Laman

Kamis, 08 Juli 2021

KITA ADALAH CAHAYA KEMBALI KE CAHAYA.

SENTUHAN MALAM
KITA ADALAH CAHAYA KEMBALI KE CAHAYA.
Dalam Martabat Tujuh dijelaskan bahwa Ruh manusia semuanya berasal dari Nur Muhammad, dan Nur Muhammad adalah tajalli atau perwujudan dari Allah. Itulah yang disebut dengan “Manusia itu Rahasia-Ku dan Aku adalah Rahasianya.”...
الإنسان سري وأنا سره.
Karena ketika kita hidup di dunia sering melupakan Hakekat diri kita yaitu ruh, lebih fokus menuruti dan meladeni fisik jasmani, sehingga kita cenderung mengikuti hawa nafsu. Inilah awal penyebab diri kita tergelincir, lupa akan tujuan hidup. Dari mana kita berasal dan untuk apa kita hidup didunia dan kemana nanti kita akan kembali...??
 
Untuk itu kita harus tahu Hekakat tujuan hidup kita sehingga bisa kembali ke asal kita, kita dari Cahaya maka akan kembali ke Cahaya, jika tidak, maka kita bisa tercebur ke dalam Api Neraka untuk disiksa lalu dibangkitkan lagi untuk reinkarnasi sesuai dengan amal perbuatan kita...
 
Dengan membersihkan jiwa maka kita akan terus berevolusi menjadi manusia yang lebih baik dan lebih mulia. Mulai dari Jiwa Ammarah menuju Jiwa Allawwamah, selanjutnya menuju Jiwa Mulhimmah, berikutnya menuju Jiwa Muthmainnah. Kemudian terus berevolusi menuju Jiwa Rodhiyyah, berikutnya menuju Jiwa Mardhiyyah (راضية مرضية) dan yang terakhir kita menjadi Insan kamil...
 
Manusia yang jiwanya sudah mencapai tahap Jiwa mardhiyyah dan Insan Kamil, mereka adalah kelompok orang-orang yang masuk surga tanpa hisab, jiwa mereka bercahaya sangat terang benderang, kembali ke Asal-Nya yaitu Nur Muhammad dan mereka tidak terkena reinkarnasi kembali...
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ، وَالَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً...الي اخره....
Dari Abu Hurairah r.a ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya rombongan yang pertama kali memasuki surga wajahnya bagaikan bulan purnama, kemudian rombongan berikutnya wajahnya lebih terang daridari pada bintang yang terang-benderang.
( HR. Muslim)
 
Orang-orang yang jiwanya sudah mencapai Jiwa Mardhiyah yaitu Jiwa yang mendapatkan keridhoan dari Allah maka tubuhnya selalu memancarkan cahaya, karena hatinya selalu dalam kondisi dzikir mengingat Allah...
 
Walaupun jasadnya ada dibumi, akan tetapi jiwa mereka sering berada di langit ruhani, berdzikir dengan para manusia yang bercahaya untuk merasakan cinta dan meleburkan jiwanya ke dalam Sang Maha Cahaya...
 
Sewaktu hidup didunia cahaya mereka sudah sampai ke Surga, disana sudah disiapkan Surga yang khusus bagi mereka pada dimensi yang sangat tinggi yaitu Martabat Wahidiyah. tempatnya Nur Muhammad. Asalnya Cahaya Maka akan kembali ke sumbernya lagi yaitu Sang Maha Cahaya...
Semoga Allah memberikan Cahaya Kepada Kita Semuanya...

ILMU LADUNI

Sedotan dari kitab pengesaan Allah SWT
Ilmu merupakan jalan utk mengetahui kaifiyat beramal, sdg amal itu sebagai jalan yg dpt menyampaikan kpd ILMU LADUNI. 
 
Sebagaimana firman Allah Taala dlm Surah Al-Baqarah ayat : 282
"Bertaqwalah kamu kpd Allah nescaya Dia mengajar kamu ( dgn menganugerahkan kamu ILMU LADUNI). "
 
ILMU LADUNI itu ialah ilmu yg dianugerahkan oleh Allah Taala dlm SIRR hati hamba-Nya yg takut kpd-Nya tanpa belajar n bertanya kpd makhluk.
Sebagaimana sabda Nabi SAW :
"Sesiapa mengamalkan dgn ilmunya nescaya Allah Taala mempusakakannya dgn ilmu yg tdk diketahuinya ( ILMU LADUNI ).
 
