Laman

Rabu, 22 Desember 2021

MAKRIFAT. FIRASAT

Bismillah

"MAKRIFAT. FIRASAT" 


Tuhan mentajallikan Cahaya-Nya.- Cahaya Tuhan itu bernama Nur. Jadi, Nur itu Cahaya Tuhan. Itulah Rahasia Tuhan. Rahasia Tuhan itulah juga dinamakan Muhammad yang awal dan Nur Muhammad itu juga dinamai titik Nur yang awal. Nur Muhammad sudah “lahir”, baru bersuara. Inilah suara Allah langsung pada Muhammad.


Dari mana awal suara dari mulut dan lidah 

kita ini.? Tentulah dari hati. 

Dari mana awal suara dari hati ini.? 

Tentulah dari sirr.

Dari mana awal suara dari sirr hati ini.? 

Tentulah dari Zat.

Dari mana awal suara dari Zat ini.? 

Tentulah dari Allah.


Dari Allah ⇒ Zat [Rahasia Allah] ⇒ sirr ⇒ hati ⇒ lisan


Renungkanlah perjalanan suara ini. Dengan sirr ini kita dapat membezakan mana suara dari syaitan, mana suara dari Allah.


Tuhan menjadikan kita punya zahir dan punya batin. Yang batin itu ruh dan yang zahir itu tubuh. Ruh ini Zat.; tubuh ini sifat. Kelakuan zahir ini kelakuan dari mana.? Dari batin. Kelakuan batin itu kelakuan siapa.? Kelakuan Zat. Siapa yang berkelakuan pada Zat itu.? Tentulah Zat-nya Zat, itulah Tuhan maka ilham Allah pada Ruh yang musyahadah pastinya benar,,,,namun bukan zat Allah bersatu dalam ruh kerana Ruh adalah makhluk sedangkan Allah adalah Qadim laisa kamislihi syaik.;


Maka ketika orang tauhid sudah mengetahui jalan ini, dirasakannya semua dari Allah: minallah. Kalau sudah dirasakan oleh batinnya semua dari Allah, berarti batinnya sudah karam musyahadahnya pada Allah dan ketika melihat zahirnya itu, dirasakannya rasa isbat saja.


Pengetahuan usul ini penting diketahui dan dipahami karena usul itu kesempurnaan. 

Kalau tidak ada usul, bagaimana kita akan mendapatkan kesempurnaan? Jadi, belajar itu hendaklah sampai pada pemahaman yang tidak dimakan oleh usul. [tidak tertolak atau bertentangan dengan usul]


Ketahuilah bahwa Zat itu Diri Makrifat. 

Diri Makrifat itu menghimpunkan semua Af`al, semua Asma, semua Sifat, dan semua Diri. Sederhananya, Diri Makrifat itu menghimpunkan semua,: tubuh-hati-nyawa-rahasia.


Diri Makrifat itulah yang menggerakkan Zat-Sifat-Asma-Af`al. Diri Makrifat ini Rahasia Tuhan yang ada pada Adam (kita). Kalau sudah paham ini, bagaimana lagi kita mau menyangkal bahwa tiada perbuatan baharu lagi?


“Jika bukan karena engkau Muhammad, 

tiada Ku-ciptakan alam ini.” 

Apa hikmah perkataan [hadis qudsi] ini dari sisi hakiki.? Kalau tidak ada engkau Diri Makrifat, tidak akan ada pergerakan jasad. Inilah isyarat dua kalimah syahadat.


Jadi Diri Makrifat itu Sifat Tuhan juga Rahasia Tuhan. Jadi diri Makrifat itu jadi apa pada kita ini.? Jadi ruh.


Cahaya Diri Makrifat inilah yang menjadi firasatan, sedangkan Nur Muhammad itu menjadi per.ingat.an. 


Mengapa Nabi Khidr a.s. dapat mengetahui semuanya dan perbuatannya bertentangan dengan sya'ra.? Karena Nabi Khidr mengetahui Diri Makrifat itu firasatan. Sedangkan Diri Makrifat itu mustahil berbohong. 


Maka orang tauhid hakiki tidak bingung dengan kelakuan Nabi Khidr a.s. sebagaimana kisah dalam Q.S. al-Kahfi karena orang tauhid hakiki tahu soal firasatan dan per-ingatan ini. Dari sini diketahui bahwa Nabi Khidir itu Allah karuniai firasatan yang tinggi [ilmu hikmah].


Sebenarnya ilmu firasatan ini menggunakan bahasa Cahaya: Cahaya Ilahi. 

Timbulnya ingatan itu dari firasatan. 

Timbulnya firasatan itu dari Tuhan.

