Laman

Jumat, 13 April 2018

12 GOLONGAN YG DIDOAKAN MALAIKAT.

~~ Bismillāhirrahmānirrahīm..~~
.
~~Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.~~

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.
.
Sahabat2 fillah.. Insya Allah dibawah ini adalah orang2 yg didoakan oleh para malaikat. Yaitu :
.
1.■ Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci".
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dlm Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
.
2.■ Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yg duduk menunggu shalat, selama ia dalam keadaan bersuci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia"(Shahih Muslim no. 469)
.
3.■ Orang2 yg berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra.30)
.
4.■ Orang2 yg menyambung shaf pada shalat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yg menyambung shaf-shaf" (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra.)
.
5.■ Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yg lalu".(Shahih Bukhari no. 782, dari Abu Hurairah ra.)
.
6.■ Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan slalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia" (HR. Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
.
7.■ Orang2 yg melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat" (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)
.
8.■ Orang yg mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan" (Shahih Muslim no. 2733, dari Ummud Darda' ra.)
.
9.■ Orang2 yang berinfak.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'"
(dari Abu Hurairah ra., Sahih Bukhari no. 1442 dan Sahih Muslim no. 1010)
.
10.■ Orang yang sedang makan sahur.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah"
.
(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
.
11.■ Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754, Syaikh Ahmad Syakir berkata, "Sanadnya shahih")
.
12.■ Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
.
Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada
orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra.)
.
Sumber: Syaikh Dr.Fadhl Ilahi, Orang2 yg Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir.
,
Wassalam bil Khaer..
.
.

Muhasabah Diri

~ Bismillahirrahmannirrahim.~
.
~~Assalam muálaikum Warahmatullahi wabarkatu.~~
.
~~ Muhasabah Diri~~ ( Baca , Renungkan dan Amalkan )
.
Sering kita menilai diri orang lain adalah “ salah” dan
Diri kitalah yang “benar”.
.
Terus hal ini kita ungkapkan di depan publik /umum
supaya orang lain mengetahuinya .
.
Inilah yang dikatakan berprasangka buruk kepada saudara kita sendiri.
.
Firman Allah mengatakan :
.
~~ BERGUNJING DAN BERPRASANGKA BURUK ITU DOSA.~~
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
.
Wahai orang-orang yang beriman!
Jauhilah banyak dari prasangka (kecurigaan), sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.
.
Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?
.
Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang –
.
Al Hujuraat Ayat 12
.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
.
Wahai orang-orang yang beriman!
Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
.
Surat Al Hujuraat Ayat 6.
.
Secara sedehana bisa dipahami sama dengan intropeksi,
.
yaitu seseorang bertanya kepada dirinya sendiri tentang perbuatan yang dia lakukan agar jiwa menjadi tenang, dan memastikan secara gamblang apakah perbuatan yang dilakukan dalam kehidupannya sesuai dengan perintah-perintah Allah Ta’ala.
.
Demikianlah yang dilakukan oleh para sahabat Nabi.
.
Mereka tidak pernah menutup malam harinya kecuali telah melakukan muhasabah.
.
Bahkan seorang Abu Bakar mampu menghisab dirinya sendiri sedemikian rupa.
.
Menjelang akhir wafatnya, Abu Bakar memanggil putrinya Aisyah radhiyallahu anha.
.
Abu Bakar berkata,
.
“Sesungguhnya semenjak kita menangani urusan kaum Muslimin, tidak pernah makan (dari dinar dan dirham mereka). Yang kita makan adalah makanan yang keras dan sudah rusak.” (HR. Ahmad).
.
Demikianlah Abu Bakar menghisab dirinya sendiri.
.
Bahkan sahabat utama Nabi itu tidak memperkenankan Aisyah mengambil apa yang dimiliki Abu Bakar.
.
Semuanya diminta untuk diserahkan kepada Umar bin Khaththab.
.
Tentu, langkah Abu Bakar ini sagat berat.
.
Tetapi tatkala muhasabah telah menjadi gaya hidup maka tidak ada yang lebih penting selain menyucikan diri demi ridha Ilahi.
.
Abu Bakar dan sahabat Nabi yang lainnya benar-benar serius menghisab dirinya.
.
Hal tersebut tidak lain karena hadits Nabi yang berbunyi;
.
“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara:
.
tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya,
.
tentang masa mudanya, digunakan untuk apa,
.
tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan,
.
dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan dengan ilmunya itu.”
.
(HR. Tirmidzi).
.
Jadi, sebagai apa pun dan di masa apa pun seorang Muslim wajib melakukan muhasabah.
.
Sebelum hari perhitungan benar-benar kita hadapi.
.
Pantas jika Umar bin Khaththab sering mengingatkan umat Islam untuk selalu melakukan muhasabah diri.
.
“Hasibu qobla an tuhasabu,”
.
artinya hitunglah diri kalian sebelum datang hari perhitungan.
.
Dalam pandangan Hasan Al-Bashri muhasabah akan meringankan hisab di hari akhir.
.
Sebab Allah tidak pernah melewatkan satu perbuatan pun melainkan telah tercatat di sisi-Nya.
.
اللَّهُ وَنَسُوهُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
.
“Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya.”
(QS. Al-Mujadilah: 6).
.
Jadi tidak sepatutnya jika seorang Muslim melewati hari-harinya tanpa melakukan muhasabah diri.
.
Karena hanya dengan muhasabah itulah hati kita terjaga dari kelalaian,
.
mulut terhindar dari mengucapkan keburukan
.
dan perbuatan kita akan terpelihara dari segala maksiat dan kemunkaran.
.
.
Waktu Muhasabah.
.
Dengan demikian muhasabah berarti perlu kita lakukan setiap hari.
.
Mengenai waktunya, Ibnu Qayyim berkata,
.
“Muhasabah itu dilakukan sebelum melakukan perbuatan dan setelah melakukan perbuatan.”
.
Demikian beliau terangkan dalam kitabnya
.
Mukhtashar Minhajul Qashidin.
.
Muhasabah sebelum melakukan perbuatan seorang Muslim berhenti pada awal keinginan dan kehendaknya serta tidak bersegera melakukan perbuatan sampai jelas statusnya.
.
Setidaknya ada tiga pertanyaan yang harus dijawab.
.
Pertama, apakah perbuatan yang diiginkan mampu dilakukan atau tidak.
.
Kedua, apakah perbuatan itu sesuai syariat.
.
Ketiga, apakah perbuatan itu akan dilakukan ikhlas karena Allah.
.
Sementara itu, untuk muhasabah setelah melakukan perbuatan dapat dicek melalui apakah perbuatannya sesuai syariat dan apakah dilakukan ikhlas karena Allah.
.
Meurut Ibnu Qayyim muhasabah setelah melakukan perbuatan ini ada tiga macam.
.
Pertama, muhasabah atas ketaatan yang diabaikan.
.
Kedua, muhasabah atas setiap perbuatan yang apabila ditinggalkan lebih baik daripada dilakukan.
.
Ketiga, muhasabah atas perbuatan yang mubah yang tidak dilakukannya.
.
Lebih jauh Ibnu Qudamah berkata,
.
“Seyogyanya bagi seorang Muslim itu menyisihkan waktunya pada pagi hari dan sore hari untuk muhasabah diri.
.
Dan ia menghitungnya sebagaimana para pedagang dengan rekan-rekannya menghitung keuntungan
.
dan kerugian transaksi mereka setiap akhir penjualan.”
.
Keuntungan Melakukan Muhasabah
.
Dengan gemar,rutin dan terus-menerus melakukan Muhasabah diri maka kita akan memperoleh banyak manfaat atau keuntungan.
.
Pertama, mendorong diri sendiri semakin antusias dan konsisten melakukan amal-amal sholeh, sehinnga lahir kesadaran dan harapan akan kepada Allah hingga lahir kekhusyuk’an dalam setiap ibadah.
.
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
.
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.”
(QS. Al-Anbiya: 90).
.
Kedua, tidak akan pernah lupa apalagi memandang salah karunia dan nikmat-nikat Allah yang telah dianugerahkan.
.
Dengan kata lain akan memantik rasa syukur yang mendalam atas segala karunia Allah Ta’ala.
.
Ketiga, akan terhindar dari melakukan ghibah, fitnah dan namimah yang akan berakibat pada hangusnya pahala dari amalan sholeh yang disusun selama hidup.
.
Sebab, orang yang bicaranya buruk adalah orang yang pasti tidak pernah me-muhasabah dirinya sendiri, sehingga berlaku kata pepatah:
.
“Semut di seberang jauh kelihatan sedangkan gajah di depan mata tidak terlihat.”
.
Dengan demikian merugilah Muslim yang menghabiskan umurnya tanpa muhasabah, sehingga keras hatinya dan buruk perangainya.
.
Padahal, hanya dengan muhasabah semata,
.
iman seorang Muslim akan terpelihara dan takwa menjadi nyata.
.
Wassalam bil Khaer..... semoga bermanfa'at...... Aamiin.

