Laman

Sabtu, 15 September 2018

Ciri2 Wali.


hendak jadi wali? , ikutilah cara mereka.
Dalam setiap 40 orang yang berdoa, kalau seorang daripadanya itu Wali Allah, insyaAllah akan makbul doa itu. Wali Allah ini tersembunyi dalam kalangan kita, dia takkan mengaku dia seorang Wali, kalau jumpa orang mengaku wali itu dah terang-terang dia itu penipu!, mungkin wali nikah!
Jika melihat mereka, akan mengingatkan kita kepada Allah swt.
Dari Amru Ibnul Jammuh, katanya:
“Ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman: “Sesungguhnya hamba-hambaKu, wali-waliKu adalah orang-orang yang Aku sayangi. Mereka selalu mengingatiKu dan Akupun mengingai mereka.”
Dari Said ra, ia berkata:
“Ketika Rasulullah saw ditanya: “Siapa wali-wali Allah?” Maka beliau bersabda: “Wali-wali Allah adalah orang-orang yang jika dilihat dapat mengingatkan kita kepada Allah.”
Jika mereka tiada, tidak pernah orang mencarinya.
Dari Abdullah Ibnu Umar Ibnu Khattab, katanya:
Hadis riwayat Abu Daud dalam Sunannya dan Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I hal. 6
Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Auliya’ dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilya Jilid I hal 6).
“Pada suatu kali Umar mendatangi tempat Mu’az ibnu Jabal ra, kebetulan ia sedang menangis, maka Umar berkata: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Mu’adz?” Kata Mu’adz: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang paling dicintai Allah adalah mereka yang bertakwa yang suka menyembunyikan diri, jika mereka tidak ada, maka tidak ada yang mencarinya, dan jika mereka hadir, maka mereka tidak dikenal. Mereka adalah para imam petunjuk dan para pelita ilmu.”
Mereka bertakwa kepada Allah.
Allah swt berfirman:
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.. Dan bagi mereka diberi berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat”
Abul Hasan As Sadzili pernah berkata: “Tanda-tanda kewalian seseorang adalah redha dengan qadha, sabar dengan cubaan, bertawakkal dan kembali kepada Allah ketika ditimpa bencana.”
Mereka saling menyayangi dengan sesamanya.
Dari Umar Ibnul Khattab ra berkata:
Hadis riwayat Nasa’i, Al Bazzar dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilyah jilid I hal. 6
Surah Yunus: 62 – 64
Hadisriwayat. Al Mafakhiril ‘Aliyah hal 104
“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya sebahagian hamba Allah ada orang-orang yang tidak tergolong dalam golongan para nabi dan para syahid, tetapi kedua golongan ini ingin mendapatkan kedudukan seperti kedudukan mereka di sisi Allah.”
Tanya seorang: “Wahai Rasulullah, siapakah mereka dan apa amal-amal mereka?” Sabda beliau: “Mereka adalah orang-orang yang saling kasih sayang dengan sesamanya, meskipun tidak ada hubungan darah maupun harta di antara mereka. Demi Allah, wajah mereka memancarkan cahaya, mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak akan takut dan susah.” Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah yang artinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”
Mereka selalu sabar, wara’ dan berbudi pekerti yang baik.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa”Rasulullah saw bersabda:
Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I, hal 5
“Ada tiga sifat yang jika dimiliki oleh seorang, maka ia akan menjadi wali Allah, iaitu: pandai mengendalikan perasaannya di saat marah, wara’ dan berbudi luhur kepada orang lain.”
Rasulullah saw bersabda: “Wahai Abu Hurairah, berjalanlah engkau seperti segolongan orang yang tidak takut ketika manusia ketakutan di hari kiamat. Mereka tidak takut siksa api neraka ketika manusia takut.
Mereka menempuh perjalanan yang berat sampai mereka menempati tingkatan para nabi. Mereka suka berlapar, berpakaian sederhana dan haus, meskipun mereka mampu. Mereka lakukan semua itu demi untuk mendapatkan redha Allah. Mereka tinggalkan rezeki yang halal kerana akan amanahnya. Mereka bersahabat dengan dunia hanya dengan badan mereka, tetapi mereka tidak tertipu oleh dunia.
Ibadah mereka menjadikan para malaikat dan para nabi sangat kagum. Sungguh amat beruntung mereka, alangkah senangnya jika aku dapat bertemu dengan mereka.” Kemudian Rasulullah saw menangis kerana rindu kepada mereka. Dan beliau bersabda: “Jika Allah hendak menyiksa penduduk bumi, kemudian Dia melihat mereka, maka Allah akan menjauhkan siksaNya. Wahai Abu Hurairah, hendaknya engkau menempuh jalan mereka, sebab siapapun yang menyimpang dari penjalanan mereka, maka ia akan mendapati siksa yang berat.”
Mereka selalu terhindar ketika ada bencana.
Dari Ibnu Umar ra, katanya:
“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang diberi makan dengan rahmatNya dan diberi hidup dalam afiyahNya, jika Allah mematikan mereka, maka mereka akan dimasukkan ke dalam syurgaNya. Segala bencana yang tiba akan lenyap secepatnya di hadapan mereka, seperti lewatnya malam hari di hadapan mereka, dan mereka tidak terkena sedikitpun oleh bencana yang datang.”
Rujukan:-
Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Al Auliya’
Hadis riwayat Abu Hu’aim dalam kitab Al Hilya
Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I hal 6
Hati mereka selalu terkait kepada Allah.
Imam Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Kumail An Nakha’i: “Bumi ini tidak akan kosong dari hamba-hamba Allah yang menegakkan agama Allah dengan penuh keberanian dan keikhlasan, sehingga agama Allah tidak akan punah dari peredarannya. . Akan tetapi, berapakah jumlah mereka dan dimanakah mereka berada? Kiranya hanya Allah yang mengetahui tentang mereka.
