diucap dalam hati dg keadaan fana (kosong) lewat perantaraan tarikan nafas sampai keperut dan tetap keras perutnya biar nafas tak keluar. Tahan... Dalam bahas tenaga ilmu dalam adalah metode pemusatan power lahiriyah dalam perut. Karena perut adalah sumber daya energi kekuatan manusia secara zahiriah dan batiniah. Secara hakiki dzikir Hu sebenarnya pada pusat perut dg perantaraan cahaya nafas yang sangat berharga bagi kita. Begitulah caranya Afwan @November Rain, semoga ada manfa'atnya buatmu.
-----------------------
 
 

HAKIKAT KATA KUN ALLAH

ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
*
Ikhwani...
*
Ketahuilah...
Allah Subhanallahu Wa Ta'ala menciptakan segala sesuatu, cukup Ia- mengatakan " KUN " maka jadilah sesuatu Sifat yang berbentuk Makhluq...
*
Nah... Jadi, pada siapakah Allah Ta'ala menyampaikan kata " KUN " itu pertama kalinya?
Sehingga terwujudlah sesuatu bentuk sifat atau alam ciptaan-Nya. Berbagai bentuk dan dimensi ruang dan waktu.
*
PERTAMA : ini menentukan Tauhid kita kepada-Nya.
Salah menjawabnya, maka salah pula arah Tauhid kita...
*
JAWABAN :
*
Sesuatu yang belum ada kepada ketiadaan bahwa Allah berfirman : " KUN " Itu kepada ketiadaan.
Lalu ketiadaan menjadi ada, menjadi ciptaan.
Maka saat itu juga lunturlah Tauhid kita sebab : Jawaban itu berada pada saat awal itu ada dua yang wujud yang ada yakni :
" ALLAH DAN KETIADAAN " ada dua : Ada Allah, ada ketiadaan...
*
Apalagi jawaban seperti ini, Allah berfirman kepada sebuah ciptaan, lalu menjelma menjadi ciptaan- ciptaan yang lain.
Jawaban seperti ini lebih tidak bertauhid lagi.
Sebab :
Saat awal itu, terang- terangan ada dua wujud yang ada yakni :
" ALLAH DAN CIPTAAN-NYA "
Jadi ada dua pada saat awal itu...
Jelas sekali saat itu pula runtuhlah Tauhid kita...
*
*
Ikhwanil Muslimiin...
*
Tauhid meng-isyaratkan bahwa : Yang awal sebelum adanya ciptaan, hanyalah semata- mata Dzat Tunggal yang Satu. Ketiadaan pun tidak ada. Satu ciptaan sekecil apapun tidak ada.
Yang ada hanyalah :
" DZAT WAJIBUL WUJUD SEMATA "
*
*
