Laman

Sabtu, 30 Desember 2017

JANGAN SEWENANGNYA MEMBUAT TUDUHAN ...


Jadilah separti " hujatul islam "
Imam al - gazali ..
Beliau berkata :
" janganlah menuduh seseorang itu
sesat dan menyesatkan sehingga kamu
ikuti dan mempelajari sedalam - dalamnya
apa yang kamu telah tuduh itu "
Imam al - gazali sufi besar yang tersohor
itu pada mulanya cenderung pada
syariat / fekah , namun bila ia tidak
faham tentang sufi , dia tidak terus
menghentam mereka , sebaliknya
dia mengikuti / mendalami mereka
untuk mengetahui dengan
sejelas - jelasnya ...
Dan pada hujungnya " hujatul islam " itu
membenarkan perjalanan orang - orang
sufi bahkan kekal menjadi seorang
sufi hingga keakhir hayatnya ..
Siapa lah kita ilmu baru setitik berbanding
hujatul islam itu ( yg digelar lautan ilmu )
dengan mudah mengatakan begitu
dan begini ?
Al - gazali yang diiktiraf dunia islam
sebagai " mujaddid " abad ke 5 itu
telah menulis bertus kitab ilmu .
Namun sebahagian kitabnya bersama
beribu - ribu lagi naskah kitab - kitab
karangan ilmuan islam yang lain telah
dibuang disungai furat oleh tentera
monggol ketika menakluki baghdad ..
sehingga dicatatkan dalam sejarah
sungai furat bagaikan dibanjiri darah
hitam lantaran dakwat yang tertanggal
dari kitab - kitab yg amat beharga itu ...
Ada yg berkata mujaddid itu diatas
para wali dan dibawah amirul mukminin
khalifah yg empat itu ....
kesimpulannya berhati -hatilah dan
jangan semberangan menuduh
seseorang itu sesat dan menyesatkan..
contohi lah Al- gazali dari seorang
ahli fekah beralih menjadi sufi besar
kerana sikapnya yg berlapang dada
sebelum berkata begitu dan begini ...

MENYUSUR JALAN PULANG .... MELALUI PINTU NUR MUHAMMAD ....


