Laman

Senin, 16 Mei 2016

ISLAM ITU CAHAYA KEBERSIHAN


Islam adalah nama agama dan orang yang memeluk Islam disebut Muslim. Akan tetapi Islam dan Muslim itu tidak identik tetapi bisa saling mempengaruhi.
Islam itu adalah cahaya kebersihan.
QOOLQ ROSUULULLOH SAW
AL ISLAAMU NADHIIFUN FATANADH-DHOFU
Bersabda Rosululloh SAW : ” Islam itu suci oleh sebab itu kamu harus bersuci “.
Islam itu suci memberikan ajaran yang suci :
Suci perkataannya.
Suci tempatnya.
Suci pakaiannya.
Oleh sebab itu kalau ada orang Islam yang tidak bersih tempatnya, kotor pakaiannya, kotor badannya, kotor ucapannya, hatinya kotor, bakhil, sombong itu semua bukan ajaran Islam, bukan faham Islam. Kalau ada orang Islam seperti itu, jangan disalahkan Islamnya, yang salah itu orangnya sendiri. Orang seperti itu adalah orang yang menghalangi cahaya Islam. Mestinya Islam itu menyinari dirinya akan tetapi dihalang-halangi oleh kotorannya sendiri.
ISLAM ITU ADALAH NURUL JAMAL / CAHAYA KEINDAHAN
QOOLA ROSUULULLOOH SAW.
INNALLOOHA JAMIILUN YUHIBBUL JAMAAL.
Bersabda Rosululloh SAW.:” Sesungguhnya Alloh itu Maha Indah suka akan keindahan “.
Islam adalah cahaya Keindahan, semertinya orang Islam itu juga cahaya keindahan, akan tetapi kebanyakan umat Islam itu tidak indah. Perihidupnya tidak indah, akalnya tidak indah, itu semua bukan karena Islamnya yang tidak indah akan tetapi orangnya sendiri yang tidak indah. Kalau ada orang Islam yang tidak indah maka jangan disalahkan Islamnya karena Islam dan orang Islam itu tidak identik (beda). Pakaiannya tidak indah, padahal Islam itu indah.
Jadi kalau ada orang Islam yang tidak Indah dan tidak suka akan keindahan itu bukan ajaran Islamnya yang tidak indah akan tetapi orangnya sendiri yang tidak indah.
Kadang ada orang yang pakaiannya itu gedombal-gedambel ( lusuh dan compang-camping) ingin dianggap tashawwuf . Apakah ajaran Islam itu gedombal -gedambel ? Kadang-kadang salah pengertian, Islam itu dilihat pakaiannya, kemudian biar dikatakan orang yang zuhud dengan dunia pakaiannya itu gedombal-gedambel. Zuhud itu bahasa Arab artinya bertapa ( tapanya hati) Jadi zuhud itu adalah ibadah didalam hati.
Contoh : Walaupun banyak makanan dan minuman, tetapi kita tidak makan dan minum satu hari itu dinamakan puasa. Begitu pula dengan zuhud, walaupun hartanya itu banyak ( pabriknya 10 buah) uangnya banyak milyaran, akan tetapi kalau hatinya tidak kumanthil-kanthil (terikat / cinta) dengan hartanya, itu dinamakan zuhud. Orangnya tidak bakhil untuk kebaikan bersama itu namanya zuhud.
Akan tetapi walaupun ada orang yang hanya mempunyai uang Rp.10.000,- kalau didalam hatinya itu pelit itu namanya tidak zuhud walaupun dia hanya mempunyai uang
Rp.10.000,-
Yang lain (Sambungan) :
Islam itu adalah cahaya keselamatan
Penghalang cahaya Islam.
ISLAM NURUS SALAM
Islam itu adalah cahaya keselamatan. Setiap sholat akhir bacaannya adalah
“ASSALAAMU’ALAIKUM”
ASSALAAM = Mudah-mudahan keselamatan
‘alaikum = atas kamu semuanya.
Kalau mendo’akan “ASSALAA­MU’ALAIKUM” itu mudah-mudahan kamu dalam keadaan selamat, selamat jiwamu, selamat harta bendamu, selamat keluargamu, dan sebagainya. Kemudian berjabat tangan, itu memperlihatkan bahwa dia tidak membawa apa-apa yang membahayakan (tidak membawa sabit, tidak membawa pisau), setelah itu ditarik ke hati (dihati sayapun adanya salam damai).
Jadi Islam itu adalah agama perdamaian, agama sejahtera. Oleh sebab itu kalau ada diantara umat Islam senang bermusuhan, jegal-menjegal, fitnah – menfitnah, olok-mengolok itu bukan karena Islamnya yang tidak benar akan tetapi orangnya sendiri. Kadang-kadang sesama orang muslim sendiri bentrok, tidak akur, apalagi dengan orang di luar muslim. Kalau ada yang demikian jangan disalahkan agamanya, itu karena orangnya mempertuhan hawanya bukan bertuhan kepada Alloh. Bahkan kadang-kadang ada orang yang bertuhan kepada gengsi.
ISLAM ITU ADALAH CAHAYA YANG LUHUR.
Islam itu adalah :
NUURUL MA’AALII ( cahaya yang luhur)
NUURUN NAAFI’ ( cahaya yang bermanfaat)
Dalam Al Qur-an disebutkan :
WA AHSIN KAMAA AHSANALLOOHU ILAIKA
Artinya : ” Dan berbuat baiklah kepada manusia sebagaimana Alloh berbuat baik kepadamu “.
Kita diperintah berbuat baik. Kepada siapa saja ?
Kita diperintah berbuat baik kepada diri sendiri.
Kita diperintah berbuat baik kepada orang tua.
Kita diperintah berbuat baik kepada keluarga.
Kita diperintah berbuat baik kepada masyarakat.
Kita diperintah berbuat baik kepada Tanah Air.
Kita diperintah berbuat baik kepada Negara.
Jangan berbuat baik hanya karena ingin dihargai, itu namanya tidak ikhlash. Ciptakanlah karya dahulu, nanti masyarakat yang akan memberi harga sendiri.
Kita setiap hari menerima kebaikan dari masyarakat, entah terasa atau tidak. Contoh: Pakaian yang kita pakai setiap hari, kaca mata, tempat yang kita tempati, rumah kita.Semua itu bukan karya kita sendiri, itu merupakan kebaikan masyarakat. Kalau kita mau menelusuri, kadang-kadang akan sampai keluar negeri. Bagaimana tidak, sebagai contoh:
