Laman

Senin, 01 Januari 2018

RAHASIA HURUF HIJAIYAH


1. ALIF : Tidak ada Tuhan selain Dia yg Maha hidup dan Kokoh
2. BA. ; Tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-nya
3.TA. ; Yang Maha menerima taubat,menerima taubat dari semua hambanya
4.TSA. ; Yang mengokohkan semua makhluk,dialah yg mengkokohkan orang orang beriman dengan perkataan yg Kokoh dlm kehidupan dunia
5. JIM. ; Keluhuran sebutan dan pujiannya serta suci seluruh nama-nama Nya
6. HA. ; Al Haq Maha hidup dan Penyayang
7. KHA ; Maha mengetahui akan seluruh perbuatan Hambanya
8. DAL. ; Pemberi balasan dihari kiamat
9. DZAL. ; Pemilik segala keagungan dan kemuliaan
10. RA. ; Lemah lembut terhadap hamba" nya
11. Zat. ; Hiasan penggambaran
12. SIN ; Maha mendengar dan melihat
13. SYIN ; Yg disyukuri oleh Hamba-nya
14. SHAD ; Maha benar dlm setiap janjinya
15. SHAD. ; Yang memberi madhorot dan manfaatnya
16. THA. ; Yang suci dan mensucikan
17. Dzha ; yang Maha nampak dan menampakkan seluruh tanda tanda
18. AyN ; Maha mengetahui hamba Hambanya
19. GHOYN ; Tempat mengharap para penggarap dari semua ciptaan nya
20. FA. ; Yang menumbuhkan biji-bijian tumbuh tumbuhan
21. QOF ; Maha kuasa atas segala makhluk nya
22. KAF ; Yg Maha mencukupkan yg tdk ada satupun yg setara dengan-nya dia tdk beranak
dan di peranakan
23. LAM ; Maha lembut terhadap hamba nya
24. MIN ; Pemilik semua kerajan
25. NUN ; Cahaya bagi langit yg bersumber pada cahaya arasnya
26.WAW ; Satu Esa Tempat bergantung semua makhluk dan tdk beranak dan diamalkan
27. HA ; Memberi petunjuk bagi makhluk-nya
28. LAM ALIF ; Tdk ada Tuhan selain Alloh,satu satunya dan tdk ada sekutu baginya
29 .YA ; Tangan Alloh yg terbuka bagi seluruh makhluk nya

ALLAH MEMANDANG HATI


Pada suatu hari, Hasan Al-Basri pergi melawat Habib Ajmi, seorang sufi besar lain. Pada waktu solatnya, Hasan mendengar Ajmi banyak melafazkan bacaan solatnya dengan keliru.
Oleh kerana itu, Hasan memutuskan untuk tidak solat berjamaah dengannya. Ia menganggap kurang layaklah bagi dirinya untuk solat bersama orang yang tak boleh mengucapkan bacaan solat dengan benar.
Di malam harinya, Hasan Al-Basri bermimpi. Ia mendengar Allah berbicara kepadanya:
"Hasan, jika saja kau berdiri di belakang Habib Ajmi dan menunaikan solatmu, kau akan memperoleh keredhaan-Ku, dan solat kamu itu akan memberimu manfaat yang jauh lebih besar daripada seluruh solat dalam hidupmu.
Kau coba mencari kesalahan dalam bacaan solatnya, tapi kau tak melihat kemurnian dan kesucian hatinya. Ketahuilah, Aku lebih menyukai hati yang tulus daripada pengucapan tajwid yang sempurna"
Di zaman sekarang ini sukar sekali kita mencari orang yang benar-benar mempunyai kriteria dekat kepada Allah. Sering kali mata kita tertipu oleh penampilan zahir.
Orang dekat dengan Allah itu adalah para Aulia-Nya, para kekasih-Nya yang beribadah semata-mata untuk mencari keredhaan Allah dan menuntun orang-orang menuju ke hadrat Allah.
Seorang wali Allah dalam kehidupan sehari-hari boleh saja berprofesion sebagai seorang peniaga, petani, ulama' guru sekolah, dan lain-lain. Hanya orang yang diberi petunjuk oleh Allah yang boleh berjumpa dengan wali-Nya.
Mempunyai bacaan benar (tajwid) yang sempurna memang salah satu syarat sah seseorang menjadi imam dalam solat, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana hatinya boleh terus menerus bersama Allah selama dalam solat.
Ini hal yang sangat pokok, kerana seorang imam akan dipertanggung jawabkan amalan makmum nya di hadapan Allah SWT. Kalau imam sepanjang solat mengingat wanita-wanita cantik, mengenang harta, dan sejuta persoalan hidup, apakah dijadikan dijadikan sebagai imam?
Saya jadi teringat kisah Imam Al-Ghazali yang menjadi imam dalam solat Asar di sebuah masjid, Beliau baru saja mengajarkan hukum thaharah bagi wanita yang haid.
Tanpa disadari fikiran Beliau saat solat teringat kepada wanita yang sedang haid. Salah seorang yang menjadi makmum adalah adik kandung imam al-Ghazali.
Selepas selesai solat adik imam Al-Gazali menegur, "kenapa abang di rakaat kedua mengingat wanita yang sedang haid?"
Imam Al-Ghazali sangat terkejut, selaku orang yang sangat ahli dalam hukum Islam telah hafal Al-Qur'an dan ribuan hadis, telah berpuluh tahun menjadi imam baru sekarang mengetahui kekeliruannya selama ini.
Beliau berkata kepada adiknya, "Tajam sekali mata hatimu, mulai saat ini aku berguru kepada mu"
Imam Al-Ghazali yang terkenal akan ilmu syariatnya, perlu belajar lagi kepada adiknya yang ahli Tarekat, Tasawuf, dan Ahlus Sufi, bagaimana menjadi seorang Imam yang sah.
Lalu bagaimana dengan imam-imam zaman sekarang yang hanya bergantung pada hafalan dan kefasihannya?
Bacaan tetaplah bacaan, hafalan tetaplah hafalan, yang tersimpan dalam otak yang mempunyai dimensi rendah.
Seorang hamba baca, tetaplah akan menjadi hamba baca, kalau pengetahuannya tidak di upgrade.
Semoga tulisan ini menyedarkan kita semua, setelah kita fasih mengalunkan ayat Al-Qur'an, tiba saatnya untuk men-fasih-kan hati dalam mengingati-Nya. Bagaimana caranya?
"Bertanyalah kepada Ahli Zikir bila kamu tidak tahu" (An-Nahl, 43)
Daripada: Istilah Hati

