Setiap yang ada pasti
dapat dikenal dan hanya yang tidak ada yang tidak dapat dikenal. Karena
Allah adalah zat yang wajib al-wujud yaitu zat yang wajib adanya,
tentulah Allah dapat dikenal, dan kewajiban pertama bagi setiap muslim
adalah terlebih dahulu mengenal kepada yang disembahnya, barulah ia
berbuat ibadah sebagimana sabda Nabi :
أَوَلُ الدِّيْنِ مَعْرِفَةُ اللهِ
Artinya: “Pertama sekali di dalam agama ialah mengenal Allah
Kenallah dirimu, sebagaimana sabda Nabi SAW
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ رَبَّهُ فَسَدَ جَسَدَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal
Tuhannya, dan barangsiapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah (fana)
dirinya.
Lalu diri mana yang wajib kita kenal?
Sungguhnya diri kita terbagi dua sebagaimana firman Allah dalam surat
Luqman ayat 20 :
وَأَسْبَغَ عَليْكُمْ نِعَمَهُ ظَهِرَةً وَبَاطِنَةً
Artinya : Dan Allah telah menyempurnakan bagimu nikmat zahir dan nikmat batin.
Jadi berdasarkan ayat di atas, diri kita sesungguhnya terbagi dua:
1. Diri Zahir yaitu diri yang dapat dilihat oleh mata dan dapat diraba oleh tangan.
2. Diri batin yaitu yang tidak dapat dipandang oleh mata dan tidak
dapat diraba oleh tangan, tetapi dapat dirasakan oleh mata hati. Adapun
dalil mengenai terbaginya diri manusia
Karena sedemikian
pentingnya peran diri yang batin ini di dalam upaya untuk memperoleh
pengenalan kepada Allah, itulah sebabnya kenapa kita disuruh melihat ke
dalam diri (introspeksi diri) sebagimana firman Allah dalam surat
az-Zariat ayat 21:
وَفِى اَنْفُسِكُمْ اَفَلاَ تُبْصِرُوْنَ
Artinya : Dan di dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya.
Allah memerintahkan kepada manusia untuk memperhatikan ke dalam dirinya
disebabkan karena di dalam diri manusia itu Allah telah menciptakan
sebuah mahligai yang mana di dalamnya Allah telah menanamkan rahasia-Nya
sebagaimana sabda Nabi di dalam Hadis Qudsi :
بَنَيْتُ فِى
جَوْفِ اِبْنِ آدَمَ قَصْرًا وَفِى الْقَصْرِ صَدْرً وَفِى الصَّدْرِ
قَلْبًا وَفِى الْقَلْبِ فُؤَادً وَفِى الْفُؤَادِ شَغْافًا وَفِى
الشَّغَافِ لَبًّا وَفِى لَبِّ سِرًّا وَفِى السِّرِّ أَنَا (الحديث
القدسى)
Artinya: “Aku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai
dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati (qalbu)
namanya dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad) dan dalam mata hati
(fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf) dan dibalik penutup mata hati
(saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban)
ada rahasia (sirr) dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku kata Allah”.
(Hadis Qudsi)
Bagaimanakah maksud hadis ini? Tanyalah kepada
ahlinya, yaitu ahli zikir, sebagaimana firman Allah dalam surat an-Nahal
ayat 43 :
فَاسَئَلُوْا أَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لاَتَعْلَمُوْنَ
Artinya: “Tanyalah kepada ahli zikrullah (Ahlus Shufi) kalau kamu benar-benar tidak tahu.”
Karena Allah itu ghaib, maka perkara ini termasuk perkara
yang dilarang untuk menyampaikannya dan haram pula dipaparkan kepada
yang bukan ahlinya (orang awam), seabagimana dikatakan para sufi:
وَلِلَّهِ مَحَارِمٌ فَلاَ تَهْتَكُوْهَا
Artinya: “Bagi Allah itu ada beberapa rahasia yang diharamkan membukakannya kepada yang bukan ahlinyah”.
Nabi juga ada bersabda :
وَعَائِيْنِ مِنَ الْعِلْمِ اَمَّا اَحَدُ هُمَا فَبَشَتْتُهُ لَكُمْ
وَاَمَّااْلأَخِرُ فَلَوْبَثَتْتُ شَيْئًا مِنْهُ قَطَعَ هَذَالْعُلُوْمَ
يَشِيْرُ اِلَى حَلْقِهِ
Artinya: “Telah memberikan kepadaku
oleh Rasulullah SAW dua cangkir yang berisikan ilmu pengetahuan, satu
daripadanya akan saya tebarkan kepada kamu. Akan tetapi yang lainnya
bila saya tebarkan akan terputuslah sekalian ilmu pengetahuan dengan
memberikan isyarat kepada lehernya.
اَفَاتُ الْعِلْمِ النِّسْيَانُ وَاِضَاعَتُهُ اَنْ تَحَدَّثْ بِهِ غَيْرِ اَهْلِهِ
Artinya : “Kerusakan dari ilmu pengetahuan ialah dengan lupa, dan
menyebabkan hilangnya ialah bila anda ajarkan kepada yang bukan
ahlinya.”
Adapun tentang Ilmu Fiqih atau Syariat Nabi bersabda:
بَلِّغُوْا عَنِّى وَلَوْ اَيَةً
Artinya: “Sampaikanlah oleh kamu walau satu ayat saja”.
Adapun Ilmu Fiqih tidak boleh disembunyikan, sebagaimana sabda Nabi SAW:
مَنْ كَتَمَ عِلْمًا لِجَمِّهِ اللهِ بِلِجَامٍ مِنَ النَّارِ
Artinya: “Barangsiapa yang telah menyembunyikan suatu ilmu pengetahuan
(ilmu syariat) akan dikekang oleh Allah ia kelak dengan api neraka”.
Adapun ilmu hakikat atau ilmu batin memang tidak boleh
disiar-siarkan kecuali kepada orang yang menginginkannya. Memberikan dan
mengajarkan ilmu hakikat kepada yang bukan ahlinya ditakuti jadi fitnah
disebabkan pemikiran otak sebahagian manusia ini tidak sampai mendalami
ke lubuk dasarnya yaitu ilmu Allah Ta’ala. Ibarat kayu di hutan tidak
sama tingginya, air di laut tidak sama dalamnya, dan tanah di bumi tidak
sama ratanya, demikian halnya dengan manusia. Maka ahli Zikir (ahlus
Shufi) inilah yang mendekati maqam wali-wali Allah yang berada di bawah
martabat para nabi dan rasul. Inilah makna tujuan Allah memerintahkan
supaya bertanya kepada ahli Zikir, karena ahli Zikir adalah orang-orang
yang senantiasa hati dan pikirannya selalu ingat kepada Allah serta
senantiasa mendapat bimbingan ilham dari Allah SWT.
Oleh karena itu, agar kita dapat mengenal Allah, maka kita harus
mempunyai pembimbing rohani atau mursyid. Tentang hal ini Abu Ali
ats-Tsaqafi bertaka, “seandainya seseorang mempelajari semua jenis ilmu
dan berguru kepada banyak ulama, maka dia tidak sampai ke tingkat para
sufi kecuali dengan melakukan latihan-latihan spiritual bersama seorang
syeikh yang memiliki akhlak luhur dan dapat memberinya nasehat-nasehat.
Dan barang siapa yang tidak mengambil akhlaknya dari seorang syeikh yang
melarangnya, serta memperlihatkan cacat-cacat dalam amalnya dan
penyakit-penyakit dalam jiwanya, maka dia tidak boleh diikuti dalam
memperbaiki muamalah”.
Namun tidaklah ilmu pengenalah
kepada Allah ini diperoleh dengan mudah begitu saja seperti mempelajari
ilmu syari’at, karena ada satu syarat yang paling utama yang harus
dilakukan terlebih dahulu yaitu mengambil ilmu ini dengan dibai’at oleh
seorang mursyid yang kamil mukamil yang masuk dalam rantai silsilah para
syeikh tarekat sufi yang bersambung-sambung sampai kepada Rasulullah
SAW. Oleh karena itu jalan satu-satunya bagi kita untuk dapat mengenal
Allah adalah dengan mempelajari ilmu tarekat di bawah bimbingan seorang
mursyid.
Tanya : Mengapa hati memegang peran penting di dalam mengenal Allah?
Jawab : Bila kita sebut nama hati, maka hati yang dimaksud di sini
bukanlah hati yang merah tua seperti hati ayam yang ada di sebelah kiri
yang dekat jantung kita itu. Tetapi hati ini adalah alam ghaib yang tak
dapat dilihat oleh mata dan alat panca indra karena ia termasuk alam
ghaib (bersifat rohani). Tiap-tiap diri manusia memiliki hati sanubari,
baik manusia awam maupun manusia wali, begituja para nabi dan rasul.
Pada hati sanubari ini terdapat sifat-sifat jahat (penyakit hati),
seperti : hasad, dengki, loba, tamak, rakus, pemarah, bengis, takbur,
ria, ujub, sombong, dan lain-lain. Tetapi bilamana ia bersungguh-sungguh
di dalam tarekatnya di bawah bimbingan mursyidnya, maka lambat laun
hati yang kotor dan berpenyakit tadi akan bertukar bentuknya dari rupa
yang hitam gelap pekat menjadi bersih putih dengan mengikuti kegiatan
suluk atau khalwat secara kontinyu. Manakala hati yang hitam tadi telah
berubah menjadi putih bersih, barulah ia memberikan sinar. Hati yang
putih bersih bersinar itulah yang dinamakan atau disebut juga dengan
diri yang batin.
Seumpama kita bercermin di depan
kaca, maka kita tidak akan dapat melihat apa yang ada dibalik cermin
selain muka kita, karena terhalang oleh cat merah yang melekat
disebaliknya. Tetapi bila cat merah itu kita kikis habis, maka akan
tampaklah di sebaliknya bermacam-macam dan berlapis-lapis cermin hingga
sampai menembus ke alam Nur, alam Jabarut, alam Lahut, hingga alam
Hadrat Hak Allah Ta’ala.
Itulah sebabnya bila kita
hanya baru sebatas mengenal hati sanubari saja, maka yang kita lihat
hanya diri kita saja, sebab ditahan oleh cat merah tadi, yaitu
sifat-sifat jahat seperti: takabbur, ria, ujub, dengki, hasad, pemarah,
loba, tamak, rakus, cinta dunia, dan berbagai penyakit hati lainnya.
Tetapi bila mana cat merah itu telah terkikis habis, barulah ia akan
menyaksikan alam yang lebih tinggi dan mengetahuilah ia segala rahasia
termasuk dirinya dan hakikatnya dan juga alam seluruhnya dan akhirnya
mengenallah ia akan Tuhannya. Itulah sebabnya para wali-wali Allah itu
lahir dari para sufi yaitu orang-orang yang telah berhasil membersihkan
hatinya dengan bantuan mursyidnya pada zahir sedang pada hakikatnya
dengan qudrat dan iradat Allah Ta’ala. Di sinilah terletak wajibnya
mengenal diri untuk jalan mengenal Allah.
ILMU HATI (ILMU TAREKAT)
Hati memegang peranan penting bagi manusia. Baik dan buruknya seseorang ditentukan oleh hati sebagaimana Hadis Nabi:
...اَلاَوَاِنَّ فِى الْجَسَدِ مُدْغَةً اِذَاصَلُحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ
كُلُّهُ وَاِذَافَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ آلآوَهِيَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal darah, bila ia telah
baik maka baiklah sekalian badan.Dan bila ia rusak, maka rusaklah
sekalian badan. Dan bila ia rusak maka binasalah sekalian badan, itulah
yang dikatakan hati”.
Demikianlah pentingnya peranan hati bagi
manusia, oleh sebab itu manusia wajib menjaga kesucian hatinya. Adapun
yang menjadi penyebab kotornya hati manusia itu adalah disebabkan
berbagai penyakit yang terdapat padanya sebagaimana dijelaskan oleh
firman Allah:
فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ
“Di dalam hati mereka ada penyakit”. (Q.S. 2 Al-Baqarah: 10)
Menurut Syekh Muda Ahmad Arifin terdapat 6666 ayat Al-Qur’an dan 6666
urat di dalam tubuh manusia, demikian halnya dengan hati manusia, ada
6666 penyakit di dalam hati manusia. Dari sekian banyak penyakit yang
ada di dalam hati manusia, ada beberapa penyakit hati yang paling
berbahaya, di antaranya: hawa nafsu, cinta dunia, loba, tamak, rakus,
pemarah, pengiri, dendam, hasad, munafiq, ria, ujub, takabbur. Jadi bila
tidak diobati, maka sambungan ayat mengatakan:
فَزَادَهُمُ اللهُ مَرَضًا
“Lalu ditambah Allah penyakitnya”. (Q.S. 2 Al-Baqarah: 10)
Demikianlah bahayanya apabila manusia itu tidak segera
membersihkan hatinya, maka Allah akan terus menambah penyakitnya. Oleh
sebab itu kewajiban pertama bagi manusia adalah terlebih dahulu ia harus
mensucikan hatinya sebagaimana firman Allah:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّ
“Beruntunglah orang yang mensucikan hatinya dan mengingat Tuhan-Nya, maka didirikannya sembanhyang”. (Q.S. 87 Al-A’la: 14-15)
Dari penjelasan surah Al-A’la di ayat 14 dan 15 di atas
dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga kewajiban yang dibebankan oleh
Allah kepada manusia:
Di dalam surah Al-A’la ayat 14 Allah
menyatakan bahwa orang-orang yang telah mensucikan hatinya sesungguhnya
telah memperoleh keberuntungan. Lalu dibenak kita timbul beberapa
pertanyaan:
- Apa yang dimaksud dengan hati yang bersih?
- Bagaimana cara membersihkan hati?
- Mengapa orang yang mensucikan hatinya disebut orang yang beruntung?
- Apa keuntungan yang diperoleh oleh orang yang telah mensucikan hatinya?