Kalau kita membikin kue kering, bahannya itu dari tepung, teloor, gula, dan lain-lain. Tidak mungkin kita membuat gula sendiri, lantas kita membutuhkan orang yang menjual gula.
Orang yang menjual gula itu sendiri membutuhkan adanya pabrik gula.
Pabrik gula membutuhkan tenaga untuk menggiling tebu.
Tetapi ada pabriknya kalau tidak ada tebunya, yang dikerjakan apa ?
Kemudian mengadakan hubungan dengan kaum tani.
Mesin yang untuk menggiling tebu itu didatangkan dari luar negeri.
Jadi perkara kue kering itu hubungannya sampai keluar negeri. Ini adalah kemanusiaan . Kalau tidak dirasakan betul-betul, tidak akan pernah terasa. Oleh sebab itu Alloh Ta’ala perintah ( AHSIN) :
Berbuat baiklah kamu kepada dirimu,
Berbuat baiklah kamu kepada keluargammu.
Berbuat baiklah kamu kepada masyarakat , dan sebagainya.
KAMAA AHSANALLOH ( sebagaimana Alloh berbuat baik kepadamu).
WALAA TABGHIL FASADA FIL ARDLI
( dan jangan membuat kerusakan di muka bumi).
Larangan lagi yang terdapat dalam Al Qur-an Surat Al Hajji surat ke 22 ayat
no.40.
WALAU LAA DAF’ULLOOHIN-NAASA BA’DLOHUM BIBA’DLIL LAHUDDIMAT SHOWAMI’U WABIYA’UN WASHOLAWAATUN WA MASAAJIDU YUDZKARU FIIHAASMULLOHI KATSIIROON
Artinya : ” Jikalau tiada pertahanan Alloh terhadap manusia, sebagian mereka terhadap sebagian yang lain, niscaya robohlah gereja-gereja pendeta, dan gereja-gereja Nasroni dan gereja-gereja Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak di sebut asma Alloh “.
Berdasarkan ayat ini, kita dilarang (tidak boleh /haram) merusak gereja, merusak masjid, merusak biara-biara, dan sebagainya, ini adalah ajaran Islam.
Oleh sebab itu kalau ada di antara umat Islam ada yang brutal merusak gereja, itu bukan perintah Islam (itu hanya sok gagah saja). Perintah ini harus ditaati, ini adalah perintah yang ada di dalam Al Qur-an. Kadang-kadang dengan sesama pemeluk agama saja tidak akur, bertolak punggung berbelah rotan.
Ada sebuah hadits kalau saya pikirkan membuat hati saya sedih. Hadits itu berbunyi :
‘AN ALI BIN ABI THOLIB RODLIYALLOHU ‘ANHU ‘ANIN NABI SOLALLOHU ‘ALAIHI WASALAM QOOLA : YA’-TII ‘ALAN NASI ZAMAANUN LAA YABQOO MINAL ISLAAMI ILLAA ISMUHU.
Keterangan dari Shohabat ‘Ali bin Abi Tholib Rodliyallohu ‘anhu, dari Rosululloh SAW, Rosululloh SAW bersabda : ” Akan datang suatu zaman, dizaman itu Islam tinggal namanya saja”.
Contoh :
1. Nama kamu siapa ? Nama saya Hasan. Hasan itukan artinya baik, tetapi perbuatannya tidak hasan, tidak baik. Ini namanya saja yang hasan akan tetapi perbuatannya sudah tidak hasan lagi.
2. Nama kamu siapa ? Nama saya Muhammad. Muhammad itu artinya orang yang terpuji, tetapi yang namanya Muhammad itu sudah tidak terpuji lagi ( mencuri ).
3. Nama kamu siapa ? Nama saya muhammad Thoyyib. Thoyyib itu artinya bersih, tetapi yang mempunyai nama itu sudah tidak suci (ngutilan) itu namanya tinggal nama.
WALAA MINAD DIIN ILLAA ROSMUHU
” Dan nanti ada agama tinggal rumusnya saja, tinggal bentuknya saja “.
WALAA MINAL QUR-AAN ILLAA DARSAHUU
Al Qur-an itu nanti tinggal bacaanya saja, isinya tidak diamalkan.
Syukur Alhamdulillah, sekarang masih ada MUSABAQOH TILAAWATIL QUR-AN (perlombaan membaca Al Qur-an). Mudah-mudahan nanti diikuti perlombaan mengamalkan isinya. Sekarang masih dalam tingkatan perlombaan membaca.
YA’-MURUUNA MASAAJIDAHUM
” Mereka meramaikan masjid-masjidnya “
Pada zaman itu orang-orang banyak meramaikan masjid,masjidnya dibangun megah tetapi didalamnya tidak ada yang dzikir kepada Alloh.
SHOLLUU FI BUYUUTIKUM
” Sholatlah dirumahmu sendiri-sendiri”
Kalau sampai keliru memahami hadits ini, nanti masjid-masjid akan menjadi kosong, karena Kanjeng Nabi dawuh sholatlah didalam rumahmu sendiri-sendiri.
Perhatikanlah keterangan berikut ini :
Setiap manusia itu mempunyai rumah, rumah manusia itu adalah penduduk asli dunia ini yaitu jasad. Manusia itu mempunyai dua wujud, satu wujud asli dan yang satu adalah pendatang. Penduduk asli dunia adalah jasmani yang asalnya dari tanah dan Rohani yang pendatang.
Rosul pernah bersabda :
KUUNUU FID DUNYA ADYAAFAN FATTAHIDZUU MASSAAJIDAHUM
Artinya : ” Kamu didunia ini adalah tamu ambillah masjid-masjid itu sebagai rumahmu “.
Rumah kita itu yang mana ? Rumahnya tamu itu yang mana ? Dan mana tamunya ? Tamunya itu yang bisa bergerak-gerak ini.
Contoh kalau kita memakai jas, kemudian jas itu kita lihat bergerak-gerak. Apakah jas itu bisa bergerak sendiri ? Geraknya jas itu karena digerakkan oleh tangan, yang bisa bergerak-gerak itu adalah tangan. Begitu juga tangan itupun juga pakaian. Kelihatannya saja bergerak-gerak tetapi sebenarnya tidak. Yang bisa bergerak itu adalah itu ruh. Jasmani ini kalau ditinggal Ruh akan nggeblak (mati).

