Hidup pastikan aman tenteram dunia wal akhirat kalau saja kita selalu bertafakur untuk mengingat Allah dan mengingat kehidupat akhirat, minimal 5 menit dalam sehari semalam
Selasa, 26 April 2016
"PARA PEMBURU SUBUH"
📜 Pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim725).
Bahasa singkat namun tersirat, dua rakaat sebelum shalat subuh nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. Orang yang bisa melakukan ini bener-bener kaya raya!!
Sebuah pesan lagi, orang yang sholat subuh berjamaah di masjid seolah-olah dia sudah sholat sepanjang malam...
💦 Bayangkan ketika hari masih gelap, dingiiin, orang-orang ini rela ke masjid lebih dahulu, sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, pertanda dia datang lebih dulu. Ketika Allah Yang Maha Pemilik Rezeki memanggil di pagi hari, dia berangkat menyambutnya... "ini dia Tuhanku, yang memberiku hidup hari ini, yang menjamin rejekiku hari ini.. Subuh ini kuratakan kepalaku dengan tanah hanya menyembahMu"
===
Tahun 2008, ada finalis Wirausaha Muda Mandiri menyapa saya di JCC senayan. Mengenalkan namanya Denni Delyandri, pengusaha muda cake pisang Villa dari Batam. Akhirnya kami bersahabat. Beberapa kali saya ke Batam, begitu juga Denni ke Jogja. Di awal usaha dulu hanya naik motor menjual kue pisang yang dibuat oleh Selvi istrinya. Dari rumah kontrakan mereka membangun bisnisnya. Jatuh bangun dijalani, susah payah dihadapi, sekarang bisnisnya merajalela dimana-mana. Cabang banyak di berbagai kota, dengan brand berbeda-beda, sebagai cake oleh-oleh dari masing-masing kota. Di Batam, Padang, Aceh, Pekanbaru, Balikpapan, terakhir dia membuat strudel di kota Malang yang langsung melejit laris manis.
Yang saya tau dari sosok sukses ini ketika saya menginap di rumahnya di Batam, dia tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah di Masjid. Bahkan ketika waktu subuh, masjid yang lokasinya jauh dari komplek rumahnya pun selalu disambangi. Naik mobil, diajaklah Fathan anak lelakinya ikut ke masjid, rutin tiap hari.
"Kamu tiap subuh gini sudah manasin mobil Den? Ke masjid jauh disana?"
"Alhamdulillah..
Sudah rutin beberapa tahun ini Sap, karena gak ada masjid di dekat sini, ya harus pakai mobil ke luar sana"
Masya Allah..
Hebatnya dia melawan kemalasan, berapa banyak yang rumahnya dekat masjid, bahkan tinggal melangkah ketika subuh pun berat menyambut panggilan Allah.
Tidak heran ketika dunia seisinya menjadi tidak berharga, Allah memudahkan rejekinya.
Sekali waktu saya ke Batam lagi, dia sudah menjemput dengan BMW seri terbaru miliknya..
⏰ Di lain waktu,
Ustadz Yusuf Mansur bercerita di satu ceramah,
"Saya kalo di Jogja nginep di rumah Mas Jodi rasanya adem dan seneng aja..
Kalo subuh mas Jodi, Mbak Aniek, dan anak-anaknya berangkat barengan ke masjid. Hari masih gelap, orang masih banyak nyaman berselimut, mereka sudah bersama-sama menyambut panggilan Allah.. Merapat ke masjid. Seneng bener ngelihatnya"
🌟👍🏼 Bener kata Nabi, dunia dan seisinya gak ada harganya, mudah bagi Allah menjadikan mas Jodi sukses dengan jaringan Waroeng Steak and Shake-nya yang rame dimana-mana.. lah tiap subuh sudah menyambut Dia Yang Maha Kaya.
Rumah saya kebetulan di bagian depan perumahan, suara gerbang yang dibuka di malam hari kadang terdengar.
Sekali waktu sebelum waktu subuh gerbang dibuka, sudah ada lelaki naik motor yang membukanya, lengkap dengan baju koko, sarung dan pecinya...
Aaah dia pak Fulan, pemilik dealer mobil terbesar di daerah sini.. Rajinnya dia subuhan di masjid, bahkan ketika azan belum berkumandang, dia sudah berangkat duluan.
🗓 Lain waktu saya sering melihat mas Arul dan istrinya berjalan ke masjid, kadang boncengan motor dengan mesranya di subuh buta. Juragan tempe yang punya sales hingga 30 orang lebih. Konsisten tiap pagi menyambut Yang Maha Pemberi Rezeki. Dan pesan Kanjeng Nabi benar adanya.. Dunia dan seisinya gak ada harganya, ketika Allah sudah ridho gampang bagi Allah memberi rejeki yang berkelimpahan bagi hamba-hambanya yang percaya..
🚙💎 Ketika minggu lalu dia lewat depan rumah menyapa, plat putih masih menempel di mobil Pajero Sport yang baru dibelinya..
Lain hari..
Lelaki itu berjalan dalam gelap sendirian dari rumahnya menuju masjid yang berjarak 200 meter, saya pernah beberapa kali memboncengkannya. Namanya Pak Pri, GM area maskapai penerbangan terbaik di negeri ini..
