APA BEDANYA HAWA, NAFSU, DUNIA, SYETAN DAN IBLIS/DAJJAL
1. HAWA Artinya keinginan yang lupa atau lalai kepada Allah menggebu-nggebu mencari dunia sampai lupa kepada Allah tidak melaksanakan perintah Allah. Misalnya mencari dunia sampai lupa tidak dzikir qolbunya tidak sholat dll itu di sebut HAWA.
TAPI Jika kita punya keinginan dan keinginan itu belum terpenuhi tapi qolbu tetep ingat Allah dan menjalankan perintahnya, maka keinginan itu menjadi Iman
2. NAFSU Artinya kita mendapatkan karunia dari Allah berupa Rizki, jabatan dll tapi lupa kepada Allah maka menjadi NAFSU
TAPI bila kita mendapatkan karunia dari Allah berupa rizki, jabatan dll dan kita tetap ingat kepada Allah beribadah kepada Allah, maka menjadi Islam (selamat)
3. DUNIA Artinya apabila memandang alam semesta tetapi lupa kepada Allah yang menciptakan dunia maka menjadi Dunia
TAPI apabila kita memandang alam semesta dan membuat kita menjadi Ingat kepada Allah menjadikan semangat beribadah, maka menjadi TAUHID
4. SYETAN artinya sifat kejahatan maka bila kita menyaksikan kejahatan tapi lupa kepada Allah itulah syetan.
TAPI bila kita menyaksikan kejahatan dan kita tetap ingat kepada Allah bahwa Allah-lah yang memiliki kekuasaan maka menjadi MA'RIFAT
5. IBLIS: Apabila kita diberi Ilmu pengetahuan yang tinggi oleh Allah tapi lupa kepada Allah tidak beribadah kepada Allah, maka menjadi iblis/Dajjal
TAPI apabila diberi Ilmu yang tinggi kemudian di gunakan ilmu itu dijalan Allah taat menjalankan perintahnya, maka menjadi IHSAN/insan kamil yakni manusia yang sempurna menjalankan ilmu Allah di jalan Allah sebagai sarana untuk mencapai ketaqwaan
Maka bila hawa nafsu dunia syetan Iblis itu yang ada di dalam lathifatul Qolbi itu didzikirkan, maka sirnalah penyakit hati itu, maka akan tergantikan di dalam lathifatul qolbunya menjadi IMAN ISLAM IHSAN HAKEKAT MA'RIFAT yaitu hati menjadi tenang/tentram sebagaimana firman Allah SWT
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).
Kalau hati sudah tenang maka akan mendapatkan panggilan
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي (30)
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30).
Hidup pastikan aman tenteram dunia wal akhirat kalau saja kita selalu bertafakur untuk mengingat Allah dan mengingat kehidupat akhirat, minimal 5 menit dalam sehari semalam
Selasa, 21 Februari 2023
HAWA, NAFSU, DUNIA, SYETAN DAN IBLIS/DAJJAL
Berpisah ROH dengan JASAD
Yaitu tatkala berpisah ROH dengan JASAD.
WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN
Artinya : Di dalam dirimu mengapa kamu tidak melihat.
WANAHNU AKRABU ILAIHI MIN HABRIL WARID
Artinya : dan AKU lebih dekat denganmu bahkan AKU lebih dekat daripada urat lehermu.
LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH
Artinya : AKU tidak akan menyembah Allah apabila aku tidak melihatnya terlebih dahulu.
Mereka yang bermakrifat adalah mereka yang melihat ALLAH dengan mata hati, yaitu merasakan Dzahir nya ALLAH. Mereka yang merasakan wujud ALLAH, mereka itu berkekalan lebur dan tenggelam dalam merasakannya. MAKRIFAT adalah pakaian, kalau masih ditingkat faham, itu baru ILMU. belum sampai MA'RIFAT. MA'RIFAT berkaitan dengan Tuan yang punya ILMU itu sendiri. Maka, MA'RIFAT itu lebih dari kenal dan mengalami sendiri seperti kita merasakan manisnya gula dan kenal gula. Oleh karena itu jika kita mendapati rasa gula yang pahit walaupun bentuk gula, maka bukan gula namanya. Oleh karena amanah (Rasa ALLAH) telah diterima, maka adalah menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan janjinya. Dengan kata lain tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan yang punya Rasa ALLAH Ta’ala.
Setelah amanat (Rasa ALLAH) diterima oleh manusia (diri Batin/Roh) untuk tujuan inilah maka ADAM dilahirkan untuk bagi memperbanyak diri, diri penanggung Rasa dan berkembang dari satu abad ke satu abad lain, dari satu generasi ke satu generasi yang lain sampai alam ini mengalami KIAMAT.
DAN RASA ITU KEMBALI KEPADA ALLAH. INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN. Artinya : Kita berasal dari Allah, dan kembali kepada Allah. Maka BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM itu membicarakan segala aspek kejadian JASAD manusia, dalam kaitannya dengan ZATULHAQ.
- Huruf ALIF BATIN yang ada pada permulaan BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM itu menyatakan Hakekat Rasa ALLAH yang ditajalikan dari Alam Gaibul Gaib.
- Huruf BA pada BISMILLAH itu adalah Hakekat dari MANI yang mengandung Rasa ALLAH.
- Huruf SYIN pada BISMILLAH itu adalah Hakikat SPERMA pada MANI yg mengandung diri rasa ALLAH.
- Huruf MIM pada BISMILLAH itu mengisyaratkan pada Af’al MANI (Sperma).
- Huruf ALIF pada BISMILLAH itu adalah Hakekat Saluran Mani melalui batang kemaluan lelaki.
- Huruf LAM pada BISMILLAH itu mengisyaratkan kepada Bekas Mani.
- Huruf HA pada BISMILLAH itu adalah hakekat kemaluan Perempuan.
Hakekat BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM itu adalah Makrifat-nya antara kemaluan lelaki dan perempuan yang menjadi penyampai Rasa ALLAH untuk ditanggung oleh umat manusia.
> M Syukri Ali:
Isi KITAB BARENCONG
(Yg Sebut AKU bkn diri kita Diri ALLAH)
NAMA YANG DIHANTARKAN KEPADAKU NYATA DARI ALLAH
Hancurlah badan timbul hati
Hancurlah hati timbul akal
Hancurlah akal timbul fikir
Hancurlah fikir timbul faham
Hancurlah faham timbul ilmu
Hancurlah ilmu timbul rahasia
Hancurlah rahasia timbul cahaya
Hancurlah cahaya timbul nyawa
Hancurlah nyawa timbul AKU (rahasia) melainkan ujudku yang ada...