SHOLAT SEBAGAI WUJUD MANUSIA SEJATI


Sesungguhnya sholat itu adalah wujud dari manusia yang sejati,gambarannya adalah sebagai berikut:
1. Yang menjadi Badannya manusia didalam Sholat adalah Niat
Segala amal perbuatan didahului dengan Niat,wujud dari niat tersebut berupa gerak dari badan/anggota tubuh manusia.Dan niat yang sebenarnya adalah INGAT dan mengingatkan kembali pada diri kita bahwa segala gerak tubuh dan nafas ini milik Allah,dan saatnya diri secara keseluruhan manunggal Rasa,manunggal rupa,manunggal wujud dan manunggal hidup dengan dzat yang Maha Tunggal.
2. Yang menjadi Aqalnya manusia didalam Sholat adalah Takbiratul Ihrom.
Didalam Takbir adalah ma’rifatnya seorang hamba dan sejatinya mengetahui dengan aqal dihati (Fuad) dan aqal dikepalanya bahwa hidup itu adalah Allah dan Muhammad adalah badan/gerak prilaku manusia.
3. Yang menjadi Kepalanya manusia didalam sholat adalah Doa Al-Fatihah
Maksudnya adalah sebagai pembuka dan syahnya perilaku badan memasuki alam kefanaan/mi’raj ,dengan menyatukan segala kehendak,rasa kepada kehendak dan rasa yang Tunggal,saat membaca surah Al- Fatihah, manusia mensyukuri nikmat karunia-Nya (ALHAMDULILLAHIRRABBIL’ALAMIIN) ,dimana saat pertama ruh masuk kejasad berawal dari kepala,sehingga menghidupkan anggota dari kepala yang meliputi aqal dan alat inderawi .
Kebaikan ataupun dosa,berawal dari rangsangan yang ada dikepala manusia meliputi aqal dan alat inderawinya,sehingga menimbulkan dampak perilaku pada anggota tubuh yang lainnya.
Karna itu manusia hendaknya selalu ingat kepada Allah dengan menjaga organ sekitar kepala untuk menghindari kemaksiatan/dosa.
4. Yang menjadi Matanya manusia didalam Sholat adalah Ruku’
Didalam Ruku’ adalah wujud berimannya Ruh dan badan kepada Dzat Yang Maha Tunggal yang telah menciptakan seluruh yang ada dialam dunia. Manusia hendaknya bisa melihat dengan indera penglihatanya sesuai fungsinya dan bisa saling tolong-menolong, menghargai,menghormati,tenggang rasa,saling menjaga,tidak berbuat kerusakan, tidak merasa lebih tinggi/sombong terhadap makhluk ciptaan lainnya.
5. Yang menjadi Tulangnya manusia didalam sholat adalah membaca Sami’allaahu liman hamidah.
Fungsi tulang adalah sebagai penegak dan pelindung organ tubuh,segala sesuatu yang dipelajari ataupun didengar tidak akan akan bisa terwujud tanpa perilaku,oleh karena itu manusia hendaklah melanggengkan apa yang didengarnya,dipelajarinya,dipahaminya kepada perilaku nyata sebagai wujud ingat kepadanya dalam perilaku kebaikan. (SAMI’NA WA ‘ATHONA)
6. Yang menjadi Otot/Urat Syarafnya manusia didalam Sholat adalah Sujud.
Didalam Sujud adalah sebagai bukti Syahnya diri/raga/dat, bahwa adanya diri manusia karna adanya Allah,wujud badanya manusia hakekatnya hanya Allah yang ada dan menggerakkannya.Dan manusia tiada daya/kekuatan, serta akan kembali lagi kepada Dzat Pencipta.
Apabila otot/syaraf manusia tidak berfungsi(sudah mati/kena penyakit struk),maka ia tidak bisa bergerak dan tidak bisa lagi merasakan.Sejatinya yang memberi rasa manusia adalah BUMI.
7. Yang menjadi Ruhnya manusia didalam Sholat adalah Ruku’ dan Sujud
Ruh yang telah memberi hidup kepada raga/jasad. Pada hakekatnya manusia sejati adalah manusia yang dalam sholatnya selalu mengingat akan hidup,yaitu hidup dialam kelanggengan,dimana alam kelanggengan ini berasal dari Alif Mutakallim Wahid atau Sejatinya Cahaya / Nur Jati
Ruku’nya sholat mengingatkan kepada manusia terhadap Sang Pencipta yang telah memberinya nafas( anasir angin) kehidupan, anasir angin terbagi menjadi 4 macam :
1. Nafas adalah angin yang keluar dari hidung cahayanya putih dan menciptakan indera penciuman pujinya LAA ILAHA ILLALLAAH
2. Tanafas adalah angin yang keluar dari telinga cahayanya kuning dan menciptakan indera pendengaran pujinya YAA ALLAH YAA MUHAMMAD
3. Anfas adalah angin yang keluar dari mulut cahayanya merah dan menciptakan ucapan pujinya ALLAHU…ALLAHU
4. Nufus adalah angin yang keluar dari mata cahayanya Hijau yang menciptakan Penglihatan pujinya YAA HUU…ALLAHU
Angin yang 4 macan tersebut disebut juga sebagai SIRRULLAH
Didalam sujudnya sholat mengingatkan manusia akan anasir air kehidupan yang terdiri dari 4 perkara :
1. Air Nur Mani terletak dikepala
2. Air Nur Maningkem terletak didada
3. Air Nur Madzi terletak diperut
4. Air Nur Wadi terletak dikaki
8. Yang menjadi Kulitnya manusia didalam Sholat adalah Duduk Tahiyyat.
Didalam Duduk Tahiyyat adalah Tasdjid atau Tahiyyat sejati,tidak akan berlafadz Allah bila tidak ada Tasdjid ,bila Tasdjid sebagai johar awal,maka kulit sebagai pembentuk awal manusia sebelum organ tubuh yang lainnya . Coba sekarang dibayangkan bagaimana seandainya manusia tanpa kulit ?… tentu manusia tidak bisa hidup karna semua isi didalam tubuhnya akan keluar terburai dan mudah terkontaminasi oleh berbagai penyakit dan segala pengaruh buruk dari luar.
Jadi hakekatnya Kulit adalah diam/jumeneng dan sifatnya tetap/langgeng maksudnya hendaknya manusia selalu langgeng dalam mengingat pada dzat yang Hidup langgeng tanpa nama dan tanpa suara dimana sifat 20 sudah menyatu didalamnya.
9. Yang menjadi Tangannya manusia didalam Sholat adalah Dua kalimat Syahadat.
Dua kalimat syahadat adalah tanda keimanan manusia ketika diucapkannya namun pembuktian keimanan yang lestari/langgeng tersebut terdapat di Tangannya,sebab perilaku baik atau kejahatan seringkali diwujudkan melalui tangan.
contoh:
-Ketika didalam kebaikan untuk melestarikan kalimat syahadat dan kitab suci Al-qur’an,maka manusia menggunakan tangannya untuk menulis dan memperbanyak cetakkan Al-Qur’an,sehingga sampai sekarang tetap bisa dinikmati,dipelajari bagi generasi manusia berikutnya.
-Ketika manusia ingin memberi ,maka ia menggunakan tangannya untuk memberikan sesuatu,tidak mungkin kita mau memberi menggunakan kaki..? tentu tidak sopan
-Ketika manusia berada didalam kejahatan ,maka anggota tubuh yang sering digunakan adalah tangannya ,yaitu ketika mencuri,membunuh,korupsi,memukul,memperkosa juga awalnya melakukan kekerasan/pemaksaan dengan tangannya sebelum anggota tubuh yang lainnya.
Bila secara berurutan perilaku baik dan buruk awalnya karna adanya rangsangan terhadap alat indera tubuh ,sehingga menimbulkan reaksi gerak anggota tubuh yang lainnya dan sebagai puncak aksi reaksi negatif yang tak tertahan terletak pada Tangan.
Karna itulah ditangan terdapat simbol dan tanda kekuasaan Allah,ditelapak tangan berupa Asmaul Husna dan jari-jari membentuk lafadz Allah. Maksudnya agar manusia selalu ingat dan waspada terhadap syahadat kepada dzat yang Maha Suci untuk selalu langgeng menggunakan tangannya sesuai sifat Asmaul Husna tersebut.
10.Yang menjadi Kakinya manusia didalam Sholat adalah Salam.
Didalam Salam sebagai wujud berkumpulnya semua aspek sholat dari seluruh anggota tubuh manusia yang harus dilakukan secara langgeng. Dan direalisasikan melalui Kaki,maksudnya harus diupayakan,atau ada tindakan nyata yaitu melangkahkan kakinya kepada sesuatu kebaikan yaitu dengan saling memberikan kesejahteraan ,saling peduli,tolong-menolong,saling memberi,dll.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sejatinya sholat adalah perilaku/budi pekerti/tata krama manusia kepada Sang Maha Pencipta,kepada diri pribadi dan kepada semua makhluk ciptaan-Nya.

