Laman

Minggu, 31 Desember 2017

Sholat seperti apa yang paling dekat dengan-Mu..??”

"Wahai Tuhanku..sholat seperti apa yang paling dekat dengan-Mu..??”
“Sholat yang di dalamnya tiada apapun kecuali Aku..dan orang yang melakukannya “lenyap” dari sholatnya dan tenggelam karenanya..”
(Maksudnya : niat dan perhatian si pelaku sholat hanya tertuju kepada Allah swt..fokusnya bukan lagi penampilan fisik maupun gerakan-gerakan..melainkan kepada makna batiniah sholat itu)
“Wahai Tuhanku..puasa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu..??”
“Puasa yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku..dan orang yang melakukannya “lenyap” darinya..”
“Wahai Tuhanku..amal apa yang paling utama di sisi-Mu..??”
“Amal yang di dalamnya tiada apa pun selain Aku..baik itu (harapan) syurga ataupun (ketakutan) neraka..dan pelakunya “lenyap” darinya..”
“Bila engkau ingin memandang-Ku di setiap tempat..maka engkau harus “lenyap” (kosongkan hati dari selain Aku)..”
“Wahai Tuhanku..tangisan seperti apa yang paling utama di sisi-Mu..??”
“Tangisan orang-orang yang tertawa..”
“Wahai Tuhanku..tertawa seperti apa yang paling utama di sisi-Mu..??”
“Tertawanya orang-orang yang menangis karena bertobat..”
“Wahai Tuhanku..tobat seperti apa yang paling utama di sisi-Mu..??”
“Tobatnya orang-orang yang suci..”
“Wahai Tuhanku..kesucian seperti apa yang paling utama di sisi-Mu..??”
“Kesucian orang-orang yang bertobat..”
“Wahai Tuhanku..apa ilmunya ilmu itu..??”
“Ilmunya ilmu adalah ketidaktahuan akan ilmu.”
Pencari ilmu di mata-Ku tidak mempunyai jalan kecuali setelah ia mengakui kebodohannya..karena jika ia tidak melepaskan ilmu yang ada padanya..ia akan menjadi “syaitan”..
(Maksudnya : Ilmu yang sesungguhnya adalah yang ada di sisi Allah swt, sementara ilmu yang kita miliki hanyalah semu dan palsu..selama manusia tidak melepas kepalsuan itu..ia tidak akan menemukan ilmu sejati..ilmu sejati tidak akan berlawanan dengan perbuatan..“Syaitan” adalah contoh pemilik ilmu yang perbuatannya berlawanan dengan ilmu yang dimilikinya)
"Wahai Tuhanku..apa makna kerinduan..??”
Engkau mesti merindukan-Ku dan mengosongkan hatimu dari selain Aku..jika engkau mengerti bentuk kerinduan maka engkau harus lenyap dari kerinduan..karena ia merupakan penghalang antara si perindu dan yang dirindukan..
Bila engkau berniat melakukan tobat..maka pertama kali engkau harus bertobat dari nafsu..lalu mengeluarkan pikiran dan perasaan buruk dari hati dengan mengusir kegelisahan dosa..maka engkau akan sampai kepada-Ku..dan hendaknya engkau bersabar..karena bila tidak bersabar berarti engkau hanya bermain-main belaka..
Perjuangan spiritual (mujahadah) adalah salah satu lautan di samudera penyaksian (musyahadah) dan telah dipilih oleh orang-orang yang sadar..
“Barangsiapa hendak masuk ke samudera musyahadah..maka ia harus memilih mujahadah..karena mujahadah merupakan benih dari musyahadah dan musyahadah tanpa mujahadah adalah mustahil..”
“Barangsiapa telah memilih mujahadah..maka ia akan mengalami musyahadah..dikehendaki atau tidak dikehendaki..”
(Maksudnya : Mujahadah adalah perjuangan spiritual dengan cara menekan keinginan-keinginan jasmani..nafsu dan jiwa agar tunduk di bawah kendali ruh kita..Musyahadah adalah penyaksian akan kebesaran dan keagungan Allah swt..melalui tanda-tanda keagungan-Nya di alam ini)
Para pencari jalan spiritual tidak dapat berjalan tanpa mujahadah.. sebagaimana mereka tak dapat melakukannya tanpa Aku..
Berbahagialah seorang hamba yang hatinya condong kepada mujahadah..dan celakalah bagi hamba yang hatinya condong kepada syahwat.
NB :
“syaitan” = lmu yang disalah gunakan..
Suara hati = istana Allah = lapisan terdalam..
Nafsu = istana iblis = lapisan terluar..
Suara hati terbungkus oleh nafsu = Suara hati dengan “perasaan tidakk enak” yang muncul dari hati ketika melakukan suatu yang “melanggar”..
Nafsu = keinginan “kekuatan emosinal” yang muncul dari pikiran dengan maksud “melanggar”..
Berzikirlah dengan LISAN..dilakukan dgn sepenuh HATI..akan sampai kepada NYAWA..akhirnya menembus RAHASIA..
(Maksudnya : berzikir sampai fana = berzikir sampai “hilang” = berzikirlah sampai lisan tidak lagi berzikir = berzikir sampai semua di sekitar kita ikut berzikir)..
Caranya : taubat..syukur..tawadhu..tawakal, ikhlas..sabar dan ridha..
lakukan mulai saat ini juga..belajar..berusaha dan tanamkan sifat-sifat yangg baik seperti :
1). Dzikir mengingat kepada Allah
2). Berbuat baik kepada semua mahluk Allah
3). Selalu mensyukuri nikmat pemberian Allah
4). Berusaha membebaskan diri dari kecintaan pada kehidupan dunia yang berlebihan
5). Sabar dan ridha atas berbagai musibah dan cobaan yang datang menghampiri
6). Menjauhkan diri dari sifat tercela seperti sombong..ria..ujub..iri.. dengki..dendam
7). dan seterusnya lagi..

