Laman

Minggu, 16 September 2018

SIFAT KEMALAIKATAN.

Malaikat katanya berbulu? iya didirimu itu juga ada banyak bulu,bulu rambut bulu kumis dan bulu2 lainnya.
.
Malaikat katanya suka mengepakkan sayapnya? iya dirimu juga bisa,ambil sana palu sama paku lalu pukulkan palu itu pada pakunya,itu lihatlah tanganmu naik turun seolah-seolah seperti sedang mengepakkan sayapnya.
.
Malaikat itu katanya gak pernah tidur? iya betul,itu juga nafasmu tidak pernah tidur,setiap hari keluar masuk terus menerus tiada henti,walaupun jasadmu tidur tp nafasmu tidak pernah tidur.
.
Malaikat katanya suka menuliskan catatan amal? iya benar,itu kamu kemarin nyolong pohon mangga tetangga,berarti tanganmu sendiri seolah-olah sedang menulis amal burukmu.
.
Malaikat juga katanya suka membagikan rezeki pagi2 sekali? iya betul,begitu juga dirimu suka berangkat kerja subuh2 mencari rezeki,seolah-olah engkau sedang membagikan rezeki untukmu sendiri.
.
Malaikat juga katanya,jibril bila mengepakan sayapnya,maka panjangnya akan mencapai timur dan barat? iya didirimu juga bisa,banyak kan manusia yang berpergian kebarat dan kearah timur (keluar negeri).
.
Malaikat juga katanya bukan wanita bukan pria? iya didirimu juga ada,yaitu Ruhanimu dia dari Nur Tuhan dia bukan laki2 bukan perempuan.

INGAT MATI UNTUK KEMATIAN DIRI


Al-Jurairi menuturkan, “Aku hadir pada saat Imam Al-Junaid tengah menghadapi sakaratul-maut. Waktu itu hari Jum’at dan bertepatan dengan hari Nairuz (Tahun Baru kalender Persia). Dia sedang membaca Al-Qur’an dan ketika dia selesai membacanya, aku bertanya kepadanya: ‘Wahai Abu Qasim! Akankah engkau mati dalam keadaan begini?’ Lalu dia menjawab, ‘Akankah diriku lebih berhak memutuskan, padahal Dia-lah yang Maha Berkuasa menutup catatan amalku.”

Hatim Al-Asham berkata, “Barang siapa melewati perkuburan dan tidak berpikir tentang dirinya sendiri atau berdoa untuk para penghuninya, berarti dia telah menghianati mereka dan juga dirinya sendiri.”

Bakr al-‘Abid pernah berkata, “Wahai ibuku! Alangkah baiknya seandainya engkau mandul dan tidak pernah melahirkan aku, sebab anakmu ini akan terpenjara sangat lama di dalam kubur dan setelah itu, masih ada lagi perjalanan panjang.”

Yahya bin Muadz Ar-Razi berkata, “Wahai anak Adam! Tuhanmu telah memanggilmu ke negeri kedamaian, maka lihatlah, dari tempat mana engkau menjawab panggilan itu. Jika engkau menjawab panggilan itu sejak dari masa hidupmu di dunia dan menyibukkan diri demi perjalanan menuju negeri kedamaian itu, maka tentu engkau akan berhasil mencapainya. Namun, jika engkau menjawabnya dari alam kubur, maka engkau akan terhalang darinya.”

--Dikutip dari kitab Dzikrul-Maut, Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.

MANUSIA HARUS BERUSAHA AGAR BISA KEMBALI KEPADA ASALNYA.

Kita manusia didunia ini seperti air hujan yang berasal dari laut ingin kembali kelaut agar kembali tenang sunyi disisinya..
.
Ketika awan menarik butiran air laut menjadi uap kecil lalu berkumpullah air laut tadi diatas awan hitam hingga menjadi berubah jadi tidak asin lagi rasanya (jadi Tawar) ,lalu diturunkanlah sang air kebumi namanya berubah menjadi air hujan,disana air hujan kebingungan harus berjalan kearah mana? lalu ditemuilah sebuah selokkan kecil lagi kotor,dia mencoba mengalir disana berlumur dosa,bau,berminyak,penuh noda,lalu setelah melalui perjalanan panjang dari selokan kecil dan kotor,air hujan kini sampai di sungai yang sangat besar tapi perjalanan disana juga tidak mudah,banyak batu-batu besar dan sampah yang siap menghadangnya,air hujan berjibaku berjuang keras melawan derasnya arus air bertahun-tahun.
.
Dengan penuh kesabaran menempuh perjalanan disungai begitu lamanya dengan penuh perjuangan dan kesabaran akhirnya sang air hujan pun telah berhasil sampai ditujuan akhir (laut) tidak lagi kotor tidak lagi berdosa suci bersih kembali keasal-muasalnya,dengan perasaan tenang bahagia sunyi dalam damai menyatu kembali dengan air laut.