KIBLAT SHOLAT

PENGHALANG CAHAYA ISLAM
KIBLAT SHOLAT
Kalau ada perintah ” Hendaklah kamu sholat didalam rumahmu “ maksudnya kalau kamu sholat jangan malah keluar, didalam saja. Kalau akan sholat membaca ” Allohu Akbar ” malah ngelencer ketoko, itu namanya sholat diluar rumah.
Kalau kiblatnya jasmani itu batu, sedangkan batu itu diterangkan dalam Al Qur-an bahwa berasal dari Ath-Thiin
HIJAAROTAN MIN THIIN
” Batu itu dari tanah campur air “.
Kalau batu itu dati tanah liat campur air, maka jasmani manusia itu juga dari Thiin.
WALAQOD KHOLAQNAL INSAANA MIN THIIN
” Dan sungguh Kami menjadikan manusia itu dari ath-thiin “.
Jadi kalau sholat, jasmani itu kiblatnya ke ka’bah di Makkah, ka’bah itu bangunan dari batu, ini jenisnya jasmani. Tetapi kalau kiblatnya sholat itu bukan ke sana. mengapa ? Karena kiblatnya sholat dengan kiblatnya orang sholat itu sudah lain.
Kalau begitu kiblatnya sholat itu mana ? Yang dinamakan sholat itukan menyembah kepada Alloh, sedangkan Alloh itu lebih dekat dari pada urat leher kita.
WA NAHNU AQROBU ILAIHI MIN HABLIL WARIID.( Surat Qof, ayat no.9 )
” Dan Kami lebih dekat kepada manusia lebih dekat dari pada dekatnya urat leher “.
Waktu membaca Allohu akbar, koq malah ditinggal yang disembah itu lebih dekat dan kiblatnya sholat itu kedalam, sedang kiblatnya orang sholat itu kesana (Makkah), jadi jenisnya sendiri-sendiri. Maka mungkin bisa khusu’ kalau fikirannya tidak ditunjukkan dimana kiblatnya sholat.
Kamu itu sholat, mengapa kalau sholat itu muser saja ? Katanya fikiran ” saya ini menghadap ke mana ? .Jasmani ditunjukkan kiblatnya, sedang saya tidak diberi petunjuk harus menghadap ke mana ?
Alloh Ta’ala berfirman :
WAIDZAA SA’-ALAKA ‘IBAADI ‘ANNII FAINNII QORIIB
” Dan jika hambaku bertanya tentangKu, katakan bahwa Aku ini dekat”.
Itu menunjukkan supaya kita berkiblat kalau sholat. Kita berkiblat kepada hati kita sendiri. Jadi kiblatnya itu kedalam bukan keluar, dengan begitu nanti bisa khusu’. Itulah pengertian hadits yang artinya ” sholatlah didalam rumahmu “, jangan sampai keliru faham.
Ada hadits lain menerangkan :
YA’-TII ‘ALAAN NAASI ZAMAANUN YUSHOL­LUUNA WALAA YUSHOLLUUN
” Akan datang suatu zaman, orang kelihatannya sholat, tetapi tidak sholat “.
Kelihatannya sholat tetapi tidak sholat.
Kelihatannya Allohu akbar tetapi tidak Allohu akbar .
Kelihatannya ruku’ tetapi tidak ruku’.
Kelihatannya sujud tetapi tidak sujud .
Kelihatannya duduk tetapi tidak duduk.
Kelihatannya berdiri tetapi tidak berdiri.
Bagaimana kalau begitu ? Ya akan disediakan neraka Wail.
FAWAILUL LILMUSHOLLIIN
” Neraka wail untuk orang-orang yang sholat “
Memang benar
AL ISLAAMU MAHJUUBUN LILMUSLIMIIN
” Cahaya Islam itu dihalangi oleh orang Islam sendiri “.
CONTOH CAHAYA ISLAM :
1. Cahaya Islam ke 1
WA QUULUU LINNAASI HUSNA ” Dan berkatalah yang baik kepada sesama manusia”.
Kepada sesama manusia itu kita harus berkata yang baik, itu adalah ajaran Agama Islam. Kalau ada orang Islam itu berkata yang tidak baik, menyakitkan hati dan sebagainya itu bukan perintah Islam, Itu namanya menghalang-halangi sinar Islam. Jadi sinar Islam itu dihalangi oleh perilakunya sebagian orang Islam sendiri.
Ini adalah bukti bahwa Islam itu tidak identik dengan muslim.
2. Cahaya Islamke 2
WATA’AAWANUU’ALAL BIRRI WAT-TAQWAA ” Dan tolong-menolonglah kamu dalam urusan kebaikan dan Taqwa “.
Kalau ada orang Islam yang tidak mau tolong menolong itu bukan ajaran Islam, itu adalah orangnya sendiri. Jadi kalau ada orang Islam yang tidak mau tolong-menolong itu jangan disalahkan agamanya. Kalau sampai ada yang agamanya terbawa itu sebabnya juga karena perilakunya umat Islam yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Contoh:
Karena terlalu jengkel kepada anaknya, sampai ada keluar perkataan yang tidak baik.
Kehilangan telor satu saja tidak apa-apa.
Tetapi kalau perkataan itu dijelaskan; yang bertelur itu siapa ?
Ada lagi : Dinasehati mbandel, seperti kambing saja. kalau saya ini kambing, terus yang melahirkan siapa ? Apa kambing ajaib ?
Adalagi ada orang yang mau melakukan sesuatu yang jahat berkata : Disini saja mumpung tidak ada orang.Sepintas lalu kalimat ini benar. Kalau tidak ada orang lalu dirinya sendiri dianggap apa ? Dirinya sudah dianggap bukan manusia lagi.Kalau bukan manusia mungkin syaithon.
3. Cahaya Islam ke 3.
Cahaya Islam itu dihalang-halangi oleh orang Islam sendiri, makanya kita harus menyadari bahwa didalam Al Qur-an surat Ar Ro’du ayat no.11, itu ada keterangan.
INNALLOHA LAA YUGHOYYIRU MAABIQOUMIN HATTAA YUGHOYYIRU MAA BIANFUSIHIM
” Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubah apa yang ada pada dirinya sendiri “.
Kalau kita dalam keadaan sulit, selama kita tidak mau merubah menuju kebaikan, selamanya akan sulit.
Kalau kita berada dalam keadaan nifaq, selama tidak mau merubah menjadi iman yang muchlish, selamanya kita akan berkumur pada kemunafikan.
Kalau kita dalam keadaan kebodohan, tidak mau hijrah merubah keadaan menjadi berilmu kita akan tetap dalam keadaan bodoh.
Kalau kita dalam kemunduran, selama kita tidak mau merubah menjadi kemajuan, selamanya akan tetap mundur.
Di waktu kita dalam kekacauan kalau tidak ada kesadaran kemuju kepada ketentraman, kedamaian, kemaslahatan, maka selamanya akan tetap dalam kekacauan.
Rubahlah, mari kita rubah dari keadaan yang tidak baik menuju yang baik. Itulah yang dinamakan hijrah.
Sebaik-baik hijrah adalah hijrah dari sesuatu yang dilarang oleh Alloh Ta’ala menuju keridloanNya.
AFDLOOLUL MUHAAJIRIINA MAN HAJARO MANAHALLOH
” Sebaik-baik hijrah itu adalah dari sesuatu yang dilarang oleh Alloh menuju kepada ridlo Alloh”

