Laman

Jumat, 14 April 2017

RAHASIA SURAH AL-FATIHAH

- BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM -
- ALHAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN -
- ARRAHMAANIR RAHIIM -
- MAALIKI YAUMID DIIN -
- IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IIN -
- IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM -
- SHIRAATHAL LADZIINA AN 'AMTA 'ALAIHIM -
- GHAIRIL MAGHDHUUBI 'ALAIHIM -
- WA LADH-DHAALLIIN -
----- ¤ AAMIIIN ¤ -----
=================
=================
RAHASIA TUBUH KITA
=================
- ALHAMDU :
Adalah > Anggota tubuh kita.
-
- LILLAAHI :
Adalah > Nyawa bagi kita.
-
- RABBIL :
Adalah > Ruh bagi kita.
-
- 'AALAMIIN :
Adalah > Otak bagi kita.
-
- AR-RAHMAANI :
Adalah > Kepada Ayah.
-
- AR-RAHIIMU :
Adalah > Kepada Ibu.
-
- MAALIKI YAUMID DIIN :
Adalah : Jantung bagi kita.
-
- IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IIN :
Adalah > Tangan didada.
-
- IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM :
Adalah : Tulang belakang kita.
-
- SHIIRAATHAL LADZIINA AN 'AMTA 'ALAIHIM :
Adalah > Hati bagi kita.
-
- GHAIRIL MAGHDHUUBI 'ALAIHIM :
Adalah : Hati Nurani pada kita.
-
- WA LADH- DHAALLIIN :
Adalah > Empedu pada kita
-
---- ¤ AAMIIIN ¤ ----
Adalah > Rahasia Bagi kita.
=================
=================
RAHASIA ARTI AYAT AL-FATIHAH.
=================
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM :
" Yaa Muhammad...
Aku- menyatakan Rahasia- Ku kepadamu "
.
ALHAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN :
" Yaa Muhammad...
Pekerjaan dzikir bathin itu adalah pekerjaan-Ku juga "
.
ARRAHMAANIR RAHIIM :
" Yaa Muhammad....
Yang membacakannya itu adalah Aku juga yang memuji Diri-Ku "
.
MAALIKI YAUMID DIIN :
" Yaa Muhammad....
Engkau itu Aku gantikan kerajaan-Ku "
.
IYYAAKA 'BUDU :
" Yaa Muhammad...
Tidak ada yang lain, Aku juga kepadamu "
-
- WA IYYAAKA NASTA'IIN :
" Yaa Muhammad...
Tidak ada yang lain engkau daripada Aku- juga "
-
- IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM :
" Yaa Muhammad...
Tidak ada yang mengetahui kecuali engkau,
dan engkau juga yang mengetahuinya "
-
- SHIRAATHAL LADZIINA AN 'AMTA 'ALAIHIM :
" Yaa Muhammad...
Bahwasanya segala yang berwujud itu karena Aku- dan kekasih- Ku "
-
- GHAIRIL MAGHDHUUBI 'ALAIHIM :
" Yaa Muhammad...
Tiada pernah lupa Aku, bahwa sekalian Hamba-Ku, Aku- katakan Rahasia- Ku "
-
- WA LAADH-DHAALLIIN :
" Yaa Muhammad...
Jikalau tidak ada Kasih- sayang- Ku, Maka tidak ada engkau, dan tidak ada juga Rahasia- Ku "
-
---- ¤ AAMIIIN ¤ ---- :
" Yaa Muhammad...
Engkau itu adalah Rahasia- Ku "
==================
=================
ARTI MAKNA NUR DALAM AL-FATIHAH.
=================
< BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM >
: Nur Muhammad.
-
< ALHAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN >
: Kepada Nabi Adam as.
-
< ARRAHMAANIR RAHIIM >
: Kepada Nabi Daud as.
-
< MAALIKI YAUMID DIIN >
: Kepada Nabi Sulaiman as.
-
< IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IIN >
: Kepada Nabi Ibrahim as.
-
< IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM >
: Kepada Nabi Ya'kub as.
-
< SHIRAATHAL LADZII >
: Kepada Nabi Yusuf as.
-
< AN 'AMTA 'ALAIHIM >
: Kepada Nabi Musa as.
-
< GHAIRIL MAGHDHUUBI 'ALAIHIM >
: Kepada Nabi Isa as.
-
< WA LAADH- DHAALLIIN >
: Kepada Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam.
-
<< AAMIIIN >>
: Dia yang Buka.
Dan Dia yang Tutup.
Semuanya itu, terhimpun dalam Nur Muhammad juga.
====================================
Nah Ikhwani....
Ketahuilah kalian semua....
Begitu indahnya Surah Al- Fatihah itu,
begitu sempurnanya Al- Fatihah itu.
Segalanya terhimpun didalam Surah Al-Fatihah.
Sebagai Induk Qur'an atau Ummul Kitab. Sehingga kitapun didalam makna yang terkandung didalam Al-Fatihah.
Perhatikanlah kata AL-HAMDU " Asal Surah Al-Fatiihah dan juga Tahiyyat.
Itulah Allah himpunkan rahasia-Nya kepada kita didalam Al-Fatihah.
Sebagai ayat penuh rahasia alam dan manusia.
Antara Allah dan manusia. Begitu dekatnya hubungan Allah dengan Hamba,
tiada yang lain hanya terkandung Rahasia.
Cuma kita saja tidak mengetahui hakikat surah Al-Fatihah.
.
Itulah Surah Al- Fatihah, sebagai ayat pembukaan dan sebagai ayat penghormatan khusus kepada yang kita puji dan kita syukuri.
Tiada lain Allah jua yang berbuat sesuatu perbuatan.
=================
Nah para anak- anakku....,..
Cukup sampai disini dulu uraian makna Surah Al-Fatihah.
Semoga dilain waktu, Abi akan memaparkan lagi keistimewaan Al-Fatihah yang begitu Indah dan Mulia.
Lebih dan terkurang dalam penulisannya.
Jika ada kata salah ucapan dan menulis, sudilah kiranya Abi dima'afkan.
Dan Akhirul Kalam :
-
< Wa Billaahi Taufiqu Wal Hidayah >
-
Was- Salaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.....
- ¤ AAMIIN ¤