Jadi, ilmu inilah yg dpt menyampaikan kpd Ma'rifat Allah Taala kerana sesungguhmya Ma'rifat tersebut tdk akan berhasil melainkan dgn ILMU LADUNI.
Justeru itu, sesiapa mengenali Allah sudah tentu dia mengenali dirinya. Dan sesiapa mengenali dirinya sudah tentu dia mengenali Tuhannya. Dan sesiapa mengenali Tuhannya sudah tentu dia berasa jahil akan dirinya."
Sebagaimana sabda Nabi SAW:
"Lebih kenal kamu dgn Tuhan-Nya , lebih kenal kamu akan diri-Nya."
Jadi, Ma'rifat itu adalah jalan / laluan yg dpt menyampaikan kpd KASYAF ( tampak terbuka segala hakikat sesuatu ) , 
 
KASYAF itu adalah jalan yg dpt menyampaikan kpd FANA' ( lebur / hilang lenyap ) yg lain selain Allah Taala sahaja ( maa siwa Allahu Taala ).
Sementara FANA' itu pula adalah jalan yg dpt menyampaikan kpd FANAUL-FANA' , iaitu dia tdk nampak dirinya yg memfana'kan dirinya , cuma dia nampak Allah Taala saja yg memfana'kan dirinya.
Ashabul Kahfi
FANAUL- FANA' itu adalah jalan yg dpt menyampaikannya kpd BAQA' , itulah yg dituntut.

SEORANG DIRI SAJA...

 

ASSALAMUALAIKUM.. pahamilah

Jika tdk ada diri anda, anda tdk akn dpt MELIHAT seluruh alam ini , anda tidak dpt melihat diri anda , ibu bapa anda , adik beradik anda , guru anda , teman2 anda n lain2.
Jika tdk ada diri anda , anda tdk akn dpt MENDENGAR suara atau bunyi .. Anda tdk dpt mendengar sebutan nama Allah, Muhammad, malaikat n lain2 n juga nama2 di sekitar anda sama ada jauh atau dekat
 
Jika tdk ada diri anda , anda tdk akn dpt BERKATA-KATA n menyebut nama Allah, nama Rasulullah, nama ibu n bapamu, teman2 mu dan lain2.
Jika tdk ada diri anda , anda tdk akn dpt MENGETAHUI tentang diri anda , tentang keluarga , tentang agama, tentang penyakit Covid-19 , tentang alam ini n apa jua yg berlaku di sekeliling anda.
Tegasnya , setiap apa jua maklumat yg anda peroleh di alam ini , kesemuanya terbit drp diri anda.
Ini kerana jika tdk ada anda , maka tdk adalah alam ini.
Lantas anda terus menoleh
ke kanan n ke kiri ,
ke atas n ke bawah
ke hadapan n ke belakang ,
anda dapati bahawa sesungguhnya hanya diri anda seorang sahaja yg ada di alam ini , sesesuai dgn firman Allah Taala dlm Surah Al-Dhuha ayat : 6 n 7
 
6. ALAM YAJIDKA YATIMAM FA'AWA
" Tdk kah Allah Taala sendiri mendapati engkau dlm keadaan Yatim Piatu , maka Allah Taala sendiri memberi perlindungan pdmu 
 
7. WA WAJADAKA DHALLAM FAHADA
Dan apbla Dia sendiri mendapati engkau dlm kesesatan.. tercari2 jln kebenaran , maka Dia sendiri memberi pertunjuk kpdmu.
Lantas anda terus bertanya kpd diri anda ?
SIAPAKAH SAYA INI ?
LAA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL 'ALIYYIL 'AZHIM
Lalu terdengar SERUAN :
PERGILAH ENKAU BERTEMU DGN ORG 'ARIF BILLAH..
FASALU AHLAZ DZIKR IN KUNTUM LAA TA'LAMUN
 
 
" Bertanyalah kpd AHLI ZIKR ( org yg pakar dlm ilmu ini ) , jika kamu tdk tahu. "
Justeru itu , anda pun pergilah menemui ORG 'ARIF yg kamil mukammil, pakar tentang MENGENAL DIRI n duduk menghadap belajar dgn beliau dgn penuh beradab n ikhlas , di samping tekun n bersungguh2 melakukan riyadhah n mujahadah sebagaimana yg diarahkan.
Oleh itu , barulah anda kenal akan diri anda , hubungan anda dgn Allah Taala , Rasulullah SAW , para malaikat , kitab n lain2.
 