Minggu, 15 Mei 2016

KERAGUANMU ITU MENGANTARKANMU PADA KEJAHILAN


============================================
"Jangan engkau ragukan lagi, Sesungguhnya wujudmu dan wujud semua yang maujud, tidaklah memancar dari Dzatku, tapi dari terangnya cahaya Al-Haqq Ta’ala
------------------------------------------
Tidak diragukan pula bahwa munculnya cahaya itu, mengarah sesuai tempatnya sehingga, sudah pasti antara Al-Haqq dan tempat (cahaya memancar), terdapat koneksi yang sumbernya adalah salah satu dari sifat Dzatku
------------------------------------------
Sedangkan sifat itu sendiri bagi Dzatku adalah salah satu nama dari nama-namaKu, Maka nama-namaKu telah tampak memancar pada dirimu dan pada segala sesuatu
------------------------------------------
Dan itu merupakan rahasia-rahasia ketuhananku, Oleh sebab itu Aku adalah Maha Zahir dengan zhuhur-Ku sifat Jamal dan Kamal dari nama-nama-Ku
------------------------------------------
Dan Aku itu Maha Samar dengan memperjalankan ke-ghaib-an huwiyah-Ku dalam zhuhur-Ku, Maka Aku terhadap segala sesuatu Maha Mengetahui
------------------------------------------
Pengetahuan Aku itu sendiri adalah inti keberadaan-Ku sedangkan, (apa yang engkau sebut sebagai) “sesuatu” itu hanyalah serpihan tunggal dari nama-nama-Ku yang bersifat lahiriah (tampak)
------------------------------------------
Maha Suci Aku yang telah menghalangi makhluk dengan cahaya-Ku, dan membuat mereka tidak “melihat” karena sangat jelasnya zahirku
------------------------------------------
Aku adalah Dzat yang Maha Nyata, tidak ada sesuatu pun yang lebih nyata dari-Ku
------------------------------------------
Aku Maha Samar, tidak ada yang lebih samar dari-Ku. Maha Awal tapi menjadi inti akhir. Maha Nyata tapi menjadi inti kesamaran
------------------------------------------
Goresanku selalu terang dan jelas, HANYA engkau saja yang tidak PAHAM lalu timbul keragu-raguan, karna apa?... Karna engkau merasa bahwa dirimulah yang HEBAT, yang PINTAR, yang BERILMU, yang SAKTI, padahal engkau itu adalah manusia yang paling JAHIL cuma engkau tidak menyadarinya