Pertama, apa yang dimaksud dengan hati yang bersih? Menurut Syekh Muda
ahmad Arifin yang dimaksud dengan hati yang bersih yaitu tidak ada di
dalam hati itu selain Allah. Artinya seseorang yang disebut hatinya
bersih adalah orang yang senantiasa selalu mengingat Allah. Itulah
sebabnya para sufi berkata:
قَلْبُ الْمُؤْمِنِيْنَ بَيْتُ اللهُ
“Hati orang mukmin itu adalah rumah Allah”.
Kedua, bagaimana cara membersihkan hati? Menurut Syekh Muda
Ahmad Arifin satu-satunya cara membersihkan hati yaitu dengan
mempelajari ilmu hati. Ilmu hati ini lazim disebut dengan beberapa nama
di antaranya: ilmu batin, ilmu hakikat, ilmu tarekat. Menurutnya tujuan
mempelajari ilmu hati adalah untuk mengenal Allah, sebab hati merupakan
sarana yang telah ditetapkan oleh Allah untuk dapat menyaksikan-Nya
sebagaimana firman Allah:
مَاكَذَبَ الْفُؤَادُ مَارَآى
“Tidak dusta apa yang telah dilihat oleh mata hati”.(Q.S. An-Najm: 11)
Jadi hanya dengan mempelajari ilmu hatilah kita baru dapat
mengenal Allah. Apabila kita telah dapat mengenal Allah, barulah kita
dapat mengingat-Nya. Dan mengingat Allah merupakan satu-satunya cara
untuk membersihkan hati sebagaimana Hadis Nabi:
لِكُلِّ شَيْءٍ صَقَلَةٌ وَصَقَلَةُ الْقَلْبُ ذِكْرُاللهُ
“Segala sesuatu ada alat pembersihnya dan alat pembersih hati yaitu mengingat Allah”.
Ketiga, mengapa orang yang mensucikan hatinya disebut orang
yang beruntung? Menurut Syekh Ahmad Arifin penyebab Allah menyebut
orang-orang yang telah mensucikan hatinya sebagai orang-orang yang
beruntung adalah disebabkan karena sesungguhnya hanya orang-orang yang
telah mensucikan hatinyalah yang dapat mengenal Allah. Menurut
al-Ghazali hati manusia berfungsi sebagai cermin yang hanya bisa
menangkap cahaya ghaib (Allah) apabila tida tertutup oleh
kotoran-kotoran keduniaan. Sesungguhnya hanya orang-orang yang telah
mensucikan hatinyalah yang dapat mengenal Allah dan merekalah yang
disebut sebagai orang-orang yang beruntung.
Keempat,
apa keuntungan yang diperoleh oleh orang yang telah mensucikan hatinya?
Menurut Syekh Muda Ahmad Arifin keuntungan yang diperoleh oleh orang
yang telah mensucikan hatinya adalah dapat mengenal Tuhannya. Itulah
sebabnya Allah berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّهَا
“Beruntunglah orang yang telah mensucikan hatinya dan merugilah orang yang telah mengotorinya”. (Q.S. 91 As-Syamsi: 9-10)
Itulah sebabnya pada ayat di atas Allah memuji orang-orang
yang telah mensucikan hatinya, sebab hanya orang-orang yang telah
mensucikan hatinya yang dapat mengenal Allah. Adapun orang-orang yang
mengotorinya adalah orang-orang yang merugi, karena sesungguhnya
orang-orang yang hatinya kotor tidak akan pernah dapat mengenal
Tuhannya.
Kewajiban yang kedua adalah mengingat
Allah, sebab mustahil kita dapat mengingat Allah kalau kita belum
mengenal-Nya dan mustahil kita dapat mengenal-Nya kalau kita belum
pernah berjumpa. Dan mustahil kita dapat berjumpa dengan Allah tanpa
terlebih dahulu menyertakan diri dan belajar kepada orang yang telah
dapat beserta Allah. Itulah sebabnya Nabi memerinthakan kepada kita agar
menyertakan diri kepada orang yang telah serta Allah sebagaimana sabda
Nabi:
كُنْ مَعَ اللهُ وَاِنْ لَمْ تَكُنْ مَعَ اللهِ فَكُنْ مَعَ مَنْ كَانَ مَعَ اللهِ فَإِنَّهُ يُوْصِلُكَ اِلَى اللهِ
“Sertakanlah kepada Allah, apabila kamu tidak dapat beserta Allah maka
sertakanlah dirimu kepada orang yang telah serta Allah, maka ia akan
mengenalkan kamu kepada Allah”.
Berdasarkan Hadis di
atas, maka kewajiban pertama bagi manusia adalah mencari guru (wasilah)
agar ia dapat memperoleh pengenalan kepada Tuhannya. Setelah manusia itu
dapat mengenal Allah maka kewajiban kedua baginya adalah mengingat
Tuhan-Nya.
Shalat merupakan tiang agama yang
dilaksanakan apabila kita telah melaksanakan kewajiban pertama dan
kedua, sebab tujuan shalat adalah untuk mengingat-Nya sebagaimana firman
Allah:
اِنَّنِى أَنَااللهُ لاَإِلَهَ اِلاَّ أَنَا فَاعْبُدْنِى وَأَقِمِ الصَّلَوةَ لَذِكْرِى
“Sesungguhnya Aku inilah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka
sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (Q.S. 20
Thaha: 14)
Firman Allah di atas senada dengan firman
Allah pada surat Al-A’la ayat 14 dan 15 yang telah diuraikan sebelumnya.
Untuk mengetahui secara jelas persamaan makna yang terdapat pada kedua
ayat tersebut penulis akan menguraikan kalimat perkalimat pada surat
Thaha ayat 14 serta membandingkannya dengan surat Al-A’la ayat 14.
Pertama, pada bagian awal surat Thaha ayat 14 Allah
berfirman: “Sesungguhnya Aku ini Allah”.Bila kita menganalisis firman
Allah tersebut maka dapatlah kita ketahui bahwa sesungguhnya Allah itu
ingin dikenal. Firman Allah pada surat Thaha tersebut senada dengan
firman Allah pada surat Al-A’la ayat 14: “Beruntunglah orang-orang yang
mensucikan hatinya”. Makna beruntung pada ayat ini adalah bahwa
keuntungan yang diperoleh oleh orang-orang yang mensucikan hatinya
adalah dapat mengenal Allah. Bahkan bila kita analisis lebih jauh selain
memiliki persamaan makna, kedua ayat tersebut juga memiliki kaitan di
mana ayat yang satu berfungsi sebagai penjelas bagi yang lain. Pada
surah Thaha Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku ini Allah”. Ayat tersebut
mengintruksikan kepada manusia kewajiban untuk mengenal Allah. Pada
surah al-A’la ayat 14 Allah berfirman: “Beruntunglah orang-orang yang
mensucikan hatinya”. Pada ayat ini Allah memuji orang-orang yang
mensucikan hatinya, sebab hanya orang-orang yang mensucikan hatinyalah
yang dapat mengenal Allah dan merekalah yang dinyatakan Allah sebagai
orang-orang yang beruntung. Dari uraian singkat di atas dapat
disimpulkan bahwa firman Allah pada surat Thaha ayat 14 keduanya
mengindikasikan bahwa kewajiban pertama bagi manusia adalah terlebih
dahulu mensucikan hatinya agar ia dapat mengenal Tuhannya.
Kedua, pada bagian tengah surat Thaha Allah berfirman: “Tiada
Tuhan selain Aku”. Bila kita analisis firman Allah di atas, maka dapat
kita ketahui bahwa maksud yang terkandung di dalamnya adalah perintah
untuk mengingat-Nya, sebab kalimat “Tiada Tuhan selain Allah”, bermakna
tidak ada yang boleh diingat selain Allah. Firman Allah pada surat
al-A’la ayat 15: “Dan mengingat Tuhannya”. Dari uraian singkat di atas
dapat disimpulkan bahwa kewajiban yang kedua bagi manusia adalah
mengingat Tuhannya.
Ketiga, pada bagian akhir surat
Thaha Allah berfirman: “Sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk
mengingat Aku”. Bila kita analisis pada ayat di atas bahwa printah
sembah datang setelah terlebih dahulu Allah memerintahkan untuk mengenal
dan mengingatnya. Perintah sembah tersebut diwujudkan dengan mendirikan
shalat yang tujuannya adalah untuk mengingat-Nya. Firman Allah tersebut
senada dengan firman Allah pada surat al-A’la ayat 15: “Maka dirikanlah
shlalat”. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa kedua ayat tersebut
sama-sama mengindikasikan bahwa shalat merupakan kewajiban ketiga.
Dari penjelasan di atas dapatlah kita ketahui mengapa para
sufi menaruh perhatian besar terhadap hati (qalb) dan menempatkan shalat
sebagai kewajiban ketiga. Karena sesungguhnya perintah shalat itu
diterima setelah terlebih dahulu Jibril mensucikan hati Nabi Muhammad
sebelum ia menghadap Allah. Sebab Allah itu tidak dapat dilihat oleh
mata kepala Nabi Muhammad tetapi hanya dapat dilihat oleh mata hati Nabi
Muhammad. Oleh sebab itu sebelum Nabi Muhammad berjumpa dengan Allah,
terlebih dahulu Jibril mensucikan hatinya, agar nur yang ada di dalam
mata hatinya itu dapat memancar, sebab dengan nur itulah Nabi Muhammad
dapat menyaksikan Allah. Itulah sebabnya di dalam surah al-Isra’ ayat 1
Allah menggunakan kalimat Maha Suci, sebab Allah itu Maha Suci dan hanya
dapat dilihat oleh hamba-hamba-Nya apabila mereka telah mensucikan hati
mereka.
Adapun makna Jibril mensucikan hati Nabi
Muhammad menurut Syekh Muda Ahmad Arifin pada hakikatnya adalah
sesungguhnya Malaikat Jibril menyampaikan pengenalan kepada Allah dalam
istilah ilmu tarekat lazim disebut dengan bai’at. Praktik bai’at yang
diterima oleh Nabi dari gurunya Malaikat Jibril diteruskan kepada Ali
ibn Abi Thalib dan praktik seperti ini terus berlanjut dari guru ke
murid dalam rangkaian silsilah hingga saat ini. Praktik bai’at yang
diterapkan di kalangan ahli tarekat sesungguhnya mengacu pada pola yang
dilaksanakan oleh Nabi. Jadi berdasarkan tradisibai’at inilah muncul
istilah bahwa “Barangsiapa yang tidak mempunyai syekh maka gurunya
adalah setan”sebab Nabi sendiri tidak dapat mengenal Allah tanpa berguru
kepada Malaikat Jibril, apalagi kita sebagai manusia biasa yang hina
dan dhaif yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa di sisi Allah maka
mustahil dapat mengenal Allah tanpa guru. Oleh sebab itu Nabi bersabda:
“ilmu itu ada dua macam, adapun ilmu batin yang di dalam hati itu jauh lebih bermanfaat”.
Dari penjelasan Hadis di atas dapatlah kita ketahui bahwa
tidak hanya para sufi yang menaruh perhatian besar terhadap hati, bahkan
Nabi sendiri lewat Hadisnya secara tegas menyatakan keutamaan ilmu
hatilah manusia dapat mengenal Allah.
Menurut Syekh
Ahmad Arifin kekeliruan umat Islam saat ini adalah tidak mau mempelajari
ilmu hati dan lebih mengutamakan ilmu syari’at. Oleh sebab itu
menurutnya mayoritas umat Islam saat ini tidak mengenal yang mereka
sembah dan sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata
sebagaimana firman Allah:
فَوَيْلٌ لِلْقَسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِنْ ذِكْرِاللهِ أُلَئِكَ فِى ضَلَلٍ مُّبِيْنٍ
“Maka celakalah bagi orang yang hatinya tidak dapat mengingat Allah,
mereka itu dalam kesesatan yang nyata”. (Q.S. 39 az-Zumar: 22)
Demikianlah celaan Allah terhadap orang-orang yang tidak dapat
mengingat-Nya, yang kesemuanya itu disebabkan karena mereka tidak
mempelajari soal hati. Namun kebanyakan umat Islam saat ini tidak tahu
kalau mereka itu tidak tahu. Mereka menganggap bahwa amal ibadah mereka
dapat diterima oleh Allah SWT, karena merasa bahwa tauhid mereka telah
sempurna, padahal sesungguhnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata.
Sesungguhnya orang-orang yang bertauhid si sisi Allah adalah
orang-orang yang telah mempelajari ilmu hati. Sebab hanya dengan
mempelajari ilmu hatilah kita baru dapat mengenal Allah. Jadi
sesungguhnya orang-orang yang tidak mempelajari ilmu hati adalah
orang-orang yang bertauhid di sisi manusia tetapi sesungguhnya kafir di
sisi Allah, sebab tauhid mereka hanya di lidah, namun hatinya tidak
pernah menyaksikan Allah. Mereka menganggap bahwa dengan mengucap dua
kalimah syahadat dan percaya dalam hati berarti telah Islam dan beriman
di sisi Allah. Padahal keislaman dan keimanan mereka itu barulah sebatas
percaya kepada Allah. Oleh sebab itu orang-orang yang mengabaikan atau
tidak mempelajari ilmu hati (ilmu tarekat) sesungguhnya adalah
orang-orang yang mengabaikan tauhid.
Dari uraian di
atas dapatlah kita ketahui betapa pentingnya mempelajari ilmu hati (ilmu
tarekat). Jadi dapat disimpulkan bahwa ilmu tauhid yang sesungguhnya
adalah dengan mempelajari ilmu hati (ilmu tarekat).