Ciri bahasa Cahaya Ilahi itu: laa raiba fiihi hudan lil muttaqiin [Q.S. Al-Baqarah:2] alias tidak ada keraguan satu zarah pun!


Nabi Khidr a.s. itu ahli bahasa Cahaya ini. 

Jadi, tidak usah hairan kalau para wali Allah itu banyak mengetahui hal-hal yang tidak diketahui orang awam karena para wali Allah itu belajar dan menguasai ilmu firasatan. alias bahasa Cahaya Ilahi ini dari Nabi Khidr a.s. Sang Murabbi. 

Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki  [Q.S. Nur:35].

KENALI DIRI SEBENAR DIRI"

 Allah Hu.


Bismillah


"KENALI DIRI SEBENAR DIRI"


Sebelum kita mengenal TUHAN, maka kenalilah DIRI terlebih dahulu, sebelum kita mengenal diri, kenallah ADAM terlebih dahulu, dan sebelum kenal kepada Adam, kenalilah MUHAMMAD terlebih dahulu. Demikianlah orang yang hendak mengenal akan diri dan mengenal akan tuhan Allah Azza Wajalla.


Bahawasanya Allah Ta'ala menjadikan dahulu daripada segala alam itu ialah NUR NABIMU. Diriwayatkan oleh JABIR r.a. beliau pernah bertanya kepada Nabi s.a.w; iaitu dijawab oleh Nabi "AWWALUMA KHOLAQOL LAHU TAALA NURI NABIYIKA, YA ZABIR." Mula mula dijadikan Allah Ta’ala daripada segala alam 

itu ialah: NUR NABIMU ya JABIR.


Maka nyatalah RUH NABI itu dijadikan dahulu daripada segala alam itu, dan lagi dijadikan ia daripada Zatnya jua, tetapi sebelum Tuhan menjadikan NUR MUHAMMAD, Tuhan telah mengatakan dalam kitabnya Al Quranul Qarim yang ertinya: 


"Pertama ku jadikan ILMU sebelum ku jadikan NUR MUHAMMAD."


Maka nyatalah kepada kita bahawa: 

NUR MUHAMMAD.


Maka nyatalah kepada kita bahawa NUR MUHAMMAD itu jadi daripada ILMUnya 

dan daripada KUDRAT DAN IRADATNYA.


Dan nyatalah bahawa kalau Roh kita dan batang tubuh kita ini daripada Nur Muhammad, maka kita ini tiada lain dan tiada bukan, pada Hakikatnya ialah Nur Muhammad jua. 


Dan kalau telah jelas dalam hati makrifatkan hakikat Nur Muhammad itu, maka hendaklah engkau mesrakan Nur Muhammad itu kepada Roh, dan kepada batang tubuhmu, dan kepada seluruh kainat. 


Kalau sudah benar-benar mesra, Insya Allah engkau akan dapat melihat serta menyaksikan keelokan zat yang wajibal wujud.

HAKIKAT MAKSUD DISEBALIK ADAM"

 Allah Hu.


Bismillah


"HAKIKAT MAKSUD DISEBALIK ADAM"


Adam Bermaksud Allah dan Manusia tidak bercerai (Allah dan Muhammad tidak bercerai) 

Allah ada Zahir dan ada pula batiNya, sebab itu Al-Qu'ran Menerangkan "Huwal Awwalu, Wal Akhiru, Wazzohiru dan Wal Batinu" 

Sementara Manusia ada juga Zahir dan Batinnya, akan tetapi Zahir Batin Allah tidak sama dengan Zahir dan Batin Manusia, 

sebab itu di katakan bahwa Zahir Manusia adalah Jasmani dan Batin Manusia ialah Rohani,

Rohani Memiliki Kuasa Roh Artinya Kudrat,

Rohani Memiliki Kuasa Berkehendak Artinya Iradat,


Rohani Memiliki Daya Fikir, Artinya ia Memiliki Kuasa Ilmu (akal) dan Rohani Memiliki Kuasa Hidup Artinya Sifat Hayat, Adapun Sifat Roh, Akal dan Nafsu ini adalah Bertaraf Rohanian Sementara Sifat Hayat ini bertaraf berkeadaan Dzat yang bertaraf Man Rohani ataupun Kerohanian sama ada ia bertaraf Dzat ataupun Rohanian ia tetap Man yang di jadikan Artinya mereka bukannya Tuhan ataupun sebagian daripada Tuhan atau penjelmaan daripada Tuhan, mereka inilah letaknya Rahasia beserta dengan Tuhan.


Artinya di mana juga kita berada maka di situlah ada Tuhan, dan kita hendaklah ingat kita dengan Tuhan bukan bermaksud bersekutu !

