Laman

Senin, 21 April 2014

Wali Allah

Mahukah kalian aku ajarkan satu ilmu amalan yang hebat? Bahkan ia adalah amalan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan petunjuk dari Allah SWT! Amalan para nabi dan wali Allah. Sayangnya amalan ini menjadi samar/dilupakan sedangkan ia adalah permulaan dalam mujahadah. Khasiat dari amalan ini membolehkan pengamalnya:
-Menjadikan badan ringan melakukan solat.
-Cergas badan dan fikiran.
-Tajam penglihatan.
-Mampu menundukkan nafsu.
-Jiwa terbimbing.
-----------------------------
Amalannya adalah MENYEDIKITKAN MAKAN.
Allah berfirman:
"Tiada perlindungan yang lebih kuat bagi hamba-hambaKu kecuali menyedikitkan makan."
(Hadis Qudsi Ad Dailami dari Abdullah Ibnu Abbas ra)
"Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang suka berlebih-lebihan."
[Surah Al A'raf 7:31]
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Tiada suatu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam lebih buruk dari perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk menguatkan tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, baiklah sepertiga(dalam perut) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya."
(HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam sahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma'di Kasib)
Nasihat Luqman untuk anaknya:
"Wahai anakku! Apabila perutmu penuh, tidurlah fikiranmu, bungkamlah kebijaksanaan dan lemah seluruh anggota badan sehingga malas beribadah. Adapun orang yang suka menyedikitkan makan dan minum, hatinya akan jernih bening, fikirannya terang, pemandangannya tajam, syahwat nafsunya dapat dikalahkan dan jiwanya tertuntun dan terbimbing."
Hanyalah sifat orang-orang kafir makan dengan kenyang.
"Mereka(orang-orang kafir) makan laksananya haiwan. Dan api nerakalah tempat kediaman mereka."
[Surah Muhammad 47:12]
"Orang Mukmin makan untuk satu perut, sedang orang kafir makan untuk tujuh perut."
(HR Bukhari, Muslim yang bersumber dari Ibnu Umar)
Semoga ilmu ini bermanfaat buat semua yang menerima.

....RENUNGANKU..... Siapa yg x kenal AHMAR ...atau yg disebut STROK..

....RENUNGANKU.....
Siapa yg x kenal
AHMAR ...atau yg disebut STROK...
Dengar nama ahmar.../ angin ahmar...
Semua terkedu..terdiam...dan gemetar....

siapakah dia ini...
Datang dri mana...
Dan atas sebab apa.....
Riwayat AHMAR...
Adalah dri nabi sulaiman as...
Karna die yg mula² mendapat penyakit ini...
kpn...karna nabi sulaiman mencabar tuhan ...
huuuu....
Siapa yg kenal sulaiman...
Dia raja dari segala raja saat itu...
Boleh dikata tuhan no 2....
Jin tunduk....
angin tunduk...
Hewan tunduk...
Manusia tunduk..Dan
Malaikat ponm tunduk....
Karna semuanya tunduk...
Sulaiman pernah berucap tanpa sadar...
Yg membuat tuhan murka...
inilah ucapan sulaiman ...
""" ADAKAH MAHLUK LEBIH HEBAT
DARI PADA AKU.....
Walau kata ini..sedikit...
Tetapi tuhan sangat murka...
karna kata kata itu mencabar tuhan...
Dan mengutus...hambanya...yg bernama AHMAR...
Seorang hamba tuhan dri golong jin...
Tuk masuk bdan sulaiman ketika tidur....
Serta merta badan sulaiman menjadi..
Tak boleh bergerak..kaku...keseluruh badannya..
Kecuali...mata dan lidahnya...
Sulaiman menyuruh jin, malekat, hewan, dan manusia...
Tuk cari penyebabnya...semu kata tidak tau..
Apa yg sebenarnya terjadi pada sulaiman....
pada mlmnya...sulaiman..mohon ampun...
Atas segala kata katanya...dan mohon petunjuk..
Apa sebetulnya penyakitnya...
Maka saat keluarlah AHMAR ...
Dari bdan sulaiman..dan berkata...
Ampun ya Sulaiman...
Aku AHMAR..aku utusan tuhan...
Karna tuan sulaiman mencabar tuhan
sulaiman terdiam...dan berkata...
aku mencabar apa...
Ahmar menjawab...Adakah mahluk lebih hebat dari pada aku...
serta merta sulaiman menangis..dan mohon ampun atas segala kesalahannya...sengaja atau tidak sengaja...pda tuhan...
astafirloh halazim....
jdi...
Knp orang terkena stok / angin ahmar...
Karna seseorang tue terlalu bangga
akan amalannya, sholatnya, zikirnya,
ibadahnya...ilmunya...
dan menjadi sombong...ria dan takabur..
bukan mau kata...
yg banyk terkena ahmar...
para pembesar / menteri
pegawai kerajaan...
syeh..kyai..ustad..
guru yg mengajarkan ilmu..
dan para pemimpin...
karna mereka dibgi amanah...
yg sangat besar...dri tuhan..
mereka tak buat atau lalai...
ahmar sudah menanti...

