Laman

Selasa, 21 Februari 2023

PANDANG SATU KEPADA YANG BANYAK PANDANG YANG BANYAK KEPADA YANG SATU

LA HURUFIN WALA SAUTIN
TIADA HURUF TIADA SUARA
INILAH DIA JIBU
ALIF TERBANG INI DIBUNYIKAN MENJADI : A.I.U
(AKU INI HIDUP) ATAU DENGAN LAIN KATA :AKU TUHAN, IA TUHAN, UJUD TUHAN SEMUANYA SIMPUN KEPADA HU ; DAN HU ITU LENYAP
DALAM JIBU, ARTINYA ;TIADA HURUF DAN TIADA SUARA
INILAH AHIR PERJALANAN SEORANG SALIK/ PENUNTUT KAUM SUFI ATAU AHLI PERJALANAN DEMIKIANLAH ADANYA.
______________________________________________________
ZAT =JIBU ,SIFAT =Kenyataan ZAT sifat namanya
ASMA =Kenyataan ZAT,Asma namanya
AF’AL =Kenyataan ZAT Kelakuan namanya
SYAREAT THAREKAT HAQIQAT MA’RIFAT
ALIF ADALAH ZAT
LAM AWAL ADALAH SIFAT
LAM ACHIR ADALAH ASMA
HA ADALAH AF’AL
INILAH YANG BERNAMA ALLAH YANG SEBENARNYA
ALIF KENYATAAN HAYATULLAH ZAT
KAF KENYATAAN ALIMULLAH
BA KENYATAAN KUDRATULLAH
RO KENYATAAN IBADATULLAH
INILAH KEMAHA BESARAN TUHAN ALLAH AZZAWAZALLA
KALAU KITA SIMPUNKAN MENJADI SATU
1. ALLAH : ADALAH NAMA BAGI ZAT YANG WAJIBAL WUJUD
AKBAR : ADALAH NAMA BAGI SIFAT HAYATULLAH ZAT
2. ALLAH : NAMA BAGI BATHIN
ALLAH TA’ALA
AKBAR : NAMA BAGI ZAHIR
JADI YANG SEBENAR-BENARNYA TAKBIR ITU ADALAH :
MENUNJUKKAN KEADAAN ALLAH PADA MUHAMMAD
ARTINYA : ZAHIR TUHAN ADA PADA MUHAMMAD DAN BATHIN MUHAMMAD ADA DI TUHAN
BER-ARTI : YANG MENYEMBAH JUGA YANG DISEMBAH
MAKA YANG BERLAKU DALAM KEADAAN SEMBAHYANG ITUADALAH RAHASIA ALLAH SEMATA-MATA
DALILNYA : LAYA’ BUDULLAH ILLALLAHARTINYA : TIADA YANG MENYEMBAH ALLAH, HANYA ALLAH
________________________________________________________
NAIKNYA NAFAS SHIFAT
TURUNNYA NAFAS ZAT
HILANGNYA NAFAS ASMA
NAIKNYA NAFAS, BUKAN HURUF
TURUNNYA NAFAS, BUKAN SUARA
ATAU PUN DENGUNG
LENYAPNYA NAFAS TURUNYA NAFAS NAIKNYA NAFAS
BERSATUNYA NAFAS.
A I U = AKU INI HIDUP
LA HURUFIN WALA SAUTIN.
TIADA HURUF TIADA SUARA TIADA KATA-KATA.
KUDRAT,ILMU,IRADAT,HAYAT,SAMA,KALAM.
SHIFAT 7,BASAR INSAN.INSAN IMAN,RAHASIA ISLAM
NYATA TAUHID,HATI MA’RIFAT,ZATTUBUH MA’RIFAT
AF’AL
SIFAT
ASMA
LAISA
TA’ALA SANI TA’AIN AWAL LA TA’AIN
ROH IDHOFI UJUD IDHOFI ALLAH
RAHASIA SIR ZAT
ROH ROH
NYAWA
PENGRASA PENGLIHAT PENDENGAR PENCIUM
KAKI PUSAT DADA KEPALA
Maghrib Ashar Zohor Subuh
ISYA : meliputi seluruhnya ataupun dengan kata lain zahir bathinNYAWA ADAMSAREAT : TUBUH
TAREQAT : HATI
HAQIQAT : RUH
MA’RIFAT : RAHASIA NYAWA MUHAMMADFANA MUHAMMAD
PADA ALLAH
NUR MUHAMMAD = NUR ALLAH
HA DAN ALLAH“WAL AWAL WAL ACHIR”NAH : INILAH ZIKIR MARIFAT ATAU RAHASIA (SEMPURNA) KENAL DAN MENGENAL
HA ALIF
TIDAK BERHURUF TIDAK BERSUARA DAN TIDAK ADA KATA-KATA.
AKU ADALAH AKU DALAM SEGALA HAL
________________________________________________________
Tidak akan diucapkan kalimat AKU : melainkan oleh orang yang berkawan dengan kelengahan dan oleh setiap orang yang terhijab oleh hakikat. Tidaklah semuanya benar bagi orang yang ber-AKU-AKU. Engkau berani mengatakan AKU ; sedang engkau masih terhijab/terdidinding dari padaku. Pesona dunia ini masih mencekam dirinya (dirimu), masing-masing akan menyambar dirimu dengan seruan kepad zat dirimu, engkau saja masih didalam kegaiban yang kelam daripadaku. Maka apabila engkau telah melihat AKU; dan akupun telah bernyata dihadapanmu, maka tetapkanlah keteguhanmu, maka tiada Aku lagi, melainkan aku.
________________________________________________________
Telah kuciptakan atau kuadakan untukmu dan untuk sesuatu menjadi tujuan ; antara lain tujuan itu ialah ; CINTAMU KEPADA DIRIMU SENDIRI.
Itulah tetesan waham atau kalimat yang engkau warisi. Kata-kata Aku adalah egomu sendiri ; Aku berlepas diri dari anggapan yang demikian. Dan tidak lain ZAT itu, melainkan kepunyaanku jua. Dan tidak lain AKU itu, kecuali hanya untukmu semata.
Akulah yang dia itu : dan adapun hakikatmu itu bukanlah pula persoalan. Hanya sesungguhnya engkau berada pada pembagian yang bersifat waham atau dugaan saja (sangka-sangka).
Hal ini disebabkan karena caramu berfikir dan pencapaianmu pada pendakian jiwa dan persoalan. Engkau dalam setiap saat terbagi kepada : “menyaksikan dan disaksikan