Orang-orang yang egois sombong

"Ya ayyuhas sadirul muzawwiru min sholafin..mahlan fainnaka bil ayyami munkhodi"
Wahai orang-orang yang egois sombong lagi berpaling,..hati-hatilah karena hari-harimu yang menipu..
Sumber kehancuran seseorang lebih banyak berasal dari dirinya sendiri.. dibandingkan faktor-faktor yang berasal dari luar..
Diri sendiri adalah kekuatan utama yang menopang kehidupan..jika kekuatan itu cukup mempunyai landasan yang kuat..faktor-faktor yang berasal dari luar diri akan mampu dikelola dengan baik betapapun keras dan sulitnya tantangan yang dihadapi..
Salah satu sifat dalam diri manusia yang menjadi sumber kehancurannya adalah apa yang disebut sebagai kesombongan..
Sombong adalah perasaan dalam diri manusia bahwa ia mempunyai berbagai kelebihan tertentu dibandingkan orang lain..dimana kelebihan tersebut membuatya merasa menjadi lebih mulia sehingga harus didahulukan pendapatnya..dihormati dan sebagainya..
Sikap dan sifat semacam ini menjadikan manusia cenderung memikirkan bagaimana dirinya dihargai dan dihormati orang lain..karena merasa dirinyalah yang ‘serba’ dan ‘paling’ pintar..paling keren..paling kaya dan berbagai ‘paling’ lainnya..
Kesombongan itu menimbulkan sikap angkuh dan congkak yang bisa menjadi awal dari sebuah permusuhan dengan orang-orang disekitarnya, permusuhan dengan orang-orang sekitar kita adalah cara paling baik untuk menghancurkan diri sendiri permusuhan tersebut menjadikan kita kehilangan berbagai kesempatan untuk saling tolong menolong dan bekerjasama dalam berbagai hal..
Akibatnya akan banyak potensi dan kemungkinan pengembangan diri yang terabaikan karena proses permusuhan ini..
Walau tidak bermusuhan sekalipun..kesombongan dan keangkuhan akan membawa keengganan pada seseorang untuk menjalin hubungan baik dengan kita..
Akibatnya kehidupan kita akan lebih banyak dikucilkan..sehingga mengurangi proses kebahagiaan dalam hidup secara keseluruhan..
Disatu sisi mungkin kita tidak secara langsung mebutuhkan orang-orang disekitar kita..tetapi alangkah lebih indahnya jika kehidupan bertetangga kita juga baik dan saling mengenal serta menghargai satu dengan yang lain..
Kesombongan juga membawa kita kepada kehancuran..karena kesombongan merupakan awal dari diri kita untuk menutupi kesadaran dan kebenaran yang timbul kesombongan karena kita merasa lebih pintar dari orang lain akan membawa pada sikap mempertahankan diri yang membabi buta..karena yang kita pentingkan adalah bahwa orang lain mengikuti ide dan pandangan kita..
Tolok ukurnya bukan lagi kebenaran..keadilan atau kebaikan..tetapi kemenangan kita akibatnya kesombongan menutupi kebenaran yang datang kepada kita..kesombongan pada akhirnya adalah cara kita untuk menutupi segala kekurangan yang kita miliki..
Dengan kesombongan kita berharap bahwa apa yang menjadi kesalahan kita bisa tertutupi oleh kesombongan yang kita tampilkan kita berpura-pura terhadap suatu hal untuk menutupi hal lain..
Karena itulah mahfudzot diawal kalimat membuka kesadaran kita untuk sedapat mungkin menjauhi sikap dan sifat sombong dalam diri kita.. karena sebenarnya sikap tersebut menipu kita dengan atau tanpa kita sadari..
Kita menipu diri sendiri bahwa kita tahu padahal kita tidak tahu..atau kita menipu diri sendiri seakan akan kita bisa..padahal kta tidak bisa..
Seperti sebuah gelas yang sudah terisi air..orang-orang sombong tidak akan pernah mau menerima pengetahuan dari orang lain..karena merasa dirinya sudah penuh dan tidak ada lagi yang perlu dipelajari..
Padahal dengan kemajuan dan percepatan zaman yang demikian dahsyat..belajar dan menerima pengetahuan terus menerus akan menjadi dasar untuk menjalani kehidupan modern yang semakin dinamis..
Jika kita setiap hari dengan rendah hati mau membuka diri terhadap berbagai pengetahuan yang dimiliki orang lain..kita akan siap menerima segala ilmu dan pengetahuan baru yang datang kepada kita..
Kita akan lebih mudah dalam melakukan adaptasi dengan lingkungan dimana kita tinggal..karena kita bisa dengan segera mempelajari bagaimana pola kehidupan tersebut..
Kesiapan untuk menerima ilmu dan pengetahuan juga menjadi dasar yang kuat dalam proses seseorang menghadapi perubahan zaman yang semakin dinamis..karena bagaimanapun dunia akan terus berubah..
Tidak ada didunia ini yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.. maka kerendahan hati kita akan membantu kita untuk menyesuaikan diri dengan baik..sehingga kita mampu bertahan hidup..