" Allah menciptakan langit dan bumi. Dan jika Dia- berkehendak atas segala sesuatu, maka Dia-hanya mengatakan kepada-Nya " KUN "
Lalu Jadilah ia "
(Al-Baqarah : 117).
*
*
berbagai terjemahan Al-Qur'an, dan juga pembahasan tentang Ma'rifat, selalu Allah mengatakan pada siapa Dia- berkata Kun itu? Adalah kepada-Nya sendiri dengan sekecil apapun artinya :
" Saat berkata " KUN " Allah berkata kepada sesuatu selain daripada-Nya sendiri.
Maka, dengan jawaban beginipun lunturlah Tauhid kita...
*
Sebab itu, orang bertauhid akan menjawab pertanyaan pertama Sebab itu, orang bertauhid akan menjawab pertanyaan pertama bahwa :
" Sabda Kun " itu ditujukan kepada Dzat-Nya sendiri.
Karena memang saat itu hanya Dzat-Nya saja yang " Ada "
Yang wujudnya sendiri.
Tidak ada siapapun yang ada saat itu kecuali :
Hanya Dzat-Nya lah yang " Ada " Wajibul Wujud...
*
*
" Engkau-lah Dzat yang mendahulukan.
Tidak ada Tuhan selain Engkau "
Terjemahan dari Sunan Tarmidzi...
" Pada permulaan, Allah saja yang ada dan tidak ada apapun bersama-Nya "
( Hadits Shahih Bukhari )...
*
*
Dia- hanya mengatakan kepada-Nya :
" Jadilah " Lalu jadilah ia (semua ciptaan) "
*
Inilah Jawaban yang tepat bagi orang yang benar- benar tingkat Tauhidnya,
bukan asal menjawab, tetapi kita perdalami inti Tauhid itu, baru kita mampu mencapai tingkat Ma'rifatnya.
Karena Tauhid itu merupakan Ruhnya Ilmu Ma'rifat.
Jangan berma'rifat saja kita ketahui, tetapi Ruh intinya Tauhid itu, mesti kita fahami.
Karena Untuk mencapai disisi Allah Ta'ala haruslah melalui penyucian hati. Agar hati dan jiwa kita mampu membuka Dinding diri yang selama ini tertutup oleh kabut hitam yang menyelubungi qalbu. Karena hati tempatnya Nur, agar hati terang dan mudah membuka pintu itu.
Itulah Ruhnya Tauhid.
¤¤
¤¤
Nah... Cukup sampai disini dulu pembelajaran hari ini, agar kita benar- benar untuk mengenali apa arti hidup? Karena hidup ini, butuh bimbingan.
Bimbingan itulah Ilmu bermanfa'at, agar jalan hidup itu tidak tersesat...
*
RABBANAA AATINAA FID DUNIYYA HASANATAN WA FIL AAKHIRATI HASANATAN WA QINAA 'ADZAABAN NAARI
*
*
AAMIIN...

