Laman

Selasa, 20 Mei 2014

Ruh itu berada di Alam yg tertinggi yaitu Alam Samawi (Alam Rasa)

Ruh itu berada di Alam yg tertinggi yaitu Alam Samawi (Alam Rasa), Alam itu pada awalnya adalah menyatu dalam kesatuan, akan tetapi setelah Alam itu jatuh ketanah, mengakibatkan terpecahnya Alam tersebut menjadi beberapa bagian...
Ruh sejak itu telah memastikan untuk turun ke Alam rendah, yaitu Alam perasaan, dan di atas Alam yg rendah itu Ruh manusia selalu berusaha untuk menyucikan dirinya, sampai mampu kembali naik ke Alam Awalnya yaitu Alam Samawi
Cara yg harus ditempuh oleh seseorang dalam upaya naik kembali kepada Alam Awalnya adalah dengan Ma'rifat, hanya dengan itu Ruh manusia akan mampu untuk lepas dari ikatan-ikatan jasad dan akan naik kembali ke Alam yg mulia, dimana darinya ruh itu berasal
Diantara yg paling penting adalah " GERAK DAN DIAM" gerak dan diam inilah yg menjadi dasar dari tabiat Ruh seseorang, gerak dan diam merupakan ciri khas bagi Ruh, dan disaat gerak dan diam serta kehidupan itu terdapat didalam jasad, maka bermakna "BAHWA JASAD ITU HIDUP" dan pada saat itu Ruh merupakan sumber dari gerak jasad manusia
Sesungguhnya gerak dari jasad itu bukanlah gerak Asli, karna fungsi jasad hanya menerima signal dari gerakan Ruh, sementara gerak dari Ruh manusia bersifat Dzati, dengan demikian gerak Ruh itu bersifat Qadim, dalam makna "KEKAL ABADI"
Sebaliknya jika Ruh itu meninggalkan jasad, maka berarti kefanaan dari jasad akan terjadi, dan sekaligus merupakan perpisahan dengan jasad, dan Ruh kala itu kembali ke Alam Samawi
(Tuak ilahi)

SELALU BERGERAK DENGAN GERAKKAN ABADI"

Mahluk hidup itu bergerak dan yg menggerakKanNya adalah Ruh, Ruh merupakan penggerak dan bergerak, yg mana Ruh merupakan kekuatan penggerak yg berjalan diseluruh bagian jisim mahluk hidup, dengan demikian Ruh itu adalah udara, dimana udara itu dapat mengenal dan bergerak
Ruh adalah jisim yg sangat halus yg memiliki tabiat panas, dan itulah yg pertama kali bergerak serta menggerakKan,,, Al-Qamayun mengatakan bahwa: "RUH MEMILIKI SIFAT KEKAL, KARNA SELALU BERGERAK DENGAN GERAKKAN ABADI"
Sementara sebagian Ulama terdahulu mengatakan bahwa "RUH ITU ADALAH AIR (darah)" dengan satu keyakinan bahwa sifat yg paling khusus dari Ruh adalah perasaan dimana perasaan merupakan media dari ma'rifat, dan perasaan itu tempat kembalinya adalah darah, sementara yg tertinggal adalah unsur debu, dimana tidak ada seorangpun yg mengatakan bahwa Ruh itu adalah debu, kecuali yg berpendapat bahwa Ruh itu tercipta dari Empat unsur
Jika benar Ruh itu adalah Darah, maka PertanyaanNya adalah "KEMANAKAH HILANGNYA DARAH TERSEBUT KETIKA ORANG ITU MENINGGAL DUNIA,???