TIDAK ADA TUHAN, MELAINKAN TUHAN
TIDAK ADA ENGKAU, MELAINKAN AKU
TIDAK ADA AKU, MELAINKAN ENGKAU
ENGKAU DAN AKU ADALAH ESA
ENGKAU LENYAP...AKU BERNYATA
AKU LENYAP ENGKAU PUN NYATA
ENGKAU DAN AKU telah lenyap didalam kefanaannya,
kefanaan lenyap didalam ke-esaannya Tuhan.....
Keesaan lenyap didalam keqidaman...
Keqidaman lenyap didalam kebaqaan....
Akhirnya fana dan baqa dalam keagungan...
Kini tiada kelihatan lagi makhluknya....
HAMBA dan TUHAN hanyalah asma....
HAMBA itu berarti AKU...
TUHAN itu berarti ALLAH...
HAMBA dan TUHAN adalah Satu...
AKU dan ALLAH juga Satu...
Kalau dihimpunkan menjadi AKU ALLAH...
Lenyap AKU, tinggallah ALLAH...
FANA HURUF ALLAH... timbul lah kosong
Kosong huruf, kosong asma, kosong suara, kosong segala-galanya, dan tidak ada apa-apa,
tiada terhingga....
Akhirnya didalam kekosongan...
Nampak jelas ujud membayang...
Bayangan Allah adalah alam...
Terpandang kepada Allah nampak jelas ujud yang sebenarnya...
Karena ia tiada boleh terpisahkan...
AKULAH YANG BERNAMA CINTA,
AKULAH YANG BERNAMA AL HAQQ,
AKULAH YANG BERNAMA SYURGA
DAN NERAKA ITU... AKULAH YANG BERNAMA
ZATULHAQQ,
SIFATULHAQQ,
ASMAULHAQQ, DAN
AF’ALLUNHAQQ,
HAQUQULHAQ adalah
HAQQ TA’ALA itulah AKU ...
TA’ALA itu namaku yang rahasia didalam alam ini.
RUHULHAQQ RAHSIA HAMBA,
NAMAKU DISEBUT SETIAP SAAT.
Apabila orang menyebut TA’ALA didalam bacaannya, atau dalam hatinya atau dalam DIAMnya...
Maka tersebut samaku didalamnya.
AKULAH TA’ALA ITU, DAN AKULAH RAHASIA ITU.
BERARTI HAMBA ALLAH.
Yang memberi nama yang empunya nama.
HAMBA ALLAH berarti AKU ALLAH
NAMA YANG DIHANTARKAN KEPADAKU NYATA DARI ALLAH
••••••••••••••
Sumber Blog :-
Dr. Haji Awang Harun A.G bin Mokti
Asal :- SHOHIBULQARIB
ISI Dari :-
Kitab Barencong [BABUL HAQ]
Semoga Bermanfaat......... Terima Kasih Semua...........
MURSYID AKAN MEMBIMBING MURIDNYA MELALUI EMPAT LAPISAN ALAM
MURSYID AKAN MEMBIMBING MURIDNYA MELALUI EMPAT LAPISAN ALAM
1. Ruh Jismani berinteraksi dengan alam Mulk
2. Ruh Ruhani berinteraksi dengan alam Malakut
3. Ruh Sulthoni berinteraksi dengan alam Jabarut
4. Ruh Qudsi berinteraksi dengan alam Lahut
Empat Lapisan Jiwa Mikro Yang Terhubung Dengan Alam Makro
1. Shodr : lapisan hati terluar : banyak berhubungan dengan syaitan dan nafsu dunia. Dekat dengan alam Mulk. Dalam bahasa Psikologi disebut Alam Pikiran Sadar. berawal dari JASAD
2. Qolbu : Lapisan hati yang lebih dalam : ibarat pintu/pembatas antara dia dan Allah : pembatas antara urusan dunia dan urusan akhirat. Sering disebut RAS (Retikular Aktivasi System) : Sebuah kritikal area antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Dekat dengan istilah alam malakut. Pertemuan antara alam JASAD dan ALAM RUH.
3. Fuad : Lapisan hati yang paling dalam : Wilayah hati yang pertama kali mendapatkan cahaya via Ruh Ilahi : Cahayanya bisa keluar menerangi jasad jika Qolbunya bersih : hati yang juga membentuk karakter dari luar : atas kebiasaan yang rutin : disebut juga sebagai alam pikiran bawah sadar. Dekat dengan istilah alam Jabarut. berawal dari Alam RUH.
4. Baitullah Jiwa (Sirr). Bukan bagian dari manusia, tapi ada di dalam jiwa manusia. Berada pada wilayah hati paling dalam. Tempat bersemayamnya Ruh dari Allah. Pusat perputaran Thowaf Hati manusia. Tidak ditemukan istilah psikologi yang cukup pantas untuk alam ini. Dalam ilmu tasawuf mungkin cocok disebut sebagai alam Lahut.
DALAM Kitab Tafrihul Khotir Fii Manaqibissayyid Abdul Qodir Zailani disebutkan bahwa ruh itu ada 4 macam. Didalam al-Qur'an pun masalah ruh disinggung dalam surat al-Isro ayat 80 : "Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah : "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".
1. Ruh Mutajamidah. Ruh ini belum memiliki jasad dan berada di alam ruh. Di dalam al-Qur'an surat al-A'raaf ayat 172 Allah berfirman :"....Bukankah Aku ini Tuham-mu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuham kami), Kami menjadi saksi". Ruh ini juga disebut ruh wujud qoblal wujud, ada tapi belum ada di muka bumi.