Tuhan dengan Rohani tidak bercerai, ini berarti jika Asal Kejadian ADAM pada Awal Allah hendak menyempurnakan kejadiannya maka Allah tiupkan Rohani yang beserta dengan Tuhan itu kedalam Jasad Adam, maka Adam pun menjadilah sebagai seorang Manusia, setelah itu barulah Allah menyuruh Malaikat Sujud pada ADAM, mengapa Allah suruh Malaikat Sujud pada ADAM. Karena beserta ADAM ialah Allah, Artinya Ke-Esaan Allah, 

maka itulah Rahasia di antara Sifat.


QAHAR DAN SIFAT KAMAL 

di dalam Ilmu Akidah Sifat 20 Maksud 

Qalbun dan Qalbi dalam Islam, Imam selalu membacakan do'a dengan menyentuh perkataan Qalbun dan juga Qalbi, ada di antara orang Islam mentafsirkan Qalbun dan Qalbi ini dengan istilah hati, ini karena Doa tersebut berbunyi :

ALLAHUMMAS SAWABA QALBUN QALBI BI NUURIKAL AZIM ABADAN ABADA BIRAHMATIKA YA ARHAMARRAHIMIN"

(Wahai Tuhanku berikanlah qalbun dan qalbiku senantiasa bercahaya dengan kekal buat selama-lamanya)


Demikian lebih kurang maksud Doa tersebut, Yaitu Manusia mengharapkan Qalbun dan Qalbi itu sentiasa bercahaya, artinya dua hatinya bercahaya, walaupun setiap Manusia hanya ada satu hati, Dalam ilmu Kerohanian Qalbun dan Qalbi itu bermaksud dua mata hati bukannya dua hati, Allah SWT jadikan Manusia ini terdiri dari dua unsur, Yaitu unsur Jasmani dan Unsur Rohani,

Unsur Jasmani di cipta oleh Allah mengikut fitrah hanya dari sumber tanah di Syurga Khuldi Yaitu Penciptaan ADAM, Sementara Unsur Rohani dijadikan oleh Allah daripadaNya disuatu Alam, Yaitu Alam Ulwi sebelum Allah jadikan Makhluk-Makhluknya yang lain, ini berarti Manusia.


Batinlah yang Allah ciptakan terlebih dahulu, Mengikut Ilmu Kerohanian juga bahwa Manusia Jasmani Allah karuniakan dua biji mata, Yaitu mata yang kita dapat lihat dan yang kita semua maklum, mata ini dapat melihat Alam yang Nyata saja, dia tidak boleh melihat Alam yang Ghaib, sementara Rohani juga Allah karuniakan dengan dua biji mata Yaitu Qalbun dan juga Qalbi, dua mata inilah yang menjadi focus kita sekarang yang tidak ramai orang yang memahaminya karena ia berada pada Roh, bukan pada Akal dan juga Nafsu Yaitu komponen Ruhul Yaqazah, 

Adapun Qalbun ini ialah mata hati yang memandang dunia dan seluruh isinya serta memandang kepada Allah, maksudnya mata yang wajib baginya mengenal dunia tempat mereka berlakon (beribadat) selaku Khalifah 

di bumi sementara Ta'arif yang lain ialah memandang kepada Allah.


Yaitu Mengenal DzatNya, AsmaNya, SifatNya dan juga Af'alNya, dengan lain perkataan ialah Mengenal Tuhannya, itulah tugas Mata hati ini, ini berarti jika seseorang tidak mengenal pentas mereka beribadat sebagai Khalifah dan juga Mengenal Tuhan-Nya maka kehidupan mereka samalah seperti Hewan.


Sementara Qalbi ialah mata hati yang memandang kepada Allah dan juga Akhirat, Artinya Mengenal Tuhan dan kerja Tuhan yang meliputi seluruh Alam, di samping itu Mengenal Akhirat, ini berarti kedua mata hati ini akan memandang menyeluruh dunia dan akhirat, sebab itu kita apabila berdoa yang bermaksud :


"Wahai TuhanKu berikanlah aku satu kesenangan dunia dan satu kesenangan akhirat" ini berarti jika kita mampu menyebut Dunia dan Akhirat maka kita juga mampu melihat serta mengenalnya, dan sebab itulah juga apabila kita bersembahyang maka hukum Qalbi itu tersangat penting karena ia menjurus kepada penumpuan kita memakrifatkan yang ghaib.