TUNTUNAN BERZIKIR
Dzikir Syariat : “La Ilaha Illallah” diucapkan berulang2 dgn lisan
sampai masuk kedalam hati sehingga lisan/mulut tak berucap lagi, rahasia
dzikir ini terdiri dari 12 huruf yg sama maknanya dengan Waktu 12 jam,
dzikir ini selalu dikumandangkan oleh para malaikat bumi (Malaikatul
Ahyar) ketika ALLAH SWT menciptakan setiap makhlukNYA di muka
bumi.Dzikir Tarekat : “ALLAH”ALLAH”ALLAH” diucapkan berulang2 di dalam
hati saja dengan pengosongan pikiran fana (hampa) lalu fokus pada nama
tadi sehingga nama ALLAH tadi membuat & menciptakan alam bayangan
hidup didepan mata anda sendiri, jangan kaget & takut oleh fenomena
tersebut karena para jin syetan selalu mengintai anda tetapi
berlindunglah Kepada ALLAH SWT yang Maha Menjaga Orang Beriman dgn ayat
& doa : audzu billahi minas syathanir rajim…………… La ilaha illallah
anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin……….lalu lafazkan… ALLAHU
SALAMUN HAFIZHUN WALIYYUN WA MUHAIMIN ( Allah Yang Maha sejahtera, Maha
Memelihara, Maha Melindungi lagi Maha Menjaga Hambanya yg
beriman).Dzikir Hakikat : “HU”HU”HU (DIA ALLAH) diucapkan dalam hati
saja dengan keadaan fana (hampa) melalui perantaraan tarikan Nafas ke
dalam sampai ke perut, usahakan perut tetap keras biarpun nafas telah
keluar, dalam bahasa ilmu tenaga dalam ini adalah metode pemusatan power
lahiriah dari perut, dalam istilah cina yin & yang ini adalah
penyembuhan/pengobatan pada diri secara bathiniah dan kesemuanya itu
benar adanya karena pusat perut adalah sumber daya energi kekuatan
manusia secara lahiriah & bathiniah serta secara hakikat dzikir”HU”
sebenarnaya tempatnya pada pusat perut dengan perantaraan cahaya nafas
yg sangat berharga pada manusia.Dzikir Ma’rifat : ”
HU”AH”-”HU”AH”-HU”AH” atau HU-WAH” (Dia ALLAH Bersamaku”) sebenarnya
bunyi dzikir ini sudah perpaduan antara hakikat & ma’rifat, dzikir
tersebut dilantunkan dalam hati saja dengan gerakan nafas “HU” masuk
kedalam “AH” keluar nafas, pada para sufi (wali Allah) ini adalah dzikir
kenikmatan, kecintaan ( Mahabbatullah) yang sangat luas faedah
hidayahnya & karomahnya sehinngga dapat menyingkap tabir rahasia2
Allah Swt pada gerakan kehidupan ini.
KENALI JASAD, JIWA, RUH DAN HATI ANDA
Pada umumnya orang hanya mengetahui manusia itu hanya terdiri dari
jasad dan ruh. Mereka tidak memahami sesungguhnya manusia terdiri dari
tiga unsur , iaitu:
Jasad, Jiwa dan Ruh.
Ini dapat dibuktikan dalam firman Allah Taala surah Shaad (38:71-73) yang bermaksud:
Ingatlah ketika Tuhan MU berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku
akan menciptakan manusia dari tanah. Maka apabila telah Ku sempurnakan
kejadiannya, maka Ku tiupkan kepadanya Ruh Ku. Maka hendaklah kamu
tunduk bersujud kepadanya. Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuannya.
Pada ayat yang lain pula, Allah menjelaskan tentang penciptaan jiwa
(nafs). Surah Asy Syams (91:7-10) . Firmanya yang bermaksud:
Dan
demi nafs (jiwa) serta penyempurnaannya, maka Allah ilhamkan kepada nafs
itu jalan ketaqwaaan dan kefasikannya. Sesungguhnya beruntunglah orang
yang mensucikannya dan sesungguhnnya rugilah orang yang mengotorinya.
Selain itu, Allah juga berfirman dalam Al Quran tentang proses kejadian jasad (jisim). Surah Al Mukminun (23:12-14):
Dan sesungguhnya Kami telah menciptkan manusia dari saripati dari
tanah, Kemudian jadilahlah saripati itu air mani yang disimpan dalam
tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal
darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan
segumpal daging itu Kami jadikan tulang-tulang, lalu tulang-tulang ini
Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk berbentuk
lain, maka maha suci Allah. Pencipta yang paling baik.
Jasad
Jasad atau jisim adalah angggota tubuh manusia terdiri dari mata,
mulut, telinga, tangan, kaki dan lain-lain. Ia dijadikan dari tanah liat
yang termasuk dalam derejat paling rendah. Keadaannya dan sifatnya
dapat mecium, meraba, melihat. Dari jasad ini timbullah kecenderungan
dan keinginan yang disebut Syahwat. Ini dijelaskan dalam Al Quran Surat
Ali Imran, yang bermaksud:
Dijadikan indah pada pandangan manusia
, merasa kecintaan apa-apa yang dingininya (syahwat) iaitu
wanita-wanita, anak-anak, harta yang bertimbun dari jenis emas, perak,
kuda pilihan, binatang-binatan ternakan dan sawah ladang, Itulah
kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah tempat sebaik-baik kembali.
Jiwa (Nafs)
Kebanyakan orang mengaitkannya dengan diri manusia atau jiwa. Padahal
ianya berkaitan dengan derejat atau kedudukan manusia yang paling rendah
dan yang paling tinggi. Jiwa ini memiliki dua jalan iaitu:Menuju hawa
nafsu (nafs sebagai hawa nafsu)Menuju hakikat manusia (nafs sebagai diri
manusia)
Hawa nafsu. Hawa nafsu lebih cenderung kepada
sifat-sifat tercela, yang menyesatkan dan menjauhkan dari Allah.
Sebagaimana Allah Taala berfirman surah (Shaad :26) yang bermaksud:
..... dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, kerana ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah
Kaitan hati dan hawa nafsu.
Hati memainkan peranan yang sangat penting dalam diri manusia ia
menjadi sasaran utama kepada Syaitan. Syaitan sedaya upaya menutupi hati
manusia dari menerima Nur llahi. Sebagaimana sabda Rasulullah yang
bermaksud:
Jikalau tidak kerana syaitan-syaitan itu menutupi hati anak Adam, pasti mereka boleh milihat kerajaan langit Allah
Cara syaitan menutupi hati manusia itu dengan cara –cara tertentu iaitu
dengan menghidupkan hawa nafsu tercela dan yang membawa ke arah
maksiat. Semuanya sudah tersedia berada adalam diri manusia, ianya
dikenali dengan nafsu ammarah bissu, nafsu sawiyah dan nafsu lawammah..
Para ahli tasawwuf mengatakan bahawa syaitan (anak iblis) memasuki hati
manusia melalui sembilan lubang anggota manusia iaitu dua lubang mata,
dua lubang hidung, kedua lubang kemaluan dan lubang mulut. Buta manusia
bukan buta biji matanya tetapi buta hatinya sebagaimana bukti yang
dijelaskan dalam Firman Allah dalam surah (Al Hajj :46) bermaksud:
Kerana sesungguhnya bukan mata yang buta, tetapi yang buta ialah hati di dalam dada.
Mereka juga mengatakan yang membutakan hati ialah kejahilan atau tidak
memahami tentang hakikat perintah Allah SWT. Kejahilan yang tidak segera
diubati akan menjadi semakin bertimbun. Allah SWT berfirman dalam surah
(Al Baqarah:2-9) yang bermaksud:
Mereka hendak menipu Allah dan
orang-orang yang beriman, padahal mereka yang menipu diri sendiri,
sedangkan mereka tidak menyedarinya.
Demikian bahayanya penyakit
hati yang dihembuskan syaitan melalui hawa nafsu manusia. Sehingga
Rasulullah pernah berpesan setelah kembali dari perang Badar. Beliau
bersabda :
Musuhmu yangterbesar adalah nafsymu yang berada di antara kedua lambungmu (Riwayat Al-Baihaki)
Jihad yang paling utama adalah jihad seseorang untuk dirinya dan hawa nafsunya.(Riwayat Abnu An-Najari)
Diri Manusia
Nafs atau jiwa sebagai diri manusia adalah suatu yang paling berharga
kerana ia berkaitan dengan nilai hidup manusia dan nafs yang diberi
rahmat dan redha oleh Allah. Sebagaimana firmannya dalam surah (Al-Fajr :
27-30 ) yang bermaksud:
Hai jiwa yang tenang (Nafsu Mutmainnah),
kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diredhaiNya.
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, masuklah ke dalam
syurgaKu.
Dan lagi dalam surah (Yusuf: 53) yang bermaksud:
Dan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, kerana sesungguhnya
nafsu itu selalu menyuruh ke arah kejahatan, kecuali nafsu yang beri
rahmat oleh Tuhanku.
Berkaitan dengan sabda Rasulullah yang berbunyi:
Barang siapa yang mengenal dirinya , maka ia mengenal Tuhannya.
Hadis ini menyatakan syarat untuk mengenal Allah adalah mengenal diri.
Diri atau nafs di sini adalah nafs mutmainnah iaitu nafsu yang tidak
terpengaruh oleh goncangan hawa nafsu dan syahwat.
Setiap manusia mempunyai nafs yang berbeza. Ada nafs yang menuju jalan cahaya ada nafs yang menuju jalan kegelapan.
Bagi nafs yang menuju kegelapan atau nafs tercela yang tidak sempurna
ketenangannya terutama ketika lupa kepada Allah disebut nafsu lawammah.
Firman Allah Taala dalam surah
(Al Qiyammah:2) yang bermaksud:
Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat tercela (nafsu lawammah)
Nafsu ini hanya dapat dikenali dan disaksikan dengan kemampuan tertentu
manusia iaitu dengan pancaran batin. Sebagaimana firman Allah dalam
surah (Al-Araaf:26) yang bermaksud:
Pakaian taqwa yang menjaga mu dari kejahatan itu adalah yang paling baik.
Ruh
Ruh mempunyai dua arah pengertian iaitu :
a. Sebagai nyawa
b. Sebagai suatu yang halus dari menusia (pemberi cahaya kepada jiwa)
Ruh sebagai nyawa kepada jasad atau tubuh . Ia ibarat sebuah lampu yang
menerangi ruang. Ruh adalah lampu, ruang adalah sebagai tubuh. Jika
lampu menyala maka ruangan menajdi terang. Jadi tubuh kita ini boleh
hidup kerana ada ruh (nyawa)
Manakala dalam pengertian yang
kedua, Ruh sebagai sesuatu yang merasa, mengerti dan mengetahui. Hal ini
sangat berhubung dengan hati yang halus atau hati ruhaniyyah yang
disebut sebagai Latifah Rabaniyyah (hati erti kedua)
Dalam Al-Quran kata ruh disebut dengan sebutan Ruhul Amin, Ruhul Awwal dan Ruhul Qudsiyah.
Ruhul Amin yang bermaksud adalah malaikat Jibrail.Firman Allah dalam surah (Asy-Syu’ araa:192-193) yang bermaksud:
Dan sesungguhnya Al- Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, Dia dibawa oleh Ar Ruh Al –Amin (Jibrail)
Ruhul Awwal yang bermaksud nyawa atau sukma bagi tubuh manusia.
Sebagaimana firman Allah dalam surah (As-Sajdah:9) yang bermaksud:
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kedalam tubuhnya ruh Nya dan
dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati , tetapi kamu
sedikit sekali bersyukur
Ruh Qudsiyah yang bermaksud ruh yang
datang dari Allah (bukan Jibrail), tetapi yang menjdi penunjuk dan
pengkhabar gembira bagi orang-orang beriman. Ini adalah ruh yang
disucikan dihadirat Allah. Ia bercahaya apabila nafsu mutmainnah telah
sempurna.
Hati
Hati merupakan raja bagi seluruh diri
manusia dan tubuh. Perilaku dan perangai seseorang merupakan cerminan
hatinya. Dari hati inilah pintu dan jalan yang dapat menghubungkan
manusia dengan Allah.Dengan demikian untuk mengenal diri harus dimulai
dengan mengenal hati sendiri.
Hati mempunyai dua pengertian:Hati
jasmani iaitu sepotong daging yang terl;etak di dada sebelsah kiri, hati
jenis ini haiwan pun memilinya.Hati Ruhaniyyah iaitu sesuatu yang
halus. Hati yang merasa, mengerti, mengetahui, dierpinta dituntut.
Dinalai juga dengan Latifah Rabaniyyah.
Hati Ruhaniyyah inilah
merupakan tempat iman dan tempat mengenal diri . Sebagaimana firma Allah
dalam surah (Ar-Ra’d:28) yang bermaksud:
Iaitu orang-orang yang
beriman dan hati mereka menjadi tanang dengan mengingat Allah. Ingatlah,
hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenang.
Hadis qudsi yang bermaksud:
Tidak akan cukup menaggung untuk Ku bumi dan langitKU tetapi cukup
bagiKu hanyalah hati (qalb) hambaKu yang nukamin (Riwayat Ad Darimi)
Nafsu Mutmainnah
Bila hati manusia jauh dari goncangan yang disebabkan bisikan syaitan,
hawa nafsu dan syahwat , maka ia disebut nafs Mutmainnah, Apabila ia
tunduk dan redha kepada Allah sepenuhnya, maka ia disebut nafs
mardhiyyah (nafs yang redha)
Namun jika manusia membiarkan
hatinya berada dalam pengaruh hawa nafsu dan syahwat, maka ia akan
menjadi orang yang tersesat, lama kelamaan tergelicir dan dimurkai
Allah, Sebagaimana Firman Allah dalam surah (Jaastsiyah:23) yang
bermaksud:
Maka pernahkan kamu melihat orang yang menjadikan hawa
nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu Nya
dan Allah telah mengunci mata pendengaran dan hatinya dan meletakkan
tutupan atas penglihatannya?. Maka siapakah yang akan memberinya
petunjuk sesudah Allah membiarkannya sesat. Maka mengapa kamu tidak
mengambil iktibarnya.
Ingat hawa nafsu dan syahwat bukan dibunuh
atau dihilangkan, tetapi dikawal oleh nafsu mutmainnah. Di mana ada
saatnya hawa nafsu ini perlu dikeluarkan. Sebagaimana firma Allah dalam
surah (An Nazi’at:40-41) yang bermaksud:
Dan adapun orang-orang
yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan manahan diri dari keinginan
hawa nafsunya. Maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya.