Inilah barang ori yg anda miliki n kepunyaan anda sendiri yg amat mahal n tdk ternilai harganya. Inilah ORG AHLI SUFI - AHLI ALLAH ...
Amat jauh berbeza sekali dgn ORG AHLI KITAB yg mengambil barang org , kemudian dicetak rompak barang itu lalu dijual kpd org lain..


Rabu, 07 Juli 2021

ZIKIR WAJIB MELALUI TALQIN


Zikrullah mengingat Allah tentu harus didasari dengan mengenal, jika belum mengenal apanya yang di ingat ?
 
Zikir zahar itu mengosongkan diri dari segala keakuan, dari segala bayangan bayangan, dari segala keberadaan.
 
Talkin Zikir mengembalikan diri kita kepada kesadaran bahwa sesungguhnya tidak ada sesuatu selain Allah.
 
Nurullah di nyalakan di dalam qolbu si salik, proses membakarannya mulai dari pusar naik ke atas dan mengisi latifah latifah yang ada pada diri sampai bermuara kembali pada latifatul qolby.
Kemudian disempurnakan dengan Zikir khofi dengan mengikuti Detakan jantung yang di tanamkan benih Nurullah, sehingga kesadaran hidup itu hanya Allah.
 
Setelah kesadaran dalam 7 latifah itu bangkit, maka hidup dalam berzikir dan zikirnya hidup..
Atau dinamakan zikir Ruh dalam setiap naik turunnya nafas.
Zikir ruh inipun di baiatkan oleh sang Mursyid.
 
Jadi tidak sembarang mengamalkan zikir zikir tersebut, karna tanpa adanya tali ikatan, akan sangat mudah syetan menggelincirkan kita ke jurang yang lebih dalam.

 

ZIKIR SIRR

Hanya sekali saja Dzikir Sirr' yang dilafaskan didalam Hati orang yang Beriman, maka nilainya adalah sebanding dengan tiga puluh lima juta kali Dzikir yang diucapkan dengan lisan...
Kerana jika Asma Allah swt diucapkan sekali saja dengan lisan, maka itu baru disebut Dzikir atau baru (Mengingat) sebatas lisan.
Namun jika Asma Allah swt dilafaskan "Didalam Hati yang Beriman",
Maka itu akan sebanding dengan tiga puluh lima juta ucapan-ucapan yang diucapkan dengan Dzikir lisan, itulah Dzikir Hati atau Dzikir Sirr'.
U
 
Kerana didalam tubuh manusia itu terdapatnya tiga puluh lima juta pembuluh darah dan kesemuanya terhubung terus ke jantung.
Maka jika Asma Allah swt diucapkan sekali sahaja dengan Hati Beriman yang penuh dengan Kesedaran, maka kesemua yang mengalir diperedaran darah didalam tubuh dengan izin-Nya akan mengucapkan juga serta Berdzikir dengan sendirinya.
Tahap pertama didalam Berdzikir adalah Dzikir Lisan, lalu kemudian Dzikir Qalbu (Sirr') yang harus diupayakan dan cenderung dipaksakan.
 
Lalu Dzikir Qalbu (Sirr') yang dilakukan secara meluas dan terus menerus tanpa perlu dipaksakan lagi.
Selanjutnya... Setelah berkuasa didalam Qalbu, disertai Sirnanya Dzikir itu sendiri (Kosong).
Maka Dzikirnya sudah tidak lagi berhuruf dan tidak lagi bersuara;
"LA SAUTIN WALA' HARFUN."
 
Melainkan sudah diamalkan dengan Sedar dan penuh Kesedaran (Sedar Allah) dan senantiasa terhubung kepada Dzat Yang Maha Hidup.
Maka dengan izin-Nya Dzikir tersebut telah menyelaputi didalam dirimu dan menyedarkanmu dari keadaan yang semula tidak sedar akan terus menjadikanmu Tenang (Zahil), kepada keadaan Hudhur (Hadirnya Qalbu).
 