BERDO'ALAH KEPADAKU

Berdo'a-lah pada Allah taala supaya di tunjuki jalan yang lurus, Apa bila kita pandai jangan sampai orang lain merasa di bodohi kalau di KAMPRETI tak apa-apa, karna yang namanya bodoh itu memang pantas untuk dikampreti hehehe.......
---
Meski pun kita berbeda-beda suku dan bangsa dan berbeda-beda pulau tumpah darah, tapi asal kita tetap dari pada yang satu datang nya dari Allah, Muhammad tempat yang di lalui, bapak kita adalah tarekat zahir tempat pembawa biji dan ibu sebagai tanah nya tempat tumbuh nya biji, tempat pecah nya tauhid
Awal datang nya dari Allah, awal kejadian alam dan isi nya dari Nur Muhammad, Adam sebagai pembawa bibit, Siti hawa tempat tumbuh nya biji
---
Bila bibit jagung di tanam maka yang tumbuh akan tetap jagung, bila bibit Adam yang di tanam maka yang berkembang biak adalah cucu Adam, keturunan Adam yaitu laki-laki dan Siti hawa sebagai perempuan, Bapak dan ibu kita, maka bertebar lah manusia di bumi Allah ini,
---
Maka empat yang di atas adalah Awalludin makrifatullah "Awal agama mengenal Allah.. Maka sempurna agama itu bertiang kan yang empat : Iman, islam, tauhid, dan makrifat Siapa pun kita tidak boleh menyakiti orang lain
---
Karna kita adalah satu, sakit rasa nya di kita maka sakit juga rasa nya di orang lain, ini lah yang harus kita jaga supaya kita menemukan muara dari lautan ilmu ahaddiyah, sebagai kitab induk yang nyata tersusun lembar demi lembar pada diri, Disini lah kita berguru kepada Alam yang terkembang
---
Sedangkan Al Qur'an yang di wahyukan Allah ta'ala kepada nabi muhammad saw adalah penuntun atau pedoman
Petunjuk bagi manusia dunia dan akhirat, Wal awalu wal akhiru awal nya muhammad yang menjadikan alam semesta dan isi nya dan Akhir muhammad adalah penutup nabi dan rasul
---
Dengan ilmu kita mengenal diri, dengan ilmu kita memagar diri, dengan ilmu kita membenahi diri, dengan ilmu pula kita membela diri
---
Jika sudah nyata terbangkit nya Muhammad dalam diri kita sebagai perwujudan kelakuan yang terpuji maka jangan di tinggal kan hukum syari'at, kerjakan yang fardhu dan yang sunat
Tidak sempurna batin tanpa syari'at dia harus seiring dan seperjalanan, walaupun tidak bisa penuh, ya berangsur-angsur lah dulu menjelang terbiasa mencintai kiblat ya hehehe..
---
Adapun kecinta'an kepada sholat supaya kita tergugah hati nya untuk mengerjakan yang fardhu maka cobalah mengamalkan amalan ini
---
Meskipun kita tidak bisa naik haji bagi yang tidak mampu tapi secara batin dan hakikat sama juga kita sudah memi'rajkan nya di mekkah di dalam sholat
---
Yang pertama sekali sebelum masuk waktu azan Di setiap waktu sholat fardhu mana pun Sebalik nya kita sudah mengambil wudhu' dan duduk lah di tikar sembahyang sambil mendengar kan azan kita menunggu panggilan Allah, dan bukan Allah menunggu panggilan kita, ibarat mentri menunggu presiden dan bukan presiden yang menunggu mentri
---
ucapkan kalimat nya sambil menengadah kan telapak tangan seperti kita berdo'a "ALLAHU RABBI BAITUL ARASY NABI WALQUR'ANA IMAMI KIBLATI LILLAHI TA'ALA"
---
Lalu sapukan kedua telapak tangan ke wajah Dan dengar kan azan nya sampai selesai, Setelah azan selesai maka berdiri lah .. Sebelum kita membaca lafazd niat sholat usalli, Maka ucapkan lah do'a berikut dengan suara lembut dan jangan di dengar orang..
---
"ASSALAMU'ALAIKUM HAI BAITULLAH
WA'ALAIKUMUSSALAM KANA DZAT ALLAH, ADAM BERDIRI, NUR MUHAMMAD SEMBAHYANG"
---
lalu sambunglah dengan lafazd usalli nya sesuai dengan nama sholat nya setelah itu angkat lah takbir "ALLAHU..AKBAR"
---
Di saat kita sedang duduk dalam sholat pas kalimat "ASYHADU ALLA ILLAHAILALLAH" (lurus kan jari telunjuk, tauhid kan Allah taala, esa, satu dan tunggal) "WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR" (batin kan muhammad pada rupa kelakuan insan yang terpuji ) di kalimat RASULULLAH (genggam atau kepal lah telapak tangan) lalu lanjutkan bacaan sholat nya seperti biasa..
---
Jika raka'at nya masih ada maka langsung lah berdiri menurut tata cara sholat nya Dan jika sudah waktu nya penghabisan shalat salam kanan maka kepalan tangan tadi tidak boleh di buka
Dan setelah salam kiri maka kepalan tangan kanan tadi di angkat ke ubun-ubun sambil membuka kepalan nya sedang menghujam kan sesuatu ucapkan dengan suara lembut
---
"BISMILLAH..KITABA INNALLAH"
---
biasa nya pada saat ini kita akan menangis merasakan dalam BATIN ketika kita terlahir dari rahim seorang ibu kedunia ini kita menangis dan telapak tangan si bayi terbuka kedua nya..
---
karna ilmu yang di tuntut sembilan bulan dalam rahim ibu (bersuluk) telah hilang dan lepas... Dalam sholat dan penghabisan sholat kita bisa medapat kan nya kembali
---
Yang kita taburkan di ubun ubun ketika membuka kepalan adalah memasuk kan nya kembali "HAYAT DAN HAYYUN" itu kedalam gambaran nya, Seperti kejadian Adam ketika malaikat jibril meminta "HAYAT DAN HAYYUN" kepada tuhan untuk meniup kan ke ubun-ubun Adam dan menghidup kan gambaran
---
Apabila kita selalu mengamal kan ini maka Allah akan mengajar kan manusia kepada apa yang tidak kita ketahui,
---
"Allah yg mengajarkan kepada manusia apa-apa yg tidak ia ketahui (Al-Alaq: 5)"
---
imam gaib dalam sholat, ayat-ayat sakti, berbagai ilmu laduni, serta kekuatan kekuatan haq ilahi dan itulah rahasia amalanNya

