Hidup pastikan aman tenteram dunia wal akhirat kalau saja kita selalu bertafakur untuk mengingat Allah dan mengingat kehidupat akhirat, minimal 5 menit dalam sehari semalam
Rabu, 07 Juli 2021
ZIKIR SIRR
HAKEKAT MURAQABAH
Selasa, 06 Juli 2021
INTISARI AL-QURAN
Selasa, 18 Agustus 2020
MENYAMBUT BULAN 1.MUHARRAM 1442 H
MENYAMBUT BULAN MUHARRAM
Tahun ini, 1 Muharram jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020. Jadi, pada hari Kamis itu, awal tahun 1442 Hijriah akan dimulai.
Tahun baru hijriah atau tahun baru Islam diperingati pada setiap tanggal 1 Muharam.
Di kalender Hijriah, Muharam merupakan bulan pertama.
Pada tahun ini, 1 Muharam 1442 H akan jatuh pada hari Kamis, tanggal 20 Agustus 2020. Karena kalender hijriah diawali usai matahari terbenam, maka pergantian tahun baru Islam tersebut akan dimulai sejak Rabu malam,
tanggal 19 Agustus 2020.
Bulan Muharam adalah salah satu bulan di kalender Islam yang diyakini penuh berkah.
Dalam literatur keislaman, Muharam dijuluki sebagai "Bulan Alloh" atau Syahrullah karena bermakna agung dalam sejarah Islam.
Menyambut awal tahun baru Islam 1442 H, terdapat dua doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam: Doa akhir tahun dan doa awal tahun ketika memasuki 1 Muharam. dan Doa akhir tahun 1441 hijriah dapat dibaca sebelum sholat Magrib pada hari Rabu, 19 Agustus 2020, atau tepat saat pergantian tahun di kalender Islam terjadi. Sementara doa menyambut awal tahun baru Islam 1442 hijriah dapat dibaca sesudah salat Magrib pada hari yang sama.
Adapun doa yang dianjurkan oleh Rosululloh untuk dibaca ketika menyambut akhir dan awal tahun, sebagaimana dikutip dari Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar.sebagai berikut.
Doa akhir tahun dibaca sebelum memasuki Tahun Baru Islam 1442 H atau pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
Biasanya dibaca setelah Sholat Ashar hingga sebelum Maghrib tiba. Doa akhir tahun berisi tentang rasa syukur atas apa yang telah dicapainya selama ini dan menyebutkan harapan-harapan yang akan dilakukan saat memulai penanggalan baru.
1. Do'a Akhir Tahun
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Bacaan latinnya: "Allohumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm."
"Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku."
Sementara itu, doa awal tahun dibaca pada detik-detik memasuki hari pertama awal Tahun Baru Islam 1442 H.
Doa awal tahun biasanya dibaca sebanyak tiga kali setelah Maghrib. Doa awal tahun berisi tentang harapan harapan yang akan atau ingin dicapai selama satu tahun ke depannya.
Juga permohonan perlindungan dari Alloh Subhanallahu wa ta’ala.
2. Doa Awal Tahun
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Bacaan latinnya: "Allohumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini."
Kedua bacaan di atas, baik doa di akhir tahun dan awal tahun, dianjurkan untuk dibaca tiga kali. Selanjutnya, di pergantian tahun ini juga, Nabi Muhammad Shalallohu 'alaihi wasallam menyarankan untuk melakukan introspeksi diri atas hal-hal yang sudah dilakukan di tahun yang lalu dan mencanangkan kebaikan yang akan dilakukan pada tahun yang akan berjalan.
Rosululloh Shalallohu 'alaihi wasallam bersabda:
"Orang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Alloh Subhana wata'ala" (H.R. Tirmidzi).
Kedua bacaan di atas, baik doa di akhir tahun dan awal tahun, dianjurkan untuk dibaca tiga kali. Selanjutnya, di pergantian tahun ini juga, Nabi Muhammad menyarankan untuk melakukan introspeksi diri atas hal-hal yang sudah dilakukan di tahun yang lalu dan mencanangkan kebaikan yang akan dilakukan pada tahun yang akan berjalan.
Rosululloh bersabda :
"Orang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Alloh Subhana wata'ala." (H.R. Tirmidzi).
Wassalam...