Demi Allah, jumlah mereka tidak banyak, tetapi nilai mereka di sisi Allah sangat mulia. Dengan mereka, Allah menjaga agamaNya dan syariatNya, sampai dapat diterima oleh orang-orang seperti mereka. Mereka menyebarkan ilmu dan ruh keyakinan. Mereka tidak suka kemewahan, mereka senang dengan kesederhanaan. Meskipun tubuh mereka berada di dunia, tetapi rohaninya membumbung ke alam malakut. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di muka bumi dan para da’i kepada agamaNya yang lurus. Sungguh, betapa rindunya aku kepada mereka.”
Mereka senang bermunajat di akhir malam.
Imam Ghazali menyebutkan: “Allah pernah memberi ilham kepada para siddiq: “Sesungguhnya ada hamba-hambaKu yang mencintaiKu dan selalu merindukan Aku dan Akupun demikian. Mereka suka mengingatiKu dan memandangKu dan Akupun demikian. Jika engkau menempuh jalan mereka, maka Aku mencintaimu. Sebaliknya, jika engkau berpaling dari jalan mereka, maka Aku murka kepadamu. ”
Tanya seorang siddiq: “Ya Allah, apa tanda-tanda mereka?” Firman Allah: “Di siang hari mereka selalu menaungi diri mereka, seperti seorang pengembala yang menaungi kambingnya dengan penuh kasih sayang, mereka merindukan terbenamnya matahari, seperti burung merindukan sarangnya. Jika malam hari telah tiba tempat tidur telah diisi oleh orang-orang yang tidur dan setiap kekasih telah bercinta dengan kekasihnya, maka mereka berdiri tegak dalam solatnya. Mereka merendahkan dahi-dahi mereka ketika bersujud, mereka bermunajat, menjerit, menangis, mengadu dan memohon kepadaKu. Mereka berdiri, duduk, ruku’, sujud untukKu. Mereka rindu dengan kasih sayangKu.
Mereka Aku beri tiga kurniaan: Pertama, mereka Aku beri cahayaKu di dalam hati mereka, sehingga mereka dapat menyampaikan ajaranKu kepada manusia. Kedua, andaikata langit dan bumi dan seluruh isinya ditimbang dengan mereka, maka mereka lebih unggul dari keduanya. Ketiga, Aku hadapkan wajahKu kepada mereka. Kiranya engkau akan tahu, apa yang akan Aku berikan kepada mereka?”
Rujukan:-
Nahjul Balaghah hal 595 dan Al Hilya jilid 1 hal.. 80
Ihya’ Ulumuddin jilid IV hal 324 dan Jilid I hal 358
Mereka suka menangis dan mengingat Allah.
‘Iyadz ibnu Ghanam menuturkan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Malaikat memberitahu kepadaku: “Sebaik-baik umatku berada di tingkatan-tingkatan tinggi. Mereka suka tertawa secara terang, jika mendapat nikmat dan rahmat dari Allah, tetapi mereka suka menangis secara rahsia, kerana mereka takut mendapat siksa dari Allah. Mereka suka mengingat Tuhannya di waktu pagi dan petang di rumah-rumah Tuhannya.
Mereka suka berdoa dengan penuh harapan dan ketakutan. Mereka suka memohon dengan tangan mereka ke atas dan ke bawah. Hati mereka selalu merindukan Allah. Mereka suka memberi perhatian kepada manusia, meskipun mereka tidak dipedulikan orang. Mereka berjalan di muka bumi dengan rendah hati, tidak congkak, tidak bersikap bodoh dan selalu berjalan dengan tenang. Mereka suka berpakaian sederhana. Mereka suka mengikuti nasihat dan petunjuk Al Qur’an. Mereka suka membaca Al Qur’an dan suka berkorban. Allah suka memandangi mereka dengan kasih sayangNya.
Mereka suka membahagikan nikmat Allah kepada sesama mereka dan suka memikirkan negeri-negeri yang lain. Jasad mereka di bumi, tapi pandangan mereka ke atas. Kaki mereka di tanah, tetapi hati mereka di langit. Jiwa mereka di bumi, tetapi hati mereka di Arsy. Roh mereka di dunia, tetapi akal mereka di akhirat. Mereka hanya memikirkan kesenangan akhirat. Dunia dinilai sebagai kubur bagi mereka. Kubur mereka di dunia, tetapi kedudukan mereka di sisi Allah sangat tinggi. Kemudian beliau menyebutkan firman Allah yang artinya: “Kedudukan yang setinggi itu adalah untuk orang-orang yang takut kepada hadiratKu dan yang takut kepada ancamanKu.”
Jika mereka berkeinginan, maka Allah memenuhinya.
Dari Anas ibnu Malik ra berkata: “Rasul saw bersabda: “Berapa banyak manusia lemah dan dekil yang selalu dihina orang, tetapi jika ia berkeinginan, maka Allah memenuhinya, dan Al Barra’ ibnu Malik, salah seorang di antara mereka.”
Ketika Barra’ memerangi kaum musyrikin, para sahabat: berkata: “Wahai Barra’, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda: “Andaikata Barra’ berdoa, pasti akan terkabul. Oleh kerana itu, berdoalah untuk kami.” Maka Barra’ berdoa, sehingga kami diberi kemenangan.
Di medan peperangan Sus, Barra’ berdo’a: “Ya Allah, aku mohon, berilah kemenangan kaum Muslimin dan temukanlah aku dengan NabiMu.” Maka kaum Muslimin diberi kemenangan dan Barra’ gugur sebagai syahid.
Rujukan:-
Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I, hal 16
Keyakinan mereka dapat menggoncangkan gunung.
Abdullah ibnu Mas’ud pernah menuturkan:
“Pada suatu waktu ia pernah membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan”, pada telinga seorang yang pengsan. Maka dengan izin Allah, orang itu segera sedar, sehingga Rasuulllah saw bertanya kepadanya: “Apa yang engkau baca di telinga orang itu?” Kata Abdullah: “Aku tadi membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan” sampai akhir surah.” Maka Rasul saw bersabda: “Andaikata seseorang yakin kemujarabannya dan ia membacakannya kepada suatu gunung, pasti gunung itu akan hancur.”
– Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Al Hilya jilid I hal 7
Selamat menyambut Awal muharram, mulakan awal muharram dgn berdoa berpuasa dari 1 hingga 10 muharram dan menjaga amalan hati zahir batin.