2. Ruh Mutasyarifah. Ruh ini sudah memiliki jasad. Seperti kita sekarang ini. Karena adanya ruh ini kita bisa melakukan semua aktivitas. Ruh ini juga disebut ruh wujud indal wujud. Orang-orang tertentu dapat berada di tempat berbeda dalam satu waktu, contohnya dalam Manaqib Syekh Abdul Qodir ke-32 disebutkan bahwa : Beliau diundang untuk berbuka puasa pada bulan Romadhon oleh 70 muridnya. Dan Syekh Abdul Qodir memenuhi undangan tersebut, datang ke setiap rumah muridnya padahal beliau berbuka puasa di rumahnya. Didalam kitab Miftahus Shudur disebutkan bahwa Sesungguhnya seorang guru Ma'rifat mengurus semua muridnya dengan perjalanan dzikir. Artinya setiap murid yang mengamalkan TQN SURYALAYA sesuai dengan petunjuknya Pangersa Abah akan selalu dimonitor oleh Pangersa Abah dimanapun dia berada sehingga dia akan diantarkan dengan mudah ke Hadirat Allah.
3. Ruh Mutafarriqoh. Ruh ini sudah keluar dari jasadnya. Jasadnya dikubur dan ruhnya kembali kepada Allah. Ruh ini disebut juda ruh wujud ba'dal wujud. Ruh para Nabi dan Rasul tetap ada. Seperti sewaktu Nabi Muhammad Saw. Isro dan Mi'raj beliau melakukan shalat di Baitul Muqoddas diikuti oleh ruh para Nabi dan Rasul.
4. Ruh Kumal. Ruh ini dimiliki oleh seorang Insan Kamil, Mursyid Kamil Mukammil. Ruh ini bisa menjadi ruh Mutajamidah, ruh Mutasyarifah, ruh Mutafarriqoh.
Didalam kitab Taurat, Nabi Musa As. mengatakan bahwa Allah berfirman : "Musa, Aku akan berikan kepada umat Muhammad dua macam cahaya, yaitu cahaya Romadhon dan cahaya Qur'an. Dengan cahaya Romadhon diharapkan kita bisa meningkatkan puasa kita dari puasa syariat menjadi puasa thareqat dan terakhir menjadi puasa hakikat (ma'rifat) yaitu hati selalu ingat kepada Allah. Qur'an tersurat terdiri dari 30 juz. Sedangkan Qur'an tersirat adalah apa yang ditalqinkan oleh Guru Mursyid kepada kita.
Talqin secara bahasa artinya di bimbing/di tuntun/di gurukan
sama dengan Bai'at dan Ijazah.
1) TALQIN DZIKIR
- Hukumnya. : Fardhu 'Ain/ wajib
- Tempatnya : Majlis Dzikir
- Pemberinya : Guru Mursyid atau orang yang di beri amanah oleh Syaikh Mursyid atau Wakil Talqin
- Materinya : Dzikir jahar لااله الّاالله
Dan Dzikir Khofi ( اسم ذات )
- Waktu : Masih hidup di dunia.
2) TALQIN MAYIT
- Hukumnya : Fardhu Kifayah/sunat
- Tempat : Di atas Makam
- Pemberi : Ustadz/Kiyai/ Sesepuh
atau yang di tuakan
- Materi : Doa dan Nasihat
- Waktu : Sesudah meninggal dunia
Didalam thoriqoh itu ada istilah Talqin Dzikir.
Apa itu talqin dzikir ? Talqin dzikir yaitu menetapkan, memasukan nama Alloh yang pertama, yang 12 huruf ke dalam ruh jismani yang sedang ngontrak di badan dan menetapkan, memasukan ismu dzat sehingga kemanfaatanya menjadi kekal abadi dari dunia sampai akhirat.
Talqin dzikir adalah pengisian satu rahasia dari qolbu Syekh Mursyid kepada qolbu muridnya sehingga qolbu-nya berubah dari lupa kepada Alloh menjadi ingat kepada Alloh. Terjadilah hubungan ikatan bathin antara murid dengan Syekh Murysid-nya dan terus bersambung kepada arwahul masyayikh (para GURU) sampai kepada Rosullulloh SAW dan sampai kepada hadrot Alloh SWT hanya bisa terjadi melalui proses talqin dzikir
Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Miftahus Shudur :
Ketahuilah bahwa ruhani seorang hamba hanya bisa sampai ke hadrot Alloh dengan talqin dan talqin dari seorang Syekh yang diberi izin memberi ijazah yang benar yang sanadnya sampai kepada pemilik thoriqoh, yakni Rosululloh SAW. “Dan adalah dzikir tidak akan memberi manfaat sempurna kecuali dengan ditalqin terlebih dahulu”
Dan seseorang yang telah memperoleh talqin dzikir dari Syekh Mursyid-nya berarti dia telah masuk ke rombongan ahli ruhani (gerbong silsilah agung para Wali Alloh).
Perumpamaan orang yang sudah ditalqin dzikir oleh Syekh Mursyid itu seperti lingkaran mata rantai yang tidak terputus (berhubungan) hingga ke induknya yaitu Rosululloh SAW. Maka ketika induknya ditarik semua lingkaran mata rantai tersebut terbawa. .
Rosululloh SAW bersabda:
Di riwayatkan dari Abu Hurairoh Ra, beliau berkata bahwa Rosululloh SAW telah bersabda “Tuhan kami sangat meridhoi orang-orang yang digiring ke dalam surga dengan membentuk mata rantai (silsilah)”.
Teruntuk guru kami yang mulia assayyidi syeikh ahmad shohibul wafa tadjul arifin ra. Al-fatihah
Kamis, 15 September 2022
Sifat 20
Sifat wajib Allah'SWT ada 20
1-wujud Artinya (Ada)
2-Qidam Artinya (Terdahulu)
3-Baqa Artinya (Kekal)
4-Mukhalafatu lilhawaditsi Artinya (Berbeda Dengan makhluk)
5-Qiyamuhu Binafsihi Artinya (Berdiri Sendiri)
6-wahdaniyah Artinya (Maha Esa)
7-Qudrah Artinya (Maha Kuasa)
8-iradah Artinya (Berkehendak)
9-ilmu Artinya (Maha Tahu)
10-hayat Artinya (Maha hidup)
11-Sama' Artinya (Maha Mendengar)
12-Bashar Artinya (Maha melihat)
13-Kalam Artinya (Maha Berbicara & Berfirman)
14-Qaadiran Artinya (Maha Berkuasa)
15-Muridan Artinya (Maha menghendaki)
16-Aliman Artinya (Maha Mengetahui)
17-Hayyan Artinya (Maha Menghidupkan)
18-Sami'an Artinya (Maha mendengar)
19-Bashiiran Artinya (Maha mengawasi)
20-Mutaklliman Artinya (Maha Berfirman)
Ada berapa kah Sifat mustahil bagi Allah itu?