-HAKIKAT INSAN-

Kaum Muslimin hamba Allah yang berbahagia....
*
Marilah kita berbanyak melakukan amalan- amalan yang dapat membawa diri kita kejalan yang benar, yang diridhai Allah Marilah kita berbanyak melakukan amalan- amalan yang dapat membawa diri kita kejalan yang benar, yang diridhai Allah Ta'ala.
Dari dunia sampai keakherat...
¤
Kaum Muslimin....
Ketahuilah kalian,..!!
Jika kalian ingin tahu rahasia kita atau Ilmu hakikat Insan.
¤
Ilmu Hakikat Insan ialah :
Rahasia kita.
Rahasia hakikat insan ini mestilah kita fahami...
Kenapa demikian ??
Karena hakikat ini merupakan hak kita yang sudah Tuhan tetapkan kepada kita.
Karena hakikat ini adalah rahasia Diri tersembunyi yang banyak mengetahui keadaan Sifat dan Dzat Tuhan.
Maka Allah namai Diri itu Rahasia.
Dan rahasia itulah menyimpan kerahasaan Tuhan.
Maka kita rahasia itu diamanahkan kepada Insan.
Insan yang mana??
Insan yang diridhai-Nya. Insan yang dimuliakan-Nya.
Insan yang dicintai-Nya.
Itulah " Mukmin sejati namanya " yang diberi gelar " INSAANUL KAMIL "
¤
BENAR ATAU SALAH ???
¤
inilah yang dimaksud pemahaman Ilmu Tasawwuf sebagai Syurga Ma'rifatullah.
¤
BENAR ATAU SALAH WAHAI ANAK- ANAKKU ??
Kalau salah, diberitahu Abi, jadi senang Abi mengkoreksi sendiri.
Hehehe....
¤
¤
Mari simak sama- sama !!
¤
Ketahuilah Ikwani...
Keadaan Diri kita atau Diri Insan itu adalah :
" Himpunan 7 sifat Lathifah yaitu :
:
(1) . LATHIFAH QALBI :
getaran Hidup didalam Jantung.
(2) . LATHIFAH RUH :
Getaran Hidup didalam Paru- Paru.
(3) . LATHIFAH SIR :
Getaran Hidup didalam Limpa.
(4) . LATHIFAH KHAFI :
Getaran Hidup didalam Hati.
(5) . LATHIFAH AKHAFI :
Getaran Hidup didalam Empedu.
(6) . LATHIFAH NAFSUN :
Getaran Hidup didalam Otak.
(7) . LATHIFAH KULLI JASADI :
Getaran Hidup didalam Seluruh Jasad
¤
Seluruh Getaran Hidup ini. Inilah yang bernama :
" HU... HU... HU... HU...
Dia Ahmad...
Dia Muhammad...
" Inilah Aku yang sebenar- benarnya Aku "
inilah Jannatun Ma'rifat... Inilah Jannatun Na'im...
Inilah kesempurnaan Nikmat yang Maha kekal diakherat nanti...
¤
jika Telah mengerti... Simpan dan rahasiakan...
Halaman ini khusus diberi pemahaman..
Jika tidak mengerti...
Nyimak saja... Dan diam...
¤
¤
Nah Ikhwanil Muslimiin...
¤
Saat kita ingin diridhai Allah...
Saatnya ingin menyaksikan Insanul Kamil...
Dia Ahmad...
Maka itulah Hakikat Syurga yakni :
"JANNATUL HAQ "
¤
Karena Ahmad itulah :
" MAALIKI YAUMID DIIN " yang memiliki Syafa'at diakhirat nanti.
Karena Ahmad itulah :
'' MAALIKIL JABBAR "
yang memiliki nikmat yang kekal diakhirat nanti...
¤
¤
Dan Hakikat Neraka yaitu :
" Adzab Jahannam yakni :
Orang- orang yang tidak diridhai menyaksikan Insanul Kamil...
Lalu dirasakanlah oleh orang- orang yang diadzab atas mereka yang sangat berbisa.
Namun :
Karena atas kasih- sayang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lah terhadap ummatnya. Akhirnya mereka diselamatKarena atas kasih- sayang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lah terhadap ummatnya. Akhirnya mereka diselamatkan...
¤
Sesungguhnya... Malaikat- Malaikat Rahmat akan diperintahkan, agar mengeluarkan Ummat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari Sesungguhnya... Malaikat- Malaikat Rahmat akan diperintahkan, agar mengeluarkan Ummat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari Neraka.
Itu bagi siapa yang masih memiliki Iman.
¤
Sebesar Zarrah atau separuhnya atau seperempatnya, ataupun sekecil- kecilnya...
Lalu diberi kesempatan untuk menyadari dirinya sendiri...
¤
APAKAH KALIAN MASIH BELUM PUAS ??
¤
" Bahwa Aku yang sebenar- benarnya hanyalah " AHMAD "
" Bahwa Aku yang sebenar- benarnya Aku adalah : " ALLAH "
Mau sampai kapanpun....
¤¤
Cukup hanya sampai disini dulu,
lain waktu kita sambung dan kita lanjut lagi.
Jika dah faham, sadarkan diri terus ungkapkan :
" LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH "
Dan jika tidak Faham,.. Maka stop dahulu pengkajiannya,.
Takut jadi Fitnah besar.
.
.
Mohon Ma'af jika ada salah, maka sudilah mema'afkan..
Wassalam

CARA MEWUJUDGKAN DIRI DENGAN SHALAT HAKIKAT.