ANA KHOIRU MINHU (saya lebih baik daripada dia/ gue lebih baik dari elo,ente, semuanye deh)

"Ana khoiru minhu" adalah yang diucapkan oleh pemimpin besarku ketika Allah
s.w.t. memerintahkannya menghormat kepada manusia pertama, Adam a.s.
Pemimpinku itu menolak perintahNYA, dan ketika ditanya olehNYA alasan dia
menolak perintah maka dikatakanlah kalimat itu "aku lebih baik daripadanya,
Engkau ciptakan aku dari api sedang dia (Adam) Engkau ciptakan dari tanah"
(QS.Al A'Raaf:12). Kalimat sepotong itu rupanya dahsyat akibatnya, sejak
itulah ia keluar dari nikmat syurgawi, bahkan siksa yang abadi kelak telah dipastikanbaginya.

Dan kami, anak keturunannya, masuk dalam barisannya yang rapih, teratur dan
cerdik penuh tipu-daya, melaksanakan tugas menggelincirkan anak keturunan
manusia. Allah telah mengijinkan kami memperosokkan mereka ke dalam
kehancuran, di dunia dan di akhirat. Jika kalimat itu mengakibatkan raja
kami tak berhak tinggal dalam kenikmatan surga, maka kalimat itu pun akan
dahsyat pula akibatnya ketika kami bisikkan ke dalam hawa nafsu manusia.
Mereka akan meluncur jatuh dari kedudukannya yang paling mulia dibandingkan segala makhluk, menjadi yang bahkan lebih buruk dari hewan.

Aku tiupkan 'ana khoiru minhu' kepada orang-orang tua, sehingga mereka
merasa lebih berharga daripada yang muda-muda.
Seolah dengan menjadi tua
umurnya, maka mereka pasti menguasai kebijaksanaan. Kubantu mereka lupa,
bahwa hikmah datang dengan ilmu, yang mereka usahakan dengan belajar dan
membaca, baik ayat kauniyah ataupun ayat kauliyah. Dan menuntut ilmu agama
tidaklah mudah, kecuali bagi mereka yang sabar dalam kepayahan belajar.

Maka mereka akan lalai, berpuas-diri merasa mulia, menuntut perhormatan dan ketaatan yang berlebihan dari orang-orang muda. Pada puncaknya, mereka tidak merelakan penghormatan itu meninggalkan mereka, maka mereka bunuh potensi orang-orang muda.
Bukankah Fir'aun menjadi contoh yang hebat, dalam membunuh
manusia berpotensi, karena tak rela kedudukannya lepas dari tangannya?

Aku bisikkan 'ana khoiru minhu' kepada orang-orang muda. Tubuh yang kuat dan indah dari orang-orang muda, pikiran yang kuat akan kujadikan awal mereka merasa lebih baik daripada orang-orang tua yang mulai kelihatan lemah.
Aku buat mereka lupa bahwa, di antara orang tua, banyak yang telah melalui
berbagai peristiwa yang menambah hikmah dalam jiwa mereka.
Hikmah yang
menjadi penting bagi keselamatan dan keberhasilan hidup seseorang. Tidak
akan aku biarkan orang muda memetik hikmah itu dari orang-orang tua.
Kutampakkan para orang tua menjadi makhluk lemah tak berguna bagi mereka.
Kupalingkan muka mereka kepada hal-hal yang lebih menarik hawa nafsu.