🕌 Adzan subuh menggema menembus kabut dan embun pagi, panggilan Illahi yang menyapa semua makhluk, termasuk semua binatang di kanan kiri sawah ini. Suara parau seorang muadzin tua, yang setiap pagi naik sepeda karatan menjemput rejekinya, dialah yang mewakafkah tanah yang sekarang menjadi masjid yang dipenuhi jamaah itu..
Dialah orang kaya yang sesungguhnya, sudah lebih dulu membangun rumahnya nanti di surga.
Sungguh saya IRI kepada para pemburu subuh.. Orang-orang yang bergegas ketika Tuhannya memanggil..
Memilih meratakan jidatnya ke bumi menyembah Yang Maha Pemilik Rejeki.
Meninggalkan jauuuuh orang-orang yang selalu terlambat, sholat subuh terburu-buru ketika matahari sudah terang benderang menggeliat...
Ternyata, Orang Sakit Didatangi Empat Malaikat
Sakit merupakan kondisi yang tidak dinginkan semua orang. Terlebih jika sakit yang dialami parah dan susah mendapatkan obatnya. Selain membutuhkan biaya yang mahal, penyakit yang dialami seseorang bisa menyebabkan seluruh keluarga dan kerabat menjadi cemas.
Memang, rasa sakit yang menyerang tubuh sehingga membuat kita terkulai lemas adalah sesuatu yang menakutkan. Namun dalam Islam, ada banyak hal yang tersembunyi di balik rasa sakit itu. Sehingga tidak ada alasan untuk mengeluh atas kondisi tersebut.
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW mengatakan bahwa sakit merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Karena ketika sakit itulah Allah SWT mengutus empat malaikat secara khusus untuk menjenguk manusia. Tidak hanya sekedar melihat, malaikat ini melakukan hal yang justru akan membuat manusia bersyukur diberi musibah sakit tersebut.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.” (Abu Imamah al Bahili)
Dalam hadist yang lain Rasulullah juga bersabda yang artinya “Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”
Pada keempat malaikat ini Allah memberikan perintah diantaranya:
Malaikat pertama bertugas mengambil kekuatan orang yang sakit sehingga Ia menjadi lemah.
Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.
Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa. Namun ketika Allah SWT akan menyembuhkan orang yang sakit tersebut, malaikat 1,2 dan 3 diperintahkan untuk mengembalikan apa yang sudah mereka ambil. Seperti kekuatannya, rasa lezat dilidah, serta cahaya orang yang sakit sehingga kembali terlihat kembali bersemangat.
Namun Allah tidak meminta malaikat keempat yang sudah mengambil dosa-dosanya untuk mengembalikan dosa orang yang sakit tersebut. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”
Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”
Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”
“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe¬nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di¬jadikan penebus dosanya oleh Allah,” (HR Bukhari-Muslim).
“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).
“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i).
Jika saat ini anda atau keluarga sedang sakit, lebih baik berhentilah untuk mengeluh. Mungkin musibah sakit ini menjadi alarm bagi kita agar tidak bekerja terlalu keras. Saat sakit kita diberi waktu untuk mengingat kembali, bahwa dunia hanyalah sementara
Cara-Cara Melihat Allah
1)Pandang Makhluk terlihat Makhluk.
Kebanyakkan dari kalangan kita, malahan jika tidak keterlalun, boleh dikatakan hampir keseluruhan masyarakat kita sekarang ini, beriktidah, beranggapan, berpandangan atau berpegang kepada istilah ” makhluk yang memandang dan makhluk yang melihat “.
Bilamana makhluk yang memandang, pastinya yang terlihat itu, adalah juga makhluk!. Sifat makhluk itu, hanya akan dapat melihat makhluk. Sifat makhluk, mana mungkin dapat melihat Allah!. Allah itu, hanya dapat dilihat melalui Allah sendiri!. Hanya Allah yang boleh melihat Allah dan hanya Allah yang dapat melihat Allah!.
Sifat makhluk adalah nyata, mana mungkin dapat melihat yang ghaib. Zahir memandang hanya kepada yang zahir manakala hanya batin boleh memandang zahir dan batin..
Kita masih lagi beranggapan bahawa yang melihat itu, adalah mata kita, yang megangkat berat itu, adalah tangan kita, yang bercakap itu, adalah kata-kata kita dan yang mendengar itu, adalah telinga kita!. Bilamana mata diri kita sebagai yang bersifat makhuk melihat itu makhluk, maka yang terlihat dan yang terpandang itu, adalah juga makhluk. Maka jadilah makhluk melihat makhluk!. Bilamana makhluk melihat makhluk maka yang terpandang itu, pastinya adalah makhluk!.
Seumpama mata memandang pokok, bilamana mata memandang pokok, maka pokoklah yang kita lihat!. Mana mungkin melihat pokok terpandang bukit dan mana mungkin memandang bukit, terlihat pokok!. Pada hukum akal, apa yang terpandang, itulah yang terlihat dan apa yang terlihat, itulah yang terpandang!.