Wassalam

MENGAPA LIDAH KELU DISAAT AJAL AKAN MENJEMPUT??....


Coba kita amati..
Mengapa kebanyakan orang yg hampir ajal tidak dapat berkata apa- apa..
Lidahnya kelu..keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'..
Diriwayatkan sebuah hadist..
"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika adzan..
jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya."..
Ini jelas menunjukkan kita disarankan agar mendiamkan diri..jangan berkata sewaktu adzan berkumandang,kecuali kita menjawab suara adzan tersebut..
Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati adzan...
 

JIKA LAGU KEBANGSAAN NEGARA BERKUMANDANG,,KITA DIAJARKAN AGAR BERDIRI TEGAK DAN DIAMKAN DIRI..
Lantas Mengapa ketika adzan kita tidak bisa mendiamkan diri..?
''Barang siapa yang berkata-kata ketika adzan..Allah akan kelukan lidahnya ketika sakaratul maut...''
Na'udzubillahimindzalik...
 

Kita takut dengan kelunya lidah kita saat ajal hampir tiba.. kita takut tidak dapat mengucap kalimat "Lailahaillallah.."..
Yang mana siapapun yang dapat mengucapkan kalimat ini ketika nyawanya akan dicabut..Allah dengan izin-Nya menjanjikan syurga untuk mereka...
Karena itu..mari kita sama-sama menghormati adzan..dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu sewaktu nyawa kita hendak dicabut...
"Ya Allah..
 

Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia..
Lancarkan lidah kami mengucapkan kalimah "Lailahaillallah.." sewaktu sakaratul maut menghampiri kami...
Aamiin.. Aamiin.. Aamiin Ya rabbal 'aalamiiin.

EMPAT HUJJAH ALLAH

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM

Rasulullah saw. bersabda,
"Pada Hari Kiamat kelak, ALLAH akan menjadikan empat orang sebagai alasan (ber-hujjah) untuk menghakimi empat golongan manusia yaitu sebagai berikut:
1. ALLAH akan ber-hujjah kepada orang-orang kaya dengan Nabi Sulaiman bin Daud.
1. ALLAH akan ber-hujjah kepada para hamba sahaya dengan Nabi Yusuf.
3. ALLAH akan ber-hujjah kepada orang-orang sakit dengan Nabi Ayyub.
4. ALLAH akan ber-hujjah kepada orang-orang fakir dengan Nabi Isa.

Maksud hadis di atas adalah, ALLAH SWT. pada hari Kiamat akan bertanya kepada orang-orang kaya, "Menhgapa kalian meninggalkan ibadah?" Jika mereka menjawab, "Kami sibuk dengan harta benda yang kami miliki, ALLAH SWT akan ber-hujjah kepada mereka, "Adakah kerajaan yang lebih besar dari kerajaan Nabi Sulaiman?" Adakah orang yang

lebih kaya dari Nabi Sulaiman? Namun demikian, dia tidak meninggalkan ibadah kepada-KU."
Kepada hamba sahaya, ALLAH SWT akan bertanya "Mengapa kalian meninggalkan ibadah kepada-KU?" Jika mereka menjawab, "Kami sibuk melayani majikan kami," ALLAH SWT akan ber-hujjah, "Hamba-KU Nabi Yusuf adalah seorang budak di bawah penguasaan Raja Mesir dan permaisurinya. Namun demikian, dia tetap beribadah kepada-KU."

