“…dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berdoa): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’” (QS. Ali
Imran: 191)
“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.” (QS. Ar-Ra’d: 3)
“Pikirkanlah karunia-karunia Allah dan janganlah kalian memikirkan (Dzat) Allah.” (HR. Thabrani, Baihaqi dan Ibnu Ady)
“Andaikata manusia mau memikirkan keagungan Allah, tentu dia tidak akan berani mendurhakai-Nya.” (Bisyr Al-Hafy)
“Bagi orang yang berakal, segala sesuatu di sekeliling mereka adalah tanda penciptaan.” (Harun Yahya)
Sejak duduk di bangku SMP saya mulai terbiasa merenung. Selepas membaca
buku atau membaca Al Quran atau selepas berdzikir. Dengan menarik nafas
panjang dan membuangnya secara perlahan, saya berhenti sejenak untuk
merenungi apa yang pernah terjadi dan apa yang ada disekeliling saya.
Puji syukur kehadirat Allah, rumah yang saya tempati waktu masih SMA
memiliki halaman yang luas, pohon tinggi besar yang rindang, agak sunyi
dan sangat sejuk.
Saya terbiasa mendengarkan suara kicauan
burung, gesekan dedaunan, belaian dan suara desiran angin yang menyentuh
kulit dan ketika malam hari suara jangkrik menambah harmonis suasana
yang ada. Saya melihat hutan, laut yang terbentang luas, serangga, air
terjun, dan hewan tetapi bagaimana mereka bekerja bersama-sama tidak
dapat saya lihat – suatu jaringan hubungan. Totalitas mereka sebagai
satu ekosistem tidak terlihat tetapi bukan berarti tidak nyata, kita
tahu saat ekosistem tersebut rusak.
Atau renungkan tentang tubuh
kita. Tidak banyak dokter sekarang yang akan menyangkal bahwa keadaan
mental mempengaruhi kesehatan fisik. Hal-hal yang terlihat seperti
sikap, emosi, dan filosofi pribadi bias menyebabkan penyakit jantung
atau bisa juga menyembuhkannya. Itulah sebabnya mengapa para psikiatri
dan para psikolog menyelidiki hal-hal yang terlihat yang melekat pada
jiwa – hal ghaib yang telah menerima perhatian baru belakangan ini.
Bahkan psikologi tradisional banyak berurusan dengan hal-hal yang ghaib:
segi-segi yang tak terlihat dari kepribadian kita serta kisah-kisah
yang mereka ceritakan tentang siapa kita.
Penyembuhan dari
kecanduan juga terkait dengan hal-hal tak terlihat. Kecanduan alkohol,
penyalahgunaan obat dan kecanduan-kecanduan lainnya merupakan bentuk
yang dapat diamati, tetapi apa yang ada dibalik semua itu? Apakah
dinamika ghaib yang mendorong pada kecanduan, dan bagaimana kita dapat
mengubahnya? Pergeseran dinamika membutuhkan kepercayaan pada suatu
Kekuatan Yang Maha Tinggi yang bisa membantu perubahan itu. Karena
bentuk tak terlihat yang dinamakan ego itu merupakan bagian dari
dinamika yang perlu digeser, maka gagasannya adalah mendasarkan
pergeseran itu pada sesuatu yang lebih dalam – pada suatu kekuatan yang
dapat mendatangkan perubahan dan penyembuhan.
Di antara
tanda-tanda kekuasaan-Nya yang lain adalah mutiara yang terpendam di
dalam gunung dan tambang yang terdiri dari emas dan perak serta
batu-batu mulia lainnya. Begitu pula minyak bumi dan korek api. Di
antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang lain adalah lautan yang luas
membentang dan dalam, memisahkan beberapa daratan bumi. Andaikan seluruh
permukaan daratan, termasuk pula gunung-gunungnya dihamparkan menjadi
satu bagian yang utuh, maka ia tak ubahnya sebuah pulau kecil yang
berada di tengah lautan yang luas. Di lautan terdapat berbagai keajaiban
yang berlipat ganda dari keajaiban yang kita lihat di daratan.
