Laman

Senin, 25 Agustus 2014

REZEKI

Anak2ku, padahal awal-awal lagi dalam "Bab REZEKI, JODOH & AJAL (PERKARA YANG EMPAT)" ada mengatakan seperti di bawah:
Bab REZEKI
Adapun REZEKI itu terbahagi kepada empat perkara anak2ku, iaitu:
1. REZEKI SYAITAN
Yakni mereka yang mendapat REZEKI dengan secara maksiat seperti mencuri, menipu, menyamun dan segala cara-cara REZEKI yang TIDAK HALAL pada Hukum Islam, tetapi dia hidup dengan REZEKI itu.
Pendek kata segala apa jua REZEKI yang didapati seseorang sepertimana cara SYAITAN mendapatkan REZEKINYA atau kerana ada ilmunya meminta pertolongan daripada SYAITAN supaya dia hidup dengan REZEKI yang banyak, maka itulah dinamakan REZEKI SYAITAN.
2. REZEKI JIN
Adapun REZEKI JIN itu kerana ada ilmunya meminta pertolongan daripada JIN supaya dia hidup dengan REZEKI yang mewah. Setengah-setengahnya minta pertolongan daripada pawang-pawang yang menyimpan JIN supaya hidupnya laris.
Pendek kata segala apa jua REZEKI adalah bergantung kepada JIN-JIN yang ghaib, maka itulah dinamakan REZEKI JIN.
3. REZEKI MALAIKAT
Yang dikatakan REZEKI MALAIKAT itu dia Sembahyang Hajat, kemudian bermohon kepada MALAIKAT dan dia berdoa melalui MALAIKAT, misalnya dia bermohon kepada MALAIKAT MIKAIL yang memegang REZEKI.
Pendek kata, siapa yang memohon daripada MALAIKAT, maka REZEKINYA dinamakan REZEKI MALAIKAT.
4. REZEKI ALLAH
Maka REZEKI ALLAH itu yang datang dari ALLAH menurut apa yang tertulis di dalam Loh Mahfuz. Bagi mendapatkan REZEKI ALLAH ini, seseorang itu hendaklah rajin dalam usahanya, hendaklah bekerja kuat dan tidak boleh berpeluk tubuh.
Pendek kata, REZEKI secara ini sebahagian daripadanya datang melalui otak fikiran manusia..ada sebahagian yang datang melalui suara manusia dan ada juga sebahagian yang lain yang mendatang melalui kaki tangan manusia, masing-masing dengan cara-caranya sendiri.
Adapun:
REZEKI SYAITAN adalah REZEKI yang HARAM..
REZEKI JIN adalah REZEKI yang ada HALAL & ada HARAM..
REZEKI MALAIKAT adalah REZEKI yang HALAL..
REZEKI ALLAH adalah REZEKI yang HALAL lagi berkat..
Renungkanlah dari cabang mana satu datangnya REZEKIMU itu?
Ketahuilah anak2ku, sebaik2 REZEKI itu adalah REZEKI ALLAH. Maka rajinlah kamu berusaha, bekerja kuat dan jangan asyik berpeluk tubuh malas dalam mendapatkan REZEKI yang HALAL lagi berkat buat dirimu sendiri dan juga keluargamu kelak!

RAHASIA DIBALIK USIA 40 TAHUN


Salah satu keistimewaan usia 40 tahun tercermin dari sabda Rasulullah saw.,
لعَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّف َ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد
"Seorang hamba muslim bila usianya mencapai 40 tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai 60 tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepadaNya. Bila usianya mencapai 70 tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai 80 tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai 90 puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang dahulu, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai tawanan Allah di bumi. (riwayat Ahmad)
Hadis ini menyebut usia 40 tahun paling awal memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus konsisten terhadap Islam, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Tetapi umur 40 tahun merupakan saat harus berhati2 juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk senja.
Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak mantap dan tidak dpt mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”
Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa2 syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”
Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika menginjak usia 40 tahun?
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritual
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga istiqamah dalam ibadah.
Sungguh beruntung orang yang menginjak usia 40 tetap istiqomah larut dalam ibadah kpd Allah Swt..