.

Alfatehah didalam solat ....

diantara yang wajib alfatehah didalam solat ....
bermula dari hati atau rasa ketika hendak bertakbir sehingga diam dari takbir .....hanya memandang allah pada diri sendiri... ada diri kerana ada allah , jika tiada allah tiada lah diri.
dari bismi.. alham....>>>....alamin...puji pada yang ada pada diri atau bagi yang telah fana dengan yang ada hanya ada dia@ ...yang berdiri berucap yang bergerak yang diam(robbilalamin) .
bagi saudara yang telah fana dengan rasa .... jadikan ini sebagai teman... tiada paksaan dalam beriman ...Gunalah akal yang sehat dan hati yang suci untuk mengadap yang mahasuci...
ini punchak nya zikir (ingat) pantulan dari al -fatehah (umul kitab) syareat lihat pada perbuatan diri ,
tetapi pada hakikat semua nya dari allah.
dan allah itu meliputi pada sakelian alam ... jika kita
mengaku perbuatan kita .... bearti menduakan allah (SYIRIK)dan jika ada syirik segala ibadat walau sah ditolak juga ...ini bahaya bagi kita..wallahhualam.
Di antara yang wajib alfatehah dalam doa....

Berawal dari hati atau perasaan ketika aku ingin menyimpannya dari takbir..... hanya memandang Tuhan pada diri sendiri... ada karena ada allah, jika tidak ada Tuhan.
dari bismi.. alham....>>>....alamin...puji pada yang ada pada diri atau bagi yang telah fana dengan yang ada hanya ada dia@ ...yang berdiri berucap yang bergerak yang diam(robbilalamin) .
Untuk saudara yang telah fana dengan rasa.... Jadikan ini sebagai teman... tidak ada paksaan dalam iman... gunakan hati yang sehat dan suci untuk menghadapi yang yang...
ini punchak nya zikir (ingat) pantulan dari al -fatehah (umul kitab) syareat lihat pada perbuatan diri ,
Tapi pada kenyataannya bahwa semua nya berasal dari Allah.
dan allah itu meliputi pada sakelian alam ... jika kita
mengaku perbuatan kita .... bearti menduakan allah (SYIRIK)dan jika ada syirik segala ibadat walau sah ditolak juga ...ini bahaya bagi kita..wallahhualam.

Kamis, 12 April 2018

*_SEHELAI RAMBUT SEORANG WANITA LEBIH MULIA DARI JUBAH ULAMA_

(kisah tauladan)
``Suatu hari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dikunjungi seorang wanita yang ingin mengadu.``` ```“Ustadz, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami.``` ```Saya ini sangat miskin, sehingga untuk menghidupi anak-anak saya, saya merajut benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan menyambi sebagai buruh kasar di sela waktu yang ada.``` ```Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan merajut itu saya lakukan apabila sedang terang bulan".``` ```Imam Ahmad rahimahullah menyimak dengan serius penuturan ibu tadi.``` ```Perasaannya miris mendengar ceritanya yang memprihatinkan.``` ```Dia adalah seorang ulama besar yang kaya raya dan dermawan.``` ```Sebenarnya hatinya telah tergerak untuk memberi sedekah kepada wanita itu,``` ```namun ia urungkan dahulu karena wanita itu melanjutkan pengaduannya.``` ```“Pada suatu hari, ada rombongan pejabat negara berkemah di depan rumah saya.``` ```Mereka menyalakan lampu yang jumlahnya amat banyak sehingga sinarnya terang benderang.``` ```Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera merajut benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu.``` ```Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual```? ```Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu? Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu saja itu tidak lain adalah uang rakyat".``` ```Imam Ahmad rahimahullah terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang bobrok akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi.``` ``` Padahal jelas, wanita ini begitu miskin dan papa. Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad rahimahullah bertanya,``` ``` “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”. Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.” ``` ```Imam Ahmad rahimahullah makin terkejut. Basyar Al-Hafi rahimahullah adalah Gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya. Rupanya, jabatannya yg tinggi tidak disalah-gunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya. ``` ```Sampai-sampai adik kandungnya pun hidup dalam keadaan miskin. Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad rahimahullah berkata, "Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk memupuk kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menggerogoti uang negara dan menipu serta membebani rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau, ibu.``` ``` Sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari sela-sela jilbabmu jauh lebih mulia dibanding dengan berlapis-lapis sorban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama. ``` ```Subhanallah, sungguh mulianya engkau. Hasil rajutan itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara…”.``` ``` Kemudian Imam Ahmad rahimahullah melanjutkan, “Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. ``` ```Silahkan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau…”.
``` Diriwayatkan dari Abu Bakr Ash-Shiddiq, dari Rasulullah, beliau bersabda: *لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ* “Tidak akan masuk ke dalam surga jasad yang diberi makan dengan yang haram.”
Saudara/ri ku...
Jangan hanya sekedar cari harta. Carilah keberkahan dalam harta tsb...
Mudah2an kisah ini dpt kita ambil hikmahnya...!!!!
Smg bermanfaat untuk kita semua.
Amiin

(WUSHUL)

"YA RASULULLAH...
ANTA ROHMATIKA FIL ALAMIIN...
ANTA BHABULLAH WA BHABUL GHOIB...
ANTA HABIBULLAH..
QALBU adalah
sebagai tempat ajaran Islam, yang memerlukan syiar melalui peryataan lisan, dengan terlebih dahulu mengucapkan dua kalimat syahadat LAA ILAAHA ILLALLOH MUHAMMADUR ROSULULLOH sebagai saksi secara lisan bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah Rosululloh.
Lubang Jantung Pertama(QALBUN) adalah sebagai tempat huruf dan asal keluarnya suara, baik suara QULUUB yang diperagakan melalui isyarat-isyarat, maupun suara mulut yang jelas atautidak jelas.
Lubang Jantung Kedua ( SYAGHOF ) tepatnya adalah sebagai tempat Kehidupan manusia, yang
eksistensinya ialah Jantung, lebih dominan kepada gerak NAFSU (JIWA), yangdipenuhi dengan keinginan-keinginan.
Selama para makhluk termasuk manusia masih keluar masuk pernafasan melalui lubang jantung kedua ( SYAGHOF ), mereka pasti mempunyai keinginan-keinginan baik yang positif maupun negatif.
Jika lubang Jantung kedua ini tidak ditanam CHIP ISMU DZAT, maka kita tidak bisa mengontrol dan membedakan mana nafsu positif dan mana nafsu negatif.
Lubang Jantung Ketiga (FU'AD) Dan perlu kita ketahui bahwa istilah FU'AD, AF'IDAH, QALB, QALBAINI, QULUUB dan kata SYAGHOF dari isyrah fi'il
madhinya, yang semua kata tersebut secara umum diartikan HATI Orang yang mengistiqomahkan dzikir khofi itu secara otomatis mengisi 3 lubang, yaitu:
1. Lubang yang menjadi tempathuruf (Ismu Dzat )
2. Lubang yang menjadi tempat nafsu (nafsu positif dan nafsu negatif)
3. Lubang yang menjadi tempat At-Tauhid ( meng-Esakan )
Dengan demikian, barang siapa yg sudah mampu mengisi lubang-lubang Jantung tersebut, artinya dia sudah
benar-benar mampu berakhlaq dengan akhlaq Ahli LAA ILAAHA ILLALLOH.
Dan barangsiapa yang ingin do'anya diijabah oleh Alloh, diterima hajatnya oleh Alloh, maka kita harus bisa
mengosongkan lubang yang ketiga tersebut dari selain Alloh. Kemudian lubang-lubang itu diisi dengan dzikir yang berwasilah.Menyatukan raga, jiwa dan nyawa dengan dzikir adalah hakikat dzikir khofi. Secara otomatis kita dilatih untukmenempatkan khusyu didalam panca indera.
Lisan berdzikir, hati dan akalpun ikut bebarengan berdzikir dan inilah yang diisyaratkan oleh ayat berikut:
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik"kalau saya tak hilaf (QS AL- Hadiid ayat 16 )
Dengan demikian kita dituntut supaya bisa " Huduu'ul Khusyuu'i Bilkhowasil Khomsi " (menempatkan khusyu didalam panca indera). Artinya ada penglihatan jangan dilihat, ada suara jangan dihiaraukan, ada aroma jangan dicium, ada rabaan jangan diraba, ada rasa jangan dirasakan, bersedakep, menghadap, mantap dan yakin, serta menutup sembilan lubang ( 2 mata, 2 telinga, 2 lubang hidung, mulut, dubur dan anus )Sehingga menenteramkan panca indera yang ada didalam raga, jiwa dan nyawa..Saudaraku...Duda janda gadis tua muda..Dalam waktu 24 jam manusia dituntut untuk mengosongkan QULUB dari selain Alloh dengan DZIKRULLOH Ini sesuai dengan Isyarat dari kalimat LAA ILAAHA ILLALLOHU MUHAMMADUR ROSULULLOHI yg berjumlah 24 huruf.