Salaam hias Salaam....
¤
" Barangsiapa Mendirikan Shalatnya, hendaklah ia mengetahui perkara yang dibawah ini :
yakni =
.
Ketahuilah kalian...
Sesungguhnya yang melakukan shalat hakikatmu hanyalah Allah Ta'ala.
Fananya kalian kepada Sifat-Nya.
Zahir Dzat Allah itu adalah Diri kita yang bathin itu. Bahwa :
.
" Tiada yang Maujud kecuali Wujud-Nya Allah semata- mata."
.
Syahadatmu itu Saksi... Yang disaksikan olehmu adalah :
' ILAAHA itu Tuhan '
Dan ILLALLAH itu ke-Esaan Dzat-Nya.
Saksimu dengan :
' IQRAR ' dengan lisanmu '
Yang dipersaksikan olehmu adalah :
' Meneliti didalam hatimu.
Pengakuan badanmu tempatnya persaksianmu kepada Tuhan yang Haq.
.
KENAPA SEBAB DEMIKIAN?
.
Karena :
ASYHADU-mu itu adalah:
" Tubuhmu ''
ANLAA-mu itu adalah :
" Darahmu "
ILAAHA-mu itu adalah :
" Nyawamu "
ILLALLAHU-mu itu adalah:
" Rupamu sendiri dengan Diri-Nya.
.
ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAHU
MUHAMMADAN RASUULULAAHI...
" U" itulah kesempurnaan Syahadatmu...
Naikkan Nafasmu...
Dan turunkan Nafasmu...
Mesrakan olehmu...
¤
¤
~ MEMANDANG ~
¤
Yang kalian umpamakan cermin itu adalah :
' Badanmu '
Dirimu itu yang kalian umpamakan meneliti cermin itu.
Dan kembalikan pandanganmu itu kepada penglihatan.
¤
Berdiri Shalatmu, Ingat kepada Allah...
Maka lenyap segala yang dipandang...
Jadi..~
¤
" Aku rahasia yang memerintahkan :
" RUH "
Ruh memerintahkan :
" HATI "
Hati memerintahkan :
" TUBUH "
Tubuh memerintahkan :
" Untuk berdiri Shalat "
.
Inilah Allah yang Hadir dalam shalatmu..
Yang Tunggal sendiri-Nya....
Tidak ada dua bagi-Nya...
¤
Allah-lah yang memuji Diri-Nya sendiri...
Inilah ke-fana'an mu.
Kalian tidak ada lagi berbadan zahir dan bathin.
Hanyalah ALLAH semata.
Bertubuh MUHAMMAD zahir dan bathinmu...
¤
Muhammad itulah :
' Rahasia '
atau Sir didalam Sir-Nya.
Itulah : " AKU "
ALLAH Itulah Hakikatnya :
" TAKBIRATUL IHRAM "
¤
Ketika kalian mengucap :
'' ALLAAHU AKBAR "
Maka yang mengucapkan " Allahu Akbar " itulah :
' MUHAMMAD ' yang mengucapkannya.
Yang memiliki ucapan itu adalah :
" DZAT ALLAH semata "
¤
Ketika kalian mengucap :
" ALLBHU AKBAR "
Maka - Allah itulah Dzat-Nya.
Dan Muhammad itulah Sifat-Nya.
¤
¤
USHALLI HAQQI MUHAMMAD...
ALLAAH.... HU.... AKBAR...
¤
¤
ALLAH :
Dzat bagi Diri-Nya.
Sifat bagi Rupa-Nya.
Asma bagi Nama-Nya.
Af'al bagi perbuatan-Nya.
¤
AKBAR :
Hayat itu Hdup.
Ilmu itu Mengetahui.
Qudrat itu Kuasa.
Iradat itu Kehendak.
¤
Nyawa shalat :
' TAKBIRATUL IHRAM '
.
Nafas Shalat :
' NIAT
.
Kepala Shalat :
' AL-FATIHAH '
.
Tubuh Shalat :
' THU'MANINAH '
.
Tangan Shalat :
' SUJUD '
.
Telinga Shalat :
' RUKU ' setengah Qiyam.
.
Kaki Shalat :
' SALAM '
¤
¤¤
Dengan pelajaran hari ini semoga kalian semua benar- benar kembali kepada Allah dengan kesadaran yang tinggi.
Dg timbulnya kesadaran.
Maka :
jalannya adalah Taubat. Dengan sebenar Taubatlah baru menjadi Diri sejati.
Dengan diri sejati itulai timbulnya Mesra yang berujung nikmat hakhki..
Tidak ada yang lain kecuali ' AKU JUA ADANYA .
Inilah Fana Billah, melebur kepada Sifat Baqa Allah.
Ingat!
Bukan melebur kepada Dzat-Nya,
bukan menyatu Dzat-Nya. Yang di istilahkan Wahdah Al Wujud.
Bukan, itu salah...
Dzat suci tidak bisa menyatu pada dzat baharu...
Karena Dzat Maha suci itulah hakikat-Nya Esa.
Satu kesucian tanpa menyatu makhluq apapun, walaupun zahir bathin makhluq mulia.
Tidak bisa menerima.
Niscaya binasa...
Ingat itu !!!
Tetapi menghilangkan sifat keakuan makhluq menjadi ke-Akuan Dzat-ALLAH.,.
¤
Inilah jalannya Mi'raj Shalat hakikat.
Semoga hari ini menambahkan Tauhid kita kepada-Nya.
Aamiin...