" TANDA-TANDA KEMATIAN "

Bismillahirrohmanirrohim.

ALLAH Subhanahu Wata'ala telah
memberi tanda kematian seorang
muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7
hari, 3 hari dan 1 hari menjelang
kematian..

Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas waktu Ashar (Di waktu
Ashar karena pergantian dari
terang ke gelap), kita merasa dari
ujung rambut sampai kaki
menggigil, getaran yang sangat
kuat, lain dari biasanya,
Bagi yang
menyadarinya akan terasa indah
di hati, namun yang tidak
menyadari, tidak ada pengaruh
apa-apa..
Tanda 40 hari menjelang
kematian :
Selepas Ashar, jantung berdenyut-
denyu t.. Daun yang bertuliskan
nama kita di lauh mahfudz akan
gugur..
Malaikat maut akan
mengambil daun kita dan mulai
mengikuti perjalanan kita
sepanjang hari..
Tanda 7 hari menjlang ajal :
Akan diuji dengan sakit, Orang
sakit biasanya tidak selera makan..
Tapi dengan sakit ini tiba-tiba
menjadi berselera meminta
makanan ini dan itu..
Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa denyutan ditengah dahi,
Jika tanda ini dirasa, maka
berpuasalah kita, agar perut kita
tidak banyak najis dan
memudahkan urusan orang yang
memandikan kita nanti..
Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1
denyutan di ubun-ubun,
menandakan kita tidak sempet
menemui Ashar besok harinya..
Bagi yang khusnul khotimah akan
merasa sejuk di bagian pusar,
kemudian ke pinggang lalu
ketenggorokan, maka dalam
kondisi ini hendaklah kita
mengucapkan 2 kalimat syahadat..
Sahabatku yang budiman,
subhanALLAH, Imam Al-Ghazali,
mengetahui kematiannya..
Beliau menyiapkan sendiri
keperluannya,
beliau sudah mandi dan wudhu,
meng- kafani dirinya, kecuali
bagian wajah yang belum
ditutup..
Beliau memanggil
saudaranya Imam Ahmad untuk
menutup wajahnya..
SubhanALLAH..
Malaikat maut akan
menampakkan diri pada orang-
orang yang terpilih.. Dan semoga
kita menjadi hamba yang terpilih
dan siap menerima kematian
kapanpun dan di manapun kita
berada..
Dan semoga akhir hidup
kita semua Husnul Khatimah,
Aamiin..
Yuk Bagikan Artikel ini, semoga
menjadi KEBAIKAN bagi kita
bersama..
Yaa ALLAH..

Khas Untukmu WANITAKU.

.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang maksudnya: "Ketika Aku menciptakan seorang WANITA, ia DIHARUSKAN untuk menjadi seorang yang istimewa.
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun HARUS cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.
Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.
Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.
Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.
Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.
Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti ISTERINYA, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.
Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan".
Ingatlah KECANTIKAN seorang WANITA bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, atau tatu dan kening yang dicorakkannya, atau gigi yang dikikirkannya, atau susuk yang ia tampilkannya, atau bagaimana ia menyisir rambutnya..
Tapi..
KECANTIKAN seorang WANITA HARUS dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, "Tempat dimana cinta kepada Allah itu ada".
Maka selamilah hati WANITAMU kerana "Setiap WANITA Itu CANTIK".
Izinkanlah aku selami hatimu dengan lafaz: "Bismillah, aku terima nikahnya, kihkihkih"!