Sabtu, 18 Desember 2021

Mengenal Diri

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

"MAN ARAFA NAFSAHU FAQOD ARAFA ROBBAHU"

~> Barang siapa mengenal Dirinya niscaya akan mengenal Tuhannya"

Maksudnya ialah Man ini adlh bertaraf makhluk, namun apabila ia sdh mengenal dirinya NAFSAHU(Manusia) mk barulah ia mengenal Tuhannya yg bernama ROBBAHU, yaitu Tuhan yg bertaraf Laisa Kamislihi Sai'un (yg tdk serupa dan menyerupai apapun).

Maksudnya lagi ialah Man ini jika kita bawa pd pengertian NAFSAHU mk ia akan membawah kpd manusia yg "Laisa Kamislihi Sai'un" yaitu manusia(diri) yg bathin atau INSAN atau Diri sebenar Diri yg bertaraf Nyawa atau Nafas.


Mengenal Diri itu adlh mengetahui asal mula Nabi Adam as sebagai Bapak dari segala Tubuh Adam Abu Basar.

Asalnya Nabi Allah, Adam itu nasarnya dari Tanah, Air Angin dan Api, mk turunlah kpd kita. 

Tanah itu~>Tubuh kita

Air itu~>Rasa kita

Angin itu~>Nafas kita

Api itu~>Darah kita. 


Semua itu menyatu menjadi sebagai satu kesatuan yg tdk terpisahkan, tdk bercerai. Mk dari itulah kita ketahui arti namanya Mengenal Diri. 

*Kejadiannya tanah bernama Syariat~> Tubuh pd kita

*Kejadiannya Angin bernama Tariqat~> Laku pd kita

*Kejadiannya Api bernama Haqiqat~> Hati pd kita

*Kejadiannya Air bernama Ma'rifat~> Rasa pd kita. 

Itulah namanya Mengenal Diri. 


Syariat ~> kaki

Tariqat ~> tangan

Haqiqat ~> tubuh

Ma'rifat ~> kapala


Semua itu menyatu sebagai satu kesatuan  yg tdk terpisahkan, tdk bercerai. 

Mk dari itulah kita ketahui arti namanya Mengenal Diri jalan mengenal ALLAH...


Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu Syariat dari urusan(Agama) itu mk ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang2 yg tdk mengetahui. (QS Jatsiyah 018)

Wallahu a'lam. 

Wassalam,

Minggu, 12 Desember 2021

SYAHADAT

Assalamualaikum...
Syahadat Itu Saksinya ialah Seorang Penyaksi, Yang Menyaksikan Kepada Siapa Dia Bersaksi
Sejauh Mana Maqam Kesaksian kita Kepada Allah dan Rasul-Nya,
Sedalam Itu Pula Mata Hati kita Menyaksikan Kehadiran Allah dan Rasul-Nya Di dalam Kedalaman Diri kita
Jadi , Syahadat itu Merupakan Pengakuan drp Sebuah Penyaksian. Penyaksian Atas Kehadiran Allah dan Rasul-nya
Syahadat Merupakan Iman Tertinggi drp Tingkat Iman.
Iman Yang Telah Menempatkan si Penyaksi ke tingkat Isbatul Yakin.
Syarat orang yg membaca Syahadat harus memenuhi Tiga ( 3 ) perkara 
 
1. NUR HIDAYAH
Sesiapa yang mendapat nur hidayah , ia akan dijaga drp sifat musyrik dan perilaku syirik.
2. NUR 'INAYAH
Sesiapa yang mendapat nur 'inayah maka ia akan dijaga drp dosa besar.
3. NUR KIFAYAH,
Sesiapa mendapat nur kifayah maka ia akan dijaga drp bersitat hati yang kotor dan jelek
 
SYAHADAT MUTAAWWILAH
Ertinya Syahadat Yang Pertama, Syahadatnya Allah itu Sendiri
"Innanii Anallahu Laa ilaaha Illa Ana"
(Sesungguhnya Aku inilah Allah, tidak ada tuhan hanya Aku sahaja ).
(Qs Thoha 14
 
SYAHADAT MUTAWASHITOH
Ertinya Syahadat Yang Tengah-Tengah, Seperti Syahadatnya Malaikat, Para Nabi dan Rasul dan Para Mukmin Semua ...... Ucapan Org Nur
iaitu :
"Asyahadu An Laa Ilaha Illallah"
"Syahidallahu Annahu Laa ilaaha illa Huwa Wal Malaikatu Wa Ulul 'Ilmi"
(QS Al Imron 18).
 