Tahap ini, adalah tahap kita memandang kita atau tahap makhluk memandang makhluk. Tahap ini, adalah tahap makhluk manusia yang belum mengenal diri dan tahap belum sampai kepada penyerahan diri!. Tahap dimana makhluk manusia tidak pernah memandang yang bahaswasanya kelakuan, pergerakkan atau kelakuan yang kita perbuat itu, adalah milik Allah swt.
Mari pula kita belajar pelajaran bagaimana cara makhluk memandang makhluk, tiba-tiba saja boleh sampai kepada tahap terlihat Allah?;. Tuan-tuan dan puan-puan yang dirahmati Allah sekalian. Pada peringkat pertama pelajaran kita, kita telah belajar ilmu “pandang makhluk terlihat makhluk dan lihat makhluk terpandang makhluk.. Namun pada hari ini tanggal 15hb Nor, jam 9.29 malam, mari kita sama-sama melangkah keperingkat pelajaran yang kedua atau mari kita naikkan lagi sedikit ilmu kita kepada tahap yang lebih tinggi, iaitu tingakatan ilmuPandang makhluk terlihat Allah dan lihat makhluk terpandang Allah!.
Sekarang tanggal 16hb NOv. jam 5.15 pagi, saya nak bersiap-siap ke lapangan terbang Subang untuk Kota Bharau, untuk menemuai Menteri Besar Kelantan Dato Nik Abd. Aziz dan Dato Haji Adi Awang pada majlis persidangan muktamar Parti Pas. Atas jemputan Dato Nik Aziz untuk berjumpa beliau pada lebih kurang jam 11 pagi. nanti kita sambung.
Sabtu, 17 Nov 2012
Semalam tanggal 16hb Nov, jam 7.10 pagi, saya bertolak dari lapangan terbang Subang Kuala Lumpur ke Kota Bharu. Sesampainya disana, sepatutnya saya dijemput oleh tuan guru Ustaz Sikal dan sahabat-sahabat lain. Malangnya pada ketika itu, semua talian telefon tiada liputan. Saya naik kereta sewa (prebet sapu) dengan tambang RM10.00 ke tempat persidangan Muktamar parti Pas di “PUTIK” pengkalan Cepa, yangn tidak berapa jauh dari lapangan terbang .
Sesampainya saya disana, saya melihat begitu ramai para pengunjung. Terlintas difikiran saya, berkemungkinan itulah makanya talian telefon tidak ada liputan. Kereta yang saya naiki telah mendapat kebenaran dengan izin Allah Taala, untuk masuk sehingga kepintu besar muktamar. Jika tidak dibenarkan masuk, mungkin saya kena berjalan hampir satu setengah kilometer.
Tujuan saya datang kemuktamar PAS, adalah bertujuan untuk berjumpa dengan Tuan Guru Nik Abd Aziz sebagaimana yang dijanjikan dipertemuan sebelumnya, untuk temukan saya dengan Tuan Guru Hj Hadi Awang dan Tuanku Sultan Kelantan. Saya bukan penyokong PAS dan saya juga bukan penyokong UMNO. Saya tidak menyokong mana-mana parti dan saya juga tidak suka bermain parti. Mana-mana partipun, saya suka dan saya bersetuju, asal saja bertuhankan kepada Tuhan yang satu!.
Sesampainya saya, Tuan Guru Hj.Hadi Awang selaku presiden parti, sedang memeriksa barisan kehormat. Selepas selesai pemeriksaan barisan, Tuan Guru Hj, Hadi diarak masuk kedewan. Dikala mengiringi masuk kedewan, disitulah diperdendangkan dengan paluan gendang silat. Terdengar sahaja paluan itu, menyebabkan air mata saya tidak lagi terbendung dan dengan deras bercucuran membasahi pipi, mengenangkan ibu saya yang suka sangat dengan muzik itu.
Selepas itu saya menuju ketempat pamerah dan expo jualan. Saya tidak dibenarkan masuk kedewan perwakilan kerana saya bukan perwakilan. Saya mengambil kesempatan mendengar ucapan presiden melalui speaker. Sambil itu saya pergi berlegar-legar dipusat jualan.
Selepas ucapan preseden tamat, mereka ketempat jamuan makan. Saya melihat tuan gru Nik Azia bergegas keluar dengan tidak sempat makan. Saya meluru ketempat beliau lalu dia menyapa saya dan sempat juga saya bercakap-cakap seketika dan beliau terpasa bergegas pergi, katanya untuk meyembahyang jenazah. Dia mengarahkan saya berjumpa dengan tuan guru Hj Hadi untuk meyampaikan kitab. Dengan kawalan ketat diruangan makan, tidak memungkinkan saya masuk. Dengan izin Allah, saya dibawa oleh Timbalan Menteri Besar Kelantan, Dato’ Husham Musa untuk berjumpa presiden Hj. Hadi dan sesudah majlis makan tengah hari, Presiden Parti Dato’ Hj Hadi berjumpa saya bagi meyampaikan 2 naskah kitab.
Dibelakang saya, saya terlihat Datin Seri Wan Azizah selaku ketua parti Keadilan, sedang mengadakan press conference. Saya meminta izin untuk meyampaikan kitab. Datin Seri Azizah bersetuju dan mengalu-alukan pemberian itu.