-----------------ooooo000ooooo------------------

sedikit Abi jelaskan hal kepadamu. Ketahuilah, betapa pentingnya seorang Guru Mursyid, agar tujuan seorang belajar maupum belajar kebatinan, mestilah ber-wasilah kepada Sang Guru. Karana Guru merupakan pintu masuk kejalan Allah melalui Ruhani kebatinan. Bagian setiap diri manusia yang kelak kembali disisi Allah Ta'ala yaitu Ruh kita, atau ruh setiap manusia. Sebab ruh yang ada dalam diri kita ini, haruslah sering dilatih secara permanen untuk sampai kehadirat Allah Ta'ala. Pelaksanaan ini hanya dapat dilakukan dg menggunakan sambungan Tali Allah Ta'ala. Sebagaimana Firman-Nya Yg artinya : " Hai orang2 yang beriman, bertakwalah kamu pada Allah, dan carilah wasilah dan berjuanglah agar kamu mendapat kemenangan " QS. Al- Maidah : 35... Bertakwalah kamu maksudnya adalah berbanyaklah mengingat Allah dg cara berdzikir dan shalat agar menjadi orang bertakwa dan beriman. Kedua- berwasilah maksudnya carilah metode atau cara mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Ketiga- berjihadlah ialah berjuanglah dg sungguh2 secara intensif dg beramal shaleh. Agar kamu mendapat kemenangan artinya agar kamu berhasik mencapai Takwa disisi Allah dalam menuju Hadirat-Nya "..

 -----------------------ooooo000ooooo-------------------

 Wasilah dalam ayat tsb, merupakan tali Ruhani yang menyambung, rantai berantai sampai kepada Ruhani Rasulullah SAW. Karena pancaran yg terus menerus yg disalurkan dari : NUURUN 'ALAA NUURIN YAHDILLAAHU LI NUURIHI MAYYA SYAI'U " artinya Nur Ilahi berdiri beriring Nur Muhammad yang diberikan-Nya pada orang2 yg dikehendaki-Nya " Qs. Ali Imran : 103. Berpeganglah kamu pada tali Allah dan janganlah kamu bercerai- berai.

  Kita lanjutkan berdzikir pada Allah dg menggunakan cara menyatukan ruhani kita dg gelombang yg dimiliki Rasulullah yang hidup pada sisi Allah " HUWAL AWWALU WAL AKHIRU " Melalui Frekwensi daripada Ruhani para Ahli Silsilah yang menerima dan meneruskan secara Asli dan murni. Sambung menyambung secara berantai, turun menurun hingga akhirnya sampai Ruhani sang Guru Mursyid. Barulah sesudah mendapat Frekwensi gelombang dari Ruhani Rasulullah SAW. Tanpa Wasilah, tiap- tiap yang bermunajat kehadirat Allah, maka tidak akan mencapai sarana dg lain perkataan, tidak sampai kehadirat Allah, yang sudah Abi terangkan disurah Al-Maidah ayat 35 tadi.


-------------------ooooo000ooooo--------------------

 baru Abi membalas komentarmu hari ini, karena Abi dalam keadaan sibuk mengajar, jadi gak sempat untuk menjawab pertanyaanmu. Ketahuilah engkau #Sukeran Nasiman. Bahwa Al- Fatihah adalah surah pembukaan awal dalam Al-Qur'an yg terdiri tujuh ayat yang dibaca berulang- ulang dalam shalat. Dan Surah Al-Fatihah termasuk Surah Al-Makiyah yaitu : Surah yang diturunkan ketika Baginda Nabi SAW Dikota Mekah. Karena letak ayat ini berada diurutan Surah pertama sebagai pembukaan awal dari 114 Surah. SURAH AL-FATIIHAH ini lengkap dan tersusun yg diturunkan. Dan merupakan Inti seluruh Kandungan Al-Qur'an. Terus dirinci dg Surah- Surah sesudahnya. Dan Surah Al- Fatihah ini diturunkan dimekah sebelum Rasulullah SAW Hijrah kemadinah. Tema yang sangat besar dan rahasia adalah : Ilmu Tauhid, Iman. Dan juga Kabar gembira bagi kaum Mukminin dan Mukminat yang beriman. Ayat juga memberi ancaman bagi Kaum Kafirin yang berbuat kejahatan......... Surah Al- Fatihah ini juga banyak memiliki nama selainnya yakni seperti " FATIHATUL KITAB " Sebab... AL-QUR-AN ini penulisannya secara terbuka saat kita membacanya terlebih dahulu. Al- Fatihah juga terkenal dg nama " AS-SAB'UL MATSANIAH " artinya 7 ayat Yg dibaca berulang- ulang. Karena Ayat ini kita baca berulang didalam raka'at shalat...... UMMUL KITABI ini mencakupi bahasa Qu'ran seperti Aqidah juga Ibadah............. Ketahuilah olehmu nak #Sukeran Nasiman................ AL- FATIHAH Memiliki 12 namanya yakni : Ash-Shalah- Ummul Fatihatul Kitab- Ummul Qur'an- Al- Matsani- Qur'anul Azhiim- Asy-Syifa- Ar-Ruqiyah- Al- Asas- Al- Unfiah- Al- Kafiyah dan Al- Fatihah...... Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda " Al-Fatihah adalah Ummul Kitab, Ummul Qur'an, As- Sab'ul Matsaniah dan Al-Qur'anil 'Azhiim " Hadits ini diriwayat oleh : Imam Tarmidzi.... < Inilah Al-Fatihah yang luar biasa, Maha dahsyat. Sebagai Induk segala ayat. Yang mencakupi segala inti Ajaran Al-Qur'an. Maka Al-Fatihah adalah Wajib merupakan bagi mukmin untuk membaca diwaktu Shalat. Dan merupakan Rukun shalat. Karena rahasianya adalah ungkapan kalimat kata kepada Allah. Walaupun kita tidak melihat Allah, tetapi Allah yg melihat kita. Inilah tingkah laku gerak ungkapan. Sebab datangnya perintah Shalat adalah dari rahasia kalimah " ALHAMDU " Nanti kita Bahas rahasia- ALHAMDU. Insya Allah...
 