TAREKAT.. Dari SYARIAT

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik..akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit..pohon itu menghasilkan buah pada setiap musim dengan seizin Tuhan..Allah membuat perumpamaan untuk manusia supaya mereka selalu ingat”
(Al Quran 14 : 24 & 25)
Al Quran surah Nuh ayat 13-18 menerangkan bahwa manusia telah di jadikan dari berbagai tingkatan..
Dia menjadikan manusia dalam keadaan yang berbeda-beda dan pada tingkatan pengembangannya yang progresif..dari satu pengembangan tenaga dan kekuatan kepada bentuk yang lain dan kemudian lahir tenaga dan kekuatan yang lain pula..
Tenaga tidak binasa tetapi berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain..
SYARIAT adalah jalan menuju sumber air kehidupan..
Ia adalah jalan umum..jalan yang ditempuh secara bersama-sama oleh suatu komunitas..
Namun..semakin dekat dengan sumber air itu..jalannya semakin sempit..
Jalan yang hanya cukup dilalui oleh dirinya..jalan inilah yang disebut TAREKAT.
Kalau digambarkan hubungan antara SYARIAT dan TAREKAT..dapat diumpamakan seseorang yang mau nonton film di gedung bioskop..
Ada syarat umum yang berlaku bagi yang ingin menonton..
1. umur yang akan menonton..yang dalam bahasa agama ia harus sudah akil-baligh [sudah cukup umur dan berakal sehat]..
2. orang tersebut harus punya karcis atau undangan menonton..bila yang akan menonton itu tidak diatur..maka mereka akan berebut beli karcisnya atau berebut masuk gedung pertunjukannya..
Antre agar bisa beli karcis dan masuk satu per satu dapat diumpamakan sebagai TAREKAT..
Dari SYARIAT ke TAREKAT tidaklah terputus begitu saja..kedua jalan ini bersambungan..dari jalan yang lebar kemudian menuju jalan yang lebih sempit..
FROM THE ROAD OF LIFE TO THE PATH OF LIFE..dari jalan di luar diri menuju jalan di dalam diri..
Dari jalan raya masuk ke gang di mana rumah DIRI SEJATI berada..
Sebenarnya kita ini seperti orang-orang yang hendak pulang ke masing-masing rumahnya..
Karena rumah itu ada di dalam RW yang sama..maka mula-mula kita berjalan di atas jalan raya yang sama dan selanjutnya berpisah menuju gang-gang yang berbeda..akhirnya masuk ke rumahnya sendiri-sendiri..
Di rumah itulah..Tuhan menyambut manusia secara perorangan...
Seperti yang dinyatakan dalam Firman-NYA :
"Sungguh setiap diri..baik yang ada di langit maupun di bumi..akan datang kepada Yang Maha Pemurah sebagai seorang hamba..dan setiap diri datang kepada-Nya pada hari kebangkitan sendirian"
Jadi..meskipun di dalam SYARIAT kita melakukan peribadatan yang sama (SYARIAT menurut agama dan kepercayaannya masing-masing).. tetapi jalan kepada-NYA betul-betul kita tempuh sendirian..
SYARIATnya sama..tetapi TAREKATnya berbeda..
Karena TAREKAT itu harus pas dengan orang yang menempuhnya..dan TAREKAT itu harus mengarah dengan tepat ke arah letak rumah yang dituju..
Jika diumpamakan dengan orang yang akan menonton film..kita ada di antrean yang sama tetapi uang yang kita gunakan untuk membayarnya atau nomor tempat duduknya berbeda sesuai dengan kenyamanan diri kita masing-masing..
Yang dituntut dalam SYARIAT adalah keseragaman..sedangkan yang dituntut dalam TAREKAT adalah keunikan..
Kembali kepada perumpamaan di atas..setelah orang duduk dan menyaksikan filmnya..maka penghayatan terhadap film itu pun berbeda-beda tergantung pada latar belakang sang penonton yaitu budaya.. pengalaman..pengetahuan dan kedalaman rasa yang dimilikinya..
Begitu pula ketika kita kembali kepada Allah..~> Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun..setiap orang akan melihat filmnya sendiri-sendiri..
Penghayatan terhadap filmnya sendiri itu tergantung pada amaliah.. kebersihan dan kesucian batin yang bersangkutan..
Dan pada saat dia menyadari filmnya..berarti dia sudah ada di tahap HAKEKAT..yaitu Tahap bangkitnya KESADARAN diri..
Bila dia sudah HIDUP di ALAM KESADARAN DIRI maka dia sudah hidup di “MAQAM MAKRIFAT”..dia senantiasa tercerahkan..
Dia tidak lagi hidup tergantung pada orang lain..tidak terkolonisasi..hidup merdeka..bahkan dia telah menjadi gantungan bagi orang-orang lainnya..
Dengan demikian..TASAWUF sebenarnya mendidik orang untuk hidup mandiri..hidup merdeka..hidup yang setara dengan orang lain..
Hidup menjadi SUFI sebenarnya adalah hidup yang sepenuhnya menggantungkan diri kepada Yang Maha Kuasa..Ilahi Robbi..atau dengan kata lain..disebut HIDUP TAWAKAL..
Sebelum kita bisa hidup hanya dengan menggantungkan diri kepada Allah..berarti kita belum hidup dalam makrifat..meskipun secara teoritis kita sudah mempelajarinya..
Tetapi BELAJAR adalah cara untuk mencapainya..
Jadi..tidak perlu pesimis bila hari ini kita masih dalam perjalanan untuk memperoleh sari dari air suci..esensi dari kehidupan..
ORANG YANG MAMPU MELIHAT HAKIKAT DIRINYA disebut MANUSIA SEMPURNA (Insan Kamil).
Manusia yang merupakan wujud dari makrokosmos dan mikrokosmos..
Dia adalah miniatur dari Yang Haq..wujud mini dari Tuhan Yang Maha Esa..
Perjalanan kita untuk menjadi miniatur-NYA adalah perjalanan kembali kepada-NYA..~> Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun..
Orang yang sadar bahwa dirinya dalam hidup ini sesungguhnya kembali kepada Allah..adalah orang yang sadar bahwa dirinya menyongsong kesadaran diri/hari akhirat (yaum al-qiyamah)..
Banyak orang yang mengira bahwa kebangkitan itu terjadi setelah hancur-leburnya bumi atau semesta alam..
Lalu timbullah ilusi dan khayalan tentang kiamat..
Akhirnya muncullah perilaku yang aneh-aneh..
Terjebak di perjalanan..formalisme..