MARTABAT ALAM INSAN

======================
"Amalan Syareat mengharapkan Surga, Amalan Hakekat mengenal Diri kita, jaganlah dibanding-bandingkan ilmu yang ada agar bisa bertambah ilmu didada Ngih..
_______________
Adapun Alam Insan atau disebut juga dengan Alam ke-tujuh sudah terkandung didalam surah Al-Ikhlas, di mana surah Al-Ikhlas di dalam Al Quran telah menceritakan tentang ke-wujud-an Allah s.w.t. yang menjadikan Rahasia manusia itu sendiri dan menceritakan pula ke-wujud-an Allah untuk ditanggung oleh manusia sebagai Rahasianya.
_____________
Proses pemindahan atau tajalli Zat Allah itu bermula dari alam Gaibul Gaib kealam Gaib hingga membentuk diri Lahir dan Batin.
Pada tahap martabat Alam Gaibul Gaib, keadaan ini merupakan suatu martabat yang paling tinggi dan suci disisi Allah s.w.t. dan inilah martabat yang paling benar-benar di-ridhoi oleh Allah s.w.t.
___________
Diri manusia pada martabat INSANUL KAMIL adalah sebatang diri yang suci mutlak pada zahir dan batin. Tiada cacat dan celanya dengan Allah s.w.t. yaitu tuan Empunya Rahasia, sebab itu Rasulullah s.a.w pernah menegaskan dalam sabdanya, bahwa kelahiran seorang bayi itu dalam kedaan yang suci, tetapi yang membuatnya menjadi kotor itu adalah ibu bapaknya dan masyarakat, serta hanyutnya manusia itu sendiri di dalam gelombang godaan kehidupan di dunia ini.
__________
Adalah menjadi tanggung jawab seorang manusia yang ingin menuju ke jalan kesucian dan makrifat kepada Tuhan-nya untuk mengembalikan dirinya ke suatu tahap yang bernama manusia KAMIL AL-KAMIL (sempurna) ataupun dinamakan tahap martabat Alam INSAN.
Adapun martabat pe-WUJUD-an Diri Rahasia Allah s.w.t. itu terbagi dalam tujuh kategori atau peringkat tajalinya, yaitu :
___________
Ahdah`Wahda`Wahdiah`Alam Roh `Alam Misal`Alam Ijsam`Alam Insan
Ketujuh-tujuh ini terkandung di dalam Surah Al- Ikhlas, yaitu :
Qulhuawallahu ahad => Ahdah
Allahussamad =>Wahdah
Lamyalid => Wahdiah
Walamyulad =>Alam Roh
Walamyakullahu => Alam Misal
Kuffuan =>Alam Ijsam
Ahad => Alam Insan
Dalam proses menyucikan diri dan mengembalikan Rahasia kepada tuan Empunya Rahasia, maka seorang manusia itu haruslah meningkatkan kesuciannya sampai ke peringkat asal kejadian Rahasia Allah Ta’ala.
_____________
Manusia harus melewati beberapa tahapan mulai alam insan ke martabat Zat Allah Azzawajalla yaitu martabat AHDAH. Sebab itulah tugas kita manusia mengenal hakekat ini dan berusaha sedaya-upaya untuk mengembalikan amanah Allah s.w.t. tersebut sebagaimana proses penerimaan amanah-Nya pada peringkat awalnya.
_____________
Sesudah lahir ke dunia manusia dihijab dengan nafsu-nafsu dan haruslah manusia itu menyucikan kembali agar dapat menembus satu martabat nafsu ke satu martabat nafsu yang lain sampailah benar-benar tahu dengan Allah s.w.t.
Sesungguhnya Allah s.w.t. dalam usaha untuk memperkenalkan diri-Nya melalui lidah dan hati, maka Allah telah mentajalikan dirinya menjadi rahasia kepada diri manusia.
_____________
Pada alam Gaibul Gaib yaitu pada martabat Ahdah, kondisi ini dikatakan belum ada awal dan belum ada akhir, belum ada SIFAT, belum ada ASMA dan belum ada apa-apa satupun jua yaitu pada martabat ZATUL HAQ, disini telah di putuskan untuk memperkenalkan diri-Nya dan untuk diberikan tanggung jawab berat ini kepada manusia, maka ditajalikan-lah diri-Nya itu dari satu peringkat ke peringkat berikutnya hingga sampai zahirnya manusia yang berbadan Rohani dan Jasmani.
____________
Adapun martabat Ahdah ini terkandung didalam ayat Qulhuallahu Ahad yaitu pada zat semata-mata dan inilah dinamakan martabat ZAT.
Pada martabat ini kedudukan diri Empunya Diri (Zat Al-Haq) adalah dengan DIA semata-mata yaitu dinamakan Diri Sendiri.
____________
Pada masa ini, tiada SIFAT, tiada ASMA dan tiada AFA’AL dan tiada apa-apa, kecuali zat mutlak semata-mata, maka berdirilah zat itu dengan DIA SEMATA-MATA, dan diri zat tersebut dinamakan Esa atau AHAD atau dinamakan KUN ZAT.
Pada peringkat yang kedua dalam proses mentajalilkan diri-Nya, Diri Empunya Diri telah mentajalilkan diri ke suatu martabat sifat yaitu SABIT NYATA PERTAMA.
_____________
Pada martabat ini dinamakan martabat Noktah Mutlak (Noktah Ghaib) ataupun dipanggilkan juga sifat Muhammadiah
Pada martabat ini juga dinamakan martabat WAHDAH yang terkandung didalam ayat Allahussamad yaitu tempatnya zat allah s.w.t., tiada terang sedikitpun hal ini meliputi tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi.
Pada peringkat ini Zat Allah Ta’ala mulai bersifat. Sifatnya itu adalah sifat batin, jauh dari nyata dan hal ini bisa diibaratkan seperti sebatang pohon yang masih didalam biji, pohon tersebut telah wujud, tapi tidak nyata, sebab itulah dinamakan Sabit Nyata Pertama pada martabat La ta’yan Awal.
__________
Oleh karena itu didalam martabat ini keadaan-nya NYATA TAPI TIDAK NYATA (wujud pada hakiki) sama sekali tidak zahir. Maka pada peringkat ini tuan Empunya Diri tidaklah ber-ASMA, dan di peringkat inilah terkumpul zat mutlak (ZatulHaq) dan sifat Batin. Maka disaat ini tidaklah berbau, belum ada rasa, belum nyata didalam nyata, pada peringkat ini sebenarnya pada hakiki sifat (kesempurnaan sifat), ZatulHaq yang ditajallikan itu telah sempurna, sudah lengkap segala-galanya. Hai ini semua terhimpun dan sembunyi tapi sesungguhnya telah zahir pada hakekatnya.
__________
Peringkat ketiga setelah di-tajalli-kan Dirinya pada peringkat WAHDAH maka Empunya Diri yang ada pada Diri Rahasia manusia men-tajalli-kan lagi Diri-Nya ke satu martabat ASMA yakni pada martabat Nama-nama atau dinamakan martabat WAHDIAH.
_________
Martabat ini terkandung didalam ayat Lamyalid yaitu sifat yang Qadim lagi Baqa tak-kala menilik wujud Allah s.w.t.
__________
Pada martabat ini keadaan tubuh Diri Rahasia telah yang terhimpun adalah ZAT, SIFAT Batin dan ASMA Batin. Adapun yang dinamakan berhimpun tapi belum bersatu karena pada peringkat ini sudah dapat ditentukan bangsa masing-masing (langit, bumi, gunung ..), tetapi perlu diingatkan pada peringkat ini semuanya belum zahir di dalam ilmu Allah s.w.t, yaitu di dalam keadaan (…) artinya suatu keadaan yang tetap didalam alam rahasia (ilmu Allah) yang belum zahir.
__________
Pada peringkat ini juga telah terbentuk Diri Rahasia Allah s.w.t. yang hakiki dalam batin yaitu boleh dikatakan juga Diri Roh didalam Roh yaitu didalam keadaan nyata tetapi tidak nyata.
__________
Peringkat keempat didalam usaha Diri Empunya Diri untuk menyatakan Dirinya, maka DIA mengolah dirinya untuk membentuk satu batang tubuh halus yang dinamakan ROH. Pada peringkat ini dinamakan martabat ROH pada Alam ROH.
____________
ROH ini adalah merupakan tubuh batin hakiki-nya manusia, dimana batin ini sudah nyata Zat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya, dan Afa’al-Nya. semuanya sempurna dan lengkap, seluruh anggota-anggota batinnya tiada cacat, tiada cela dan keadaan ini dinamakan ALAM KHARIJAH yaitu nyata dan zahirnya pada hakekatnya daripada Ilmu Allah Ta’ala.
_________
ROH ini juga dinamakan Jisim Latif yaitu suatu bentuk tubuh yang halus. Tubuh Roh ini tidak akan mengalami suka-duka, sakit, menangis, senang dan hancur dan inilah yang dinamakan (…)
________
Martabat ini terkandung didalam ayat Walamyulad dan berdirilah Dia dengan Diri Tajalli Allah s.w.t. dan hiduplah Dia buat selama-lamanya. Inilah yang dinamakan keadaan tubuh hakekat insan yang mempunyai awal dan tiada berkesudahan dan Dialah sebenar-benarnya yang dikatakan diri Nyata Hakiki Allah pada diri manusia.
________
Untuk menyatakan DIRINYA ini, Allah s.w.t terus menyatakan Dirinya melalui Diri Rahasianya itu secara Nyata dengan membawa Diri Rahasianya itu untuk dikandung pada diri Bapak, maka dalam keadaan ini dinamakan Alam MISAL
________
Alam Misal ini terkandung didalam ayat Walamyakullahu yaitu dalam keadaan yang tidak bisa digambarkan.
________
Dalam keadaan ini tubuh Rahasia Diri Allah adalah masih sama halus seperti di Alam Roh dan tubuh itu telah terbentuk dengan sempurna pada seluruh anggota batin-nya seperti, Rupa dan bentuk kasar diri seorang manusia itu, keadaan ini dinamakan keadaan ke-sempurna-an sifat Roh yang sempurna pada ZAT pada SIFAT pada ASMA dan pada AFA’AL hakikinya masing-masing.
_______
Diri Rahasia Allah pada martabat Wujud Allah ini, kemudian tajalikan lagi ke ubun-ubun bapak dan seterusnya ke Mani Wadi Di untuk disalurkan kesuatu tempat dan bergabung dengan Diri Rahasia Batin (Roh) dan diri kasar hakiki didalam tempat bernama RAHIM IBU dan terbentuklah Manikam pada saat persetubuhan.
________
Perlu di-ingat-kan tubuh rahasia pada saat itu hidup sebagaimana awalnya, didalam rupa yang Elok dan tiada binasa dan belum Zahir, dia akan tetap hidup dan tidak mengenal apa arti mati.
_________
Setelah dari alam Misal yang dikandung oleh Bapak maka berpindah-lah Diri Rahasia itu melalui Mani bapak kedalam Rahim ibu, inilah yang dinamakan ALAM IJSAM
__________
Pada Martabat ini dinamakan martabat INSANUL KAMIL yaitu batang Diri Rahasia Allah yang telah di Kamilkan dengan tubuh diri manusia dan akhirnya dia menjadi KAMIL AL KAMIL menjadi satu pada zahirnya diantara kedua badan yaitu Rohani dan Jasmani, dan lahirlah seorang Insan melalui Rahim ibunya dan sesungguhnya martabat bayi yang baru lahir itu adalah merupakan satu martabat manusia yang paling suci yang dinamakan INSANUL KAMIL

