Laman

Rabu, 07 Juli 2021

ZIKIR WAJIB MELALUI TALQIN


Zikrullah mengingat Allah tentu harus didasari dengan mengenal, jika belum mengenal apanya yang di ingat ?
 
Zikir zahar itu mengosongkan diri dari segala keakuan, dari segala bayangan bayangan, dari segala keberadaan.
 
Talkin Zikir mengembalikan diri kita kepada kesadaran bahwa sesungguhnya tidak ada sesuatu selain Allah.
 
Nurullah di nyalakan di dalam qolbu si salik, proses membakarannya mulai dari pusar naik ke atas dan mengisi latifah latifah yang ada pada diri sampai bermuara kembali pada latifatul qolby.
Kemudian disempurnakan dengan Zikir khofi dengan mengikuti Detakan jantung yang di tanamkan benih Nurullah, sehingga kesadaran hidup itu hanya Allah.
 
Setelah kesadaran dalam 7 latifah itu bangkit, maka hidup dalam berzikir dan zikirnya hidup..
Atau dinamakan zikir Ruh dalam setiap naik turunnya nafas.
Zikir ruh inipun di baiatkan oleh sang Mursyid.
 
Jadi tidak sembarang mengamalkan zikir zikir tersebut, karna tanpa adanya tali ikatan, akan sangat mudah syetan menggelincirkan kita ke jurang yang lebih dalam.

 

ZIKIR SIRR

Hanya sekali saja Dzikir Sirr' yang dilafaskan didalam Hati orang yang Beriman, maka nilainya adalah sebanding dengan tiga puluh lima juta kali Dzikir yang diucapkan dengan lisan...
Kerana jika Asma Allah swt diucapkan sekali saja dengan lisan, maka itu baru disebut Dzikir atau baru (Mengingat) sebatas lisan.
Namun jika Asma Allah swt dilafaskan "Didalam Hati yang Beriman",
Maka itu akan sebanding dengan tiga puluh lima juta ucapan-ucapan yang diucapkan dengan Dzikir lisan, itulah Dzikir Hati atau Dzikir Sirr'.
U
 
Kerana didalam tubuh manusia itu terdapatnya tiga puluh lima juta pembuluh darah dan kesemuanya terhubung terus ke jantung.
Maka jika Asma Allah swt diucapkan sekali sahaja dengan Hati Beriman yang penuh dengan Kesedaran, maka kesemua yang mengalir diperedaran darah didalam tubuh dengan izin-Nya akan mengucapkan juga serta Berdzikir dengan sendirinya.
Tahap pertama didalam Berdzikir adalah Dzikir Lisan, lalu kemudian Dzikir Qalbu (Sirr') yang harus diupayakan dan cenderung dipaksakan.
 
Lalu Dzikir Qalbu (Sirr') yang dilakukan secara meluas dan terus menerus tanpa perlu dipaksakan lagi.
Selanjutnya... Setelah berkuasa didalam Qalbu, disertai Sirnanya Dzikir itu sendiri (Kosong).
Maka Dzikirnya sudah tidak lagi berhuruf dan tidak lagi bersuara;
"LA SAUTIN WALA' HARFUN."
 
Melainkan sudah diamalkan dengan Sedar dan penuh Kesedaran (Sedar Allah) dan senantiasa terhubung kepada Dzat Yang Maha Hidup.
Maka dengan izin-Nya Dzikir tersebut telah menyelaputi didalam dirimu dan menyedarkanmu dari keadaan yang semula tidak sedar akan terus menjadikanmu Tenang (Zahil), kepada keadaan Hudhur (Hadirnya Qalbu).
 
Inilah Rahasia dari sabda Rasulullah saw;
"Siapa ingin bersenang-senang di taman syurga, perbanyaklah mengingat Allah."
Rasulullah saw bersabda;
"Sebaik-baik Dzikir adalah Dzikir Rahasia (maksudnya Dzikir dalam hati yang tanpa dilisankan dengan penuh kekhusyukkan) dan sebaik-baik rezeki adalah rezeki yang cukup"
(HR. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Hibban dan Al-baihaqi)
"Dzikir itu adalah Sedar, manakala orang bodoh akan terleka dan lalai dari Kesedarannya."
Ashabul Kahfi

HAKEKAT MURAQABAH

HAKEKAT MURAQABAH
MURAQABAH difanakan zat dirinya serta apa yg ada drp dirinya , lalu diitsbatkan wujud Al-Haq Taala itu di dlm hatinya.
Jalan TAWAJUH itu ialah :
dihadapkannya kpd wujud Allah Taala tanpa lupa n lalai akan nama Allah itu di dlm hatinya.
Jalan MUSYAHADAH itu ialah :
dgn mentahkikkan a'yan tsabitah n a'yan kharijah dirinya sehingga apbla sudah tahkik menjadi satulah kedua2nya itu , lalu dibawanya ke arah jalan memandang wuJud Allah Taala.
Isyarat MURAQABAH itu :
adalah dgn ( cara ) difanakan niat wujud dirinya itu ketika menyebut: " LAA ILAHA " n diitsbatkan wujud Allah ketika menyebut: " ILLA ALLAH "
Isyarat TAWAJUH itu :
adalah dgn ( cara ) dihadapkan mata hatinya ( Bashirah ) ke arah wujud Allah Taala tanpa lupa n lalai akan namaNya itu di dlm hatinya serta diingatkannya Zat yg bernama ALLAH
Isyarat MUSYAHADAH itu :
adalah dgn ( cara ) ditahkikkan a'yan tsabitah dgn a'yan kharijah satu jua. Setelah tahkik n bersatu kedua2nya lalu dibawa memandang ke arah wujud Allah Taala.