Nah, jika hati kita telah diselubungi oleh nafsu mutmainnah, maka nafsu
mutmainnah inmi menajdfi imam (penunjuk) bagi selruh tubuh dan dirinya,
sseeunggunya nafsu mutmainnah inilah disebit-sebut sebagai jati diri
manusia (hakikat dari manusia). Allah berfirma dalam surah (Al
Araaf:172) yang bermaksud:
Dan Ingatlah, ketika Tuhanmu
mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah
mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman : ”Bukakankan
Aku ini Tuhanmu”, mereka menjawab :”Bahkan engkau Tuhan kami, kami
menjadi saksi”. Kami lakukan demikaian agar di hari akhirat kelak kamu
tidak mengatakan: sesunggunya kami adalah oran-orang lalai terhadap
keesaaaan Mu.
Jika hati yang sakit, maka lupa terhadap perjanjian
kita dengan Allah yang pernah diucapkan seperti dalam surah Al Araaf
ayat 172 di atas.
Tapi di antara sekian banyak manusia, ada yang
yang berjaya menyihatkan kembali jiwanya (nafsu mutmainnah). Apabila
jiwa kita telah hidup, bercahaya, sihat kembali, maka jiwa ini akan
dapat melihat kerajaan langit Allah. Dalam hal ini bila Ruhul Qudsiyah
telah menyala dan bersinar , maka jadilah hatinya rumah Allah ,
orang-orang yang berjaya ini disebut Ahli Al- Bait. Sebagiamana firman
Allah dalam surah (Ali Imran:164) yang bermaksud:
Sesunggunya
Allah telah memeberi kurnia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah
mengutus di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri,
yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihakan jiwa mereka
dan mengajarakan mereka al kitab dan al hikmah. Dan sesungguhnya
sebelum itu, mereka adalagh benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
Lagi, sabda Rasulullah yang bermaksud:
Hati oarmg-orang beriman adalah Baitullah (Rumah Allah)
Jadi, Ruhul qudsiyah adalah kenyataan Allah dalam diri manusia. Allah
Taala adalah sumber cahaya langit dan bumi dan ruhul qudsiyah adalah
sunber cahaya yang ada dalam hati yang digambarkan sebagai pelita,
Sebagaimana firmanNya dalam surah (An Nuur:35) yang bermaksud:
...Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya adalah seperti
sebuah lubang yang tak tertimbus, yang di dalamnya ada pelita besar.
Pelita ini di dalam kaca dan kaca ini seakan-akan bintang yang
memantulkan cahaya seperti mutiara
RAHASIA MAKRIFAT : MAKRIFAT TAUHIDUL IMAN
Makrifat adalah nikmat yang teramat besar, bahkan kenikmatan syurga
tiada sebanding dengan nikmat menatap wajah Allah secara langsung.
Itulah puncak dari segala puncak kenikmatan dan kebahagiaan.
Rasulullah SAW sendiri menjanjikan hal ini dan baginda pernah menyebut
bahawa umatnya dapat melihat Allah SWT di saat fana maupun jaga
(sadar). KezahiraNya sangat nampak pada hamba. Hadis qudsi Al insanu
syirri wa ana syirrohu (Adapun insan itu Rahasiaku Dan Aku pun
Rahasianya).
Firman Allah: Kuciptakan Adam dan anak cucunya seperti
rupaku (Khalakal insanu ala surati Rahman). Kesimpulannya insan itu
terdiri daripada tiga unsur, iaitu Jasad, Ruh/Nyawa dan Allah. Maka
dengan itu hiduplah hamba.
Adapun Jasad, Nyawa, dan Allah taala,
bagaikan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang
lain. Umpama langit, bumi, dan makhluk yang tidak dapat dipisahkan
antara satu dengan yang lain. Bagaimanapun pandangan insan terhadap
Tuhannya adalah berbeza-beza, mengikut tahap pencapaian ilmu
masing-masing.
Pada pandangan amnya, Allah Taala itu satu, dan
hamba menyembahNya bersama-sama dan beramai-ramai, tetapi sebenarnya
(hakikatnya) bukan begitu. Itu hanya sangkaan umum saja. Dari segi
makrifat Allah SWT itu Esa pada wujud hamba. Dalilinya, QS Al Qaf
50:16: Aku lebih dekat dari urat lehernya. QS Az Zariyat51 :21: Dalam
diri kamu mengapa tidak kamu perhatikan.
Masing-masing hamba sudah
mutkak (esa dengan Tuhannya), satu persatu (esa) diberi sesembahan
(Allah di dalam diri), kenapa berpaling mencari Tuhan yang jauh, ini
sungguh melampaui batas (tidak makrifat).
Dalilnya, QS Al Hadid
57:4: Aku beserta hambaku di mana saja dia berada. Oleh itu, janganlah
risau dan takut Allah sentiasa bersama kita ke mana sahaja kita pergi.
Sekarang, mari kita lihat pula bagaimana Nabi Musa melihat Tuhannya,
seperti mana yang diceritakan di dalam Al Quran. Allah SWT berfirman
mengisahkan permintaan Musa untuk melihatNya QS Al A’raaf 7:143:
Dan
tatkala Nabi Musa datang pada waktu yang kami telah tentukan itu, dan
Tuhannya berkata-kata dengannya, maka Nabi Musa (merayu dengan)
berkata:” Wahai Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku (Dzat-Mu Yang Maha
Suci) supaya aku dapat melihat-Mu.” Allah berfirman: ”Kamu sekali-kali
tidak dapat melihat-Ku,
(rahasianya: tidak ada siapa yang dapat
melihat Allah, hanya Allah dapat melihat Allah. Hamba terdinding
daripada Allah, kerana selain wujud Allah, masih ada Rasa wujud Hamba).
tetapi pandanglah ke gunung itu,
(Pada ketika Nabi Musa memandang gunung itu, begitu juga Allah Taala
berpisah sementara daripada jiwa Nabi Musa, maka Nabi Musa pengsan,
bukannya mendengar akan letusan gunung tersebut)
jika ia tetap berada di tempatnya (sebagaimana sediakala) nescaya kamu dapat melihat-Ku.
(” Engkau adalah aku, aku adalah engkau “, apa yang disaksikan Nabi
Musa adalah menyaksikan dirinya di luar dirinya untuk sementara waktu,
setelah Allah bertajalli (menzahirkan kebesaran-Nya) kepada gunung itu,
(maka) tajalinya itu menjadikan gunung itu hancur lebur dan nabi Musa
pun jatuh pengsan.)
Setelah Nabi Musa sedar, dan berkata: ” Maha
Suci Engkau (wahai Tuhanku), aku bertaubat kepada Engkau dan akulah
orang yang pertama beriman (pada zamanku)”
Demikian sedikit
paparan tentang Nabi Musa melihat Tuhannya. Dan jelaslah Allah dapat
dilihat tetapi bukannya dengan mata kasar, yang dilihat dengan mata
kasar itu adalah hijab, oleh itu jangan tersalah, hati-hati, kalau
tersalah boleh menjadi syirik dan kufur.
Maha Suci Allah Yang Maha Berkuasa, tiada daya sekalian makhluk melainkan Allah.
Wallahuaklam
Hidup pastikan aman tenteram dunia wal akhirat kalau saja kita selalu bertafakur untuk mengingat Allah dan mengingat kehidupat akhirat, minimal 5 menit dalam sehari semalam
Minggu, 30 Juli 2017
APAKAH JASAD KITA INI ADA ROH ?
Kita biasa mendengar maklumat bahawa jasad kita ini ada ROH.
Benarkah ?
Biar Aku membawa engkau keluar dari alam kebiasaan. Biar Aku katakan kepada engkau bahawa jasad engkau itu TIADA ROH.
Bagaimana jasad boleh bergerak jika tiada roh ? Kerana....
Jasad adalah roh itu sendiri !
Bahasa mudahnya, Engkaulah ROH itu !
Maknanya, jasad itu bukan HAKIKAT WUJUD. Jasad itu tidak wujud. Ia hanya illusi yang seakan-akan wujud pada AKAL. Dalam bahasa komputer, akal itu ibarat R.O.M (Read Only Memory) yang peranannya mengumpul data dari seluruh DERIA PENGAMATAN. Apa saja data yang datang dari DERIA PENGAMATAN yang 5 itu akan direkodkan secara SEDAR dan secara TIDAK SEDAR.
Namun, R.O.M atau AKAL itu hanya berperanan memainkan semula MEMORI yang telah direkodkan oleh DERIA PENGAMATAN yang melakukan aktivitinya melalui ORGAN TINDAKAN. Akal atau R.O.M itu tidak mencipta hal baru. R.O.M itu sendiri diciptakan. Ia tidak boleh menciptakan.
R.O.M hanya memainkan kembali memori yang direkodkan, sebab R.O.M itu diciptakan hanya untuk memainkan semula memori. Makanya, wujud jasad itu adalah pada MEMORI akal.
Kita ingat kita ada jasad. Kenapa ? Sebab itulah fahaman akal kita sejak dulu. Inilah doktrin yang sedang diajar kepada kita oleh pihak-pihak yang berkepentingan supaya kita tidak KENAL DIRI, supaya kita sentiasa dikawal oleh R.O.M/AKAL.
Namun bila kita mula belajar hidup yang melangkaui dimensi akal, nantinya kita akan mulai faham bahawa semua yang kita fikirkan bukan realiti, ia hanya illusi fikiran.
Yang realitinya mana ?
Yang realiti adalah hal SEKARANG yang sedang engkau alami tanpa pengaruh akal.
RENUNGKAN....
Fikirkan apa yang engkau lakukan sejak engkau bangun dari tidur tadi hingga saat ini. Berapa banyak engkau menggunakan akal untuk melakukan urusan engkau ? Tanpa banyak berfikir kenapa semua urusan lancar dan semua aktiviti selesai dengan sempurna? Apakah engkau berfikir bagaimana hendak memandu sebelum memandu? Apakah engkau berfikir bila nak tekan brek, bila nak pusing stering dan bila nak berhenti ? Apakah engkau berfikir dulu bagaimana, apa nak buat dan pukul berapa engkau nak masuk ke bilik mandi? Bukankah semua berlaku dengan sempurna dan dengan sendirinya tanpa banyak berfikir?
Bagaimana ini boleh berlaku tanpa berfikir ?
Jasad bukan barang siap. Jasad adalah barang yang sentiasa dipersiapkan, sentiasa berubah, sentiasa hidup dari semasa ke semasa.
Jasad itu tidak pernah mati !
Benarkah ?
Bagaimana yang dikatakan jasad ini tidak pernah mati ?
Bila kita melihat jasad itu dalam pandangan MA-KRO, maka kita akan nampak jasad itu boleh mati dan akan mati. Namun bila kita pandang dalam perspektif MI-KRO, nantinya kita akan nampak bahawa jasad itu tidak pernah mati.
Kenapa?
Kerana dalam perspektif mikro, jasad sentiasa hidup.
Jasad itu adalah himpunan trillion billion sel yang BERSATU dan membentuk SATU KESATUAN sel yang besar. Bila setiap satu sel-sel mikro ini bersatu, bersatu dan terus bersatu, maka penyatuan ini membentuk SATU kesatuan sel yang besar. Kesatuan sel yang besar ini kita namakan ia sebagai jasad, badan, tubuh dan pelbagai nama lain. Jasad itu nampak SATU tapi satunya itu terdiri dari KESATUAN sel-sel kecil yang mega trillion billion banyaknya.
Kesatuan sel ini terus berlaku pada setiap detik dan ketika tanpa AKAL itu sedar. Kenapa akal tak sedar ? Kerana hal PENYATUAN sel adalah hal SAHLA.
SAHLA itu maksudnya SEDANG ALAMI HAL LUAR AKAL. Bila sesuatu itu berlaku di luar jangkauan akal, makanya akal tidak dapat untuk menceritakannya. Bila akal tak dapat menceritakan, makanya hal itu menjadi rahsia tersembunyi yang hanya Diri yang mengalami sahaja yang tahu.
KEBOLEHAN AKAL ITU TERHAD
Bolehkah kita menceritakan pengalaman kita semasa kita tidak sedar ?
Bagaimana bisa kita menerangkan hal warna HIJAU kepada orang buta yang tidak pernah melihat warna ?
Bagaimana engkau boleh menerangkan pengalaman seksual engkau dalam perkataan atau dalam gambaran ?
MATI
Perkataan MATI adalah sekadar istilah yang menunjukkan jasad itu sudah tidak bernafas, bukan bermaksud jasad sudah benar-benar mati.
Bila jasad yang MA-KRO itu sudah tidak bernafas, sel yang MI-KRO itu mula memisahkan DIRI masing-masing dari KESATUAN jasad MA-KRO. Setiap diri sel yang kecil itu secara individu mula berpecah dan bercerai dari ikatan. Perceraian inilah yang menyebabkan jasad makro itu mula mereput dan membusuk. Dalam proses pereputan, sel-sel mikro ini terus HIDUP aktif ‘menari-nari’ bagai tiada apa-apa yang berlaku. Bermula dengan sel melakukan ‘tarian’ Decomposition, kemudian menari ‘tarian’ Putrefaction, kemudian tarian ‘Rigor Mortis’, kemudian diakhiri dengan ‘tarian’ Autolisis.
Lama kelamaan, seluruh tubuh mereput menjadi GAS yang tidak kelihatan. Gas-gas yang tidak kelihatan itu ada pelbagai nama seperti hidrogen, amonia, sulfate, methane dan lain-lain mengikut sistem penguraiannya. Namun, kesemua gas yang pelbagai sifat ini ada SATU ATOM TUNGGAL yang menggerakkan mereka. TENAGA inilah yang sentiasa hidup yang menggerakkan seluruh sistem kehidupan yang wujud di alam semesta ini.
Soalnya...
Jika jasad itu mati, bagaimana ia boleh mereput ? Jika jasad itu mati, bagaimana sel yang mati boleh bergerak memisahkan dirinya antara satu dengan lain ? Bagaimana sel yang hancur itu boleh berubah menjadi gas yang sentiasa bergerak ?
Itu tanda jasad itu sentiasa hidup !
