Laman

Rabu, 05 April 2017

FOKOK PEMBAHASAN ILMU MA'RIFATULLAH.

SALAM HIAS SALAAM...
Salam Ta'zhim dari Ana buatmu sekalian...
Semoga Allah meridhai kita dalam menempuh Ilmu kebenaran yang Haq atas kita tuntut..
*
Ikhawani...
...
Yang menjadi pokok tentang pembahasan Ilmu Ma'rifat pada awalnya adalah Surah Al-Ikhlash yakni :
QUL HUWALLAAHU AHAD...
.
Diartikan menjadi :
.
" Katakanlah Hai Muhammad... Allah itu Esa..."
*
Dari arti makna inilah Timbul pendapat bahwa :
MUHAMMAD RASUL ALLAH ITU MANUSIA BIASA.
Atau Utusan, ataupun pesuruh Allah untuk didunia ini yang akan menyelamatkan ummat manusia dari perbuatan kesyirikan dan kemunafikan...
*
QUL - HUWA :
Berkata Huwa Dhamirnya adalah :
" ANTA "
*
Jika ANTA Tidak ada Maka tidak ada yang mengatakan :
" QUL HUWALLAAHU AHAD "
Maka...
ANTA Dalam Ilmu Ma'rifat ada 2 Arti yakni :
.
(1) - ANTA YANG ZAHIR.
(2) - ANTA YANG BATHIN.
*
*
PENGERTIANYA BEGINI :
.
Adapun ANTA YANG ZAHIR Itu adalah : " AL-INSAAN " Yakni :
Nabi kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam...
Maka INSAN ITU adalah :
Alat komunikasi atau Sebagai Jarum jam Diri orang Mu'min yang bergerak setiap detik...
.
Tiada Huruf, tiada suara... Di ingat, tidak di ingat...
Bergerak, terus memuji diri-Nya sendiri...
1x24 Jam = 28.000 pujian-Nya... Ingat atau tidak di ingat....
*
*
Ikhwanil Muslimiin...
.
Adapun ANTA YANG BATHIN adalah :
" SIRRUL INSAAN yakni :
" MUHAMMAD JUGA "
Maka...
HUWA dan ANTA Hanya SATU jua yaitu :
" HUWA MUHAMMAD atau HUWA AHMAD "
.
.
ANTA MUHAMMAD Dinamakan " MUBTADA " yaitu :
Kalimat yang menjadi pokok perhatian didalam Ilmu Ma'rifat...
Dan ALLAH itu dinamakan " KABAR AWAL " yakni :
Kabar pertama yang menjelaskan tentang keadaan " HUWA "
.
Sedangkan ALLAH(Tuhan) kabar yang umum kepada orang Yahudi dan Nashrani, juga menggunakan Nama Tuhan itu...
Namun Al-Qur'an menerangkan dengan kalimat :
WA MAA HUM BI MU'MINIIN ...
Artinya :
" Dan tidaklah mereka itu orang yang beriman "
.
Maksud ayat ini ialah :
Sebenarnya mereka itu tidak Mengimani atau meyakini dengan Kalimat Syahadat Rasul yakni :
' ASYHADU ANNA MUHAMMADUR RASUULULLAAHI '
..
..
Tahukah kalian semua wahai Ikhwanil Muslimiin...
.
Bahwa didalam Kitab Nashrani, sekarang nama Allah sangat banyak yang mereka sebutkan.
Demikian pula kalimat " HU "
Ada 6000 lebih banyaknya...
Dan bagi kita..
Kitab mereka itu tidak bisa di imani.
Karena Nama Nabi Muhammad telah mereka hilangkan...
*
Maka demikian juga, bila kita ada mengenal Ilmu kebathinan tentang mengenal Allah saja, tetapi tidak mengenali Nabi Muhammad...
Maka itu sama saja mengamal ilmu bathiniahnya Yahudi dan Nashrani...
.
- INGAT... !!
.
Bukan kita mau menghilangkan Nama Allah sama sekali... Bahwa Allah itu tetap ada... Namun yang dikenal dengan Allah, hanyalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam....
.
Dari itulah kuncinya ilmu Ma'rifat itulah dari pengenalan Rasulullah, baru kita sampai pada pengenalan Diri kita kepada Allah Ta'ala.
Kepada Nabilah kita bisa sampai kepada Allah...
.
Semoga pokok pembahasan ini, menjadi modal kalian untuk mengetahui ilmu kebathinan yang lebih dalam.
Lebih dan terkurang...
Mohon ma'af yang sebesar- besarnya.
Dan akhirul Kalam :
.
Wassalaamu 'Alaikum
Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh...
.
Aamiin Allaahumma Aamiin...