_________________________________________________________
Dua menjadi satu dalam bentuk perjodohan. Jiwa yang mencapai dan persoalan yang dicapai. Adapun hakikatnya sendiri tersembunyi jauh dibalik perjodohan itu, meninggi atasnya, jauh dari segala itu semuanya. Sekarang engkau bukan lagi ZAT dan perjodohan; tetapi engkau hanyalah RUH dari RUHKU, tiada nisbah bagimu melainkan padaku. Engkau tidak mengungkapkan hakikat ini, kecuali dikala terangkat daripadamu tirai penutup dan engkau memandangku ketika itulah engkau telah lenyap dari pada dirimu yang berjodohan yang bersifat serba duga/waham (sangka-sangka).
Dirimu yang sebenarnya yang bukan ZAT dan bukan pula dari persoalan. Tetapi hanya engkau semurni-murni RUH yang tidak terbagi-bagi atau JAUHAR, meninggi, tidak nisbah melainkan kepadaku. Maka engkau tidak lagi mengulangi mengata AKU.
_________________________________________________________
Melainkan engkau mengatakan “ENGKAU TUHANKU”
Akumu itu adalah rahasiaku jua adanya. Sebab telah engkau ketahui, bahwa AKU adalah untukmu semata. Dan sekarang engkau adalah hambaku, Hai hambaku.
Jika engkau sudah melihatku, maka tiada lagi engkau dan apabila engkau telah tiada, maka tiada lupa ada tuntutan dan apabila tiada tuntutan hilanglah sebab, dan bila sebab telah lenyap tiada lagi nisbah, sampai disini sirnalah hijab.
CINTA MUTLAK
Cinta hakiki tak mau dibelah dua, dia tetap satu, dia rahasia. Inilah akidah/pendirian seorang sumber segala akal yang mengatur alam ini, yang terbit daripadany karena se-mata-mata limpahan dan anugerah.
_________________________________________________________
Puncak segala akal ialah aqlul faal atau akal pembuat dan dialah yang mengatur bumi dann segala yang ada dalam bentuknya yang tetap. Dan dialah masdar atau tempat timbul jiwa insane. Oleh karena jiwa-jiwa itu senantiasa ingin hendak kembali kepadanya maka apabila manusia menyediakan dirinya untuk belajar dan menuntut dan merenungi dan tidak puas-puas/ tidak bosan-bosan menyediakan sedalam-dalamnya, niscaya akan beroleh dia akan kebahagiaan yang dimiliki orang lainnya yaitu dengan ma’rifatul kamilat atau pengetahuan yang sempurna. Dan hakikat mujaradat atau hakikat semata, sampai tercapai pertemuan dengan al aqlul faal. Permulaan dan kesedahan ujud adalah ALLAH. Diatasnya tidak ada apa-apa lagi, walaupun Adam dia jadi sendirinya dan tidak berkehendak kepada penciptanya/pencipta lainnya buat menciptakan dirinya. Karena demikian timbullah bertali-tali dan berlingkar-lingkar yang tiada putus-putusnya. Kainat atau segala yang ada, yang lainnya adalah mashor atau kenyataan daripada adanya, daripada ilmunya dan iradatnya. Dan daripadanyalah terambil hayat seluruhnya. Memang alam itu adalah mendatang atau ardi. Sebab itu yang ada itu hanya satu pada hakikatnya. Bahkan dialah ujud semata, kainat yang Nampak. Jadi fahamnya kembali kepada keesaan ujud jua.
_______________________________________________________
Beramal bukan ingin sorga dan bukan pahala takut akan neraka
Tetapi karena CINTA. Dan yang ada dalam diri sendiri.
Karena itu adalah tumpahan segala cinta. Jadi siapa-siapa yang telah sampai kepada cinta hakiki atau cinta mutlak atau cinta qudus, maka mereka berhak disebut INSAN KAMIL, atau dengan kata lain, MUHAMMAD INSAN KAMIL.
Muhammad insan kamil itu ialah: orang yang ber-akhlak dengan akhlak Allah. Orang yang bersifat dengan sifat Allah. Orang yang berakal dengan akal Allah. Orang yang berbuat dengan perbuatan Allah. Orang yang berpandangan dengan pandangan Allah.
______________________________________________________
Semuanya demi Allah, bukan demi itu dan ini.
Orang yang seperti ini pandangannya hanya satu ialah : SEMUA ITU ALLAH DAN ALLAH ITU SEMUANYA.
Inilah yang hamba maksud dengan: PANDANG SATU KEPADA YANG BANYAK PANDANG YANG BANYAK KEPADA YANG SATU DIMANA ENGKAU MENGHADAP DI SITU ADA WAJAH (ALLAH) Inilah jugak yang Hamba maksudakn:Pana Dalam CAHAYA Lebur dlm Api.