JASAD manusia itu dihidupkan oleh NYAWA

Lagi ku ulangi kata-kata yang sama tanpa bosan dan tanpa jemu sehingga kamu anak2ku akan ingat setiap patah kata-kata itu..
Adapun:
JASAD manusia itu dihidupkan oleh NYAWA, maka NYAWA pula dihidupkan oleh SIFAT-SIFAT TUHAN.
1. HIDUP jasad dengan HIDUP nyawa, maka HIDUP nyawa dengan HAYAT Tuhan..BENARKAH?
2. TAHU jasad dengan TAHU nyawa, maka TAHU nyawa dengan ILMU Tuhan..BENARKAH?
3. BERKEHENDAK jasad dengan BERKEHENDAK nyawa, maka BERKEHENDAK nyawa dengan IRADAT Tuhan..BENARKAH?
4. BERKUASA jasad dengan BERKUASA nyawa, maka BERKUASA nyawa dengan KUDRAT Tuhan..BENARKAH?
5. MENDENGAR jasad dengan MENDENGAR nyawa, maka MENDENGAR nyawa dengan SAMAK Tuhan...BENARKAH?
6. MELIHAT jasad dengan MELIHAT nyawa, maka MELIHAT nyawa dengan BASAR Tuhan..BENARKAH?
7. BERKATA jasad dengan BERKATA nyawa, maka BERKATA nyawa dengan KALAM Tuhan..BENARKAH?
Jika BENAR..mana dia BARANG yang selalu kamu kata ia MILIKMU?
Jika TAK BENAR..mana dia pula BARANG yang bukan MILIK Tuhan di alam semesta ini?
Dalilnya tanyalah pada sekujur TUBUH bernama MAYAT..
Apa itu makna HIDUP?
Apa itu makna TAHU?
Apa itu makna BERKEHENDAK?
Apa itu makna BERKUASA?
Apa itu makna MENDENGAR?
Apa itu makna MELIHAT?
Apa itu makna BERKATA-KATA?
Apakah MAYAT itu..
HIDUP ada nyawa?
TAHU menilai wang ringgit, mengira, membaca?
BERKEHENDAK pada pangkat, harta, kekayaan, suami, isteri, anak, cucu?
BERKUASA bangun berdiri, duduk, makan, minum?
MENDENGAR segala bunyian disekitarnya?
MELIHAT siapa yang mengunjunginya?
BERKATA-KATA jawab persoalanmu, bertegur sapa?
..itulah anak2ku Perihal NYAWA yang masih dikandung oleh TUBUHMU..
SIFAT-SIFAT TUHAN inilah dinamakan SIFAT MA'ANI, yakni salah 1 cabang dari SIFAT 20!
Maka fahami dalami kaji sudi dan uji setiap yang pelajari sehingga nampak nyata, tepat dan jelas anak2ku!