Bagiku, sangat mudah menipu orang yang diberi banyak harta, agar mereka
memiliki semangat 'ana khoiru minhu'. Menjadi sifat! sebagian manusia,
mereka merasa sedang dimuliakan Allah ketika diberi banyak harta benda (QS.
Al Fajr:15). Tak hentinya kubisikkan dalam kalbu mereka, bahwa mereka lebih
baik daripada yang kurang berharta. Maka hilanglah rasa belas kasih.
Sedangkan tanpa belas kasih, tak akan ada belas kasih yang datang baginya
dari makhluk di bumi dan langit. Maka berkembanglah sifat rakus tak pernah
puas dengan harta, sehingga tidak waspada terhadap cara mencari dan
membelanjakannya. Kubantu mereka lupa bahwa harta adalah cobaan menyenangkan yang dapat dengan sangat gampang mengakibatkan manusia terjatuhkemuliaannya.

Orang miskin dan kurang pun tak kulepaskan dari hawa 'ana khoiru minhu'.
Maka tidak dapatlah ia menerima keputusan Tuhannya, akan pembagian rezki
atau nasib di dunia. Sedangkan perhitungan Allah adalah sangat teliti. Lalu
ia menginginkan kenikmatan hilang dari orang yang dipandangnya lebih bahagia
karena berharta banyak, berkekuasaan, berparas lebih baik atau keadaan yang lebih baik lainnya.
 Ia terkena sifat dengki, menginginkan hilangnya nikmat orang lain, dan juga sifat tidak sabar, serta kufur nikmat.

Ketika semangat 'ana khoiru minhu' ada pada orang yang diberi kekuasaan di
antara umat manusia, maka mereka akan mengambil hak-hak orang lain dengan
tanpa sadar. Seolah hanya orang yang berkuasalah yang berhak hidup senang,
sedang manusia tanpa kekuasaan tidak berhak mendapat kelapangan hidup.
Disingkirkan oleh mereka orang yang tidak sepaham, sedangkan mereka belum
tentubenar.

Tentu aku tak lupa menziarahi orang-orang yang dianggap alim ulama di antara
manusia, dengan membawa 'ana khoiru minhu'.
Maka ia merasa lebih mulia.
Jadilah ia membenci orang yang lebih alim darinya. Kadang jadi lengah pula
ia, karena penghormatan manusia yang berlebihan kepadanya, menjadikannya
merasa bahwa tanpa usaha mendekatkan diri padaNYA pun, Allah telah
membebaskannya dari dosa. Bisa pula dengan ilmu dan kedudukan serta
kepercayaan manusia kepadanya, ia mempermainkan agamaNYA, untuk
kepentingannya. Begitu beraninya ia, karena kubantu ia dengan hembusan "aku
lebih baik dari dia".

Demikianlah, takkan kubiarkan manusia mensyukuri nikmat. Aku selipkan
semangat 'ana khoiru minhu' di setiap nikmat yang diberikan Allah kepada
manusia. Nikmat kesehatan, kepandaian, kekayaan, kecantikan, kekuasaan,
kekuatan.
Maka bukanlah mereka mensyukuri dengan segenap jiwa dan dengan
tindakan mereka, melainkan malah memperbesar semangat 'aku lebih baik dari dia' dalam hati mereka. Demikianlah, setiap nikmat lalu menjadi niqmat
(bencana).

Aku hembuskan 'ana khoiru minhu' di mana-mana. Di antara para ibu yang
sedang berkumpul, sehingga sibuklah mereka mengumpulkan cela orang lain.
Begitu pula di antara perempuan muda, laki-laki muda dan tua, orang pandai,
orang kaya, orang kuat, orang berpengaruh, semua.....

Jika kutelah berhasil menjadikan mereka memandang rendah manusia lain, maka akan lebih mudah jalanku membimbing mereka kepada puncaknya: menolak  kebenaran. Bukankah kaum Yahudi dan Nasrani sulit menerima kebenaran  agamaNYA, hanya karena Nabi yang membawa petunjuk itu berasal dari garis  keturunan Hajar, sang bekas budak. Sedangkan mereka berasal dari garis keturunan yang dipandangnya lebih terhormat: Sarah.

Dan dengan tipuan kami pula maka orang tua, orang muda, orang cantik dan
tampan, orang kaya, orang berkuasa, orang yang dimuliakan, orang yang
dianggap pandai tidak dapat menerima kebenaran yang dibawa oleh orang yang mereka anggap lebih rendah. Pada puncak ini, lengkaplah sudah penyakit utama dalam hati manusia: sifat kibir. Yaitu sifat merendahkan orang lain dan
menolak kebenaran.

Memang, kami tidak cuma cerdik dan pintar merencanakan seribu kelicikan,
tapi kami juga gigih. Ingatkah cerita tentang pendeta Barshisha? Ia yang
selama hidupnya beribadat kepada Allah, di akhir hayatnya menjadi kufur!
sujud di kaki Iblis, setelah menzinai gadis sakit dalam asuhannya, lalu
membunuhnya.

Tapi sayang, usaha kami akan sia-sia belaka terhadap orang-orang yang
mengikatkan seluruh aktifitas kehidupannya hanya untuk mendapat pengakuan
dan keridlaaNYA (QS. Al Hijr:40). Terhadap mereka, tak ada yang dapat kami lakukan. Mereka adalah orang-orang yang di tengah semangat dan kerja-keras selama hidupnya, dalam jiwa mereka hanya 'sepi' berdua: diri mereka dan Allah s.w.t. Jalan mereka kepada kenikmatan hakiki adalah luas dan lapang tanpa penghalang. Di dunia mereka memperoleh ketenangan batin bebas dari ketakutan betapa pun besar kesulitan menghadang (QS.AtTaubah:18), dan di akhirat nikmat abadi telah disediakan (QS. At-Taubah:21-22).