jawabannya Ada 20 Sifat mustahil bagi Allah mari kita simak
1-Adam Artinya (Mustahil Allah tidak ada)
2-Huduts Artinya (Mustahil Allah Baru)
3-Fana Artinya (mustahil Allah musnah)
4-mumatsalahu lilhawaditsi Artinya (Mustahil Allah menyerupai makhluk
5-itiyahaju ilaa ghairihi Artinya (mustahil Allah membutuhkan kepada lainnya
6-Ta'addud Artinya (Mustahil Allah Terbilang)
7-Ajzun Artinya (Mustahil Allah lemah)
8-karahatun Artinya (Mustahil Allah terpaksa)
9-jahlun Artinya (Mustahil Allah Bodoh)
10-mautun Artinya (mustahil Allah mati)
11-Samamun Artinya (mustahil Allah tuli)
12-amaa Artinya (mustahil Allah buta)
13-Bukmun Artinya (Mustahil Allah bisu)
14-Aajizun Artinya (Mustahil Allah Lemah)
15-kaarihun Artinya (mustahil Allah terpaksa)
16-jaahilun Artinya (mustahil Allah Bodoh)
17-mayitun Artinya (Mustahil Allah yang mati)
18-Ashamman Artinya (Mustahil Allah yang tuli)
19-A'maa Artinya (mustahil Allah yang buta)
20-Abakmu Artinya (mustahil Allah yang bisu)
Sabtu, 03 September 2022
SELEPAS MATI YANG AKAN DITANYA KEPADA ROH
9. SELEPAS MATI YANG AKAN DITANYA KEPADA ROH
Saat mati roh akan keluar daripada jasad. Maka jasad jadi kaku, mata jadi buta, telinga jadi pekak, lidah jadi bisu. Seketika, Allah akan kembalikan semula roh ke dalam jasad di alam barzakh. Maka roh akan ditanya tentang Tauhid & Makrifah.
➡️ Di alam kubur, SOALAN PERTAMA yang ditanya adalah TAUHID & MAKRIFAH terlebih dahulu.
"SIAPA TUHAN KAMU?"
Yang jawab bukan lafaz di mulut tetapi iktikad @ pegangan di dalam hati. Tidak ditanya tentang solat, puasa, sedekah & segala amal ibadah.
Jika kita tidak dapat jawab, roh akan di seksa di alam barzakh hingga yaumil qiamah & soalan-soalan lain tidak akan ditanya walau beribu-ribu amal ibadah yang dilakukan.
Jika boleh jawab maka roh akan di bawa ke langit yang pertama.
➡️ Sampai di LANGIT PERTAMA, roh akan ditanya di pintu langit pertama tentang MENGUMPAT samada ada @ tidak dosa mengumpat yang diharamkan syarak.
Jika ada, roh akan dihumban ke penjara barzakh & diseksa hingga yaumil qiamah.
Jika tidak ada dosa mengumpat, sudah minta maaf & minta redha pada manusia yang diumpat serta bertaubat kepada Allah maka roh akan dibawa ke langit yang ke 2.
➡️ Ditanya pula tentang HUBBUD DUNIA di LANGIT KEDUA samada ada @ tidak cinta dunia dalam ibadah. Mengajar ilmu kepada orang lain kerana mahukan keuntungan @ mengajar kerana mahu mengajak orang kepada Allah.
Jika ibadah semata-mata mencari redha Allah maka roh akan dibawa ke langit ke 3.
➡️ Di LANGIT KETIGA akan ditanya tentang sifat TAKABBUR sepertimana iblis bersifat dengan Nabi Adam.
ADA 3 JENIS TAKABBUR :
▪️Membangga diri kerana merasa dirinya besar.
▪️Bercakap dengan merendah diri dalam keadaan hati merasa dirinya lebih baik dari orang lain.
▪️Bercakap dengan tidak menyebut kebaikan & keburukan diri tetapi di dalam hati merasa diri lebih baik dari orang lain.
Jika ada takabbur, roh akan diseksa hingga yaumil qiamah.
Jika tidak ada takabbur maka roh akan dibawa ke langit ke 4.
➡️ Di LANGIT KEEMPAT di tanya pula tentang UJUB iaitu perasan diri lebih baik dari orang. Lebih kurang dengan takabbur. Ujub tidak membesarkan diri dalam perkataan tetapi dalam perasaan.
Merasa diri sudah selamat dari azab, merasa diri sudah banyak pahala amal & merasa diri sudah cukup ilmu.
Jika ada ujub, roh akan diseksa hingga yaumil qiamah. Jika tidak ada, roh akan dibawa ke langit ke 5.
➡️ Di LANGIT KELIMA akan ditanya tentang penyakit HASAD. Hasad ini memakan pahala-pahala amal.
HASAD TERBAHAGI KEPADA 2 :
▪️Hasad yang baik.
▪️Hasad yang jahat.
Jika punya hasad yang jahat, roh akan dihumban & diseksa hingga yaumil qiamah.
Jika tidak ada, roh akan dibawa ke langit ke 6.
➡️ Di LANGIT KE 6 roh akan ditanya tentang SILATURRAHIM iaitu kasih sayang sesama orang beriman.
Agama ini adalah Agama kasih sayang. Ada @ tidak kita berdendam dengan orang lain. Memaafkan itu lebih mudah. Jika maafkan & bertaubat, pahala yang lama Allah kembalikan semula, dosa itu pula Allah hapuskan.
Jika ada sifat kasih sayang & bersilaturrahim maka roh akan dibawa naik pula ke langit ke 7.
➡️ Di LANGIT KETUJUH roh akan ditanya tentang RIAK & SUM'AH.
Riak adalah beramal untuk menunjuk-nunjuk pada orang.
Sum'ah pula adalah mahu orang lain tahu bahawa dirinya beramal. Jika orang tidak tahu, dia yang akan beritahu.
Sembunyikan amal apabila buat sesuatu ibadah. Lupakan ibadah itu seolah-olah kita tidak pernah membuat apa-apa amal.
Riak & sum'ah menggugurkan pahala amal tetapi sah amalnya. Bermaksud beramal dalam riak & sum'ah itu sah tetapi berdosa kerana riak & sum'ah.