INTI MA'RIFAT


Assalamu 'Alaikum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh...
¤
Ikhwanil Muslimiina RahimakuIkhwanil Muslimiina Rahimakumullaah.....
¤¤
Ketahuilah kalian semua....
Intinya Ma'rifat itu adalah Mengenal Diri yang sebenar- benarnya.
Bahwa kita berasal dari Allah (Qadim) dengan Kalimat :
¤
" INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN "
¤
¤
Tiga Faktor yang penting dalam kema'rifatan adalah :
¤
PERTAMA : LAA TA'YIN
Belum ada ketentuan- AHADIYAH...
Maha Tunggal Dzatul Buhti.
Dzat Yang Kekal...
¤
¤
PENJELASAN BEGINI :
¤
Disini Allah Ta'ala diumpamakan Laut yang tidak ada bergelombang....
Dia-lah Dzat Tuhan Yang Maha Suci Dan Maha Tinggi.
Tidak ada Martabat lagi diatasnya, bahwa :
Manusia Telah ada semenjak dahulu.
Dan tidak ada terpisah dengan Tuhan-nya.
Kita telah ada dan berada didalam rahasia semenjak dahulu sebelum terciptanya apa- apa.
Hanya kosong.
Hanya alam rahasia Tuhan dan hamba-Nya saja didalam Ilmu-Nya.
Namun belum ada nampak. Maka :
Kita belum dinampakkan-Nya. Cuma bersifat rahasia didalam rahasia-Nya.
¤
Jadi...
¤
Semenjak " Laa Ta'yin ", Manusia sudah tetap didalam Rahasia-Nya. Tetapi belum ada pengakuan apa- apa.
Karena memang belum Nampak dan belum ditampakkan..
¤
¤
KEDUA : TA'YIN AWAL.
Ketentuan yang pertama- WAHDAH...
TUNGGAL.
Hakikat Muhammad yakni :
Asal Mulanya segala menjadi ada dan tersedia.
¤
¤
PENJELASANNYA BEGINI :
¤
Disini Tuhan memperlihatkan Diri-Nya. Maka diperlihatkanlah Diri manusia itu dahulu didalam Diri-Nya sendiri.
Seraya melihat dan berkata :
¤
" ALASTU BIRABBIKUM ?? "
¤
Maka dijawablah dengan :
" BALAA SYAHIDNA "
¤
Setelah pengakuan itu terjadi, Maka Tuhan ber-Firman :
" Saat ini AKU- mengambil empat Anasir dari Tubuhmu...
KU- Jadikan Alam agar engkau menetap kelak "
¤
Maka kita menjawab dengan Kalimat :
¤
" LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI "
¤
Setelah itu, diambillah dari Rahasianya dijadikan Api...
Dari Ruhnya dijadikan Angin...
Dari Hatinya dijadikan Air...
Dari tubuhnya dijadikan Bumi (Tanah)...
¤
Maka... Jadilah Alam semesta dengan segala isinya...
Selanjutnya " TITIK "
Ini berkembang menjadi " BANYAK "
Tumbuh dan besar lalu menjadi " ALIF "
¤
¤
KE-TIGA : TA'YIN TSANI.
Ketentuan kedua- WAHIDIYAH...
Men-Tauhidkan Hakikat Adam yaitu :