Memburu Alloh


Seorang tamu di kedai itu sejak tadi pagi memegang tasbih. Rambutnya gondrong, menjadi lengkap disebut sebagai pengembara ketika tongkat dan rangselnya ada di pundaknya. Tapi wajahnya tampak sangar, matanya memerah dan lehernya menekuk.
"Mas, apa saya boleh berguru ke pondok ini ya?" celetuknya pada Pardi.
"Berguru apa Mas?"
"Ya, supaya saya bisa dzikir, dan tentu sampean tahu maksud saya..."
"Wah saya ini orang bodoh Mas. Jadi saya tak mengerti maksud Mas..."
"Begini, singkatnya, saya sedang mencari banyak guru, untuk memburu ilmu, agar saya mendapatkan karomah, kehebatan, dan sekaligus pahala. Oh, ya, apakah keistemewaan dari dzikir dan ilmu di sini...."
"Wooooouuuu begitu to maksud anda. Di sini tidak mengajarkan dzikir dengan keistemewaan supaya bisa begini dan begitu. Kalau mengajarkan ilmu jelas ada. Tapi bukan ilmu yang anda cari. Di sini hanya mengajarkan ilmu menata batin, menata jiwa, agar hubungan dengan Allah itu punya adab. punya etika dan sopan santun...."
"Memang kalau kita berdzikir padaAllah itu tidak ada sopan santunnya Mas?" tanya orang itu.
"Lha kalau dzikirnya demi pahala dan kehebatan itu sah-sah saja. Tapi anda nggak dapat pahala besar. Bolehlah pahala kecil, apalagi kalau dzikirnya agar dapat karomah, malah di sini yang begitu malah dapat sampah...."
Pemuda itu terjengak. Kaget setengah mati dengan jawaban aneh Pardi yang ceplas ceplos itu.Seakan-akan membongkar seluruh pandangan hidupnya tentang ilmu dan dzikir, seperti ada revolusi batin yang sungguh begitu keras dan meledak-ledak.
"Sampean mau dapat ilmu membaca pikiran orang? Tahu apa yang telah dilakukan orang lain kemarin? Atau yang bakal terjadi?"
Pemuda itu semakin kaget. Ia tertunduk merenung dalam konflik batin yang tak karuan. Ingin marah, tapi juga ia tak dapat menyangkal kebenaran omongan si Pardi itu.
Pardi sendiri juga heran. Tapi siapa yang harus diherankan ketika kehidupan perjalanan manusia melalui proses yang memnang harus demikian. Semula manusia ingin mencari rahasia-rahasia Allah, memburu kehebatan-kehebatan, bahkan dengan segala kedigdayaan dan kebanggaannya, terus mencari yang dahsyat-dahsyat. Lalu mereka kehilangan Allah, kehilangan tujuan hakiki hidupnya, sirna dalam buih-buih pencariannya.
Dulkamdi tiba-tiba masuk bersama Kang Soleh. Dua sahabat itu bernyanyi-nyanyi kecil. Sambil berselimut sarung, mereka langsung memesan kopi. Sementara pemuda tadi masih terus bergumul dengan kontemplasinya.
Kang Soleh menebarkan senyum khasnya. Tapi matanya tampak berkaca-kaca. Seperti menahan duka yang dalam. Tapi juga ada peradaan menepiskan duka itu. Lalu ia bicara seperti orang berpidato, sambil sesekali tangannya mengepal memukul-mukul pahanya sendiri.
"Saya nggak habis pikir kenapa orang diajak pada kebaikan sulitnya bukan main. Orang di ajak beribadah malasnya bukan main. Orang diajak dzikir yang tergambar hanya proposalnya saja di depan Allah. Orang sudah banyak yang ingin memaksa Allah sesuai dengan seleranya. Orang diajak senyum malah marah. Diajak marah malah menghindar dari kenyataan. Diajak menuju kepada Allah malah ingin mencari selain Allah, mencari pahala, mencari kehebatan, mencari hal-hal aneh. Apakah mereka masih punya alasan lain untuk mendurhakai Allah?"
Pemuda tadi tiba-tiba pucat pasi mendengar orasi Kang Soleh yang cukup emosional. Tapi Kang Soleh terus nerocos.
"Tapi,....yaaakh...Memang Allah masih menakdirkan mereka itu sebatas itu, mau apalagi. Astaghfirullaahal'adzim, jangan-jangan saya sendiri malah hancur-hancuran. Saya memburu ikan paus malah dapat ikan teri. Saya memburu Allah, malah terpesona rahasia-rahasia Allah. Wah..weah...wah..." kata Kang Soleh geleng kepala, sambil airmatanya bercucuran.
"Kang...Kang! Tenang, Kang!....kita pakai teori, kejarlah daku kau kutangkap!" ceplos Dulkamdi.
"Betul....!" jerit Kang Soleh keras-keras. "Kita membru Allah, mengejar Allah, biar ditangkap oleh Allah. Tapi Dul....Dul....." Kang Soleh tak mampu meneruskan kata-katanya. Nafasnya tersenggal-senggal.
"Tapi apa Kang?"
"Tapi...Ditangkap Allah itu rasanya sakit Dul, sakit sekali....pedih. Kamu tahu Dul, betapa hangus nya diri kita dalam Genggaman Allah. Tapi, sesungguhnya dibalik genggaman itu ada ruang tak terhingga ketika jiwa kita dilepas oleh genggamanNya. Hati kita bisa melihat kebun mawar syurgawi, taman firdaus ruhani, dan tarian mahajelita jamaliyah bidadari....Dul...."
Kang Soleh seseunggukan seperti anak kecil. Dan Pemuda itu yang sedari tadi pucat pasi, sudah tergolek tak mampu bergerak lagi, kecuali dadanya yang naik turun. Pingsan!