Bagaimana kami bisa menipu orang-orang seperti! ini? Sedangkan malaikat tak
putus berdoa untuk mereka? Sedangkan cinta Allah yang berlebih dilimpahkan
kepada mereka? Mendekatkan pun kami tak mampu. Allah telah bersumpah
menjamin keamanan mereka dari gangguan kamu. Sesungguhnya hamba-hamba-KU tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka kecuali, orang-orang yang mengikutimu yaitu orang-orang yang sesat. (QS. Al Hijr:42)


Minggu, 31 Desember 2017

AKU ADALAH NYAWAMU..

Bahagian 16..
AKU ADALAH NYAWAMU..
"AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRUHU SIFATI WA SIFATI ILLA GHOIRIH"
Insan itu adalah rahasia dan Akulah rahsianya..sifat itu adalah "sifatKu tidak ada lain..Aku lah sifat itu.."
Aku adalah dzat yang bernama Allah..yang menjadi rahasia bagi badan dirimu yakni menjadi diri bagi badan..
Oleh karena itu hang dikatakan diri yang sebenar diri itu adalah Aku juga..yakni Allah..
Tidak ada lain dari DzatKu juga..
Jangan engkau takut dan bimbang lagi dalam menyatakan bahwa engkau itu Aku..
Ingatlah selagi engkau mengatakan nyawa itu nyawa..ataupun engkau mengatakan bahwa roh itu roh..maka selagi itulah engkau tidak menemukan Tuhanmu yakni Aku..
Nyawa atau roh..diri atau sukma..itu semua nama sahaja..
Yang sebenarnya ia adalah Aku Dzat Yang Maha Suci..
Aku jelaskan padamu wahai insan pencari Tuham..bahwa Aku adalah nyawamu itu..dan engkau adalah Aku..
"Inna Robbun Wal Abdun Wahdah"
Sesungguhnya Tuhan dan Hamba itu Esa..
Engkau dan Aku adalah esa juga..tidak ada dua dan berbilang-bilang segala yang berbangsa nyawa itu itulah Aku..segala yang zahir itu adalah pernyataan Aku..
Yang demikian itu..Aku mengatakan yang wujud zahir mahupun batin itu adalah Aku juga..
Agar engkau faham dan sampai pada ke-esaan ini..buangkan segala nama bagi yang yang bernama..barulah engkau bertemu dengan Aku yakni Dzat Yang Maha Suci..
Nama atau asma-asma itu adalah hijab ataupun pakaian bagi segala sifat-sifat wujudKu..hilangkan nama itu..
Contoh :
HILANGKAN NAMA ALLAH
HILANGKAN NAMA MUHAMMAD
HILANGKAN NAMA ADAM
HILANGKAN NAMA ROH
HILANGKAN NAMA NYAWA
HILANGKAN SEGALA NAMA
Apanila segala nama telah engkau hilangkan dan pendamkan..maka nyatalah ia yang dikatakan Dzat Yang Maha Suci..yakni "AKU"..maka Akulah yang dikatakan diri bagimu yakni Dzatullah..Akulah yang tidak ada huruf dan tidak ada suara....tetapi Akulah yang menghimpun segala-galanya..
Seperti tinta didalam pena..yang menghimpun segala huruf dan ayat serta kalimah..baik puji maupun keji..
Nyawa yang sebenar nyawa itulah adalah bahgian DzatKu dan apabila ia bagian dari DzatKu..maka ia adalah DzatKu juga..
Aku singkapkan rahasia ini buatmu agar engkau mengerti dan memahami secara mendalam perihal hakikat nyawamu itu..
Dari DzatKu lah terbit segala sifat dan rupa sama seperti zahir maupun batin..
Jika zahir orang namakan tubuh atau badan..
Jika batin orang namakan rohani..
Segala sifat itu ia terkait dengan sifat Ma'ani dan Maknawiyah iaitu..
TUJUH SIFAT MA’ANI :
HAYAT- HIDUP JASAD KARENA NYAWA
ILMU - TAHU JASAD KARENA NYAWA
QUDRAT - BERKUASA JASAD KERANA NYAWA
IRODHAT - BERKEHENDAK JASAD KARENA NYAWA
SAMA’ - MENDENGAR JASAD KARENA NYAWA
BASAR - MELIHAT JASAD KARENA NYAWA
KALAM - BERKATA-KATA JASAD KARENA NYAWA
TUJUH SIFAT MAKNAWIAH :
KAUNUHU HAYYUN - HIDUP NYAWA KARENA DZAT
KAUNUHU ALIMUN - TAHU NYAWA KARENA DZAT
KAUNUHU QODIRUN - BERKUASA NYAWA KARENA DZAT
KAUNUHU MURIDUN-BERKEHENDAK NYAWA KARENA DZAT
KAUNUHU SAMIUN - MENDENGAR NYAWA KARENA DZAT
KAUNUHU BASIRUN - MELIHAT NYAWA KARENA DZAT
KAUNUHU MUTAKKALIMUN -BERKATA-KATA NYAWA KARENA DZAT.
INILAH SIFAT-SIFAT YANG BERASAL DARIKU YANG KINI IA ADALAH NYAWAMU ITU..