ILMU

TINGKAT ILMU
TINGKAT ILMU :
1. ILMU QALAM
2. ILMU GHAIB
3. ILMU SYAHADA
ILMU QALAM ialah yang paling rendah tingkatannya yaitu Ilmu dunia. Namun demikian dengan ilmu ini manusia sudah sampai pergi ke Bulan.
ILMU GHAIB ialah Ilmu yang diterima manusia melalui jalan laduni yaitu dengan petunjuk guru Ghaib yang Mursyid.melalui5 cara :
1. NUR yaitu petunjuk ghaib yang diterima melalui mimpi-mimpi yang bisa diterjemahkan oleh guru ghaib.
2. TAJALI yaitu ilmu ghaib yang diterima melalui penjelmaan buah pikiran dari pada perasaan ZUK sesama mereka menjalani latihan tareqat tasauf,sehingga muncul dari akalnya suatu pengetahuan baru yang tidak pernah diketahui sebelumnya.
Misalnya : Terbacalah olehnya sepotong do’a sedangkan do’a tersebut belum pernah dibacanya atau diketahuinya.
3. cara sir ialah : suatu jalan penyampaian ilmu ghaib secara Rahasia, ia hanya dapat dirasai dan didengar oleh seseorang itu secara Mutlak. Dimana seseorangitu akan mendengar suatu suara yang data ng kepadanya. Suara tersebut akan memberi tahu sesuatu dan mengajarkan ilmu ghaib dengan terang dan jelas berupa bisikan dan disertai dengan satu Kelejatan yang sulit untuk diceritakan.
4. CARA SIRUSIR ialah : Suaut cara penyampaian ilmu ghaibdengan cara rahasia.seseorang yang menerima ilmu ghaib dengan cara ini mereka dapat meliat dengan mata Bathin dan mendengar dengn telinga bathin.
5. CARA TAWASSUL ialah penjelmaan seorang guru atau wali-wali Allah yang ghaib dan mereka menjelma untuk bertemu dengan orang-orang tertentu yang sedang menjalankan ilmu tasauf. Merekaketemu dengan keadaan nyata (hidup) bukan dalam mimpi, dia datang sama seperti kedatangantamu biasa atau kawan kita. Kadang-kadang penjelmaan mereka bisa dilihat oleh orang ramai, bila kebetulan penjelmaan itu terdapat banyak orang.
Perlu diingat kedatangan mereka merupakan suatu penghomatan yang besar kepadaahli tasauf atau murid yang sedang mendalami ilmu tasauf. Bagi mereka yang dapat mengusai dan mengalami sendiri ilmu ini maka sudah pasti mereka dapat menjelajahi seluruh Alam Maya.
Mereka diberi peluang untuk menjelajahi alam lain termasuk alam Barzah,Surga dan Neraka.Arash dan Qursi Allah SWT. Bagi mereka yang sudah sampai ketahap ini sulit diterima oeh tahap-tahap pemikiran manusia. Mereka yangsudah sampai keperingkat ini jiwanya akan tenang disamping Tuhannya, semasa hidupnya didunia ini dan juga dialam akhirat nanti, mereka adalah termasuk dikalangan manusia yang baik dan beruntung.
ILMU SYAHADAH : Ialah merupakan martabat ilmu yang tertinggi,karena ilmu ini Tuhan sendiri yang akan mengajarkannya kepada manusia.
Manusia diajarkan untuk mengenali dirinya (Jasmani) dan diri bathinya (Rohani). Hanya orang-orang yang mempunyai martabat tinggi disisi Allah yangdapat menguasai ilmu ini. Ilmu ini sangat luar biasa karena hanya dimiliki oleh para Rasul, Nabi dan wali-wali Allah yang teragung.maka beruntunglah manusia yang termasuk wali-wali Allah.
……MAN ARAFA NAFSAHU,FAKAT ARAFA RABBAHU………………………..
(“ Barang siapa mengenal dirinyamaka ia akan mengenal Tuhannya “).

Tanda-Tanda Gangguan Jin Mengikut Pengalaman Pengamal Perubatan


KETIKA TIDUR
1. Dihimpit sesuatu ketika tidur.
2. Bunyi gigi ketika tidur.
3. Mimpi bayi, budak kecil atau menyusu bayi yang disayangi
ketika tidur.
4. Mimpi binatang berbisa dan binatang buas seperti ular, kala
jengking, anjing, harimau dll.
5. Mimpi menakutkan.
6. Mimpi paderi, salib dan gereja.
7. Mimpi tanah perkuburan dan orang mati.
8. Mimpi benda kotor, jijik dan sampah sarap.
9. Mimpi tersentak jatuh dari tempat tinggi.
10. Terdengar suara orang datang menyergah dan memarahi
ketika tidur.
11. Mimpi benda tajam seperti jarum, pisau, miang buluh dan
mimpi api serta bencana alam.
12. Terasa ada menyentap kaki ketika tidur.
13. Terasa ada benda ‘meniduri’ ketika tidur.
14. Mimpi makhluk yang menyeramkan datang mengacau dan
menengking.
15. Mimpi lembaga berdialog perkara yang tidak baik ketika tidur.
16. Mimpi tandas dan buang air
17. Mimpi perkara menggelikan seperti ulat, lintah dll.