HAKIKAT IKHLAS DENGAN KESABARAN

“Ikhlas itu adalah rahasia dari semua rahasia dan AKU menempatkannya dihati hamba yang menjadi kekasih-Ku.”
WAMAN ‘AMILA LITHOLABIL JAZA’ FAHUWA NISYAANUN MINAL FADLI WARROHMAH
Barang siapa yang beramal karena mengharapkan balasan (pahala) maka sesungguhnya dia itu lupa akan keutama’an ALLOH dan RAHMAD ALLOH
Demikian firman Alloh SWT sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad SAW.memberi penjelasan bunyi surat Al Mulk ayat 2 ;
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji siapa diantara kamu yang paling baik amalnya. Dan DIA Maha Perkasa, Maha Pengampun.
Menurut al-faqir yang dimaksud surat dan ayat tersebut bukanlah siapa yang paling ‘banyak’ amalnya, melainkan siapa yang paling bermutu (Ahsan) dalam tindakannya. Ahsan merupakan kedekatan kepada Alloh SWT dan niat, jelas ahsan adalah kualitas bukan kuantitas. al-faqir menambahkan lebih sulit bertahan dalam keadaan selalu ikhlas dan sabar dalam bertindak daripada melakukan tindakan itu sendiri. Keikhlasan bergantung apakah anda menginginkan seseorang memuji atau hanya bertindak Alloh SWT semata sedang kesabaran itu menerima baik dan buruk dari apa yang telah di terimanya . Begitu pentingnya niat, sehingga rosululloh bersabda ” INNAMAL A’MAALU BI AL-NIAT “
sesungguhnya setiap perkara amal itu di awali dengan niat ,,,
bagaimana kita bisa memahami niat kita kalo kita sendiri lalai dalam muhasabah (mengoreksi diri) serta bagaimana kita bisa menempati kata lillah tanpa adanya ketawakkalan diri akan setiap amalnya diri …
“Sesungguhnya niat itu lebih penting daripada tindakan itu sendiri.”
Ia kemudian membacakan ayat ini ;
قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ , فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْد’ى سَبِيْلاً
Katakanlah (Muhammad), Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing, maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (QS. Al Isroo : 84.)
kita rupanya harus berhati-hati sebab adakalanya yang sudah beramal secara sempurna tanpa riya’ atau ujub pada awalnya, setelah beberapa lama, terperosok sehingga amalnya dicemari riya’ yang nyata & riya’ yang samar .
al-faqir berpesan buat saudaraku sekalian
“Bertahan dalam niat baik untuk sebuah amal lebih baik daripada amal itu sendiri.” jangan kau tunjukkan amalmu pada orang lain biarkan alloh yang akan menilai
serta tahu akan semua nilai manfaat dan madlorotnya amalmu
Ketika ditanya apa maksudnya bertahan dalam niat baik, beliau menjawab ; Seseorang melakukan amal baik kepada familynya atau member demi mencari ridho Alloh SWT, ia mendapatkan ganjaran yang dicatat baginya. Belakangan ia menceritakan hal itu kepada orang lain, maka apa yang sudah dicatat itu dihapuskan sehingga ia tidak punya lagi catatan ganjaran amal itu. Kemudian, ia kembali menyebutkan soal amal itu lagi (untuk kedua kalinya), ia dicatat sebagai melakukan riya’, sementara catatan amal baiknya malah sudah tidak ada sama sekali.”
Dengan demikian, ikhlas merupakan tahapan tertinggi cinta dan pengabdian kepada Alloh SWT.
Menurut Abdulloh Al Anshowi, ikhlas berarti menggugurkan semua ketidak murnian, dan ketidak murnian itu adalah keinginan menyenangkan diri sendiri atau orang (makhluk) lain.
“Jika orang masih berada dihabitat rasa suka diri, ia belumlah masuk golongan ‘yang menuju kepada Alloh SWT’ (Musafir ilalloh), dan termasuk golongan yang masih ingin langgeng di bumi (Mukholladun fil ardhi).”
Dan yang dikhawatirkan Nabi Muhammad SAW dan para salafush sholihin adalah munculnya syirik dalam ibadah pada berbagai tingkatannya. Jika seseorang melakukan suatu amal demi kepuasan diri sendiri, ia itu termasuk ujub, kalau itu demi kepuasan orang lain, ia adalah riya’.
BERSIHKAN ‘AMAL-mu dengan ikhlas dan bersihkan ikhlasmu dengan tawakkal (melepaskan semuanya kepada ALLOH)
Didalam pandangan orang-orang arif, hal ini dianggap telah membatalkan ibadah dan menjadikannya tidak diterima oleh Alloh SWT. Misalnya Tahajud ‘demi’ memperbaiki kualitas hidup atau memberi Zakat ‘demi’ meningkatkan kekayaan, meski semua ibadah itu “SAH” dan orang yang melaksanakannya berarti telah melaksanakan kewajiban syari’at, ia dianggap belum melakukan penyembahan kepada Alloh SWT secara ikhlas dan tidak pula memiliki kemurnian tujuan.
Bagi arifin, semuanya itu merupakan ibadah yang sekedar untuk mencapai maksud-maksud melepas kewajiban saja.
WAMAN YATAWAKKAL ‘ALALLOOHI FAHUWA KHASBUH ,,,,,,,,