TIDAK LAIN DIA ADALAH AKU


Tidaklah manusia itu memakan sesuatu, atau meminum sesuatu, dan tidaklah ia berdiri atau duduk, berbicara atau diam, tidak pula ia melakukan sesuatu perbuatan, menuju sesuatu atau menjauhi sesuatu, kecuali Aku lah itu, karna aku itu adalah dia, AKUlah yang Bersemayam dalam dirinya dan Menggerakkannya
...................................................
Tubuh manusia itu serta jiwanya, hatinya, ruhnya, pendengarannya, penglihatannya, tangannya, kakinya, dan lidahnya, semua itu aku persembahkan kepadanya, karna dia tidak lain adalah aku
...................................................
Hai para pengikutku, inilah GELIGA SAKTI PELEPASAN RUH hanya kuberikan untuk yang mencarinya, maka pahamilah
...............................
1. Pejamkan mata
.
2. Ujung lidah menyentuh langit – langit
.
3. Santai – senyum – pasrah
.
4. Ucapkan dalam hati - Laa ilaha Ilallah 165 kali dan Muhammadarosulullah 1 kali
.
5. Tarik nafas sambil dalam hati ucapkan Huuuu - dengan penuh perasaan, rasakan seolah – olah energi Ilahi masuk melalui pusat naik keatas menembus ubun – ubun sampai ke titik omega-titik tak berhingga
.
6. Tahan napas di bawah pusar, kemudian Energi Illahi yang terang benderang diturunkan kembali ke kepala sampai ke tengah dada
.
7. Sambil menahan nafas ucapkan dalam hati : Allah – Allah – Allah 7x boleh lebih 9x – 21x ( bilangan ganjil )
.
8. Keluarkan nafas perlahan – lahan dari lubang hidung, sambil dalam hati mengucapkan Allaaaaah. Berarti 1x putaran nafas sudah engkau selesaikan
.
9. Selanjutnya nafas biasa tanpa menahan nafas. Tarik nafas Huuuu. Keluarkan nafas Allaaaah. Lakukan 3 x pernapasan biasa
...................................................
Perbandingan antara dzikir menahan nafas dan nafas biasa 1 : 3 Ulangi tata cara di atas minimal 10 sampai 30 menit setiap hari, Bila engkau sudah terbiasa berlatih dzikir sambil menahan nafas maka perbandingannya bisa dirubah menjadi 3 : 3 atau 4 : 3 atau lebih dari itu
...................................................
“Manusia itu adalah Rahasia-Ku dan Aku itu adalah Rahasianya” - Jika manusia itu menyadari kedudukannya di sisi-Ku, maka ia akan berucap pada setiap hembusan nafasnya, “MILIK SIAPAKAH KEKUASAAN PADA HARI INI