Sebenar-benar diri kita ialah Roh diri kita sendiri..

Bahagian 15..
Sebenar-benar diri kita ialah Roh diri kita sendiri..
Orang-orang yang lupa pada diri itu berarti orang yang lupa kepada Roh..
Orang yang lupa kepada roh berarti orang yang lupa kepada Allah dan orang yang lupa kepada Allah..
Termasuk kedalam golongan orang yang tidak mengenal diri..
Bilamana kita tidak dapat mengenal diri maka tidaklah ia dapat mengenal Allah..
“Tidak kenal Allah..maka tidak akan ingat kepada Allah”
Bagi mereka yang telah mengenal diri..tidak akan mereka menjadi lupa kepada Roh.
Mereka yang tidak lupa kepada diri itu tandanya mereka tidak lupa kepada tuhannya Allah Ta’ala..
Allah berfirman :
“Keluarlah engkau dari Syurga ini..karena tidak pantas engkau berlaku sombong (lupa diri) di dalamnya..oleh sebab itu keluarlah..sesungguhnya engkau dari golongan yang hina”
Mereka yang duduk didalam syurga (mengenal diri) tidak seharusnya ada sifat lupa..
Bila lupa akan diri..itu tandanya sombong..bila sombong menyebabkan lupa diri..bila lupa diri..maka lupa pula kepada Allah..
Bagi yang masih ada menyimpan sifat lupa kepada diri artinya juga menyimpan sifat lupa kepada Allah..
Apabila kita lupa kepada Allah..menyebabkan kita keluar dari syurga Allah..sebagaimana yang terjadi kepada Adam dan Hawa..ketika memakan buah khuldi..
Ingkarnya Adam dan Hawa dari perintah Allah dengan memakan buah khuldi itu..tidak menyebabkan murka Allah..yang menjadi kemurkaan Allah ialah lupa kepada Allah selama memakannya..
Durhaka untuk mematuhi “INGAT” kepada Allah itu..adalah satu perkara yang tidak dapat diampunkan Allah..
Dosa lupa dan lalai itu..menandakan kita telah mensyirikkan Allah..
Karena lupa untuk memandang kepada diri sendiri menyebabkan kita lupa kepada Allah..apabila lupa kepada Allah menyebabkan kita tersingkir dari nikmat syurga..
Apabila kita lupa untuk memandang kepada diri sendiri dengan sendirinya membuat kita lupa untuk memandang Allah..bilamana lupa untuk memandang Allah..menyebabkan hati kita mudah terpaut untuk memandang dunia sebagai tuhan..
Apabila kita tidak dapat menikmati nikmat “INGAT” kepada Allah tidaklah Allah itu dapat terdzahir pada sekalian alam..
Bilamana Allah tidak dapat didzahirkan atau dinyatakan itulah yang dikatakan lupa atau lalai..
Karena lupa atau lalai kepada Allah walaupun sesaat..Syaidina Ali menyebut dirinya “Kafir”..
Begitu besarnya martabat atau derajat ingat kepada Allah..apabila kita telah dapat mengenal diri..walaupun kita telah dapat nikmat syurga Allah, namun surga dan nikmat mengenal diri itu..lebih baik dan lebih bahagia dari syurga akhirat..
Syurga akhirat nikmatnya hanya akan dapat dinikmati semasa di alam akhirat saja..sedangkan surga mengenal diri itu..akan dapat dinikmati selama hayat masih berada didalam dunia hingga sampai kealam akhirat..
Nikmat syurga dunia dan syurga akhirat itu adalah bagi mereka-mereka yang tidak lupa kepada Allah..

AKU SEJATI..