Inilah Rahasia dari sabda Rasulullah saw;
"Siapa ingin bersenang-senang di taman syurga, perbanyaklah mengingat Allah."
Rasulullah saw bersabda;
"Sebaik-baik Dzikir adalah Dzikir Rahasia (maksudnya Dzikir dalam hati yang tanpa dilisankan dengan penuh kekhusyukkan) dan sebaik-baik rezeki adalah rezeki yang cukup"
(HR. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Hibban dan Al-baihaqi)
"Dzikir itu adalah Sedar, manakala orang bodoh akan terleka dan lalai dari Kesedarannya."
Ashabul Kahfi

HAKEKAT MURAQABAH

HAKEKAT MURAQABAH
MURAQABAH difanakan zat dirinya serta apa yg ada drp dirinya , lalu diitsbatkan wujud Al-Haq Taala itu di dlm hatinya.
Jalan TAWAJUH itu ialah :
dihadapkannya kpd wujud Allah Taala tanpa lupa n lalai akan nama Allah itu di dlm hatinya.
Jalan MUSYAHADAH itu ialah :
dgn mentahkikkan a'yan tsabitah n a'yan kharijah dirinya sehingga apbla sudah tahkik menjadi satulah kedua2nya itu , lalu dibawanya ke arah jalan memandang wuJud Allah Taala.
Isyarat MURAQABAH itu :
adalah dgn ( cara ) difanakan niat wujud dirinya itu ketika menyebut: " LAA ILAHA " n diitsbatkan wujud Allah ketika menyebut: " ILLA ALLAH "
Isyarat TAWAJUH itu :
adalah dgn ( cara ) dihadapkan mata hatinya ( Bashirah ) ke arah wujud Allah Taala tanpa lupa n lalai akan namaNya itu di dlm hatinya serta diingatkannya Zat yg bernama ALLAH
Isyarat MUSYAHADAH itu :
adalah dgn ( cara ) ditahkikkan a'yan tsabitah dgn a'yan kharijah satu jua. Setelah tahkik n bersatu kedua2nya lalu dibawa memandang ke arah wujud Allah Taala.

Selasa, 06 Juli 2021

INTISARI AL-QURAN

Seandainya kehidupan ini hanya diperintah "Berbuat Baik" saja, tentu Allah tidak akan menurunkan ayat2 tentang Jin atau tentang Harut Marut atau tentang memindahkan singgasana ratu saba' atau tentang khidr yang melubangi perahu..
Sungguh..
 
Seandainya ayat Al-Quran hanya berisi sebuah ayat yang semisal bermaksud: "Dalam kehidupan ini yang penting kamu berbuat baik saja.."
Tentu dengan sendirinya manusia tidak akan menjadi baik.. karena manusia tidak tau apa definisi baik menurut Allah dan bagaimana menjadi baik menurut Allah ..
Yang ada hanyalah "Baik" yang absurd menurut definisi masing2 atau sesuai budaya yang berkembang pada masyarakat/kamunitasnya masing2..
Bukan..
 
Intisari kehidupan yang dikehendaki Al-Quran sebenarnya bukanlah "Berbuat Baik"
Tetapi intisari kehidupan yang dikehendaki Al-Quran adalah "Tauhid" atau tidak menduakan/menyekutukan Allah..
Semua pelajaran dalam Al-Quran berujung pada Tauhid, sementara hasil dari Tauhid adalah "Akhlakul Karimah" atau akhlak yang karim/mulia..
 
Tidak ada satupun "Perbuatan Baik" seseorang akan diterima disisi Allah tanpa ke-Tauhidan..
Dalam hadits qudsi Rasulullah meneruskan firman Allah:
“Aku (Allah) paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan sesuatu amal dimana Aku dipersekutukan pada sesuatu, maka Aku tolak ia dan yang disekutukannya itu.”
(HR. Muslim dan Ibnu Majjah)
 
“Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu).
Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sebanyak awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaku niscaya akan Aku ampuni engkau. 
 
Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan TIDAK MENYEKUTUKAN AKU sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan.." (HR. Turmudzi)
 
Ingatlah.. intisari kehidupan dan tuntunan Al-Quran adalah mengajak setiap orang untuk "BERTAUHID"
SALAM