RAHASIA AL- HAMDU DALAM AL- FATIHAH.

Assalaamu 'Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.....
.
AL-HAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN.....
Segala puji hanya bagi Allah- Tuhan semesta Alam.
Abi akan menjelaskan tentang hal rahasia Hikmah AL- HAMDU yang tertera didalam Ayat AL- FATIHAH atau kata AL- HAMDULILLAH..
Ini merupakan rahasia Tauhid, asalnya Shalat, rukun Islam, Al-Ikhlas, juga 4 Anasir Allah, dan diri manusia.
Begitu juga Rahasia Nur Muhammad,
mari simak bersama- sama.
=================
( ALIF ) :
- Hakikat Niat
- Subuh
- Syahadat
- Rahasia Nabi Adam
- Innash Shalaah
- Qul Huwallaahu Ahad.
=================
( LAM ) :
- Hakikat berdiri
- Zuhur
- Shalat
- Dzat
- Nabi Ibrahim
- Wanusuuki
- Allahush Shamad.
=================
( HA ) :
- Hakikat Ruku'
- Asar
- Puasa
- Sifat
- Nabi Nuh
- Wa mahyaaya
- Lam Yalid Wa lam Yuulad.
=================
( MIM ) :
- Hakikat Sujud
- Maghrib
- Zakat
- Asma
- Nabi Musa
- Wa Mamaati
- Wa Lam Yakun Lahu
==================
( DAL ) :
- Hakikat Duduk antara dua sujud
- Isya'
- Haji
- Af'al
- Nabi Isa
- Lillaahi Rabbil 'Aalamiin.
=================
ALHAMDU : Nur Muhammad, Sumber segala kejadian Alam.
Telah di-isyaratkan dalam Al-Qur'an dengan kata :
" NUURUN 'ALAA NUURIN "
Nur yang Hidup dan menghidupkan.
Artinya :
- NUR yang diagungkan, dibesarkan dialam semesta ini.
Yang hidup dan Maujud pada tiap- tiap yang hidup dan yang Ujud alam.
Inilah kebesaran Hakikat Nur Muhammad yang sesungguhnya.
Yang dipuji dengan Kalimah kata :
" AL-HAMDU "
.
- ALHAMDU :
Kesempurnaan Tajalli Nur Muhammad.
Tajallinya dalam diri batin kita yaitu :
.
( ALIF ) : AL-HAQ
- Ke- Esaan
- Kebesaran Nur Muhammad.
- Tajallinya kepada Ruh kita.
.
( LAM ) : LATHIFUN
- Kesempurnaan Nur Muhammad.
Tajallinya kepada Nafas kita.
.
( HA ) : HAAMIDUN.
- Kesempurnaan Barakah Nur Muhammad.
Tajallinya pada :
Hati - Akal - Nafsu.
Pengelihatan.
Pendengaran.
Penciuman.
Pengerasa bagi kita.
.
( MIM ) : MAAJIDUN.
Kesempurnaan Syafa'at Nur Muhammad.
Tajallinya pada :
Iman - Islam - Ilmu - Hikmah bagi kita.
.
( DAL ) : DARUS SALAAM.
Kesempurnaan Ni'mat Nur Muhammad.
Tajallinya pada :
Urat-Tulang- Otak- Sumsum bagi kita.
=================
Tajallinya Nur Muhammad pada zahir kita adalah :
.
( ALIF ) Yakni :
Kepala kita.
.
( LAM ) Yakni :
Dua tangan kita.
.
( HA ) Yaitu :
Tubuh kita.
.
( MIM ) Yaitu :
Punggung pada kita.
.
( DAL ) Yakni :
Dua kaki kita.
=================
Yang di-Esakan pada " ASYHADU dan ALHAMDU " Adalah :
.
(1) - ASYHADU :
.
.
( ALIF ) : AL-HAQ.
Yang di- Esakan , dan dibesarkan dialam semesta.
.
( SYIN ) : SYUHUDUL HAQ.
Yang diakui ber-Sifat ke-Tuhanan yang sesungguhnya.
.
( HA ) : HADIYAN MUHDIYAN ILLAL HAQ.
Yang menjadi petunjuk kepada jalan agama yang benar.
.
( DAL ) : DAYYAN ILLAL HAQ.
Yang senantiasa memberi peringatan kepada jalan agama yang benar.
=================
(2) - AL-HAMDU : yakni >
.
- AL-HAYYAATU MUHAMMADU :
Kesempurnaan Tajalli Nur Muhammad bahwa :
" ADAM adalah :
Nama Syari'at.
Nama Hakikat yaitu :
Nama kebesaran bagi kesempurnaan Tajalli Nur Muhammad.
.
MUHAMMAD ialah :
Nama ke- Esaan yang menghimpun nama Adam, dan Asma Allah.
=================
ADAM Daminnya adalah " HU "
MUHAMMAD Daminnya ialah " HU "
ALLAH Daminnya ialah " HU "
Sedangkan " HU " dalam pemahan Ilmu Syari'at adalah : dia Laki- Laki.
Dan " HU " Dalam pengertian Hakikat ialah : Ahad. Tidak ada terbilang- bilang
=================
ISYARAT " HU " DALAM AL-QUR'AN
=================
HUWAL HAYYUN QAYYUM. Yang hidup awal.
Dan berdiri sendiri.
Tiada permulaan.
.
HUWAL 'ALIYYUL 'AZHIIM. Yang bersifat dengan Sifat-Sifat kesempurnaan. Diatas segalanya yang Maha Agung.
.
HUWAR RAHMAANUR RAHIIM.
Yang bersifat kasih- sayang.
.
HUWA RABBUL 'ARSYIL KARIIM.
Dia- Tuhan memiliki Arasy yang Maha Mulia.
ARASY : Nama kemuliaan diri Rasulullah SAW yang sesungguhnya.
Nama Majazi pada segala sesuatu tempat.
Sesuatu alam yang Ghaib dimuliakan Bahwa :
.
" Yang bernama 'ABDULLAH " Itu ialah :
Nama Rasulullah SAW yang bernama :
" MUHAMMAD itu sendiri "
.
ABDULLAH > MUHAMMAD : Adalah penghulu semesta alam ini.
Semuanya nama- nama yang mulia dilangit dan dibumi ini adalah :
" Nama kebesaran dan kemuliaan dan kesempurnaan dari Tajalli Nur Muhammad itu sendiri.
Dan menjadi nama Majazi pada tiap- tiap wujud yang dimuliakan pada alam semesta ini.
==================
Nah Anak-anakku...
Inilah Rahasia ALHAMDU Didalam AL-FATIHAH yang mencakup Hukum Syari'at shalat dan hakikat.
Juga Tauhid Usul Diri, serta rukun Islam, asalnya 5 waktu shalat.
Semuanya terangkum dalam ALHAMDU.
Inilah rahasianya Nurullah pada Nur-Nya sendiri yang meliputi Badan kita.
Inilah kata perintah rahasia Tuhan kepada Insan yang sudah ditanamkan Nur terpuji kedalam Tubuh kita.
Maka berdirinya Ibadah shalat,.
==================
Nah Anak- anakku...
Semoga pelajaran ilmu mengenal diri, dapat menyadari diri kita apa artinya hidup.
Dari itu hargai yang hidup didalam diri, karena dia adalah kehidupan abadi.
.
Aamiin Allaahumma Aamiin......