Bahagian 14..
AKU SEJATI..
Tuhan mengingatkan bahwa sebelum mengenal Dia (Tuhan) maka manusia diminta untuk memahami “Aku” nya sendiri sebagai sarana atau jalan untuk menuju pengenalan AKU-TUHAN..
Itu karena dalam “Aku” termuat rahasia AKU-NYA..
Pembahasan tentang pengenalan diri ini adalah kunci jalan spiritual..~> Sehingga menyelami kesadaran diri yang sebenarnya dan mengenali hakikat ruh yang biasa menyebut dirinya “Aku” adalah cukup penting dan menjadi bangunan suci ibadah hidup manusia..
Saya tidak akan lagi bicara soal dalil-dalil..ibaratnya kita melakukan sholat..kita tidak lagi butuh dalil..akan tetapi kita tinggal memasuki keadaan sholat yang sebenarnya..
Diskusi kita sudah selesai dalam hal hukum-hukum kebenaran Tuhan..
Perenungan tentang hakikat ruh ini mau tidak mau membawa kita pada khasanah filsafat manusia..namun tidak perlu kita masuki terlalu dalam wacana filsafat apa hakekat manusia sesungguhnya..yang jelas..bahwa manusia adalah makhluk sempurna yang telah diberi mandat untuk menjadi wakil Tuhan di muka bumi..
Selain unsur biologis fisik yang sangat kompleks mulai dari kaki hingga otak..susunan dalam mental dan kerohaniannya terdapat sifat yang tertinggi meskipun masih terdapat daya kemauan yaitu KEKUATAN SANG “AKU”..yang merupakan KEKUATAN yang diterima dari Yang Maha Mutlak..
Tubuh biologis dan mental keinginan nafsu adalah milik manusia..namun bukan manusia itu sendiri..
Sebelum manusia (“Aku”) dapat menguasai atau mengalahkan atau mengarahkan benda yang menjadi miliknya terlebih dahulu ia harus menyadari dirinya secara benar..ia harus dapat membedakan mana yang merupakan Aku dan mana yang merupakan milik Aku..dapat membedakan mana yang Aku dan mana yang bukan Aku..
Yang harus disadari :
SANG AKU BERSIFAT ABADI (TIDAK BISA MATI -TIDAK BISA RUSAK)..
AKU MEMILIKI KEKUASAAN..KEBIJAKSANAAN DAN KENYATAAN..
AKU INILAH YANG AKAN KEMBALI POSISI ASALNYA ~> SESUNGGUHNYA AKU ADALAH BERASAL DARI ALLAH DAN KEPADA-NYA-LAH AKU KEMBALI..
Orang modern yang sejak lahir hingga dewasa selalu hidup dan mengarahkan dirinya dalam kesemestaan benda-benda material beranggapan bahwa rasa keakuan mereka hanya merupakan kesadaran mengenai nafsu badani pemenuhan keinginan..pemuasan kesenangan.. memperoleh kenyamanan bagi dirinya..
Bagian bawah dari batin naluri merupakan tempat rasa keakuan orang-orang primitif..bila seorang primitif mengatakan “Aku”..maka yang dimaksud adalah badannya..badan ini mempunyai perasaan..keinginan dan nafsu..mereka menggunakan daya pikirnya guna memenuhi nafsu dan keinginan fisiknya..padahal mereka sebenarnya hidup dalam tingkat batin naluri..
Setelah menyadari ketololannya dan beranjak tua..manusia harusnya semakin tinggi pendakian spiritualnya..mulailah ia mempunyai konsep tentang Aku nya yang lebih lengkap..
Bila ia mulai menggunakan akalnya..maka ia pindah dari tingkat batin naluri ke tingkat batin mental..ia mulai merasakan bahwa batinnya adalah lebih nyata bagi dirinya dari pada badannya..bahkan kadang ia melupakan badannya bila sedang terbenam dalam pemikiran secara serius..
Setelah kesadaran orang meningkat yaitu kesadarannya berpindah dari tingkat mental ke tingkat kerohanian ia menyadari bahwa “Aku” yang sebenarnya adalah sesuatu yang lebih tinggi dari pada pikiran..perasaan dan badan fisiknya..bahwa semuanya ini dapat digunakan sebagai alat saja..~> Hingga akhirnya orang benar-benar merasakan sebagai Aku yang sebenarnya (AKU SEJATI)..