~ RAHASIA HURUF MUHAMMAD ~

MIM :
WAL MIM UL AWWALU YADULLU NARA SIHA
:
HA :
WAL HA UL YADULLU 'ALAA ZHAARIRI
:
MIM :
WAL MIM UTS-TSANI YADULLU 'ALAA SURATI
:
DAL :
WAD DALLU YADULLU 'ALAA QADA MIHI
:
HU... Awal Nabi kita Muhammad atau yang LAISYA mengucap nama :
' ALLAH '
:
:
ALIF :
Ibarat Dzat kepada Nabi kita Muhammad.
Inilah rahasia yang terselubung bernama :
"MUHAMMAD AMINULLAH."
¤
¤
LAM :
Ibarat Sifat kepada Nabi kita Muhammad.
Inilah Nyawa yang bernama :
" MUHAMMAD RASULULLAH "
¤
¤
LAM AKHIR :
Ibarat Asma kepada kita Nabi Muhammad.
Inilah Hati yang bernama :
" MUHAMMAD NURANI "
¤
¤
HA :
Ibarat Af'al kepada Nabi kita Muhammad.
Inilah Rupa yang bernama :
" MUHAMMAD JASMANI "
¤¤
¤¤
Pandanglah kedalam...
Kembalikan...
Tidak lain satu- kesatuan adanya...
Apapun jua...
Karena :
Dzat Allah Ta'ala itu Ghaib kepada :
" ALAM RUH "
Sifat Allah Ta'ala itu Ghaib kepada :
" ALAM MITSAL "
Asma AllahTa'ala itu Ghaib kepada :
" ALAM AJSAM "
Af'al Allah Ta'ala itu Ghaib kepada :
" ALAM INSAN "
¤
¤
Dzat Allah pada Alam Ruh bernama :
" NUR "
Sifat Allah pada Alam Mitsal bernama :
" PENZAHIRAN "
Asma Allah pada Alam Ajsam bernama :
" MU ZAHIR "
Af'al Allah pada Alam Insan bernama :
" MANUSIA "
¤
¤
Semuanya itu tidak pernah bercerai dari asalnya... " Maka " :
Maujud lah ::
Dzat
Sifat
Asma
Af'al...
.
Inilah : MUHAMMAD.....
Berkuasa dengan sendirinya...
Wujudnya Ma'rifat... Kelakuannya Suci...
Jalannya sempurna...
Tempatnya Halus...
Sifatnya Syukur...
¤
¤
IKHWANI.....
¤
- Hendaklah kalian itu , menyimpan perkataanmu itu dengan harapan terbuka.
Jangan bertanya kepada sembarang orang...
Bertanyalah dan belajarlah kepada Ahlinya, agar kalian semua bertambah keimanan yang kuat, kokoh, bagaikan Gunung Himalaya didalam dada kalian.
Sempurnalah kalian mengetahui ilmu yang Haq.
Inilah ucapan :
" DZIKIR A'KADUL IMAN "
Yaitu :
.
" HU ... Awal pertama Mengucap....
HU ... Ni'mat Awal terjalin.....
HU ... Manikam asal Aku terjadi...
Muhammad Aminullah Nama Tuhan-ku...
Muhammad Rasulullah Nama Nyawaku... Muhammad Nama Hamba-Ku...
Wujud berwujud Wujud Allah... "
:
:
Inilah Rahasia Nabi Muhammad kepada Namanya yanp penuh hikmah.
Hurufnya, namanya, sifatnya, kelakuannya, dan Dirinya, mencontohkan sebagai pembuka awal segala awal.
Inilah pujian Allah kepada sang kekasih...
Seorang utusan dari Ia juga mengutuskan sebagai sumber sifat ' Ar-Rahman Allah kepadanya. Bahwa :
Dialah pembuka awal segalanya menjadi ada, dan dialah pembawa berita Rahmat sekalian alam...
Dialah Insan sejati yang penuh rahasia dan juga sebagai Bapaknya ilmu Ma'rifat...
.
Semoga Allah memberi kita iman yang teguh, tawadhu' ikhlas, reda, cinta dan syukur dalam kesabaran...
.
" Allaahumma Shalli 'Alaa Muhammad . . .
Wa 'alaa Aalii Muhammad . . .
Al-Badrul Muniru Muhammad . . .
Shallu 'Alaih . . . . . . . . "
¤
¤
Shadaqallaahul 'Azhiim....
Aamiin..... ...... ...... ...... ..