Perhatikan bagaimana Allah menciptakan mutiara, yang Dia bentuk di bawah
permukaan air. Perhatikan pula Allah menumbuhkan karang-karang di
sebuah kedalaman air dan kekayaan-kekayaan lain yang tersimpan di dalam
laut. Perhatikan keajaiban perahu yang dibuat Allah dapat mengambang di
atas permukaan air lalu menjalankannya di lautan, digerakkan angin. Yang
lebih mengagumkan lagi adalah air, yang merupakan inti kehidupan dari
segala benda yang ada dipermukaan bumi, entah jenis hewan maupun
tetumbuhan. Andaikan seorang memerlukan seteguk air, namun dia tidak
bisa mendapatkannya, lalu dia harus mengeluarkan segala apa pun yang
dimilikinya untuk mendapatkan air itu, tentu dia akan melakukannya.
Kemudian jika dia sudah mendapatkan air itu, namun tidak dapat
mengeluarkannya dari badan, tentu dia akan mengeluarkan air itu dari
badannya. Dalam keadaan seperti ini, tentu dia tidak akan melupakan
nikmat ini.
Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang lain adalah
udara, yaitu materi yang lembut dan tidak bisa dilihat dengan mata
telanjang. Kemudian lihatlah kekuatan dan kedahsyatannya, yang mampu
mengangkat pesawat terbang dengan baling-balingnya. Lihat pula
keajaiban-keajaiban udara, yang kemudian menciptakan mendung, petir,
guntur, hujan, salju, embun, dan lain-lain. Perhatikan pula burung yang
melayang-layang dengan kedua sayapnya di udara, sebagaimana hewan laut
yang berenang di dalam air. Kemudian kemudian perhatikan langit yang
membentang luas. Dalamnya ada bintang-gemintang, matahari dan rembulan
dan semua benda yang ada di sana, yang semuanyatentu ada hikmahnya,
termasuk pula warna, bentuk, dan tempatnya masing-masing. Kemudian
perhatikan malam yang berganti siang, siang yang berganti malam. Lihat
perjalanan matahari, pergantian musim dari musim kemarau, hujan, dingin,
gugur, dan semi.
Perhatikan bumi yang kita diami ini Dengan
segala keistimewaan yang ada padanya, bumi diciptakan dengan
keseimbangan yang luar biasa stabil, yang membuatnya cocok bagi
berlangsungnya kehidupan makhluk hidup. Jarak bumi dari matahari,
kemiringan sumbu bumi terhadap orbit, keseimbangan dalam atmosfer,
kecepatan rotasi bumi pada sumbunya, kecepatannya mengelilingi matahari,
fungsi laut dan gunung di bumi, sifat-sifat dan interaksi di antara
makhluk hidup, semua ini hanyalah beberapa unsur dari keseimbangan
ekologis yang terdapat di bumi.
Kalau dibandingkan dengan planet
lain, semakin jelas bahwa bumi secara khusus dirancang bagi manusia.
Air, misalnya, adalah senyawa yang sangat sulit ditemukan di planet
lain. Dalam tata surya kita, air berwujud cair hanya ditemukan di bumi.
Terlebih lagi, 70% permukaan bumi tertutup oleh air. Jutaan jenis
makhluk hidup hidup di air. Pembekuan air, kapasitas air untuk menarik
dan menyimpan panas, adanya badan air berukuran besar berbentuk lautan,
dan bahkan penyaluran panas yang melintasi bumi adalah karakteristik
yang hanya dimiliki oleh bumi. Tidak ada planet lain yang memiliki
sirkulasi badan cair yang konstan seperti yang terdapat di bumi.
Poros bumi membuat sudut miring (inklinasi) sebesar 23° dari orbitnya.
Musim terbentuk akibat kemiringan ini. Andaikan sudut kemiringan ini
sedikit lebih besar atau lebih kecil, perbedaan suhu antara musim akan
menjadi sangat ekstrem. Andaikan ini terjadi, di bumi akan terjadi
kondisi ekstrem yang tak tertahankan, musim panas yang sangat panas dan
musim dingin yang sangat dingin.