RAHASIA TITIK "BA" PADA LAFADZ

BISMILLAAHIR-ROHMAANIR-ROHIIM

Saya sarankan, sebaiknya yang tidak suka dengan ilmu Haqiqat Ma'rifat jangan membaca artikel ini.

Asal usul kejadian Diri adalah sebuah mata rantai kejadian DIRI. memiliki suatu urutan proses kejadian, ini penting untuk diketahui. Karena siapa kenal dirinya akan kenal TUHANnya, dan awal dari kenal diri itu mesti kenal asal usul adanya diri, asal usul ini adalah gambaran dzahir, yang menggambarkan sebuah gambaran hakiki tentang keberadaannya.
Pertama yang mesti diketahui adalah tentang "AIR KEHIDUPAN". Atau Tirta Maya, atau Air Maya, atau yang lebih masyhur dikalangan 'arif Billah adalah dengan julukan MAA'UL HAYAT atau AIR KEHIDUPAN.

AIR KEHIDUPAN ada di OTAK manusia, adanya di hipotalamus, yaitu OTAK primitif manusia, berada ditengah kepala dibawah otak besar. ditempat yang disebut sebagai "NUN" yaitu mangkuk/wadah dari air kehidupan.

AIR KEHIDUPAN adalah hulu dari ke-5 bayangan diri, bayangan itu adalah 5 inderawi. AKAL itu memancar melalui telaga air kehidupan itu. ("sebelumnya DIA bertahta diatas air”) dari air kehidupan itu, maka turunlah dalam satu sel- sel tunggal, yaitu sel hidup, yang mengandung kehidupan, berupa RUH NABATIAH dan RUH HEWANIAH. turun menuju alat kelamin pria, melalui tulang belakang dalam waktu 42 hari. setelah mencapai testis (buah dzakar) pria, sel sel tunggal yg mengandung ruh nabatiah dan hewaniah itu diproses, dibungkus dgn sel-sel lainnya membentuk semen (sperma yg blm jadi), disebut juga MADA. MADA/semen akan matang dalam kisaran 3-4 hari didalam testis, lalu dikeluarkan dalam hubungan intim pria-wanita.

Ketika MADA keluar melalui saluran menuju batang penis disebut MADI.
Ketika berada diujung batang penis disebut MANI.
Ketika disemburkan keluar disebut MANIKAM.

MAA'UL HAYAT ~> MADA ~> MADI ~> MANI ~> MANIKAM.

PENIS itu adalah sebuah umpama dari AL-QOLAM (pena)
MANIKAM adalah umpama tintanya, untuk menuliskan kalimat ROBBmu. yaitu MUHAMMAD.
PENIS yang tegak gambaran "ALIF".
Alat kelamin wanita gambaran "BA", dan
TITIK dibawah "BA" itu gambaran lubang peranakannya.

"BA" itu adalah tempat penyimpanan khasanah. Ketika MANIKAM dipancarkan, masuk kedalam rahim wanita, itulah dituliskan kalimat TUHANmu dengan tinta itu, yaa MUHAMMAD, engkau jualah MUHAMMAD itu, apakah engkau tidak mengingatnya??...

Dalam persetubuhan itu pria wanita mendesah dalam “AH.....AH.....AH". "AH" adalah dzikir Rasa, maksudnya adalah luapan bagi sebuah TAJALLI dan penyatuan dari ALLAH dan MUHAMMAD. ~> "AH" adalah pujinya Rasa, yaitu Rasa yang memuji diriNYA sendiri.

Setelah MANIKAM (sperma) menjadi janin, dan usia janin 99 hari, maka mulailah sempurna kejadian OTAK janin, dan siap menerima limpahan RUH insaniah. maka ditiupkanlah RUHnya, lalu diambil persaksian bagi jiwa sang janin itu.

"alastubirobbikum??" "balaa syahidna".
Bukankah AKU robbmu??, benar saya bersaksi. QS Al-Araf 172.

Sampai engkau sempurna kejadianmu, dan keluar dari perut ibumu, menjadi seperti sekarang ini.

Lalu menjadi "LUPA", makanya engkau diperintah untuk ZIKIR (ingat), ingat bagaimana engkau bisa ada didunia ini, seperti itulah asal usul kehadiranmu, engkau sebenarnya adalah “MUHAMMAD". Hanya saja tak memiliki SAW, tak memiliki sholawat dariNYA, disebabkan karena engkau hidup dalam keadaan lupa.

AWALUDIN MA’RIFATULLAH
Artinya : Awal agama mengenal ALLAH.

LAYASUL SHALAT ILLA BIL MA’RIFAT
Artinya : Tidak sah shalat tanpa mengenal ALLAH.

MAN ARAFA NAFSAHU FAQAD ARAFA RABBAHU
Artinya : Barang siapa mengenal dirinya dia mengenal Tuhannya.

Firman ALLAH dalam hadits Qudsi :
AL-INSAANU SIRRI WA-ANA SIRRUHU
Artinya : Manusia itu RasaKU dan AKUlah yang menjadi Rasanya.

Jadi yang dinamakan MANUSIA itu ialah karena ia mengenal Rasa. Dengan perkataan lain MANUSIA itu mengandung Rasa ALLAH. Karena manusia menanggung Rasa ALLAH maka manusia harus berusaha mengenal dirinya, dan dengan mengenal dirinya manusia akan dapat mengenal Tuhannya, sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada Yang Punya Diri pada waktu dipanggil oleh ALLAH SWT. 