Lebih kurang jam 1.00 tengah hari saya dan sahabat yang datang menemui saya disitu, beredar dari pusat persidangan kerana untuk menunaikan sembahyang jumaat..
Jam8.20 pesawat dari Kota Bharu bertolak ke Kuala Lumpur. Sesampainya saya di lapangan terbang Subang, hati kecil saya mula berkata-kata sendiri. Dulu, semasa dua puluh tahun yang lepas, saya teruja melihat orang lain menaiki kapal terbang kesana kemari. Meraka minum pagi di Kuala Lumpur, manakala petang pula minum kopi di kelantan dan malam pula sampai semula di Kuala Lumpur. Sekarang sampai juga giliran saya, sebagaimana mereka. Entah esok lusa saya juga sebagaimana mereka. Tetapi entah-entah juga tidak sempat merasa sebagaimana mereka, kerana berkemungkinan saya mati dulu, sebelum sempat merasa!. Apa-apapun sekarang ini, saya merasa sudah cukup bertuah earana sudah dapat rasa sebagaimana yang tidak dapat saya rasa sebelum ini!.
Segala gambar pertemuan saya dengan pemimpin PAS akan saya masukkan dalam blog tidak lama lagi!. Mari kita berbalik semula kepada tajuk ilmu kita pada pagi ini, iaitu dengan memperbincangkan tajuk, pandangn makhluk terlihat Allah.
Peringkat kedua;
2) Pandang Makhluk Terlihat Allah dan lihat makhluk terpandang Allah!.
TUJUH NUR
Dinamakan tujuh Nur kepada ahli batin yang beramal dengan ilmunya terhadap keEsaan Allah, iaitu :
1. NUR HIDAYAH Nur Hidayah adalah cahaya petunjuk daripada Allah kepada seseorang yang beramal dengan keimanan yang luhur melalui jalan zikir (mengingat Allah) dengan mengamalkan zikir itu, Allah akan memberi petunjuk dan panduan terhadapNya. kebiasaannya mereka akan melakukan dengan jalan bersuluk(menguzlahkan diri).
------------------------------------------
INAYAH Nur Inayah adalah cahaya petunjuk yang didatangkan kepada sesiapa yang dikehendaki oleh Allah dengan cara tiba-tiba kepada seseorang yang sentiasa mengingati keAgungan dan kebesaranNya. ada pandangan yang mengatakan berlaku majuzub terhadap seseorang itu adalah kepada manusia Kamil yang menjadi pilihan. kebiasaannya berlaku kepada selain nabi dan rasul. kepada nabi dan rasul disebut mikraj.
------------------------------------------
3. NUR TAQWA Orang yang mendapat cahaya ketaqwaan, apabila mereka mendapat petunjuk daripada Allah tentang sesuatu yang diniatkan. Ahli taqwa melakukan semua jenis ibadat dengan cara taqwa. Orang yang bertaqwa adalah orang yang beriman dan beramal dengan ilmunya dengan bersungguh-sungguh. Maksud taqwa itu ialah taat setia kepada hukum Tuhan dan meninggalkan laranganNya.
------------------------------------------
4. NURUL IMAN Cahaya keimanan itu adalah cahaya kepercayaan kepada perkara rukun iman dan kepada perkara yang ghaib yang dijadikan Tuhan dan beramal dengan kepercayaan itu. Jika tidak mengamalkan apa yang mereka percaya maka mereka tidak akan mendapat apa-apa dari keimanan yang mereka percaya, malah mereka mendapat kemurkaan dari Allah.
------------------------------------------
5. NURUL YAKIN Seseorang yang mendapat cahaya keyakinan, maka orang itu dinamakan orang yang beriman dan beramal dengan sebaik-baiknya. Selepas keimanannya bulat kepada keimanan (Haqqul Yakin), hatinya tidak dapat dipengaruhi oleh habuan Madiyah (keduniaan), Hubbu Dunya (habuan dunia) dengan cara tidak halal dan hak. Fikirannya tidak dapat dipengaruhi oleh sesuatu yang batil.
------------------------------------------
6. NURUL HAKIKI Cahaya keyakinan yang benar dari keimanan dan ketaqwaan yang diamalkannya mengikut aturan ibadat dan setelah mendapat petunjuk yang membawa kepada keyakinan yang bersungguh-sungguh, pintu hatinya (Fuad) dan Qalbun serta Qalbi telah difahaminya menyebabkan fahaman pendiriannya sebagai seorang Islam yang beriman tidak dapat digugat oleh apa-apa pengaruh pun kerana mata hatinya telah celik.
------------------------------------------
7. NURUL MUSTAIED Cahaya akal yang ilmu didalamnya adalah datang dari alam Samawi. dia adalah seorang Islam yang sebenar dan mendapat petunjuk. Akalnya diisi hanya dengan Al-Qur’an dan hadis semata-mata serta memahami tugasnya sebagai khalifah
LINTASAN HATI
LINTASAN HATI
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ
- اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
- اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
- اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
Segala puji bagi Allah SWT pencipta langit dan bumi, pencipta cahaya dan kegelapan, yang mengumpulkan para makhluk di hari perhitungan, hari kemenangan bagi orang yang berbuat baik dan kesengsaraan bagi ahli maksiat. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allah tiada sekutu baginya, dengan persaksian yang bakal membawa kepada kebahagiaan di hari kiamat.
Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat, pengikut-pengikut sahabat dan mereka yang istiqamah menuruti baginda dari masa kesemasa hingga ke hari kiamat.
Sedekahkanlah Al Fatihah kpd ibu bapa kita, keluarga dan muslimin muslimat yg masih hidup maupun yang telah kembali ke rahmatullah...
بسم ٱللهِ الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ ٱللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْـمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
آمِين
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim ..4899)
Sahabatku kaum muslimin yang dirahmati Allah sekalian...........
Lintasan hati yang datang kedalam hati manusia ada empat jenis :
■ 1. Lintasan Hati Datang Ilham Daripada Allah SWT ■
Ia adalah lintasan ilahi yang datang dengan begitu kuat kedalam hati seseorang yang tidak dapat ditolak olehnya sama sekali. Ilham atau petunjuk daripada Allah SWT. Hadis yang menjelaskan tentang fadhilah Umar bin Khattab, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda.
قَدْ كَانَ يَكُونُ فِي الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ مُحَدَّثُونَ فَإِنْ يَكُنْ فِي أُمَّتِي مِنْهُمْ أَحَدٌ فَإِنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ مِنْهُمْ قَالَ ابْنُ وَهْبٍ تَفْسِيرُ مُحَدَّثُونَ مُلْهَمُونَ
Sesungguhnya telah ada pada umat-umat sebelummu muhaddatsun, dan kalau ada pada umatku seorang darinya, maka Umar bin Al Khattab adalah orangnya.
Ibnu Wahb berkata: makna muhaddatsun adalah mulhamun (orang yang mendapatkan ilham). (HR.Muslim )
Sabda Rasulullah S.A.W. maksudnya : "Mimpi yang benar itu ialah sebahagian daripada empat puluh enam sifat kenabian." (Hadis Riwayat Muslim)
■ 2. Lintasan Hati Datang Perasaan Kedamaian , Ketenangan dan Kegembiraan Sehingga Mengalirkan Air Mata ■
Ia adalah lintasan yang datang disertai oleh rasa tuma'ninah dan ketenteraman serta menjadi lebih kuat dengan kita berzikir kepaad Allah SWT, perasaan ini mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kejahatan serta membuka pintu-pintu ma'rifah dan memberikan kefahaman terhadap wahyu Allah dan ayat-ayat Nya. Allah SWT akan memberi kefahaman terhadap agama Islam dan mampu pula menghayatinya sebagai satu cara hidup yang lengkap dan sempurna.
Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Sesiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, pasti Allah menganugerahinya pemahaman dalam agama.” (Hadis Riwayat Bukhari, Muhammad bin Ismail. Sahih al-Bukhari, Dar Ibn Kathir, Beirut, 1987, jil. 1, hlm. 39, no. hadis : 71.)
■ 3. Lintasan Hati Daripada Gangguan Syaitan ■
Lintasan ini selalu berubah-ubah, ia menyuruh kepada banyak kejahatan, tidak bermaksud untuk menyuruh kejahatan tertentu, tapi maksudnya agar seseorang terjerumus ke dalam kejahatan apapun.
Tandanya, lintasan tersebut menjadi lemah tatkala kita berzikir kepada Allah dan wajib bagi orang yang diserang oleh hal ini untuk berlindung dengan berzikir kepada Allah SWT dan meminta pertolongan-Nya serta membenci lintasan hati ini dan menolaknya. Lintasan semacam ini akan cair dengan zikrullah.
Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu,“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancu”. Rasulullah SAW menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT (mengucap Audzu billahi minas syaithanir rajim ) Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku”. (HR. Muslim)
■ 4. Lintasan Hati Daripada Nafsu ■
Lintasan ini berhubungan dengan tujuan-tujuan nafsu dan syahwat. Tandanya iaitu, orang tersebut akan selalu terus menerus menggapai tujuan tertentu yang berlawanan dengan syariat. Lintasan ini tidak akan melemah kecuali dengan mengingat Allah SWT dan mengingati kematian.
Wajib bagi seseorang yang diserang oleh lintasan hati ini untuk menolaknya dengan mengingat tempat kembalinya kepada Allah SWT, mengingat kematiannya dan kepulangannya kepada Allah SWT, serta menyibukkan dirinya dengan membaca al-Quran, solat malam dan zikrullah dan merenungi hari akhirat.
Hal ini dapat membimbing seseorang untuk menuju jalan yang baik dan menjauhkannya dari kejahatan lintasan hati.
Semoga Allah sentiasa menjaga hati-hati kita dari lintasan hati yang dapat menjerumuskan kepada jurang kebinasaan dan menyinarinya dengan cahaya-Nya yang dapat membangkitkan semangat dalam ketaatan dan berbuat kebajikan.
Shadaqallahul’azhim.