" MANUSIA "
Asal mula manusia...
¤
¤
PENJELASANNYA BEGINI :
¤
Disini Allah seumpama laut dengan Gelombangnya...
Sesungguhnya Allah-Tuhan Yang Mah Suci dan Maha Tinggi diumpamakan : " LAUT " Sedangkan semua yang ada diumpamakan : " GELOMBANG "...
¤
Adapun Gelombang itu :
Tiada terpisah dari laut adanya bahwa :
Ke- Tiga Martabat diatas... Ke-Tiganya adalah : " QADIM "
Yang terdahulu maupun terkemudian hanyalah gelarannya saja, bukan karena waktu...
¤
Ketika kita mengatakan : Ahadiyah (Maha Tunggal)
Wahdah ( Tunggal )
Wahidiyah (ManunggWahidiyah (Manunggal)...
Atau..
Ketika kita mengatakan :
Laa Ta'yin ( Belun tentu)
Ta'yun Awal (Sudah tentu)
Ta'yun Tsani (Ketentuan berikutnya)...
Maka..
Ke-Tiga Martabat itu adalah " QADIM "
Sedangkan yang awal dan akhir, hanyalah perkataan saja, bukan karena waktu...
Namun karena sesungguhnya...
Laut yang tiada bergelombang, disitu juga terdapat satu " Titik " Gelombang...
Maka dari " Titik " itulah Berkembang menjadi " Banyak "
itulah yang dinamakan :
" ALIF "
Pada Hakikatnya adalah :
" SATU JUGA "
Namun tetap Tiga dalam sebutannya......
¤
¤
Wahai Kaum Muslimiin...
¤
Mengertilah kalian semua...
Tentang perkara ini dengan teliti dan benar- benar memahaminya...
Ini sudah jelas ana uraikan...
¤
Jadikanlah dasar pegangan didalam hati nurani kalian bahwa :
" Tiada terpisah kita dengan Allah...
Dari awal yang tiada awalnya hingga akhir yang tiada berakhirnya...
Inilah SATU...
Satu pemahaman Ma'rifat yang sempurna...
¤
¤
Ikhwani...
Semoga kalian semua benar- benar ikhlas dalam beramal.
Ridha dalam kepasrahan...
Semua itu adalah Karunia Allah kepada kita...
Karena Dia- Memang Sifat Ar-Rahmaanu...
Ar-Rahiimu...
Maka keluarkanlah kesadaran itu didalam perasaan kalian,
kelak kalian mencapai klimaks keni'matan disisi-Nya. Itulah Ni'mat Iman sejati sebagai hamba yang dicintai-Nya.
¤
Dan semoga Allah melapangkan hati kalian untuk selalu menerima kesyukuran, bahwa Ni'mat Imanlah yang menjadi diri kalian mencapai Derajat Taqwa.
Dan dimuliakan disisi-Nya.
Terlebih dan terkurang, mohon ma'af yang sedalam- dalamnya dalam penyampaian Da'wah Tauhid yang bukan pada tempatnya, maka dari itu, Ana mohon dima'afkan...
.
Akhirul Kalam :
.
ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
.
Aamiin@
Aamiin@
Aamiin Allaahuma Aamiin@.