Jika bertaubat akan dapat semula pahala-pahala yang diriakkan & disum'ahkan itu. Jika tidak riak & sum'ah, barulah roh dapat naik ke langit ke 7 & dimasukkan ke tempat rehat.
Dari 1 langit ke 1 langit 500 tahun perjalanannya nisbah perjalanan dunia. Di alam sana masanya berbeza.
Apabila sudah naik ke tempat peraduan iaitu sampai di pintu tempat rehat, ada lagi 1 tempat pertanyaan.
➡️ Kata IMAM AL-GHAZALI, tempat terakhir sebelum masuk ke tempat rehat, akan disoal mengenai IKHLAS.
Ikhlas itu bermaksud tidak mengumpat, tidak hubbud dunia, tidak ujub, tidak takabbur, tidak hasad, hatinya ada kasih sayang sesama orang Islam, tidak ada riak & sum'ah.
Ikhlas bukan lafaz di lidah. Ia seperti Iman.
Iman iaitu pengiktirafan Allah ke atas seseorang yang mengaku akan ketuhanan Allah. Jika benar apa yang ada dalam hati, barulah ia diiktiraf.
MAKSUD IKHLAS :
قُل هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Ayat 1 : "Katakanlah olehmu ya Muhammad, Allah itu Esa"
اللَّهُ الصَّمَدُ
Ayat 2 : "Allah tempat tumpuan"
لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُو لَدۡ
Ayat 3 : "Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan"
وَلَمۡ يَكُنۡ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Ayat 4 : Dan Allah itu tidak ada yang menyerupainya oleh suatupun"
Ayat itu menceritakan tentang Tauhid & Makrifah. Bermakna jika tidak ada Tauhid & Makrifah maka tidak adalah keikhlasan.
Ia dinamakan surah Al-Ikhlas.
Maka wajib menuntut ilmu Tauhid & berjalan menuju Makrifatullah. Mudah-mudahan selamat pada 9 perhentian setelah kita mati.
Jika hilang 7 sifat-sifat mazmumah ini maka sampailah kepada Allah yang dinamakan ARIFBILLAH. Orang ini akan selamat sampai ke destinasi kerehatan di alam barzakh & akan dapat melihat isteri/suami, anak-anak & keturunannya di dunia.
Yang tidak selamat tidak akan dapat melihat kerana menanggung sakit di azab di alam barzakh. Lebih-lebih lagi jika meninggalkan anak-anak yang tidak pernah diajar tentang MAKRIFATULLAH. Itu yang lebih utama.
Menutup aurat tetapi tidak ada Aqidah.
"OUT OF SERVICE".
Ini perbandingan antara orang yang ada Aqidah dengan orang yang tidak ada Aqidah.
Empat Kiblat
Assalamu'alaikum wrwb,
Bismillah,
#Empat Kiblat.
Kiblat tubuh = Syariat itulah Af'al Allah.
Kiblat Hati = Thariqot itulah Asma Allah.
Kiblat Nyawa = Hakekat itulah Sifat Allah.
Kiblat Rahasia = Ma'rifat itulah Dzat Allah.
Tubuh Muhammad itulah alam Insan yaitu Syariat.
Hati Muhammad itulah alam Jisim yaitu Thariqat.
Nyawa Muhammad itulah alam Mitsal yaitu Hakekat.
Rahasia Muhammad itulah alam Ruh yaitu Ma'tifat.
Dzat Allah bathin pd Muhammad rahasia pd kita.
Sifat Allah awal pd Muhammad nyawa pd kita.
Asma Allah akhir pd Muhammad hati pd kita.
Af'al Allah lahir pd Muhammad tubuh pd kita.
Rahasia Muhammad itulah kedzahiran lima sifat Allah yg berlafadz Laa yaitu Ada, Kekal, Dahulu, Berbeda dan Berdiri sendiri.
Nyawa Muhammad itulah kedzahiran enam sifat Allah yg berlafadz Ilaha yaitu Mendengar, Melihat, Berfirman, Sempurna, Penyayang dan Berkehendak.
Hati Muhammad itulah kedzahiran empat sifat Allah yg berlafadz Illa yaitu Suci, Esa, Pemberi dan Penghalang.
Tubuh Muhammad itulah kedzahiran lima sifat Allah yg berlafadz Allah yaitu Hidup, Kuasa, Mulia, Pencipta dan Mengetahui.
Jadi kita yg lahir itu terbit daripada bayang2 kita yg bathin berhuruf dan berlafadz Allah mk untk mengenal diri kita yg bathin yaitu Antal Mautu Qablal Ta'mutu (matikan diri sebelum mati). Jika diri kita yg bathin sdh fana (lupa) mk nyatalah dlm diri kita yg bathin itu juga Muhammad yg mempunyai Tubuh, Hati, Nyawa dan Rahasia ~> Min adaami illa ujuudin wamin ujuudin illa adaamin artinya Dan tiada menjadi ada daripada ada kembali menjadi tiada.
Dzat Allah Nafsiah pd Muhammad Rahasia pd kita.
Sifat Allah Salbiah pd Muhammad Nyawa pd kita.
Asma Allah Ma'ani pd Muhammad Hati pd kita.
Af'al Allah Ma'nawiyah pd Muhammad Tubuh pd kita.
Adapun Muhammad itu adlh Hamba artinya Ilmunya Rahasianya oleh Allah Ta'ala karena Allah adlh nama bagi Dzat yg Wajibal Wujud dan mutlak yakni Bathin Muhammad.
Ta'ala adlh nama bagi sifat yakni Dzikir.
Muhammad jadi Bathin dan Dzikir.
Muhammad itulah yg bernama Allah Ta'ala. Adapun yg terkandung dlm empat sifat itulah, Nafsiah artinya Nyawa kpd kita.
Salbiah artinya kuku, kulit, daging, darah, urat, tulang dan sum sum.
Ma'ani artinya hati, jantung, limpah, paru2 dan empedu.
Ma'nawiyah artinya pendengaran, penglihatan, penciuman, pengrasa dan bersuara.
Dan apabila telah fana sifatnya Hamba mk nyatalah sifat Allah. Dan apabila telah fana sifat Allah mk nyatalah Allah mk disebut Fanaa fillahi wahda nul ujuudi laamaujuudillah.