KETIKA JAGA
1. Sakit tulang belakang tanpa sebab.
2. Sakit kepala luar biasa atau migrain khususnya waktu senja ke
atas.
3. Istihadah. (haid lebih 15 hari)
4. Terasa ada benda yang mengekori sentiasa.
5. Takut tidak bersebab.
6. Badan terasa berat dan malas.
7. Sukar mendapat jodoh.
8. Suka bercakap-cakap berseorangan.
9. Sakit bahagian rusuk kiri dan kanan dan belikat.
10. Sesak nafas, batuk dan sakit badan waktu maghrib.
11. Ragu-ragu tentang iman dan ajaran agama Islam.
12. Ternampak-nampak bayangan atau lembaga.
13. Pengsan atau sawan tanpa sebab dan STROK.
14. Orang yang disayangi kini orang paling dibenci tanpa sebab
yang wajar.
15. Pemarah tidak bertempat. Sikap berubah-ubah.
16. Sakit anggota badan tertentu tanpa sebab dan terasa bisa-bisa.
17. Sakit ketika menziarahi orang mati dan jenazah.
18. Sakit tulang empat kerat.
19. Batuk yang berpanjangan dan kadang2 berdarah.
20. Kuat berangan.
21. Terlalu rasa rendah diri dan tidak berkeyakinan.
22. Selalu ditindas, dibenci dan dihina.
23. Nafsu seksual yang melampau.
24. Mandul.
25. Terasa diri selalu diperhatikan.
26. Kerap mendengar bisikan yang bukan-bukan.
27. Kerap melihat susuk penampakan jin di mana2. Dianggap
anugerah tetapi sebenarnya adalah gangguan.
28. Takut menziarahi jenazah.
29. Terasa sesuatu bergerak di tapak kaki.
30. Gelisah dan panas tengkuk ketika mendengar al Quran dan
azan.
31. Rasa seperti hampir mati atau keinginan bunuh diri.
32. Nampak bayang-bayang melintas.
33. Terasa benda menolak ketika memasuki tandas.
34. Ada bisikan yang menyuruh melakukan maksiat.
35. Sakit bahagian perut tanpa sebab.
36. Ketumbuhan ganjil pada badan atau kanser.
37. Bersilat bersendirian atau tiba-tiba bersilat dalam keadaan
tertentu.
38. Benci melihat orang soleh seperti imam dan ustaz.
39. Sakit dada dan kaki terutama waktu senja ke atas.
40. Terasa benda bergerak di bawah kulit.
41. Bayi kerap menangis terutama waktu malam.
42. Ternampak bayang dan bunyi benda jatuh di dalam rumah.
43. Suami isteri kerap bergaduh walaupun perkara kecil.
44. Sayang melampau-lampau kepada orang yang baru dikenali.
45. Malas beribadah
46. Mempunyai ketagihan dan tabiat buruk berbentuk maksiat yang
sukar ditinggalkan.
47. Nyanyuk ketika lanjut usia.
48. Kerap sendawa apabila mendengar al-Quran dan azan.
49. Sikap berubah secara mendadak.
50. Kerap keguguran.
51. Gagal melakukan hubungan kelamin.
52. Mengantuk di dalam majlis ilmu dan ketika mendengar
al-Quran.
53. Nafsu seksual songsang sesama sejenis dan berperwatakan
jantina yang berbeza

Wallahu alam bissawab

BERSYUKURLAH KAMU KARENA ALLAH TELAH MEMILIHMU

Saat kita di beri kesempatan untuk Jatuh cinta kepada Allah itu adalah merupakan bentuk limpahan Rahmat dr Allah yang sangat sangat luar biasa besar untuk kita karena tidak semua manusia di beri kesempatan untuk jatuh cinta kepada Allah selama ia hidup ..
BERSYUKURLAH KAMU KRNA ALLAH TELAH MEMILIHMU
Berbagai rasa,keindahan ..kebhagiaan ..saat jatuh cinta kpda Allah adalah rasa keindahan cinta sejati ..
Saudaraku ..jika Allah sedang memberikan Anugerah ini padamu jagalah..sembunyikanlah dan pertahankanlah apa yg sedang kamu rasakan itu ..jangan memberitahukan kepada orang lain dengan niat yg tdak di benarkan..karena ..jika kau tidakbisa menjaganya Allah akan kembali mencabutnya darimu..
Saat kau sedang merasakan lezatnya jatuh cinta kpda Allah ...
Kau akan sering bersyair..mengungkapkan keindahan.. kedamaian ..ketenangan atau apapun menikmati nikmatnya bercinta dengan Allah..
Terkadang saat kau bersyair kau akan menuliskan nya di barengi air mata..
Air mata rindu jalan pulang kepda Allah..
Saat saat seperti ini adalah saat terdekat dirimu dengan Allah..
Bukan hanya saat saat tertentu seperti saat shalat.. dzikir..atau saat bermunajah padaNya di sprtiga malam terakhir..namun setiap saat yaitu sejauh matamu terbuka dri lelap tidur sampai kau kmbali menutup mata saat tidur..
Saat itu kau akan senantiasa melafalkan namaNya ..ALLAH ..ALLAHU ..bgitu dan seterusnya..melalui lisan atau hanya dalam hati agar orang lain tidak mengetahuinya..