TASAWUF

TASAWUF itu ada di dalam Al-Qur'an..hanya saja ia tersirat..
Sebagaimana tersiratnya dilalah-dilalah hukum di balik nash-nash Al-Qur'an begitu pula isyarat-isyarat Tasawuf banyak tersembunyi di sebalik lafazh-lafazh Al-Qur'an..
Bukan ia (Tasawuf) hendak disembunyikan Allah dari semua orang..tetapi AGAR ADA USAHA DAN UPAYA UNTUK MELAKUKAN PENGGALIAN TERHADAP SUMBER-SUMBER ILLAHIAH yang dilakukan OLEH JIWA-JIWA YANG INTIBAH..
Di situlah akan muncul ijtihad dan mujahadah yang mengandung nilai-nilai ibadah (wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liya'buduni)..
TASAWUF itu AKHLAQ (innama bu'itstu li utammima makarimal akhlaq) berusaha mengganti sifat-sifat madzmumah (Takhalli) dengan sifat-sifat mahmudah (Tahalli)..
Kedua proses ini sering disebut dengan MUJAHADAH..
Para Rasul..Nabi dan orang-orang arif sholihin semuanya melalui proses MUJAHADAH..
MUJAHADAH itu terformat secara teori di dalam rukun iman dan terformat secara praktek di dalam rukun Islam..
Pengamalan Iman dan Islam secara benar akan menatijahkan IHSAN..
*IHSAN itu adalah an ta'budallaha ka annaka tarah (musyahadah)..fa in lam takun tarah fa innahu yarok (mur'aqobah)*
IHSAN inilah yang diistilahkan dengan MAKRIFAT..
MAKRIFAT itu melihat Allah bukan dengan mata kepala (bashor) tetapi dengan mata hati (bashiroh). .
Sebagaimana kenikmatan ukhrowi yang terbesar itu adalah melihat Allah, begitupula kenikmatan duniawi yang terbesar adalah melihat Allah..
Dengan pemahaman TASAWUF yang seperti ini..insyaAllah kita tidak akan tersalah dalam memberikan penilaian yang objektif terhadap TASAWUF..
Itulah yang dimaksud oleh perkataan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah :
"Dan kami tidak mengingkari tarekat sufiyah serta pensucian batin daripada kotoran-kotoran maksiat yang bergelantungan di dalam qolbu dan jawarih selama istiqomah di atas qonun syariat dan manhaj yang lurus lagi murni"
(Al Hadiah As-Saniyah Risalah Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abd. Wahhab hal.50 dalam kitab Mauqif A'immah Harakah Salafiyah Cet. Dar Salam Kairo hal. 20)
Adapun praktek-praktek yang menyimpang dari syariat seperti perdukunan..zindiq..pluralisme..ittihad dan hulul yang dituduhkan sebagian orang..itu adalah natijah daripada TASAWUF..maka itu tidak benar..sangat jauh dari apa yang diajarkan oleh tokoh-tokoh sufi seperti Imam Junaid Al-Baghdadi..Imam Ghazali..Imam Ibnu Arabi..Imam Abd. Qadir Al-Jailani..Imam Abu Hasan Asy-Syadzili..Imam Ibnu Atho'illah As Sakandari..Imam Sya'roni..Imam Suyuthi..Syaikh Abdul Qadir Isa dan imam-imam tasawuf lainnya qaddasallahu sirrahum..
TASAWUF juga adalah suatu ilmu yang membahas jasmani syariat dari sisi lain..sisi lain yang dimaksud adalah sisi RUHANI..
Kalau FIQIH membahas syariat dari sisi zhohir..maka TASAWUF dari sisi batin..
Sholat misalnya..ilmu tentang rukun..syarat dan hal-hal yang membatalkan sholat itu dibahas dalam ilmu Fiqih..
Adapun ilmu tentang khusyu' hanya dibahas dalam ilmu TASAWUF..
Ilmu adalah huruf yang tak terungkap kecuali oleh perbuatan..
Dan perbuatan adalah huruf yang tak terungkap kecuali oleh keikhlasan..
Dan keikhlasan adalah huruf yang tak terungkap kecuali oleh kesabaran..
Dan kesabaran adalah huruf yang tak terungkap kecuali oleh penyerahan.
Tidak akan masuk diakal anda..selama akal anda masih terkurung dan kerdil..sebab urusan begini ini sudah diluar jangkauan ahli syariat..gak akan nyambung..walau satu perpustakaan buku anda baca..
Apakah kita bisa bertatap muka secara langsung dengan Allah..??
Mari kita lihat Surat Al Baqarah ayat 1 :
ALIF LAM MIM.
Mengapa tidak dibaca ALAM atau ALIM..??
HANYA ALLAH YANG MENGETAHUI ARTINYA..
Yang mengetahui Allah hanya Allah..
Huruf ALIF adalah milik Allah
LAM untuk utusan Allah dan
MIM untuk Muhammad (insan..manusia)
Antara ALIF dan MIM itu ada LAM..antara Allah dan manusia itu ada apa..??
ADA SIRR..
SIRR dalam hal ini bisa berperan sebagai utusan..sebagai pembawa berita..sebagai naluri..sebagai angan-angan atau imajinasi..sebagai generator dan bisa juga sebagai mikro prosesor penerima atau pengolah data..
"TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DAPAT BERCAKAP-CAKAP DENGAN ALLAH..KECUALI DENGAN WAHYU..ATAU DARI BELAKANG TABIR.. ATAU DENGAN MENGIRIMKAN UTUSAN-NYA DENGAN SEIZIN-NYA"
(QS. AS-SYUARA 42 : 5)
"MULAI HARI INI AKU SINGKAPKAN TABIR YANG MENUTUPI MATAMU, MAKA PENGLIHATANMU AKAN MENJADI TAJAM"
(QS. AL QAAF 50 : 22)
"TUHAN MENEMPATKAN DIRI ANTARA MANUSIA DENGAN QOLBUNYA"
(QS. AL ANFAL 8 : 24)
QOLBU merupakan titik terendah dari sumbu komunikasi vertikal kepada Allah..
Tabir akan menjadi transparan dan akan menjadi kabel penghubung untuk berkomunikasi dengan Allah..manakala kita tidak ragu-ragu akan kebenaran Al Qur’an dan yakin akan keghaiban Allah dimana Qolbu merupakan pintu masuk ke alam ghaib..
Komunikasi dengan Allah hanya bisa melalui dzikir Qolbu..
"INILAH KITAB YANG TIADA DIRAGUKAN..SUATU PETUNJUK BAGI MEREKA YANG TAKWA..YAITU MEREKA YANG BERIMAN KEPADA YANG GHAIB"
(QS. AL BAQARAH 2 : 2-3)
"DAN SEBUTLAH (NAMA) TUHANMU DALAM HATIMU"
(QS. AL A’RAF 7 : 205)
"DIA AKAN MEMBERI PETUNJUK KEPADA HATINYA"
(QS. AT TAGABUN 64 :11)
"DIALAH JIBRIL YANG MENURUNKAN AL QUR’AN KE DALAM QOLBUMU DENGAN SEIZIN ALLAH"
(QS. AL BAQARAH 2 : 97)
Oleh karena itu seorang akan betul-betul yakin kepada kebenaran Al Qur’an dan hakikat Dzat..setelah yang bersangkutan mengalami hal-hal yang bersifat ghaib..
Pengalaman ghaib itulah yang sangat didambakan oleh para pencari Tuhan..
Pengalaman ghaib itulah yang disebut sebagai ilmu Ilhamiah atau ilmu Laduni yang lebih dipercayai oleh mereka para sufi daripada ilmu akal..
"BARANG SIAPA YANG HATINYA DIBUKA OLEH ALLAH KEPADA ISLAM (DAMAI) MAKA IA ITU MENDAPAT CAHAYA DARI TUHAN NYA"
(QS. AZ ZUMAR 39 : 22)
Menurut Al Ghazali Dzat Allah itu sangat terang benderang sehingga hanya bisa ditangkap oleh mata hati..
"CAHAYA DI ATAS CAHAYA"
( QS. AN NUR 35)
"DIA (ALLAH) TIDAK TERCAPAI OLEH PENGLIHATAN MATA"
(QS. AL AN’AM 6 : 103)
"YANG PERTAMA-TAMA AKU BERIKAN KEPADA MEREKA (YANG BERIMAN) ADALAH NUR KU YANG AKU TARUH DI HATI MEREKA"
(HADITS QUDSI)
Ketika Musa berdo’a ingin melihat Tuhan..maka Tuhan berfirman :
"ENGKAU (MUSA) TIDAK AKAN SANGGUP MELIHAT AKU..MAKA MANAKALA TUHANNYA MEMPERLIHATKAN DIRI DI ATAS BUKIT.. BUKIT ITU HANCUR DAN MUSA JATUH TIDAK SADARKAN DIRI"
(QS. AL A’RAF 7 : 143)
Maka dengan demikian adalah sangat terlarang untuk menyingkap tabir rahasia Allah..kita tidak boleh melewati batas-batas yang telah ditetapkan Allah..
"ALLAH MEMPUNYAI TUJUH PULUH HIJAB CAHAYA DAN KEGELAPAN SEANDAINYA DIA MENYIBAKKAN HIJAB-HIJAB ITU MAKA KEAGUNGAN WAJAHNYA AKAN MEMBAKAR SEGALA YANG DILIHAT OLEH MAHLUK-NYA"
(HADITS RASULULLAH)
Berpikirlah kamu tentang makhluk Allah..jangan berpikir tentang Dzat Penciptanya..
Aku tidak mengenal Allah..kecuali sampai sebatas pengetahuan yang telah Allah berikan kepadaku..(Hadits Rasulullah)
Bila kita berusaha mencoba menyingkap tabir tersebut..maka kita akan hancur lebur seperti halnya dalam riwayat Nabi Musa yang ingin melihat Allah..dimana gunung sekalipun akan hancur..
Mengenal Tuhan harus melalui Tuhan..
Dia yang mengenali dan Dia yang dikenali adalah sama..
Jasmani Musa dengan ke-aku-annya tidak mungkin bisa berhadapan dengan Tuhan..karena tidak ada sesuatu wujud yang lain disamping Allah..
Kekasaran jasmani dan ke-aku-an merupakan tabir yang pekat..
Sesungguhnya Allah telah memberikan peringatan kepada kita semua :
"WA YUHADZDZITU KUMULLAHU NAFSAHU : DIA MEMPERINGATKAN KA MU TERHADAP DIRINYA"
(QS. AL IMRAN 3 : 30)
"KULLU SYAI’IN HAALIKUN ILLAA WAJHAHU : SEGALA SESUATU AKAN MUSNAH KECUALI WAJAHNYA"
(QS. AL QASHASH 28 : 88)
Bila ingin berjumpa dengan Tuhan .hancur luluhkan dirimu sendiri..ke-akuan-mu..egomu..tutup mata dan telingamu..tutup semua ilmu dan teori tentang Dzat..kosongkan hati dan pikiranmu dari segala sesuatu selain Allah semata..maka KE-AKU-AN TUHAN..RUH TUHAN dalam dirimu akan muncul memperlihatkan JAMAL-NYA..
Aku dan AKU saling bertemu dan berdialog..
Demikianlah apa yang dilakukan Musa selama 40 hari dan 40 malam.. sehingga Musa pun bisa menerima wahyu 10 Perintah Tuhan..
Demikian juga Nabi Muhammad SAW..menurut para sesepuh..wahyu pertama turun setelah 40 hari dan 40 malam di Gua Hira..
Sabda Rasulullah :
KITA HARUS BISA MATI SEBELUM MATI..