Sabtu, 01 September 2018

Arwah kesadaran Nur Allah & Wali

Penglihatanku tdk ada yg Ada Allah.
Pedengaranku tdk ada yg ada Allah.
Perasaku tdk ada yg ada Allah.
( Rasa = lidah , penciuman , raba dan perasaan hati )
Perkataanku tdk ada yg ada Allah.
Segala yg ada di diriku / pengetahuanku tidak ada yg ada Allah.

Semua pengetahuan yg tampil adalah makhluk , semua makhluk tdk ada karena akan rusak dan binasa.
Allah yg kekal dan abadi , yg awal dan akhir , yg tdk terikat ruang/tempat waktu dan zat / isi.

Nur Allah adalah kesadaran kekal dan abadi yg tdk spt apa apa.
Diri yg sampai kpd kesadaran Nur Allah maka ia tdk akan seperti apa apa , ia musnah dan hilang akan tdk seperti apa apa yg kekal abadi.
Kmd ia akan bangkit krn Allah Maha kuasa dan Maha Pencipta.
Allah Maha melihat , mendengar , merasa dan berbicara , shg Nur Allah mampu mpy raga baru.
Dengan beberapa raga dan bentuk-2 yg berbeda beda bebas berkehendak.

Impian tidurnya manusia dg Kesadaran Nur Allah adalah tdk tidur ia akan selalu sadar , mimpinya tdk akan lupa dg kesadarannya.
Mimpinya nyata dan dalam pengawasan akal sadarnya.
Baik di tempat atau jalan jalan , Kalaulah dia diam ia tetap terjaga.
Walaupun menutup mata , telinganya tetap dengar. Hidungnya tetap membau , Rasa rabanya tetap reflek ada spt biasa.
Perasaan hatinya tetap terjaga dalam istirahat tenangnya masih sadar.

Mampu jalan jalan dg raga baru atau tanpa raga kemana saja kehendak hatinya.
Meninggalkan raganya yg istirahat dlm tidur yg masih terjaga sadar.
Seperti melihat 5 acara televisi bersamaan.
atau spt melakukan makan sambil main game atau sambil ngobrol.