SYAHADAT MUTAAKHIRAH Ertinya Syahadat Yang Terakhir , Seperti Syahadatnya Org Islam Awam Semua .... Org-Org yg tdk ada Nur ,
Aqulu An Laa ilaha illa Allah
Wa Aqulu Anna Muhammadar Rasulullah
Ada yang bertanya -> Laa ilaha illa Allah Muhammadur Rasul Allah.
Itu termasuk golongan Syahadat Mutaswashitoh atau Syahadat Umum ?
"Laa Ilaaha Illa Allah Muhammadur Rasul Allah".
adalah termasuk Syahadat Mutaakhirah
Namun erti dan maknanya memiliki Empat
"SYARIAT, THARIKAT, HAKIKAT, MA'RIFAT.
"Asyahadu an laa ilaaha illa Allah"
Ini Merupakan Syahadat Tauhid atau Hakikat Ketuhanan iaitu diri bathin Manusia ( Rohani )
"Wa-Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah"
Ini Merupakan Syahadat Rasul atau Hakikat Kerasulan iaitu Diri zahir Manusia. (Jasmani).
Diri Bathin ( rohani ) Adalah Sebenar-Benarnya Diri Yang Menyatakan Rahasia Allah.
Untuk Menyatakan Diri Rahasia Allah Adalah Diri zahir Manusia.
Sedangkan Kata Muhammad Pada Syahadat Rasul Mengandung erti aitu Diri zahir Manusia Yang Menanggung Rahasia Allah.
"Kejadian Manusia Adalah Satu-Satunya Kejadian Yang Paling Rapi. (QS. Attin-
"Kemuliaan Manusia Karena Manusialah Yang Sanggup Menanggung Rahasia Allah" (Q.S. Al-Ahzab 72).
 
Dan karena firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat : 72 ( menanggung amanah ) inilah kita Mengucapkan Syahadat Tahkik :
"Asyahadu An Laa Ilaaha Illa Allah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah"
Ertinya
Aku bersaksi dengan Diri aku sendiri bahwa Tiada yang Nyata pada Diri aku ini hanya Allah Semata-mata dengan Tubuh Dzahir aku sebagai tempat menanggung Rahasia Allah dan aku akan menjaganya buat selama-lamanya
 
Mengapa Kita Mengucap Dua Kalimah Syahadat 9 kali dalam 5 Waktu Sembahyang Sholat ?
Sebab Diri Bathin Manusia Mempunyai 9 Wajah.
wal arda hanifam wama ana min-al-mushrikin.
" Ilmu tentang wajah-wajah akan terbuka ketika telah menguasai Ilmu tentang Nafas, Anfas, Tanafas dan Nufus, setelah melewati beberapa tahapan, misalnya dengan Nafas Ar-Rahman dan Wajah Ar-Rahman.

 

Sabtu, 11 Desember 2021

R I Y A


Assalamu alaikum.wr.wb.


                    (   RIYA  )