HAKIKAT KATA KUN ALLAH


ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
*
Ikhwani...
*
Ketahuilah...
Allah Subhanallahu Wa Ta'ala menciptakan segala sesuatu, cukup Ia- mengatakan " KUN " maka jadilah sesuatu Sifat yang berbentuk Makhluq...
*
Nah... Jadi, pada siapakah Allah Ta'ala menyampaikan kata " KUN " itu pertama kalinya?
Sehingga terwujudlah sesuatu bentuk sifat atau alam ciptaan-Nya. Berbagai bentuk dan dimensi ruang dan waktu.
*
PERTAMA : ini menentukan Tauhid kita kepada-Nya.
Salah menjawabnya, maka salah pula arah Tauhid kita...
*
JAWABAN :
*
Sesuatu yang belum ada kepada ketiadaan bahwa Allah berfirman : " KUN " Itu kepada ketiadaan.
Lalu ketiadaan menjadi ada, menjadi ciptaan.
Maka saat itu juga lunturlah Tauhid kita sebab : Jawaban itu berada pada saat awal itu ada dua yang wujud yang ada yakni :
" ALLAH DAN KETIADAAN " ada dua : Ada Allah, ada ketiadaan...
*
Apalagi jawaban seperti ini, Allah berfirman kepada sebuah ciptaan, lalu menjelma menjadi ciptaan- ciptaan yang lain.
Jawaban seperti ini lebih tidak bertauhid lagi.
Sebab :
Saat awal itu, terang- terangan ada dua wujud yang ada yakni :
" ALLAH DAN CIPTAAN-NYA "
Jadi ada dua pada saat awal itu...
Jelas sekali saat itu pula runtuhlah Tauhid kita...
*
*
Ikhwanil Muslimiin...
*
Tauhid meng-isyaratkan bahwa : Yang awal sebelum adanya ciptaan, hanyalah semata- mata Dzat Tunggal yang Satu. Ketiadaan pun tidak ada. Satu ciptaan sekecil apapun tidak ada.
Yang ada hanyalah :
" DZAT WAJIBUL WUJUD SEMATA "
*
*
" Allah menciptakan langit dan bumi. Dan jika Dia- berkehendak atas segala sesuatu, maka Dia-hanya mengatakan kepada-Nya " KUN "
Lalu Jadilah ia "
(Al-Baqarah : 117).
*
*
berbagai terjemahan Al-Qur'an, dan juga pembahasan tentang Ma'rifat, selalu Allah mengatakan pada siapa Dia- berkata Kun itu? Adalah kepada-Nya sendiri dengan sekecil apapun artinya :
" Saat berkata " KUN " Allah berkata kepada sesuatu selain daripada-Nya sendiri.
Maka, dengan jawaban beginipun lunturlah Tauhid kita...
*
Sebab itu, orang bertauhid akan menjawab pertanyaan pertama Sebab itu, orang bertauhid akan menjawab pertanyaan pertama bahwa :
" Sabda Kun " itu ditujukan kepada Dzat-Nya sendiri.
Karena memang saat itu hanya Dzat-Nya saja yang " Ada "
Yang wujudnya sendiri.
Tidak ada siapapun yang ada saat itu kecuali :
Hanya Dzat-Nya lah yang " Ada " Wajibul Wujud...
*
*
" Engkau-lah Dzat yang mendahulukan.
Tidak ada Tuhan selain Engkau "
Terjemahan dari Sunan Tarmidzi...
" Pada permulaan, Allah saja yang ada dan tidak ada apapun bersama-Nya "
( Hadits Shahih Bukhari )...
*
*
Dia- hanya mengatakan kepada-Nya :
" Jadilah " Lalu jadilah ia (semua ciptaan) "
*
Inilah Jawaban yang tepat bagi orang yang benar- benar tingkat Tauhidnya,
bukan asal menjawab, tetapi kita perdalami inti Tauhid itu, baru kita mampu mencapai tingkat Ma'rifatnya.
Karena Tauhid itu merupakan Ruhnya Ilmu Ma'rifat.
Jangan berma'rifat saja kita ketahui, tetapi Ruh intinya Tauhid itu, mesti kita fahami.
Karena Untuk mencapai disisi Allah Ta'ala haruslah melalui penyucian hati. Agar hati dan jiwa kita mampu membuka Dinding diri yang selama ini tertutup oleh kabut hitam yang menyelubungi qalbu. Karena hati tempatnya Nur, agar hati terang dan mudah membuka pintu itu.
Itulah Ruhnya Tauhid.
¤¤
¤¤
Nah... Cukup sampai disini dulu pembelajaran hari ini, agar kita benar- benar untuk mengenali apa arti hidup? Karena hidup ini, butuh bimbingan.
Bimbingan itulah Ilmu bermanfa'at, agar jalan hidup itu tidak tersesat...
*
RABBANAA AATINAA FID DUNIYYA HASANATAN WA FIL AAKHIRATI HASANATAN WA QINAA 'ADZAABAN NAARI
*
*
AAMIIN...