HAWA, NAFSU, DUNIA, SYETAN DAN IBLIS/DAJJAL

APA BEDANYA HAWA, NAFSU, DUNIA, SYETAN DAN IBLIS/DAJJAL

1. HAWA Artinya keinginan yang lupa atau lalai kepada Allah menggebu-nggebu mencari dunia sampai lupa kepada Allah tidak melaksanakan perintah Allah. Misalnya mencari dunia sampai lupa tidak dzikir qolbunya tidak sholat dll itu di sebut HAWA.
TAPI Jika kita punya keinginan dan keinginan itu belum terpenuhi tapi qolbu tetep ingat Allah dan menjalankan perintahnya, maka keinginan itu menjadi Iman

2. NAFSU Artinya kita mendapatkan karunia dari Allah berupa Rizki, jabatan dll tapi lupa kepada Allah maka menjadi NAFSU
TAPI bila kita mendapatkan karunia dari Allah berupa rizki, jabatan dll dan kita tetap ingat kepada Allah beribadah kepada Allah, maka menjadi Islam (selamat)

3. DUNIA Artinya apabila memandang alam semesta tetapi lupa kepada Allah yang menciptakan dunia maka menjadi Dunia
TAPI apabila kita memandang alam semesta dan membuat kita menjadi Ingat kepada Allah menjadikan semangat beribadah, maka menjadi TAUHID

4. SYETAN artinya sifat kejahatan maka bila kita menyaksikan kejahatan tapi lupa kepada Allah itulah syetan.
TAPI bila kita menyaksikan kejahatan dan kita tetap ingat kepada Allah bahwa Allah-lah yang memiliki kekuasaan maka menjadi MA'RIFAT

5. IBLIS: Apabila kita diberi Ilmu pengetahuan yang tinggi oleh Allah tapi lupa kepada Allah tidak beribadah kepada Allah, maka menjadi iblis/Dajjal
TAPI apabila diberi Ilmu yang tinggi kemudian di gunakan ilmu itu dijalan Allah taat menjalankan perintahnya, maka menjadi IHSAN/insan kamil yakni manusia yang sempurna menjalankan ilmu Allah di jalan Allah sebagai sarana untuk mencapai ketaqwaan

Maka bila hawa nafsu dunia syetan Iblis itu yang ada di dalam lathifatul Qolbi itu didzikirkan, maka sirnalah penyakit hati itu, maka akan tergantikan di dalam lathifatul qolbunya menjadi IMAN ISLAM IHSAN HAKEKAT MA'RIFAT yaitu hati menjadi tenang/tentram sebagaimana firman Allah SWT
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Kalau hati sudah tenang maka akan mendapatkan panggilan
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي (30)
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30).

Berpisah ROH dengan JASAD

Yaitu tatkala berpisah ROH dengan JASAD.

WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN
Artinya : Di dalam dirimu mengapa kamu tidak melihat.

WANAHNU AKRABU ILAIHI MIN HABRIL WARID
Artinya : dan AKU lebih dekat denganmu bahkan AKU lebih dekat daripada urat lehermu.

LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH
Artinya : AKU tidak akan menyembah Allah apabila aku tidak melihatnya terlebih dahulu.

Mereka yang bermakrifat adalah mereka yang melihat ALLAH dengan mata hati, yaitu merasakan Dzahir nya ALLAH. Mereka yang merasakan wujud ALLAH, mereka itu berkekalan lebur dan tenggelam dalam merasakannya. MAKRIFAT adalah pakaian, kalau masih ditingkat faham, itu baru ILMU. belum sampai MA'RIFAT. MA'RIFAT berkaitan dengan Tuan yang punya ILMU itu sendiri. Maka, MA'RIFAT itu lebih dari kenal dan mengalami sendiri seperti kita merasakan manisnya gula dan kenal gula. Oleh karena itu jika kita mendapati rasa gula yang pahit walaupun bentuk gula, maka bukan gula namanya. Oleh karena amanah (Rasa ALLAH) telah diterima, maka adalah menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan janjinya. Dengan kata lain tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan yang punya Rasa ALLAH Ta’ala.

Setelah amanat (Rasa ALLAH) diterima oleh manusia (diri Batin/Roh) untuk tujuan inilah maka ADAM dilahirkan untuk bagi memperbanyak diri, diri penanggung Rasa dan berkembang dari satu abad ke satu abad lain, dari satu generasi ke satu generasi yang lain sampai alam ini mengalami KIAMAT.
DAN RASA ITU KEMBALI KEPADA ALLAH. INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN. Artinya : Kita berasal dari Allah, dan kembali kepada Allah. Maka BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM itu membicarakan segala aspek kejadian JASAD manusia, dalam kaitannya dengan ZATULHAQ.

- Huruf ALIF BATIN yang ada pada permulaan BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM itu menyatakan Hakekat Rasa ALLAH yang ditajalikan dari Alam Gaibul Gaib.

- Huruf BA pada BISMILLAH itu adalah Hakekat dari MANI yang mengandung Rasa ALLAH.

- Huruf SYIN pada BISMILLAH itu adalah Hakikat SPERMA pada MANI yg mengandung diri rasa ALLAH.

- Huruf MIM pada BISMILLAH itu mengisyaratkan pada Af’al MANI (Sperma).

- Huruf ALIF pada BISMILLAH itu adalah Hakekat Saluran Mani melalui batang kemaluan lelaki.

- Huruf LAM pada BISMILLAH itu mengisyaratkan kepada Bekas Mani.

- Huruf HA pada BISMILLAH itu adalah hakekat kemaluan Perempuan.