Berikut cara mengembangkan atau membangkitkan kesadaran Aku yang fitrah..
Ini merupakan latihan yang harus disadari..sebab kita tidak akan bisa melakukan pendekatan kepada Allah kalau tidak menyadari hakekat diri yang hakiki..
Kesadaran “Aku” ini merupakan langkah pertama pada jalan menuju mendapatkan PENCERAHAN yang merupakan realisasi hubungan Aku dengan Yang Maha Agung..
Monggo praktekkan latihan ini di berbagai tahapan perjalanan sampai memperoleh penerangan jiwa..
MENEMUKAN AKU SEJATI..
Carilah tempat atau ruangan..yang terbebas dari gangguan..agar batin sahabat merasa aman dan tenang..
Sahabat boleh duduk..berbaring..maupun berdiri yang enak agar sahabat dapat mengendorkan otot-otot dan membebaskan ketegangan syaraf..
Lepaskan ketegangan dan biarkan otot-otot menjadi lemas..sampai terasa tenang dan damai meresapi seluruh tubuh..
Istirahatkan badan dan pasrahkan seluruh jiwa raga..
Atau lakukanlah dengan posisi berdiri..hal ini dilakukan untuk menghindari mudah terlena dan tertidur..
Setelah berpengalaman hendaknya mampu melakukan pengendoran badan dan menenangkan pikiran dimana pun dan kapanpun sahabat memerlukannya..
Ingat.. bahwa keadaan dzikir harus berada di bawah penguasaan kemauan yang keras..di dalam melakukan praktek dzikir harus diterapkan pada waktu yang tepat dan atas kemauan sendiri..
SADARI BAHWA AKU ADALAH HAKIKINYA MANUSIA YANG TIDAK PERNAH TIDUR – TIDAK MATI – ABADI..
SELALU SADAR TIDAK PERNAH MENGALAMI SEDIH DAN TAKUT..
AKU SANG ROH SUCI (FITRAH) YANG MAMPU MENEMBUS ALAM MIMPI..ALAM MALAKUT DAN ALAM ULUHIYAH..
Sekarang sahabat memasuki tahapan yang menyebabkan Aku merasa sebagai makhluk mental..
Kalau sahabat memejamkan mata..sahabat akan merasakan dan bisa membedakan mana Aku yang sebenarnya..disitu ada aku yang memperhatikan sensasi badan..seperti misalnya : lapar..haus..sakit.. sensasi yang menyenangkan..kesedihan..
Sahabat akan merasakan ternyata bukan aku sebenarnya yang lapar.. sakit dan sedih..akan tetapi itu adalah sensasi badan yang dimiliki oleh sang Aku..Aku sejati mengatasi semua itu tadi..
Mulai sekarang..melepaskan diri dari yang bukan hakiki..agar tidak diombang-ambingkan oleh tubuh sahabat sendiri..
Sadari AKU ADALAH YANG MENGUASAI PERASAAN DAN PIKIRAN, JADILAH TUAN ATAS DIRI SAHABAT..
Keluarlah sahabat seperti melepaskan baju..lalu tinggalkan dan jangan sahabat memikirkan semuanya itu..karena badan sahabat mempunyai batin naluri yang akan bergerak menurut fungsinya..
Perhatikan saat sahabat tidur..Aku sahabat meninggalkan tubuh sahabat tanpa harus memikirkan bagaimana nantinya badanku..kenyataannya tubuh bekerja menurut yang dikehendaki oleh nalurinya sendiri..
SADARKAN SANG AKU..
HUBUNGKAN DENGAN DZAT YANG MAHA MUTLAK..
HADIRLAH DIHADAPAN-NYA SEBAGAIMANA KESAKSIAN AKU DIALAM `AZALI..
PANGGILLAH..PENUH SANTUN YA ALLAH..YA ALLAH..
TUNDUKKAN JIWA SAHABAT DENGAN HORMAT..DAN DATANGLAH KEHADIRAT-NYA DENGAN TERUS MEMANGGIL YA ALLAH..YA ALLAH..
TIMBULKAN RASA CINTA YANG DALAM..HADIRLAH TERUS DALAM DZIKIR..BIARKAN SENSASI PIKIRAN DAN PERASAAN MELAYANG-LAYANG..
SADARKAN DAN KEMBALIKAN BAHWA AKU BUKAN ITU SEMUA..AKU ADALAH YANG MENYAKSIKAN SEMUANYA..
BERSAKSILAH DENGAN MENGUCAPKAN DUA KALIMAT SYAHADAT.. SAMPAIKAN DO’A SHOLAWAT UNTUK RASULULLAH DAN KELUARGANYA..
TERUSKAN AKU MELAYANG MENEMBUS SEMUA ALAM-ALAM YANG MENGHALANGI..BIARKAN AKU BERJALAN MENUJU YANG MAHA TAK TERHINGGA..