SABAR
Maksud ” SABAR ” di dalam konteks amalan hati ialah menahan nafsu daripada dipengaruhi oleh sembarang gelora atau kegemparan hati atau perasaan atau rangsangan yang menimbulkan rasa marah atau memberontak, resah gelisah, tidak rela, kecewa atau putus asa, akibat daripada pengalaman kesusahan, ketidak nyamanan atau sesuatu keadaan yang tidak disukai atau diingini.
Kesabaran itu harus meliputi empat tindakan yaitu :
1. Tabah dan tekun di dalam melakukan taat
2. Menahan diri daripada melakukan maksiat atau kemungkaran
3. Memelihara diri dari godaan dunia, nafsu dan syaitan.
4. Tenang atau teguh hati menghadapi cobaan musibah
Sabar adalah satu tuntutan agama dan satu perisai untuk menahan diri daripada fitnah nafsu yang bergelora. Orang yang gagal bersabar akan gagal di dalam hidup dan akan rugi di dunia dan akhirat.
Antara tujuan kita di suruh bersabar itu ialah:
1) Supaya dapat mengerjakan ibadah dengan tenteram dan dapat kesempurnaan dan seterusnya mencapai matlamatnya.
2) Untuk kita berfikir dengan lebih matang.
Apabila nafsu telah menguasai akal, akal tidak dapat berfikir secara rasional di dalam menghadapi tindakan yang akan dilakukan. Segala yang dilakukan itu hanya betul mengikut ukuran nafsu. Akibatnya apabila terjadi kerusakan atau kecelakaan disebabkan tindakan itu, diri manusia sudah tidak dapat mengelak, jadilah manusia itu terbelenggu disebabkan perbuatannya sendiri. Karena itu di dalam menangani nafsu yang bergelora, sabar itu sangat perlu. Di samping kita disuruh untuk bermujahadah (berperang) dengan nafsu yang jahat.
Sabda Rosululloh SAW:
“Sejahat-jahat musuh kamu yaitu nafsu yang di antara dua lambungmu.” – (HR Tarmidzi)
Selain daripada itu, sifat taqwa perlu diusahakan dengan menanamkan iman di dalam diri. Untuk mendapatkan sifat taqwa, kelemahan diri perlu diperbaiki. Bagi mereka yang berusaha memperbaiki dirinya, hati mereka akan senantiasa tenang dan bahagia. Bukan karena kaya atau berada, tetapi karena puas kepada apa yang ada.
Sabda Rosululloh SAW:
“Kamu tidak akan merasakan kemanisan iman sehingga kamu menyintai Alloh dan Rosullebih dari segalanya, Tidak menyintai seseorang melainkan karena Alloh. Dan benci kembali kepada kekufuran seperti benci berpaling pada neraka.”
Di samping itu apabila orang yang memiliki iman, sholatnya akan kusyu’, mereka menyempurnakan puasa dan menunaikan pembayaran zakat dengan segala adab dan tuntutannya, menunaikan Haji dengan memahami segala tujuan dan tuntutannya, menjauhkan diri dari maksiat dan dosa, menjauhi perbuatan zina dan perkara yang menghampirinya, tidak mengumpat, mengadu domba, menfitnah, tidak hasad sesama sendiri, tidak sombong, tidak ujub dan sum’ah (mencari nama dan pangkat), tidak pendendam dan lain-lain.