Nur muhammad adalah makhluk pertama
yang diciptakan oleh Allah swt yang
kemudian menjadi DASAR TERCIPTANYA
SELURUH ALAM SEMESTA ...
Diriwayatkan dari Abdurrazak ra yang
diterimanya dari jabir ra , bahawa jabir
pernah bertanya kepada rasulullah saw :
" ya rasulullah , beritahu lah kepada ku
apakah yang mula - mula sekali Allah
jadikan ? Rasulullah saw menjawab :
" sesungguh Allah ciptakan sebelum adanya
sesuatu adalah nur nabimu dar nurnya ....
2 / PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD YANG
DIMAKSUDKAN OLEH HADIS TERSEBUT
BUKANLAH SEPARTI DARI SESUATU
MENJADI SESUATU , " TETAPI IA
TERBIT DARI ZAT MAHA MUTLAK
ALLAH SWT SENDIRI ...
Jadi faham lah kita zat yang maha mutlak
yang bwrsifat RAHASIA menjadi
nur muhammad disebut juga sebagai
hayat@hidup yg bersifat maha suci
atau sebagai " bapa segala ruh " yang
belum " berbentuk " .....
3 / kemudian daripada nur muhammad
itulah menjadi ruh sekalian manusia ...
4 / Jadi ruh pada manusia tidak lain
dari zat yang maha mutlak juga kerana
berasal dari nur muhammad yang tidak
lain adalah terbit dari zat yang maha mutlak ..
jadi ibaratkan : -
zat maha mutlak ibarat KAPAS ..
nur muhamad ibarat BENANG ...
Ruh ibarat KAIN .....
5 / Ketika dalam kandungan ibu
ruh@hayat@hidup itu
" menyatu dengan jasad " dan pada
ketika itu ia disebut nywa atau
nafs / jiwa , pada ketika ini hanya sebagai
istilah ruh berasal dari nur muhammad itu
sudah berbentuk ( sebenarnya ruh itu
bukan didalam atau diluar jasad )
6 / nafs / jiwa itulah yg memiliki
fikiran , perasaan , akal dan ia juga
memiliki penglihatan ( mata )
pendengaran ( telinga )
perasa ( lidah )
( JADI RUH MENYATU DENGAN JASAD
DAN MENGHIDUPKAN JASAD )
seterusnya menjadi nyawa , nafs / jiwa
pada tubuh@jasad dan menjadi tubuh
memiliki panca indera untuk
mendapat hidup dan berinteraksi ....
kata syekh Muhammad saman al -madari :
" sebenar-benar ruh adalah nafs / jiwa ...
sebenar - benar nafs / jiwa ada lah turun
naik nafas , dan turun naik nafas itu
adalah sir / rahasia dan yg dikatakan
sir/rahasia itu adalah nur muhammad ...
Ketika ruh dibungkus dengan jasad
dan pada ketika itu sudah mnjadi nyawa
pada manusia da ia juga menjadi
nafs / jiwa maka ia memiliki 7 tingkatan
nafsu...
1/ nafsu amarah 2 / nafsu lawamah
3 / nafsu mulhamah 4 / nafsu mutmainnah
5 / nafsu rodiah 6 / nafsu mardiah
dan yg ke 7 nafsu kamaliah ....
disamping perasaan , khayali kebaikan
atau keburukan dan " keakuan " yg
merupakan hijab terbesar ........
7 / deminkianlah maka untuk mencapai
tingkat muncullah guru - guru mursyid
dengan bbrp thorikat umpama qadariah
naksabandiah , sazaliah dan banyak lagi
serta dengan zikir - zikir tertentu , kerana
" zikir " itu dapat meleburkan nafsu amarah
seterusnya hingga mencapai nafsu mutmainnah
dan ketingkat seterusnya kamaliah ...
ketika berthorikat ( zikir ) dan mencapai
nafsu mutmainnah itu lah nafs / jiwa mencapai
sifat - sifat terpuji umpama sabar , zuhud
tawakkal , redha dan sebagainya ...
kebersihan jiwa itulah membuka hijab
" makrifatullah " disamping tunjuk ajar
guru mursyid , terbuka hijab dengan
ilmu laduni .....
8 / seterusnya ketika mencapai makrifat
maka " kenal lah ia dirinya "
berserah diri .. lenyap keakuan ...
dan seterusnya mencapai fana .....
fana yg ada hanya Allah ...
kembali kepada fitrah ......

ANA AL - HAQ ...


Ahli sufi mansyur Al - hallaj telah
menasihati khadam dan anaknya
kata beliau ::
" jangan tunduk kepada hawa nafsumu ,
jika kamu tunduk kepadanya ia akan
mempengaruhi kamu supaya berbuat
dosa dan maksiat ...
Dan dunia ini mencari kehidupan berakhlak
tetapi kamu cari lah hidup " ketuhanan "
dan itu adalah lebih baik ...
Walau pun sikit kamu mendapat ilmu
ketuhanan itu , maka ianya adalah
lebih baik dari semua amalan yang
dilakukan oleh manusia dan malaikat ....
dan ingat !
selagi seseorang itu didalam
" kesedaran panca inderanya "
jangan sekali - kali menyebut
" ana al - haq " ( aku lah kebenaran )
sama ada dilisan mahu pun dihati ,
kerana selagi ia manusia ,
ia bukan lah tuhan , jika menyebut
perkataan itu ia adalah palsu dan bidaah ...
2 / Al - hallaj ahli sufi yang kontraversi
dengan ucapan " ana al - haq " itu dituduh
sesat dan menyesatkan ..
Akhirnya ia dihantar ketiang kematian
lantaran ana al - haq nya itu ...
beribu - ribu ulama menuduh beliau
sesat dan menyesatkan namun
beribu - ribu juga ulama mengatakan
beliau ( al - hallaj ) itu benar ....
Dari beribu - ribu ulama yang membelanya
termasuk sulthanul awliya
( penghulu segala wali ) syekh abdul qader
jelani ....
berkata syekh abdul qader jelani :-
" seandainya aku ada dizaman Al - hallaj
dibunuh , maka aku lah yang menurunkan
dia dari " tiang kematian " itu dan
mencegah orang - orang dari
membunuhnya ....