Semoga bermanfaat
Rabu, 05 Agustus 2020
MENYAMBUT KEMATIAN
• Kematian adalah suatu kepastian, ia akan datang tepat waktu, tanpa
bisa dimajukan atau dimundurkan kendati barang sedetik pun. Saat
menghadapi kematian, petugas pencabut nyawa, Malakul Maut akan
menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna. Jika anda adalah orang
yang sukses menjalankan Misi Ibadah & Visi Khilafah dengan baik
ketika hidup diatas bumi ALLAH ini, maka Malakul Maut datang dengan
penampilan yang sangat sopan, berpakaian putih bersih dengan aroma harum
kasturi, sambil tersenyum ia mencabut nyawa dari badan Anda dengan
sangat hati-hati sehingga nyaris tidak dirasakan. Ketika Anda
menghembuskan nafas terakhir sambil mengucapkan *Laa ilaaha Illallaah*
(Tiada Tuhan yang pantas disembah selain ALLAH), orang-orang disekitar
Anda akan melihat wajahmu yang berseri-seri sambil tersenyum simpul,
Anda bisa tersenyum karena mengetahui bahwa Anda adalah orang yang akan
meraih *Great Success* (kesuksesan tanpa batas), yakni akan masuk
syurga, Insyaa Allah.!!..
Sebaliknya, jika Anda orang yang gagal
menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah semasa mendapat jatah hidup di
dunia, Malakul Maut (Izrail) akan datang kepadamu dengan wajah yang
marah, garang, hitam pekat dan berbau busuk. Ia akan memperlakukanmu
dgn sangat kasar sambil membentak & berkata : *Wahai Hamba Allah,
inilah balasan awal dari kegagalan dalam menjalankan Misi-Visi Ibadah
dan Khilafah, karena kesombongan diri, pembangkangan dan kedurhakaan
pada Tuhan Pencipta, Allah Rabbul 'Aalamiin. Jika Anda bernasib
seperti itu, Malakul Maut akan mencabut nyawamu dgn kasar
sekeras-kerasnya.
Sulit untuk dibayangkan, dengan melihat kondisimu
yang sedang sekarat, gelisah, meregang nyawa, tenggorokanmu
mengeluarkan suara yg menakutkan orang di sekelilingmu. Anda
membolak-balikkan badan kekiri - kekanan, serta mata yg terbelalak
ketakutan, wajahmu mengekspresikan suasana sesungguhnya yang sedang Anda
hadapi ; ketakutan, kengerian dan putus asa. Problemnya ialah, Anda
tidak bisa lari dari suasana itu.
¤• Bagaimanapun sulitnya Anda
menghadapi *Sakratul maut* dan melewati pintu Kematian, namun Anda pasti
akan mati juga. Dengan demikian, berakhirlah riwayat singkat Anda
didunia tanpa meninggalkan kesedihan, kerinduan dan kecintaan dari orang
yang tadinya sangat baik dan akrab denganmu, disebabkan oleh hubungan
yg dibangun hanya karena kepentingan pribadi atau mengharapkan sesuap
nasi darimu. Mungkin sebagian mereka ada yg merasa lega atas
kepergianmu, karena mereka tahu betul semasa didunia, Anda adalah
*Koruptor,Tukang tilep uang negara, pezina, pemabok, curang dalam
proyek/perdagangan, atau suka memberikan kesaksian palsu & ijazah
pun dipalsukan untuk meraih kursi eksekutif & legislatif, juga
mungkin tokoh pornografi dan pornoaksi, serta paling anti pada sistem
& aturan *Ilahi, Tuhan Pencipta Anda sendiri & Pencipta Jagad
Raya ini.
Kegagalan dan Kesulitan yang amat dahsyat saat menghadapi
kematian itu akan menimpa jika Anda Presiden dan Pemimpin Negara yang
curang selama bertahun-tahun atau puluhan tahun mengurusi Negara dan
Rakyat sehingga bangkrut dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan sampai
ketitik nadir yang paling bawah, pada saat bersamaan, keluarga dan
kroni-kroni hidup dalam kemewahan dgn harta berlimpah, atau Presiden
yang merasa paling pintar dan Pemimpin yg congkak tapi tidak becus
mengurusi rakyat sehingga beban hidup mereka semakin hari semakin
menumpuk dan berat.