Jumat, 16 Mei 2014

SHOHIBUL FADHILAH AL HABIB ‘ABDUL QODIR BIN HUSEIN ASSEGAF

SHOHIBUL FADHILAH AL HABIB ‘ABDUL QODIR BIN HUSEIN ASSEGAF (Ayahanda Alhabib Taufiq Assegaf “Pimpinan Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah Pasuruan JATIM)
Kota Pasuruan mendapat keberkahan dari Habib ‘Abdul Qadir bin Husein Assegaf, seorang ‘ulama yang menggerakan majelis ilmu. Ia seorang ahli ilmu dan amal, sehingga dakwahnya diterima oleh masyarakat luas.
Dalam sebuah acara haul Habib ‘Alwi bin Segaf Assegaf, seorang waliyullah di Kebon Agung (Pasuruan-Jatim), Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf seorang mufti yang mukim di Jeddah pernah berkata pada hadirin, “Bahwa kalian semua, utamanya masyarakat Pasuruan patut bersyukur kepada Allah SWT. Setelah kalian ditinggal Habib Alawy bin Segaf Assegaf, kalian mendapatkan Habib Jafar bin Syaikhon Assegaf. Dan setelah Habib Jafar wafat, kini pengantinya diteruskan oleh menantunya, yakni Habib Abdul Qadir bin Husin Assegaf.”
Di majelis haul tersebut, Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf meneguhkan maqam seorang auliya dari Pasuruan, yakni Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf. Sangat wajarlah kalau Habib Abdul Qadir mendapatkan maqam yang sedemikian tinggi di sisi Allah SWT. Hal itu tentu bukan satu hal yang berlebihan dan semua itu bukan diperoleh dengan gratis. Kemuliaannya itu diperoleh dari hasil jerih payahnya. Sehingga ia mendapatakan bisyarah (ganjaran) dari Allah SWT.
Hingga saat ini, sekalipun Habib Abdul Qadir telah wafat puluhan tahun yang lalu, namun kiprah dakwahnya dalam memakmurkan majelis ilmu semakin semarak di rumahnya yang terletak di Jl Wahid Hasyim Gg VII, atau tepatnya di sebelah barat masjid Jami Al-Anwar, Kota Pasuruan.
Sampai sekarang berbagai macam kegiatan keagamaan mulai pembacaan kitab Ihya Ulumuddin, Maulid, Burdah dan peringatan Khotmil Qur’an tiap malam Ramadhan adalah rintisan dari Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf. Kini majleis-majelis dakwah itu masih diteruskan oleh salah satu putranya yakni Habib Taufiq bin Abdul Qadir bin Husein Assegaf yang membuat kota yang bergelar kota santri itu makin bersinarkan ilmu dan syiar dakwah.
Habib Abdul Qadir bin Husein sendiri dilahirkan di Seiwun pada 1320 H. Ia merupakan putra dari Habib Husein bin Segaf Assegaf dan Hababah Salma binti Husin bin Alwy Assegaf. Ayah Habib Abdul Qadir ini masih satu saudara sekandung dengan Alawy bin Segaf Assegaf yang makamnya di Kebon Agung (Pasuruan).
Sejak kecil ia hidup dalam lingkungan keluarga yang sarat dengan nilai-nilai religius. Keluarga dari Habib Abdul Qadir adalah ahlu ‘ilm wa ahlu amal. Pada usia yang sangat kecil ia sudah belajar Al-Quran dengan kedua orangtuanya. Ia belajar pertama kali dengan berguru pada Syeikh Hasan bin Abdullah Baraja’.
Seiring dengan berjalan usianya ia tidak henti-hentinya menuntut ilmu dari orang yang alim ke orang alim yang alim yang ada di sekitar Hadramaut. Guru-guru dari Habib Abdul Qadir diantaranya adalah Habib Muhammad bin Hadi Assegaf, Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf, Habib Hasan bin Abdurrahman Assegaf, Habib Alawy bin Abdullah bin Husin Assegaf, Habib Muhammad bin Hasan Aidid dan ulama-ulama yang ada di Tarim, Hadramaut.
Setelah sekian lama ia belajar menuntut ilmu agama, ia sempat berdiam diri di sebuah tempat yang bernama Basalim di Seiwun. Hingga ia mendengar keberadaan seorang auliya’ yang ada di Pasuruan. Rupanya ia ingin berkunjung dan bertemu dengan Habib Jafar bin Syaikhon Assegaf. Ia kemudian datang dari Hadramaut menuju Indonesia untuk menemui Habib Jafar di Pasuruan.