Dek kerana jasad itu hiduplah ia boleh berubah dari satu bentuk kepada bentuk yang lain, dari satu sifat kepada sifat yang lain.
TEORI JASAD
Jasad adalah Sel.
Sel adalah Atom.
Atom adalah Tenaga.
Tenaga adalah KUASA ALAM yang dariNya punca bermula segala sesuatu. Tenaga itu sentiasa hidup dan kehidupanNya meliputi segala sesuatu !
Engkau hanya perlu menukar perspektif engkau untuk melihat bagaimana jasad itu sentiasa hidup !
Dalam dunia 3 dimensi ini, jasad itu bermula dari Sex. Sex adalah TENAGA yang memulakan suatu kehidupan ke suatu kehidupan lainnya. Makanya, sex itu perlu difahami dan dinikmati dalam perspektif yang lebih afdhal. Jangan melihat sex hanya sekadar alat mainan jasad. Jangan melihat sex sekadar fitrah manusia.
Dalam sex ada TENAGA yang menghidupkan !
Perkataan SEX telah dibahasa-Inggeriskan oleh pihak-pihak yang berkepentingan supaya ia dapat disebut oleh lebih ramai MANU-SIA. Sebab itu bahasa Inggeris telah dijadikan bahasa perantaraan global supaya CODE tertentu yang tersimpan dalam pengucapan BAHASA dapat disampaikan kepada lebih banyak MANU-SIA di seluruh dunia.
Bila ramai manusia menyebut perkataan tertentu setiap hari, GELOMBANG (vibration) yang mempunyai CODE tertentu ini dapat dihantar ke Minda Bawah Sedar manusia dan ini membolehkan minda manusia itu dikawal.
Mind Control adalah suatu kaedah yang telah lama dipraktiskan oleh puak-puak berkepentingan untuk mengawal manusia dan per-kataan ‘SEKSSSS’ dan per-lakuan ‘SEX’ adalah kaedah MIND CONTROL yang paling berkesan.
Kenapa ?
Kerana dalam sex ada TENAGA DUALITI yang sangat aktif. Jika kita tahu MENYATUKAN tenaga dualiti ini, maka kita bisa meneroka ke dimensi ONENESS. Oneness atau Tunggal atau Ahad adalah suatu hal keadaan di mana DIRI sentiasa mengalami SAHLA pada setiap detik dan ketika tanpa putus. (daim). Hal Diri yang Tunggal atau Ahad ini tidak lagi tertakluk kepada hukum jasad. Maksudnya, dalam keadaan Oneness, DIRI tidak lagi tertakluk kepada hukum jasad, tidak perlu jasad tapi masih ada kehidupan. Tidak perlu nafas tetapi DIRI masih boleh hidup. Tidak perlu makan minum tetapi DIRI masih ada ZAT untuk mengeluarkan TENAGA.
Oneness tidak ada jantina, tidak ada umur, tidak tertakluk dek agama, tidak tertakluk dek bangsa. Oneness adalah hal keadaan yang tidak dapat diceritakan dengan akal kerana hal Oneness adalah hal SAHLA yang melangkai akal.
Tulisan ini bukan menerangkan hakikat Oneness cuma sekadar membicarakan HAL Oneness pada perspektif akal. Setiap perkataan atau setiap perasaan yang cuba untuk menerangkan hal Oneness akan terbatal dengan sendirinya, kerana penerangan adalah hal akal sedangkan Oneness adalah hal luar akal.
Bagaimana akal boleh menerangkan hal di luar akal ?
MANUPULASI SEX
Dek kerana sex boleh mencapai Oneness dan Oneness itu adalah MALAI-U (puncak peradaban) tertinggi DIRI, makanya hal sex itu telah diselewengkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan supaya MANU-SIA tidak kenal hakikat DiriNya yang sentiasa MALAI. Bila tidak KENAL (makrifah) DIRI, maka tidaklah diri menjadi Oneness.
Nahhh..
Bayangkan jika ENGKAU boleh melakukan segala-galanya. ENGKAU boleh pilih untuk hidup tanpa jasad atau dengan jasad. ENGKAU boleh pilih untuk hidup kekal tanpa ZAT makanan atau dengan makanan yang ada ZAT. ENGKAU boleh pilih untuk hidup dalam dimensi yang ada ruang atau hidup dalam dimensi yang tanpa ruang. ENGKAU ada kuasa yang boleh mencipta, meneroka seluruh alam mengikut mahu Mu tanpa batas.
Bayangkan..Jika ENGKAU ada kuasa yang tiada batas dan ENGKAU berkuasa memilih untuk mencipta batas Mu sendiri !
Nikmat untuk sentiasa lebur (fana) dalam TENAGA ONENESS inilah yang sentiasa mendorong setiap DIRI untuk mencapainya. Untuk mencapai Oneness, syaratnya harus BERSATU.
SEX adalah hal BERSATU.
YOGA itu maksudnya BERSATU.
MEDITASI atau Tafakur itu maksudnya BERSATU.
SOLAT itu hal BERSATU.
ONENESS adalah hal PENYATUAN Dua-lity.
A CODE TO DECODE !
Makanya...
Apakah itu SEX dan bagaimana mencapai Oneness melalui sex ?
Hakikat Sex - X Men !
Apa itu SE-X ?
Seperti CINTA, perkataan SEX tidak mempunyai satu erti yang tetap. Definasi sex sentiasa berubah-ubah mengikut tahap kefahaman ilmu masing-masing.
Dalam perspektif Knowledge Technology, sex ditakrifkan sebagai :
SE-X : S -elf E -xperience of Onene-ss (X),
by accepting (/) or rejecting (\) something.
MANUPULASI TULISAN
Lisan dan tulisan adalah DUA elemen bahasa yang penting untuk menyampaikan maklumat. Makanya, lisan dan tulisan sentiasa dimanupulasi oleh pihak-pihak yang berkepentingan menerusi alam bawah sedar. Kenapa ? Tujuannya, untuk mengawal manusia!
Dalam bahasa Inggeris huruf X itu merujuk kepada NOUN atau NAMA. Noun atau nama itu akan bertukar kepada nama-nama lain bila SIFAT dan PERBUATAN lain dikenakan ke atas garisan-garisan tertentu.
Dalam konteks ini, bila DUA garisan ‘/’ dan ‘\’ yang BERTENTANGAN ini DISATUKAN, ia akan membentuk SATU titik PERTEMUAN. Titik-titik yang ditemukan mengikut sistem linguistik tertentu inilah yang digunakan untuk membentuk huruf. Dari huruf lahir perkataan, dari perkataan lahir ayat, dari ayat lahir bahasa. Melalui bahasa, manusia mudah dimanupulasi.
Dalam konteks SE-X, huruf X terbina bila garisan ‘/’ bersilang dengan garisan ‘\’. PENYATUAN garisan ‘/’ dan ‘\’ membentuk huruf X yang ada TITIK ditengah-tengah. Dalam perspektif ilmu OCCOULT atau ilmu mistik, ia mempunyai maksud tersirat yang sangat besar.
/ + \ = X @ Oneness @ Tunggal @ Ahad
HAKIKAT SEX
Dari takrifan di atas makanya Sex ditakrifkan sebagai REALITI KETUNGGALAN DIRI SEMASA MENGALAMI HAL PENYATUAN ATAU PEMISAHAN DUALITI.
Untuk mencapai hal REALITI atau HAKIKAT KEBENARAN, kita perlu memisahkan/binasakan (fana) atau menyatukan/kekalkan (baqa) sesuatu mengikut kesesuaian. Bahasa mudahnya, kita harus buang DUALITI dan mencapai ONENESS atau kita harus kekalkan Oneness untuk memahami Dualiti. Segalanya berlaku SERENTAK atau Simulteneosly.
Seks bukan sekadar hal heterosexual, penyatuan kelamin wanita dan lelaki. Seks juga bukan sekadar hal bisexual, bukan juga sekadar hal homosexual atau demisexuality. SE-X itu melangkai definasi biasa yang kita fahami.
Sebab itu kisah X-Men ada subliminal message atau message tersembunyi yang cuba disampaikan melalui sub consciuos mind MANU-SIA. Ia ada kaitan tentang Diri kita yang berasal usul dari Kromosom X. Andai kita fahami ‘SE-X’, maka kita akan makin memahami Diri kita sendiri.
Bila engkau faham definasi ‘SE-X’, makanya engkau akan makin memahami apa itu SAHLA !
Awas memilih pasangan !
SE-X : S-elf E-xperience of Oneness adalah hal SAHLA. Keadaan diri yang klimax dalam masa DUA saat pertama dalam perlakuan sex adalah contoh bagaimana kita lupa kepada segala sesuatu. Lupa kepada ketakutan, juga lupa kepada keseronokan. Hal yang dialami dalam masa DUA saat pertama itu tak terkata untuk diperkatakan. Tak tergambar untuk digambarkan. Dalam DUA saat itu segalanya hening. Segalanya kosong. Akal tidak berfungsi. Tiada apapun yang difikir dan terfikir. Kita hanya menikmati alam kekosongan yang DUA SAAT itu dalam KELU.
Hanya selepas DUA saat itu, barulah akal mula kembali berjalan. Kita mula terfikirkan sesuatu. Emosi mula ambil peranan. Keseronokan atau ketakutan mula dirasakan.
Hal klimax DUA saat itu adalah contoh bagaimana SAHLA sedang berlaku. Hal DUA saat itu adalah contoh bagaimana DUALITI hilang jadi ONENESS. Ia berlaku dalam keadaan serba kekosongan yang segalanya Kelu. Hal DUA saat pertama itu adalah kemuncak PENYATUAN dan PERPISAHAN segala TENAGA. Penyatuan dan Perpisahan yang berlaku serentak (simulteneously).
Makanya, SE-X adalah TENAGA hebat yang tak tergambarkan. Tenaga SE-X itu dapat dialami melalui perbuatan sex dan segala perbuatan-perbuatan lain. Perbuatan melakukan hubungan seksual adalah salah satu dari beribu cara diri mengalami SAHLA.
PRAKTIS
Bila kita sentiasa praktis hal BMM(BAGAIMANA MENCAPAI MAKRIFAH) 1+7 secara KUKONKER, maka kita boleh sentiasa berada dalam SAHLA yang DUA saat itu. SE-X boleh berlaku ketika makan. SE-X boleh berlaku ketika memandu. SE-X boleh berlaku ketika jogging. SE-X boleh berlaku dalam apa jua keadaan, tidak semestinya SE-X berlaku hanya dalam perbuatan hubungan seksual.
HUBUNGAN SEKSUAL
Dalam konteks hubungan seksual, kemaluan wanita itu adalah GATEAWAY atau pintu masuk ke dimensi-dimensi yang lebih tinggi. RAHIM wanita inilah jalan masuk ke ALAM CINTA (alam maha penyayang) yang dari ALAM CINTA inilah segala KEHIDUPAN dan KEMATIAN bermula. Di Rahim atau di ALAM CINTA inilah Dualiti BERSATU menjadi Oneness dan Oneness BERPISAH menjadi Dualiti.
Bagaimana ?
Rahim adalah pintu masuk sperma. Kesatuan sperma itu kemudian melalui proses DUALITI bernama Blastocyst. Dari blastocyst sperma menjadi zygot, dari zygot jadi fetus, dari fetus jadi bayi dan dari bayi jadi manusia dewasa. Sepanjang proses ini hal sel yang BERPISAH dan BERSATU itu sentiasa berlaku dalam ALAM CINTA. Melalui alam kecintaan inilah MANU-SIA dilahirkan.
KELAHIRAN SEL
Jenis-jenis dan watak manusia yang dilahirkan melalui rahim ini bergantung kepada TENAGA yang diterima oleh wanita itu. Jika getaran sperma yang diterima dari pasangan lelaki itu berwatak pengasih, penyayang dan ihsan maka getaran yang ada frekuensi pengasih, penyayang dan ihsan itu akan disimpan di dalam DNA sperma. Bila DNA dari sperma ini dilepaskan di dalam rahim, maka sel-sel yang ada watak pengasih, penyayang dan ihsan itu akan BERSATU pula dengan sel telur wanita yang ada watak tenaga yang lain. Jika DNA wanita itu turut ada frekuensi pengasih, penyayang dan ihsan maka majoriti sel-sel DNA lelaki dan wanita yang BERSATU itu akan melahirkan SEL-SEL BARU yang mewarisi frekuensi pengasih, penyayang dan ihsan.
Sebaliknya jika salah seorang pasangan itu mendominasi frekuensi pemarah, panas baran atau penyangak, makanya ia akan mendominasi hal PENYATUAN sel, hasilnya SEL-SEL BARU yang lahir ini akan menyimpan tenaga yang ada frekuensi pemarah, panas baran dan penyangak.
BERHATI-HATI
Sebab itu wanita harus sentiasa berhati hati dalam membenarkan GATEWAY mereka dimasuki oleh lelaki dan lelaki juga harus berhati-hati sebelum memasukkan zakar mereka ke dalam GATEWAY wanita. Kenapa ? Kerana di GATEAWAY inilah DNA yang ada tenaga dualiti yang positif dan negatif akan BERSATU. Tenaga positif dan negatif yang disimpan dari lelaki dan wanita itu akan menentukan watak dan peribadi DIRI SENDIRI (sel) dan anak yang akan dilahirkan melalui pintu rahim ini.
Jika lelaki dan wanita mempunyai frekuensi ICI yang sama, maka SEL-SEL yang bakal dilahirkan juga bakal mewarisi frekuensi ICI itu. Jika suasana persekitaran kehidupan kita atau anak kita itu penuh dengan ICI makanya, frekuensi ICI akan jadi dominan, makanya diri kita atau diri anak itu akan terus hidup dalam ICI.
KESIMPULAN
Perlakuan seks pasangan yang ICI sentiasa menyeronokkan dan bahagia. Dalam perlakuan seks mereka boleh bergurau senda, boleh ketawa sambil menikmati segala pergerakan mereka. Jika dalam perlakuan seks mereka bahagia, maka di luar seks juga mereka bahagia. Buktinya, lihat saja perwatakan mereka. Mereka sentiasa ceria bila bersama. Ketawa, senyum, romantik dan sering meluahkan kasih sayang tanpa berpura pura. Mereka saling beri memberi antara satu dengan lain.