                      ------------

           Bismillah


وَالْمُرَائُ بِهِ كَثِيْرٌ وَتَجْمَعُهُ خَمْسَةُ أَقْسَامٍ وَهِيَ الْقِسْمُ الْأَوَّلُ الرِّيَاءُ فِى الدِّيْنِ بِالْبَدَنِ: وَذَلِكَ بِإِظْهَارِ النُّحُوْلِ وَالصَّفَارِ لِيُوْهَمَ بِذَلِكَ شِدَّةَ الْاِجْتِهَادِ وَعَظُمَ الْحُزْنِ عَلَى أَمْرِ الدِّيْنِ وَغَلَبَةِ خَوْفِ الآخِرَةِ، فَأَمَّا أَهْلُ الدُّنْيَا فَيُرَاؤُوْنَ بِإِظْهَارِ السِّمَنِ وَصَفَاءِ اللَّوْنِ وَاعْتِدَالِ الْقَامَةِ وَحُسْنِ الْوَجْهِ وَنَظَافَةِ الْبَدَنِ وَقُوَّةِ الْأَعْضَاءِ وَتَنَاسُبِهَا، الثَّانِى الرِّيَاءُ بِالْهَيْئَةِ وَالزِّيِّ: أَمَّا الْهَيْئَةُ فَبِتَشْعِيْثِ شَعْرِ الرَّأْسِ وَحَلْقِ الشَّارِبِ وَإِطْرَاقِ الرَّأْسِ فِى الْمَشِيِّ وَالْهُدُوْءِ فِى الْحَرَكَةِ وَإِبْقَاءِ أَثَرِ السُّجُوْدِ عَلَى الْوَجْهِ، وَالْمُرَاؤُوْنَ بِالزِّيِّ عَلَى طَبَقَاتٍ: فَمِنْهُمْ مَنْ يَطْلُبُ الْمَنْزِلَةَ عِنْدَ أَهْلِ الصَّلَاحِ بِإِظْهَارِ الزُّهْدِ فَيَلْبِسُ الثِّيَابَ الْمُخْرِقَةَ الْوَسَخَةَ الْقَصِيْرَةَ الْغَلِيْظَةَ لِيُرَائِيَ بِغَلَظِهَا وَوَسَخِهَا وَقَصْرِهَا وَتَخَرُّقِهَا أَنَّهُ غَيْرُ مُكْتَرِثٍ بِالدُّنْيَا، الثَّالِثُ الرِّيَاءُ بِالْقَوْلِ: وَرِيَاءُ أَهْلِ الدِّيْنِ بِالْوَعْظِ وَالتَّذْكِيْرِ وَالنُّطْقِ بِالْحِكْمَةِ وَحِفْظِ اْلأَخْبَارِ وَالآثَارِ، وَأَمَّا أَهْلُ الدُّنْيَا فَمُراَءَاتُهُمْ بِالْقَوْلِ بِحِفْظِ الْأَشْعَارِ وَالْأَمْثَالِ والتَّفَاصُحِ فِى الْعِبَارَاتِ وَحِفْظِ النَّحْوِ الْغَرِيْبِ لِلْإِغْرَابِ عَلَى أَهْلِ الْفَضْلِ وَإِظْهَارِ التَّوَدُّدِ إِلَى النَّاسِ لِاسْتِمَالَةِ الْقُلُوْبِ، الرَّابِعُ الرِّياَءُ بِالْعَمَلِ: كَمُرَاءَاةِ الْمُصَلِّى بِطُوْلِ الْقِيَامِ وَمَدِّ الظَّهْرِ وَطُوْلِ السُّجُوْدِ وَالرُّكُوْعِ وَإِطْرَاقِ الرَّأْسِ، وَأَمَّا أَهْلُ الدُّنْيَا فَمُرَاءَاتُهُمْ بِالتَّبَخْتُرِ وَالْإِخْتِيَالِ وَتَحْرِيْكِ الْيَدَيْنِ وَتَقْرِيْبِ الْخَطَا وَالْأَخْذِ بِأَطْرَافِ الذَّيْلِ وَإِدَارَةِ الْعَطْفَيْنِ لِيَدُلُّوْا بِذَالِكَ عَلَى الْجَاهِ وَالْخَشَمَةِ، الْخَامِسُ: الْمُرَاءَاةُ بِالْأَصْحَابِ وَالزَّائِرِيْنَ وَالْمُخَالَطِيْنَ كَالَّذِيْ يَتَكَلَّفُ أَنْ يَسْتَزِيْرَ عَالِمًا مِنَ الْعُلَمَاءِ لِيُقَالَ إِنَّ فُلَانًا قَدْ زَارَ فُلَانًا، 

(احياء علوم الدين، ج 3، ص: ٢٦٣-٢٦٤).


Riya’ (pamer) banyak sekali macamnya dan dikelompokkan menjadi lima bagian:


الْأَوَّلُ الرِّيَاءُ فِى الدِّيْنِ بِالْبَدَنِ


Riya’ dalam masalah agama dengan badannya, yaitu dengan memperlihatkan kurusnya badan dan pucatnya wajah agar orang tersebut disangka sebagai orang yang sangat bersungguh2 dalam beribadah dan sangat prihatin atas perkara agama dan sangat takut kepada akhirat.

Adapun ahli dunia maka dia memamerkan dengan menampakkan kegemukannya, bersihnya kulit, tegak bentuk tubuhnya, ketampanan wajahnya, bersih dan kuatnya anggota badan, dsb.


الثَّانِى الرِّيَاءُ بِالْهَيْئَةِ وَالزِّيِّ


Riya’ dengan keadaaan tubuh dan penampilan. Adapun riya dengan keadaan tubuh adalah kumalnya rambut, memotong kumis, menundukkan kepala ketika berjalan, pelan2 dalam bergerak dan menetapkan bekasnya sujud pada kening.

Sedangkan riya’ dengan penampilan adalah orang yang mendapatkan kedudukan menurut ahli shalah (ahli kebaikan) dengan menampakkan kezuhudannya dengan menggunakan pakaian kotor, pendek, kasar kainnya supaya terlihat jelek, kumuh, pendek, dengan pakaian tersebut sesungguhnya dia ndak termasuk orang yang susah di dunia.


الثَّالِثُ الرِّيَاءُ بِالْقَوْلِ


Riya’ dengan ucapan. Riya’ ahli agama adalah dengan petuah, memberi nasihat, ucapan yang bijaksana, menjaga Hadits Nabi dan atsar sahabat Nabi. 