والله أعلم بالصواب
Waallahu A’lam Bish Shawab
(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang sebenarnya)
Tak perlu minta izin untuk share posting saya.... segala ilmu yang bermanfaat memang saya izinkan untuk dikongsi bersama... semoga mendapat keberkatan dariNya..
Sahabat2 boleh save dan share, sama2 kita cari saham akhirat. Inshaa Allah .
Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sepertimana sabda Rasulullah SAW:
❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞
Hadis Riwayat Ahmad, Bukhari, Tarmidzi.
Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud:
Barangsiapa ditanya mengenai sesuatu ilmu lalu disembunyikannya maka Allah akan mengekangnya nanti dengan kekangan daripada api neraka pada Hari Kiamat kelak.
(Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tarmizi)
Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :
① Sedekah/amal jariahnya.
② Doa anak²nya yang soleh.
③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.
Marilah kita berusaha untuk
Menjadi Hamba-NYA yang baik..
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ
- اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
- اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
- اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
Segala puji bagi Allah SWT pencipta langit dan bumi, pencipta cahaya dan kegelapan, yang mengumpulkan para makhluk di hari perhitungan, hari kemenangan bagi orang yang berbuat baik dan kesengsaraan bagi ahli maksiat. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya melainkan Allah tiada sekutu baginya, dengan persaksian yang bakal membawa kepada kebahagiaan di hari kiamat.
Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat, pengikut-pengikut sahabat dan mereka yang istiqamah menuruti baginda dari masa kesemasa hingga ke hari kiamat.
Sedekahkanlah Al Fatihah kpd ibu bapa kita, keluarga dan muslimin muslimat yg masih hidup maupun yang telah kembali ke rahmatullah...
بسم ٱللهِ الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ ٱللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْـمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
آمِين
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim ..4899)
Sahabatku kaum muslimin yang dirahmati Allah sekalian...........
Lintasan hati yang datang kedalam hati manusia ada empat jenis :
■ 1. Lintasan Hati Datang Ilham Daripada Allah SWT ■
Ia adalah lintasan ilahi yang datang dengan begitu kuat kedalam hati seseorang yang tidak dapat ditolak olehnya sama sekali. Ilham atau petunjuk daripada Allah SWT. Hadis yang menjelaskan tentang fadhilah Umar bin Khattab, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda.
قَدْ كَانَ يَكُونُ فِي الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ مُحَدَّثُونَ فَإِنْ يَكُنْ فِي أُمَّتِي مِنْهُمْ أَحَدٌ فَإِنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ مِنْهُمْ قَالَ ابْنُ وَهْبٍ تَفْسِيرُ مُحَدَّثُونَ مُلْهَمُونَ
Sesungguhnya telah ada pada umat-umat sebelummu muhaddatsun, dan kalau ada pada umatku seorang darinya, maka Umar bin Al Khattab adalah orangnya.
Ibnu Wahb berkata: makna muhaddatsun adalah mulhamun (orang yang mendapatkan ilham). (HR.Muslim )
Sabda Rasulullah S.A.W. maksudnya : "Mimpi yang benar itu ialah sebahagian daripada empat puluh enam sifat kenabian." (Hadis Riwayat Muslim)
■ 2. Lintasan Hati Datang Perasaan Kedamaian , Ketenangan dan Kegembiraan Sehingga Mengalirkan Air Mata ■
Ia adalah lintasan yang datang disertai oleh rasa tuma'ninah dan ketenteraman serta menjadi lebih kuat dengan kita berzikir kepaad Allah SWT, perasaan ini mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kejahatan serta membuka pintu-pintu ma'rifah dan memberikan kefahaman terhadap wahyu Allah dan ayat-ayat Nya. Allah SWT akan memberi kefahaman terhadap agama Islam dan mampu pula menghayatinya sebagai satu cara hidup yang lengkap dan sempurna.
Rasulullah SAW bersabda maksudnya : “Sesiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, pasti Allah menganugerahinya pemahaman dalam agama.” (Hadis Riwayat Bukhari, Muhammad bin Ismail. Sahih al-Bukhari, Dar Ibn Kathir, Beirut, 1987, jil. 1, hlm. 39, no. hadis : 71.)
■ 3. Lintasan Hati Daripada Gangguan Syaitan ■
Lintasan ini selalu berubah-ubah, ia menyuruh kepada banyak kejahatan, tidak bermaksud untuk menyuruh kejahatan tertentu, tapi maksudnya agar seseorang terjerumus ke dalam kejahatan apapun.
Tandanya, lintasan tersebut menjadi lemah tatkala kita berzikir kepada Allah dan wajib bagi orang yang diserang oleh hal ini untuk berlindung dengan berzikir kepada Allah SWT dan meminta pertolongan-Nya serta membenci lintasan hati ini dan menolaknya. Lintasan semacam ini akan cair dengan zikrullah.
Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu,“Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah dan rancu”. Rasulullah SAW menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT (mengucap Audzu billahi minas syaithanir rajim ) Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku”. (HR. Muslim)
■ 4. Lintasan Hati Daripada Nafsu ■
Lintasan ini berhubungan dengan tujuan-tujuan nafsu dan syahwat. Tandanya iaitu, orang tersebut akan selalu terus menerus menggapai tujuan tertentu yang berlawanan dengan syariat. Lintasan ini tidak akan melemah kecuali dengan mengingat Allah SWT dan mengingati kematian.