Pengosongan QULUB dari selain Allah dengan dzikir adalah syarat utama bagi amal yg dapat diterima oleh Alloh.
Dengan alat dzikir itulah dapat
membersihkan Raga, Jiwa dan Ruh (NYAWA).
Ketahuilah Kalau hanya ingin disebut muslim yang baik di mata manusia adalah mudah..., asal jangan berbuat jahat saja dikatakan baik. Akan tetapi ukuran baik menurut Alloh bukan sekedar tidak berbuat jahat, tetapi yang dikatakan baik itu harus wushul (sampai) kepada Allah.
Di lingkungan bukan Tarekat tidak dikenal kalimat wushul.
Wushul atau sampai ini terkait dengan kembali.. => Kembali kepada Alloh berarti MATI. Kita dari Alloh dan harus kembali lagi kepada Alloh. Orang disebut mati kalau mati, kenyataannya banyak orang mati tetapi tidak kembali kepada Alloh, malah masuk ke Jahannam.
Kapan kita harus kembali..?
Sejak sekarang juga kita harus kembali. Alloh itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher.
Dekat-jauhnya Alloh tidak diukur jarak, karena bukan benda.
(Rumusnya sesungguhnya Alloh itu dekat dengan kita, hanya saja kita yang jauh dari Alloh. Karena kalau Alloh itu jauh dari kita, sudah tentu kita pun tidak mampu mengedipkan mata,tdk mampu bergerak dan sebagainya...
Cukuplah Allah itu sgt luas,ini yg perlu diluruskan agar kita kembali kpd Allah.
Maka..
Kita harus melakukan perjalanan Ruhani menembus 4 lapis alam.
??? Bagaimanakah caranya ????
1-Terus berusaha menembus hatinya ( alam malakut ) berarti dia berada di estafet.
2-Terus berusaha menembus alam jabarut,lalu ke sirri yg berarti dia menembus alam lahut. Barulah kalau sdh menembus alam lahut ini dia sampai (WUSHUL) kpd Allah.

MANDI SYAHADAT

Setiap umat islam sangat di anjurkan memelihara kesucian secara lahir maupun bathin ( suci jasmani dan rohani ) agar selalu terpelihara dari perbuatan syetan,iblis,maupun jin yang terkutuk.
_______________________________________________________
Allah Swt Berfirman ( Q.S.2.Al - Baqorah)
Innallaha yuhibbut tawwabiina wa yuhibbul mutatohhiriin
Artinya : sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri
_______________________________________________________
Naaaah Ayat tersebut di atas menjadi dasar hokum bahwa bersuci atau thaharah penting dan utama. Bersuci mencakup dua hal,yakni bersuci dari hadast dan najis. Suci dari hadast dan najis menjadi syarat mutlak sahnya ibadah shalat. Selain berhadast seseorang menjadi batal atau tidak sah ibadah shalatnya kalau ia dalam keadaan junub,demikian juga wanita yang haid, Tidak di wajibkan bagi seorang mu’min laki-laki maupun perempuan melaksanakan shalat sebelum mereka suci dari hadast dan najis. Kecuali mereka telah suci dengan cara mandi wajib atau mandi jinabat.
_______________________________________________________
Diluar mandi wajib ada mandi lain yang sudah popular dan dilaksanakan oleh sebagian umat muslim yaitu mandi sebelum shalat jum’at,sebelum shalat Idul fitri dan Idul Adha. Dalam Khazanah keilmuan Islam ada mandi yang semisal dengan itu,Namanya mandi syahadat,yaitu mandi membuang sial.
_______________________________________________________
Keutamaan mandi syahadat selain membersihkan kotoran maupun najis dari seluruh anggota tubuh juga mensucikan rohani dari pengaruh,gangguan dan godaan syetan terkutuk. Sehingga orang yang mandi syahadat akan terpelihara dari penyakit rohani seperti sombong,iri hati,dengki,hasud,syirik,zalim,musyrik,dan masih banyak lagi dalil yang menjadi dasar “mandi syahadat” atau mandi membuang sial.
_______________________________________________________
Ini lagi Firman Allah Swt ( Q.S.38.As-Shad:41-42 )
…annii massaniya asysyaythaanu binushbin wa'adzaabi. urkudh birijlika haadzaa mughtasalun baaridun wasyaraabun
Ini Artinya : Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan. Hantamkanlah kakimu. inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum
_______________________________________________________
Ayat itu turun berkenaan dengan nabi ayub As saat ditimpa mudharat/penyakit,kemudian dia pun menyeru tuhannya. Maka turunlah perintah kepada ayub untuk mandi. Dan setelah ia mandi,penyakitnya disembuhkan Allah Swt. Dalam ilmu tasawuf mandi seperti yang di lakukan Nabi Ayub As itu disebut mandi syahadat atau mandi membuang sial. Demikian ayat yang menjadi dasar mandi syahadat.
_______________________________________________________
Ini Manfaat lain dari mandi syahadat selain mebuang sial adalah :
1.Mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kadar keimanan.
2.Membuka aura atau penutup dalam diri.
3.Menghilangkan penyakit kejiwaan seperti stress,gila atau hilang ingatan.
4.Membuang sial atau mengubah nasib.
5.Mempermudah segala urusan.
6.Menyembuhkan penyakit jasmani.
_______________________________________________________
Ini TATA CARA MANDI
1.Niat Mandi Syahadat
Niat mandi syahadat hendaknya di ucapkan di luar kamar mandi dan dalam keadaan aurat tertutup,karena ada ayat al-Quran yang di baca. Sedangkan membaca ayat Al-Quran dalam keadaan aurat terbuka dilarang. Batas aurat laki-laki sekurang-kurangnya tali pusar sampai lutut harus tertutup.Sedang aurat wanita sekurang-kurangnya menutup payudara sampai di bawah lutut.
_______________________________________________________
2.Lafadz Niat Mandi
A’uidzu billahi minas syaithaanir rajiim.Bismillah hirohmaanir rohiim. Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, waasyhadu anna Muhammadar rasulullah, Allahuma shalli’alla Muhammad wa ala’aali Muhammad, Annii massaniyasy syaithoni binusbiw wa’adzabi.Anni massaniyadh dhurru wa anta arhamur rohimiin, Nawaitu ghusla lirof’il was waasisy syayathiin-wal iblis-wal jinni-wal insi min syari maa kholaq, fardhan lillahi ta’allaa.
_______________________________________________________
INI Artinya :’aku berlindung kepada allah dari godaan syetan yang terkutuk.Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad itu utusan ( rasul ) Allah. Ya Allah aku disentuh syetan dengan kepayahan dan siksaan. Ya Allah aku disentuh kemudharatan/penyakit,sedang engkau maha pengasih dari segala pengasih.
_______________________________________________________
Sengaja aku mandi/mandi syahadat untuk membersihkan dan mensucikan jasmani dan rohani dari segala kotoran dan penyakit dan juga menghilangkan godaan,gangguan dan pengaruh syetan,iblis,jin serta kejahatan makhluk ciptaan Allah semata-mata karena Allah Ta’ala”.
_______________________________________________________
3. Kesempurnaan Mandi
Cara mandi syahadat sama seperti mandi wajib,yakni menyiram/membasuh air ke seluruh anggota tubuh dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.Membasuh kulit kepala
2.Membasuh lubang hidung
3.Membasuh telinga dan daun telinga
4.Mabasuh ketiak
5.Membasuh sekitar payudara ( bagi wanita )
6.Membasuh lubang pusar
7.Membasuh bagian vital ( kubul dan dubur )
8.Membasuh sela-sela jari kaki.
_______________________________________________________
Penting untuk diperhatikan bahwa melaksanaka mandi wajib dan mandi syahadat harus hati-hati dan teliti. Seluruh bagian anggota tubuh harus terbasuh air supaya mandinya tidak batal. Kalau mandinya batal maka batal pula ibadah shalatnya Pun janda juga sama batal shalatNa.

Senin, 09 April 2018

DZIKIR NAFAS

-  Mengenal  Nafas
-  Mengenal  Asal  usul nya  Nafas
-  Mengenal  Datang nya   Nafas
-  Mengenal  Reservoir  Nafas
-  Mengenal  Puncak Kedatangnya  Nafas
-  Menghargai  Nafas  dengan  Haqqul  Yakin
-  Melihat  kedatangan  Nafas  dari Pandangan Ainul Yakin
- Tarbiyyah diri dengan Muttu Qablaan
tammutu [ hadits]  


★ Latih MEMATIKAN DIRI

- Latih pergerakan ALLAH (memulangkan Zat, Sifat, Asma, Af’al ALLAH)  Dengan  Muraqabah  dan  Musyahadah

- Latih Ilmu ALLAH dengan  KALIMAH  SYAHADAH dan SYUHUD
(Qudrat ”Kuasa”, Iradat” berkehendak”, Ilmu ”ilmu”, Hayat ”hidup”)

Bagi kaum Aribillah,
NAFAS  adalah Imej cermin dari ROH ,
NAFAS adalah kembaran bagi RUH.