Adapun riya’ ahli dunia adalah dengan ucapan, yaitu dengan menghafal syair-syair serta pribahasa, fasih dalam mengucapkan kalimat, menjaga kaidah bahasa yang aneh.

Bagi orang yang memiliki keutamaan menampakkan Rasa senang pada manusia supaya mendapatkan simpati


الرَّابِعُ الرِّياَءُ بِالْعَمَلِ


Riya’ dengan perbuatan, seperti riya’nya orang yang sholat dengan memperpanjang berdiri ketika sholat, menegakkan punggung, memanjangkan sujud dan ruku’ dan menundukkan kepala. Adapun ahli dunia, riya’nya dengan sombong, menghayal, menggerak2kan kedua tangan, memperpendek langkah kaki, mengambil sesuatu dengan saputangan, mencari simpati supaya memperoleh jabatan dan nama baik


الْخَامِسُ: الْمُرَاءَاةُ بِالْأَصْحَابِ وَالزَّائِرِيْنَ وَالْمُخَالَطِيْنَ


Riya’ dengan banyaknya sahabat, orang yang berkunjung, teman sejawat, seperti orang yang mempertajam ucapan dengan tujuan supaya para ‘Ulama’ mendatanginya sehingga dia mengatakan sesungguhnya ‘Ulama’ ini telah mendatangi seseorang,....wallahu a,lam bishawaf..... Wassalam


Dalam kitab ihya ulumuddin..juz 3 .hal 263/264

ALLAH MAHA MELIPUTI

 "ALLAH MAHA MELIPUTI"


Soudaraku, Muslimin dan muslimat ,Jika kau telah mengenal diriMu yang Sejati maka kau bukan lagi seonggok daging atau sekujur tubuh Apabila saat perkenalan itu telah tiba atau hari terahirmu, maka dzikirmu tak lagi dengan suara atau dengan gerak, tetapi zikirMu adalah melihat siapa yang kau ingat, Kau akan melihat wajah Allah dimanapun kau berada, dan kau tak lagi akan melihat mati itu satu kematian, karena sesungguhnya ketika itu kau menyusuri ruang waktu, ketika itu kau adalah cahaya Allah di bumi ini

Dan kau akan tetap menjadi cahaya milik Allah saat di akhirat nanti, dan sesungguhnya karena kau adalah milik Allah, terserah kepada Allah mau dibuat apa engkau itu karena kembali kepada AsalMu, Setelah itu baru apa yang kelihatan itu akan berwajah kau, dan disitu jugalah keadaan yang mana yang memandang dan yang dipandang itu adalah kau yang esa, Kau melihat wajahMu sendiri ketika pandang memandang itu.


Jikalau kau sudah paham dan yakin segala sesuatu selain kau telah fana, itulah tandanya hatiMu itu telah mencapai ketahap puncak Ma'rifat, tahap mengenal dia dengan sebenar-benarnya pengenalan, Jika kau masih juga tidak faham dan yakin, maka akan diterangkan seperti ini untukMu yaitu berawal dari mengenal mani adalah penjelmaan dari bapak dan ibu atau yang disebut sulbi dan taraib ,Jadi mani itu adalah mulanya seberkas cahaya yang dikeluarkan oleh Allah dari mutu manikam

sehingga para Ulama berpendapat yaitu:

Mani adalah salah satunya dzat penjelmaan dari dua macam dzat (sulbi dan taraib).


Dengan adanya KUDRATILLAHI yaitu berasal dari sulbi bapak, dan yang menjadi IRADATILLAHI yaitu berasal dari ibu ,Oleh sebab itu bagaimanapun birahinya kaum ibu, hal ini tidak terlalu nampak karena birahinya kaum ibu ini tidak dapat melampaui batasnya kudrat kaum bapak, Karna kaum ibu ini hanyalah iradat, maka ulama mengistilahkan "

SYURGA ITU DI ATAS TELAPAK KAKI IBU"


Untuk lebih jelasnya akan diterangkan dibawah bagian-bagian dari maksud yang di atas:

BAGIAN BAPAK: wadi, madi, mutu, mani, atau disebut sulbi.

BAGIAN IBU: tanah, air, angin, api, atau disebut taraib.

