Laman

Minggu, 19 Agustus 2018

Kesaksian = bukti

Sebelum engkau manusia mengeluarkan ilmunya utk mewujudkan kesaksian yaitu menampilkan bukti kekuasaan Allah , baik secara kunfayakun lafal atau ujug ujug atau anugerah yg tdk disangka sangka , dalam waktu kepepet atau tidak maka Kesaksian manusia harus ditampilkan dahulu.
Harus manusia lakukan sbg buktinya dahulu.
Itulah kesaksian diri bukan kesaksian orang laen , ini namanya pengalaman perjalanan pribadi , semakin matang dan mantab dg Allah sbg pemberi amanah.
Dan bukan karena tawasul atau pelantara baik itu pertolongan yg di pelantara makhluk apapun. Ini Tauhid suci hakiki.
========
Alhamdulillah saya bisa berbagi , dan berbagi saya ini anugerah dan Allah yg ngasih anugerah ini. Saya redho dan senang dg semua yg baca. Bismillah.
========
Bukti kalau berkekalannya manusia selalu bersama Allah yg sempurna adalah seluruh inderanya dalam pengalaman perjalanan setiap saat itu bergelombang selalu kekal dg Allah.
Maksudnya ketika ada letupan dari pancaran yg diterima inderanya maka kesadaran ingat dan lafal bathin serta mulutnya bisa menucap Allah.
Maksudnya reflek mengucap Allah mulutnya / hatinya.
Contoh :
Telinga ; mendengar dentuman , mendengar keindahan , mendengar azan dll maka langsung kontak dirinya mengucap Allah dalam lafal mulut atau hatinya saja yg mengucap / rasa eling.
Mata ; melihat yg indah , seding , terpana atau fenomena-2.
Rasa Bau ; yg wangi / busuk / masakan padang.
Rasa Kecap ; enak , manis , pedas , pahit.
Rasa raba ; dingin , panas , merinding.
Dan sesuatu yg menyentuh perasaan.
Semua itu terangkai di akal dan otak.
==========
Dikatakan iman itu bisa naik turun ketika rasa pembuktian itu masih dalam perjalan.
Dikatakan setabil ketika dirinya telah mampu mewujudkan kesaksian yaitu bukti bahwa Allah telah memberikan kesaksian.
Rasa yg ada didalan diri atas pemberian Allah berupa yakin itulah modal utk mewujudkan kesaksian itu.
Jika masih ada keraguan berarti perjalanan Anda masih ada yg kurang atau masih belum saatnya.
Tanyalah kpd diri Anda???
Pasti dia akan jawab. Krn itu jawaban Allah dan siap-2 lah mendapat perintah.
Jika belum bersyukurlah dg pencapaian yg telah diusahakan. Hal itulah yg akan menyamakan kedududkan dg yg tinggi derajat Ruhaninya.
=========
Ingat lah bahwa jalan yg lurus itu suci dan ikhlas utk Allah jangan berpaling dg makhluk = nafsu dan kesenangan dunia.
Jangan suka kawin , harta , tahta , popularitas.
=========
Alhamdulillah , Semoga kita semua diberi Allah kekuatan dan rasa bersyukur. Terima kasih.

Minggu, 29 Juli 2018

Niat itu karena Allah, bukan yg "lain"


>MALU BERINFAQ KARENA TAKUT DIKIRA PAMER?
Malu itu bisa jajan di cafe tapi infaq cuma Rp1000
Parkir aja sekarang seribu, masa parkir hidup di dunia juga seribu???
Udah gitu, pilih uang seribuan yg paling lecek pula hadeeehhhh -___-"

>MALU BERINFAQ KARENA TAKUT DIKIRA PAMER?

Pamer itu infaq 50/100rb tapi cuma sekali seumur hidup.
Abis itu ga pernah infaq lg sampe tahun depan. hadeeehhh -___-"
Lebih baik sedikit tapi rutin..
Lebih baik lagi klo bisa rutin dan banyak..

>GAJI BULANAN SAYA PAS-PASAN, NANTI KALAU TIDAK CUKUP BUAT KEBUTUHAN LAIN GIMANA??