RUH adalah Hakikat
NAFAS adalah Syariatnya di alam ini.

RUH ibarat kapal,
NAFAS bagaikan ombak
Jika tenang ombak, tenanglah perjalanan kapal.

Begitu juga RUH,
Jika NAFAS seorang hamba tenang, maka ia memberi kesan pada RUHnya.

Kaum Aribillah dan ahli  Rohani amat mementingkan latihan PERNAFASAN.

Bila PERNAFASAN baik, maka akan baiklah perjalanan RUH dengan ROBBnya.

EMOSI amat mempengaruhi PERNAFASAN, baik ia dalam keadaan marah, “stress” atau tenang.

Jika seseorang itu berhasil mengawal EMOSInya maka tenanglah ia.

Mereka yang tidak mementingkan rohani
adalah seperti jasad yang tidak ada Roh,
mereka itu amat dibodohi oleh syaitan..

apa gunanya sebatang JASAD walaupun  ia seorang  raja, seorang yang cantik dan kaya jika tidak ada  ROH dan NYAWA, maka akan di kebumikan dengan secepat  mungkin (mayat namanya).

ROH dan KEROHANIAN amat penting  dalam memahami pengertian hidup dan  perjalanan hidup ini .

NAFAS  berasal dari ROBBUL ALAMIN.

Bagiamana mengenal turunnya dan naiknya NAFAS ini dari sebatang tubuh
yang tidak ada Hawl dan Quwwah..??

Bagaimana ratusan ribu bahkan jutaan
makhluk menerima NAFAS Turun, NAFAS Naik dengan secara sistematik dan
secara teratur tanpa ada gangguan,
dan tidak kehilangan satu NAFASpun yang terkendala dalam jutaan tahun kecuali 
jika sudah sampai ajal maut seseorang
itu dengan Taqdir Nafas dan Usia  Hayyatnya.

NAFAS adalah sumber kehidupan,
tanpa NAFAS hancurlah kehidupan.

NAFAS adalah Al-Hayat yang datang dari Tuhan, NAFAS adalah RAHASIA ILAHI.

Para ulama sufi mengamalkan Zikir NAFAS untuk PEMBERSIHAN ROHANI

manakala para ahli “tenaga dalam” mengamalkan PERNAFASAN untuk mengaktifkan tenaga ghaibnya sehingga dapat melakukan perkara dg kekuatan JASAD.

Kaum Sufi menamakannya sebagai NASMA yaitu gabungan antara RUH, JASMANI dan JASAD.

Zikir NAFAS adalah lentera pengerak semua  sistem ROHANI dan JASMANI.

*Zikir NAFAS adalah merupakan IBU dari
segala Zikir yang mempunyai banyak keistimewaan yaitu mampu  membersihkan segala kotoran dalam  dan ROHANI.*

Zikir NAFAS ini ada pecahan dan rangkaiannya tersendiri.

Pecahan zikir ini ialah zikir NUFUS, zikir TANAFAS dan zikir ANFAS. ~> Keempat-empatnya saling berkaitan diantara satu sama lain.

Bermula dari NAFAS itu karena ANFAS, Hidup ANFAS itu karena NUFUS,
Hidup NUFUS itu dengan RAHASIA
dan RAHASIA itulah merupakan DIRI RAHASIA ALLAH.

NUFUS, ANFAS dan TANAFAS itu adalah satu perkara yang ghaib ~> yang wujud tanpa dapat dirasakan dan tak bisa dilihat seperti juga NAFAS.

Kurang etis jika membicarakan sesuatu yang tidak boleh dibuktikan dengan ILMU YAKIN, ataupun AINUL YAKIN. Karena ini akan menimbulkan fitnah besar kepada pembicaranya kelak.

Sudah menjadi ghalibnya manusia akan menolak sesuatu yang tidak tercapai oleh AKAL dan ILMUnya, meskipun jalan paling baik adalah jika ia mendiamkan diri (tawakuf) disamping belajar untuk memahaminya.

Kedudukan Sistem Bathin dan Spiritual  ini bergerak dengan Kuasa Qudrat  yang  mutlak dan hanya  dapat dilihat  dengan  MATA HATI/ BASHIRAH oleh mereka yang  telah HIDUP HATI mereka secara  zahir dan bathin.

Tanpa  ILMU MATA HATI memang HATI tidak akan terbuka dan hidup, dan
tidak akan dapat memperhatikan
KEAJAIBAN HATI ini.

Kedudukan ANFAS ialah di HIDUNG.

Kedudukan TANAFAS di TELINGA.

Kedudukan NUFUS di JANTUNG,

Kedudukan NAFAS ialah di MULUT.

ANFAS , NAFAS , TANAFAS dan NUFUS ini merupakan satu “kuasa” ataupun keadaan yang keluar masuk (bergerak) dalam tubuh seseorang manusia.

Apakah INSAN mudah memahami
pergerakan sistem Spiritual dan  Rohani ini tanpa mengenal ROBBnya
dan ILLAH nya..??

sekali-kali INSAN tidak akan mengenal ROBB nya tanpa ILMU KALIMAH LA ILAHA  ILLALLAH.

Semua sistem pengerakan NAFAS, ANFAS, TANAFAS adalah satu sistem
Unggul dan ajaib yang penuh dengan mukjizat.

TANAFAS bergerak di TELINGA,

NUFUS bergerak di JANTUNG,

ANFAS bergerak di HIDUNG,

NAFAS pula di MULUT.

Diantara keempat unsur ini, NAFASlah yang bisa dirasa dan disentuh serta mudah untuk diyakini (kalau kita membicarakannya) karena setiap orang bisa merasakan dengan perasaan zahir.

Justru itu dalam bab ini kita membicarakan Zikir NAFAS saja.

NAFAS  adalah sumber utama dalam
menghidupkan HATI dan JASAD, memahaminya dan menguasainya akan membawa INSAN itu pada kebahagiaan.

NAFAS adalah saluran penting bagi kita
untuk meneruskan HIDUP di atas bumi  ini, kalau ada JASAD tanpa NAFAS, tidak  berguna JASAD ini.

Ada ROH tapi tidak ada NAFAS, tidak akan bermanfaat ROH itu pada JASAD itu.

NAFAS yaitu angin yang keluar masuk dari lubang hidung dan mulut (dari luar tubuh ke dalam tubuh).

Kalau menurut pengertian sains,
udara yang "keluar" dari mulut atau hidung itu ialah Karbondioksida (CO²) sementara yang disebut udara yang masuk itu ialah Oksigen (O²).

Fungsi Oksigen (O²) ini ialah untuk memutarkan DARAH dalam JANTUNG, menyebabkan NYAWA bergerak.

Oksigen (O²) itu dihirup dari luar yang diproses oleh tumbuh-tumbuhan dan alam seluruhnya.

Pikirlah dan renungkanlah...
*betapa pentingnya penguasan NAFAS
dalam hidup dan tanpa penguasan ini anda tidak akan bahagia secara zahir dan bathin.*

Ahli sains mengakui hakikat ini,
bahwa semua puncak masalah hidup yang membawa pada keadaan tidak bahagia adalah karena ketidak harmonisan antara JASAD dan QALBU, ketidak stabilan EMOSI atau masalah PSIKOLOGI.

EMOSI dan JASAD sangat berkaitan,
jika tidak dikendalikan akan membawa mudarat pada tubuh badan dan juga
anggota badan yang menjalankan tugas
penting dalam sistem PEREDARAN DARAH dan sistem OXYGENASI.

Justru perawatan yang paling baik ialah membina motivasi seseorang pada kekuatan dalam tubuh dg mendekatkan manusia itu dengan ROBBnya.

Zikir yang digabungkan dengan teknik pernafasan yang betul, atau disebut oleh ahli Tasawuf sebagai ZIKIR NAFAS, akan memberi kesan yang hebat.

Imam Ghazali mengatakan ZIKIR yang dilakukan dengan cara menahan NAFAS akan mempercepat proses PENSUCIAN HATI (membakar MAZMUMAH).

Pernafasan yang betul akan memaksimumkan penyerapan OKSIGEN (O²) yang amat penting dalam kehidupan dan kesehatan manusia.

Kekurangan Oksigen (O²) menyebabkan seseorang mengalami berbagai penyakit seperti kanker, gangguan saraf, leukemia dll.


Teknik Terapi Zikir PERNAFASAN:

> Kita Hendaklah Bersuci Terlebih dahulu.

Duduk rileks dengan punggung tegak,
lalu amati NAFAS yang keluar masuk, kemudian ikuti gerak NAFAS ,

Jangan mengatur NAFAS,
biarkan NAFAS keluar masuk dengan bebas.