Arwah dalam Keadaan Nur Allah , Langsung bisa kembali dan kekal disisiNya. Dan bisa menemui semua keadaan keadaan Arwah dalam makom makomnya.
Bisa kedunia baik tanpa rupa atau dg rupa apapun.
=========
Raganya yg dikubur bisa hilang , bisa utuh , atau kembali mjd tanah. ( ini juga mrpkan kondisi dari kesadaran Nur Muhammad).
Nah yg bisa hidup lagi keluar dari kubur itu adalah golongan yg atas yaitu Kesadaran Nur Allah yg sangat tinggi.

Ada pula yg mimpi dg dirinya yg tidur yaitu badannya tdk sadar ttp ia keluar dg tubuh baru , mampu melihat , mendengar , merasa dan bicara.
Baik kelihatan wujudnya atau tdk kelihatan wujudnya.
Kesadarannya adalah paling rendah derajatnya jauh di bawah Nabi. Yaitu tdk bisa hidup lagi raganya krn ilmunya dahulu raganya tidur tdk mpy kesadaran terjaga.
Dan Masih banyak makom Golongan yg terperinci krn Sangat Jauh diatas.

Berada di makom Para Waliyullah dan Nabi Rosul.
Derajat Ruhani sir dan sirro sir , yaitu rahasia didalam rahasia.
Keilmuan Wali Kutub yaitu:
1. Kasab
2. Laduni
3. Karomah.
4. Guru Torikoh
Tugasnya adalah utk memantabkan keimanan orang islam dan menyebarluaskan ajaran agama islam.

Rabu, 29 Agustus 2018

"RAHSIA KESEMPURNAAN SOLAT ".


Ketika Rasulullah saw didatangi Malaikat jibrail as atas perintah Allah swt untuk menjemput Nabi
Saw untuk di Mikraj bertemu Allah swt..Nabi saw meminta izin kepada Jibrail as untuk bersiap2 dan mendirikan solat 2 rakaat. Dan selesai saja maka Malaikat jibrail as pun membawa nabi as bergerak dari Makkah ke baitul muqaddis.
Dari baitul muqaddis Nabi saw di Mikrajkan...