Hakekat BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM itu adalah Makrifat-nya antara kemaluan lelaki dan perempuan yang menjadi penyampai Rasa ALLAH untuk ditanggung oleh umat manusia. > M Syukri Ali: Isi KITAB BARENCONG

(Yg Sebut AKU bkn diri kita Diri ALLAH)

NAMA YANG DIHANTARKAN KEPADAKU NYATA DARI ALLAH

Hancurlah badan timbul hati
Hancurlah hati timbul akal
Hancurlah akal timbul fikir
Hancurlah fikir timbul faham
Hancurlah faham timbul ilmu
Hancurlah ilmu timbul rahasia
Hancurlah rahasia timbul cahaya
Hancurlah cahaya timbul nyawa
Hancurlah nyawa timbul AKU (rahasia) melainkan ujudku yang ada...

TIDAK ADA TUHAN, MELAINKAN TUHAN
TIDAK ADA ENGKAU, MELAINKAN AKU
TIDAK ADA AKU, MELAINKAN ENGKAU
ENGKAU DAN AKU ADALAH ESA
ENGKAU LENYAP...AKU BERNYATA
AKU LENYAP ENGKAU PUN NYATA
ENGKAU DAN AKU telah lenyap didalam kefanaannya,

kefanaan lenyap didalam ke-esaannya Tuhan.....
Keesaan lenyap didalam keqidaman...
Keqidaman lenyap didalam kebaqaan....
Akhirnya fana dan baqa dalam keagungan...
Kini tiada kelihatan lagi makhluknya....

HAMBA dan TUHAN hanyalah asma....
HAMBA itu berarti AKU...
TUHAN itu berarti ALLAH...
HAMBA dan TUHAN adalah Satu...
AKU dan ALLAH juga Satu...
Kalau dihimpunkan menjadi AKU ALLAH...
Lenyap AKU, tinggallah ALLAH...
FANA HURUF ALLAH... timbul lah kosong
Kosong huruf, kosong asma, kosong suara, kosong segala-galanya, dan tidak ada apa-apa,
tiada terhingga....

Akhirnya didalam kekosongan...
Nampak jelas ujud membayang...
Bayangan Allah adalah alam...
Terpandang kepada Allah nampak jelas ujud yang sebenarnya...
Karena ia tiada boleh terpisahkan...

AKULAH YANG BERNAMA CINTA,
AKULAH YANG BERNAMA AL HAQQ,
AKULAH YANG BERNAMA SYURGA

DAN NERAKA ITU... AKULAH YANG BERNAMA
ZATULHAQQ,
SIFATULHAQQ,
ASMAULHAQQ, DAN
AF’ALLUNHAQQ,
HAQUQULHAQ adalah
HAQQ TA’ALA itulah AKU ...
TA’ALA itu namaku yang rahasia didalam alam ini.

RUHULHAQQ RAHSIA HAMBA,
NAMAKU DISEBUT SETIAP SAAT.

Apabila orang menyebut TA’ALA didalam bacaannya, atau dalam hatinya atau dalam DIAMnya...

Maka tersebut samaku didalamnya.
AKULAH TA’ALA ITU, DAN AKULAH RAHASIA ITU.

BERARTI HAMBA ALLAH.
Yang memberi nama yang empunya nama.

HAMBA ALLAH berarti AKU ALLAH
NAMA YANG DIHANTARKAN KEPADAKU NYATA DARI ALLAH

••••••••••••••


Sumber Blog :-
Dr. Haji Awang Harun A.G bin Mokti
Asal :- SHOHIBULQARIB




ISI Dari :-
Kitab Barencong [BABUL HAQ]

Semoga Bermanfaat......... Terima Kasih Semua...........

MURSYID AKAN MEMBIMBING MURIDNYA MELALUI EMPAT LAPISAN ALAM

 MURSYID AKAN MEMBIMBING MURIDNYA MELALUI EMPAT LAPISAN ALAM

1. Ruh Jismani berinteraksi dengan alam Mulk

2. Ruh Ruhani berinteraksi dengan alam Malakut

3. Ruh Sulthoni berinteraksi dengan alam Jabarut

4. Ruh Qudsi berinteraksi dengan alam Lahut


Empat Lapisan Jiwa Mikro Yang Terhubung Dengan Alam Makro


1. Shodr : lapisan hati terluar : banyak berhubungan dengan syaitan dan nafsu dunia. Dekat dengan alam Mulk. Dalam bahasa Psikologi disebut Alam Pikiran Sadar. berawal dari JASAD


2. Qolbu : Lapisan hati yang lebih dalam : ibarat pintu/pembatas antara dia dan Allah : pembatas antara urusan dunia dan urusan akhirat. Sering disebut RAS (Retikular Aktivasi System) : Sebuah kritikal area antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Dekat dengan istilah alam malakut. Pertemuan antara alam JASAD dan ALAM RUH.


3. Fuad : Lapisan hati yang paling dalam : Wilayah hati yang pertama kali mendapatkan cahaya via Ruh Ilahi : Cahayanya bisa keluar menerangi jasad jika Qolbunya bersih : hati yang juga membentuk karakter dari luar : atas kebiasaan yang rutin : disebut juga sebagai alam pikiran bawah sadar. Dekat dengan istilah alam Jabarut. berawal dari Alam RUH.


4. Baitullah Jiwa (Sirr). Bukan bagian dari manusia, tapi ada di dalam jiwa manusia. Berada pada wilayah hati paling dalam. Tempat bersemayamnya Ruh dari Allah. Pusat perputaran Thowaf Hati manusia. Tidak ditemukan istilah psikologi yang cukup pantas untuk alam ini. Dalam ilmu tasawuf mungkin cocok disebut sebagai alam Lahut. 