----------------ooooo000ooooo-----------------------

  Hakikat kebesaran Nur Muhammad itu menghimpun 4 jenis yakni, yang pertama = ALAM NASUT adalah > Alam yang terbentang luas yang terdampar dilangit dan dibumi dan segala isinya. Maksudnya adalah : Nasut pada diri kita ini yaitu = .KULIT- DAGING- OTAK- SUMSUM- URAT- TULANG Pada diri kita ini. Yang kedua adalah = ALAM MALAKUTI YAKNI : Alam Ghaib bagi para Malaikat... Maksud pengertian ini adalah : Malakut pada diri kita yakni > HATI- AKAL-NAFAS- NAFSU- PENGELIHATAN- PENDENGARAN- PENCIUMAN DAN PENGERASA dan Lain2 kepada kita. Yang ketiga adalah : ALAM JABARUT Yakni > Alam Ghaib bagi ARASY- KURSI- LAUHUL MAHFUZH- SURGA- NERAKA. Pengertiannya adalah = Jabarut pada diri kita yakni : RUH-ILMU- HIKMAH- FADHILAH- HASANAH. Yakni > > Segala sifat yang Mulia dan terpuji. Dan yang ke- 4 adalah ALAM LAHUT Yaitu : Alam Ghaib Al-Ghuyub kebesaran Nur Muhammad. Maksudnya ini adalah : LAHUT pada diri kita ini yakni > Bathin tempatnya Rahasia diri kita yang di isi dg rahasia keimanan, keislaman, Tauhid dan Ma'rifat..., maksudnya lagi ialah : empat alam ini yakni > Wujud kesempurnaan Tajalli Nur Muhammad yang terhimpun kepada kebesaran Wujud diri Rasulullah SAW Yang bernama " INSAANUL KAMIL "

-------------ooooo000oooo---------------------
Ketahuilah wahai pencinta Allah yg menanam rasa sadar. Wahai pencinta dunia, sadarilah akan diri bahwa- telah di Isyaratkan Nur Rasulullah dalam Al-Qur'an : " WA HUWAL LADZII LAHU FIS-SAMAAWAATI WA FIL ARDHI ILLAHU " Yang artinya : Dan Dialah, maksudnya dia ini Nur Muhammad, yang sebenar- benarnya memiliki Sifat Ke-Tuhanan yaitu > Sifat kesempurnaan yang ada dilangit, dan sifat kesempurnaan yang ada dimuka bumi. Maksudnya adalah inilah " LAHUL ASMAA-UL HUSNA " yang artinya : hanya Dialah yang sebenarnya memiliki nama-nama mulia lagi sangat terpuji. Yang sudah Maujud dialam semesta ini...

-----------------------oooo000oooo----------------------------
 Assamualaikum abi ...minta do'a nya supaya Anak ananda cepat sembuh dari sakitnya....

MSA.......... Wa 'alaikum salaam warahmatullaah.. Sakit apakah wahai Anakku #Ibnu Kasim... Coba baca Al-FATIHAH dalam satu Nafas. Lalu sambung doa Asy-Syifa pada dalam segelas air putih.
 