Dalam perjalanan naik bertemu Allah swt dari satu langit ke satu langit ketika itulah jibrail as menunjukkan akan keadaan isi Neraka dan Syurga..diringkaskan sampailah Nabi Muhammad saw di silatul muntaha..dan berhenti di situ..
Jibrail as pun berkata pada Nabi saw,ya Muhammad sampai disini saja aku mampu membawa engkau dan seterusnya engkau sajalah naik sendiri kerana aku tiada upaya membawa engkau kerana jika aku naik lagi nescaya terbakarlah aku. Maka naiklah Nabi Muhammad saw sendirian.sesampainya Nabi saw dihadapan Robbul 'Alamiin Nabi saw pun duduklah diantara dua sujud dan Nabi saw pun berkata dihadapan Allah azza wajalla..
Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu lillah...Maka Allah swt pun berkata kepada Nabi saw...Assalamu'alaika aiyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakatuh.....maka terdengar para malaikat dan sekelian makhluk lalu mereka menjawab...Assalamu'alaina wa'ala 'ibadillahis salihin....lalu berkata Nabi Muhammad saw....
Asy hadu alla ilaha ilallah...para makhluk pun menyambung...Wa'asy hadu anna Muhammadar rasulullah..dan mereka pun berselawat ke atas nabi...Allahumma solli 'ala Muhammad.
Dan Nabi saw pun memuji muji Allah swt..
Allahu akbaru kabiraw walhamdu lillahi kathiraw
Wasubhaballahi bukrataw wa asila.Wajjahtu wajhia
Lillazi fataras sama wati wal ardha hanifam muslimaw wama ana minal musyrikin...hingga akhir...
Maka berkata Allah swt kepada Nabi saw,
Aku berikan kamu solat 50 waktu ini untuk kamu dan umat mu..terimalah Nabi saw dgn ikhlas dan rendah hati tanpa membantah dan selepas itu nabi saw pun turun kebawah...ketika itulah Allah swt memerintahkan musa as agar menahan nabi saw untuk diperintahkan Nabi saw untuk naik semula untuk minta pengurangan..bila saja Nabi saw mendengar pesan Nabi musa as yg Allah perintahkan naik semula untuk minta pengurangan dgn segera Nabi saw naik semula untuk minta pengurangan.di ringkaskan begitulah
Keadaan Nabi Muhammad saw naik turun minta pengurangan sehingga tinggallah 5 waktu..
Maka berkata Allah swt kepada Nabi saw...
Telah ku kurangkan solat itu sehingga 5 waktu atas kasihku kepada mu dan rasanya cukuplah untuk kamu dan umat mu..dan pelajarinya hingga kamu memahaminya dan barulah engkau ajarkan kepada mereka..dan sampaikan pesanku...
Barang siapa yg meninggalkan solat akan aku berikan kepada mereka akan azabku yg amat pedih,kerana itulah soalan yg pertama yg akan ku tanyakan didalam kubur..
Akhirnya Nabi saw pun bersujud syukur lalu nabi saw bertasbih didalam sujudnya...subhanallah,walhamdulillah,wala illaha ilallah,Allahu akhbar 33x...dan nabi saw pun bangkit dan minta izin untuk berundur..
Dengan nama Allah nabi saw pun mula langkah turun seiring dgn lafas Bismillahir rahmaa nirrahiim..
Nabi saw berhenti seketika di langit 7 bertemu nabi Ibrahim as dan menceritakan perkhabaran antara dia dgn Allah swt..maka jawab nabi ibrahim: Alhamdulillah hirabbil 'alamiin.
Dan di ajarnya kepada nabi saw ttg cucuk tanam, tanaman syurga kepada nabi dan umatnya.
Itulah wirid harian dari isnin hingga ahad.
Sebab itu adanya selawat ibrahim as didalam tahyiyat akhir.
Dilangit ke 6 nabi saw berhenti seketika untuk mengucapkan terima kasih kepada nabi musa as dan disampaikan perkhabaran yg sama seperti yg disampaikan kepada ibrahim as..dengar
Tenang nabi musa as pun berkata Arrahmaa nirrahiim..sambil senyum..fahamlah nabi saw.
Dilangit ke 5 nabi berhenti seketika bertemu para nabi...disampaikan khabar yg sama dan ancaman Allah swt barang siapa yg meninggalkan
Solat dgn sengaja..maka sambut para nabi...
Maliki yau middiin...
Dilangit ke 4 nabi saw berhenti seketika bertemu dgn Nabi Nuh as..khabar yg sama disampaikannya
Lalu pesan Nabi Nuh as kepada nabi saw...
Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in.
Dilangit ke 3 nabi saw berhenti seketika bertemu dgn Nabi yakub as khabar yg sama nabi saw sampaikan..pesan Nabi yakub as kepada nabi saw
Ihdinassiratal mustaqim.
Dilangit ke 2 nabi saw berhenti seketika bertemu dgn nabi Isa al maseh dan khabar yg sama nabi saw sampaikan..jawab nabi Isa al maseh..
Siratal ladzina an'amta 'alaihim,ghairil maqhdhubi 'alaihim walad dhaalliiin..
Maka turunlah nabi muhammad saw kebumi.
Dan mulalah Nabi Muhammad saw belajar memahaminya dgn bertanyakan Malaikat jibrail as..sehingga Nabi faham dan barulah nabi saw dirikan solat sempurna itu dan diajarkan kepada para sahabat dan umat2nya..
Bermula solat subuh 2 rakaat.
(Pertemuan Nabi saw dgn Tuhannya)
(Pertemuan 2 nur...Nur Muhammad dan Nur Allah).
Bermula solat zohor 4 rakaat.
(Zat,Sifat,Asma' dan Af'al).
Bermula solat asar 4 rakaat.
(Iman,Islam,Nur,Syuhud).
Bermula solat maghrib 3 rakaat.
(Allah,Muhammad,Adam).
Segala rahsia dan amanah didalam Adam.
Allah dalil Muhammad didalam Adam.
Bermula solat isyak 4 rakaat.
(Badan,Ruh(Aku),Diri,Siir.)
Inilah Rahsia disebalik Rahsia yg tersimpan kemas didalam diri manusia.
Berada didalam hakikat Solat.
"Al insanu siiri,wa anna siiruhu".
"Manusia itu RahsiaKu dan Aku adalah Rahsianya".
"Wafi amfusikum afala tubsiiruun".
"Didalam dirimu kenapa engkau tidak lihat".

Senin, 27 Agustus 2018

MENGAPA SEGALA PUJIAN ITU MILIK ALLOH SEMATA.

SETENGAH  AL-FATIHAHA ADALAH BG ALLOH, DAN MENGAPA SEGALA PUJIAN ITU MILIK ALLOH SEMATA.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١)الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣)مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, yang menguasai di hari Pembalasan. (QS. Al-Faatihah: 1-4)
Dengan surat Al-Fatihah ayat satu sampai empat di atas, Allah ingin mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya bagaimana cara memuji dan mengagungkan Allah Swt. Allah memerintahkan kepada mereka dengan firman-Nya, katakanlah ‘الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ’ yang mengandung pujian yang bagus yang hanya dimiliki oleh Dzat yang Mahaagung dan Mahamulia. Tidak ada selain-Nya yang berhak untuk menyandang pujian bagus ini. Karena pada hakikatnya tidak ada pemberi rezeki dan penyebab kenikmatan kecuali Allah Swt.