-HAKIKAT INSAN-


Kaum Muslimin hamba Allah yang berbahagia....
*
Marilah kita berbanyak melakukan amalan- amalan yang dapat membawa diri kita kejalan yang benar, yang diridhai Allah Marilah kita berbanyak melakukan amalan- amalan yang dapat membawa diri kita kejalan yang benar, yang diridhai Allah Ta'ala.
Dari dunia sampai keakherat...
¤
Kaum Muslimin....
Ketahuilah kalian,..!!
Jika kalian ingin tahu rahasia kita atau Ilmu hakikat Insan.
¤
Ilmu Hakikat Insan ialah :
Rahasia kita.
Rahasia hakikat insan ini mestilah kita fahami...
Kenapa demikian ??
Karena hakikat ini merupakan hak kita yang sudah Tuhan tetapkan kepada kita.
Karena hakikat ini adalah rahasia Diri tersembunyi yang banyak mengetahui keadaan Sifat dan Dzat Tuhan.
Maka Allah namai Diri itu Rahasia.
Dan rahasia itulah menyimpan kerahasaan Tuhan.
Maka kita rahasia itu diamanahkan kepada Insan.
Insan yang mana??
Insan yang diridhai-Nya. Insan yang dimuliakan-Nya.
Insan yang dicintai-Nya.
Itulah " Mukmin sejati namanya " yang diberi gelar " INSAANUL KAMIL "
¤
BENAR ATAU SALAH ???
¤
inilah yang dimaksud pemahaman Ilmu Tasawwuf sebagai Syurga Ma'rifatullah.
¤
BENAR ATAU SALAH WAHAI ANAK- ANAKKU ??
Kalau salah, diberitahu Abi, jadi senang Abi mengkoreksi sendiri.
Hehehe....
¤
¤
Mari simak sama- sama !!
¤
Ketahuilah Ikwani...
Keadaan Diri kita atau Diri Insan itu adalah :
" Himpunan 7 sifat Lathifah yaitu :
:
(1) . LATHIFAH QALBI :
getaran Hidup didalam Jantung.
(2) . LATHIFAH RUH :
Getaran Hidup didalam Paru- Paru.
(3) . LATHIFAH SIR :
Getaran Hidup didalam Limpa.
(4) . LATHIFAH KHAFI :
Getaran Hidup didalam Hati.
(5) . LATHIFAH AKHAFI :
Getaran Hidup didalam Empedu.
(6) . LATHIFAH NAFSUN :
Getaran Hidup didalam Otak.
(7) . LATHIFAH KULLI JASADI :
Getaran Hidup didalam Seluruh Jasad
¤
Seluruh Getaran Hidup ini. Inilah yang bernama :
" HU... HU... HU... HU...
Dia Ahmad...
Dia Muhammad...
" Inilah Aku yang sebenar- benarnya Aku "
inilah Jannatun Ma'rifat... Inilah Jannatun Na'im...
Inilah kesempurnaan Nikmat yang Maha kekal diakherat nanti...
¤
jika Telah mengerti... Simpan dan rahasiakan...
Halaman ini khusus diberi pemahaman..
Jika tidak mengerti...
Nyimak saja... Dan diam...
¤
¤
Nah Ikhwanil Muslimiin...
¤
Saat kita ingin diridhai Allah...
Saatnya ingin menyaksikan Insanul Kamil...
Dia Ahmad...
Maka itulah Hakikat Syurga yakni :
"JANNATUL HAQ "
¤
Karena Ahmad itulah :
" MAALIKI YAUMID DIIN " yang memiliki Syafa'at diakhirat nanti.
Karena Ahmad itulah :
'' MAALIKIL JABBAR "
yang memiliki nikmat yang kekal diakhirat nanti...
¤
¤
Dan Hakikat Neraka yaitu :
" Adzab Jahannam yakni :
Orang- orang yang tidak diridhai menyaksikan Insanul Kamil...
Lalu dirasakanlah oleh orang- orang yang diadzab atas mereka yang sangat berbisa.
Namun :
Karena atas kasih- sayang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lah terhadap ummatnya. Akhirnya mereka diselamatKarena atas kasih- sayang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lah terhadap ummatnya. Akhirnya mereka diselamatkan...
¤
Sesungguhnya... Malaikat- Malaikat Rahmat akan diperintahkan, agar mengeluarkan Ummat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari Sesungguhnya... Malaikat- Malaikat Rahmat akan diperintahkan, agar mengeluarkan Ummat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari Neraka.
Itu bagi siapa yang masih memiliki Iman.
¤
Sebesar Zarrah atau separuhnya atau seperempatnya, ataupun sekecil- kecilnya...
Lalu diberi kesempatan untuk menyadari dirinya sendiri...
¤
APAKAH KALIAN MASIH BELUM PUAS ??
¤
" Bahwa Aku yang sebenar- benarnya hanyalah " AHMAD "
" Bahwa Aku yang sebenar- benarnya Aku adalah : " ALLAH "
Mau sampai kapanpun....
¤¤
Cukup hanya sampai disini dulu,
lain waktu kita sambung dan kita lanjut lagi.
Jika dah faham, sadarkan diri terus ungkapkan :
" LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH "
Dan jika tidak Faham,.. Maka stop dahulu pengkajiannya,.
Takut jadi Fitnah besar.
.
.
Mohon Ma'af jika ada salah, maka sudilah mema'afkan..
Wassalam

CARA MEWUJUDGKAN DIRI DENGAN SHALAT HAKIKAT.