Kamis, 13 April 2017

*HAFAL QURAN 30 JUZ DAN HADlTS TAK MENJAMIN MANUSIA MENDAPAT HIDAYAH*

KITA...TANPA USAHA APAPUN, TELAH DIPILIH OLEH ALLAH SWT UNTUK JADI SEORANG MUSLIM...
*HAFAL QURAN 30 JUZ DAN HADlTS TAK MENJAMIN MANUSIA MENDAPAT HIDAYAH*
Kisah nyata ini di tuturkan Habib Quraisy bin Qosim Baharun, Cirebon, dr kisah perjalanannya th 1996. Kala itu pesawat melintasi daratan Afrika. Diantara penumpangnya Habib Quraisy dan ibu Tua sekitar 65-70 tahun berpenutup jilbab di sebelahnya. “Dimana asal Anda?” Tanyanya. Tahu Habib Quraisy orang Indonesia, dia mengajaknya berbahasa Indonesia dan amat fasih pula. Ibu Tua itu tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan 20 bahasa daerah”.
Ibu Tua mulai mengupas pembahasan Al Qur’an dg indah dan mahir.
Habib pun penasaran atas kehebatannya menjelaskan Al Qur’an, “Apakah Ibunda HAFAL AL-QUR’AN ?”
Beliau jawab “Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya menghafal Al Quran sehingga saya berusaha menghapal Tafsir Jalalain dan saya pun hafal”.
Tidak sampai disitu saja, Ibu Tua itu melanjutkan bicaranya “Namun Al Qur’an harus bergandengan dengan hadist. Sehingga saya kemudian berupaya lagi menghafal hadist tentang hukum sehingga saya hafal kitab hadist Bulughul Marom di luar kepala”.
“Lantas saya masih belum merasa cukup, karena di dalam Islam bukan hanya ada halal dan haram tapi harus ada fadhailul amal, maka saya pilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal dan saya hafal”. Kata Ibu itu menuturkan pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.
Ibu itu kembali bertutur “Di sisi agama ada namanya tasawuf, maka saya cenderung pada tasawuf sehingga saya pilih kitab Ihya Ulumuddin dan sampai saat ini saya sudah 50 kali mengkhatamkan membacanya.
Saking seringnya saya baca Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab Ajaibul Qulub saya hafal di luar kepala”.
Habib Quraisy terperangah melihat kehebatan dan luarbiasanya Ibu itu. Namun karena tidak percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba test kebenaran perkataannya. Apakah benar Ia telah hafal Al Qur’an? Apakah benar Ia menguasai Tafsir Jalalain ttg asbabun-nuzul dan qaul Ibnu Abbas? Setelah melalui beberapa pertanyaan. Ternyata benar Ibu itu hafal Qur’an bahkan mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan piawai.
Ketika Habib mengangkat permasalahan ihya mawat yang ada dalam kitab Bulughul Maram Ibu Tua itu pun menjabarkannya cukup jelas.
Ketika Habib membahas tentang hadist Riyadhus Sholihin maka Ibu Tua itu menyebutkan sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah kitab hadist tsb.
Dan lagi Ia menjelaskan masalah psikologi hati berbasis kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub. Kembali Habib dibuat heran akan kehebatan Ibu Tua itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Pesawat akan mendarat di Airport. Ibu itu mengambil tasnya yang ada di kabin. Kerana sudah merasa kenal, Habib membantu menurunkan 3 tasnya ke lantai pesawat. Subhaanallah… Saat Ibu itu menunduk untuk mengambil tasnya ternyata keluar dari balik jilbabnya seutas kalung salib.
Seperti petir menyambar di siang bolong, Habib Quraisy menunduk lemah. Ibu itu tersenyum, “Akan kujelaskan padamu nanti di hotel.”
Habib akan transit selama sehari semalam, pun Ibu Tua itu. Maka di ruang tunggu dia tunjukkan nomor kamarnya kepada Habib dan berjanji bertemu di ruang lobbi restaurant.
Keduanya akhirnya bertemu. Kpada Habib Qurasy ia mengatakan, “Saya bukan orang Kristen, mengapa saya keluar dari Kristen ?… karena saya menganggap Kristen itu hanya dongeng belaka. Dan kalung ini bukan berarti saya Kristen, tapi kalung ini pemberian almarhumah ibu saya”.
Ia mengatakan bahwa Ia telah mempelajari Kristen, Hindu juga Islam. Ia mengungkap ketertarikannya mengenai keagungan yang ada di balik wahyu Allah Swt dan hadits Nabi Muhammad Saw.
“Ibu apa agamanya sekarang ?” Habib bertanya.
Dia katakan “Saya tidak beragama”
“Andai Ibu masuk Islam, begitu baca Syahadat, ibu akan langsung dapat titel Ulama”. Karena demikian luas ilmu yang dimiliki kata Habib.
Ia menjawab,
“MUNGKIN KARENA SAYA BELUM MENDAPAT HIDAYAH DARI ALLAH”
Habib Quraisy meneteskan airmata bersyukur kepada Allah Swt, bagaimana orang seperti dia yang sudah hafal Al Qur’an dan lain sebagainya belum Allah izinkan untuk beriman kepada-NYA.
Sementara kita tanpa usaha apapun, telah dipilih oleh Allah SWT untuk jadi seorang muslim. Demikianlah kisah ajaib ini. Semoga dapat diambil iktibar betapa bersyukur kita dianugrahi iman dan semakin bertambah kuat sampai ajal menjemput, sehingga kita termasuk orang yang husnul khotimah.
Ibu tua itu namanya ANN MARIE SCHIMMEL, ahli terkemuka dalam literature Islam & mistisisme (tasawuf), berkebangsaan Jerman, sebagai professor mengajar di 3 Universitas terkenal di 3 Negara berbeda, dikenal memiliki ingatan fotografis. Wafat tahun 2003 di usia 80 tahun, entah bagaimana tentang keimanannya di akhir hidupnya...Apakah ada yang tahu...???
BETAPA MAHALNYA HIDAYAH.
SETINGGI-TINGGINYA ILMU,
SELUAS-LUASNYA PENGETAHUAN,
SEDALAM-DALAMNYA PEMIKIRAN, DAN
SEKUAT-KUATNYA HAFALAN AL-QUR’AN 30 JUZ DAN HADlTS
TIDAKLAH MAMPU MENGGAPAI HIDAYAH.
KERANA HIDAYAH DATANGNYA DARI ALLAH SWT...
ALLAHUMMA SHALLI 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD.

MALAIKAT ITU BERNAMA IBU …

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya kepada Tuhan “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana ?”

Tuhanpun menjawab “Diantara semua Malaikat-Ku, akan kupilih seseorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu.” Si kecil bertanya lagi “Tapi disini, di surga ini. Aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Dan itu cukup membuatku bahagia.” Tuhanpun menjawab “Tak apa, malaikatmu itu akan menyenandungkan lagu untukmu dan akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang dan itu semua pasti akan membuatmu bahagia.” Namun si kecil bertanya lagi “Bagaimana aku akan mengerti ucapan mereka, sedangkan aku tak memahami bahasa yang mereka gunakan ?”


Tuhanpun menjawab “Malaikatmu itu akan membisikanmu kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar disampingmu, dan dengan kasihnya dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia.” Si kecilpun bertanya lagi “Lalu, bagaimana jika aku ingin berbicara dengan-Mu Tuhan ?”

Tuhanpun kembali menjawab “Malaikatmu itu akan membimbingmu. Dia akan menengadahkan tangannya bersamamu dan mengajarkanmu untuk berdo’a.” Lagi-lagi si kecil menyelidik “Namun, aku mendengar disana banyak sekali orang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku ?”

Tuhanpun menjawa “Tenanglah, malaikatmu akan terus melindungimu. Walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia seriang melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun, si kecil kini malah sedih “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika aku tak melihat-Mu lagi …”

Tuhan menjawab lagi “Malaikatmu, akan selalu mengajarkan keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walaupun begitu, Aku akan selalu didekatmu.”

Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara penggilan dari bumi terdengar sayup-sayup. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang. Tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku …”

Tuhanpun kembali menjawab “Nama malaikatmu tak begitu penting. kamu akan memanggilnya dengan sebutan : IBU …”

ANALISA TAFSIR AYAT TENTANG MENJAGA SHALAT

ANALISA TAFSIR AYAT TENTANG MENJAGA SHALAT DAN SHALAT SEBAGAI PENGHAPUS DOSA DALAM TEORI PENDIDIKAN ISLAM.
A.    PENDAHULUAN
Rasulullah pernah bersabda: “Shalat itu adalah tiangnya agama, barang siapa yang mendirikannya maka berarti ia telah mendirikan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia telah meruntuhkan agama” (Al-Hadits). Bahkan hal ini dipertegas oleh firman Allah SWT.:
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوتِ وَالصَّلوةِ الْوُسْطَ وَقُوْمُوْا لِلَّهِ قَنِتِيْنَ.
Artinya: “Jagalah (peliharah) segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (Al-Baqarah [2]: 238).

Dengan hujjah di atas, dapat kita pahami bahwa begitu pentingnya melaksanakan dan memelihara shalat (shalat fardhu). Karena melaksanakan shalat merupakan salah satu ciri bagi orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT., dan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Hal ini telah nyata dalam Firman-Nya:
وَاَقِمِ الصَّلَاةَ لِلذِّكْرِيْ
Artinya: “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku” (Thaha [20]: 14)
Jelas sekali, bahwa dengan shalat kita dituntut untuk bisa mengingat-Nya, mengingat kebesaran-Nya dan mengakui kerendahan diri di hadapan-Nya. Namun, ada sebagian orang yang salah mengartikan makna ayat ini, mereka beranggapan tidak wajib shalat kalau kita bisa mengingat-Nya tanpa melakukan gerakan shalat seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah. Mereka hanya melihat esensi shalat semata, tidak melihatnya sebagai syari’at yang harus dilaksanakan oleh orang yang beriman.
B.     SHALAT SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN
Dari Ibnu Umar r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bangunan islam ditegakkan diatas lima tiang : Bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Sesungguhnya shalat merupakan sistem hidup, manhaj tarbiyah dan ta’lim yang sempurna, yang meliputi (kebutuhan) fisik, akal dan hati. Tubuh menjadi bersih dan bersemangat, akal bisa terarah untuk mencerna ilmu, dan hati menjadi bersih dan suci.
Shalat merupakan tathbiq ‘amali (aspek aplikatif) dari prinsip-prinsip Islam baik dalam aspek politik maupun sosial kemasyarakatan yang ideal yang membuka atap masjid menjadi terus terbuka sehingga nilai persaudaraan, persamaan dan kebebasan itu terwujud nyata. Terlihat pula dalam shalat makna keprajuritan orang-orang yang beriman, ketaatan yang paripurna dan keteraturan yang indah.
Imam Asy-syahid Hassan Al Banna berkata, dalam menjelaskan shalat secara sosial, setelah beliau menjelaskan pengaruh shalat secara ruhani: “Pengaruh shalat tidak berhenti pada batas pribadi, tetapi shalat itu sebagaimana disebutkan sifatnya oleh Islam dengan berbagai aktifitasnya yang zhahir dan hakikatnya yang bersifat bathin merupakan minhaj yang kamil (sempurna) untuk mentarbiyah ummat yang sempurna pula. Shalat itu dengan gerakan tubuh dan waktunya yang teratur sangat bermanfaat untuk tubuh, sekaligus ia merupakan ibadah ruhiyah. Dzikir, tilawah dan doa-doanya sangat baik untuk pembersihan jiwa dan melunakkan perasaan. Shalat dengan dipersyaratkannya membaca AL Fatihah di dalamnya, sementara AL Qur’an menjadi kurikulum Tsaqafah Islamiyah yang sempurna telah memberikan bekal pada akal dan fikiran dengan berbagai hakekat ilmu pengetahuan, sehingga orang yang shalat dengan baik akan sehat tubuhnya, lembut perasaannya dan akalnya pun mendapat gizi. Maka kesempurnaan manakah dalam pendidikan manusia secara individu setelah ini? Kemudian shalat itu dengan disyaratkannya secara berjamaah, maka akan bisa mengumpulkan ummat lima kali setiap hari dan sekali dalam satu pekan dalam shalat jum’at di atas nilai-nilai sosial yang baik, seperti ketaatan, kedisiplinan, rasa cinta dan persaudaraan serta persamaan derajat di hadapan Allah yang Maha Tingi dan Besar. Maka kesempurnaan yang manakah dalam masyarakat yang lebih sempurna daripada masyarakat yang tegak di atas pondasi tersebut dan dikuatkan di atas nilai-nilai yang mulia?
Sesungguhnya shalat dalam Islam merupakan sarana tarbiyah yang sempurna bagi individu dan pembinaan bagi membangun ummat yang kuat. Dan sungguh telah terlintas dalam benak saya ketika sedang menjelaskan prinsip-prinsip kemasyarakatan saat ini bahwa shalat yang tegak dan sempurna itu bisa membawa dampak kebaikan bagi pelakunya dan bisa membuang sifat-sifat buruk yang ada. Shalat telah mengambil dari ”Komunisme” makna persamaan hak dan persaudaraan yaitu dengan mengumpulkan manusia dalam satu tempat yang tidak ada yang memiliki kecuali Allah yaitu Masjid; dan Shalat telah mengambil dari “kediktatoran” makna kedisplinan dan semangat yaitu dengan adanya komitmen untuk berjamaah’ mengikuti Imam dalam setiap gerak dan diamnya, dan barang siapa yang menyendiri, maka ia akan menyendiri dalam neraka. Shalat juga mengambil dari “Demokrasi” suatu bentuk nasehat, musyawarah dan wajibnya mengembalikan Imam ke arah kebenaran apabila ia salah dalam kondisi apa pun. Dan shalat biasa membuang segala sesuatu yang jelek yang menempel pada semua ideologi tersebut di atas seperti kekacauan Komunisme, penindasan diktaktorisme, kebebasan tanpa batas demokrasi, sehingga shalat merupakan minuman yang siap diteguk dari kebaikan yang tidak keruh di dalamnya dan tidak ada keruwetan” (URGENSI SHOLAT, Yusuf Al-Qardawi)
Karena itu semua maka masyarakat Islam pada masa salafus shalih sangat memperhatikan masalah shalat, sampai mereka menempatkan shalat itu sebagai”mizan” atau standar, yang dengan neraca itu ditimbanglah kadar kebaikan seseorang dan diukur kedudukan dan derajatnya. Jika mereka ingin mengetahui agama seseorang sejauh mana istiqamahnya maka mereka bertanya tentang shalatnya dan sejauh mana ia memelihara shalatnya, bagaimana ia melakukan dengan baik. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW: “Apabila kamu melihat seseorang membiasakan ke Masjid, maka saksikanlah untuknya dengan iman.” (HR. Tirmidzi).