Wajib bagi seseorang yang diserang oleh lintasan hati ini untuk menolaknya dengan mengingat tempat kembalinya kepada Allah SWT, mengingat kematiannya dan kepulangannya kepada Allah SWT, serta menyibukkan dirinya dengan membaca al-Quran, solat malam dan zikrullah dan merenungi hari akhirat.
Hal ini dapat membimbing seseorang untuk menuju jalan yang baik dan menjauhkannya dari kejahatan lintasan hati.
Semoga Allah sentiasa menjaga hati-hati kita dari lintasan hati yang dapat menjerumuskan kepada jurang kebinasaan dan menyinarinya dengan cahaya-Nya yang dapat membangkitkan semangat dalam ketaatan dan berbuat kebajikan.
Shadaqallahul’azhim.
والله أعلم بالصواب
Waallahu A’lam Bish Shawab
(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang sebenarnya)
Tak perlu minta izin untuk share posting saya.... segala ilmu yang bermanfaat memang saya izinkan untuk dikongsi bersama... semoga mendapat keberkatan dariNya..
Sahabat2 boleh save dan share, sama2 kita cari saham akhirat. Inshaa Allah .
Jika sekiranya kalian ingin mengumpul saham akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat² yang lain. Sepertimana sabda Rasulullah SAW:
❝ Sampaikanlah pesananku walaupun satu ayat. ❞
Hadis Riwayat Ahmad, Bukhari, Tarmidzi.
Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud:
Barangsiapa ditanya mengenai sesuatu ilmu lalu disembunyikannya maka Allah akan mengekangnya nanti dengan kekangan daripada api neraka pada Hari Kiamat kelak.
(Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tarmizi)
Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama :
① Sedekah/amal jariahnya.
② Doa anak²nya yang soleh.
③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.
Marilah kita berusaha untuk
Menjadi Hamba-NYA yang baik..
BEGITU KEMAHAAN ALLAH TANPA BATAS....
Tangisan Rasulullah SAW Menggetarkan Arasy
“Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”
Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya.
Orang itu lalu berkata: “Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu
bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”
“Belum,”jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum
pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya,sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.
Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi dihadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.
“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk
untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w.menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:
“Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu
biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”
Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit
dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi.
Maka orang Arab itu pula berkata:
“Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat
perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!”kata orang Arab badwi itu.
“Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu. ‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan
pengampunan-Nya.Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan
pula betapa kedermawanannya!’
Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya.
Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:
“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang.Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya,juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya.
Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la lalu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya.
HIJAB YANG PALING BESAR
أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
Para ahli makrifat menyebutkan, bahwa "ilmu adalah hijab yang paling besar" sehingga seseorang tidak boleh berlama-lama dalam kedudukan (maqam) ini.
Yang dimaksud "ilmu" disini adalah pengetahuan yang diperoleh melalui akal.
Hijab ini adalah hijab yang khas bagi manusia yang mampu ia ketahui secara rasional, sehingga segala sesuatu yang telah ia ketahui dengan akalnya, harus segera ia luluhkan, ia torehkan pada instrumen jiwa yang lain.
Instrumen jiwa yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mencapai jenis pengetahuan lain yang tak dapat dijangkau oleh pemahaman akal.
Dengan begitu seseorang akan dapat melepaskan dirinya dari semua ikatan atau hijab ilmu yang diperolehnya.
Kalau pendengaran dan penglihatan adalah sarana bagi akal untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan, maka instrumen jiwa lainnya yang memiliki kapasitas untuk memperoleh ilmu atau hikmah adalah "hati".
Al-Qur'an menggunakan tiga istilah yang berbeda yang menunjukkan tentang hati, yaitu al fuâd, al qalb, dan al shudr.
Ketiganya merupakan istilah yang berbeda tetapi mengacu pada satu hakikat, yaitu hakikat dasar manusia, hati. Masing-masing menunjukkan perbedaan "karakter" sesuai dengan perbedaan keadaan hati.
Dalam tulisan ini cukuplah untuk sementara kita menggunakan istilah hati. "Dan Allah mengeluarkan kalian dari keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan dia memberi kalian pendengaran, penglihatan dan hati, semoga kalian bersyukur". (Surat An-Nahl [16] : 78)
Ayat ini menunjukkan kepada kita, bahwa sarana bagi jiwa untuk memperoleh pengetahuan sebagai bekal kesempurnaannya adalah melalui pendengaran, penglihatan, dan hati.
Dan orang-orang yang bersyukur adalah mereka yang menggunakan sarana tersebut untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan mencapai pemahaman mengenai hakikat penciptaannya.