Perlakuan seks bukan semestinya untuk mendapatkan anak, sebaliknya perlakuan seks adalah suatu proses penambahbaikan sel-sel jasad dan suatu kaedah pencapaian SAHLA. Perlakuan seks melalui JALAN YANG BENAR adalah salah satu kaedah mengenal diri. Bila kita fahami SE-X maka kita makin mengenal hakikat diri kita sendiri.
Makanya..
Pilihlah pasangan ikut kemahuan jantung mu tapi dengar-dengarkan juga suara akalmu. Namun, kata putusnya harus datang dari jantung, bukan dari akal !
*SE-X Dalam Teknologi Ilmu*
Bila kita makin memahami istilah SE-X, maka ketahuilah kita bahawa SE-X itu adalah tentang hal KEHIDUPAN. Perkataan SE-X bukan hanya berkaitan tentang berkelamin atau jantina. SE-X melangkui itu. Berkelamin dan jantina hanyalah sebahagian dari takrifan SE-X yang meliputi hal KEHIDUPAN.
Kehidupan adalah hal DUALITI. Bilamana DUA TENAGA bertemu, Positif-Negatif, Aktif-Pasif, Baik-Buruk, Salah-Benar, maka SE-X berlaku. Sama ada kita sedar atau tidak dan samada kesedaran itu palsu atau asli, itu adalah hal lain.
SE-X adalah hal MANUPULASI yang sedang berlaku dalam kehidupan. Sebab itu seksualiti sentiasa digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk memanupulasi TENAGA manusia.
Roh pula adalah hal NAMA kepada Tenaga yang menzahirkan kehidupan. Tenaga ini ada pelbagai gantinama dan salah satu darinya namanya dipanggil Roh.
Dalam proses untuk MENGENAL, kita akan melalui satu proses OPERASI pencarian. Di sepanjang proses operasi pencarian ini, nantinya kita akan mengalami pelbagai MANUPULASI NAMA-NAMA. Di peringkat operasi pencarian ini kita perlu benar-benar memecahkan maklumat dengan mengamalkan prinsip SATE TAHU secara KUKONKER. Kenapa ? Kerana, dalam proses pencarian ini, akal sering overthinking dan dikelirukan oleh bahasa yang ada banyak NAMA.
Setelah melalui proses operasi pencarian ini, maka barulah kita mengalami REALITI. Bila sudah mengalami realiti, barulah kita ada pengalaman. Pengalaman itulah yang kita katakan sebagai KENAL. Hal Kenal Sekenal-kenalnya inilah yang dipanggil Makrifah atau Kesedaran Hakiki.
KONSEP TEKNOLOGI ILMU AIMM
Dalam konsep Teknologi Ilmu AIMM, ROH itu merujuk kepada TEKNOLOGI BAHASA ILMU (Syariah).
Proses PERJALANAN untuk memahamkan hal bahasa ilmu ini dipanggil TEKNOLOGI OPERASI ILMU (Tarikah).
Proses pemecahan maklumat yang sentiasa saling menyatu dan memisahkan fakta (SE-X) itu dipanggil TEKNOLOGI MANUPULASI ILMU (Hakikah)
Selepas segala teknologi bahasa, operasi dan manupulasi ilmu itu difahami maka, diri akan merasai REALITI samada maklumat itu benar atau salah atau neutral. Hanya diri yang benar-benar belajar dan melakukan analisis, kajian, hipotesis dan praktikal akan tahu samada maklumat yang diperolehinya itu benar, salah atau neutral. Detik dia mengalami REALITI benar, salah atau neutral itulah yang dikatakan sebagai REALITI ILMU (Makrifah)
KESIMPULAN
Makanya dalam Teknologi Ilmu AIMM ia meliputi 4 prinsip asas pemecahan ilmu
1. Bahasa Ilmu (Syariah)
2. Operasi Ilmu (Tarikah)
3. Manupulasi Ilmu (Hakikah)
4. Realiti Ilmu (Makrifah)
Makanya....
APAKAH DIRI KITA INI ADA ROH ?
Engkau sudah tahu bagaimana mahu menjawapnya !
Minggu, 23 Juli 2017
DIA DIANTARA PENULIS WAHYU YANG TERPENTING. KESUFIAN SAIDINA ABU BAKAR ASH- SIDDIQ RA.
Abu Bakar mengungguli Umat Rasulullah bukan kerana banyaknya solat
& banyaknya puasa...tetapi kerana IKHLAS yg BERSEMAYAM dihatinya
( HR: At- Tirmidzi )
Setiap malam jumaat selesai solat isyak,tubuh yang dibaluti jubah kasar itu duduk berdzikir..
Kepalanya menunduk sgt rendah sampai menyentuh lutut.Begitu Khusyuk dan Tawaduk dirinya tidak sedikit pun bergerak utk mendongak.
Menjelang fajar terbit barulah kepalanya diangkat,sambil menghela nafas yg panjang,tersendat-sendat dan tersedu-sedan..
Saat itu aroma dipersekitarannya berubah
TERCIUM BAU HATI YG TERPANGGANG
Ibadah khusus ABU BAKAR ASH- SIDDIQ RA
yg diceritakan oleh isteri beliau stlh mendpt permintaan dari UMAR BIN AL- KHATTHAB
lantas umar pun menitiskan air mata...
Terharu mendengar cerita dari isteri pendahulunya
Hati pendahulunya itu merasa gerun,cinta dan kasih melihat kebesaran ALLAH
Abu Bakar Ash-Siddiq dinobatkan sbg insan terbaik dari kalangan umat RASUMUHAMMAD SAW,RASULULLAH SAW juga menobatkan Abu Bakar sbg Khalil,Kekasih
terdekat Baginda
Faktor UTAMA nya
Bukan kerana banyaknya amal yg beliau lakukan tetapi kerana IKHLAS HATI sepenuhnya utk ALLAH & RASUL dan IKHLAS itulah TAUHID sebenar-benarnya.
Pada saat RASULULLAH SAW mengumumkan agar kaum muslimin menyumbangkan harta mereka utk dana perang melawan Romawi di Tabuk, Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya kpd RASULULLAH SAW.Apa yg engkau sisakan utk keluargamu?
tanya RASULULLAH SAW kpd Abu Bakar..
Jawabnya,"ALLAH & RASUL
jawab Abu Bakar tanpa keraguan sedikit pun
Itulah kekayaan jiwa yang dimiliki Abu Bakar RA.
Inilah keikhlasan hati Abu Bakar insan yg sangat mencintai ALLAH dan RASUL NYA dgn sepenuh hati...
Demikian kata- kata IMAM AL- GHAZALI
ttg kisah KEIKHLASAN HATI ABU BAKAR
membawa Abu Bakar RA menjadi insan yang palaing makrifat kepada ALLAH di antara umat RASULLAH SAW yg lain Abu Bakar mengorbankan segalanya utk ALLAH & RASULULLAH SAW.
Hidup nya begitu miskin stelah mengucapkan ikrar Islam di hdpn RASULULLAH sdgkan sblmnya Abu Bakar ialah saudagar disegani di Makkah
Abdullah bin Umar bercerita:
Satu ketika RASULULLAH SAW duduk bersama Abu Bakar yg sedang memakai jubah kasar dan di bahagian dadanya ditutupi dgn tampalan...
MALAIKAT JIBRIL turun menemui RASULULLAH SAW
& MENYAMPAIKAN SALAM ALLAH kepada ABU BAKAR.MALAIKAT JIBRIL pun BERTANYA:
Wahai RASULULLAH
Kenapa AKU lihat ABU BAKAR memakai jubah kasar dgn TAMPALAN di bhgn dadanya ?
Abu Bakar tlh menginfaqkan hartanya
utk ku sblm penaklukan Makkah,Sabda BAGINDA:
Sampaikam kepadanya salam dari ALLAH
& sampaika kepadanya TUHAN Mu BERTANYA:
Apakah engkau rela dgn kefaqiranmu ini ataukah tidak rela ?
RASULULLAH SAW menoleh kpd Abu Bakar dan bertanya:
Wahai ABU BAKAR
Ini JIBRIL menyampaikan dari ALLAH kpd mu
ALLAH bertanya kpd mu:
Apakah engkau rela dgn KEFAQIRAN mu ini
ataukah tidak rela?
ABU BAKAR MENANGIS:
APAKAH AKU AKAN MURKA KEPADA( TAQDIR ) TUHANKU ! ?
"( TIDAK ! ) AKU REDHO DGN ( TAQDIR ) TUHAN KU
AKU REDHO AKAN ( TAQDIR ) TUHANKU"
° * * * *
INI LAH KETULUSAN CINTA ...
CINTA YG MENGORBANKAN SEGALANYA HANYA UTK ALLAH ...
TIDAK MENINGGALKAN APA- APA LAGI SELAIN ALLAH DI HATI
INSAN YG MERASAKAN KETULUSAN CINTA KPD ALLAH
MAKA CINTA ITU MEMBUATNYA BERPALING
DARI PENCARIAN TERHADAP DUNIA ...
& MEMBUATNYA TIDAK ASYIK BERSAMA
DGN SEGENAP MANUSIA ...
Oleh kerana itu SAIYIDINA ABU BAKAR memilih ZUHUD sebagai SIRAT HIDUP utama beliau
- DUNIA bukanlah tempat yg hendak dinikmati tetapi godaan yg harus dihindari...
- DUNIA punca manusia lupa kepada ALLAH
- DUNIA juga punca manusia menderhaka kepada ALLAH dan Duniawi merupakan sumber induk kepada segala kejahatan yg dilakukan manusia
WALLAHU A' LAM.
( HR: At- Tirmidzi )
Setiap malam jumaat selesai solat isyak,tubuh yang dibaluti jubah kasar itu duduk berdzikir..
Kepalanya menunduk sgt rendah sampai menyentuh lutut.Begitu Khusyuk dan Tawaduk dirinya tidak sedikit pun bergerak utk mendongak.
Menjelang fajar terbit barulah kepalanya diangkat,sambil menghela nafas yg panjang,tersendat-sendat dan tersedu-sedan..
Saat itu aroma dipersekitarannya berubah
TERCIUM BAU HATI YG TERPANGGANG
Ibadah khusus ABU BAKAR ASH- SIDDIQ RA
yg diceritakan oleh isteri beliau stlh mendpt permintaan dari UMAR BIN AL- KHATTHAB
lantas umar pun menitiskan air mata...
Terharu mendengar cerita dari isteri pendahulunya
Hati pendahulunya itu merasa gerun,cinta dan kasih melihat kebesaran ALLAH
Abu Bakar Ash-Siddiq dinobatkan sbg insan terbaik dari kalangan umat RASUMUHAMMAD SAW,RASULULLAH SAW juga menobatkan Abu Bakar sbg Khalil,Kekasih
terdekat Baginda
Faktor UTAMA nya
Bukan kerana banyaknya amal yg beliau lakukan tetapi kerana IKHLAS HATI sepenuhnya utk ALLAH & RASUL dan IKHLAS itulah TAUHID sebenar-benarnya.
Pada saat RASULULLAH SAW mengumumkan agar kaum muslimin menyumbangkan harta mereka utk dana perang melawan Romawi di Tabuk, Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya kpd RASULULLAH SAW.Apa yg engkau sisakan utk keluargamu?
tanya RASULULLAH SAW kpd Abu Bakar..
Jawabnya,"ALLAH & RASUL
jawab Abu Bakar tanpa keraguan sedikit pun
Itulah kekayaan jiwa yang dimiliki Abu Bakar RA.
Inilah keikhlasan hati Abu Bakar insan yg sangat mencintai ALLAH dan RASUL NYA dgn sepenuh hati...
Demikian kata- kata IMAM AL- GHAZALI
ttg kisah KEIKHLASAN HATI ABU BAKAR
membawa Abu Bakar RA menjadi insan yang palaing makrifat kepada ALLAH di antara umat RASULLAH SAW yg lain Abu Bakar mengorbankan segalanya utk ALLAH & RASULULLAH SAW.
Hidup nya begitu miskin stelah mengucapkan ikrar Islam di hdpn RASULULLAH sdgkan sblmnya Abu Bakar ialah saudagar disegani di Makkah
Abdullah bin Umar bercerita:
Satu ketika RASULULLAH SAW duduk bersama Abu Bakar yg sedang memakai jubah kasar dan di bahagian dadanya ditutupi dgn tampalan...
MALAIKAT JIBRIL turun menemui RASULULLAH SAW
& MENYAMPAIKAN SALAM ALLAH kepada ABU BAKAR.MALAIKAT JIBRIL pun BERTANYA:
Wahai RASULULLAH
Kenapa AKU lihat ABU BAKAR memakai jubah kasar dgn TAMPALAN di bhgn dadanya ?
Abu Bakar tlh menginfaqkan hartanya
utk ku sblm penaklukan Makkah,Sabda BAGINDA:
Sampaikam kepadanya salam dari ALLAH
& sampaika kepadanya TUHAN Mu BERTANYA:
Apakah engkau rela dgn kefaqiranmu ini ataukah tidak rela ?
RASULULLAH SAW menoleh kpd Abu Bakar dan bertanya:
Wahai ABU BAKAR
Ini JIBRIL menyampaikan dari ALLAH kpd mu
ALLAH bertanya kpd mu:
Apakah engkau rela dgn KEFAQIRAN mu ini
ataukah tidak rela?
ABU BAKAR MENANGIS:
APAKAH AKU AKAN MURKA KEPADA( TAQDIR ) TUHANKU ! ?
"( TIDAK ! ) AKU REDHO DGN ( TAQDIR ) TUHAN KU
AKU REDHO AKAN ( TAQDIR ) TUHANKU"
° * * * *
INI LAH KETULUSAN CINTA ...
CINTA YG MENGORBANKAN SEGALANYA HANYA UTK ALLAH ...
TIDAK MENINGGALKAN APA- APA LAGI SELAIN ALLAH DI HATI
INSAN YG MERASAKAN KETULUSAN CINTA KPD ALLAH
MAKA CINTA ITU MEMBUATNYA BERPALING
DARI PENCARIAN TERHADAP DUNIA ...