Kepada orang-orang yang sakit, ALLAH SWT. akan bertanya, "Mengapa kalian meninggalkan ibadah?" Jika mereka menjawab, "Kami sakit," ALLAH SWT. akan ber-hujjah, "Hamba-KU Nabi Ayyub juga pernah sakit parah. Namun demikian, dia tidak meninggalkan ibadah kepada-KU."
Kepada orang-orang fakir, ALLAH SWT. akan bertanya, "Mengapa kalian meninggalkan ibadah?" Jika mereka menjawab, "Kami telah disibukkan dengan susahnya kefakiran hidup," ALLAH SWT. akan ber-hujjah, "Hamba-KU Nabi Isa adalah orang paling fakir di muka bumi ini. Dia tidak memiliki sesuatu pun dari dunia ini. Dia tidak memiliki tempat tinggal, harta, dan istri. Namun demikian, dia tidak meninggalkan ibadah kepada-KU."
Dipetik dari Kitab Nashaihul 'Ibad

Syekh Nawawi al-Bantani


Sabtu, 15 September 2018

Ciri2 Wali.


hendak jadi wali? , ikutilah cara mereka.
Dalam setiap 40 orang yang berdoa, kalau seorang daripadanya itu Wali Allah, insyaAllah akan makbul doa itu. Wali Allah ini tersembunyi dalam kalangan kita, dia takkan mengaku dia seorang Wali, kalau jumpa orang mengaku wali itu dah terang-terang dia itu penipu!, mungkin wali nikah!
Jika melihat mereka, akan mengingatkan kita kepada Allah swt.
Dari Amru Ibnul Jammuh, katanya:
“Ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman: “Sesungguhnya hamba-hambaKu, wali-waliKu adalah orang-orang yang Aku sayangi. Mereka selalu mengingatiKu dan Akupun mengingai mereka.”
Dari Said ra, ia berkata:
“Ketika Rasulullah saw ditanya: “Siapa wali-wali Allah?” Maka beliau bersabda: “Wali-wali Allah adalah orang-orang yang jika dilihat dapat mengingatkan kita kepada Allah.”
Jika mereka tiada, tidak pernah orang mencarinya.
Dari Abdullah Ibnu Umar Ibnu Khattab, katanya:
Hadis riwayat Abu Daud dalam Sunannya dan Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I hal. 6
Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Auliya’ dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilya Jilid I hal 6).
“Pada suatu kali Umar mendatangi tempat Mu’az ibnu Jabal ra, kebetulan ia sedang menangis, maka Umar berkata: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Mu’adz?” Kata Mu’adz: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang paling dicintai Allah adalah mereka yang bertakwa yang suka menyembunyikan diri, jika mereka tidak ada, maka tidak ada yang mencarinya, dan jika mereka hadir, maka mereka tidak dikenal. Mereka adalah para imam petunjuk dan para pelita ilmu.”
Mereka bertakwa kepada Allah.
Allah swt berfirman:
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.. Dan bagi mereka diberi berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat”
Abul Hasan As Sadzili pernah berkata: “Tanda-tanda kewalian seseorang adalah redha dengan qadha, sabar dengan cubaan, bertawakkal dan kembali kepada Allah ketika ditimpa bencana.”
Mereka saling menyayangi dengan sesamanya.
Dari Umar Ibnul Khattab ra berkata:
Hadis riwayat Nasa’i, Al Bazzar dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilyah jilid I hal. 6
Surah Yunus: 62 – 64
Hadisriwayat. Al Mafakhiril ‘Aliyah hal 104
“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya sebahagian hamba Allah ada orang-orang yang tidak tergolong dalam golongan para nabi dan para syahid, tetapi kedua golongan ini ingin mendapatkan kedudukan seperti kedudukan mereka di sisi Allah.”
Tanya seorang: “Wahai Rasulullah, siapakah mereka dan apa amal-amal mereka?” Sabda beliau: “Mereka adalah orang-orang yang saling kasih sayang dengan sesamanya, meskipun tidak ada hubungan darah maupun harta di antara mereka. Demi Allah, wajah mereka memancarkan cahaya, mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak akan takut dan susah.” Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah yang artinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”
Mereka selalu sabar, wara’ dan berbudi pekerti yang baik.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa”Rasulullah saw bersabda:
Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I, hal 5
“Ada tiga sifat yang jika dimiliki oleh seorang, maka ia akan menjadi wali Allah, iaitu: pandai mengendalikan perasaannya di saat marah, wara’ dan berbudi luhur kepada orang lain.”
Rasulullah saw bersabda: “Wahai Abu Hurairah, berjalanlah engkau seperti segolongan orang yang tidak takut ketika manusia ketakutan di hari kiamat. Mereka tidak takut siksa api neraka ketika manusia takut.
Mereka menempuh perjalanan yang berat sampai mereka menempati tingkatan para nabi. Mereka suka berlapar, berpakaian sederhana dan haus, meskipun mereka mampu. Mereka lakukan semua itu demi untuk mendapatkan redha Allah. Mereka tinggalkan rezeki yang halal kerana akan amanahnya. Mereka bersahabat dengan dunia hanya dengan badan mereka, tetapi mereka tidak tertipu oleh dunia.
Ibadah mereka menjadikan para malaikat dan para nabi sangat kagum. Sungguh amat beruntung mereka, alangkah senangnya jika aku dapat bertemu dengan mereka.” Kemudian Rasulullah saw menangis kerana rindu kepada mereka. Dan beliau bersabda: “Jika Allah hendak menyiksa penduduk bumi, kemudian Dia melihat mereka, maka Allah akan menjauhkan siksaNya. Wahai Abu Hurairah, hendaknya engkau menempuh jalan mereka, sebab siapapun yang menyimpang dari penjalanan mereka, maka ia akan mendapati siksa yang berat.”
Mereka selalu terhindar ketika ada bencana.
Dari Ibnu Umar ra, katanya:
“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang diberi makan dengan rahmatNya dan diberi hidup dalam afiyahNya, jika Allah mematikan mereka, maka mereka akan dimasukkan ke dalam syurgaNya. Segala bencana yang tiba akan lenyap secepatnya di hadapan mereka, seperti lewatnya malam hari di hadapan mereka, dan mereka tidak terkena sedikitpun oleh bencana yang datang.”
Rujukan:-
Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Al Auliya’
Hadis riwayat Abu Hu’aim dalam kitab Al Hilya
Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I hal 6
Hati mereka selalu terkait kepada Allah.
Imam Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Kumail An Nakha’i: “Bumi ini tidak akan kosong dari hamba-hamba Allah yang menegakkan agama Allah dengan penuh keberanian dan keikhlasan, sehingga agama Allah tidak akan punah dari peredarannya. . Akan tetapi, berapakah jumlah mereka dan dimanakah mereka berada? Kiranya hanya Allah yang mengetahui tentang mereka.
Demi Allah, jumlah mereka tidak banyak, tetapi nilai mereka di sisi Allah sangat mulia. Dengan mereka, Allah menjaga agamaNya dan syariatNya, sampai dapat diterima oleh orang-orang seperti mereka. Mereka menyebarkan ilmu dan ruh keyakinan. Mereka tidak suka kemewahan, mereka senang dengan kesederhanaan. Meskipun tubuh mereka berada di dunia, tetapi rohaninya membumbung ke alam malakut. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di muka bumi dan para da’i kepada agamaNya yang lurus. Sungguh, betapa rindunya aku kepada mereka.”
Mereka senang bermunajat di akhir malam.
Imam Ghazali menyebutkan: “Allah pernah memberi ilham kepada para siddiq: “Sesungguhnya ada hamba-hambaKu yang mencintaiKu dan selalu merindukan Aku dan Akupun demikian. Mereka suka mengingatiKu dan memandangKu dan Akupun demikian. Jika engkau menempuh jalan mereka, maka Aku mencintaimu. Sebaliknya, jika engkau berpaling dari jalan mereka, maka Aku murka kepadamu. ”
Tanya seorang siddiq: “Ya Allah, apa tanda-tanda mereka?” Firman Allah: “Di siang hari mereka selalu menaungi diri mereka, seperti seorang pengembala yang menaungi kambingnya dengan penuh kasih sayang, mereka merindukan terbenamnya matahari, seperti burung merindukan sarangnya. Jika malam hari telah tiba tempat tidur telah diisi oleh orang-orang yang tidur dan setiap kekasih telah bercinta dengan kekasihnya, maka mereka berdiri tegak dalam solatnya. Mereka merendahkan dahi-dahi mereka ketika bersujud, mereka bermunajat, menjerit, menangis, mengadu dan memohon kepadaKu. Mereka berdiri, duduk, ruku’, sujud untukKu. Mereka rindu dengan kasih sayangKu.