Begitu sampai di Indonesia, ia langsung menuju Pasuruan, Jawa Timur. Ketika itu Habib Jafar sedang menemui tamunya, diantaranya Habib Ahmad bin Ali Assegaf (alm) yang merupakan pendamping setia Habib Jafar. Begitu datang Habib Abdul Qadir, Habib Ahmad berkata kepada Habib Jafar, ”Ya Habib Jafar, kini kita kedatangan seorang tamu yang shalih yakni Habib Abdul Qadir bin Husin Assegaf, seorang soleh, ahli ilm dan amal dari Hadramaut.”
Kemudian diceritakan seluruh kebaikan Habib Abdul Qadir oleh Habib Ahmad bin Ali Assegaf. Lalu Habib Ahmad melanjutkan, “Kesempatan Habib Abdul Qadir datang di tempat ini. Lebih baik, jangan biarkan Habib Abdul Qadir meninggalkan kota ini. Caranya, kawinkan dengan salah satu putri Habib. Supaya dia berdiam di sini dan kelak meneruskan engkau, wahai Habib Jafar.”
Habib Jafar tidak menanggapi pernyataan dari pendamping setianya itu dan ia diam saja. Sampai Habib Abdul Qadir pamitan dan siap berangkat ke kota yang lain. Habib Ahmad bertambah bingung, “Kok tidak ditahan sama sekali?”
Setelah melepas Habib Abdul Qadir meneruskan perjalanan ke Jakarta, Habib Ahmad kembali berkata kepada Habib Jafar, “Sayang, kenapa tidak ditahan tadi. Coba kalau dia menjadi menantu Habib, ia bisa meneruskan engkau, wahai Habib Jafar.”
Mendengar kecemasan dari Habib Ahmad, Habib Jafar menjawab sambil menerawang ke depan, ”Terbanglah kemana pun engkau suka, wahai burung! Tapi ingat, kendalimu ada di tangan saya. Sewaktu–waktu saya tarik dari Pasuruan, ia akan kembali ke kota ini. Ia tidak akan tingalkan tempat ini!” Itulah perkataan dari seorang Waliyyulah, dan keyakinan dari Habib Jafar ini akhirnya terbukti.
Walaupun, Habib Abdul Qadir sempat menikah di Jakarta, namun usia perkawinan itu tidak berlangsung lama. Habib Abdul Qadir akhirnya kembali ke Pasuruan dan menikah dengan salah satu putri Habib Jafar yang bernama syarifah Rugayah binti Habib Jafar Syekhon Assegaf. Dari perkawinan ini ia mempunyai 7 anak (3 putra, 2 putri).
IBADAHNYA
Berbicara ibadahnya Habib Abdul Qadir sangattmengagumkan, sulit di jaman sekarang mencari seorang ahli ibadah seperti beliau. Dalam sebuah risalah, surat yang ditulis dari Habib Muhammad kepada Habib Ahmad tentang ibadah yang paling utama dari Habib Abdul Qadir di bulan suci Ramadan. “Hari-hari di bulan Ramadan selalu diisi dengan ibadah. Di setiap pertengahan malam ia bertahajud sampai 45 rakaat sebelum fajar, setelah itu ia baru melaksanakan sahur dengan keluarga. Setelah shalat Subuh berjamaah di masjid Jami’ Al-Anwar, ia berziarah ke makam Habib Jafar yang terletak persis di barat Masjid sampai terbit matahari. Dan pulang beristirahat sejenak, di pertengahan shalat Dhuha dan tidak beranjak dari mihrabnya sampai datangnya waktu shalat Zhuhur. Setelah Zhuhur berjamaah, beliau membaca 2 juz dari Al-Quran dan terus berada di mighrab sampai Ashar. Dan setelah waktu Ashar shalat di masjid dan raukhah, membaca kitab dan menjelaskan isi kitabnya, ada ulama yang menterjemahkan kepada orang-orang yang hadir. Setelah itu 20 menit menjelang buka, ia selalu mengajak para fakir dan miskin untuk berbuka bersama, setelah itu beliau shalat Maghrib berjamaah.
Sekitar 30 menit waktu sebelum shalat Isya, beliau baru makan bersama dengan keluarga sampai datang waktu Isya. Setelah waktu Isya, beliau keluar rumah dan jamaah diajak membaca Surat Yasin, Ratibul Haddad, Ratib Attas, shalat Isya, shalat Tarawih, shalat Witir dan dilanjutkan dengan shalat Tasbih. Ibadah-ibadah rutin ini, diamalkan secara istiqamah selama bulan Ramadhan.