ya allah , jauhkanlah aku dri sifat sifat burukmu...
yg boleh mencelakakanku...dan lupa akan
dirimu ya rahman ya rohim yazalzalaliwal ikram...

Mutiara Sepuluh Kata


Oleh : Ibnu Hajar Al – Asqalani


Wahb bin Munabah mengatakan :
Dalam Kitab Taurat dinyatakan

Orang yang berbekal taqwa selama di dunia
Di akhirat nanti akan menjadi kekasih Allah

Orang yang tak pernah marah di dunia
Di akhirat nanti akan berdampingan dengan Allah

Orang yang tidak hasud atas nikmat orang lain
Di akhirat nanti dipuji oleh segenap makhluk
dan insan

Orang yang enggan berebut kursi
kepemimpinan
Di akhirat nanti akan mulia disisi Tuhan

Orang yang tak suka berlebih-lebihan
Di akhirat nanti akan memperoleh nikmat
bersama dengan orang-orang yang agung

Orang yang suka menghindar dari permusuhan
Di akhirat ia termasuk orang yang berberuntung

Orang yang suka mendermakan hartanya
Di akhirat ia akan terkenal di kalangan orang-
orang mulia

Orang yang suka berusaha keras di dunia
Di akhirat ia akan gembira ria menuai hasilnya

Orang yang meninggalkan haram selama
hidupnya
Di akhirat ia bertetangga dengan anbiya

Orang yang tak pernah berhasrat melihat benda
haram
Di akhirat matanya akan terpuaskan denagn
pemandangan dan kenikmatan surga

Orang yang lebih suka miskin daripada kaya
Di akhirat nanti ia akan dibangunkan bersama
para wali dan para anbiya

Orang yang tidak hasud atas nikmat orang lain
Di akhirat ia dipuji segenap ciptaan-Nya

Orang yang mencukupi kebutuhan orang lain
Di akhirat nanti segala kebutuhannya akan
Tuhan cukupi

Orang yang ingin damai di alam kubur
Hendaklah shalat malam walau hanya satu
rakaat

Orang yang ingin bernaung di arasy
Hendaklah hatinya suci dari kepentingan
duniawi

Orang yang ingin ringan hisab amalnya
Hendaklah menasihati diri dan berperilaku
wara’

Orang yang ingin tinggal di pusat jantung surga
Hendaklah berdzikir kepada Yang Kuasa

Orang yang ingin tanpa hisab masuk surga
Hendaklah bertobat denga tobat yang
sesungguhnya

Orang yang ingin pandai dihadapan Allah
Hendaklah ia tunduk pada ajaran Allah

Orang yang ingin menjadi hakim
Hendaklah ia pandai akan hukum Allah

Orang yang ingin selamat dari ancaman cercaan
orang
Hendaklah ia bertutur tentang orang lain dari
sisi kebaikannya saja dan mengambil ibarat
tentang dirinya dari apa dan untuk apa ia
diciptakan

Orang yang ingin selamat dari dunia akhirat
Hendaklah ia mementingkan akhirat daripada
dunia

Orang yang mengharapkan surga firdaus dan
surga naim untuk abadi didalamnya
Hendaklah dirinya tidak menyianyiakan
umurnya

Orang yang menginginkan bahagia dunia
akhirat
Hendaklah dirinya suka berderma

Orang yang ingin terang hatinya dari cahaya
Allah yang sempurna
Hendaklah memperbanyak tafakkur tentang ciptaan-Nya.