> Posisi badan tegak, kepala lurus dg tulang punggung,

Sebaiknya bagi Pemula Mata Dipejamkan, mulut tertutup rapat dan lidah sedikit ditekuk diatas ( langit-lagit).

Tarik NAFAS perlahan-lahan dan dalam-dalam, dada digembungkan, perut dikempeskan se-kempes mungkin dan dikeraskan, agar energi yang dibangkitkan besar, dengan penuh perasaan,

Rasakan seolah – olah energi ILAHI masuk melalui pusat ( umbilicus ) naik keatas menembus ubun-ubun sampai ke titik omega (titik tak berhingga).

Tahan selama beberapa detik agar diproses oleh paru-paru,

Tahan napas di bawah pusar,
kemudian Energi ILAHI yang terang benderang diturunkan kembali ke kepala sampai ke tengah dada

dan Keluarkan nafas perlahan – lahan dari lubang hidung.

Berarti 1 x putaran NAFAS sudah kita selesaikan.


> Penarikan  Nafas  harus  dengan  tertib  dan juga *secara natural tanpa dipaksa
atau pun didesak,* sebab hal ini akan  gagal  menghasilkan satu proses yang mukammil.


> Kemudian tarik NAFAS kembali dalam-dalam,

Tahan selama beberapa detik, dan selanjutnya [  sebaiknya  5-1-5  atau  10-1-10  atau  pun  3-1-3] , tarik  3 saat  -tahan  1  saat dan  lepas  3  saat ] atau ikut kekuatan daya tarikan dan  hembusan.


> Lanjutkan terapi pernapasan dengan dada tetap digembungkan, dan perut tetap dikempeskan dan dikeraskan.

Menarik NAFAS dengan membayangkan menghirup udara yang bersih dan sehat, lepaskan napas dengan membayangkan membuang penyakit, racun dan udara kotor.

NAFAS ditahan agar proses biologis didalam paru-paru berlangsung sempurna, yaitu : oksigen (O²) yang di udara diserap oleh paru-paru ( secara maximal ) dan udara kotor beracun ( CO2 ) dilepaskan ke-udara untuk kemudian di buang keluar saat melepaskan napas.

( Dengan bernapas biasa maka proses berlangsung tidak sempurna, karena belum sempat terjadi pertukaran secara lengkap, udara sudah dikeluarkan lagi dari paru-paru ).

Ketika anda berNAFAS tepat pada tarikan Oksigen (O²), maka yang harus anda fokuskan ialah lafadz "HU (Dia)".

baru setelah hembusan NAFAS maka fokuskan pada lafadz "ALLAH". begitu terus berulang- ulang.

Perlu diingat,
bahwa pada lafadz "HU" harus benar-benar anda rasakan,
"HU" mengalir di pembuluh-pembuluh nadi dan menyebar ke segenap penjuru organ tubuh.

Pada lafadz "ALLAH" ketika dihembuskan, rasakan bahwa yang diluar tubuh anda tidak lepas dari "Tangan-NYA".

Jika anda ikhlas karena ALLAH semata , maka anda akan bertatapan dengan- NYA, tentunya bukan dengan panca indera, tapi lebih dari itu.

Jika anda ingin tahu metode Zikir NAFAS Wali Songo yang lain (kecuali Raden Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati) tinggal membalik "HU" pada Hembusan NAFAS, dan "ALLAH" pada Tarikan NAFAS .

Waktu ingin melakukan zikir NAFAS kita wajib memulangkan Zat, Sifat, Af’al kita kepada Zat, Sifat, Af’al ALLAH ~> yang berarti memulangkan segala wujud kita yang zahir kepada wujud kita yang batin yaitu RUH

dan pulangkan wujud RUH pada hakikatnya Wujud Yang Qadim Zat ALLAH juga.

La maujud illaLlah
tiada yang ada di alam ini pada
hakikatnya melainkan ALLAH juga.

Hakikat NAFI pada diri kita ialah

La wujud (tiada yg wujud) ,

La qadir (tiada yg Maha kuasa),

La hayun,

La muridun,

La alimun (tiada yg Maha mengetahui),

La samiiun (tiada yg mendengar) ,

La basirun (tiada yg Maha melihat),

La mutakalimun fil haqiqah illaLah.

Berkata para Arifbillah,
”matikan diri kamu sebelum kamu dimatikan”.[ Hadits Sohih].

MATI disini dibagi empat (4) :

1) Mati Hissii
yaitu seolah-olah sudah bercerai RUH dari JASAD, tidak ada daya upaya walau sedikitpun juga, pada hakikatnya hanya ALLAH yang berkuasa, kemudian dimusyahadahkan di dalam HATI dengan menyaksikan kebesaran sifat JALAL dan JAMAL-NYA serta KESUCIAN-NYA.


2) Apa hakikat Asolatu  Miraju lil Mukminiin.

MIRAJ yaitu lepas sempurna mematikan diri kita,

Hendaklah melakukan MIRAJ artinya menaikkan NAFAS kita melalui alam “Qaba qawsain au adna” yaitu
antara kening merasa penuh limpah dalam alam Qudus yaitu dalam benak kepala kita hingga hilang segala ingatan yang lainnya.

Ini dinamakan mati ma’nawi yaitu hilang segala sesuatu didalam HATImu melainkan hanya berhadapan pada ALLAH juga.


3) Mati dalam Hidup dan Hidup dalam kematian, inilah hakikat matilah kamu  sebelum  kamu di matikan.

Mati segala usaha ikhtiar segala daya upaya diri kita, kita hanya mendirikan sembahyang dengan melihat pada mata hati, dari ALLAH, dengan ALLAH dan untuk ALLAH.

Dari ALLAH yg mengerakkan RUHANIAH,
Dari RUHANIAH yg mengerakan AL-HAYAT,

Dari AL-HAYAT yg menggerakkan NAFAS

Dari NAFAS yg menggerakkan JASAD dan pada hakikatnya, semua itu ALLAH juga yang menggerakkan semuanya..

sebagaimana firmaNYA:

“Dan tiadalah yang melontar oleh engkau ya MUHAMMAD Sala Allahu Alaihi Wasalam -  ketika engkau melontar tetapi ALLAH yang melontarnya…”.

Pada pandangan dzahirnya perbuatan hamba, tetapi pada pandangan matahati perbuatan ALLAH juga.


4)  Mati dalam tidur
Ini  adalah satu Rahasia Marifat dalam
hidup yang hanya diketahui oleh para
Arif Billah dan Alimbillah, bukan oleh
alimbil kitaab.

Zikir NAFAS adalah Ummul Zikir yang  mampu  memberi  kekuatan Rohani
adalah Zikir Khafi, ini  di jelaskan dalam  beberapa  hadits sohih.

Zikir NAFAS  adalah sebagai NUR CAHAYA  yang memancar keseluruh JIWA seorang  pengamal Zikir NAFAS , besar faedahnya untuk memecahkan kekentalan darah hitam yang berada dihati yang dianggap sebagai istana Iblis itu.

Selagi istana Iblis tidak terpecah dan hancur musnah, NUR QALBI sebagai penyuluh lampu Ma’rifat yang diharapkan itu tidak mungkin diperoleh.

NUR itu tidak akan bersinar menyuluh kegelapan dalam diri. Kalau pun ia menyala tetapi cahayanya tidak terang

Sabda Rasulullah saw:

MAN ARAFA NAFSA FAQAD ARAFA RAB’BAH WAMAN ARAFA RAB’BAH FASADA JASAD.
“Siapa yang mengenal dirinya, tentu dia mengenal ROBBnya dan siapa yang mengenal ROBBnya, maka binasalah dirinya.”

Firman ALLAH swt:
“Dari ALLAH kau datang kepada ALLAH kau dikembalikan” (QS. al-Baqarah:156)

Apabila RUH diturunkan ke bumi, RUH berhajat pada Sifat IFTIQAR ALLAH untuk berfungsi di atas muka bumi ini..

Jika tidak ada Sifat IFTIQAR, RUH tidak berfungsi. Ini disebabkan karena RUH memiliki sifat yang suci dan tinggi yang tidak ada pengetahuan dan kehendak terhadap alam yang rendah (dunia).

Oleh karena itu diperlukan Sifat IFTIQAR untuk melaksanakan tugas sebagai KHALIFAH, di kehidupannya dan dunia.

4 Sifat IFTIQAR yaitu :

Sifat Qudrat,
Hayat,
Iradat,
Ilmu.

Sebelum RUH dimasukkan ke dalam JASAD, ALLAH melapisi RUH AL-QUDSI dengan lapisan-lapisan sampai ke Alam “MULKIAH” yang disebut “QISWAH UNSURIAH” yaitu

Alam JABARUT,
Alam MALAKUT
Alam MULKI
karena kekuatan RUH AL-QUDSI dapat menghancurkan JASAD, sebagaimana cahaya matahari yang dihalangi cahayanya dengan berbagai lapisan Ozone agar tidak terbakar bumi ini karena kepanasannya.