Namanya jg Manusia, tak pernah merasa cukup. Tolong belanjakan harta Anda dengan bijak. Bedakan mana KEBUTUHAN mana KEINGINAN.
Apa saja yg membuatmu ragu untuk berinfaq/sedekah itu datangnya dari Setan. Di Al-Quran sudah dijamin jika Anda berinfaq/sedekah tidak akan membuat Anda kehilangan harta malah akan dilipatgandakan.

>BUKANKAH TANGAN KANAN MEMBERI TANGAN KIRI TAK MELIHAT?

BENAR, karena memang tangan ga punya mata, hahaha..
Al-Quran pun menajawab: 
"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara sembunyi-sembunyi dan TERANG-TERANGAN, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al-Baqoroh 274)
Perbanyak infaq/sedekah sembunyi-sembunyi, Dan tak perlu ragu infaq/sedekah diliat orang.

Semoga bermanfaat

Memaknai kata "Sunnah"

Kebanyakan kita mengartikan sunnah dengan makna sesuatu yg tidak wajib, Tidak wajib berarti tidak harus dilakukan. Dan pada akhirnya adalah menyepelekan sunnah. Padahal di dalam sunnah terdapat anjuran, cara, kebiasaan, atau sesuatu yg dapat menunjukkan kita ke jalan yang positif dan menghindarkan kita dari hal yg negatif. Di dalam sunnah juga ada ajakan yang mempunyai makna wajib. Tapi kebanyakan kita menganggapnya semua sama.

Kita contohkan dengan hal yg umum di luar pembahasan sunnah misalkan adanya ajuran atau moto hidup seperti ini:

"Hidup sehat dengan cara makan makanan bergizi, olahrga teratur, dan tidur cukup"
Jelas bahwa bila kita ingin hidup sehat maka lakukan hal tersebut. Tapi pada kenyataannya kebanyakan orang tidak mengindahkan ajuran tersebut. Mengapa demikian? tanyakan pada diri masing-masing..

Kembali ke pembahasan sunnah, perlu kita garis bawahi bahwa sunnah itu semata-mata berasal dari Rasulullah SAW baik yang dicontohkan secara langsung maupun dari pengamatan orang-orang di sekitar Beliau. BUKAN buatan Ustad-ustad terdahulu apalagi kebiasaan para leluhur kita. Belum tentu apa yg diajarkan para Ustad / leluhur sesuai dengan apa yg ditutunkan oleh Rasulullah SAW. Kita WAJIB menuntut ilmu tidak hanya pada 1 Ustad tapi belajarlah dari Ustad-Ustad lain. Jangan sampai kita terjebak dengan kebiasaan yg diajarkan para Ustad / leluhur namun bertentangan dengan tuntunan Rosul.

Sunnah ada 3 yaitu:

  1. Sunnah Sirah: Penampilan Rasulullah, dari fisik sampai cara berpakaian.
  2. Sunnah Surah: Aktivitas Rasulullah, dari bangun sampai tidur lagi termasuk sholat, kehidupan sosial, dan tata cara yang telah dicontohkan.
  3. Sunnah Sarirah: Spiritual Rasulullah, perasaan sedih, risau terhadap kemerosotan moral ummat, benci terhadap kemungkaran dan kemaksiatan, dll.

Ada yg bertanya seperti ini:

"Terus kalau tidak susuai sunnah Rosul bagaimana? Bid'ah donk? kita naik motor Bid'ah donk kan di jaman Rosul tidak ada motor adanya onta? facebook-an juga bid'ah donk?"

Saya cuma senyum-senyum aja ditanyain seperti itu. Perlu kita ketahui bahwa Bid'ah itu penyimpangan yg berkaitan dengan ajaran agama atau kaitannya dengan ibadah kepada Allah. Tidak ada toleransi sedikit pun untuk menambah-nambahi atau mengurang-ngurangi ajaran agama yang dituntunkan oleh Rosul. Semua sudah jelas, semua sudah ada tuntunannya. Bacaan sholat sudah diajarkan Rosul dengan bahasa Arab, bukan berarti kita boleh mengubah "Sakarep e dewe" dengan bahasa Indonesia. Tidak hanya sholat, termasuk doa, dzikir, puasa, dan apa saja yg berhubungan dengan ibadah kepada Allah, semua sudah dituntunkan oleh Rosul.

“dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al An’am: 153)

Silahkan gosok gigi dengan odol dan sikat gigi..
Silahkan berkendara dengan motor atau mobil..
Silahkan gunakan facebook dengan bermanfaat..
Apa yang kita lakukan yang tidak berhubungan dengan Ibadah kepada Allah itu BUKAN Bid'ah. Selama tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah silahkan lakukan hal sesuka hati Anda. Tapi perlu ditinjau kembali apa yg kita lakukan itu banyak manfaatnya bukan mudhorotnya bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga orang lain. Jangan sampai kita mendapat manfaat namun orang lain mendapat mudhorotnya. Waallahu a'lam

Merutinkan Membaca Doa ini:

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
"Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.”
(HR. Muslim no. 2721)

Artinya:
Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.

Ada 4 Keutamaan di dalamnya:
  1. Meminta al-Huda / Petunjuk, hidayah tidak hanya diberikan kepada mualaf saja namun hidayah jg diturunkan kepada kita untuk semakin memantapkan keimanan. Jangan sampai kita meninggal pada saat melakukan maksiat karena kita lupa meminta untuk berdoa memohon hidayah kedapa Allah.
  2. Meminta at-Tuqo / Ketaqwaan, dengan meminta ketaqwaan kita berharap selalu dilindungi Allah dari perbuatan yang menjerumuskan ke neraka dan selalu mendekatkan dengan surga-Nya.
  3. Meminta 'Afaf / agar dijauhkan dari hal-hal yang diharamkan semacam zina. Termasuk zina mata, pikiran, dan alat indera yang lain. Zina seperti ini yang kadang banyak kita temui namun kita tidak sadar telah berzina dengan alat indera kita. Astaghfirullah.
  4. Meminta al-Ghina / dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qona’ah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak. Dengan kata lain selalu bersyukur dengan apa yg diberikan Allah dan berlatih hidup sederhana tidak bernafsu menginginkan harta/benda yg bersifat fana.
Selain doa sapu jagad (yaitu do’a: Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar) Doa ini juga dituntunkan oleh Rosulullah SAW. Oleh karena itu perbanyaklah do'a ini dan merutinkannya kapan saja. Bukti keseriusan seorang hamba pada doa yang ia panjatkan dengan harapan dikabulkan oleh Allah adalah dengan mengulang doa hingga 3x. InsyaAllah dengan membaca doa secara rutin, Allah akan mengabulkan doa kita, Aamiin..

Allah Maha Medengar
Allah Maha Mengetahui

Selasa, 29 Mei 2018

"Siapa yang pernah mandikan jenazah?"


"Siapa yang pernah bercita-cita ingin menguruskan jenazah ibu bapanya jika mereka meninggal dunia?"
Bagaimana yang meninggal itu kaum kerabat kita? Tiada siapa yang lebih afdal untuk menguruskan mereka, kalau bukan kita sebagai waris. Jangan gementar dan takut. Apa yang penting, kita mesti tahu apa yang perlu dilakukan apabila berhadapan dengan jenazah. Antaranya:
1. SETELAH MENINGGAL DUNIA
- Tutup matanya.
- Lembutkan sendi-sendinya.
- Ikat dagunya ke kepala supaya mulutnya tertutup.
- Baringkan ke arah kiblat.
- Tanggalkan pakaian yang dipakainya.
- Tutup keseluruhan tubuhnya dengan kain.
- Letakkan pemberat di atas perutnya.
2. SEBELUM MANDI
Sediakan peralatan mandi jenazah:
- Tempat mandi.
- Air mutlak.
- Air daun bidara.
- Kapas.
- Putik kapas.
- Sabun.
- Air Mawar.
- Minyak atar.
- Serbuk cendana.
- Kapur barus.
- Sarung tangan.
- Getah paip/ bekas menjirus air.
3. KETIKA MANDI
- Keluarkan kotoran daripada perut dengan menekan perutnya.
- Bersihkan sisa kotoran di mulut, hidung, telinga dan celah kukunya.
- Istinjakkan jenazah dengan air mutlak.
- Basuh seluruh anggotanya dengan sabun termasuklah rambut, belakang badan, jari tangan, ketiak dan pelipat lengan.
- Bilas dan niat memandikan jenazah.
- Tutupi jenazah dengan kain nipis dan jiruskan air kapur barus di atsnya.
- Wudukkan jenazah.
4. KETIKA KAFAN
- Ukur ketinggian jenazah.
- Potong kain kafan kepada tiga bahagian dan hamparkan.
- Hamparkan kapas gulung di atasnya dan taburkan serbuk cendana.
- Baringkan jenazah di atasnya.
- Tutupi kemaluan, siku tangan, dada, telinga dan kepala jenazah dengan kapas.
- Selimutkan jenazah dengan kain kafan dengan kemas serta ikat dengan tali kain dengan sempurna.
- Renjiskan air mawar dan sapukan minyak attar di atasnya.
5. SOLAT JENAZAH
- Niat.
- Takbir pertama - baca al-Fatihah.
- Takbir kedua - selawat.
- Takbir ketiga - doakan jenazah.
- Takbir keempat - beri salam.
6. PENGEBUMIAN JENAZAH
- Gali kubur secara melintang ke arah kiblat.
- Baringkan jenazah di atas lambung kanannya menghadap kiblat.
- Tutup liang lahad dengan papan dan kambus semula dengan tanah.
Hidup ini sementara. Kaya mana pun, kain kafan akan jadi pakaian diri. Kuat mana pun, kita tiada daya lagi untuk mengurus diri.
Jadi tiada apa yang perlu dibangga dan disombongkan. Berbaik-baiklah dengan orang di sekeliling, kelak merekalah yang akan mengurus jenazah kita!
Sumber: Majalah Gen-Q, Isu 40.