Salaam hias Salaam....
¤
" Barangsiapa Mendirikan Shalatnya, hendaklah ia mengetahui perkara yang dibawah ini :
yakni =
.
Ketahuilah kalian...
Sesungguhnya yang melakukan shalat hakikatmu hanyalah Allah Ta'ala.
Fananya kalian kepada Sifat-Nya.
Zahir Dzat Allah itu adalah Diri kita yang bathin itu. Bahwa :
.
" Tiada yang Maujud kecuali Wujud-Nya Allah semata- mata."
.
Syahadatmu itu Saksi... Yang disaksikan olehmu adalah :
' ILAAHA itu Tuhan '
Dan ILLALLAH itu ke-Esaan Dzat-Nya.
Saksimu dengan :
' IQRAR ' dengan lisanmu '
Yang dipersaksikan olehmu adalah :
' Meneliti didalam hatimu.
Pengakuan badanmu tempatnya persaksianmu kepada Tuhan yang Haq.
.
KENAPA SEBAB DEMIKIAN?
.
Karena :
ASYHADU-mu itu adalah:
" Tubuhmu ''
ANLAA-mu itu adalah :
" Darahmu "
ILAAHA-mu itu adalah :
" Nyawamu "
ILLALLAHU-mu itu adalah:
" Rupamu sendiri dengan Diri-Nya.
.
ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAHU
MUHAMMADAN RASUULULAAHI...
" U" itulah kesempurnaan Syahadatmu...
Naikkan Nafasmu...
Dan turunkan Nafasmu...
Mesrakan olehmu...
¤
¤
~ MEMANDANG ~
¤
Yang kalian umpamakan cermin itu adalah :
' Badanmu '
Dirimu itu yang kalian umpamakan meneliti cermin itu.
Dan kembalikan pandanganmu itu kepada penglihatan.
¤
Berdiri Shalatmu, Ingat kepada Allah...
Maka lenyap segala yang dipandang...
Jadi..~
¤
" Aku rahasia yang memerintahkan :
" RUH "
Ruh memerintahkan :
" HATI "
Hati memerintahkan :
" TUBUH "
Tubuh memerintahkan :
" Untuk berdiri Shalat "
.
Inilah Allah yang Hadir dalam shalatmu..
Yang Tunggal sendiri-Nya....
Tidak ada dua bagi-Nya...
¤
Allah-lah yang memuji Diri-Nya sendiri...
Inilah ke-fana'an mu.
Kalian tidak ada lagi berbadan zahir dan bathin.
Hanyalah ALLAH semata.
Bertubuh MUHAMMAD zahir dan bathinmu...
¤
Muhammad itulah :
' Rahasia '
atau Sir didalam Sir-Nya.
Itulah : " AKU "
ALLAH Itulah Hakikatnya :
" TAKBIRATUL IHRAM "
¤
Ketika kalian mengucap :
'' ALLAAHU AKBAR "
Maka yang mengucapkan " Allahu Akbar " itulah :
' MUHAMMAD ' yang mengucapkannya.
Yang memiliki ucapan itu adalah :
" DZAT ALLAH semata "
¤
Ketika kalian mengucap :
" ALLBHU AKBAR "
Maka - Allah itulah Dzat-Nya.
Dan Muhammad itulah Sifat-Nya.
¤
¤
USHALLI HAQQI MUHAMMAD...
ALLAAH.... HU.... AKBAR...
¤
¤
ALLAH :
Dzat bagi Diri-Nya.
Sifat bagi Rupa-Nya.
Asma bagi Nama-Nya.
Af'al bagi perbuatan-Nya.
¤
AKBAR :
Hayat itu Hdup.
Ilmu itu Mengetahui.
Qudrat itu Kuasa.
Iradat itu Kehendak.
¤
Nyawa shalat :
' TAKBIRATUL IHRAM '
.
Nafas Shalat :
' NIAT
.
Kepala Shalat :
' AL-FATIHAH '
.
Tubuh Shalat :
' THU'MANINAH '
.
Tangan Shalat :
' SUJUD '
.
Telinga Shalat :
' RUKU ' setengah Qiyam.
.
Kaki Shalat :
' SALAM '
¤
¤¤
Dengan pelajaran hari ini semoga kalian semua benar- benar kembali kepada Allah dengan kesadaran yang tinggi.
Dg timbulnya kesadaran.
Maka :
jalannya adalah Taubat. Dengan sebenar Taubatlah baru menjadi Diri sejati.
Dengan diri sejati itulai timbulnya Mesra yang berujung nikmat hakhki..
Tidak ada yang lain kecuali ' AKU JUA ADANYA .
Inilah Fana Billah, melebur kepada Sifat Baqa Allah.
Ingat!
Bukan melebur kepada Dzat-Nya,
bukan menyatu Dzat-Nya. Yang di istilahkan Wahdah Al Wujud.
Bukan, itu salah...
Dzat suci tidak bisa menyatu pada dzat baharu...
Karena Dzat Maha suci itulah hakikat-Nya Esa.
Satu kesucian tanpa menyatu makhluq apapun, walaupun zahir bathin makhluq mulia.
Tidak bisa menerima.
Niscaya binasa...
Ingat itu !!!
Tetapi menghilangkan sifat keakuan makhluq menjadi ke-Akuan Dzat-ALLAH.,.
¤
Inilah jalannya Mi'raj Shalat hakikat.
Semoga hari ini menambahkan Tauhid kita kepada-Nya.
Aamiin...