AL HULUL, AL ITTIHAD, WAHDATUL WUJUD dan WAHDATUSSYUHUD

Orang yg diberi Allah merasa rasa tersebut berada dimaqam yaitu AL HULUL, AL ITTIHAD, WAHDATUL WUJUD dan WAHDATUSSYUHUD, dikatakan juga orang itu dalam MAJZUB yakni orang itu diberi Allah JAZAB
Sesuai dengan hadist nabi muhammad saw:
"SATU JAZABAH DARIPADA JAZABAH PEMBERIAN ALLAH YG HAQ, TIADA MENYAMAI PAHALANYA, DARI SEGALA AMAL JIN DAN MANUSIA"
KeEmpat paham tersebut, adalah satu maqam tajalli. Dan maqam tajalli yg Empat tersebut ialah:
1 TAJALLI NUR DZAT: diberi Allah hamba yg dikasihinya merasa rasa tajalli nur dzatullah
2 TAJALLI NUR SIFAT: diberi Allah hamba yg dikasihinya merasa rasa tajalli nur sifatullah
3 TAJALLI NUR ASMA: diberi Allah hamba yg dikasihinya merasa rasa tajalli nur asmatullah
4 TAJALLI NUR AF'AL: diberi Allah hamba yg dikasihinya merasa rasa tajalli nur af'alullah
Pemberian Allah kepada hamba yg dikasihinya amat susah untuk diterangkan
BAGAIMANA KITA MENERANGKAN RASA JIMAK KEPADA ORANG YG BELUM KAWIN??
BAGAIMANA MENERANGKAN KEMANISAN GULA KEPADA ORANG YG SAKIT LIDAH??
BAGAIMANA AKAN MENERANGKAN KEBESARAN LANGIT DAN RUANG ANGKASA KEPADA KATAK YG DIAM DIDALAM TEMPURUNG??
BAGAIMANA AKAN MENERANGKAN ISTILAH-ISTILAH ATAU ISYARAT-ISYARAT HAKIKAT KEPADA ORANG YG TIDAK AHLI??
Hai Hamba ! "Bila engkau ditimpa suatu persoalan, maka katakanlah: "AHAD,! AHAD,! AHAD,!"
Niscaya kujawab: "LABBAIK,! LABBAIK,! LABBAIK,!"
(Tuak ilahi)