• Jika Kursi kebesaran yang bernama kursi Kepresidenan, kejaksaan agung, mahkamah agung DPR & sebagainya yang Anda duduki, kemudian enggan menerapkan hukum Allah, Tuhan Pencipta Anda sendiri juga Pencipta jagad raya di negeri yg Anda pimpin, bahkan Anda memusuhi, menangkap,memenjarakan & mungkin juga membunuh siapa saja dari kalangan Umat Islam, siapa sajalah Anda, bagaimana pun kehebatan,kekuatan dan kedudukanmu semasa di dunia, Malakul Maut tidak mempedulikan itu semua. Yang pasti, Anda sudah bertekuk lutut di hadapan bentakan dan hentakan prajurit Tuhan Pencipta yang bernama Izrail atau Malakul Maut itu. Ia hanya terfokus bagaimana mengakhiri jatah hidupmu di dunia ini tepat pada waktunya dan dengan cara yang paling kasar dan menyakitkan..
• Demikianlah dua type kematian
yang dihadapi saat kita menghadapinya. Orang-orang yg semasa di
dunia berhasil menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah, akan mendapat
kemudahan sambutan yang begitu meriah dari Malaikat yg bertugas
mencabut nyawa, bagi orang-orang yang gagal, akan melihat dan merasakan
pula hasil kegagalan mereka.
Kematian itu adalah *Haq*,Ia datang
hanya satu kali, kendati banyak sebab kematian, kematian adalah
kematian. Apakah Anda menjemput kematian disebabkan gempa bumi,
tsunami atau tabrakan juga narkoba,??. Apakah Anda melewatinya sendiri
dengan bunuh diri atau dibunuh dijalan Allah atau setan,??. Apapun
sebab kematian, kematian adalah kematian yang berfungsi untuk mengakhiri
kehidupan manusia di dunia, kemudian diteruskan perjalanannya menuju
alam Barzakh (pemisah), sambil menunggu kiamat atau kehancuran alam
semesta, dan kemudian kebangkitan mahsyar (perhimpunan raksasa) dan
seterusnya, *Syurga atau Neraka yang akan menjadi tempat Kita*...
~ Wallahul Musta'an ~
Minggu, 12 Juli 2020
CARA ANDA MENUNDUKKAN NAFSU
دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
...........
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
Anda tahukan itu nafsu, yakni menyukai apa yang ia senangi, yg mengatup yg suka menutup kebenaran.tapi kita bisa fahami bahwa nafsu itu sengaja diciptakan الله untuk kita agar hidup punya arti.
Nah jadi...
Kalau kita hidup tidak memiliki nafsu , apa artinya tentu tidak enak, karena itulah begitu luar biasanya manusia yang diciptakan الله dengan sempurna daripada makhluq- makhkuq lainnya.
Tidak perlu Anda bunuh itu nafsu, sebab nafsu tidak akan mati sebelum Anda belum mati. Matinya Anda barulah nafsu tidak ada.
Persoalannya adalah :
Bagaimana menundukkan nafsu ?
Bukan cara bunuh diri atau bunuh nafsu tersebut tapi ditundukkan.
Ini rahasianya >>>
" Dan aku tidaklah (mengatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karna sesungguhnya nafsu itu, selalu mendorong pada keburukan melainkan (nafsu) yg dirahmati Rabb-ku.
Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengampun Maha Pengasih."
QS. Yusuf :53)
Nafsu kalau dituruti pasti ia semakin berkuasa, dan semaaakin menjadi- jadi.
Kalau begitu apa rahasianya :
Ini sandinya yaitu sangat jelas di ayat :
مستسن منه
MUSTASNA MINHU
Yang berbunyi :
إلا ما رحم رب
" ILLA MAA RAHIMA RABBI "
inilah kata kunci yg Allah berikan pada Saya, Anda, kalian semua bahwa, jika Anda ingin dicintai الله. laksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
ketika Anda menerima apa adanya dari siapapun dan menerima cobaan dari Allah selalu menerima.
Dicaci, ditampar, dirampok, di aniaya dll
Ucapkanlah :
الحمد لله لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
ALHAMDULILLAH LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH
Maka " الله mendengar suaramu memanggil-Nya, bahwa Anda teraniaya dan tak mempu melawan nafsu kecuali hanya الله semata".
Disinilah nanti volume nafsu akan dikempis, diperkecil lalu tak berdaya atas pertolongan الله. Sebab itulah nafsu selalu berkehemdak semauanya. Walaupun Anda ahli shalat jika tidak bisa mengendalikannya, sama saja Anda shalat dengan kehendak nafsu.
Ingat itu. . . !!!!