Dalam kitab Jami’ush shogir lima orang sahabat r.a. yaitu Tsauban, Ibnu Umar, Salamah, Abu Umamah dan Ubadah r.a.telah meriwayatkan hadist ini : ” Sholat adalah sebaik-baik amalan yang ditetapkan Allah untuk hambanya.”. Begitupun dengan maksud hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu mas’ud dan Anas r.a.
Begitulah orang orang yang beriman itu bukanlah orang yang melaksanakan ritual dan gerakan-gerakan yang diperintahkan dalam sholat semata tetapi dapat mengaplikasikannya dalam keseharianya. Sholat sebagai salah satu penjagaan bagi orang-orang yang beriman yang benar-benar melaksanakannya.
“….sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar…”(Qs. Al-Ankabut ayat 45).
Sholat adalah salah satu aplikasi dari keimanan yang diambil dari konsekuensi rukun islam yang pertama. Sebagai muslim yang memilki iltizam terhadap apa yang telah menjadi konsekuensi pengakuannya terhadap keimanannya pada Allah, maka sholat akan menjadi pencegah kemaksiatan dan kemungkaran dari dirinya sebagaimana telah disebutkan dalam ayat tadi.
Abdullah bin mas’ud berkata ” Sesungguhnya aku mengamati masyarakat kami bahwa tidak seorangpunyang meninggalkan sholat kecuali seorang munafik yang diketahui kemunafikannya“. (HR. Muslim)
Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, membayar zakat, melakasanakan ibadah haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan.(HR. Imam Bukhari dan muslim)
Sholat merupakan salah satu tiang bangunan islam. Begitu pentingnya arti sebuah tiang dalam suatu bangunan yang bernama islam, sehingga takkan mungkin untuk ditinggalkan.
Makna bathin juga dapat ditemukan dalam sholat yaitu: kehadiran hati, tafahhum ( Kefahaman terhadap ma’na pembicaraan), ta’dzim (Rasa hormat), mahabbah, raja’ (harap) dan haya (rasa malu), yang keseluruhannya itu ditujukan kepada Allah sebagai Ilaah.
C.    SHALAT DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Allah mewajibkan shalat kepada umat Muhammad SAW, karena di dalamnya terdapat makna pengabdian tertinggi seorang hamba kepada penciptanya. Di dalam shalat juga seandainya dilakukan secara ikhlas, tidak karena semata-mata menjalankan kewajiban, al- musholly akan memperoleh limpahan cahaya petunjuk dari Allah yang berfungsi menjernihkan hati dan sebagai petunjuk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Shalat merupakan ibadah harian yang menjadikan seorang Muslim selalu dalam perjanjian dengan Allah. Ketika ia tenggelam dalam bahtera kehidupan maka datanglah shalat untuk menerjangnya. Ketika dilupakan oleh kesibukan dunia maka datanglah shalat untuk mengingatkannya. Ketika diliputi oleh dosa-dosa atau hatinya penuh debu kelalaian maka datanglah shalat untuk membersihkannya. Ia merupakan “kolam renang” ruhani yang dapat membersihkan ruh dan menyucikan hati lima kali dalam setiap hari, sehingga tidak tersisa kotoran sedikit pun.
Ibnu Mas’ud meriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Kamu sekalian berbuat dosa, maka kamu telah melakukan shalat subuh maka shalat itu membersihkannya, kemudian kamu sekalian berbuat dosa, maka jika kamu melakukan shalat zhuhur, maka shalat itu membersihkannya, kemudian berbuat dosa lagi, maka jika kamu melakukan shalat ‘asar maka shalat itu membersihkannya, kemudian kamu berbuat dosa lagi, maka jika kamu melakukan shalat maghrib, maka shalat itu membersihkannya, kemudian kamu berbuat dosa lagi, maka jika kamu melakukan shalat isya’, shalat itu akan membersihkannya, kemudian kamu tidur maka tidak lagi di catat dosa bagi kamu hingga kamu bangun.” (HR. Thabrani)
Tolok ukur kehidupan seseorang dapat dilihat dari kualitas shalatnya, karena ketika seorang muslim melakukan shalat sesungguhnya ia sedang berhadapn dengan Allah, tentunya berhadapan dengan Allah membutuhkan konsentrasi (khusyu’) dan kedisiplinan.
Kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari memerlukan pembiasaan. Seorang ingin disiplin waktu ia harus membiasakan diri tepat waktu dalam aktivitasnya. Shalat merupakan ibadah yang mendidik berbagai hal mulai dari kedisiplinan hingga komitmen terhadap ucapan sikap dan perbuatan.
Metode pembiasaan dalam shalat (lima kali dalam satu hari satu malam), selaras dengan metode pembiasaan yang dikemukakan oleh an-nah lawi. Menurut An-nahlawy pencapaiaan pendidikan dapat dilakukan dengan membiasakan pengamalan terhadap apa yang telah diajarkan kepada siswa.
D.    PENUTUP
Kewajiban dan syi’ar yang paling utama adalah shalat, ia merupakan tiang Islam dan ibadah harian yang berulang kali. Ia merupakan ibadah yang pertama kali dihisab atas setiap mukmin pada hari kiamat. Shalat merupakan garis pemisah antara iman dan kufur, antara orang-orang beriman dan orang-orang kafir, sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah dalam hadist-hadistnya sebagai berikut:
“Batas antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan berarti ia kafir.” (HR- Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad)
Makna hadits ini sangat jelas di kalangan para sahabat r.a. Abdullah bin Syaqiq Al ‘Uqaili berkata, “Para sahabat Nabi SAW. tidak melihat sesuatu dari amal ibadah yang meninggalkannya adalah kufur selain shalat.” (HR. Tirmidzi)
Tidak heran jika Al-Qur’an telah menjadikan shalat itu sebagai pembukaan sifat-sifat orang yang beriman yang akan memperoleh kebahagiaan dan sekaligus menjadi penutup.
Sholat sebagai suatu tarbiyyah yang begiu luar biasa yang mengajarkan kebaikan dalam segala aspek kehidupan, sebagai pencegah kemungkaran dan kemaksiatan, sebagai pembeda antara orang yang beriman dan orang yang kafir, sholat sebagai syariat dari Allah dalam kehidupan,semoga dapat difahami, diamalkan dan diaplkasikan dengan benar dalam kehidupan kita.
Kebenaran datang dari Allah semata dan kesalahan-kesalahan takkan lepas dari kami sebagai manusia yang menmiliki banyak kekurangan.