W U J U D

UJUD bermaksud " ada " , yang ada
hanya Allah , sedangkan makhluk ibarat
" fatamorgana " , yakni ujud fana' atau
binasa ....
Ketika kita menyedari yang ujud@ada
hanya Allah , ketika itu kita mengetahui
1 / yang ada@Allah yang hidup
sedangkan makhluk bersifat mati ..

2 / yang ada@Allah itu lah yang berkuasa
sedangkan makhluk itu tak berdaya ...
3 / yang ada@allah itulah yang berilmu
sedangkan makhluk jahil ...
4 / yang ada@Allah itu lah yg beriradat
sedangkan makhluk itu hampa ...
5 / yang ada@Allah itulah yg mendengar
sedangkan makhluk itu tuli / pekak ..
6 / Yang ada@allah itulah yang berkalam
sedangkan makhluk bisu ..
7 / yang ada@Allah itu lah yang melihat
sedangkan makhluk itu buta ...
Maka orang - orang yang arif itu
dikurniakan " mata hati " yang tajam ,
ia dapat melihat kedalam diri , segala
sifat 7 ( sifat maani ) itu ada lah
" penzahiran " atau " penyata " bagi
Allah yg merupakan rahasia pada
manusia ..
Jasad itu yang menanggong rahasia
( amanah ) Allah . ketika ia menanggong
rahasia itu ia digelar manusia@insan
dan ini telah dijelaskan dalam hadis qudsi
" insan rahasia ku , aku rahasianya "
dan dalam surah al - ahzab 3 : 72
Allah berfirman :
" sesungguhnya kami telah menawarkan
suatu amanah kepada langit , bumi
dan gunung , tetapi mereka enggan
memikulnya , dan mereka tidak sanggup
lalu hanya manusia sahaja yg menerima .

Setelah amanah ( rahasia Allah ) diterima
oleh manusia ( diri bathin@ruh ) untuk
tujuan ini maka ADAM dizahirkan dan
sampai alam ini mengalami kiamat maka
rahasia itu kembali kepada Allah ..
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN
Maksudnya kita berasal dari Allah
akan kembali kepada Allah ...
Aku akhiri dengan mutiara hikmat dari
sufi besar hujatul islam yang bergelar
" lautan ilmu " imam al - gazali ..
" KENALI DIRI MU NISCAYA KENAL
TUHANMU "



AKU

Janganlah mencari " aku "
sesungguhnya aku bukannya hilang ..
tetapi kenali lah " aku "
kerna aku sangat dekat padamu
dekat mata hitam dan puteh malah
" aku " lebih dekat dari itu ..
antara kita jauh tidak berjarak
dan dekat tidak bersentuh ...
" Aku " meliputi dirimu dan segala sesuatu ...
Kenali lah " aku " , aku berada diqalbumu ..
aku lah yang berqudrat dan iradat
keatas mu ...

" Aku " tajjali sifat 7@ sifat maani
pada jasadmu ....
DIDALAM DADA ADA QALBU ...
DIDALAM QALBU ADA RASA .....
DIDALAM RASA ADA RAHASIA ...
DIDALAM RAHASIA TERSIRAT " A K U " .....

MATA HATI / RASA ....