Sabtu, 26 Mei 2018

*PANDUAN SHOLAT TARAWIH*

*PANDUAN SHOLAT TARAWIH*
(Stlh Sholat Isya, ba'diyah Isya, Dzikir)
_Kemudian Bilal berseru :
FADLAMMANALLOHI WANI'MAH...
_Dijawab oleh jamaah :_
WAMAGHFIROTAW WAROHMAH
YAA TAWWABU
YAA WASI'AL MAGHFIROTI
YAA ARHAMAR ROHIMIIN
Kemudian Tarawih, dengan niat :
اصلي سنة التراويح ركعتين مأموما / اماما لله تعالى
"Niat saya sholat sunnat Tarawih dua raka'at mamum/Imam karena Alloh."
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*Surat-surat pendek yang dibaca setelah Alfatihah :*
*Rakaat 1:* At-Takasur 1-4
(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ * حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ * كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ * ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ *
*Rakaat 2 * At-Takasur 1-8
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ * لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ * ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ * ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ)
_Bilal baca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
*Raka'at 3:* Al Ashri (Wal Ashri)
*Raka'at 4 :* Yaa-Sin 58 - 59
"Salaamun qaulan mir robbir rohiim, wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuun"
_Bilal beseru :_
ALLOOHUMMA TAQOBBAL MINNAA WUDHUU ANAA WASHOLAATANAA WASHIYAAMANAA WAQIYAAMANAA WARUKUU'ANAA WASUJUUDANAA WAQU'UUDANAA WAKHUSYUU'ANAA WATKHOSSYU'ANAA WATADHORRU'ANAA WALAA TADHRIB BIHAA WUJUUHANAA YAA ILAAHAL 'AALAMIIN WAYAA KHOIRONNAASHIRIIN BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN
_Kembali membaca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
*Raka'at 5 :* Al-Humazah 1-3
(4 Kalla)
(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ * الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ * يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ * كَلَّا ۖ
*Raka'at 6 :* Al-Humazah 4(layumbadanna)-9
لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ * نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ * الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ * إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ * فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ)
_Bilal baca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
*Raka'at 7 :* Al-Fill 1-3 (Alamtaro...)
*Raka'at 8 :* Al-Fill 4-5 (...Tarmiihim)
_Bilal beseru :_
ALLOOHUMMA TAQOBBAL MINNAA WUDHUU ANAA WASHOLAATANAA WASHIYAAMANAA WAQIYAAMANAA WARUKUU'ANAA WASUJUUDANAA WAQU'UUDANAA WAKHUSYUU'ANAA WATKHOSSYU'ANAA WATADHORRU'ANAA WALAA TADHRIB BIHAA WUJUUHANAA YAA ILAAHAL 'AALAMIIN WAYAA KHOIRONNAASHIRIIN BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN
_Kembali membaca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
*Raka'at 9 :* Al-Quraisy 1-2
(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ * إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ
*Raka'at 10 :* Al-Quraisy 3-4
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ * الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ *
_Bilal baca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
*Raka'at 11 :* Al-Ma'un 1-3
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ * فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ * وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ
Raka'at 12 : Al-Ma'un 4-7
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ * الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ * الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ * وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ *
_Bilal beseru :_