#Wassalam
Senin, 04 April 2022
HAKEKAT DIRI
Bismillahirohmannirrohim
Assalamualaikum 🙏
Dalam kitab ‘Sirr al-Asrar’ yang berisi kumpulan ajaran Syaikh Abdul Qadir al-Jilani didapati keterangan bahwa pada awalnya manusia dicipta oleh Allah SWT di alam lâhût (alam dimensi ketuhanan). Manusia awal itu adalah manusia yang masih berwujud ruh (jiwa) yang sangat murni, yang disebut rûh al-quds.
Ruh al-Quds dicipta langsung oleh Allah SWT dan didalamnya terkandung disain serta program-program (rencana-rencana) Allah, juga sifat-sifat Allah, yang sifatnya sangat misterius (sirri). Maka Ruh al-Quds disebut juga Sirr (rahasia).
Allah SWT adalah cahaya (QS an-Nûr 24). Ruh al-Quds yang dicipta langsung oleh Sang Cahaya pun mengandung cahaya yang sangat murni, yang memiliki tingkat radiasi sangat tinggi.
Dalam kitab itu juga dikatakan bahwa alam memiliki lapis-lapis dimensional yang berbeda:
Alam Lâhût, alam dimensi ketuhanan.
Alam Jabarût, alam ilmu, ketentuan, rencana dan takdir.
Alam Malakût, alam para malaikat, alam ruh, alam enerji.
Alam Mulki, alam fisik, alam nyata.
Ketika Rûh al-Quds akan diturunkan dari alam lâhût ke alam jabarût ia dibalut lebih dulu dengan lapisan Ruh as-Shulthâny. Sebab kalau tidak, radiasi cahaya Ruh al-Quds yang sangat murni dan teramat kuat itu akan membakar semua yang ada di alam jabarut. Ruh as-Sulthany adalah mantel (hijâb) bagi Ruh al-Quds. Ruh as-Shulthany disebut juga dengan Fuâd.
Lalu Ruh al-Quds (Sirr) yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fu’ad) diturunkan ke alam level-3, yaitu alam malakût. Namun alam malakut lebih materialized daripada alam-alam sebelumnya, dan apa yang ada di dalamnya akan mudah terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds meskipun sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany. Oleh sebab itu sebelum diturunkan ke alam malakut, Ruh al-Quds yang sudah dengan Ruh as-Sulthany, dibalut lagi dengan Rûh ar-Rûhâny. Ruh lapis ketiga ini disebut juga Qalbu.
Selanjutnya Ruh al-Quds (Sirr), yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fuad) dan Ruh ar-Ruhaniyah (Qalbu), diturunkan lagi ke alam level-4 yaitu alam mulki. Inilah alam kosmik yang sekarang dapat kita lihat secara visual dengan mata kepala kita. Alam kosmik wujudnya sangat lahiriah dan dapat dikenali secara empirik (terukur). Namun radiasi cahaya Ruh al-Quds, meski sudah dibalut dengan dua lapis ruh lainnya, masih terlalu tinggi bagi alam ini. Apa yang ada di alam mulki dapat terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds. Untuk itu, sebelum diturunkan ke alam mulki, Ruh al-Quds dibalut lagi dengan lapis ke-3 yaitu Rûh al-Jismâny yang untuk mudahnya sering disebut dengan Rûh saja. Untuk lebih jelasnya lihatlah tabel berikut ini.
AlamRûh(Nafs)
Lâhût Rûh al-Quds Sirr
Jabarût Rûh as-Sulthany Fu’ad
Malakût Rûh ar-Rûhâny Qalbu
Mulki Rûh al-Jismâny Rûh
Diri (nafs) kita yang hakiki dalah diri yang berwujud ruh (jiwa). Tubuh biologis kita hanyalah cangkang atau wadah bagi diri kita yang sesungghnya, yaitu ruh. Di dalam rûh ada qalbu, di dalam qalbu ada fuâd dan di dalam fuad ada sirr. Sirr adalah rahasia. Sirr berisi rahasia-rahasia Allah untuk orang itu berupa sifat-sifat Allah, rencana dan takdir Allah. Sirr terhubung langsung dengan Allah SWT.
Dikenal pula istilah lubb yang jamaknya albâb. Surat Ali Imran ayat 130* menyebut Uli al-Albâb sebagai individu yang selalu berdzikir, berfikir, dan beribadah. Apa arti lubb? Kalau kita menebang sebatang pohon, lalu kita perhatikan penampang potongannya, akan terlihat di bagian tengah dari batang pohon itu ada bagian yang berwarna kecoklatan. Itulah inti dari batang pohon tersebut. Arab menyebutnya lubb.
Qalbu adalah lubb bagi ruh. Intinya ruh adalah qalbu, intinya qalbu adalah fu’ad, dan intinya fuad adalah sirr. Sirr adalah inti dari segala inti, yang mengandung rahasia dari segala rahasia, sehingga disebut Sirr al-Asrar (secret of the secrets). Namun untuk tahap permulaan mempelajari tashawuf cukuplah orang memahami ruh dan intinya saja, yaitu qalbu.
Mudah-mudahan Allah Subhaanahu Wata’aala memberikan taufiq pada kita semua untuk istiqamah dalam agama yang telah dibawa Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam
FITHRAH: Potensi Dasar Spiritualitas Manusia
Spiritualitas manusia berpusat pada qalbu, dan di dalam qalbu manusia sudah ada potensi-potensi spiritual yang merupakan format dasar kemanusiaan. Maka kalau saja manusia selalu mengikuti suara qalbunya, itu pun sudah cukup menyelamatkan diri dan kehidupannya.
Bukankah Rasulullah SAW berpesan kepada Wabishah: ‘istafti nafsaka (qalbak)!’ -
“Wahai Wabishah, mintalah fatwa pada dirimu (qalbumu) sendiri; suatu kebajikan adalah apa yang menenteramkan qalbumu, dan engkaupun tenteram dengannya. Suatu kejahatan adalah apa yang menggelisahkan qalbumu, dan mengguncang dirimu, meskipun orang lain sudah membenarkanmu”.