DALAM Kitab Tafrihul Khotir Fii Manaqibissayyid Abdul Qodir Zailani disebutkan bahwa ruh itu ada 4 macam. Didalam al-Qur'an pun masalah ruh disinggung dalam surat al-Isro ayat 80 : "Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah : "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".


1. Ruh Mutajamidah. Ruh ini belum memiliki jasad dan berada di alam ruh. Di dalam al-Qur'an surat al-A'raaf ayat 172 Allah berfirman :"....Bukankah Aku ini Tuham-mu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuham kami), Kami menjadi saksi". Ruh ini juga disebut ruh wujud qoblal wujud, ada tapi belum ada di muka bumi.


2. Ruh Mutasyarifah. Ruh ini sudah memiliki jasad. Seperti kita sekarang ini. Karena adanya ruh ini kita bisa melakukan semua aktivitas. Ruh ini juga disebut ruh wujud indal wujud. Orang-orang tertentu dapat berada di tempat berbeda dalam satu waktu, contohnya dalam Manaqib Syekh Abdul Qodir ke-32 disebutkan bahwa : Beliau diundang untuk berbuka puasa pada bulan Romadhon oleh 70 muridnya. Dan Syekh Abdul Qodir memenuhi undangan tersebut, datang ke setiap rumah muridnya padahal beliau berbuka puasa di rumahnya. Didalam kitab Miftahus Shudur disebutkan bahwa Sesungguhnya seorang guru Ma'rifat mengurus semua muridnya dengan perjalanan dzikir. Artinya setiap murid yang mengamalkan TQN SURYALAYA sesuai dengan petunjuknya Pangersa Abah akan selalu dimonitor oleh Pangersa Abah dimanapun dia berada sehingga dia akan diantarkan dengan mudah ke Hadirat Allah.


3. Ruh Mutafarriqoh. Ruh ini sudah keluar dari jasadnya. Jasadnya dikubur dan ruhnya kembali kepada Allah. Ruh ini disebut juda ruh wujud ba'dal wujud. Ruh para Nabi dan Rasul tetap ada. Seperti sewaktu Nabi Muhammad Saw. Isro dan Mi'raj beliau melakukan shalat di Baitul Muqoddas diikuti oleh ruh para Nabi dan Rasul.


4. Ruh Kumal. Ruh ini dimiliki oleh seorang Insan Kamil, Mursyid Kamil Mukammil. Ruh ini bisa menjadi ruh Mutajamidah, ruh Mutasyarifah, ruh Mutafarriqoh.


Didalam kitab Taurat, Nabi Musa As. mengatakan bahwa Allah berfirman : "Musa, Aku akan berikan kepada umat Muhammad dua macam cahaya, yaitu cahaya Romadhon dan cahaya Qur'an. Dengan cahaya Romadhon diharapkan kita bisa meningkatkan puasa kita dari puasa syariat menjadi puasa thareqat dan terakhir menjadi puasa hakikat (ma'rifat) yaitu hati selalu ingat kepada Allah. Qur'an tersurat terdiri dari 30 juz. Sedangkan Qur'an tersirat adalah apa yang ditalqinkan oleh Guru Mursyid kepada kita.


Talqin secara bahasa artinya di bimbing/di tuntun/di gurukan

sama dengan Bai'at dan Ijazah.


1) TALQIN DZIKIR 

- Hukumnya.   : Fardhu 'Ain/ wajib

- Tempatnya   : Majlis Dzikir

- Pemberinya  : Guru Mursyid atau orang yang di beri amanah oleh Syaikh Mursyid atau Wakil Talqin

- Materinya      : Dzikir jahar لااله الّاالله

   Dan Dzikir Khofi ( اسم ذات )

- Waktu             : Masih hidup di dunia.


2) TALQIN MAYIT 

- Hukumnya : Fardhu Kifayah/sunat

- Tempat       : Di atas Makam

- Pemberi      : Ustadz/Kiyai/ Sesepuh

   atau yang di tuakan

- Materi          : Doa dan Nasihat

- Waktu           : Sesudah meninggal dunia


Didalam thoriqoh itu ada istilah Talqin Dzikir. 


Apa itu talqin dzikir ? Talqin dzikir yaitu menetapkan, memasukan nama Alloh yang pertama, yang 12 huruf ke dalam ruh jismani yang sedang ngontrak di badan dan menetapkan, memasukan ismu dzat sehingga kemanfaatanya menjadi kekal abadi dari dunia sampai akhirat.


Talqin dzikir adalah pengisian satu rahasia dari qolbu Syekh Mursyid kepada qolbu muridnya sehingga qolbu-nya berubah dari lupa kepada Alloh menjadi ingat kepada Alloh. Terjadilah hubungan ikatan bathin antara murid dengan Syekh Murysid-nya dan terus bersambung kepada arwahul masyayikh (para GURU) sampai kepada Rosullulloh SAW dan sampai kepada hadrot Alloh SWT hanya bisa terjadi melalui proses talqin dzikir 


Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Miftahus Shudur : 

Ketahuilah bahwa ruhani seorang hamba hanya bisa sampai ke hadrot Alloh dengan talqin dan talqin dari seorang Syekh yang diberi izin memberi ijazah yang benar yang sanadnya sampai kepada pemilik thoriqoh, yakni Rosululloh SAW. “Dan adalah dzikir tidak akan memberi manfaat sempurna kecuali dengan ditalqin terlebih dahulu”


Dan seseorang yang telah memperoleh talqin dzikir dari Syekh Mursyid-nya berarti dia telah masuk ke rombongan ahli ruhani (gerbong silsilah agung para Wali Alloh).