BAGIAN ALLAH: ruh idhafi, ruh ruhani, ruh rahmani, ruh jasmani


BAGIAN DARI GUDANG RAHASIA DISEBUT MUTU MANIKAM YAITU:

-Tanah itu ialah badan muhammad

-Air itu ialah nur .muhammad

-Angin itu ialah nafas muhammad

-Api itu ialah penglihatan muhammad


Awal itu ialah nurani„

Akhir itu ialah ruhani„

Zahir itu ialah insani„

Bathin itu ialah rabbani„ Nurani itu ialah nyawa„

Ruhani itu ialah hati„

Insani itu ialah tubuh„

Rabbani itu ialah rahasia


Nyawa itu ialah hidhafi„

Hati itu ialah ruhani„

Tubuh itu ialah jasmani„

Rahasia itu ialah aku yang sejati„

Tubuh itu menyatu kepada hati Hati itu menyatu kepada nyawa„

Nyawa itu menyatu kepada rahasia„

Rahasia itu menyatu kepada nur„

Nur itulah bayang-bayang Allah yang sebenar-benarnya...


Semoga bermanfaat.....

Assalamualaikum 🙏🙏🙏

Salam Damai Sejahterah 🙏🙏🙏"ALLAH MAHA MELIPUTI"


Soudaraku, Muslimin dan muslimat ,Jika kau telah mengenal diriMu yang Sejati maka kau bukan lagi seonggok daging atau sekujur tubuh Apabila saat perkenalan itu telah tiba atau hari terahirmu, maka dzikirmu tak lagi dengan suara atau dengan gerak, tetapi zikirMu adalah melihat siapa yang kau ingat, Kau akan melihat wajah Allah dimanapun kau berada, dan kau tak lagi akan melihat mati itu satu kematian, karena sesungguhnya ketika itu kau menyusuri ruang waktu, ketika itu kau adalah cahaya Allah di bumi ini

Dan kau akan tetap menjadi cahaya milik Allah saat di akhirat nanti, dan sesungguhnya karena kau adalah milik Allah, terserah kepada Allah mau dibuat apa engkau itu karena kembali kepada AsalMu, Setelah itu baru apa yang kelihatan itu akan berwajah kau, dan disitu jugalah keadaan yang mana yang memandang dan yang dipandang itu adalah kau yang esa, Kau melihat wajahMu sendiri ketika pandang memandang itu.


Jikalau kau sudah paham dan yakin segala sesuatu selain kau telah fana, itulah tandanya hatiMu itu telah mencapai ketahap puncak Ma'rifat, tahap mengenal dia dengan sebenar-benarnya pengenalan, Jika kau masih juga tidak faham dan yakin, maka akan diterangkan seperti ini untukMu yaitu berawal dari mengenal mani adalah penjelmaan dari bapak dan ibu atau yang disebut sulbi dan taraib ,Jadi mani itu adalah mulanya seberkas cahaya yang dikeluarkan oleh Allah dari mutu manikam

sehingga para Ulama berpendapat yaitu:

Mani adalah salah satunya dzat penjelmaan dari dua macam dzat (sulbi dan taraib).


Dengan adanya KUDRATILLAHI yaitu berasal dari sulbi bapak, dan yang menjadi IRADATILLAHI yaitu berasal dari ibu ,Oleh sebab itu bagaimanapun birahinya kaum ibu, hal ini tidak terlalu nampak karena birahinya kaum ibu ini tidak dapat melampaui batasnya kudrat kaum bapak, Karna kaum ibu ini hanyalah iradat, maka ulama mengistilahkan "

SYURGA ITU DI ATAS TELAPAK KAKI IBU"


Untuk lebih jelasnya akan diterangkan dibawah bagian-bagian dari maksud yang di atas:

BAGIAN BAPAK: wadi, madi, mutu, mani, atau disebut sulbi.

BAGIAN IBU: tanah, air, angin, api, atau disebut taraib.

BAGIAN ALLAH: ruh idhafi, ruh ruhani, ruh rahmani, ruh jasmani


BAGIAN DARI GUDANG RAHASIA DISEBUT MUTU MANIKAM YAITU:

-Tanah itu ialah badan muhammad

-Air itu ialah nur .muhammad

-Angin itu ialah nafas muhammad

-Api itu ialah penglihatan muhammad


Awal itu ialah nurani„

Akhir itu ialah ruhani„

Zahir itu ialah insani„

Bathin itu ialah rabbani„ Nurani itu ialah nyawa„

Ruhani itu ialah hati„

Insani itu ialah tubuh„

Rabbani itu ialah rahasia


Nyawa itu ialah hidhafi„

Hati itu ialah ruhani„

Tubuh itu ialah jasmani„

Rahasia itu ialah aku yang sejati„

Tubuh itu menyatu kepada hati Hati itu menyatu kepada nyawa„

Nyawa itu menyatu kepada rahasia„

Rahasia itu menyatu kepada nur„

Nur itulah bayang-bayang Allah yang sebenar-benarnya...


Semoga bermanfaat.....

Assalamualaikum 🙏🙏🙏

Salam Damai Sejahterah 🙏🙏🙏