MIMPI adalah bunga tidur..

Bahasa itu biasa kita dengar bila ada seseorang yang mengungkapkan tentang mimpinya..walaupun sebagian orang menyakini bahwa mimpi itu adalah perjalanan batiniah menuju alam ghaib..
Terlepas dari pada itu ternyata mimpi bagi orang tasawwuf adalah pelajaran untuk mengenal jati diri..yaitu dari mimpi kita dapat memisahkan antara jasadiah..jiwa dan rohaniah kita..
Pada saat kita bermimpi..jiwa ini sedang keluar dari badan jasadiah menuju ke alam lain..
Biasanya di dalam mimpi kita akan bertemu dengan sesuatu yang menakutkan yang memburu kita..sehingga kita berlari sekencang-kencangnya..pada saat kita tersadar dari mimpi kita merasa lelah dan bahkan nafas kadang ngos-ngosan..
Andaikata badan jasadiah kita dicubit pada saat kita tertidur..maka badan itu tidak akan merasakan apa-apa karena jiwa kita sedang keluar menuju alam mimpi..
Begitupun juga pada saat kita meninggal..jasad kita tidak akan merasakan apa-apa lagi meskipun dibelah..
Jadi pada dasarnya yang merasa di dalam diri kita itu adalah jiwa (nafs).. bukan badan jasadiah..
Nafs inilah yang dapat merasakan sakit..senang..sedih..gembira..damai.. sehat..pahit..manis dan lain-lain..
Nafs inilah yang mengenal Tuhannya..
Nafs inilah yang pernah berjanji di alam alastu..
Nafs inilah yang nantinya akan bertanggung jawab langsung kepada Tuhannya..
Nafs inilah yang apabila selalu tenang akan dipanggil langsung oleh Allah dengan sapaan :
"Hai jiwa yang tenang..kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya..maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku"
Tubuh atau badan jasadiah adalah wadah bagi jiwa..
Bagaimana bentuk jiwa itu..??
Menurut para sufi bentuk jiwa sama dengan bentuk wadah yang ditempatinya..sebagaimana bentuk air di dalam cerek..air akan mengikuti bentuk dari cerek tersebut..
Jiwa itu ghaib..ia dapat melintasi ruang dan waktu..bisa menuju ke masa lalu dan bahkan ke masa depan..
Pada dasarnya jiwa itu menurut sebagian sufi adalah akal..angan-angan.. dan nafsu di dalam diri kita..
Maka beruntunglah orang-orang yang meng-Islamkan akal..angan-angan dan nafsunya dan'berjamaah' antara akal..angan-angan dan nafsunya menyembah kepada Penciptanya..sebagaimana ucapan para sufi yang mengatakan :
"Sembahlah Tuhanmu dengan sepenuh jiwa ragamu"
Pada saat kita tertidur ternyata kita dapat mengetahui bahwa diri kita bermimpi..kita dapat melihatnya dengan pandangan batiniah..padahal kita tertidur..
Lalu siapa batiniah itu..??
Ketika jiwa sedang berada di alam mimpi, jasad tertidur..ada Dzat Yang Maha Melihat dan memperlihatkan kepada kita kalau jiwa kita keluar..
Ada Dzat di dalam diri kita yang memancarkan cahaya cinta sehingga kita dapat mencintai..ada Dzat yang berbisik dalam hati nurani kita kalau pekerjaan yang kita lakukan itu benar atau salah..meskipun kadang kita tak memperdulikannya..
Ada Dzat yang dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari pada urat leher kita..
Lalu mengapa kita tak mengenal-Nya atau tak mau mengenal-Nya.. padahal Dialah yang memberi kita makan dan minum..memberi kita rezeki..yang menghidupkan kita..
Inilah pengenalan diri..
"Man arafa nafsah pakad arafa rabbah..man arafa rabbah fakad arafa nafsah"
Siapa yang mengenal dirinya niscaya ia akan mengenal Tuhan-Nya..dan siapa yang mengenal Tuhannya niscaya ia akan mengenal dirinya..
Diri ini ada tiga dzat yakni :
- badan jasadiah
- jiwa atau nafs
- rohaniah
Ruhaniah ini berasal dari tiupan ruh ilahi..
Q.S: 15/29 :
"Dan meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku.."
Tugas Jasad adalah berdiri..ruku'..sujud dan duduk..dengan kata lain melaksanakan sholat lima waktu..
Tugas Nafs adalah semata-mata mengingat kepada Tuhannya..
Sedangkan Ruhaniah inilah tumpuan ingatan kita..ingatan yang dimaksudkan di sini adalah RASA..karena Akal tak akan mungkin dapat mengingat Dzat-Nya..
RASA ini dapat menangkap fenomena ghaib..seperti angin tak dapat tampak oleh mata..tetapi dapat dirasakan..atau manisnya gula tak dapat terlihat oleh mata tetapi dapat dirasakan..
Dalam hadits Rasulullah bersabda :
"Mimpi yang benar dari Allah dan mimpi yang buruk dari syaitan..maka apabila kamu melihat yang buruk maka hendaklah mengucapkan ‘A’uzubillah..dan berludah secara isyarat ke sebelah kiri karena ia tak akan memudharatkan kamu"
(HR Al-Bukhari dan Muslim)