Dengan demikian akal bukanlah satu-satunya cara atau sarana untuk mengetahui sesuatu. Dalam tasawuf atau di kalangan ahli makrifat, sebagaimana kita maklum, seseorang bisa mengetahui sesuatu dengan tidak melalui akal, tidak pula lewat penginderaan, tetapi lewat cara yang disebut "riyadhah", pendekatan diri kepada Allah, dimana jiwa mengerahkan seluruh kemampuan dan "potensi positif" hati dengan kedisiplinan dan ke"ajeg"an (istiqomah) untuk memperoleh limpahan karunia sesuai kehendak-Nya.
Menurut ahli makrifat, hati adalah tempat perubahan dan pasang surut yang konstan.
Di dalam hati terjadi pertempuran antara dorongan hawa nafsu (hawâ) yang menjerembabkan jiwa (nafs) ke dalam kehinaan dengan tarikan ruh yang membawa jiwa kepada kesucian.
Hubungan saling mempengaruhi antara jiwa dengan hawa nafsu adalah melalui hati, sebagaimana hubungan antara jiwa dengan limpahan manifestasi Ilahiah (rûh) juga melalui hati.
Ini berarti limpahan ruh Ilahi ke dalam hati akan mempengaruhi aktivitas jiwa dan perwujudan sifat-sifat terpuji dan kesuciannya, dan sebaliknya kesucian jiwa, tidak akan membiarkan sedikitpun "ruang" di dalam hati disusupi oleh hawa nafsu. Jiwa akan selalu memperkuat hati dengan selalu membukanya untuk menerima limpahan ruh dan pengajaran dari-Nya. "Dan segala yang Kami sampaikan kepadamu dari cerita Rasul-Rasul yang dengannya Kami kuatkan hatimu, dan dalam cerita itu telah datang kepadamu kebenaran, pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman". (Surat Huud [11] : 120)
Demikian pula dengan jiwa yang menampakkan aktivitas dan perwujudan sifat-sifat yang rendah adalah cermin dari pengaruh hati yang diisi dan ditundukkan oleh hawa nafsu, dan sebaliknya hati yang dikuasai hawa nafsu akan menutup dirinya dari cahaya petunjuk, karena jiwa yang selalu mengajaknya kepada kegelapan.
"Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup dari apa yang kamu seru kami kepada-Nya ... " (Surat Fushshilat [41] : 5) Dengan demikian, bisa kita pahami bahwa hati adalah instrumen jiwa yang sanggup mencapai pengetahuan dan limpahan ruh Ilahi, sepanjang ia -hanya selalu- membuka dirinya untuk menerima pancaran cahaya-Nya.
Ketika cahaya ini masuk ke dalam hati, maka ia akan menghilangkan tabir yang menutupi mata batin, sehingga pengetahuan tentang Allah (makrifat) -Sang Sumber Ilmu- dapat singgah di dalam hati. Para ahli makrifat menyebut keadaan hati seperti ini dengan istilah kasyf (penyingkapan). Dengan rahmat-Nya yang tak terbatas, Allah melimpahkan kepada hamba-Nya pengungkapan diri-Nya (tajalli) ke dalam hati hamba-Nya. Ada sebuah hadis qudsi yang menyatakan, "Meskipun langit dan bumi tidak sanggup memuat-Nya, tapi hati manusia -hamba-Nya- justru sanggup memuat-Nya".
Hati semacam ini adalah hati seorang hamba yang dipenuhi oleh berbagai hakikat Ilahiah, manifestasi Ilahiah dalam bentuk penyingkapan Nama-Nama-Nya dan Sifat-Sifat-Nya. Pengungkapan diri-Nya ke dalam hati hamba-Nya, merupakan anugerah, yang Allah limpahkan kepada manusia agar Ia dapat disaksikan. Ahli makrifat mengatakan bahwa terjadi berbagai penyingkapan yang merasuk ke dalam hati. Atas kehendak-Nya, Allah mengungkapkan diri-Nya lewat satu Nama Keindahan-Nya yang akan menimbulkan kemanisan dan kesenangan, atau lewat salah satu Nama Keagungan-Nya yang akan melahirkan ketakziman dan ketakutan. Singkatnya, karena Dia adalah Yang Maha Takterbatas, maka penyingkapan ini tidak pernah berulang secara sama dan tidak pula pernah berakhir. Setiap orang adalah unik, oleh karena itu masing-masing penyingkapan juga unik. Jadi tidak ada dua orang yang merasakan pengalaman tajalli yang sama.
Hanyalah yang "merasakan" yang mengetahuinya, dan mereka yang "tidak merasakan" tidak bakal mengetahui. Tajalli melampaui ungkapan kata-kata. Namun demikian -bagaimana pun- penyaksian hati ini tetaplah menunjukkan bahwa "yang melihat", "Yang Dilihat", dan "cahaya yang menghubungkan" keduanya, merupakan tiga hal yang berbeda dan melahirkan keberagaman.
Padahal "Penyaksian di dalam ke -Esa- an-Nya" tidak mengizinkan keragaman seperti itu. Jadi mesti ada "langkah pelampauan" sampai pada satu titik yang dengannya tauhid (penyatuan) bisa dicapai. Karena itu, titik tauhid (sejati) ini hanya bisa dicapai melalui penghancuran (fana'i) "diri yang mengetahui" di di dalam "Dzat yang diketahui.”
Langganan:
Postingan (Atom)