~ KEBERADAAN ALLAH ~

Ikhwani....
.
Ketahuilah kalian...
Sesungguhnya keberadaan Allah itu telah ada dialam ini.
Hanya kebanyakan manusia tidak memahaminya.
Hakikatnya adalah kita didalam Diri Allah, bukan Allah didalam diri kita.
Kenyataanya ialah :
adanya wujud alam dan manusia.
Inilah ruang dan waktu bagi manusia.
Ingat!!
Allah bukanlah dikatakan ruang dan waktu, tetapi- Dia- melingkupi ruang dan waktu...
.
Maka dari itu :
Dia Maha mengetahui segalanya.
Maha melihat segalanya.
Dia Maha Esa dalam lingkupan-Nya.
Segalanya terhubung kepada pengetahuan-Nya.
Itulah Dia :
" ILMU WAL 'ALIMUN "
Tiada yang terlepas dari sangka-Nya.
Karena segalanya ada digenggaman-Nya.
.
Wujud kita adanya adanya Wujud Allah.
Berdiri kita adanya yang Maha berdiri sendiri.
Rupa kita adalah sifat dari Laisya-Nya.
Karena rupa kita tidaklah sama.
Inilah pembuktian bahwa Dzat Rupa kecantikan-Nya tidaklah sama dengan makhluq-Nya.
Makanya Dia-lah bernama : " LAISYA KAMISLIHI SYAI'UN "
.
Jadi...
Kehidupan kita, kematian kita, kuasa kita, kehendak kita pengetahuan kita, pendengaran kita, penglihatan kita, dan perkataan kita...
Semuanya terhubung kepada-Nya.
Makanya kita semua, tiada terlepas dalam pengetahuan yang lebih maha mengetahui.
Dia Dzat awal...
Puncak segala menjadi ada...
Dia Dzat awal Tunggal,..
Ke-Tunggalan Dzat mengadakan atau menciptakan awal mula kehidupan yang bernama sifat-Nya.
Dari Sifat-Nya lah adanya perkembangan baru.
Perkembangan ini awalnya dari sifat kasih- sayang-Nya yang dinamakan Nur terpuji.
Sebagai pujian bagi-Nya.
Untuk mengenal kebesaran dan kekuasan Dzat-Nya atas Sifat terpuji-Nya
itulah Nur Muhammad yang Dia beri nama pujian-Nya kepada dzat-Nya.
Awal inilah baru ada perkembangan jadi, lalu terjadi sifat yang banyak dalam kesatuan-Nya..
Namun Dzat Maha suci tetap Satu dalam kesatuan-Nya...
.
Perkembangan inilah dinamakan makhluq.
Segala sifat makhluq yang banyak inilah, wajib mengetahui hakikat ke- Esaan..
Karena Yang Esa inilah yang mengadakan perkembangan...
.
Semuanya dalah lingkup didalam diri Allah.
Yang banyak ini wajib mengetahui hakikat satu. Dan satu inilah hakikat-Nya yang mengetahui yang banyak...
Maha satu ini menerima segala yang banyak.
Dan yang banyak menghubungi yang satu.
Wajib mengenal dan wajib mengetahui hakikat satu.
Dia-lah Dzat Allah yang melingkupi segala ruang dan waktu,
melingkupi segala sesuatu...
Semuanya berada didalam diri-Nya...
Inilah keberaan adanya Dzat Yang Maha suci.
Segalanya wujud Allah. Karena Allah adalah wujud kenyataan adanya alam dan makhluq.
Semuanya bernama Allah.
Semua semesta dan diri makhluq menyebut Allah. Tandanya adanya Dzat Maha Qadim disebalik nama Allah itu tadi...
Seluruh alam dan makhluq memuji nama-Nya.
Maka semuanya lingkupan Asma Allah yang berdzikir didalam diri Allah Ta'ala...
.
.
Semoga kita bertambah yakin bahwa Allah itu ada kenyataan-Nya.
Karena kita didalam lingkupan Diri-Nya.
Inilah Maqam Tauhid Qadim...
Pandanglah yang satu kepada yang banyak.
Pandanglah yang banyak hakikatnya adalah satu...
.
Lebih dan terkurang...
Mohon Ma'af yang sebesarnya..
Salaam Hiyas Salaam....

MEMAHAMI RAHASIA SHALAT.