Jangan Terjebak Dengan Lambang Keluhuran


Ingatlah bahwa Allah Swt, menghiasi Iblis dengan hiasan perlindunganNya, padahal IlmuNya Allah swt telah mengenalnya, bahwa Iblis adalah ahli laknatNya. Allah menutupi apa yang menimpa Iblis dengan kehendak yang mendahuluinya, hingga di akhirnya semuanya jadi tampak jelas.
Begitu juga Allah Swt, menghiasi Bal’am (seorang tokoh dari bani Israel, yang mengingkari karunia Allah swt) dengan berbagai kewalian yang dipakaikan, namun akhirnya ia malah tergolong menjadi orang yang tertimpa kebencianNya.
Allah menenggelamkan Qorun dalam lautan kenikmatan, padahal menurut Allah ia tergolong kalangan yang ditimpa kebencianNya.
Janganlah anda terjebak bersama cobaan Allah dalam empat hal:
1. Penampakan anugerahNya kepadamu, tanpa anda mengetahui hakikatNya.
2. Tutupnya Allah atas amal-amal yang sudah anda lakukan, padahal anda tidak tahu akhirnya.
3. Allah menambahkan nikmatNya padamu, padahal kamu belum pernah mensyukuriNya.
4. Allah memberikan banyak kepadamu, padahal kamu tidak pernah memohonNya.
Allah berkehendak demikian kadang dalam rangka mengingatkan anda atau malah sebagai Istidroj.
Jangan anda terpedaya hanya karena anda bergaul dengan orang-orang saleh dan ahli zuhud, tanpa anda sendiri mengikuti jejak mereka. Sebab bergabung dalam keakraban, seandainya bermanfaat, pastilah isteri Nabi Nuh meraih manfaat, begitu juga isterinya Nabi Luth. Karena jebakan tipudaya itu salah satu tangga dari tangga Istidroj. Allah Swt, berfirman:
“Janganlah kalian terjebak tipudaya kehidupan dunia dan jangan terjebak tipudaya diri kalian karena (merasa) bersama Allah.”
“Wahai manusia apa yang memperdayaimu sehingga kamu mendustai Tuhanmu?”
Syetan mendatangi ahli zuhud lalu mengatakan: “Hai waliyullah, hai orang yang terbaik dari kalangan manusia, lihatlah anugerah dan karomah yang diberikan Tuhanmu, taqarrub dan kemesraan dariNya!
Saya pernah melihat sebuah syair dalam satu tongkat:
Setiap dosa ada ampunan bagimu
Selain dosa berpaling dariKu.
Kukatakan:
Bila aku berpaling, aku bertobat
Aku kembali sambung
seperti semula
Tak ada dosa selain aku
Memandang diri dalam cinta
Lalu aku tersiksa.
40 Hari Menghapus Rasa Bangga
Yahya bin Abi Katsir ra mengatakan, “Aku masuk ke Makkah, kemudian Atha’ bin Abi Rabah menghadapku dan memberi salam padaku, kemudian ia menghadap ke massa manusia, sembari berkata, “Kalian semua bertanya kepadaku tentang ilmu pengetahuan, sedangkan di hadapan kalian ada Yahya bin Abi Katsir!”
Sejak saat itu aku benar-benar merunduk kepada Allah Swt selama empat puluh hari hanya untuk menghilangkan manisnya kata-katanya Atha’ bin Abi Rabah dari dalam hatiku.
Gara-gara Cinta pada Anak
Yusuf ibnul Husain ra, mengatakan, “Ketika hati Maryam mencintai anaknya, ia mendengat suara, “Ketika batinmu bersih hanya bagi Kami, Kami memberi rizki kepadamu dalam kemarau maupun hujan tanpa perantara, tanpa harus bersusah payah atau pertolongan. Maka ketika batinmu mulai condong jauh dariKu, maka rizkimu tidak tiba kecuali dengan usaha susah payah, dan itulah firman Allah Ta’ala, “Dan guncangkanlah batang kurma itu, niscaya akan berjatuhan buah kurma matang kepadamu.”
Manis dan Tidaknya Ibadah
Abu Abdullah ra mengatakan, “Apa keutamaan para sufi dibanding yang lain?”
“Tersingkapnya hijab pada mereka, dan kecurigaan pemfitnah pada mereka, dan tersebarnya rahasia Allah pada mereka.”, jawabnya.
“Apakah kaum Sufi itu mempunyai rasa manis dalam ibadah?”
“Jika dari segi memandang anugerah, memang merasakan. Tetapi dari segi melihat ibadah, tidak merasakan, karena ia tidak punya kaitan.”
“Kapankah seseorang disebut sebagai kalangan yang bersih jiwanya (Sufi)?” seorang Sufi ditanya.
“Manakala tirai taubat menutup maksiat dan tirai anugerah menutup seluruh kebajikan, serta tirai Allah menutup segala hal selain Allah swt.”jawabnya.
Kebersihan Jiwa Sufi
Dikisahkan bahwa Bahlul tak pernah mengambil apa pun dari seseorang, ia lebih banyak apa adanya belaka. Lalu ia ditanya kenapa demikian? “Ami diperintah untuk tidak mengambil sesuatu melalui perantara, karena dari perantara orang itu menimbulkan hilangnya kesufian jiwa,” jawabnya.
“Apa itu kebersihan jiwa sufi?”
“Terbangnya hati dengan sayap rindu menuju Rabbul’alamin,” katanya.
Disebutkan, “Paling rendahnya kaum Sufi yang bersih adalah hidupnya qalbu bersama Allah Ta’ala tanpa kaitan apa pun. Siapa yang tak mengenal dirinya dengan kefaikran dan sifat butuhnya, ketakberdayaan dan kelemahannya, maka ia tidak akan meraih kesufiannya yaqin yang sejati. Apabilaseorang hamba hanya bagi Allah Ta’ala, seakan-akan dirinya tak pernah ad

Allah jangan di cari lagi,......!!!