Allah berfirman,
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ
Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, Maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (QS. An-Nahl: 53).
Semua pujian hanya milik Allah swt. Allah Swt telah tepuji sejak zaman azali, zaman ketika belum ada makhluk. Dan ketika Allah telah menciptakan makhluk, Ia memerintahkan mereka agar memuji-Nya dengan pujian yang telah ada sejak zaman azali, yaitu, الْحَمْدُ لِلَّهِ
Hanya Allah yang berhak menyandang pujian ini, karena Ia adalah رَبِّ الْعَالَمِينَ . Seolah-olah seseorang bertanya kepada Allah, “mengapa hanya Engkau yang memiliki pujian yang bagus itu?”, Allah berkata, “karena Aku adalah Tuhan semesta alam. Aku mewujudkan alam semesta dengan rahmat-Ku, Aku melimpahkan rezeki kepada seluruh makhluk dengan kenikmatan-Ku, tidak ada sang pemberi nikmat kecuali Aku, sehingga hanya Aku yang berhak memiliki pujian itu. Seluruh alam semesta dan segala macam isinya berada dalam kekuasaan dan pengawasan-Ku”.

Sebagian ulama mengatakan bahwa Allah Swt. menciptakan 18.000 alam, setengahnya berada di darat, sementara setengah yang lain berada di laut. Imam Fakhrur Razi berkata, “diriwayatkan bahwa jumlah seluruh manusia 1/10 (sepersepuluh) dari jumlah jin, jumlah keseluruhan jin dan manusia 1/10 nya jumlah binatang darat, dan keseluruhan manusia, jin, dan binatang darat adalah 1/10 dari jumlah burung. Lalu jumlah semua manusia, jin, binatang darat, dan burung adalah 1/10 dari jumlah binatang laut. Jumlah kesemuanya itu 1/10 dari jumlah malaikat-malaikat penjaga manusia yang ada di bumi, seluruh malaikat-malaikat bumi berjumlah 1/10 dari jumlah malaikat-malaikat yang berada di langit yang pertama, jumlah malaikat yang ada di langit pertama 1/10 dari jumlah malaikat yang berada di langit kedua, kemudian begitu seterusnya sampai langit yang ketujuh. Lalu jumlah seluruh malaikat yang ada di semua langit dan yang ada di bumi adalah sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah malaikat yang memikul Kursi, lalu kesemuanya berjumlah 1/10 dari jumlah satu lingkar malaikat yang mengelilingi Arsy. Jumlah lingkaran malaikat yang mengelilingi Arsy ada 100.000 lingkaran, dimana jarak antara lingkaran yang satu dengan lingkaran yang lain sangatlah jauh, lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi. Dan jumlah malaikat yang berada di 100.000 lingkaran itu adalah jumlah yang sangat sedikit -ibarat setetes dari luasnya lautan- apabila dibandingkan dengan malaikat-malaikat yang mengangkat ‘Arsy Allah Swt”.
Allah berfirman,
وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلا هُوَ
Tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. (QS. Al-Muddatsir: 31).
Setelah Allah menciptakan manusia dan jin, Allah mengutus para rasul dan nabi yang bertujuan untuk mendidik mereka. Dan pendidikan Allah adalah bentuk rahmat, kasih sayang, dan kebaikan Allah Swt kepada hamba-hamba-Nya, dan bukan kewajiban yang harus dilakukan oleh-Nya. Oleh karena itu Allah mengatakan, الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, maksudnya Allah Maha Ar-Rahmaan dengan nikmat penciptaan-Nya, dan Allah Maha Ar-Rahiim dengan sifat pemberian nikmat dan kerunia-Nya. Dua kenikmatan, dimana setiap makhluk membutuhkannya, yaitu ni’matul iijaad (nikmat dijadikan) dan ni’matul imdaad (nikmat diberi rezeki, agar keberadaan tetap lestari).

Atau juga bisa dikatakan bahwa Allah Maha Ar-Rahmaan di dunia dan akhirat, dan Maha Ar-Rahiim di akhirat, karena rahmat Allah di akhirat hanya khusus bagi orang-orang yang beriman. Atau bisa juga dikatakan bahwa Allah Maha Ar-Rahman dengan nikmat-nikmat-Nya yang besar, dan Allah Maha Ar-Rahiim dengan nikmat-nikmat yang kecil. Nikmat yang besar itu seperti: nikmat Islam, Iman, Ihsan, makrifat, terbukanya hijab, dan hidayah. Adapun nikmat yang kecil seperti: nikmat sehat, harta yang halal, dll.

Dan yang mampu menjadikan dan yang mampu memberi rezeki dan kenikmatan yang pantas menyandang gelar raja. Oleh karena itu Allah menyebut diri-Nya, مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ , maksudnya Allah berhak melakukan apa saja atas hamba-hamba-Nya. Tidak ada yang bisa menolak keputusan Allah, dan tidak ada yang mencegah atas keinginan-Nya. Dialah rajanya semua raja, penguasa seluruh penguasa, di dunia dan di akhirat.