Habib Abdul Qadir dikenal orang sebagai ahli dzikir, membaca Quran, maulid, Qasidah Al Muthoriah. Sampai sekarang pembacaan maulid masih rutin dilaksanakan dikediaman beliau setiap Jum’at sore dipimpin oleh anaknya Habib Taufiq Assegaf. Bahkan dalam berpergian (safar), beliau tidak ketinggalan wiridnya. Bahkan dalam membaca maulid jika waktunya tidak sampai, ia tetap berdiri sekalipun harus berdiri di kendaraan saat Mahalul Qiyam, walau beliau susah payah untuk mengerjakan kebiasaan itu.
Al Habib Abdul Qodir juga menjaga shalat jama’ah tidak pernah ditinggalkan, kalau tidak mendapatkan jamaah, beliau rela membayar orang-orang fakir untuk diajak shalat jamaah, karena itu adalah sunnahnya Rasulullah SAW. Ia sangat menjaga sunnah-sunnah Rasulullah SAW, hampir-hampir tidak ada amalan sunnah yang ia tingalkan. Apa yang menjadi sunnah nabi, beliau selalu berusaha untuk mengerjakan. “Kalau masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan, kalau lupa salah mendahulukan kaki ketika masuk atau keluar masjid, beliau tak segan-segan akan mengulanginya lagi agar sama dengan sunnahnya Nabi Muhammad SAW.
Demikian juga dalam bersiwak. Siwak tidak pernah ketinggalan, beliau mempunyai siwak di setiap tempat, mulai di atas sajadah, almari, kamar, khawatir tidak bersiwak. Demikian menjaga sunnah nabi SAW, ” demikian kata Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf menantu Habib Abdul Qadir.
Tradisi berdzikir dibawa sampai menjelang wafat pada waktu ba’da Asar, 19 Syawal 1399 H. Kota Pasuran berduka ditinggalkan oleh Habib Abdul Qadir bin Husin Assegaf. Diakhir umurnya sebelum meninggalkan dunia yang fana, ketika detik-detik terakhir, selang beberapa menit sebelum wafat, beliau sempat masuk ke kamar dan memerintahkan salah satu keluarga memanggil Habib Ahmad bin Ali Assegaf untuk masuk ke dalam kamar .
Dibuka seluruh jendela dan ia terbaring dan membaca ayat Al-Qur’an yakni QS At Taubah: 128-129. Ketika sampai bacaan la illa hu…ketika itulah ruhnya dicabut oleh Alah SWT. Innalillahi wa inna ilahi rajiuun. Sepanjang hidup penuh kebaikan, menyambut ajalpun dengan cara terbaik. Tentu kita boleh mengagumi beliau, namun yang terpenting adalah meneladani amal sholeh beliau.

KETIKA RASULULLAH SAW MENANGIS, MALAIKAT PENJAGA ARASY LUPA BACAAN TASBIH DAN TAHMIDNYA

KETIKA RASULULLAH SAW MENANGIS, MALAIKAT PENJAGA ARASY LUPA BACAAN TASBIH DAN TAHMIDNYA.
Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW sedang tawaf di Kakbah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berhenti di satu sudut Kakbah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.
Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”
“Belum,” jawab orang itu.
“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,” jawab orang Arab badui itu.
Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”
Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.
Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua kaki Rasulullah SAW.
Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badui itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takabur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”
Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, lalu berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar.”
Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Allah, jika Allah akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”
Orang Arab badui berkata lagi, “Jika Allah akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa dermawanNya.”
Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.
Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya karena tangisanmu, penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di syurga nanti.”
Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita itu dan menangis karena tidak berdaya menahan rasa terharu.