Kecepatan rotasi bumi pada
sumbunya merupakan kecepatan yang paling sesuai bagi makhluk hidup.
Planet-planet lain dalam tata surya pun mengalami siang dan malam.
Karena perbedaan waktu di planet lain jauh lebih besar dibandingkan
dengan di bumi, perbedaan antara suhu siang dan malam pun sangat tinggi.
Hebatnya aktivitas angin di atmosfer planet lain tidak kita temukan di
bumi ini, suatu keistimewaan berkat rotasi planet bumi yang seimbang.
Jenis dan konsentrasi gas-gas yang menyusun atmosfer sangat penting
bagi keberadaan bukan hanya umat manusia, melainkan juga semua makhluk
hidup yang ada di bumi. Koeksistensi sejumlah besar keseimbangan yang
stabil di bumi memungkinkan terbentuknya gas-gas atmosfer dengan
proporsi yang tepat dan selalu konstan.
Sementara engkau lihat
planet-planet itu berputar mengelilingi matahari dan bintang-gemintang
berkelap-kelip indah dengan pandangan yang menutup sebelah mata
meremehkan bukti-bukti keagungan itu. Yang lebih aneh lagi, tatkala
engkau memasuki rumah orang kaya raya, yang segala perabotnya dilapisi
emas, tentu engkau akan berdecak kagum. Pandangan matamu menyapu seluruh
ruangan yang elok, melihat lantainya yang berih mengkilap, atapnya yang
menawan dan segala benda yang ada di dalamnya yang serba bernilai. Tapi
justru engkau tidak memperhatikan semua itu dengan sanubarimu, tidak
memikirkan Pencipta dirimu. Engkau lupa dirimu sendiri dan Penciptamu.
Engkau sibuk dengan urusan perut dan kemaluanmu. Keadaan dirimu yang
sedang lalai ini tak ubahnya keadaan seekor semut yang keluar dari
liangnya yang dia buat di celah diding istana raja, lalu bertemu
temannya dan berbincang-bincang tentang liangnya, sementara ia melupakan
istana raja dan siapa yang ada di dalamnya. Begitulah keadaan dirimu
yang sedang lalai. Engkau tidak melihat langit melainkan seperti apa
yang diketahui seekor semut tantang satu atap rumahmu.
Inilah
penjelasan yang senantiasa berputar-putar dalam pikiran orang-orang yang
suka merenung dan berpikir. Umur terlalu pendek dan ilmu sangat
terbatas untuk bisa mengungkap sebagian makhluk, terlebih lagi
keseluruhannya. Hanya saja selagi kita semakin banyak mengetahui
berbagai macam keajaiban penciptaan, maka pengetahuan kita tentang
keagungan Sang Pencipta juga akan bertambah banyak. Siapa yang
memperhatikan semua ini sebagai penciptaan Allah, tentu dia akan
mengetahui keagungan dan kebesaran-Nya. Namun siapa yang tidak mampu
menyerap semua itu dan tidak mengaitkannya dengan penyebab di
belakangnya, maka dia akan menderita. Kita tidak perlu memikirkan
sesuatu yang tidak bisa kita lihat, seperti malaikat dan jin. Kita hanya
perlu melihat dan memperhatikan apa yang tampak oleh mata dzahir.
Merenung tentang berbagai hal yang ada di alam semesta ini, dengan
mencakup semua, yang terlihat dan yang ghaib, materi dan pikiran, dalam
satu totalitas yang teratur akan selalu mengungkapkan keteraturan dan
makna yang melekat padanya menjadi sesuatu yang terlihat. Kita melihat
Tuhan melalui karya-Nya yang menakjubkan ini, sebagaimana seorang ahli
fisika, Dr. David Darling berkata: “Bila tutup kotak kosmik terbuka,
maka sulur keajaiban penciptaan akan tampak dari bawahnya.”