Perumpamaan orang yang sudah ditalqin dzikir oleh Syekh Mursyid itu seperti lingkaran mata rantai yang tidak terputus (berhubungan) hingga ke induknya yaitu Rosululloh SAW. Maka ketika induknya ditarik semua lingkaran mata rantai tersebut terbawa. .


Rosululloh SAW bersabda:

Di riwayatkan dari Abu Hurairoh Ra, beliau berkata bahwa Rosululloh SAW telah bersabda “Tuhan kami sangat meridhoi orang-orang yang digiring ke dalam surga dengan membentuk mata rantai (silsilah)”.


Teruntuk guru kami yang mulia assayyidi syeikh ahmad shohibul wafa tadjul arifin ra. Al-fatihah

Kamis, 15 September 2022

Sifat 20

 Sifat wajib Allah'SWT ada 20

1-wujud  Artinya (Ada)

2-Qidam Artinya (Terdahulu)

3-Baqa Artinya (Kekal)

4-Mukhalafatu lilhawaditsi Artinya (Berbeda Dengan makhluk)

5-Qiyamuhu Binafsihi Artinya (Berdiri Sendiri)

6-wahdaniyah Artinya (Maha Esa)

7-Qudrah Artinya (Maha Kuasa)

8-iradah Artinya (Berkehendak)

9-ilmu Artinya (Maha Tahu)

10-hayat Artinya (Maha hidup)

11-Sama' Artinya (Maha Mendengar)

12-Bashar Artinya (Maha melihat)

13-Kalam Artinya (Maha Berbicara & Berfirman)

14-Qaadiran Artinya (Maha Berkuasa)

15-Muridan Artinya (Maha menghendaki)

16-Aliman Artinya  (Maha Mengetahui)

17-Hayyan Artinya (Maha Menghidupkan)

18-Sami'an Artinya (Maha mendengar)

19-Bashiiran Artinya (Maha mengawasi)

20-Mutaklliman Artinya (Maha Berfirman)


Ada berapa kah Sifat mustahil bagi Allah itu?

jawabannya Ada 20 Sifat mustahil bagi Allah mari kita simak


1-Adam Artinya (Mustahil Allah tidak ada)

2-Huduts Artinya (Mustahil Allah Baru)

3-Fana Artinya (mustahil Allah musnah)

4-mumatsalahu lilhawaditsi Artinya (Mustahil Allah menyerupai makhluk 

5-itiyahaju ilaa ghairihi Artinya (mustahil Allah membutuhkan kepada lainnya 

6-Ta'addud Artinya (Mustahil Allah Terbilang)

7-Ajzun Artinya (Mustahil Allah lemah)

8-karahatun Artinya (Mustahil Allah terpaksa)

9-jahlun Artinya (Mustahil Allah Bodoh)

10-mautun Artinya (mustahil Allah mati)

11-Samamun Artinya (mustahil Allah tuli)

12-amaa Artinya (mustahil Allah buta)

13-Bukmun Artinya (Mustahil Allah bisu)

14-Aajizun Artinya (Mustahil Allah Lemah)

15-kaarihun Artinya (mustahil Allah terpaksa)

16-jaahilun Artinya (mustahil Allah Bodoh)

17-mayitun Artinya (Mustahil Allah yang mati)

18-Ashamman Artinya (Mustahil Allah yang tuli)

19-A'maa Artinya (mustahil Allah yang buta)

20-Abakmu Artinya (mustahil Allah yang bisu)

Sabtu, 03 September 2022

SELEPAS MATI YANG AKAN DITANYA KEPADA ROH

 9. SELEPAS MATI YANG AKAN DITANYA KEPADA ROH


Saat mati roh akan keluar daripada jasad. Maka jasad jadi kaku, mata jadi buta, telinga jadi pekak, lidah jadi bisu. Seketika, Allah akan kembalikan semula roh ke dalam jasad di alam barzakh. Maka roh akan ditanya tentang Tauhid & Makrifah.


➡️ Di alam kubur, SOALAN PERTAMA yang ditanya adalah TAUHID & MAKRIFAH terlebih dahulu.


"SIAPA TUHAN KAMU?"


Yang jawab bukan lafaz di mulut tetapi iktikad @ pegangan di dalam hati. Tidak ditanya tentang solat, puasa, sedekah & segala amal ibadah.

Jika kita tidak dapat jawab, roh akan di seksa di alam barzakh hingga yaumil qiamah & soalan-soalan lain tidak akan ditanya walau beribu-ribu amal ibadah yang dilakukan.

Jika boleh jawab maka roh akan di bawa ke langit yang pertama.


➡️ Sampai di LANGIT PERTAMA, roh akan ditanya di pintu langit pertama tentang MENGUMPAT samada ada @ tidak dosa mengumpat yang diharamkan syarak.

Jika ada, roh akan dihumban ke penjara barzakh & diseksa hingga yaumil qiamah. 

Jika tidak ada dosa mengumpat, sudah minta maaf & minta redha pada manusia yang diumpat serta bertaubat kepada Allah maka roh akan dibawa ke langit yang ke 2. 


➡️ Ditanya pula tentang HUBBUD DUNIA di LANGIT KEDUA samada ada @ tidak cinta dunia dalam ibadah. Mengajar ilmu kepada orang lain kerana mahukan keuntungan @ mengajar kerana mahu mengajak orang kepada Allah.