Memandang ( mengenal ) Allah itu bukan
dengan mata zahir tetapi dengan
" mata hati " ...
Apakah yang dimaksudkan dengan
" mata hati " ? mata hati itu bermaksud
memandang dengan " rasa " , mata hati itu
adalah " rasa " kepada kita ...
Lihatlah gunung itu , Allah meliputi gunung itu.
Runtuhkan lah gunung itu ( binasa ) ..
setelah gunung itu runtuh ( binasa ) dan
bekas runtuhan gunung@ ruang kosong ,
maka ia ( yg meliputi ) itu tetap " ada "
disitu ...
Pandang lah gunung itu dengan matahati
hanya matahati / merasa " ada " nya
dibalik gunung itu .....

2 / Gunung itu berasal dari nur muhammad
segala sesuatu itu berasal dari
nur muhammad , jika ada nur muhammad
maka pasti ada nurallah..
Pandang gunung kepada nur muhammad
dan nur muhammad kepada nurallah ...
ini lah dikatakan " ushul makrifat "..
kalau sudah kenal nur muhammad
memandang apa sahaja pun maka
Allah juga yg dipandang .....
Tetapi kunci semua itu selaraskan dulu
matamu dengan " pandangan Allah "
MANA MUNGKIN MAKHLUK MELIHAT
ALLAH ... Allah itulah yg melihat sedang
makhluk itu bersifat buta ....
Maka kenali diri mu , kenali erti fana'
kerana ketika fana' hanya Allah yang ada ..
dengan deminkian separti dalam istilah
" HANYA ALLAH MELIHAT ALLAH "...

MENGENAL DIRI / DIRI BATHIN


Kita selalu merujuk diri kita sebagai
" aku " .. kita berkata ini " ini aku "
" ini aku punya " , " ini jasad aku "
" nama aku " , tetapi sebenarnya siapakah
aku itu ?