& MEMBUATNYA TIDAK ASYIK BERSAMA
DGN SEGENAP MANUSIA ...
Oleh kerana itu SAIYIDINA ABU BAKAR memilih ZUHUD sebagai SIRAT HIDUP utama beliau
- DUNIA bukanlah tempat yg hendak dinikmati tetapi godaan yg harus dihindari...
- DUNIA punca manusia lupa kepada ALLAH
- DUNIA juga punca manusia menderhaka kepada ALLAH dan Duniawi merupakan sumber induk kepada segala kejahatan yg dilakukan manusia
WALLAHU A' LAM.
Selasa, 18 Juli 2017
6 Perkara yang Allah swt Sembunyikan!
Mencari Nur Illahi.
Allah swt menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang, sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124,000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata;
'Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?'
Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud;
'Tidak.'
Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan pada tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.
Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah swt berfirman yang bermaksud;
'Wahai Jibrail, kamu telah menyembah Aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembahKu sama seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi mulia yang paling Aku cintai, namanya Muhammad.'
'Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu Aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.'
Kemudian Jibrail a.s berkata;
'Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?'
Lalu Allah berfirman yang bermaksud;
'Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal.'
Kemudian Jibrail a.s meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa itu.Setelah Jibrail a.s mendapat izin dari Allah swt maka pergilah Jibrail a.s dengan mengembangkan sayapnya dan terbang - setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail a.s selama 300 tahun sehingga ia merasa letih serta lemah dan akhirnya ia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan ia sujud kepada Allah swt lalu ia berkata dalam sujudnya itu;
'Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? '
Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud;
'Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3,000 tahun dan meskipun Aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.'
Oleh itu marilah sama-sama kita fikirkan dan berusaha untuk melakukannya. Sesungguhnya Allah swt telah menyembunyikan enam perkara daripada pengetahuan sekelian umat Muhammad saw, iaitu;
* redha-Nya dalam taat;
* murka-Nya di dalam maksiat;
* nama-Nya yang Maha Agung dalam Al-Quran;
* Lailatul Qadar dalam bulan Ramadhan;
* solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu); dan
* (tarikh terjadinya) hari kiamat dalam kesemua hari.
Jadi kepada sekelian rakan-rakan yang dikasihi sekalian, sebarlah ilmu ini, agar kesemua kawan dan sahabat-handai kita yang di luar sana agar kembali ke pangkal jalan, mengikut jalan Islam yang sebenar-benarnya. Sesungguhnya, barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, di mana pahala seseorang yang diajak kepada kebaikan itu dapat kepadanya tanpa dikurangkan sedikitpun, insyaAllah.
'Tidak.'
Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan pada tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.
Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah swt berfirman yang bermaksud;
'Wahai Jibrail, kamu telah menyembah Aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembahKu sama seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi mulia yang paling Aku cintai, namanya Muhammad.'
'Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu Aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu.'
Kemudian Jibrail a.s berkata;
'Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?'
Lalu Allah berfirman yang bermaksud;
'Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal.'
Kemudian Jibrail a.s meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa itu.Setelah Jibrail a.s mendapat izin dari Allah swt maka pergilah Jibrail a.s dengan mengembangkan sayapnya dan terbang - setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail a.s selama 300 tahun sehingga ia merasa letih serta lemah dan akhirnya ia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan ia sujud kepada Allah swt lalu ia berkata dalam sujudnya itu;
'Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? '
Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud;
'Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3,000 tahun dan meskipun Aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.'
Oleh itu marilah sama-sama kita fikirkan dan berusaha untuk melakukannya. Sesungguhnya Allah swt telah menyembunyikan enam perkara daripada pengetahuan sekelian umat Muhammad saw, iaitu;
* redha-Nya dalam taat;
* murka-Nya di dalam maksiat;
* nama-Nya yang Maha Agung dalam Al-Quran;
* Lailatul Qadar dalam bulan Ramadhan;
* solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu); dan
* (tarikh terjadinya) hari kiamat dalam kesemua hari.
Jadi kepada sekelian rakan-rakan yang dikasihi sekalian, sebarlah ilmu ini, agar kesemua kawan dan sahabat-handai kita yang di luar sana agar kembali ke pangkal jalan, mengikut jalan Islam yang sebenar-benarnya. Sesungguhnya, barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, di mana pahala seseorang yang diajak kepada kebaikan itu dapat kepadanya tanpa dikurangkan sedikitpun, insyaAllah.
WAJIB MENGAMALKAN TASAWWUF
Seluruh ulama-ulama Ahlus-sunnah berpendirian adalah wajib bagi setiap muslim mengamalkan tasawwuf. Tasawwuf adalah ilmu yang membicarakan tentang ahwal hati, segala penyakit-penyakit hati, sifat-sifat yang tercela dan sifat-sifat terpuji, sekalian syirik khafi serta menunjukkan jalan membaiki hati tersebut melalui zikrullah dan mujahadah. Seluruh Ilmu ini adalah bersumberkan Al-Qur'an dan Hadis Nabi صلى الله عليه وسلم
Ilmu tasawwuf yang wajib
diamalkan ada diterangkan di dalam kitab-kitab ulama Ahlus-sunnah
seperti Ihya Ulumuddin, Minhajul Abidin, I'anatut-Talibin,
Sirrus-Salikin dan Hidayatus-Salikin.
Berkata Imam Ghazali رضي الله عه :
"Bermula ilmu tentang qalbu dan mengenal penyakitnya berupa iri hati, riya' dan semisalnya adalah fardhu 'ain."
Seseorang muslim tidak akan dapat menjadikan dirinya sebagai hamba Allah dengan hanya mengamalkan ilmu fiqh semata-mata. Malah wajib baginya menghimpunkan kedua-duanya; iaitu ilmu fiqh dan ilmu tasawwuf untuk kesejahteraan zahir dan batin. Seperti kata Imam Malik رضي الله عه:
"Sesiapa yang mengamalkan Fiqh tanpa tasawwuf, maka dia fasiq. Sesiapa mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh, maka dia zindiq. Mengimpun keduanya itulah yang haq."
Berkata Imam Ghazali رضي الله عه :
"Bermula ilmu tentang qalbu dan mengenal penyakitnya berupa iri hati, riya' dan semisalnya adalah fardhu 'ain."
Seseorang muslim tidak akan dapat menjadikan dirinya sebagai hamba Allah dengan hanya mengamalkan ilmu fiqh semata-mata. Malah wajib baginya menghimpunkan kedua-duanya; iaitu ilmu fiqh dan ilmu tasawwuf untuk kesejahteraan zahir dan batin. Seperti kata Imam Malik رضي الله عه:
"Sesiapa yang mengamalkan Fiqh tanpa tasawwuf, maka dia fasiq. Sesiapa mengamalkan tasawwuf tanpa fiqh, maka dia zindiq. Mengimpun keduanya itulah yang haq."
"Manusia (juga) merupakan unsur tanah
"Manusia (juga) merupakan unsur tanah. Selain
manfaat, unsur ini punya tabiat madhorot. Yaitu, manusia suka males,
malesan, dan tidak punya inisiatif, statis. Ini sebabnya karena hatinya
mandek, jumud: tak ubah seperti tanah yang suka mengeras sekeras batu,
bahkan lebih. Jangankan tidak punya ilmu, punya ilmu pun (tentang Agama)
belum tentu mau mengamalkan ilmu-nya. Yang seperti ini disebut para
ulama: ia sedang kerasukan roh jamadi hingga membatu, jadi keras
kepala, membandel, yang akhirnya ia
tidak bisa menghasilkan sesuatu, apalagi mencapai tujuan (hidup). Tiada
cara agar tanah jadi gembur dan subur, tanah yang bisa ditanami dan
menghasilkan panen kecuali dengan istiqomah DZIKRULLOH."
"Dalam diri manusia juga ada unsur air. Selain manfaat, unsur ini punya tabiat madhorot. Yaitu, suka nekad, khianat, bawaannya berani hasud kepada sesama. Tak peduli yang lain celaka asal dirinya selamat, yang lain terjatuh asal dirinya tidak, kadang suka mencelakai orang lain, seperti air banjir bandang yang menerjang tak berbelas kasih, menyapu dan menenggelamkan harta maupun benda siapa saja, bahkan seringnya manusia terbawa hanyut oleh derasnya arus... Para ulama menyebut yang demikian sedang kerasukan ruh Khewani, watak kehewanan. Tiada cara menstabilkan unsur air dalam diri manusia kecuali mendawamkan DZIKRULLOH."
"Selain unsur api, dalam diri manusia ada unsur angin. Selain manfaat, unsur ini punya tabiat madhorot. Yaitu, manusia suka mudah berubah-ubah pendirian, berpindah-pindah haluan, mudah goyah oleh pengaruh (luar), gampang tergoda, tertarik ke sana kemari, dan seringkali tidak punya keteguhan. Akibat terbawa tabiat madhorot angin, manusia suka ingin dipuji, pengennya tenar, dan di-elu-elu-kan. Perilaku mudah terpengaruh inilah tabiat madhorot unsur angin. Tiada alat untuk mencegah madhorot unsur ini kecuali dengan menetapkan kalimat yang tetap (qoulu tsabit) yakni (Dzikir) LAA ILAAHA ILLALLOH."
"Salah satu dari empat unsur dalam diri manusia adalah api. Selain tabiat manfaat, unsur ini mengandung tabiat madhorot. Yaitu, manusia suka menyerupa Syetan/Iblis, karena asal penciptaan mereka dari api. Tabiat Iblis itu takabur, sementara, takabur-lah yang menjadi sebab hancur-nya segala amal kebaikan manusia. Para ulama sering menunjuk manusia yang demikian, 'Sedang terkena ruh Syaithoni, sedang kerasukan pengaruh Iblis'. Syetan/Iblis, sebagaimana dinyatakan al-Quran, tabiatnya ingkar kepada ALLOH dan mengajak manusia ke jalan kemungkaran. Tiada cara untuk mengendalikan unsur ini kecuali dengan mandi tobat, hakikat mandi taubat yaitu DZIKRULLOH."
"Dalam diri manusia juga ada unsur air. Selain manfaat, unsur ini punya tabiat madhorot. Yaitu, suka nekad, khianat, bawaannya berani hasud kepada sesama. Tak peduli yang lain celaka asal dirinya selamat, yang lain terjatuh asal dirinya tidak, kadang suka mencelakai orang lain, seperti air banjir bandang yang menerjang tak berbelas kasih, menyapu dan menenggelamkan harta maupun benda siapa saja, bahkan seringnya manusia terbawa hanyut oleh derasnya arus... Para ulama menyebut yang demikian sedang kerasukan ruh Khewani, watak kehewanan. Tiada cara menstabilkan unsur air dalam diri manusia kecuali mendawamkan DZIKRULLOH."
"Selain unsur api, dalam diri manusia ada unsur angin. Selain manfaat, unsur ini punya tabiat madhorot. Yaitu, manusia suka mudah berubah-ubah pendirian, berpindah-pindah haluan, mudah goyah oleh pengaruh (luar), gampang tergoda, tertarik ke sana kemari, dan seringkali tidak punya keteguhan. Akibat terbawa tabiat madhorot angin, manusia suka ingin dipuji, pengennya tenar, dan di-elu-elu-kan. Perilaku mudah terpengaruh inilah tabiat madhorot unsur angin. Tiada alat untuk mencegah madhorot unsur ini kecuali dengan menetapkan kalimat yang tetap (qoulu tsabit) yakni (Dzikir) LAA ILAAHA ILLALLOH."
"Salah satu dari empat unsur dalam diri manusia adalah api. Selain tabiat manfaat, unsur ini mengandung tabiat madhorot. Yaitu, manusia suka menyerupa Syetan/Iblis, karena asal penciptaan mereka dari api. Tabiat Iblis itu takabur, sementara, takabur-lah yang menjadi sebab hancur-nya segala amal kebaikan manusia. Para ulama sering menunjuk manusia yang demikian, 'Sedang terkena ruh Syaithoni, sedang kerasukan pengaruh Iblis'. Syetan/Iblis, sebagaimana dinyatakan al-Quran, tabiatnya ingkar kepada ALLOH dan mengajak manusia ke jalan kemungkaran. Tiada cara untuk mengendalikan unsur ini kecuali dengan mandi tobat, hakikat mandi taubat yaitu DZIKRULLOH."
ALAM SUFI
Alam kata mufrad dan jamaknya `awalim atau `alamin ( beberapa alam ). Dalam futuhat ilahiyyah karya ibnu Al-Bana As-Sarqusthi dikatakan bahwa alam mempunyai tiga tingkatan :
yaitu:
Alam Mulk, Alam Malakut, dan Alam Jabarut.
Alam Mulk, yaitu alam tempat makhluk berjisim yang dapat ditangkap oleh indra dan dapat dijangkau oleh penglihatan.
Alam Malakut, yaitu alam tempat para malaikat. Alam ini dapat ditangkap dengan ilmu dan penglihatan batin.
Sedangkan Alam Jabarut adalah alam tempat keagungan Ashliyah dan kegaiban Azaliyyah Allah SWT. Alam ini dapat di tangkap dengan bashirah ( mata hati manusia ) dan makrifatullah ( mengenal Allah Swt. ).
Sebagian sufi membagi alam menjadi empat bagian: Alam Mulk, Alam Gaib, Alam Malakut, dan Alam Jabarut. Alam Mulk termasuk Alam Syahadah ( kasar/ terlihat oleh mata kepala ) sedangkan 3 alam berikutnya termasuk alam gaib ( samar/tidak terlihat oleh mata kepala )
Alam mulk ialah bumi , langit dan apa-apa yang ada diantara keduanya, alam gaib seperti jin dan ruh , alam malakut ialah alam malaikat, sedangkan alam jabarut ialah alam keagungan atau kekuasaan Allah SWT.
Alam jabarut lebih gaib dari pada alam malakut, alam malakut lebih gaib dari pada alam gaib, sedangkan alam syahadah ialah alam nyata.