Allah jangan di cari lagi,......!!!
Karena Allah Ta’ala sudah menjadi segala Nyawa,Jangan engkau cari lagi, bukankah Allah itu LAISA KAMISLIHI ..?
Maksudnya :Engkau itu adalah rahasiaKU, maka rahasia itulah
yang menuju kepada Aku, sehingga Engkau adalah pendengaranKu,.. penglihatanKu dan kesemuanya
itu terhimpun didalam rahasiaKu..,baik yang didalam maupun yang diluar, sehingga engkau ‘KOSONG’ Fana Ul Fana, tiada mempunyai daya upaya,. sehingga batin engkau dikatakan ‘TA’ALA’,hilangkan tubuh menjadi Nur, sehingga tubuh engkau menjadi Ruh, maka hilanglah tubuh menjadi
‘TITIK’, titik itulah asal muasal kejadian ‘ALIF’maka Alif yang bergerak didalam lautan rahasia itulah yang disebut ‘HAYAT’ maka hiduplah dan ber geraklah tubuh, itulah yang dinamakan SifatNya yang ada di dalam tubuh engkau, itulah yang disebut diriNya, maka AKULAH yang LAISA dan
jangan dicari lagi....................

Ketika engkau keluar kan maka menjadi Rahasia.........
Ketika engkau naikan nafas maka itulah Wujud Idafi.......
Itulah rahasia ‘ANTARA-TURUN-NAIK’, itulah yang bernama ANA- ANTA dan ANTA- ANA........
Disitulah engkau didalam diriNya, naik berbunyi WujudKu dan turun berbunyi DzatKu,.......
Disitulah engkau mengetahui…..
Itulah yang disebut “Rahasia didalam Rahasia”..........
Disitulah engkau Mi’raj, pertemuan dalam hadiratKu, apabila engkau turun maka wajiblah engkau mengerjakan perintahKu, sehingga engkau cinta ke padaKu..........
Pahamilah Syahadat….....
Disitulah engkau menyempurnakan segala-galanya..........
Berpeganglah kepadaNya,......
Karena SYAHADAT itulah tubuh Engkau,.......
ALHAMDU itu Aku dan Engkau,.....
Dan..,inilah rahasiaKu kepada Engkau..
...salam ukwah.....