Senin, 10 April 2017

ISYARAT HURUF PADA AL-FATIHAH
=================
ASSALAAMU 'ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKAATU....
------
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM...
ALHAMDULILLAAHI WA SYUKRULILLAAHI..
SUBHAANALLAAHI WAL HAMDULILLAAHI WA LAA ILAAHA ILLAA HUAL HAYYUL QAYYUM...
=================
Ikhwani yang dimuliakan Allah....
Ringkas saja Abi menjabarkan atau menjelaskan tentang Isyarat huruf yang tertentu didalam Ayat Al-Fatihah.
Al-FATIHAH merupakan UMMUL KITAB yang penuh terkandung rahasia berbagai macam.
30 Juz, 6666 Ayat, serta Surahnya terhimpun didalam Al-Fatihah.
Begitu besarnya rahasianya, apalagi diri kita juga ada dalam hakikat Al-Fatihah.
Mari kita dengar ulasan yang ringkas saja dari Abi.
================
IKHWAN...
Didalam sebuah Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban Ubay bin Ka'ab ra menjelaskan bahwa :
" Tidak pernah Allah turunkan didalam Kitab Taurat dan Injil seperti Ummul Kitab (maksudnya Al-Qur'an)."
=================
Banyak Hadits Nabi menjelaskan tentang keistimewaan Al-Fatihah. Penempatannya sebagai bacaan wajib dalam shalat.
Dan dibaca sekurang- kurangnya 17x dalam sehari semalam.
17 raka'at jumlahnya dalam 5 waktu shalat. Membuktikan keistimewaan Surah tersebut.
=================
IKHWAN...
7 ayat Al-Fatihah dihitungkan dari :
" BISMILLAH "
sampai >
" WA LADH-DHALLIIN "
Dengan jumlah huruf :
>>
- Ayat 1 jumlahnya ada 19 huruf
- Ayat 2 jumlahnya ada 18 huruf.
- Ayat 3 jumlahnya ada 12 huruf.
- Ayat 4 jumlahnya ada 12 huruf.
- Ayat 5 jumlahnya ada 19 huruf.
- Ayat 6 jumlahnya ada 19 huruf.
- Ayat 7 jumlahnya ada 44 huruf.
=================
jadi Ikhwan...
Semuanya berjumlah 144 huruf.
(1+4=5. 5+4=9)
jadi jumlahnya huruf yang sebenarnya pada Al-Fatihah adalah = 9.
=================
Begitulah keunikan Al-Fatihah tersebut.
Adapun keunikan itu adalah Surah Al- Fatihah terdapat pada akhir Ayat 4 huruf " NUN ".
Ayat Nomor : 2.4.5.7.
Dan 3 huruf " MIM ".
Ayat Nomor : 1.3.6.
=================
Huruf "MIM dan NUN " juga terdapat dalam Surah " YAASIIN "
yang Salah satu Hadits- Surah Ini dinamakan :
" QULBULUL QUR'AN " Artinya : Jantungnya Al-Qur'an.
Huruf NUN Meng-Isyaratkan :
ASMA ALLAH TA'ALA yang Maha Qadim yakni " NUR "
Sedangkan huruf MIM Meng-Isyaratkan :
ASMA MUHAMMAD
.
4 NUN Isyarat Asma Allah yang Qadim.
Identik dengan 4 kata dalam Kalimat Syahadat.
Isyarat Haq Allah yang Qadim.
==================
3 MIM Isyarat Asma Rasulullah ( MUHAMMAD ) yang Muhaddas ( BAHARU).