Bila dapat kemanisan iman, penderitaan menjadi kecil dan dunia tiada ruang di dalam hatinya. Hatinya akan asyik dengan Alloh, ini berlaku pada sahabat- sahabat Rosululloh SAW . Bilal apabila dijemur di tengah panas serta diazab untuk dipaksa kembali kepada kekufuran, dengan tenang dia menjawab, “Ahad, Ahad.” Azab sengsara, tidak terasa, ini juga berlaku kepada seorang sahabat Nabi SAW yang dicuri untanya ketika sedang sholat, dia tidak menghentikan sholatnya itu, karena terasa kemanisan sholat dan tidak sadar apa yang berlaku di sekelilingnya. Banyak lagi hal-hal yang demikian kita baca di dalam sejarah kehidupan para sahabat Rosululloh SAW.
Karena itu kita perlu melakukan Mujahadatun Nafs (melawan hawa nafsu) dan membersihkan diri kita daripada sifat-sifat mazmumah ( yang tercela ) seperti iri dengki, dendam, buruk sangka, mementingkan diri, gila pangkat, gila puji, gila dunia, bakhil, sombong dan sebagainya.
Langkah pertama untuk mendapatkan iman ini, maka seseorang itu perlu mempunyai :
a) Ilmu yang Islam yang sempurna dan tepat agar segala tindakan dapat diselaraskan dengan syariat dan kehendak Alloh melalui hukum-hukum yang telah ditetapkannya.
b) Yakin. Keyakinan adalah perlu dan penting.
Oleh karena itu wajiblah kita belajar dan berusaha menyuburkan keyakinan kita. Jangan biarkan keyakinan dicelahi oleh keraguan walaupun sedikit. Keraguan mesti dilawan dengan ilmu pengetahuan, bukan dengan akal semata-mata. Syaitan dan nafsu senantiasa menyuruh dan mempengaruhi akal untuk ragu-ragu dan mewas-waskan kita. Tanpa ilmu yang benar dan menyeluruh, kita akan terperangkap di dalam perangkap syaitan. Jikalau kita terperangkap di dalam jerat syaitan bagi keyakinan, maka hapuslah segala pahala amal dan hapuslah iman. Jikalau terjadi demikian, maka matilah kita sebagai orang yang tidak beriman dan kekal di dalam neraka.
c) Beramal dengan ilmu yang telah difahami dan diyakini.
d) Bermujahadah, yaitu melawan nafsu yang mendorong ke arah kejahatan dan menghalang diri dari melakukan maksiat lahir dan batin.
e) Istiqomah beramal, yaitu melakukan amalan ketaatan dan ibadah serta menjauhi kemunkaran secara terus menerus.
f) Mempunyai guru yang Mursyid yang dapat memimpin dan mendidik diri agar senantiasa taat kepada Alloh.
g) Selalu berdoa kepada Alloh, karena jikalau hanya usaha lahir saja dilakukan tanpa mengharapkan bantuan dari Alloh, maka ia amat mustahil untuk membuang nafsu yang jahat di dalam jiwa manusia.
3) Kita disuruh bersabar adalah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Firman Alloh SWT :
” Dan Alloh amat menyukai orang yang sabar.” – (Ali Imron: 146)
” Sesungguhnya orang yang beriman itu dicukupkan ganjaran mereka tanpa batas ” (Az Zumar: 10)
” Hai orang yang beriman, bersabarlah kamu (melakukan taat dalam menghadapi musibah), teguhkanlah kesabaran kamu, tetapkanlah kewaspadaan serta siap siaga dan bertawakkallah
kepada Alloh agar kamu beruntung (merebut syurga dan bebas dari neraka).” (Al Baqoroh: 200)
Demikianlah kesabaran itu merupakan obat yang pahit tetapi mujarab di dalam menahan diri daripada nafsu dan godaan dunia. Yakinlah, keberkahan daripada kesabaran itu membawa manfaat kepada kita, sekaligus menolak kemudhorotan kepada kita. Sebagai obat ‘kepahitan’ hanya sesaat, akan tetapi ‘kemanisannya’ akan berpanjangan.
Wallohu A’lam.