Firman ALLAH swt:
“Lalu kutiupkan Roh-KU dalam tubuh manusia.” (Al-Hijr:29)


1. QUDRAT (Kuasa)
yaitu dinyatakan pada (RUH JASMANI) dan diletakkan dalam JASAD.

RUH memerlukan JASAD untuk bergerak di atas muka bumi. (NASMA “fizikal”: kuasa batin yang hebat).

TANAH: tubuh badan - istana hakikat.


2. ILMU (ilmu)
dinyatakan pada (RUH SULTANI) dan menjadi AKAL apabila digabungkan dgn unsur AIR dan diletakkan pd OTAK.

RUH tidak akan dapat berfikir untuk kehidupan di dunia tanpa ILMU bangsa dunia. (AIR: akal - ilham, laduni pandangan tajam hikmah).

AIR: otak - istana syariat.


3. HAYAT (hidup)
ia dinyatakan pada (RUH AL HAYAT) dan menjadi NAFAS apabila bergabung dgn UDARA.

Ruh memerlukan NAFAS untuk berhubung dgn NAFAS.

(NAFAS: menstabilkan EMOSI, AKAL, KESEHATAN dan perjalanan RUH).

ANGIN/udara: sistem pernafasan - istana tarikat.


4. IRADAT (berkehendak)
ia dinyatakan pada (RUH SAIRANI RAWANI) dan menjadi NAFAS apabila digabungkan dgn unsur API dan diletakkan di JANTUNG/ QALBU.

RUH memerlukan NAFSU bangsa dunia untuk memakmurkan dunia.

(NAFSU: ketenangan, kasyaf, asyik, cinta, rindu, syuhud, makrifat)

API: jantung - istana makrifat.


Syaik Abdul Qadir Jailani, Di dalam Kitab SIRRUL ASRAR mengatakan:

RUH adalah hakikat DIRI manusia yang sebenarnya.

RUH adalah NUR CAHAYA yang tinggi yang dibalut dengan beberapa lapisan pakaian sebelum di turunkan ke alam dunia ini agar JASAD tidak terbakar.

“Manusia itu rahasiaKU dan AKU adalah rahasia manusia.” (Hadits Qudsi)

Setiap RUH mempunyai tempat/ daerah ketika RUH berada dalam JASAD

Setiap INSAN wajib mengetahui bagaimana mengolah setiap lapisan tersebut agar tersingkap baginya Rahasia.

Kenali dirimu dengan merenungkan kedalam dirimu, niscaya engkau akan mengenali Tuhanmu tanpa huruf, tanpa suara, tanpa dalil dan tanpa perantara.

Galillah Rahasia alam dirimu sendiri sehingga berjumpa dengan air dari alam Malakut, alam Jabarut dan akhirnya Lahut, niscaya kamu akan dapat menyaksikan kembali bagaimana dirimu berhimpun dan bertasbih di alam Lahut serta menyaksikan bagaimana dirimu bersaksi akan diri KeTuhanan

sebagaimana firmannya:

”Adakah AKU Tuhan Kamu, (Ruh menjawab) Bahkan! Kami menyaksikan.” (QS. al-Araf:172)

Siapa yang sampai ke alam ini, ia mengambil ilmunya dari ALLAH tanpa perantara yaitu ilmu LADUNI.

Di alam ini, ia beribadah dari ALLAH, dengan ALLAH dan untuk ALLAH. Pandangannya senantiasa melihat pada 2 alam, melihat diriNya di alam zahir yaitu Af’al, Sifat dan Asma, bermusyahadah dengan ZatNYA di alam lahut.

Adakala mereka itu FANA (lebur) penglihatan di alam ini ketika mentajallikan rahasiaNYA sehingga tidak ada yang dilihat melainkan ALLAH swt.

Bagaimana  hendak  Mengenal Diri ?

Apa yang  harus  di  kenali  dengan  Diri  ini ?

Adakah  Mengenal JASAD yang di kenali oleh semua orang kafir dan mushrik agar dengan itu mereka bisa mengenal  ROBB mereka?

Adakah mengenal BATHIN saja tanpa mengetahui soal ROHANI ?

Mengenal Diri tanpa mengenal Jalan
Mengenal Diri, anda tidak akan sampai pada kehendak.

Mengenal Jalan tanpa mengenal Musuh  akan tewas di separuh jalan.

Mengenal  Musuh  tanpa  bersenjata  akan dikalahkan.

Mempunyai senjata lengkap namun  tidak mengenal maqam Musuh akan  menempuh kekalahan.

Mengenal senjata dan musuh tetapi  tidak ada tarbiyah dari orang yg mengenal  perjalanan dan kaidah juga akan binasa  dalam kesesatan.

Siapa yang benar Mengenal Dirinya, akan binasalah dirinya, tenggelamlah ia dalam lautan kefakiran, tenggelam ia dalam lautan ketiadaan ke-Aku-an.

Didalam Kitab Kasaful Asrar dinyatakan bahwa wujud INSAN adalah bayang-bayang kepada wujud Tuhan.

Tidak akan wujud bayang-bayang ini jika tidak ada yang empunya bayang-bayang, tidak bergerak bayan-bayang melainkan bergeraknya tuan empunya bayang-bayang.

Apabila kamu memandang diri kamu, memandang kewujudan dirimu, maka kamu wajib memahami bahwa kamu ada pemiliknya.

Wujud kamu menyatakan wujud diri-NYA. DIA ghaib dan kamu nyata,
DIA hakikat dan kamu syariat,
DIA adalah wujud dan kamu adalah bayang bagi wujud-NYA.

Lihatlah diri kamu lagi..,
pandanglah segala sifat yang ada pada diri kamu, lihatlah matamu, lihatlah telingmu, lihatlah mulutmu,lihatlah akalmu, lihatlah gerak diammu, lihat rasa hatimu. Semuanya tidak lain melainkan kenyataan sifat-sifat-NYA.

Semoga HATI kita tidak dibutakan sama sekali, sehingga tidak mengenal Diri-NYA, yang meskipun Al-Ghaib tetapi sangat dekat sekali, bahkan lebih dekat DIA bila dibandingkan dengan urat nadi yang ada di lehernya sendiri.

Itu Berarti lebih dekat DIA meskipun dibandingkan dengan keluar masuknya NAFAS dalam dada.

Maka firman-NYA yang memutuskan:

“Barang siapa yang hidupnya sekarang ini (di dunia) buta (mata hatinya tidak mengetahui keberadaan Diri Tuhannya yang dekat sekali dan Wajib Wujud-Nya), maka kelak di akhirat juga akan lebih buta dan lebih sesat jalannya.” (Al-Isra:72)



Tauhidul Af'al (Ke-Esa'an Perbuatan)

Hendaklah anda ketahui bahwa segala apapun juga yang terjadi di alam ini pada hakekatnya adalah Af'al (perbuatan) ALLAH s.w.t. yang terjadi di alam ini dapat digolongkan pada 2 golongan.

1) Baik pada bentuk (rupa) dan isi (hakekatnya) seperti iman dan taat.

2) Buruk pada bentuk (rupa) namun baik pada pengertian isi (hakekat) seperti kufur dan maksiat.

Dikatakan ini buruk pada bentuk karena adanya ketentuan hukum/syarak yang mengatakan demikian.

Dikatakan baik pada pengertian isi (hakikat) karena hal itu adalah sutu ketentuan dan perbuatan dari pada Allah Yang Maha Baik.

Maka "kaifiat" cara untuk melakukan pandangan (syuhud/musyahadah) sebagaimana dimaksudkan diatas ialah:

"Setiap apapun yang disaksikan oleh mata hendaklah ditanggapi oleh hati bahwa semua itu adalah Af'al (perbuatan) dari ALLAH s.w.t."

Bila ada sementara anggapan tentang ikut sertakan "yang lain dari pada ALLAH" di dalam proses kejadian sesuatu, maka hal tersebut tidak lain hanya dalam pengertian majazi (bayangan) bukan menurut pengertian hakiki.

Misalnya
si A bekerja untuk mencari makan atau memberi makan anak-anaknya maka si A tergolong dalam pengertian "yang lain dari pada ALLAH" dan juga dapat dianggap "ikut serta dalam proses memberi makan anaknya.

Fungsi si A dalam keterlibatan ini hanya majaz (bayangan) saja, bukan dalam arti hakiki. Karena menurut pengerti hakiki yang memberi makan dan minum pada hakikatnya ialah ALLAH,

sebagaimana tersebut dalam AL-QUR'AN Surah:

“Dialah (ALLAH) yang memberi makan dan minum kepada saya.” (As-Syu'ara ayat 79.)