Masalahnya sekarang adalah qalbu manusia sering lengah dan lalai sehingga mudah terdorong sesat ketika dipengaruhi oleh gejolak hawa nafsu dan terseret oleh godaan iblis/setan. Untuk itulah Allah SWT menurunkan para rasul dengan membawa ajaran agama sebagai pengingat bagi yang lengah, petunjuk bagi yang bingung, penegas bagi yang ragu. Sumber ilmu (informasi) keagamaan adalah kitab suci, tapi faktor utama dalam proses keberagamaan adalah qalbu. Dalam proses hidup beragama kitab suci adalah faktor sekunder. Al-Qur’an pun banyak mengarahkan manusia untuk selalu mendengarkan suara qalbunya.
Hakikat Diri dan Inti Kemanusiaan
Hakekat diri manusia adalah diri yang ruhaniah/spiritual yang sudah tercipta sebelum adanya tubuh biologis (basyar). Ketika manusia masih dalam wujud ruh di alam lahut, ruh merupakan wujud pertama manusia dalam proses penciptaannya sebelum diturunkan ke bumi dan dimasukkan ke dalam tubuh jismaniah (basyar). Allah mempersiapkan basyar (tubuh biologis kebinatangan) hanya sebagai cangkang/wadah bagi si manusia ruhaniah itu.
Inti ruh yang menjadi pusat diri manusia adalah qalbu. Di dalam Bahasa Arab dikenal ada 2 macam qalbu; qalbu jismaniah berupa gumpalan daging yaitu jantung, dan qalbu ruhaniah yang dalam Bahasa Indonesia disebut hati nurani. Di dalam qalbu ruhaniah inilah terletak fithrah (sifat-sifat asli dari Tuhan) berupa kesadaran, perasaan, kecerdasan, iman dan iradah. Jadi, sejak diturunkan dari sisi Allah, si manusia ruhaniah itu qalbunya tidak kosong. Karena di dalam qalbu itu Allah SWT sudah menempatkan potensi-potensi dasar spiritual (fithrah), bibit iman, moralitas, ilmu dan kemerdekaan.
Asal kata Fithrah dan artinya
Apa arti kata fithrah? Sudah menjadi tradisi bahwa setiap tahun, menjelang Hari Raya Idul Fithri kita membayar Zakat Fithrah. Di sini jelas ada 2 kata yang populer yaitu fithri dan fithrah. Kedua kata itu bersumber dari dari satu akar kata yang sama yakni fathara yang mempunyai 2 makna:
* to break out = memecah, membelah; seperti kuncup bunga yang memecah/mekar.
* to originate = muncul, memunculkan.
1. Fathara dalam arti memecah –> fithrun.Fithrun sebagai mudhof ilayh dibaca fithri (lihat idul fithri). Dalam bahasa sehari-hari disebut juga futhur/ifthor, artinya memecah kepuasaan. Contohnya, di malam hari, karena tidur orang bagaikan berpuasa, tidak makan. Maka di pagi hari, makan yang pertama adalah makan yang memecah kepuasaannya. Itu sebabnya ia disebut futhur/ifthar yang artinya makan yang memecah kepuasaan (to break the fast) yang menjadi populer dengan breakfast. Maka idul fithri adalah hari raya memecah (mengakhiri) puasa. Media-media Arab berbahasa Inggris, seperti Arab News dan lain-lain, menyebut Idul Fithri dengan “Fast Breaking Festive”, festival mengakhiri puasa.
Zakatul Fithri atau Shadaqatul Fithri artinya adalah zakat/shadaqah yang harus dibayarkan pada saat orang melaksanakan futhur atau mengakhiri puasa. Hal ini berkaitan dengan hadist Nabi SAW, “Puasa seseorang akan tetap terkatung-katung antara bumi dan langit, belum diterima oleh Allah, sebelum dibayarkan zakatul fithri/shadaqatul fithri”. Di negara tetangga kita seperti Singapura dan Malaysia orang pun menyebutnya zakatul fithri/shadaqah fithri, tapi di Indonesia istilah ini lebih dikenal zakat fithrah.
2. Fathara dalam makna yang kedua: “mencipta pertama kali”Terdapat perbedaan antara khalaqa dengan fathara.Khalaqa (to create): mengadakan sesuatu dari bahan material yang memang sudah ada. Contoh: di alam sudah ada tanah liat, dari tanah liat orang mencipta cangkir porselin. Penciptaan adalah pengadaan sesuatu dari bahan yang memang sudah ada sebelumnya.Fathara (to originate): mengadakan sesuatu dari belum adanya sama sekali. Karena itu fathara lebih dahsyat dari khalaqa, karena mengadakan sesuatu dari belum adanya sama sekali. Di dalam Al-Qurâ’an pun istilah fathara hanya dipergunakan untuk Allah. Misalnya: fatharas samawati wal ardh…
Dari kata fathara yang bermakna to originate itulah terbentuk istilah fithrah (originality). Originality adalah ciri, sifat atau karakter original. Ciri atau sifat sejak sesuatu itu origin, dimunculkan untuk pertama kalinya. Fithrah adalah sifat/karakter yang mengiringi sesuatu sejak penciptaannya pertama kali.
FITHRAH: Sifat-sifat Ketuhanan
Allah SWT berfirman surat Ar-Ruum ayat 30.
“…Fithratallah allatii fatharannaasa ‘alayhaa…”…
Fithrah Allah, yang Dia mencipta manusia berdasarkan fithrah itu. (QS. Ar-Ruum, 30:30)
Bayangkan, Allah mencipta manusia dengan sifat-sifat Allah, karena itulah ketika manusia itu terlahir dalam hadist Nabi dijelaskan:
Maa min mauluudin Illaa yuu ladu ‘alalfithrah
tidak satu pun bayi terlahir kecuali ia di lahirkan berdasarkan FITHRAH
Dan dalam hadist lain yang sangat indah dan sangat populer dikalangan dunia tasawuf:
“Takhallaquu biakhlaqillah”
Berahlaklah kalian dengan ahlak Allah
Bertingkahlah kalian dengan tingkah ke-Allah-an, jadilah kamu ‘seperti’ Allah karena manusia adalah cermin Allah. Karena manusia dihadirkan ke bumi untuk menjadi khalifatullah atau wakil Allah, dan di dalam qalbunya sudah diisikan sifat-sifat Allah, maka hendaknya manusia bertingkah dengan tingkah ke-Allah-an, dengan mewujudkan karakter ke-Allah-an.
FITHRAH: Iman
Cermati sejarah pencarian Tuhan oleh Nabi Ibrahim AS dalam surat Al-Anbiya’: 51-83 dan surat Al-An’am: 74-79.