Jika ibadah semata-mata mencari redha Allah maka roh  akan dibawa ke langit ke 3.


➡️ Di LANGIT KETIGA akan ditanya tentang sifat TAKABBUR sepertimana iblis bersifat dengan Nabi Adam.


ADA 3 JENIS TAKABBUR :

▪️Membangga diri kerana merasa dirinya besar.

▪️Bercakap dengan merendah diri dalam keadaan hati merasa dirinya lebih baik dari orang lain.

▪️Bercakap dengan tidak menyebut kebaikan & keburukan diri tetapi di dalam hati merasa diri lebih baik dari orang lain.


Jika ada takabbur, roh akan diseksa hingga yaumil qiamah. 

Jika tidak ada takabbur maka roh akan dibawa ke langit ke 4.


➡️ Di LANGIT KEEMPAT di tanya pula tentang UJUB iaitu perasan diri lebih baik dari orang. Lebih kurang dengan takabbur. Ujub tidak membesarkan diri dalam perkataan tetapi dalam perasaan.

Merasa diri sudah selamat dari azab, merasa diri sudah banyak pahala amal & merasa diri sudah cukup ilmu.

Jika ada ujub, roh akan diseksa hingga yaumil qiamah. Jika tidak ada, roh akan dibawa ke langit ke 5.


➡️ Di LANGIT KELIMA akan ditanya tentang penyakit HASAD. Hasad ini memakan pahala-pahala amal.


HASAD TERBAHAGI KEPADA 2 :

▪️Hasad yang baik.

▪️Hasad yang jahat.


Jika punya hasad yang jahat, roh akan dihumban  & diseksa hingga yaumil qiamah. 

Jika tidak ada, roh akan dibawa ke langit ke 6.


➡️ Di LANGIT KE 6 roh akan ditanya tentang SILATURRAHIM iaitu kasih sayang sesama orang beriman.

Agama ini adalah Agama kasih sayang. Ada @ tidak kita berdendam dengan orang lain. Memaafkan itu lebih mudah. Jika maafkan & bertaubat, pahala yang lama Allah kembalikan semula, dosa itu pula Allah hapuskan.

Jika ada sifat kasih sayang & bersilaturrahim maka roh akan dibawa naik pula ke langit ke 7.


➡️ Di LANGIT KETUJUH roh akan ditanya tentang RIAK & SUM'AH.

Riak adalah beramal untuk menunjuk-nunjuk pada orang.

Sum'ah pula adalah mahu orang lain tahu bahawa dirinya beramal. Jika orang tidak tahu, dia yang akan beritahu.

Sembunyikan amal apabila buat sesuatu ibadah. Lupakan ibadah itu seolah-olah kita tidak pernah membuat apa-apa amal.


Riak & sum'ah menggugurkan pahala amal tetapi sah amalnya. Bermaksud beramal dalam riak & sum'ah itu sah tetapi berdosa kerana riak & sum'ah.

Jika bertaubat akan dapat semula pahala-pahala yang diriakkan & disum'ahkan itu. Jika tidak riak & sum'ah, barulah roh dapat naik ke langit ke 7 & dimasukkan ke tempat rehat.


Dari 1 langit ke 1 langit 500 tahun perjalanannya nisbah perjalanan dunia. Di alam sana masanya berbeza.


Apabila sudah naik ke tempat peraduan iaitu sampai di pintu tempat rehat, ada lagi 1 tempat pertanyaan.


➡️ Kata IMAM AL-GHAZALI, tempat terakhir sebelum masuk ke tempat rehat, akan disoal mengenai IKHLAS.


Ikhlas itu bermaksud tidak mengumpat, tidak hubbud dunia, tidak ujub, tidak takabbur, tidak hasad, hatinya ada kasih sayang sesama orang Islam, tidak ada riak & sum'ah. 

Ikhlas bukan lafaz di lidah. Ia seperti Iman.


Iman iaitu pengiktirafan Allah ke atas seseorang yang mengaku akan ketuhanan Allah. Jika benar apa yang ada dalam hati, barulah ia diiktiraf.


MAKSUD IKHLAS :


 قُل هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Ayat 1 : "Katakanlah olehmu ya Muhammad, Allah itu Esa"


اللَّهُ الصَّمَدُ

Ayat 2 : "Allah tempat tumpuan"


لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُو لَدۡ

Ayat 3 : "Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan"


وَلَمۡ يَكُنۡ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Ayat 4 : Dan Allah itu tidak ada yang menyerupainya oleh suatupun"


Ayat itu menceritakan tentang Tauhid & Makrifah. Bermakna jika tidak ada Tauhid & Makrifah maka tidak adalah keikhlasan.

Ia dinamakan surah Al-Ikhlas.


Maka wajib menuntut ilmu Tauhid & berjalan menuju Makrifatullah. Mudah-mudahan selamat pada 9 perhentian setelah kita mati.


Jika hilang 7 sifat-sifat mazmumah ini maka sampailah kepada Allah yang dinamakan ARIFBILLAH. Orang ini akan selamat sampai ke destinasi kerehatan di alam barzakh & akan dapat melihat isteri/suami, anak-anak & keturunannya di dunia.


Yang tidak selamat tidak akan dapat melihat kerana menanggung sakit di azab di alam barzakh. Lebih-lebih lagi jika meninggalkan anak-anak yang tidak pernah diajar tentang MAKRIFATULLAH. Itu yang lebih utama.


Menutup aurat tetapi tidak ada Aqidah. 

"OUT OF SERVICE".

Ini perbandingan antara orang yang ada Aqidah dengan orang yang tidak ada Aqidah.