Mereka Aku beri tiga kurniaan: Pertama, mereka Aku beri cahayaKu di dalam hati mereka, sehingga mereka dapat menyampaikan ajaranKu kepada manusia. Kedua, andaikata langit dan bumi dan seluruh isinya ditimbang dengan mereka, maka mereka lebih unggul dari keduanya. Ketiga, Aku hadapkan wajahKu kepada mereka. Kiranya engkau akan tahu, apa yang akan Aku berikan kepada mereka?”
Rujukan:-
Nahjul Balaghah hal 595 dan Al Hilya jilid 1 hal.. 80
Ihya’ Ulumuddin jilid IV hal 324 dan Jilid I hal 358
Mereka suka menangis dan mengingat Allah.
‘Iyadz ibnu Ghanam menuturkan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Malaikat memberitahu kepadaku: “Sebaik-baik umatku berada di tingkatan-tingkatan tinggi. Mereka suka tertawa secara terang, jika mendapat nikmat dan rahmat dari Allah, tetapi mereka suka menangis secara rahsia, kerana mereka takut mendapat siksa dari Allah. Mereka suka mengingat Tuhannya di waktu pagi dan petang di rumah-rumah Tuhannya.
Mereka suka berdoa dengan penuh harapan dan ketakutan. Mereka suka memohon dengan tangan mereka ke atas dan ke bawah. Hati mereka selalu merindukan Allah. Mereka suka memberi perhatian kepada manusia, meskipun mereka tidak dipedulikan orang. Mereka berjalan di muka bumi dengan rendah hati, tidak congkak, tidak bersikap bodoh dan selalu berjalan dengan tenang. Mereka suka berpakaian sederhana. Mereka suka mengikuti nasihat dan petunjuk Al Qur’an. Mereka suka membaca Al Qur’an dan suka berkorban. Allah suka memandangi mereka dengan kasih sayangNya.
Mereka suka membahagikan nikmat Allah kepada sesama mereka dan suka memikirkan negeri-negeri yang lain. Jasad mereka di bumi, tapi pandangan mereka ke atas. Kaki mereka di tanah, tetapi hati mereka di langit. Jiwa mereka di bumi, tetapi hati mereka di Arsy. Roh mereka di dunia, tetapi akal mereka di akhirat. Mereka hanya memikirkan kesenangan akhirat. Dunia dinilai sebagai kubur bagi mereka. Kubur mereka di dunia, tetapi kedudukan mereka di sisi Allah sangat tinggi. Kemudian beliau menyebutkan firman Allah yang artinya: “Kedudukan yang setinggi itu adalah untuk orang-orang yang takut kepada hadiratKu dan yang takut kepada ancamanKu.”
Jika mereka berkeinginan, maka Allah memenuhinya.
Dari Anas ibnu Malik ra berkata: “Rasul saw bersabda: “Berapa banyak manusia lemah dan dekil yang selalu dihina orang, tetapi jika ia berkeinginan, maka Allah memenuhinya, dan Al Barra’ ibnu Malik, salah seorang di antara mereka.”
Ketika Barra’ memerangi kaum musyrikin, para sahabat: berkata: “Wahai Barra’, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda: “Andaikata Barra’ berdoa, pasti akan terkabul. Oleh kerana itu, berdoalah untuk kami.” Maka Barra’ berdoa, sehingga kami diberi kemenangan.
Di medan peperangan Sus, Barra’ berdo’a: “Ya Allah, aku mohon, berilah kemenangan kaum Muslimin dan temukanlah aku dengan NabiMu.” Maka kaum Muslimin diberi kemenangan dan Barra’ gugur sebagai syahid.
Rujukan:-
Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I, hal 16
Keyakinan mereka dapat menggoncangkan gunung.
Abdullah ibnu Mas’ud pernah menuturkan:
“Pada suatu waktu ia pernah membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan”, pada telinga seorang yang pengsan. Maka dengan izin Allah, orang itu segera sedar, sehingga Rasuulllah saw bertanya kepadanya: “Apa yang engkau baca di telinga orang itu?” Kata Abdullah: “Aku tadi membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan” sampai akhir surah.” Maka Rasul saw bersabda: “Andaikata seseorang yakin kemujarabannya dan ia membacakannya kepada suatu gunung, pasti gunung itu akan hancur.”
– Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Al Hilya jilid I hal 7
Selamat menyambut Awal muharram, mulakan awal muharram dgn berdoa berpuasa dari 1 hingga 10 muharram dan menjaga amalan hati zahir batin.