Sebenarnya " aku " kita ini adalah ruh kita ,
bukan badan kasar kita ( jasad )..
Sekiranya tiada ruh badan kita hancur
binasa , ruh ini hidup dan tidak akan mati ..
Ruh ini limpahan dari yang maha hidup ,
Dia mempunyai sifat hidup , maka hidup
lah ruh , hidup ruh atas limpahannya jua ..
Ruh ini juga digelar " bayang " yang
maha hidup , ruh itu adalah bayang dari
yang punya bayang , yang punya bayang
itu Allah dan ruh kita adalah umpama
" bayangan " Allah itu ...
Aku ruh sangat hampir dengan Allah ,
Aku dengan Allah tidak bercerai dari
dulu kini dan selamanya ..
ibarat OMBAK TIDAK BERCERAI
DENGAN LAUT ...
Aku adalah sinaran dari " matahari ketuhanan "
Aku hanya lah satu ombak dari lautan
( arrahman )..
Aku itu adalah RUH , ruh itu adalah diri ,
Aku tidakb tertakluk pada ruang dan
waktu..
Aku bukan tua atau muda , tua atau muda
itu hanya bagi jasmani dan keadaan didunia
sahaja.....
Ruh tercipta serentak sekali gus kemudian
itu lahir kedunia melalui rahim ibu dengan
badan kita sebagai sangkar atau sarungnya ..
Ia dilahirkan kedunia menurut masa yang
ditentukan , siapa yang ditaqdirkan
lahir dahulu ia lah yang tua dan siapa yang
lahir kemudian dia lah yang muda ,
dari segi kebadanan atau fizikal ada tua
dan muda tetapi dari segi ruh sebaya sahaja .
Aku juga bukan tertakluk kepada bangsa
Aku atau ruh bukan berbangsa itu
atau berbangsa ini , bangsa - bangsa itu
hanya wujud dalam dunia nyata ini ...
Dialam " aku " tiada bangsa - bangsa...
aku adalah " penzahiran " sifatNYA ,
deminkian aku tenggelam dalam yang
maha aku ( ia itu Aku ia itu Allah swt )
Badan kita ini berasal dari unsur - unsur
tanah , api , air dan angin.. tetapi aku
bukan unsur-unsur itu , aku berasal dari
tempat yang lebih mulia , aku berasal dari
yang maha aku ( alam ahdah )
Aku dan alam semesta adalah
" penzahiran Allah " , aku ini adalah
alam kecil ( sogir ) dan semua perkara yang
ada dalam alam besar ( qabir ) ini adalah
salinannya atau penzahiran dalam alam
kecil.. alam semesta ini digelar alam
( insan qabir ) kerna semua yang ada dalam
sogir ada kenyataannya dalam alam
besar ( qabir )...
Dalam alam dunia ini kita katakan sianu
dari bandar , sianu dari kampung , sianu
berada dalam pejabat atau rumah , itu semua
menunjukkan tempat dalam alam nyata..
tetapi bagi ruh itu semua tidak ada , ia bebas
dari tempat dari arah atau masa atau waktu ..
ruh bukan dalam badan atau diluar badan ...
Aku ruh berasal dari ilahi tidak bercerai
walaupun seinci atau sesaat , aku tetap
bersama setiap masa denganNYA ..
dan akan datang pun akan bersama
denganNYA
Aku tidak takut mati ( berpisah nyawa dari
badan ) kerna mati itu hanyalah perpindahan
alam , dari alam dunia kealam barzakh ..
Aku tetap aku juga , walaupun jasad hancur
tetapi aku tidak hancur , aku akan kembali
sedar kerana hijab - hijab dari jasad
telah lenyap...
Aku inilah khalifah Allah atau wakil Allah
yang mengurus makhluk dengan isinya ..
segala yang ada dibumi dan langit untuk aku
kalau dunia ini ladang aku lah mengurusnya
dan Allah pemilik ladang itu..
Aku tetap mengisbatkan Allah dalam segala
hal dan tindak tanduknya , maksudnya
aku tetap nampak allah disebalik yang
maujud perkara yang ada ( perkara yg ada )
ini , dan nampak Allah ..dan aku berkata
( tiada nyata hanya Allah )..
Aku sebenarnya hanya mengesakan dan
mengagongkan Allah semata - mata ...
Aku itu lah ruh yang ketika sudah berada
pada jasad adam seluruh malaikat dan azazil
( pada ketika itu ketua para malaikat )
diperintahkan sujud , bukan sujud pada
jasad adam tetapi aku didalam adam ...
bukankah menyembah selain Allah itu
syirik ? tetiba Allah memerintahkan sujud
kepada Adam yang AKU berada didalam
adam .kenapa???? kerana aku itulah yang
hidup merupakan sifat baginya..
sifat dan zat itu tidak terpisah , umpama
wap dengan air panas , wap bukan lah
air panas tetapi tidak lain ( berasal ) dari
air panas ...fana aku , maka ujud maha aku ..
Aku adalah diri yg sebenar - benar diri ,
aku adalah ROHULLAH yang datang dari
ZATULLAH menyatakan akan UJUDULLAH
AKU lah yg dinamakan AMAr ROBBI
ia itu urusan tuhan ....
tatkala zatulhaq ingin menyatakan akan
dirinya maka dia ( zatulhaq ) mentajjalikan
akan nurnya yang dinamakan kini
ROHULLAH atau AKU ... kini aku lah yang
nyata dan akulah merupakan sifatNYA ...
sebagaimana firmanNYA :
" setiap ruh itu urusan ku "
Ramai mencari aku tetapi jarang bertemu
ini kerana aku jauh berada didalam
" RASA " ( QALBU MUKMIN BAITULLAH )
kalau ada yang mahu mencari aku maka
katakan lah aku ADA tetapi TIADA ....
Ada pada hakikat namun tiada pada rupa ..
Akhir sekali untuk mencari aku maka
carilah guru mursyid, berkata hujatul
islam imam al - gazali "
" KENALI DIRIMU NISCAYA KENAL
TUHANMU "
( DENGAN STATUS DIATAS MAKA
PERJALANAN KU DIALAM MAYA SUDAH
MENGHAMPIRI GARISAN PENAMAT..
HANYA TINGGAL SELANGKAH LAGI...
MENDEKAT GARISAN PENAMAT ...
NAMUN KALIAN TETAP SAUDARAKU . )