Hakekat Ru’ya (mimpi)

Hakekat Ru’ya (mimpi) adalah dari Allah (yakni makhluk Allah)..adapun kaifiyah (bagaimana terjadinya) nya wallahu a’lam (Allahlah yang paling mengetahui)..yang bisa jadi mimpi itu terjadi dengan Allah mengutus malaikat atau lainnya..
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya I’lamul Muwaqi’in (1/252) :
"Ru’ya (mimpi) adalah perumpamaan-perumpamaan yang dibuat malaikat yang Allah tugaskan kepada mereka untuk mengurusi mimpi agar orang yang melihatnya dapat mengambil dalil (memahami) perumpamaan tersebut dengan yang serupa"
Di antara hikmah yang lain..terkadang dengan mimpi seseorang mendapatkan hidayah dan terbangun dari kelalaian..atau terdorong untuk melakukan kebaikan..
Sebagaimana diriwayatkan dalam Tarikh Baghdad (2/14) dan disarikan oleh As-Suyuty dalam Tadribu Ar-Rawy berkata Imam Al-Bukhari :
“Aku melihat Rasulullah dan seakan-akan aku berdiri di depan beliau dengan membawa kipas mengipasi Rasulullah..maka aku tanyakan kepada sebagian orang yang mena’birkan mimpi maka berkata dia kepadaku : Engkau akan membersihkan kedustaan atas Rasulullah (dalam hadits-hadits) maka inilah yang mendorongku untuk mengeluarkan kitab Al Jami’ Ash-Shahih..dan aku tulis kitab ini belasan tahun”
Rasululullah menyebutkan tiga jenis mimpi adalah :
(1) HULM atau disebut juga Adhghotsul-Ahlaam (mimpi yang kacau)..
Mimpi jenis ini dari setan dan bentuk “tala’ub” permainan syaitan atas bani Adam..
Adhghotsul-Ahlaam tidak dita’birkan (tidak ada maknanya) sebagai contoh tentang apa yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya 2268) :
عن جَابِرٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ r فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ فِي الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِي ضُرِبَ فَتَدَحْرَجَ فَاشْتَدَدْتُ عَلَى أَثَرِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r لِلْأَعْرَابِيِّ لَا تُحَدِّثْ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِي مَنَامِكَ وَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ r بَعْدُ يَخْطُبُ فَقَالَ لَا يُحَدِّثَنَّ أَحَدُكُمْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِي مَنَامِهِ
Datang seorang badui kepada Nabi dan berkata : "Wahai Rasulullah aku melihat dalam mimpiku seolah-olah kepalaku dipukul hingga tergelinding, akupun mengikutinya"
Rasulullah bersabda kepada si badui : "Jangan kau kisahkan kepada manusia mimpi yang syaitan mempermainkanmu dalam tidurmu"..dan setelah itu aku mendengar Rasulullah
berkhutbah :
"Janganlah salah seorang diantara kalian menceritakan mimpi yang syaitan mempermainkannya dalam tidurnya"
(2) RU'YA : Mimpi ini dari Allah dan dia memiliki makna (dita’birkan)..
(Misalnya hadits tentang dua gelang yang dipakai Rasulullah dalam riwayat Bukhari)
عن أبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيتُ بِخَزَائِنِ الْأَرْضِ فَوُضِعَ فِي كَفِّي سِوَارَانِ مِنْ ذَهَبٍ فَكَبُرَا عَلَيَّ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ أَنْ انْفُخْهُمَا فَنَفَخْتُهُمَا فَذَهَبَا فَأَوَّلْتُهُمَا الْكَذَّابَيْنِ اللَّذَيْنِ أَنَا بَيْنَهُمَا صَاحِبَ صَنْعَاءَ وَصَاحِبَ الْيَمَامَةِ
Dari Abu Hurairah berkata..Rasulullah bersabda :
"Ketika aku tidur aku diberi perbendaharaan-perbendaharaan bumi.. kemudian diletakkan pada dua telapak tanganku dua gelang emas..maka keduanya memberatkan diriku..kemudian Allah mewahyukan padaku untuk meniup keduanya..kutiuplah keduanya dan hilanglah dua gelang tersebut..Aku tafsirkan dua gelang emas tadi..adalah dua orang pendusta (yang mengaku sebagai nabi) yang sempat aku jumpai di masa hidupku yaitu nabi palsu dari shan’a’ (Yaman) dan Nabi dari Yamamah"
(3) HADITSUN—NAFSI : yaitu perkara yang dilihat dalam tidur karena sebelumnya memikirkan sesuatu..misalnya orang yang kehausan kemudian tidur dan mimpi kehausan atau mendapatkan air..
Dan ini termasuk Adhghotsul ahlam..yaitu mimpi yang kacau yang tidak ada maknanya..