Apa yang disenangi الله dan disukai-Nya, laksanakan dg bergembira. Dan apa yang diberi bala' oleh الله, maka selalu tersenyum dan bergembira.
Jika semua kesenangan yang الله berikan dan menimpakan, itu tandanya الله menyayangi Anda, maka ucapkanlah :
الحمد لله توكت على الله لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
" ALHAMDULILLAH TAWAKKALTU 'ALALLAAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH "
inilah kuncinya, supaya nafsu tak mampu berkuasa karena Anda sudah meminta kepada الله. Sebab :
Anda tak berdaya menghadapi nafsu kecuali pertolongan-Nya.
Semoga keterangan singkat ini ada manfaatnya untuk kita semua :
امين اللهم امين
فنوليس ✍️ :
جعفر الدين الجيلان الصدق
MAKNA HAKIKAT DZAT
كوتيفن داري :
جعفر الدين الجيلان الصدق
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
*******
Alhamdulillah...
Mari kita bersama- sama selalu membiasakan memuji الله, dalam saat apapun. Sebagai bukti kita bersyukur atas Ni'mat yang telah diberikan-Nya
Yaitu :
Ni'mat rasa kemanusaan.
Disini Saya akan melanjutkan tentang pengertian Apa yang disebut dengan Dzat itu...
Mari kita bersama-sama memahaminya.
*******
Saudara-saudariku sekalian yang saya hormati .......
Untuk mempermudahkan pemahaman tentang Dzat.
Kita ambil contoh saja sebatang kapur tulis.
Begini :
" Coba kalian ambil satu batang kapur tulis.
Dan lihatlah warna kapurnya kapur tulis itu.
Maka yang sebenar kalian pegang itu, dan kalian lihat itu, bukanlah Dzat kapur sesungguhnya.
Melainkan masih bersifat kapur tulis saja."
" Ingatlah baik-baik !!"
" Setiap yang kalian lihat itu, baik diraba, disebut. Maka semua itu adalah :
" SIFAT "
Bukan disebut :
" DZAT "
" Yang mana disebut Dzat kapur tulis itu ????"
" Seperti apakah Dzat kapur tulis itu ???"
*******
Nah .....
" Jika kalian semua ingin mengetahui dzat kapur tulis itu, mau tidak mau .... Kalian haruslah menyisihkan semua bentuk yang namanya sifat yang menempel pada Kapur tulis itu."
Caranya bagaimana ???"
" Kikislah kapur tulis itu sehingga tidak ada lagi yang bersifat menempel pada kapur tulis tersebut sampai tiada sisanya.
Terus saja Anda kikis kapur itu, sampai tidak terlihat sifat warna putihnya.
Teruuuuuuus dan terus saja dikikis sampai habis.
Terus dan terus. ...
Sampai tidak ada sifat kapur lagi yang dapat dipegang.
Terus... Terus... Kikis hingga tidak bisa disebut-sebut lagi.
****
Nah...
Jadi... jika sudah habis Anda kikiskan kapur tulis tadi tiada tersisa sebatang kapurpun, baik yang warna putih kapurnya ....
Maka :
itulah yang disebut dengan dzat kapur tulis tadi yang sebenarnya.
" Seperti apakah bentuk Dzat kapur yang sebenarnya itu ???"
"Apakah bisa kita lihat atau tidak, ataupun bisa disebut ???"
******
Jawabannya saudara-saudariku sekalian ialah :
Jika masih ada sifat kapurnya lagi yang masih bisa Anda lihat, dipegang, diraba, dan disebut, maka berarti pencarian Anda itu belumlah sampai ke- Dzat kapur aslinya.
Inilah yang dimaksud didalam Al- Qur'an sebagai :
ليس كمثله شي
LAISYA KAMISLIHI
SYAI-UN
Inilah arti dari tujuan mencari Tuhan, yang jelas- jelas Tuhan itu tiada seumpama.
Ini baru Dzat kapur namanya.
Yang jelas makhluq الله juga.
" Bagaimana lagi dengan Dzat- الله ???"
.
Sudah pastinya lebih dari :
ليس كمثله شي
LAISYA KAMISLIHI
SYAI-UN
الله اكبر...
Allaahu Akbar ...
******
Ini baru Dzat الله.
Sedangkan الله itu bukan berupa Dzat.
Karena الله itu adalah :
" RABBUL 'IZZATI "
Tuhan semesta Dzat.
Bagaimana pula diri pribadi-Nya.