ALLOOHUMMA TAQOBBAL MINNAA WUDHUU ANAA WASHOLAATANAA WASHIYAAMANAA WAQIYAAMANAA WARUKUU'ANAA WASUJUUDANAA WAQU'UUDANAA WAKHUSYUU'ANAA WATKHOSSYU'ANAA WATADHORRU'ANAA WALAA TADHRIB BIHAA WUJUUHANAA YAA ILAAHAL 'AALAMIIN WAYAA KHOIRONNAASHIRIIN BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN
_Kembali membaca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
*Raka'at 13 :* Al-Kautsar
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ * فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ * إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ *
*Raka'at 14 :* Al-Ikhlash
_Bilal baca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
*Raka'at 15 :* Al-Kafirun
*Raka'at 16 :* Al-Ikhlash
_Bilal beseru :_
ALLOOHUMMA TAQOBBAL MINNAA WUDHUU ANAA WASHOLAATANAA WASHIYAAMANAA WAQIYAAMANAA WARUKUU'ANAA WASUJUUDANAA WAQU'UUDANAA WAKHUSYUU'ANAA WATKHOSSYU'ANAA WATADHORRU'ANAA WALAA TADHRIB BIHAA WUJUUHANAA YAA ILAAHAL 'AALAMIIN WAYAA KHOIRONNAASHIRIIN BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN
_Kembali membaca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
*Raka'at 17 :* An-Nashr (idza jaa...)
*Raka'at 18 :* Al-Lahab (Tabbats yada...)
_Bilal baca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
*Raka'at 19 :* Al-Falaq
*Raka'at 20 :* An-Nas
_Bilal beseru :_
ALLOOHUMMA TAQOBBAL MINNAA WUDHUU ANAA WASHOLAATANAA WASHIYAAMANAA WAQIYAAMANAA WARUKUU'ANAA WASUJUUDANAA WAQU'UUDANAA WAKHUSYUU'ANAA WATKHOSSYU'ANAA WATADHORRU'ANAA WALAA TADHRIB BIHAA WUJUUHANAA YAA ILAAHAL 'AALAMIIN WAYAA KHOIRONNAASHIRIIN BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN
_Kembali membaca sholawat :_
ALLOHUMMA SOLLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
_Dijawab oleh jama'ah :_
ALLOHUMMA SOLLI WASSALIM WABAARIK 'ALAIH
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*Setelah selesai 20 raka'at membaca DO'A KAMILIN :*
Allahummaj 'alnaa bil iimaani kaamiliin, walil faraaidhi muaddiin,
walis shalaati haafidhiin, waliz zakaati faa 'iliin,
walima 'indaka thaalibiin, wali'afwika raajiin,
wabilhudaa mutamassikiin, wa'anil laghwi mu'ridhiin,
wafid dunya zaahidiin, wafil aakhirati raahibiin, wabilqadhaa-i raadhiin,
walinna'maa-i syaakiriin, wa 'alal balaa-i saabiriin,
watahta liwaa-i sayyidina muhammadin saw yaumal qiyaamati saa-iriin,
wa-ilal haudhi waaridhiin, wa-ilal jannati daahiliin, waminan naari naajiin,
wa 'ala sariiril karaamati qaa 'idiin, wamin huuril 'aini mutazawwijiin,
wamin sundusin wa istabrakin wadiibaajin mutalabbisiin, wamin ta'aamil jannati aakiliin,
wamin labanin wa 'asalin musaffan syaaribiin, bi-akwaabiw wa abaariqaw waka'sim mimma'iin,
ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiina was siddiiqiina was syuhadaa-i was saalihiin,
wahasuna ulaa-ika rafiiqa, dzaalikal fadhlu minallaahi wakafaa billaahi 'aliima.
Allaahummaj 'alna fii haadzihil lailatis syariifatil mubaarakati minas su'adaa-il maqbuuliin,
walaa taj'alnaa minal asyqiyaa-il marduudiin, wasallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa-aalihi wa sahbihi ajma'iin,
birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdulillaahi rabbil'aalamiin
*Kemudian bersama-sama membaca niat shoum.*
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِْ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالٰى اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا لِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ
(Niat saya shoum hari esok, melaksanakan kewajiban bulan Romadhon tahun ini karena Alloh Ta'ala)
*Kemudian Sholat Lidafil Bala dan dilanjut Khotaman*