“KEKUATAN MAHA BESAR”

Pada abad global..sekarang ini..kebanyakan manusia cenderung lebih memfokuskan diri untuk memikirkan “HAL KEDUNIAWIAN” ketimbang memikirkan masalah “AGAMA”..
Agama hanyalah dianggap sampingan dan dinomor “DUAKAN”..padahal mereka itu bukannya tidak mengerti dan tidak mengetahui tentang hal tersebut..tetapi kabut tebal masih menyelimuti mata batinnya..mentari semburat polos masih bermalas-malasan terbit dan enggan menghiasi bukit thursinanya..
Mereka mengakui dan mengerti bahwa “”HIDUP” didunia ini ada yang “MENGHIDUPKAN” dan merekapun sadar bahwa ada suatu “KEKUATAN MAHA BESAR” yang mempengaruhi kehidupan mereka namun kesemuanya itu hanya cukup sebagai “AKUAN” saja..
Begitulah segi kehidupan manusia..walaupun tidak semua manusia berakhlak demikian..namun kebanyakan dari hidup manusia lupa akan membaca “KITABNYA”..hakikat pribadinya..hakikat Tuhannya..
Upaya sungguh-sungguh untuk menghayati jati diri (hakikat pribadi).. serta melangkahkan kaki untuk menapaki tangga-tangga langit terdekat untuk bermukasyafah..beraudensi dengan Tuhan dianggap pekerjaan yang membuang-buang waktu dan sia-sia..hal ini sudah barang tentu sangat bertentangan dengan firman Allah dan hadits Rasulullah SAW :
“Hai manusia..sesungguhnya kamu harus mengusahakan diri dengan ketekunan yang setekun-tekunnya sehingga sampai kepada Tuhanmu lalu kamu menemui-Nya”
(QS Al-Insyiqaaq 84:6)
“Barang siapa yang mengharap untuk menemui Allah..sesungguhnya janji Allah pasti akan datang..Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”
(QS Al-Ankabut 29:5)
“Man Arofa Nafsahu Fakod Arofa Robbahu”
“Barang siapa kenal dirinya..maka dia akan kenal Tuhannya”
(Hadist Rasulullah)
HIDUP adalah kumpulan hari..bulan dan tahun yang berputar tanpa pernah kembali lagi..
Setiap hari umur bertambah..usia berkurang..hal itu berarti kematian kian dekat..
Semestinya kita kian arif dan bijak menjalaninya..tetap dalam kesalehan.. bertambah kuat akidah..semakin khusyuk dalam beribadah dan mulia akhlak..pada puncak kebaikan itu lalu kita wafat..itulah husnul khatimah..Aamiin yaa Rabbal alamin..
Kehidupan jasad hanyalah sementara di dunia..sedangkan kehidupan roh mengalami lima fase..yaitu :
- Arwah
- Rahim
- Dunia
- Barzah
- Akhirat
Berarti hidup di dunia hanya terminal pemberhentian menuju akhirat..
Allah SWT mengingatkan :
”Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”
(QS: Al-A’laa [87]: 17)
Rasulullah saw menggambarkan bahwa hidup ini tak ubahnya seorang musafir yang berteduh sesaat di bawah pohon yang rindang untuk menempuh perjalanan tanpa batas..
Oleh karena itu..bekal perjalanan mesti disiapkan semaksimal mungkin..
"Sebaik-baik bekal adalah takwa"
(QS Albaqarah [2]: 197)
Orang bertakwa adalah orang yang sangat cerdas..ia tidak mau terjebak pada ”keenakan” sesaat..tetapi menderita berkepanjangan..
Karenanya..ia mengolah hidup yang sesaat ini menjadi berarti untuk kehidupan panjang tanpa akhir nanti..
”Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main..dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan.. kalau mereka mengetahui”
(QS Al-Ankabuut [29]: 64)
Hidup ini di bawah tatapan dan aturan Allah..segalanya digulirkan dan digilirkan..hidup lalu mati..kecil akhirnya membesar..muda lama-lama tua..dan muncul kesenangan..terkadang berganti kesedihan..
Semua fana..tetapi di tengah kefanaan itu..umat Rasulullah yang paling sukses (sebagaimana dijelaskan dalam hadits) adalah yang paling banyak mengingat mati..lalu mempersiapkan hidup setelah mati..
Akhirnya, orang-orang cerdas akan tahu..sadar, dan yakin bahwa hidup bukan untuk mati..tetapi mati itulah untuk hidup..
Hidup bukan untuk hidup..tetapi untuk Yang Maha hidup..
“Hai manusia..sesungguhnya janji Allah adalah benar..maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu..memperdayakan kamu tentang Allah”
QS. Faathir: 5]
Padahal akhirat itu adalah janji Allah yang benar..
Karenanya..jangan takut mati..jangan cari mati..jangan lupa mati..dan rindukanlah mati..
Mengapa..??
Karena..kematian adalah pintu berjumpa dengan-Nya yaitu perjumpaan terindah antara kekasih dengan Kekasihnya..
Subhanallaah..