“Sesungguhnya bibit iman telah turun di pusat qalbu setiap orang..”
Juga dalam surat Al-A`raf ayat 172:
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”.
Allah memberikan bibit Iman, naluri ber-Tuhan yang menggelisahkan orang untuk selalu tertarik, mencari, meneliti, menjelajah, mencoba mengenali Tuhannya. Karena itu di dalam semua budaya, semua bangsa, semua orang tahu akan adanya Tuhan, adanya dia yang misterius itu. Lalu manusia-manusia itu memberi nama / istilah-istilah kepada apa yang disebut Tuhan. Maka muncullah ‘Tuhan’ dengan berbagai bahasa.
FITHRAH: Moralitas, Ilmu dan Kemerdekaan
Moralitas
“Demi diri (manusia) dengan segala kesempurnaannya, lalu Tuhan mengilhamkannya tentang kejahatan dan ketaqwaan.” (QS. Asy-Syams, 91:7-8)
Ilmu dan Kemerdekaan
“…Dia mengilmui Adam dengan nama-nama segalanya…”,(QS. Al-Baqarah, 2:31-34)
“Tinggallah engkau & isterimu di dalam kebun ini dan makanlah segala yang tersedia berlimpah, yang mana saja yang kamu kehendaki…”,(QS. Al-Baqarah, 2:35-38)
Artinya sejak saat itu kepada Adam diberikan masyi’ah / kebebasan berkehendak. You are free to make your own choice, kamu bebas menentukan kehendakmu sendiri.
Seberapa besar kebebasan yang Allah berikan kepada Adam? Kebebasan yang sebebas-bebasnya
Apakah kebebasan itu hanya untuk Adam dan Hawa saja? Sepanjang di dalam kebun itu saja?
Tidak, kebebasan yang Allah berikan adalah kebebasan yang seluas-luasnya, sedemikian luas sampai-sampai seluruh manusia di muka bumi ini bebas bahkan untuk membangkang Allah sekali pun.
“Kalau saja Tuhanmu menghendaki, Dia bisa membuat semua yang ada dimuka bumi beriman kepada Dia…”,(QS. Yunus, 10:99)
“Tidak ada paksaan untuk dalam beragama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus…”,(QS. Al-Baqarah, 2:256)
Muncul pertanyaan, mengapa Allah memberikan kebebasan yang begitu luas kepada manusia sampai-sampai manusia bebas untuk membangkang kepada Allah sehingga manusia berbuat jahat dimuka bumi?
Sebagai wakil Allah yang akan memimpin kehidupan di muka bumi, manusia akan banyak menghadapi problem. Supaya bisa menyelesaikan problem-problem itu maka manusia haruslah merupakan makhluk yang kreatif. Maka supaya bisa kreatif itulah Allah berikan ilmu dan kebebasan karena ilmu dan kebebasan adalah dua bahan baku untuk munculnya kreatifitas.
Kreatifitas, yang berangkat dari ilmu pengetahuan dan kemerdekaan, adalah salah satu dari hal-hal yang paling awal Allah berikan kepada manusia. Dengan ilmu manusia akan menjadi cerdas dan banyak tahu, dan dipadu dengan kemerdekaan kecerdasan berubah menjadi daya cipta yang dahsyat yang menyebabkan peradaban manusia berkembang progressif.
Yang Merusak Fithrah Manusia
1. Hawa Nafsu
2. Iblis
“Wahai Adam, maukah engkau kutunjukkan pada Pohon Keabadian (Status Quo) dan Kejayaan Tanpa Batas (Keserakahan).”(At-Thaahaa, 20:120)
Iblis menyusup ke kebun kelimpahruahan (jannah) dan mengiming-imingi Adam (manusia pertama di bumi) dengan janji Keabadian dan Kejayaan Tanpa Batas dengan cara memakan buah Pohon Terlarang. Rupanya Adam tergiur untuk mendapatkan keabadian dan kejayaan tanpa batas, maka Adam pun memakan buah pohon terlarang itu. Lalu apa yang terjadi?
“…maka nampaklah ‘kemaluan’ mereka berdua, dan keduanya mencari-cari alat untuk menutupinya dengan dedaunan di kebun; Adam telah membelakangi Tuhannya dan sesatlah ia.” (At-Thaahaa, 20:121)
Ketika manusia memperturutkan hasrat keabadian dan keserakahannya maka akan nampaklah segala hal yang memalukan dari dirinya, terkuaklah segala aib yang menghinakannya. Manusia menjadi telanjang dan pakaiannya rontok. Pakaian adalah simbol keberadaban, simbol martabat dan status sosial, yang tiada lagi berguna ketika manusia memperturutkan hasrat keabadian dan keserakahan dengan mengabaikan fithrahnya.
Ketika Allah SWT melarang Adam untuk mendekati pohon terlarang itu bukan karena Allah takut akan tersaingi keabadian dan kejayaanNya, tetapi Allah, dengan teknik learning by doing, sedang memberi pelatihan kepada Adam tentang:
1. Suatu kebebasan bukanlah tanpa batas, harus dikendalikan.
2. Titik lemah manusia adalah hasrat keabadian & keserakahan.
3. Iblis adalah musuh yang nyata.
Adam bertaubat dan memohon ampun, Allah menerima taubat dan mengampuni Adam. Lalu Adam dikeluarkan dari “kebun pelatihan” untuk turun ke bumi relitas untuk menjalani missinya sebagai hamba Allah sekaligus khalifah Allah.
Kesimpulan
Apa saja potensi spiritual (fithrah) yang Allah berikan kepada manusia? Sifat-sifat Allah, Bibit Iman, Moralitas, Ilmu dan Kemerdekaan.
Dimana Allah menempatkan fithrah itu?
Pada qalbu manusia, pusat spiritualitas manusia (hati nurani). Sejak awalnya qalbu manusia tidak pernah kosong.
Apa fungsi fithrah bagi manusia? Sebagai format (image) ketuhanan.
“Sesungguhnya Allah mencipta Adam berdasarkan citra-Nya / image-Nya”(Hadist Qudsi)
Apa yang merusak Fithrah?
Hawa Nafsu dan Iblis.
Hawa nafsu berupa:
Hawa nafsu berupa:
Syahwat perut;
Syahwat kemaluan;
Syahwat kalam;
Syahwat tidur.
Semoga bermanfaat