Yang berada dialam mulk tidak dapat melihat alam apa-apa yang ada di alam gaib, sedangkan apa-apa yang ada di alam gaib tidak dapat melihat alam apa-apa yang ada di alam mulk, apa-apa yang ada di alam malakut tidak dapat melihat alam apa-apa yang ada di alam jabarut, sebaliknya apa-apa yang ada di alam jabarut bias melihat apa-apa yang ada di 3 alam sebelumnya.
Berbeda dengan hal di atas, Abu Thalib al-Makki (wafat 386 H/996 M) berpendapat bahwa alam mempunyai lima tingkatan, yaitu: Alam Hahut (esensi, atau
(1 ) Hahut (esensi, realitas absolut),
(2) Lahut (realitas being yakni Tuhan / Pribadi Tuhan / sifat-sifat Tuhan),
(3) Jabarut (alam malaikat),
(4) Malakut (alam gaib), dan
(5)Nasut ( Alam manusia )
(1 ) Hahut (esensi, realitas absolut),
Alam Hahut Hahut berasal dari kata Huwa ("Dia", sebuah nama Tuhan, yakni nama esensi, al-Zat) yang mengandung pengertian "Ipseity".
Ipseity merupakan pengertian Sesuatu yang dari padaNya tidak dapat berkurang dan tidak dapat bertambah, Ipseity tidak bisa dibagi-bagi, tidak ada sesuatu diluarnya.
Sebagaimana perkataan sufi : laa ana walaa anta : hu
Ungkapan Ipseity seperti ini tertuang dalam surat al-ikhlash.
(2) Lahut (realitas being yakni Tuhan / Pribadi Tuhan / sifat-sifat Tuhan),
Lahut berasal dari kata al-llah atau ketuhanan, lahut adalah being dan pribadi tuhan
Alam lahut terkadang disebut pula alam `izzah ( alam keagungan ) sebagai bagian dari nama-nama aifat allah Swt. Ia merupakan Al-Kholiq ( pencipta ) dalam kaitanya dengan dunia dan akhirat dan sebagai Tuhan pribadi atau sebagai Pribadi, yang mendengarkan permohonan , yang mematikan , yang menghidupkan, yang member penghidupan, yang mencipta, yang menerima tobat dsb.
(3) Jabarut (alam malaikat),
Alam jabarut ialah alam kekuasaan Allah Swt. Alam jabarut juga merupakan realitas yang disebut singgasana ( Al-Arsy ) hal ini merupakan bagian supra formal atau manifestasi kemalaikatan, yang diliputi dan terdiri dari ciptaan formal sedang ia sendiri diliputi oleh being dan being dibalik being.
(4) Malakut (alam gaib), dan
Alam malakut ialah alam kegaiban merupakan alam malaikat dan alam jin yang sebagian menjelma dari intelek, oleh karena itu jin berpotensi mencapai pengetahuan Allah Swt. Wahyu yang disampaikan kea lam manusia ( alam nasut ) juga disampaikan ke alam malakut .
(5)Nasut ( Alam manusia )
Alam nasut artinya alam dunia yakni alam yang dihuni manusia yang juga disebut alam al-mulk ( alam kekuasaan ) , alam nasut merupakan alam kasat mata atau alam syahadah.
والحاصل : إنّ السالك إذا أخذ فى سيره إلى مولاه ، وجدّ فى سيره ، وتأدّب مع الرقيق فى مسراه قطع العوالم حتّى يتشرف بالوصول إلى تلك المعالم :
(Dan hasilnya) bahwasanya seorang salik itu apabila mengambil pada perjalanan kepada Tuhannya dan bersungguh-sungguh ia pada perjalanannya dan beradab beserta Syaikhnya pada zahir bathinnya, diputuskan segala ‘awaalim hingga hampir dengan sampai kepada maksudnya daripada segala ‘awaalim itu.
فأوّل عالم يُقَطِّعهُ عالم الملك وهو ما يدرك بالبصر من الأجسام وغيرها وهو عالم النفس ،
Maka pertama yang diputuskan ‘Alam Mulk dan yaitu yang didapat akan dia dengan mata kepala, daripada segala ajsam dan lainnya, maka dinamakan dia ‘alam an-Nafs.
ثمّ عالم الملكوت وهو ما يدرك بالبصيرة وهو عالم القلب
Kemudian maka ‘alam malakut dan yaitu barang yang dapat akan dia dengan mata hati dan dinamakan dia ‘alam al-Qalb.
ثمّ عالم الجبروت وهو عالم الروح
Kemudian maka ‘alam jabaruut dan yaitu dinamakan ‘alam arwah.
ثمّ عالم اللاهوت وهو عالم السر وعنده يذهب الإسم والرسم ، ولايشهد هناك إلا الأحد وهذا غاية الفناء ، ومنه يرجع العارف إلى البقاء ويصير مرشدا ومقتدى ،
Kemudian maka alam lahuut dan dinamakan ‘alam as-Sir dan padanya hilang nama dan segala musamma dan tiada dilihat disana melainkan Tuhan Yang Waahidul Ahad. Dan inilah sehingga-hingga fana` dan daripadanya kembali orang yang ‘arif itu kepada baqa`nya, dan jadi ia mursyid, yakni yang menunjukkan muridin dan tempat ikutan,
seperti kata syair:
ولتخلع النعلين خلع محقق – وخلا عن الكونين في مسراه
ولتفن حتى عن فنائك إنه – عين البقاء فعند ذاك تراه
Dan tanggalkan olehmu dua kaus kamu yakni ilmu dan ‘amal itu sebagai tanggal yang sebenar-benarnya,
Dan sucikan di dalam hatimu daripada dua kaun [yakni] dunia dan akhirat
Dan fana`kan olehmu hingga daripada fana`mu, bahwasanya ialah dinamakan maqam baqa`
Maka pada ketika itu melihat engkau akan Dia
Dan katanya lagi:
أني يغيب وليس يوجد غيره لكن شديد ظهوره اخفاه
Betapa hilang dan tiada ada dapat akan yang lainnya tetapi sangat nyataNya itu jadi tersembunyi
( Syarah Hikam Abu Madyan : 66 )
==================================================================
قلت : وأما السرُّ فمن عالم الجبروت ، وسرالسر من عالم اللاهوت
وربما يطلقون السر ويريدون به سر السر وهو السر المطلق السارى
فى الأرواح الإنسانية وهو مكشوف عند الإكليل ، مخفي عند غيرهم ،
وبه يظهر الفرق بين العارف والجاهل.
وكل ذلك من آثار الذكر والتشرف بفوائده
Alam Malakut, yaitu alam tempat para malaikat. Alam ini dapat ditangkap dengan ilmu dan penglihatan batin.
Sedangkan Alam Jabarut adalah alam tempat keagungan Ashliyah dan kegaiban Azaliyyah Allah SWT. Alam ini dapat di tangkap dengan bashirah ( mata hati manusia ) dan makrifatullah ( mengenal Allah Swt. ).
Sebagian sufi membagi alam menjadi empat bagian: Alam Mulk, Alam Gaib, Alam Malakut, dan Alam Jabarut. Alam Mulk termasuk Alam Syahadah ( kasar/ terlihat oleh mata kepala ) sedangkan 3 alam berikutnya termasuk alam gaib ( samar/tidak terlihat oleh mata kepala )
Alam mulk ialah bumi , langit dan apa-apa yang ada diantara keduanya, alam gaib seperti jin dan ruh , alam malakut ialah alam malaikat, sedangkan alam jabarut ialah alam keagungan atau kekuasaan Allah SWT.
Alam jabarut lebih gaib dari pada alam malakut, alam malakut lebih gaib dari pada alam gaib, sedangkan alam syahadah ialah alam nyata.
Yang berada dialam mulk tidak dapat melihat alam apa-apa yang ada di alam gaib, sedangkan apa-apa yang ada di alam gaib tidak dapat melihat alam apa-apa yang ada di alam mulk, apa-apa yang ada di alam malakut tidak dapat melihat alam apa-apa yang ada di alam jabarut, sebaliknya apa-apa yang ada di alam jabarut bias melihat apa-apa yang ada di 3 alam sebelumnya.
Berbeda dengan hal di atas, Abu Thalib al-Makki (wafat 386 H/996 M) berpendapat bahwa alam mempunyai lima tingkatan, yaitu: Alam Hahut (esensi, atau
(1 ) Hahut (esensi, realitas absolut),
(2) Lahut (realitas being yakni Tuhan / Pribadi Tuhan / sifat-sifat Tuhan),
(3) Jabarut (alam malaikat),
(4) Malakut (alam gaib), dan
(5)Nasut ( Alam manusia )
(1 ) Hahut (esensi, realitas absolut),
Alam Hahut Hahut berasal dari kata Huwa ("Dia", sebuah nama Tuhan, yakni nama esensi, al-Zat) yang mengandung pengertian "Ipseity".
Ipseity merupakan pengertian Sesuatu yang dari padaNya tidak dapat berkurang dan tidak dapat bertambah, Ipseity tidak bisa dibagi-bagi, tidak ada sesuatu diluarnya.
Sebagaimana perkataan sufi : laa ana walaa anta : hu
Ungkapan Ipseity seperti ini tertuang dalam surat al-ikhlash.
(2) Lahut (realitas being yakni Tuhan / Pribadi Tuhan / sifat-sifat Tuhan),
Lahut berasal dari kata al-llah atau ketuhanan, lahut adalah being dan pribadi tuhan
Alam lahut terkadang disebut pula alam `izzah ( alam keagungan ) sebagai bagian dari nama-nama aifat allah Swt. Ia merupakan Al-Kholiq ( pencipta ) dalam kaitanya dengan dunia dan akhirat dan sebagai Tuhan pribadi atau sebagai Pribadi, yang mendengarkan permohonan , yang mematikan , yang menghidupkan, yang member penghidupan, yang mencipta, yang menerima tobat dsb.
(3) Jabarut (alam malaikat),
Alam jabarut ialah alam kekuasaan Allah Swt. Alam jabarut juga merupakan realitas yang disebut singgasana ( Al-Arsy ) hal ini merupakan bagian supra formal atau manifestasi kemalaikatan, yang diliputi dan terdiri dari ciptaan formal sedang ia sendiri diliputi oleh being dan being dibalik being.
(4) Malakut (alam gaib), dan
Alam malakut ialah alam kegaiban merupakan alam malaikat dan alam jin yang sebagian menjelma dari intelek, oleh karena itu jin berpotensi mencapai pengetahuan Allah Swt. Wahyu yang disampaikan kea lam manusia ( alam nasut ) juga disampaikan ke alam malakut .
(5)Nasut ( Alam manusia )
Alam nasut artinya alam dunia yakni alam yang dihuni manusia yang juga disebut alam al-mulk ( alam kekuasaan ) , alam nasut merupakan alam kasat mata atau alam syahadah.
والحاصل : إنّ السالك إذا أخذ فى سيره إلى مولاه ، وجدّ فى سيره ، وتأدّب مع الرقيق فى مسراه قطع العوالم حتّى يتشرف بالوصول إلى تلك المعالم :
(Dan hasilnya) bahwasanya seorang salik itu apabila mengambil pada perjalanan kepada Tuhannya dan bersungguh-sungguh ia pada perjalanannya dan beradab beserta Syaikhnya pada zahir bathinnya, diputuskan segala ‘awaalim hingga hampir dengan sampai kepada maksudnya daripada segala ‘awaalim itu.
فأوّل عالم يُقَطِّعهُ عالم الملك وهو ما يدرك بالبصر من الأجسام وغيرها وهو عالم النفس ،
Maka pertama yang diputuskan ‘Alam Mulk dan yaitu yang didapat akan dia dengan mata kepala, daripada segala ajsam dan lainnya, maka dinamakan dia ‘alam an-Nafs.
ثمّ عالم الملكوت وهو ما يدرك بالبصيرة وهو عالم القلب
Kemudian maka ‘alam malakut dan yaitu barang yang dapat akan dia dengan mata hati dan dinamakan dia ‘alam al-Qalb.
ثمّ عالم الجبروت وهو عالم الروح
Kemudian maka ‘alam jabaruut dan yaitu dinamakan ‘alam arwah.
ثمّ عالم اللاهوت وهو عالم السر وعنده يذهب الإسم والرسم ، ولايشهد هناك إلا الأحد وهذا غاية الفناء ، ومنه يرجع العارف إلى البقاء ويصير مرشدا ومقتدى ،
Kemudian maka alam lahuut dan dinamakan ‘alam as-Sir dan padanya hilang nama dan segala musamma dan tiada dilihat disana melainkan Tuhan Yang Waahidul Ahad. Dan inilah sehingga-hingga fana` dan daripadanya kembali orang yang ‘arif itu kepada baqa`nya, dan jadi ia mursyid, yakni yang menunjukkan muridin dan tempat ikutan,
seperti kata syair:
ولتخلع النعلين خلع محقق – وخلا عن الكونين في مسراه
ولتفن حتى عن فنائك إنه – عين البقاء فعند ذاك تراه
Dan tanggalkan olehmu dua kaus kamu yakni ilmu dan ‘amal itu sebagai tanggal yang sebenar-benarnya,
Dan sucikan di dalam hatimu daripada dua kaun [yakni] dunia dan akhirat
Dan fana`kan olehmu hingga daripada fana`mu, bahwasanya ialah dinamakan maqam baqa`
Maka pada ketika itu melihat engkau akan Dia
Dan katanya lagi:
أني يغيب وليس يوجد غيره لكن شديد ظهوره اخفاه
Betapa hilang dan tiada ada dapat akan yang lainnya tetapi sangat nyataNya itu jadi tersembunyi
( Syarah Hikam Abu Madyan : 66 )
==================================================================
قلت : وأما السرُّ فمن عالم الجبروت ، وسرالسر من عالم اللاهوت
وربما يطلقون السر ويريدون به سر السر وهو السر المطلق السارى
فى الأرواح الإنسانية وهو مكشوف عند الإكليل ، مخفي عند غيرهم ،
وبه يظهر الفرق بين العارف والجاهل.
وكل ذلك من آثار الذكر والتشرف بفوائده
Langganan:
Postingan (Atom)