Selasa, 11 April 2017

DIRI


Diri Ini adalah yang menghidupkan jasad, selagi ada hayat dikandung badan di dunia ini, “DIRI” ini, harus di kenal dan dirasai sepenuh nya oleh kita, kerana ia mengandungi banyak rahsia dan serba guna, Didunia dan akhirat.
Kenal kah “DIRI” tadi kepada Allah?
Sudah tentu, kerana dia datang dari Allah, dari yang Maha Suci Hidup, Sang pencipta dan yang Maha Kuasa diatas segala yang Maha Berkuasa.

Banyak lagi, persoalan yang akan timbul, apabila kita dapat mengenal “DIRI” kita yang sebenar- benarnya “DIRI” ini, kita harus belajar dari “DIRI” ini sendiri, bukan yang lain, selain “DIRI” ini sendiri.
Dia mengetahui, kerana dia datang dari yang MAHA mengetahui.
Dia bijak, kerana dia datang dari yang MAHA bijaksana.
Dia kuasa, kerana dia datang dari yang MAHA kuasa.
Dia lah sebaik-baiknya Guru, kerana dia datang dari yang MAHA guru.
Kehidupan sebenarnya, ada di dalam, kerana kehidupan datang setelah kita Hidup.
Kesimpulan-nya;
Kenali lah “DIRI” kita ini, kerana, dia-lah sebenar-benarnya “DIRI” dan utamakan lah dia dalam segala urusan kita di dunia ini, sambil menunggu surat undangan dari yang Maha Kekal Abadi, jangan lupakan itu dan ini, kerana dia kekal kerana di kekalkan.
Ilmu Pengetahuan Mengenal “DIRI” adalah satu-satunya ilmu pengetahuan yang wajib dan harus di ketahui oleh semua manusia hidup, tanpa terkecuali, tidak peduli agama dan latar belakang apapun, kerana tiap-tiap manusia hidup, membawanya di dalam jasad kasar mereka, harus kah penghidup jasad kita ini, kita biarkan begitu saja, tanpa mengenali dan merasakan nya, hanya semasa maut hampir datang menjemput, baru kita sedar, bahwa dia akan meninggalkan kita...................
............... Amin yarabullalamin.

BAYANG DIRI CERMIN DIRI.


Yang dimaksudkan bayang, bekas dan sifat Allah itu adalah merujuk kepada makhlok. Makhloklah bayang Allah, makloklah bekas Allah dan makhloklah yang dikatakan sifat-sifat Allah.
Dengan cara memandang dan melihat bekas-bekas Allah pada sifat makhlok, Allah itu akan dapat dilihat dan dapat dipandang oleh pandangan mata Kasar. Termasuklah dengan cara melihat kepada diri kita sendiri. Maksud melihat itu, bukan melihat dengan mata zahir tapi ianya hendaklah dilihat dengan menggunakan mata batin, iaitu melalui pandangan mata hati.
Tempat melihat Allah itu, adalah pada diri sendiri. Oleh itu untuk melihat dan memandang Allah, kita dikehendaki terlebih dahulu melihat dan memandang kepada diri sendiri. Setelah kita mengenal diri, barulah Allah itu dapat dilihat dan dipandang dengan nyata dan terang oleh sebarang penglihatan. Mengenal Allah itu, adalah dengan cara melihat diri manakala untuk mengenal diri pula. Adalah dengan cara melihat Allah.
Allah dapat dirasa, Allah dapat dipandang dan Allah dapat ditiliki dengan senyata-nyatanya oleh hati-hati mukmin dari mereka-mereka yang bermata basirah (melalui pandangan mata hati yang halus). Seumpama sifat angin, angin itu tidak nampak untuk dipandang dan tidak nampak untuk dilihat tetapi ternyata ianya dapat dirasa dan dapat dinikmati dengan perasaan.
Melihat Allah tidak dapat hendak diukir melalui lukisan, tidak dapat hendak digambar dengan perkataan. Cara melihat Allah itu, tidak memerlukan kepada dalil dan tidak memerlukan apa-apa bukti.
Orang mengenal Allah itu, tidak boleh membuat dalil dan tidak dapat mendatangkan bukti. Melainkan orang makrifat itu sendiri sahaja yang tahu, yang dapat memahami dan merasai duduknya perkara.
Tidak ada bahasa hendak diucap dan tidak ada perkataan untuk dilafazkan, tentang cara mana Allah itu dapat dilihat, bagaimana Allah itu dapat dipandang, dan dirasa oleh mata hati.
Perkara melihat Allah adalah perkara rasa, bukan perkara yang melalui pancaindera mata kasar. Hanya bagi mereka yang menikmati sahaja yang merasainya. Yang jelasnya Allah itu dapat dirasa, dapat dipandang dan dapat dilihat.