Mencari jati diri dalam Renung dan Tafakkur pada Ilahi

Jangan Terjebak Dengan Lambang Keluhuran
Ingatlah bahwa Allah Swt, menghiasi Iblis dengan hiasan perlindunganNya, padahal IlmuNya Allah swt telah mengenalnya, bahwa Iblis adalah ahli laknatNya. Allah menutupi apa yang menimpa Iblis dengan kehendak yang mendahuluinya, hingga di akhirnya semuanya jadi tampak jelas.
Begitu juga Allah Swt, menghiasi Bal’am (seorang tokoh dari bani Israel, yang mengingkari karunia Allah swt) dengan berbagai kewalian yang dipakaikan, namun akhirnya ia malah tergolong menjadi orang yang tertimpa kebencianNya.
Allah menenggelamkan Qorun dalam lautan kenikmatan, padahal menurut Allah ia tergolong kalangan yang ditimpa kebencianNya.
Janganlah anda terjebak bersama cobaan Allah dalam empat hal:
1. Penampakan anugerahNya kepadamu, tanpa anda mengetahui hakikatNya.
2. Tutupnya Allah atas amal-amal yang sudah anda lakukan, padahal anda tidak tahu akhirnya.
3. Allah menambahkan nikmatNya padamu, padahal kamu belum pernah mensyukuriNya.
4. Allah memberikan banyak kepadamu, padahal kamu tidak pernah memohonNya.
Allah berkehendak demikian kadang dalam rangka mengingatkan anda atau malah sebagai Istidroj.
Jangan anda terpedaya hanya karena anda bergaul dengan orang-orang saleh dan ahli zuhud, tanpa anda sendiri mengikuti jejak mereka. Sebab bergabung dalam keakraban, seandainya bermanfaat, pastilah isteri Nabi Nuh meraih manfaat, begitu juga isterinya Nabi Luth. Karena jebakan tipudaya itu salah satu tangga dari tangga Istidroj. Allah Swt, berfirman:
“Janganlah kalian terjebak tipudaya kehidupan dunia dan jangan terjebak tipudaya diri kalian karena (merasa) bersama Allah.”
“Wahai manusia apa yang memperdayaimu sehingga kamu mendustai Tuhanmu?”
Syetan mendatangi ahli zuhud lalu mengatakan: “Hai waliyullah, hai orang yang terbaik dari kalangan manusia, lihatlah anugerah dan karomah yang diberikan Tuhanmu, taqarrub dan kemesraan dariNya!
Saya pernah melihat sebuah syair dalam satu tongkat:
Setiap dosa ada ampunan bagimu
Selain dosa berpaling dariKu.
Kukatakan:
Bila aku berpaling, aku bertobat
Aku kembali sambung
seperti semula
Tak ada dosa selain aku
Memandang diri dalam cinta
Lalu aku tersiksa.
40 Hari Menghapus Rasa Bangga
Yahya bin Abi Katsir ra mengatakan, “Aku masuk ke Makkah, kemudian Atha’ bin Abi Rabah menghadapku dan memberi salam padaku, kemudian ia menghadap ke massa manusia, sembari berkata, “Kalian semua bertanya kepadaku tentang ilmu pengetahuan, sedangkan di hadapan kalian ada Yahya bin Abi Katsir!”
Sejak saat itu aku benar-benar merunduk kepada Allah Swt selama empat puluh hari hanya untuk menghilangkan manisnya kata-katanya Atha’ bin Abi Rabah dari dalam hatiku.
Gara-gara Cinta pada Anak
Yusuf ibnul Husain ra, mengatakan, “Ketika hati Maryam mencintai anaknya, ia mendengat suara, “Ketika batinmu bersih hanya bagi Kami, Kami memberi rizki kepadamu dalam kemarau maupun hujan tanpa perantara, tanpa harus bersusah payah atau pertolongan. Maka ketika batinmu mulai condong jauh dariKu, maka rizkimu tidak tiba kecuali dengan usaha susah payah, dan itulah firman Allah Ta’ala, “Dan guncangkanlah batang kurma itu, niscaya akan berjatuhan buah kurma matang kepadamu.”
Manis dan Tidaknya Ibadah
Abu Abdullah ra mengatakan, “Apa keutamaan para sufi dibanding yang lain?”
“Tersingkapnya hijab pada mereka, dan kecurigaan pemfitnah pada mereka, dan tersebarnya rahasia Allah pada mereka.”, jawabnya.
“Apakah kaum Sufi itu mempunyai rasa manis dalam ibadah?”
“Jika dari segi memandang anugerah, memang merasakan. Tetapi dari segi melihat ibadah, tidak merasakan, karena ia tidak punya kaitan.”
“Kapankah seseorang disebut sebagai kalangan yang bersih jiwanya (Sufi)?” seorang Sufi ditanya.
“Manakala tirai taubat menutup maksiat dan tirai anugerah menutup seluruh kebajikan, serta tirai Allah menutup segala hal selain Allah swt.”jawabnya.
Kebersihan Jiwa Sufi
Dikisahkan bahwa Bahlul tak pernah mengambil apa pun dari seseorang, ia lebih banyak apa adanya belaka. Lalu ia ditanya kenapa demikian? “Ami diperintah untuk tidak mengambil sesuatu melalui perantara, karena dari perantara orang itu menimbulkan hilangnya kesufian jiwa,” jawabnya.
“Apa itu kebersihan jiwa sufi?”
“Terbangnya hati dengan sayap rindu menuju Rabbul’alamin,” katanya.
Disebutkan, “Paling rendahnya kaum Sufi yang bersih adalah hidupnya qalbu bersama Allah Ta’ala tanpa kaitan apa pun. Siapa yang tak mengenal dirinya dengan kefaikran dan sifat butuhnya, ketakberdayaan dan kelemahannya, maka ia tidak akan meraih kesufiannya yaqin yang sejati. Apabilaseorang hamba hanya bagi Allah Ta’ala, seakan-akan dirinya tak pernah ada, maka Allah Ta’ala Ada baginya sebagaimana Dia tak berubah.