LETAK AD-DINUL ISLAM

DIMANAKAH LETAK AD-DINUL ISLAM ITU.
(Tiada berIslam tanpa syahadat)
Bila terasa kurang mantaf, perbaiki syahadat kita, sebab disanalah kedudukan ad-dinul Islam berada.
Kata ad-Din adalah masdar dari kalimat دَانَ يَدِينُ دِينًا yaitu ketundukan. Di dalam al-Qur’an kata ad-Din disebut dengan beragam makna, diantaranya ketundukan, kekuasaan, hukum, perintah, ketaatan, peribadatan dan pelayanan, syariat, undang-undang, dan pembalasan.
Begitu pula dgn Islam mengandung makna yg beragam dlm Al-Qur'an, namun yg paling sesuai adalah "Berserah diri"

Allah Ta’alaberfirman:
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
“Maka apakah mereka menginginkan agama yang lain dari agama di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Alloh-lah mereka dikembalikan.”(QS. AliImran [3]: 83)
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa menganut agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”(QS. Ali Imran [3]: 85)
Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah: Dalam Islam itu harus istislam (berserah diri) kepada Allah saja dan meninggalkan istislam kepada selain-Nya. Dan ini adalah hakikat ucapan Laa ilaaha illallah. Siapa yang istislam kepada Allah dan kepada yang lain, maka dia itu musyrik sedangkan Allah tidak mengampuni penyekutuan terhadap-Nya. Dan siapa yang tidak istislam kepada Allah maka dia itu mustakbir (orang yang menyombongkan diri) dari ibadah kepada-Nya, padahal Dia Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman: “Sesungguhnya orang yang istikbar dari ibadah kepadaku maka mereka akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina” [Al Qaul Al Fashl An Nafis: 160]
Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata: “Para ulama telah ijma, salaf maupun khalaf dari kalangan para sahabat, tabi’in, para imam dan seluruh ahlus sunnah bahwa seseorang tidak menjadi muslim kecuali dengan mengosongkan diri dari Syirik Akbar, bara’ (berlepas diri) darinya dan dari para pelakunya, membencinya, memusuhinya sesuai kemampuan dan kekuatan, serta memurnikan amalan-amalan seluruhnya kepada Allah.” [Ad Durar As Saniyyah 11/545]

Syaikh Abdullathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata: “Islam adalah komitmen (iltizam) akan tauhid, berlepas diri dari syrik, bersaksi akan kerasulan beliau shalallahu ‘alaihi wasallam dan mendatangkan rukun Islam yang empat.” [Mishbah Adh Dhalam: 328]
Al Imam Abu Muhammad Ibnu Hazm rahimahullah berkata: “Dan seluruh tokoh-tokoh Islam menggatakan: “Setiap orang yang menyakini dengan hatinya dengan keyakinan yang tidak mengandung keraguan di dalamnya dan dia menyatakan dengan lisannya Laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah dan bahwa semua yang beliau bawa itu benar serta dia berlepas diri dari setiap dien selain dien Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam maka sesungguhnya dia itu muslim mukmin, tidak ada atas dia selain hal itu.” [Al Fashl 4/35]

Syaikh Abdullah Ibnu Abdirrahman Aba Buthain rahimahullah berkata: “Sesungguhnya orang awam yang tidak mengetahui dalil-dalil, bila dia meyakini keEsaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan risalah Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, dia beriman akan kebangkitan setelah mati, (iman) kepada surga dan neraka, dan (meyakini) bahwa hal-hal syirik yang dilakukan di Masyahid (kuburan-kuburan yang dikeramatkan) itu adalah bathil dan sesat, bila dia meyakini hal itu dengan keyakinan yang pasti lagi tidak ada keraguan di dalamnya, maka dia itu muslim meskipun tidak mengutarakan dengan dalil.” [Ad Durar As Saniyyah 10/409]

Al Imam Muhammad Ibnu ‘Abdil Wahhab rahimahullah berkata: “Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah, engkau meninggalkannya, engkau membencinya, engkau mengkafirkan para pelakunya dan engkau memusuhi mereka.” [Al Jami’ Al Farid: 308]

MEMPERKENALKAN MARTABAT HATI.

MARTABAT HATI.
Astgfirulloh...
"Ya Alloh ya Rosululloh...sungguh hamba tak tahu dlm diri hamba ada mustika yg agung dan luasnya tiada batas.

,"Tiada yang sanggup menampung-Ku, baik bumi maupun langit-Ku. Hanya hati hamba-Ku yang Mukmin yang dapat menampung-Ku." (hadis qudsi) HR Imam Ahmad dan Ibnu ’Umar r.a.