SIAPAKAH AKU..??

Bahagian 13..
SIAPAKAH AKU..??
Al Quran dan hadist adalah sebagai pegangan umat Islam supaya tidak tersesat dan mendapat keridhaan Allah..tetapi kedudukan Al Quran dan Hadist tidak dapat menggantikan kedudukan Allah dan RasulNya..
Ini seharusnya jangan dilupakan karena masih terdapat orang-orang yang lebih mengutamakan Al Quran dan hadits dibanding Allah itu sendiri..
Allah adalah Dzat Yang Maha Hidup..Yang Maha Menghidupi dan Yang Hadir..RasulNya juga adalah yang hidup atau sang diri (Ruh) yang juga disebut sebagai Muhammad..yaitu dzat yang terpuji..
Dalam pencarian kita kepada Allah..diri inilah (Muhammad) yang harus kita kenali dan jumpai dahulu..karena diri inilah yang akan membawa seseorang itu kepada Allah..
Di dalam kehidupan kita sehari-hari..sang diri ini telah terselubung dengan berbagai selubung..sehingga tidak dapat kita melihatnya..apalagi untuk mengenalinya..
Diri ini hanya akan dapat disaksikan apabila segala selubung itu dapat dibuang dan apabila kita (nafs) telah dapat berhubung dengan diri kita sendiri (ruh)..maka akan terjadilah gerakan dua arah dari diri kita itu..
Yang pertama gerakan dari diri kita itu (ruh) kepada badan jasmani dan yang kedua gerakan sang diri (ruh) menuju Tuhan Yang Maha Esa..
Badan (nafs) yang dihidupi menerima daya hidup dari sang diri (Ruh), karena sang diri telah terbebas dari hijab atau selubung..maka sang diri akan menerima limpahan daya dari Allah..
Apabila hubungan ini tidak tersekat lagi oleh hijab dan kotoran batin.. maka jasad kita merupakan manifestasi dari Maha Pencipta..pada peringkat ini sang hamba benar-benar dicintai Allah..
Hatinya benar-benar terserap oleh cinta sejati Maha Penciptanya..tidak ada lagi bentuk (sosok) diri yang terlihatkan..bahkan ia melihat dan menemukan Allah di segala tempat..(sudah tentu termasuk dirinya sendiri)..
Sekarang ciba kita lihat siapa yang dikatakan “aku”..
Jelas banyak orang bertanya siapa aku itu..
Semasa Nabi Muhammad SAW masih hidup..maka Aku itu tampil pada diri junjungan Nabi kita itu..yaitu seorang bangsa bercirikan Arab..
Tetapi dapatkah Aku itu tampil kepada bangsa yang bercirikan bukan Arab..seperti Melayu..Jawa..India dan sebagainya..
Karena di dalam Al Quran Surah At Thaha 20:14 disebutkan :
"Sesungguhnya Aku adalah Allah..Tiada Tuhan selain Aku..maka dirikanlah solat untuk mengingati Aku"
Jadi perintah untuk mengikuti Aku ini tetap berlangsung hingga ke hari ini, walaupun Nabi Muhammad SAW telah wafat..
Sebenarnya yang dimaksudkan aku adalah Aku sebagai manifestasi AKU..
Maksudnya..Aku adalah tajali atau manifestasi Tuhan yang ada di dalam diri manusia..
Jadi Aku adalah SUARA HATI atau HATI NURANI..
Setiap orang pasti memiliki hati nurani..tapi bagi kebanyakan orang..hati nurani ini telah terkalahkan oleh hawa nafsu..
Sungguh malang sekali..
Jikalau kita perhatikan hubungan hakikat manusia dan hakikat Allah ialah suatu hubungan yang sangat erat dan amat mesra..seolah-olah dua nama bagi menunjukkan satu wujud..
Hubungan yang amat erat itu..umpama hubungan yang terjalin antara ruh dan jasad..sangat erat dan tidak dapat dipisahkan..
Karena eratnya hubungan itu..kewujudan Allah tidak akan diketahui tanpa wujudnya manusia dan manusia tidak akan ada jikalau tidak wujud Allah..
Manusia adalah maujud (yang menunjukkan) kepada yang wujud..
Dengan itu kewujudan manusia adalah bagi menunjukkan kewujudan Allah..dan Allah menjadikan manusia untuk menunjukkan keadaanNya dan KekuasaanNya..
Persoalannya mengapa Allah yang menjadi Tuhan dan Nur Muhammad (ruh) menjadi hamba..??
Ini karena ia telah termaktub di dalam perjanjian yang telah dibuat antara Allah dan Nur Muhammad..yang mewakili sekalian ruh..
Perjanjian itu yang dibuat di Alam Ruh..ia adalah bersifat kekal dan tidak boleh ditukar-tukar lagi..
Semasa di Alam Ruh..
Ruh telah berjanji dengan Allah..atau perjanjian antara Nur Allah dan Nur Muhammad..atau perjanjian antara Dzat dengan Sifat..
Dalam perjanjian tersebut Nur Muhammad telah mengakui Dzat sebagai Tuhan dan Nur Muhammad sendiri sebagai hamba..
Perjanjian itu QS Al A’raf 7 : 172 :
"Bukankah Aku ini tuhanmu..?? ya..kami menjadi saksi.."
Apabila Nur Muhammad mengakui Dzat adalah Tuhannya..maka sejak awal terjadinya..maka ruh perlu mengingat (berzikir) kepada Allah..
Itulah sebabnya ruh diberi jasad supaya dapat menzahirkan diri Rahasia Dzat..diri yang sebenar-benar diri..yaitu DIRI BATIN kepada manusia..
Pentingnya perjanjian itu adalah..tanpa perjanjian itu ruh tidak akan mempunyai jasad dan Dzat Allah tidak akan wujud dalam ingatan (dzikir)..
Oleh karena itu ruh perlu mengingat Dzat..yang Zahir memuji yang ghaib (Batin)..
Jikalau manusia tidak berzikir atau mengingat Allah..maka kewujudan Allah tidak akan nyata..Dzat akan ‘hilang’ dalam keghaiban dengan begitu saja..
Allah berfirman QS Al Baqarah 2:152 :
"Ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat kepada mu..berterima kasihlah kepada Ku dan jangan kamu mengkufuri nikmat KU.."
Ya..tujuan Allah memberikan jasad kepada ruh adalah untuk mengingatkan manusia tentang DzatNya..yaitu Tuhan semesta alam..
Dan untuk mengingatkan bahwa setiap yang wujud di dunia ini adalah berasal daripada Dzat Allah..
Tanpa adanya Diri Rahasia Allah (maka Ku tiupkan RuhKu) pada manusia adalah mustahil manusia wujud seperti yang ada sekarang ini..
Kesimpulannya kita beribadah dan berzikir (mengingati Allah) adalah untuk mengingatkan diri kita sendiri (manusia) bahwa ruh kita ini sebenarnya berasal dari Dzat Allah..dan dengan itu perlu mengingat Dzat Allah..yaitu Diri yang sebenar-benar Diri..
"FAS’ALU AHLAZ ZIKRI INKUNTUM LATAK LAMUN"
Artinya : Bertanyalah kepada orang mempunyai pengetahuan (ilmu) atau pada ahlinya jika kamu tidak mengerti/tidak mengetahui..
(QS.AN-Nahl 43)
Tetapi..walaupun telah mencapai makam Ke-Esa-an..hamba tetap hamba..karena Tuhan tidak suka kepada yang menyombongkan diri..