SALAAM HIYAS SALAAM.....
¤
WA AQIIMUSH SHALAATA WA ATUZ ZAKAATA WAR KA'UU MA'AR RAAKI'IIN ¤¤
AQIIMISH SHALAATA ¤
INNASH SHALAATA TANHAA 'ANIL FAHSYAA-I WAL MUNKAAR ¤
¤
¤
Para Ikhwani...
.
Ketahuilah kalian!!
Sesungguhnya shalat itu ada Ruhnya-
ada Nafsunya-
ada Tulangnya-
ada Kepalanya-
ada Tangannya-
Dan ada kakinya ¤
¤
¤
(1) - TAKBIRATUL IHRAM.
.
Itulah Takbir Ihram, Ruhnya Shalat.
Karena, didalam Takbir itu tersimpan 4 Rahasia yakni :
Tubadil.
Munajah.
Mi'raj.
Ihram.
¤
¤
(2) - NIAT.
.
Itulah Nafsu Shalat.
Karena Niat itu merupakan keinginan atau pernyataan diri terhadap kehendak untuk mewujudkan suatu cita- cita manusia.
¤
¤
(3) - AL-FATIHAH.
.
Inilah kepala Shalat.
Sebab bila membaca Al-Fatihah itu merupakan pertemuan kita kepada Rabb. Maka :
Hendaklah kita waktu membaca Al-Fatihah seolah- olah kita tidak ada, bahwa kita sedang berdialog langsung kepada-Nya.
¤
¤
(4) - THU'MANINAH.
.
Inilah yang dikatakan Tubuhnya Shalat.
Karena, tanpa ada Thu'maninah didalam shalat, maka kita ini kurang beradab, kurang sopan.
Jadi, hendaklah kelakuan kita itu, biar tertib dan sopan. Sebab yang kita hadapkan adalah :
Allah, Tuhan semesta alam yang Maha Agung.
¤
¤
(5) - RUKU' DAN SUJUD.
.
Inilah yang disebut Tulangnya shalat.
Karena, saat kita Ruku' itu di ibaratkan kita melihat kebawah Arasyil 'Azhim. Bahwa :
Kita ini duduk dibawah kebesaran Allah Ta'ala. Maka hendaklah kita ini melihat pada hakikat kita yang fitrah.
Tunduk dan patuhi, sambil mengatakan pujian kepada Allah Ta'ala.
Ketika sudah jelas dan nyata yang kita lihat itu baru bisa bangkit dari Ruku'.
Ketika kita bangkit dari Ruku', ini di ibaratkan pula kita memandang Nubuah Rasulullah SAW, dan melihat ke-Esaan Allah Ta'ala.
.
Ketika kita sujud, kita menyatakan hak kita kepada Allah, bahwa kita ini sebenarnya adalah :
Fakir.
Dha'if.
Lemah.
Dan bodoh.
.
Sujud kita ini diumpamakan bahwa kita tersungkur dibawah Arasy yang agung.
Dan kita menyatakan bahwa kita sudah kembali dari semula dalam keadaan Fitrah sewaktu dimana kita dialam Ruh pada hari ALASTU.
Demikian pula dengan Ruku' dan sujud kita.
¤
¤
(6) - TAHIYYAT.
.
Inilah disebut Tangannya shalat.
Jadi, sesudah kita bangkit dari sujud " kita duduk diantara dua sujud.
Kita umpamakan duduk " Tajalli "
berhadapan dengan kenyataan Tuhan.
Saat itu kita menerima pernyataan pengampunan, Rahmat dan Hidayah-Nya.
Duduk kita ini diumpamakan berada dalam " Qalbu Lathifah, Qalbu Mu'min " diatas Baitullah.
Saat kita membaca Tasyahud yakni :
satu Isyarat telunjuk kanan kita.
Inilah hakikat pernyataan ungkapan janji sumpah dan saksi kita sewaktu dialam ruh dhari ALASTU yaitu :
Meyakini bahwa Allah itu adalah Tuhan yang sebenar- benarnya.
Sehingga kita tenggelam didalam lautan Muraqabah.
Karena Asyik dibawah kebesaran Allah Ta'ala.
Hingga diri kita ini pasrah dan bersyukur dalam kesucian didalam Insaanul Kamil.
Bahwa :
Tahiyyat itu asalnya Shalat.
Pujian Muhammad kepada Allah Ta'ala disaat dibawah Arasy.
Pujian Allah kepada Diri Nabi Muhammad.
Pujian Malaikat dibawah Arasy.
Dan juga sekalian Hamba yang Lathif.
¤
¤
(7) - SALAM.
.
Inilah yang dinamakan Kakinya Shalat.
Maka...
Sebelum memberi Salam sebelah kanan dan kiri, hendaklah kita terlebih dahulu melihat dengan jelas dan nyata bahwa : kesucian diri kita ini, tersungkur Sunyi, sejahtera, bahagia. Merasa malu memberi salaam.
Kenapa ???
Karena terlebih asyik Muraqabah kita kepada Allah Ta'ala.
¤
Memberi " Salam " itulah suatu pernyataan kita kepada Malaikat sebelah kanan dan sebelah kiri kita bahwa :
kita telah kembali datang dari Alam Munajat kita kepada Allah Ta'ala.
¤¤¤¤
¤¤¤¤
Demikianlah tentang mengenai Rahasia shalat, agar kita memahami makna yaang terkandung itu,
karena shalat itulah gerak laku kita dalam tujuan untuk memuja dan memuji hanya kepada Tuhan yang Maha Esa semata- mata.
.
Jika ada salah dalam penguraian konsep rahasia ini, maka Ana minta dima'afkan,
mungkin tidak sependapat dengan kalian.
Namun semua itu adalah hakikat Shalat, agar kita benar- benar ingin mendapat hidayah-Nya.
Lebih dan terkurang, mohon sudi dima'afkan. Karena kita tidak terlepas dari sifat khilaf dan dosa.
Akhirul Kalam :
.
Was salaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh..
.
Aamiin @