Hati adalah jauhar lathif (permata halus) yang tunggal dan bersifat Nurani. Ia diciptakan oleh Allah Taala dengan suatu sebab yaitu karena adanya ruh dan diciptakan juga hawa nafsu. Ia terletak di antara ruh dan nafsu.

Hal ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw:
“Allah menciptakan hati (al-qulub) 4,000 tahun lebih dahlu daripada jasad. Setelah itu , Dia meletakkan di tempat yang dekat dengan Nya. Sementara itu arwah diciptakan oleh Allah swt 70,000 tahun lebih dahulu daripada hati. Setelah itu. Ia letakkan di taman kelembutan Nya (raudah al uns).

Sebelumnya Allah swt telah terlebih dahulu menciptkan Sirr (rahsia) daripada ruh dan menempatkan Sirr tersebut di taman keintiman (raudah al wisl).”

Allah swt juga telah menjelaskan dalam firman Nya:
“Telah ku ciptakan seorang malaikat di dalam tubuh setiap anak keturunan Adam. Di dalam malaikat itu ada Sadr. Di dalam Sadr itu ada Qalb. Di dalam Qalb itu ada Fu’ad. Di dalam Fu’ad itu ada Syagf. Di dalam Syagf itu ada Lubb. Di dalam Lubb itu ada Sirr. Dan dalam Sirr itu ada Aku”

Juga, FirmanNya yang ditujukan kepada Nabi Daud as:
“Wahai, Daud!, kosongkan untuk Ku sebuah rumah, agar boleh Aku tinggal di dalamnya!”.
Mendengar perintah tersebut, Nabi Daud as tidak memahaminya lalu bertanya kepada Allah swt: “ Bagaimana caranya, wahai Tuhanku!”. Lantas Allah swt berfirman: “ Kosongkan hatimu hanya untuk Ku”

Mengikut Syeikh Abdul Razzaq al Qusyasi mengatakan bahawa:
Qalb adalah suatu jauhar Nurani. Ia menjadi perantara antara Ruh Haiwani dengan jasad. Jika mendapat limpahan kurnia dan anugerah Allah, dengan makrifat kepada Nya, Maka Ruh Haiwani tersebut akan digantikan menjadi Ruh Insani.

Hal ini telah diisyaratkan dalam firman Nya :
“Telah Ku tiupkan Ruh Ku ke dalam dirinya”.
Dengan demikian nafsu Amarrah dan nafsu lawammah akan segera berubah menjadi nafs Mutma’innah dengan kembalinya Ruh Natiqah iaitu kembali kepada akal yang pertama (Al aql al awwal)

“Hati itu lebih utama daripada kaabah dan syurga”
Karena alasan beliau kaabah itu dibangun oleh Nabi Ibrahim as, diperuntukkan sebagai bait Allah (rumah Allah), sedangkan hati adalah khazanah Allah (perbendaharaan Allah). Di Kaabah terdapat hajar al aswad (batu hitam) sedangkan pada hati terdapat hajar al abad (batu abadi) dengan Sirr sebagai pusat keinginannya. Selain itu pada qalbu atau hati ini terdapat tempat tauhid dan segala rahsia.

PENGANTAR TIDUR

PENGANTAR TIDUR BAGI YG SUKA MEMIKIRKANNYA,
Hati yg teramat luas, semoga menjadikan sebuah tuntunan.
Saat sujud kepala atau hatikah yg lbh dekat kepada Alloh.

Firman Allah ta’ala :
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata”
(QS Al An’am [6]:103)
“Allah laysa kamitslihi syai’un”, “Allah tidak sama dengan segala sesuatu” (QS Assyura [42]:11)
Lalu apa makna ayat2 dibawah ini..?
“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui”
(QS Al Baqarah [2]:115)
Allah ta’ala sendiri yang menyampaikan tentang diriNya bahwa “Aku adalah dekat”
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang “Aku” maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat“.
( Al Baqarah [2]:186 ).
“Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat” (QS Al-Waqi’ah [56]: 85 ).
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
(QS. Qaaf [50] :16 )

“Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)“. (QS Al-’Alaq [96]:19 )
Hadits qudsi, “Hati orang yang beriman itu adalah rumah Alloh
Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi & langit-Ku, kecuali Hati hambaku yg mukmin dan lunak".
Hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu ’Umar r.a.: “Sesungguhnya langit dan bumi tidak akan/mampu menampung Aku. Hanya hati orang beriman yang sanggup menerimanya.”
Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bernama Zi’lib Al-Yamani,
“Apakah Anda pernah melihat Tuhan?”
Beliau menjawab, “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?”
“Bagaimana Anda melihat-Nya?” tanyanya kembali.
Sayyidina Ali ra menjawab “Dia tak bisa dilihat oleh mata dengan pandangan manusia yang kasat, tetapi bisa dilihat oleh hati”