Identik dengan 3 kata dalam kalimat Syahadat. Isyarat Haq Rasulullah Muhammad (Muhaddas). Diambil dari kata :
" AL-HAMDU "
=================
Qiyam berdiri.
I'tidal.
Ruku'
Sujud.
Tahiyyat CINTA KEPADA ALLAH adalah :
" PERWUJUDAN RASA "
Syukur kepada Allah yang diwujudkan melalui :
" SHALAT "
Sehingga melahirkan Kalam Qadim.
=================
Puja dan puji yakni :
" MADHUN WA SANAUN "
- Puji Qadim bagi Qadim.
- Puji Qadim bagi Muhaddas.
- Puji Muhaddas bagi Qadim.
- Puji Muhaddas bagi Muhaddas.
=================
IKHWAN....
Diantara Para Ulama-
ada yang berpendapat bahwa :
Allah Ta'ala telah menurunkan Wahyu-Nya kepada Nabi dan Rasul. Yang berjumlah 100 Shuhuf 4 Kitab yakni :
-
30 Shuhuf kepada Nabi Adam as.
60 Shuhuf kepada Nabi Syits as.
10 Shuhuf kepada Nabi Ibrahim as.
1 Kitab Taurat kepada Nabi Musa as.
1 Kitab Zabur kepada Nabi Daud as.
1 Kitab Injil kepada Nabi Isa as.
1 Kitab Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam...
=================
Jadi 100 Shuhuf itu sepenuhnya terhimpun didalam 4 Kitab.
Sedangkan 3 Kitab itu-
Terhimpun didalam Kitab Al-Qur'anul Karim.
Al-Qur'an 30 Juz itu- Terhimpun didalam AL-FATIHAH.
Selanjutnya wahai para Anak- anakku...
Agar kalian memahaminya bahwa :
7 Ayat Al- Fatihah itu- Terhimpun seluruhnya didalam apa???
Didalam :
" BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM "
=================
Nah jadi Al-FATIHAH adalah Ummul Ayat atau Ummul Kitab.
Jadi setiap 6666 Ayat semuanya terhimpun didalam Ayat Al-Fatihah.
Maka rahasia Al-Fatihah sudah jelas didalam " BISMIILLAH "
BISMILLAH menjadi rahasia Insan.
Dan Rahasia Insan menjadi Rahasia Allah.
Itulah Isyarat Al-Fatihah kepada yang Allah tunjukkan kepada Diri manusia itu.
Makanya AL-HAMDU itu antara Hamba dan Allah.
================
Nah anak- anakku...
Cukup sampai disini penjelasannya.
Semoga pengetahuan ilmu Allah ini yang Abi sampaikan, akan menjadi Ilmu yang sangat bermanfa'at buat kalian semua.
Lebih dan terkurang :
Abi mohon ma'af dalam penyampaian ini, jika ada salah dalam penguraian, maka silahkan Hujjah Abi, Dan siap menerima Hujjatan.
Akhirul Kalam :
-
" Wassallaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh "
Aamiin... Allaahumma Aamiin

------------ 

Jika dijabarkan segalanya dari Alfatihah hingga Bismillah, dan terpecah menjadi Rahasia yakni Alif, ba, dan titik serta Sin Dan Mim. Hingga menjadi Syahadat dan hakika manusia hingga memandang Insan Ruhnya sendiri maka akan sadarlah Ruh jasmaniah kita ini.---

--------------------