Selasa, 22 Mei 2018

23 SIRI SYARIAT TAREKAT HAKEKAT MAKRIFAT


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
SIRI SATU
1. Dinamakan SYAREAT = Menyembah Allah Ta’ala dengan perbuatan, mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Rasulnya (Al-Quran dan Sunnah)
2. Dinamakan TAREKAT = Menyembah Allah Ta’ala semata dengan ilmu dan amal yang diketahuinya.
3. Dinamakan HAKEKAT = Memandang Allah Ta’ala dengan cahaya yang dipancarkan oleh Allah Ta’ala di Hati Sanubari yang dinamakan Sirullah
4. Dinamakan MAKRIFAT = Meliputi seluruh tubuh yaitu Hakekat Allah : Kun, Hu, Dzat.
SIRI DUA
1. Adapun SYAREAT = Menjadi tauladan dan tubuh bagi kita
2. Adapun TAREKAT = Menjalankan kerja Syareat
3. Adapun HAKEKAT = Menjadi kunci kita menghadap Allah
4. Adapun MAKRIFAT = Melihat sesuatu tanpa hijab dinamakan juga Amar Nizam.
SIRI TIGA
1. SYAREAT = Air di dalam tubuh kita, sebab itu kita bisa berkata-kata
2. TAREKAT = Angin di dalam diri kita, sebab itu kita bisa bernafas
3. HAKEKAT = Tanah di dalam tubuh kita, sebab itulah kita boleh tetap
4. MAKRIFAT = Api di dalam tubuh kita, sebab itulah kita boleh mengetahui lebih.
SIRI EMPAT
1. Ilmu SYAREAT = Dinamakan Sirullah, ibadahnya adalah Nurul Hadi
2. Ilmu TAREKAT = Dinamakan Ayan Sabitah, ibadahnya adalah Sirul Asral
3. Ilmu HAKEKAT = Dinamakan Sirr Hayan, ibadahnya adalah Sirrul Iman
4. Ilmu MAKRIFAT = dinamakan Gaibul Guyub, ibadahnya adalah Sirrul Islam
SIRI LIMA
1. SYAREAT = Zuhud
2. TAREKAT = Nur
3. HAKEKAT = Ilmu
4. MAKRIFAT = Wujud
SIRI ENAM
1. Ilmu SYAREAT = Dari Usuluddin
2. Ilmu TAREKAT = Dari Tasawuf
3. Ilmu HAKEKAT = Dari Tauhid
4. Ilmu MAKRIFAT = Dari Usul Muftahul Guyub
SIRI TUJUH
1. SYAREAT = Daging, Darah, Tulang, Urat, yang dinamakan Manusia
2. TAREKAT = Tanah, Air, Api, Angin yang dinamakam Insan
3. HAKEKAT = Ujud, Ilmu, Nur, Syuhud yang dinamakan Syaiun (Muhammad)
4. MAKRIFAT = Dzat, Sifat, Af’al, Asma yang dinamakan Allah
SIRI DELAPAN
1. Ibadah orang SYAREAT = Mengerjakan segala Rukun Islam yang lima
2. Ibadah orang TAREKAT = Mengerjakan SYAREAT + Taubat, Syukur, Tawakkal, Tahmid, Tawadha’, Harap, Ridha, Sabar, Ikhlas
3. Ibadah orang HAKEKAT = SYAREAT + TAREKAT + Mengesakan Af’al Allah, mengesakan Asma Allah, Mengesakan Sifat Allah dan Mengesakana Dzat Allah.
4. Ibadah orang MAKRIFAT = SYAREAT + TAREKAT + HAKEKAT + Mujahadah, Muraqabah, Muqaballah, Musyahadah, Tawajuh dan Tafakur
.
SIRI SEMBILAN
1. Ikhlas orang-orang SYAREAT itu dinamakan ikhlas Mubtadaq
2. Ikhlas orang-orang TAREKAT itu dinamakan ikhlas Mutawwasit
3. Ikhlas orang-orang HAKEKAT itu dinamakan ikhlas Muntaha
4. Ikhlas orang-orang MAKRIFAT juga dinamakan ikhlas Muntaha