Yang pastinya ialah :
Lebih dari :
LAISYA KAMISLIH
SYAI-UN
******
Begitupun dengan kita.
Bila ingin mengetahui diri kita sendiri. Maka coba kikiskan, tentu nampak otot.
Kikis lagi otot, tentu nampak tulang kita.
Kikis lagi tulang, jelas tampak sumsum.
Kikis Sumsum lagi maka :
Yang kelihatannya apa ?
*****
Nah...
Seperti itulah bentuk hakikat diri kita ini, yang tak bisa dipegang, diraba, disebut.
Bukti zat sepatu saja, sama dengan zat segala makhluq dialam semesta.
Jadi kita sama sepatu, kapur tulis itu adalah :
" Satu Dzat "
Allah Taala berfirman :
" Bukankah telah datang kepada manusia, satu waktu dari masa?
Sedangkan ia saat belum merupakan sesuatu yang bisa disebut "
(QS. Al- Insaan : 1 ).
*****
Ketahuilah saudara-saudariku .....
Hal keadaan Dzat itu meliputi sekalian alam.
Tidak mengambil tempat. Kekal hingga hari Qiamat. Maha Suci.
Bersih dari segala sesuatu yang menempel.
.
Itu sebabnya Al- Qur'an menjelaskan bahwa :
" Allah telah men-sifati Diri-Nya sebagai Maha meliputi.
Karena ada yang Maha meliputi.
Tapi bukan Tuhan.
.
Juga الله -pun men-sifati Diri-Nya dengan Maha Besar.
Karena ada yang Maha besar.
Tapi bukan Tuhan yakni :
" Dzat-Nya "
Saudara-saudariku sekalian yang saya hormati .....
Sesungguhnya ......
Sifat Esa berdiri pada Dzat.
Dzat Esa dengan Tuhan.
" Rabbul 'Izzati "
Dzat itu banyak variasi sebutannya dalam Al- Qur'an diantaranya yakni :
" NUR MUHAMMAD "
( Ruh Maha Suci )
Sedangkan didalam Ilmu Kalam disebut :
"KOSONG "
(Tubuh kosong)
Maha Ruang
Tubuh Maha Ruang :
Tubuh alam semesta.
Dan sebagainya......
Adakalanya Jasad kita di-ibaratkan :Air yang beku.
******
APA GUNANYA BELAJAR TAUHID UNTUK MENJALANI KEHIDUPAN SEHARI- HARI ?
Nah...
Jika kalian sudah faham tentang Dzat, pasti kalian tidak ragu lagi.
Bahwa dzat kita ini, satu dzat dengan dzat pohon, dzat batu, dzat meja, dzat tanah, air, api, langit dan bumi, dzat syurga dan neraka.
Semua itu satu Dzat dari sumber yang sama.
Yang membedakan ;
Adalah :
Kita manusia beda sifat yang menempel pada dzat masing- masing.
Pemahaman ini pernah Abi jelaskan mengenai Martabat tujuh terdahulu.
.
" Beruntunglah kita ini dimanusiakan الله....
Tapi bukan dibinatangkan, bukan di batukan ....
Dan lain-lain.
******
Jika kalian dah faham tentang pengertian dua unsur ini yakni :
" Sifat & Dzat "
Insya Allah...
Kalian akan memahami perkataan ini :
Muhammad Tubuh-ku
Nur Nyawa-ku
Tuhan Tubuh-ku.
يا بدهن
Jika kalian dah memahami tentang Dzat dan Sifat ini.
Insya Allah...
Kalian juga akan memahami bahwa :
" Antara Dzat dan Sifat itu
Adalah :
" ESA "
Tiada bercerai...
Tiada bersekutu...
Tidak bisa dipisahkan...
Inilah pundasi dasar Tauhid untuk memahami ke- Esa-an الله dan Hamba.
Semoga ilmu ini menambahkan pengetahuan Anda semua dan memantapkan keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berdiri dengan Sendiriya dalam ke-Esaan- Nya, tidak menyatu setiap makhluq-Nya.
Dan Tuhan sudah jelas Esa pada ke-Esaan-Nya dan tidak perlu di Esakan.
Karena sudah nyata Esa-Nya.
Yang harus di-esakan adalah diri kita sendiri kepada ke- Esaan-Nya yang Mutlaq.
امين اللهم امين .......
فنوليس ✍️ :
جعفر الدين الجيلان الصدق