Segala macam perbuatan (sikap laku) apakah perbuatan diri sendiri ataupun perbuatan yang terjadi di luar dirinya, adalah termasuk dalam 2 macam pengertian.

Pengertian pertama dinamakan MUBASYARAH

Pengertian kedua dinamakan TAWALLUD.
Kedua macam pengertian ini tidak terpisah satu sama lain.

Contohnya adalah sebagai berikut:

1) Gerak pena ditangan seorang penulis,

ini dinamakan MUBASYARAH (terpadu) karena adanya "perpaduan" dua kemampuan Qudrat yaitu kemampuan kodrat gerak tangan kemampuan kodrat gerak pena.

Bagaimana  kita  dapat  memahami  gerak  Qudrat  ALLAH  dan  bagaimana  kita  dapat  bersyuhud  dengan  Qudrat  ALLAH  dalam  setiap  keadaan.

2) Gerak batu yang lepas dari tangan pelempar.

Hal ini dinamakan TAWALLUD (terlahir) karena lahirnya gerakan batu yang dilemparkan itu adalah kemampuan kodrat gerakan tangan.

Namun pada hakekatnya, kedua macam pengertian itu (Mubasyarah dan Tawallud) adalah Af'al ALLAH s.w.t., didasarkan kepada dalil nas AL-QUR'AN:

WALLAHU KHOLAQAKUM WA MA TA'MALUN
ALLAH yang mencipta kamu dan apa yang kamu lakukan.

Apa-apa juga yang dilakukan oleh hamba, perkataan, tingkah laku, gerak dan diam, namun semua itu sudah lebih dahulu pada Ilmu, Qoda dan Qadar/Takdir ALLAH s.w.t.

Firman ALLAH di dalam AL-QUR'AN:

WA MA RAMAITA IDAZ RAMAITA WALAKINNALLAHURAMA
Tidaklah anda yang melempar (Hai MUHAMMAD) tetapi ALLAH -lah yang melepar ketika anda melempar.

LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL AZHIEM
Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan (daya dan kekuatan) ALLAH Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Hadits Rasullah s.a.w.
LA TATAHARRAKU DZARRATUN ILLA BI IDZNILLAHI
Tidak bergerak satu zarrah juapun melainkan atas izin ALLAH .

Atas dasar pandangan (musyahadah) inilah, maka Nabi s.a.w. tidak mendoakan kehancuran bagi kaumnya yang telah menyakiti beliau.

Apabila anda selalu atas pandang (musyahadah) Tauhidul-Af'al dengan penuh yakin (tahkik) maka terlepaslah anda dari pada penyakit dan bahaya syirik-khofi sebagaimana tersebut di atas.

Sehingga akhirnya anda akan dapat menyaksikan dengan jelas bahwa segala yang berupa UJUD MAJAZI (ujud bayangan) ini, lenyap dan hilang sirna, dengan NYATANYA NUR UJUDULLAH yang hakiki.

Apabila secara terus menerus anda latih dengan pandangan musyahadah demikian, sedikit demi sedikit dengan tidak tercampur baur antara pandangan lahir dan pandangan batin, maka sampailah anda pada suatu makom (tingkatan) yang di namakan MAQOM WIHDATUL AF'AL.

Pada tingkatan ini berarti FANA (lenyap) segala perbuatan makhluk, perbuatan anda sendiri atau perbuatan yang lain dari anda karena "nyatanya" perbuatan ALLAH Yang Maha Hebat.Tauhidul Asma (Ke-Esa'an Nama ALLAH s.w.t.)

Kafiat (cara-cara) memusyahadahkan tentang keEsaan nama-nama ALLAH s.w.t. adalah sebagai berikut:

"Pandang dengan mata kepala kita lalu syuhud (pandang) dengan mata hati, bahwa segala nama apapun juga pada hakikatnya kembali kepada sumbernya ialah nama ALLAH s.w.t."

Alasanya ialah, bahwa nama apapun juga yang ada di dalam alam ini tentu ada yang memberi nama (ujud musamma).

Dalam arti hakiki sudah jelas bahwa "tidak ada yang maujud/diadakan kecuali ALLAH ."

Firman ALLAH swt:

“Tiap sesuatu itu “halikun” (maujudnya) bukan di atas wujud yang sebenar benarnya) kecuali (setiap sesuatu itu) wajah ALLAH semata-mata.” (28:20:88)

Segala yang maujud (yang diadakan) pada hakikatnya hanyalah khayalan (kosong) atau waham (sangkaan) saja, bila dinisbahkan (dibandingkan) dengan UJUD ALLAH.

Contoh
sekeping kaca yang tembus warnanya, lalu diwarnakan dengan bermacam-macam warna. Kemudian diletakkan di bawah cahaya matahari, tentu akan terlihat beraneka warna pada bumi sebagaimana warna yang tercantum pada kaca tadi.

Disitu dapat terlihat jelas bahwa cahaya matahari tidak terpisah cerai dengan zat matahari sendiri dan tidak pula berpindah cahaya matahari itu tadi. Adanya bermacam warna pada bumi menunjukkan keEsa'an matahari.

Maha suci ALLAH dari contoh dan misal, maka pahamilah dengan kata-kata yang baik dan sempurna, semoga anda dapat memahaminya dengan kasih sayang ALLAH s.w.t. dan dapat sesuai dengan maksud yang sebenarnya.

Andai kata telah berhasil pada maqom (tingkatan) ini lalu kemudian TAJALLI HAK TA'ALA (nampak nyata kebenaran ALLAH Ta'ala) bagi kita dari celah-celah dinding mazhar (kenyataan) ini dengan 2 macam nama (isim) maka semua yang berupa mashar tersebut lenyap sirna didalam keEsa'an (ahadiyat) ALLAH s.w.t.

Apabila TAJALLI ALLAH TA'ALA (nampak nyata) dengan asmaNYA/ nama-namaNYA ZHOHIRUN terhadap hambaNYA, niscaya si hamba itu akan dapat melihat bahwa segala akwan (kejadian) semua ini adalah KEBENARAN ALLAH, sepanjang pengertian bahwa zohir akwan itu adalah dengan ZOHIRNYA ALLAH.

Berdirinya akwan itu dengan nyatanya qoyyumiyahNYA (sifat qiyamuhu ta'ala binafsi)

Berdiri ALLAH dengan sendirinya dan KEKALNYA ALLAH s.w.t. karena tidak akan mungkin bagi akwan ini ada dengan sendirinya. Dan tidak akan mampu si hamba membedakan satu persatu segala akwan ini.

Jelasnya hanya pada suatu pengertian bahwa makhluk ini hanya sekedar mazhar/sandaran semata-mata. Si hamba dapat memandang (musyahadah) bahwa ALLAH adalah hakikat segala sesuatu sebagaimana yang difirmankan oleh ALLAH didalam AL-QUR'AN:

"FA AINAMA TUWALLU FASTAMMA WAJHULLAHI"
Kemanapun kamu mengadap, disanalah Ujud ALLAH .

Maksudnya,
kemanapun dan dimanapun AKAL, HATI dan ROH ini berhadapan maka di sanalah adanya ALLAH s.w.t.

Makom Tauhidul Asma ini merupakan makom yang kedua dari makom orang-orang Arifin yang dianugerahkan ALLAH Ta'ala kepada orang yang salik atau kepada orang lain seperti orang yang majzub.

Makam inilah merupakan Natijah yaitu faedah yang diperoleh dan juga merupakan lanjutan makom yang pertama, makom bagi orang yang senantiasa memandang wahdatul Af'al. Makom Tauhidul Asma inilah yang menyampaikan anda kepada makom yang seterusnya yaitu "Tauhidul Sifat" makom yang ketiga dari orang-orang A'rif.



Tauhidus Sifat (Ke-Esa’an Sifat ALLAH swt)

Tauhid  Fil Siffat.
Bagaimana dapat  memahami  Tauhid  dalam  Maqam ini?.

ILMU Kalimah  yang  menyampaikan  ke  Maqam  ini  harus  di  praktekkan  dengan Ammali Tauhid  Fi Siffat.

Bab yang ketiga ini menerangkan tauhidus sifat yang bermaksud meng-esakan ALLAH Taala pada sifat yang berdiri pada zat-NYA:
yaitu memfanakan segala sifat makhluk sama ada sifat dirinya atau yang lain, di dalam sifat-sifat ALLAH .

Kaifiatnya ialah anda memandang dan musyahadah dengan mata hati dan beriktikad bahwa segala sifat yang berdiri pada zat-NYA seperti semuanya itu sifat-sifat ALLAH Taala.

Karena tidak ada zat yang bersifat dengan sifat-sifat tersebut pada hakikatnya melainkan Zat ALLAH Taala juga.