SIRI SEPULUH
1. Jalan SYAREAT = Jalan orang-orang Awam
2. Jalan TAREKAT = Jalan orang-orang Khas
3. Jalan HAKEKAT = Jalan orang-orang Khas ul Khas
4. Jalan MAKRIFAT =Jalan orang-orang Khawas
SIRI SEBELAS
1. SYAREAT = Af’al Allah
2. TAREKAT = Asma Allah
3. HAKEKAT = Sifat Allah
4. MAKRIFAT = Dzat Allah
SIRI DUABELAS
1. SYAREAT = Ilmu Yakin
2. TAREKAT = Ainul Yakin
3. HAKEKAT = Haqqul Yakin
4. MAKRIFAT = Akmal Yakin
SIRI TIGA BELAS
1. SYAREAT = Dzahir
2. TAREKAT = Batin
3. HAKEKAT = Akhir
4. MAKRIFAT = Awal
SIRI EMPAT BELAS
1. SYAREAT = Muhammad Dzahir
2. TAREKAT = Muhammad Batin
3. HAKEKAT = Muhammad Akhir
4. MAKRIFAT = Muhammad Awal
SIRI LIMA BELAS
1. Cara zikir SYAREAT = Dengan Lidah
2. Cara zikir TAREKAT = Dengan Hati
3. Cara zikir HAKEKAT = Dengan Nyawa
4. Cara zikir MAKRIFAT = Dengan Rahasia
SIRI ENAM BELAS
1. Pekerjaan SYAREAT = Dikatakan oleh Lidah dan dikerjakan oleh Hati
2. Pekerjaa TAREKAT = Hati yang mengerjakan baik atau jahat
3. Pekerjaan HAKEKAT = Nyawa yang mengerjakan baik atau jahat
4. Pekerjaan MAKRIFAT = Rahasia yang mengerjakan baik atau jahat
SIRI TUJUH BELAS
1. Rumah SYAREAT = Lidah
2. Rumah TAREKAT = Hati
3. Rumah HAKEKAT = Budi
4. Rumah MAKRIFAT = Roh
SIRI DELAPAN BELAS
1. Adab orang SYAREAT = Orang-orang yang berdiri dengan tanda-tanda kenyataan
2. Adab orang TAREKAT = Orang-orang yang berzikir tanpa tanda, hanya karunia Allah
3. Adab orang HAKEKAT = Orang-orang yang haknya dan hak Allah
4. Adab orang MAKRIFAT = Orang-orang yang mengetahui perkataan dan maqam
SIRI SEMBILAN BELAS
1. Sembahyang orang SYAREAT = Tubuhnya yang menyembah Allah
2. Sembahyang orang TAREKAT = Hatinya yang menyembah Allah
3. Sembahyang orang HAKEKAT = Nyawanya yang menyembah Allah
4. Sembahyang orang MAKRIFAT = Wahadatul wujud yang menerima sembahnya, inilah sembahyang para Nabi, Wali Allah, Ahli sufi dan orang Kamil dan Mukamil
.
SIRI DUA PULUH
1. Pintu SYAREAT = Mata
2. Pintu TAREKAT = Dua lubang hidungnya
3. Pintu HAKEKAT = Dua biji mata
4. Pintu MAKRIFAT = Di antara mata putih dan mata hitam
SIRI DUA PULUH SATU
1. Martabat SYAREAT = Alam Roh
2. Martabat TAREKAT = Alam Malakut
3. Martabat HAKEKAT = Alam Jabarut
4. Martabat MAKRIFAT = Alam Lahut
SIRI DUA PULUH DUA
1. Tujuan SYAREAT = Agar Hatinya ada Nur
2. Tujuan TAREKAT = Agar Dirinya dan Nyawanya jadi mulia
3. Tujuan HAKEKAT = Agar dapat memisahkan antara Hak dan Batil
4. Tujuan MAKRIFAT = Agar dapat derajat Saddikin
SIRI DUA PULUH TIGA
1. SYAREAT = Ibarat buih
2. TAREKAT = Ibarat ombak
3. HAKEKAT = Ibarat laut
4. MAKRIFAT = Ibarat air
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.