Sabtu, 01 September 2018

Arwah kesadaran Nur Allah & Wali

Penglihatanku tdk ada yg Ada Allah.
Pedengaranku tdk ada yg ada Allah.
Perasaku tdk ada yg ada Allah.
( Rasa = lidah , penciuman , raba dan perasaan hati )
Perkataanku tdk ada yg ada Allah.
Segala yg ada di diriku / pengetahuanku tidak ada yg ada Allah.

Semua pengetahuan yg tampil adalah makhluk , semua makhluk tdk ada karena akan rusak dan binasa.
Allah yg kekal dan abadi , yg awal dan akhir , yg tdk terikat ruang/tempat waktu dan zat / isi.

Nur Allah adalah kesadaran kekal dan abadi yg tdk spt apa apa.
Diri yg sampai kpd kesadaran Nur Allah maka ia tdk akan seperti apa apa , ia musnah dan hilang akan tdk seperti apa apa yg kekal abadi.
Kmd ia akan bangkit krn Allah Maha kuasa dan Maha Pencipta.
Allah Maha melihat , mendengar , merasa dan berbicara , shg Nur Allah mampu mpy raga baru.
Dengan beberapa raga dan bentuk-2 yg berbeda beda bebas berkehendak.

Impian tidurnya manusia dg Kesadaran Nur Allah adalah tdk tidur ia akan selalu sadar , mimpinya tdk akan lupa dg kesadarannya.
Mimpinya nyata dan dalam pengawasan akal sadarnya.
Baik di tempat atau jalan jalan , Kalaulah dia diam ia tetap terjaga.
Walaupun menutup mata , telinganya tetap dengar. Hidungnya tetap membau , Rasa rabanya tetap reflek ada spt biasa.
Perasaan hatinya tetap terjaga dalam istirahat tenangnya masih sadar.

Mampu jalan jalan dg raga baru atau tanpa raga kemana saja kehendak hatinya.
Meninggalkan raganya yg istirahat dlm tidur yg masih terjaga sadar.
Seperti melihat 5 acara televisi bersamaan.
atau spt melakukan makan sambil main game atau sambil ngobrol.

Arwah dalam Keadaan Nur Allah , Langsung bisa kembali dan kekal disisiNya. Dan bisa menemui semua keadaan keadaan Arwah dalam makom makomnya.
Bisa kedunia baik tanpa rupa atau dg rupa apapun.
=========
Raganya yg dikubur bisa hilang , bisa utuh , atau kembali mjd tanah. ( ini juga mrpkan kondisi dari kesadaran Nur Muhammad).
Nah yg bisa hidup lagi keluar dari kubur itu adalah golongan yg atas yaitu Kesadaran Nur Allah yg sangat tinggi.

Ada pula yg mimpi dg dirinya yg tidur yaitu badannya tdk sadar ttp ia keluar dg tubuh baru , mampu melihat , mendengar , merasa dan bicara.
Baik kelihatan wujudnya atau tdk kelihatan wujudnya.
Kesadarannya adalah paling rendah derajatnya jauh di bawah Nabi. Yaitu tdk bisa hidup lagi raganya krn ilmunya dahulu raganya tidur tdk mpy kesadaran terjaga.
Dan Masih banyak makom Golongan yg terperinci krn Sangat Jauh diatas.

Berada di makom Para Waliyullah dan Nabi Rosul.
Derajat Ruhani sir dan sirro sir , yaitu rahasia didalam rahasia.
Keilmuan Wali Kutub yaitu:
1. Kasab
2. Laduni
3. Karomah.
4. Guru Torikoh
Tugasnya adalah utk memantabkan keimanan orang islam dan menyebarluaskan ajaran agama islam.