Di adakan sifat-sifat ini pada makhluk, sekadar pinjaman (majaz) dan bukan pada hakikatnya. Cuma sifat-sifat tersebut adalah sifat-sifat ALLAH Taala juga.

Apabila sudah Tahkik pandanganmu dengan keadaan demikian, niscaya segala sifat makhluk FANA dalam sifat-sifat ALLAH Taala,

Hamba itu tidak mendengar melainkan dengan pendengaran ALLAH Taala,

Hamba itu tidak melihat melainkan dengan penglihatan ALLAH Taala,

Hamba itu tidak tahu melainkan dengan pengetahuan ALLAH Taala,

Hamba itu tidak hidup melainkan dengan hayat Allah Taala,

Hamba itu tidak berkata-kata melainkan dengan perkataan Allah Taala,

dan begitulah seterusnya dengan sifat-sifat-NYA yang lain.

Dalil yang menunjukkan bahwa hamba tidak mempunyai sifat-sifat tersebut dan yang ada pada hamba itu muzhar sifat-sifat ALLAH Taala ialah sebagaimana firman Allah Taala, dalam hadis Qudsi:

”Tidak menghampiri orang-orang yang menghampiri diri-KU umpama mengerjakan apa yang AKU fardukan ke atas mereka dan senantiasalah hamba-KU berdamping diri kepada-KU dengan mengerjakan ibadat sunat hingga AKU kasihan dia. Maka apabila AKU kasihan dia, niscaya adalah AKU pendengarannya yang ia mendengar dengan DIA, pertuturan lidahnya yang ia bertutur dengan DIA, penampar tangan yang ia menampar dengan DIA, berjalan kakinya yang ia berjalan dengan DIA, dan fikiran hatinya yang ia berfikir dengan DIA.”

Kaifiat mentajalli sifat ALLAH Taala ialah memandang hak Taala, bahwa hamba yang mendengar itu dengan ALLAH Taala, maka segala keadaan yang didengar oleh hamba fana bersama diri-NYA.

Apabila telah tetap mentajalli sifat mendengar itu dalam HATI, maka akan melihat sifat yang lain pula sehingga habis satu persatu seperti sifat Basar, Kalam, Ilmu dan Iradat.

Anda juga akan melihat hamba itu tidak melihat dirinya bersifat demikian yang hanya menerima daripada sifat-sifat ALLAH Taala jua.

Apabila semua sifat yang lain terhapus, maka tajalli pula sifat-sifat ALLAH Taala ke atas kita dan kita akan melihat, hamba itu yang bersifat Haiyun (hidup).

Apabila sifat Hayat itu Fana dari diri, ternyatalah bahwa tidak ada yang hidup melainkan ALLAH Taala.

Apabila anda telah berhasil memperoleh makam fana, ketika itu jadilah kita baqa bisifatillah (kekal dengan sifat-sifat ALLAH ). Ketika itu juga, kita memperoleh kemenangan kerana dapat mengenal-NYA dengan pengenalan yang layak dan sempurna.

Oleh karena itu jadilah kita ketika itu fana fisifatillah (terhapus dalam sifat-sifat ALLAH ) dan baqa bisifatillah.

Ketika itu juga, ALLAH Ta’ala akan memberitahu kepada kita segala rahasia sifat-NYA yang mulia.

Kesimpulannya,
makam tauhidus sifat inilah makam yang tetap dan teguh.

Apabila sudah habis mentajallikan semua sifat itu di dalam HATI, maka dianugerahkan oleh ALLAH Ta’ala kepadanya pada saat itu kekuatan yang dapat menanggung Tajalli Zat jika dikehendakiNYA.

Makam inilah yang akan menyampaikan orang yang Arif itu kepada makam yang di atasnya yaitu makam Tauhiduz Zat, makam yang keempat dari semua makam orang-orang Arif.



Tauhiduz Zat (Mengesakan Zat)

Kafiat mengesakan ALLAH Taala pada zat itu ialah melihat dengan mata kepala dan mata hati, sesungguhnya tidak ada yang maujud dalam wujud ini hanya ALLAH Taala saja.

Cara ini dilakukan dengan menfana’kan kesemua zat kita dan zat yang lain dari zat kita (segala makhluk) di bawah Zat ALLAH Taala.

Atau dengan kata lain, tidak ada yang maujud melainkan ALLAH Taala sendiri yang wujud dan wujud yang lain selain ALLAH Taala.

Oleh karena itu,
wujud yang lain itu bukanlah maujud dengan sendirinya, hanya ia maujud dengan ALLAH Taala itu qiam (berdiri) dengan wujud ALLAH Taala dan ia tidak qiam dengan sendiri.

Oleh karena itu wujud yang lain dari ALLAH Taala itu adalah khayalan berlaka.
Ini berarti ia ditempatkan pada yang sudah maklum yaitu pada tempat yang diadakan dan waham (sangkaan dan batal) yang dinisbahkan kepada wujud ALLAH Taala.


Tujuh Tingkatan NAFS

Firman Allah swt:
“Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu .Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu, maka ALLAH akan menerima taubatmu”. (Al-Baqarah:54)

Maksudnya,
yang dibunuh adalah WATAK Aku-nya NAFSU, supaya si nafsu menjadi patuh dan tunduk mengikut HATI NURANI, RUH dan RASA dekat kepada-NYA.

Melahirkan manusia yang hanya (mempunyai) ILMU semata-mata tanpa disertakan kebersihan rohani akan membawa kepada ke-egoan dan perdebatan yang tidak ada habis²nya.

7 NAFSU beserta tentaranya adalah sebagai berikut:

1) Nafsu AMARAH.
Letaknya di dada agak sebelah kiri.

Tentaranya : senang berlebihan, dengki, dendam, iri hati, sombong, riya, takabbur, suka marah, dan akhirnya tidak mengenal Tuhannya.

(Yusuf:53)
”Sesungguhnya Nafs (manusia) menyuruh berbuat kejahatan rendah.”


2) Nafsu LAWAMAH

Di Manakah Maqamnya dalam Jasad Insan?

Nafsu LAWAMAH, letaknya di dalam HATI SANUBARI, di bawah susu yang kiri kira-kira 2 jari.

Tentaranya: Ujub, senang di puji, memuji diri, menunjuk, khianat, menganiaya, bohong.

ALLAH menyebut JIWA ini dalam AL-QUR’AN surah Qiyamah ayat 2,

”Dan Aku bersumpah demi jiwa yang mencela.”


3) Nafsu MULHIMAH.
Tempatnya kira-kira 2 jari ke arah susu yang kanan dari tengah dada.

Tentaranya : suka memberi, sederhana, menerima apa adanya, belas kasih, lemah lembut, merendah diri, taubat, sabar dan tahan menghadapi kesulitan serta siap menanggung betapa beratnya melaksanakan kewajiban.

ALLAH menyebut JIWA ini di dalam AL-QUR’AN surah Al-Syam ayat 7-8,

”Demi diri (manusia) dan yang menyempurnakannya (Allah).Lalu diilhamkan (Allah) kepadanya mana yang buruk dan mana yang baiknya.”


4) Nafsu MUTHMAINNAH.
Tempatnya dalam RASA kira-kira 2 jari ke arah susu kiri dari tengah dada.

Tentaranya: Senang sedekah, tawakkal, senag ibadah, senang bersukur kepada Tuhan, ridha kepada hukum dan ketentuan ALLAH dan takut pada ALLAH.

ALLAH menyebut JIWA ini di alam AL-QUR’AN surah Al-Fajr ayat 27,

”Hai jiwa yang tenang.”


5) Nafsu RADHIYAH.
Tempatnya dalam RASA, dalam HATI NURANI dan seluruh JASAD.

Tentaranya: pribadi yang mulia, zuhud, ikhlas, wara, ridha, menepati janji.

ALLAH menyebut JIWA ini di dalam AL-QUR’AN surah Al-Fajr ayat 28,

”Kembalikanlah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha.”


6)Nafsu MARDHIYAH.
Tempatnya di alam yang samar, mengarah kira-kira 2 jari ke tengah dada.

Tentaranya: Baik budi pekerti, bersih dari segala dosa makhluk, rela membantu kesusahan makhluk, senang mengajak dan memberi pandangan kepada RUHnya makhluk.

ALLAH menyebut JIWA ini di dalam AL-QUR’AN surah Al-Fajr ayat 28,

“Dan di RidhaiNYA.”


7) Nafsu KAMILAH.
Letaknya mengarah ke dalam dada yang paling dalam.

Tentaranya: ILMU YAKIN dan HAQQUL YAKIN.

ALLAH menyebut JIWA ini di dalam AL-QUR’AN surah Al-Fajr ayat 29-30,

”Masuklah dalam golongan hamba-hambaKU dan masuklah kedalam syurgaKU.”


Wa Allahu a'lam bishowab