Selasa, 06 Juli 2021

INTISARI AL-QURAN

Seandainya kehidupan ini hanya diperintah "Berbuat Baik" saja, tentu Allah tidak akan menurunkan ayat2 tentang Jin atau tentang Harut Marut atau tentang memindahkan singgasana ratu saba' atau tentang khidr yang melubangi perahu..
Sungguh..
 
Seandainya ayat Al-Quran hanya berisi sebuah ayat yang semisal bermaksud: "Dalam kehidupan ini yang penting kamu berbuat baik saja.."
Tentu dengan sendirinya manusia tidak akan menjadi baik.. karena manusia tidak tau apa definisi baik menurut Allah dan bagaimana menjadi baik menurut Allah ..
Yang ada hanyalah "Baik" yang absurd menurut definisi masing2 atau sesuai budaya yang berkembang pada masyarakat/kamunitasnya masing2..
Bukan..
 
Intisari kehidupan yang dikehendaki Al-Quran sebenarnya bukanlah "Berbuat Baik"
Tetapi intisari kehidupan yang dikehendaki Al-Quran adalah "Tauhid" atau tidak menduakan/menyekutukan Allah..
Semua pelajaran dalam Al-Quran berujung pada Tauhid, sementara hasil dari Tauhid adalah "Akhlakul Karimah" atau akhlak yang karim/mulia..
 
Tidak ada satupun "Perbuatan Baik" seseorang akan diterima disisi Allah tanpa ke-Tauhidan..
Dalam hadits qudsi Rasulullah meneruskan firman Allah:
“Aku (Allah) paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan sesuatu amal dimana Aku dipersekutukan pada sesuatu, maka Aku tolak ia dan yang disekutukannya itu.”
(HR. Muslim dan Ibnu Majjah)
 
“Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu).
Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sebanyak awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaku niscaya akan Aku ampuni engkau. 
 
Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan TIDAK MENYEKUTUKAN AKU sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan.." (HR. Turmudzi)
 
Ingatlah.. intisari kehidupan dan tuntunan Al-Quran adalah mengajak setiap orang untuk "BERTAUHID"
SALAM

 

Selasa, 18 Agustus 2020

MENYAMBUT BULAN 1.MUHARRAM 1442 H

Assalamu 'alaikum warohmatulloh wabarokatuh
MENYAMBUT BULAN MUHARRAM
Tahun ini, 1 Muharram jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020. Jadi, pada hari Kamis itu, awal tahun 1442 Hijriah akan dimulai.
Tahun baru hijriah atau tahun baru Islam diperingati pada setiap tanggal 1 Muharam.
Di kalender Hijriah, Muharam merupakan bulan pertama.
Pada tahun ini, 1 Muharam 1442 H akan jatuh pada hari Kamis, tanggal 20 Agustus 2020. Karena kalender hijriah diawali usai matahari terbenam, maka pergantian tahun baru Islam tersebut akan dimulai sejak Rabu malam,
tanggal 19 Agustus 2020.
Bulan Muharam adalah salah satu bulan di kalender Islam yang diyakini penuh berkah.
Dalam literatur keislaman, Muharam dijuluki sebagai "Bulan Alloh" atau Syahrullah karena bermakna agung dalam sejarah Islam.
Menyambut awal tahun baru Islam 1442 H, terdapat dua doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam: Doa akhir tahun dan doa awal tahun ketika memasuki 1 Muharam. dan Doa akhir tahun 1441 hijriah dapat dibaca sebelum sholat Magrib pada hari Rabu, 19 Agustus 2020, atau tepat saat pergantian tahun di kalender Islam terjadi. Sementara doa menyambut awal tahun baru Islam 1442 hijriah dapat dibaca sesudah salat Magrib pada hari yang sama.
Adapun doa yang dianjurkan oleh Rosululloh untuk dibaca ketika menyambut akhir dan awal tahun, sebagaimana dikutip dari Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar.sebagai berikut.
Doa akhir tahun dibaca sebelum memasuki Tahun Baru Islam 1442 H atau pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
Biasanya dibaca setelah Sholat Ashar hingga sebelum Maghrib tiba. Doa akhir tahun berisi tentang rasa syukur atas apa yang telah dicapainya selama ini dan menyebutkan harapan-harapan yang akan dilakukan saat memulai penanggalan baru.
1. Do'a Akhir Tahun
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Bacaan latinnya: "Allohumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm."
"Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku."
Sementara itu, doa awal tahun dibaca pada detik-detik memasuki hari pertama awal Tahun Baru Islam 1442 H.
Doa awal tahun biasanya dibaca sebanyak tiga kali setelah Maghrib. Doa awal tahun berisi tentang harapan harapan yang akan atau ingin dicapai selama satu tahun ke depannya.
Juga permohonan perlindungan dari Alloh Subhanallahu wa ta’ala.
2. Doa Awal Tahun
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Bacaan latinnya: "Allohumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini."
Kedua bacaan di atas, baik doa di akhir tahun dan awal tahun, dianjurkan untuk dibaca tiga kali. Selanjutnya, di pergantian tahun ini juga, Nabi Muhammad Shalallohu 'alaihi wasallam menyarankan untuk melakukan introspeksi diri atas hal-hal yang sudah dilakukan di tahun yang lalu dan mencanangkan kebaikan yang akan dilakukan pada tahun yang akan berjalan.
Rosululloh Shalallohu 'alaihi wasallam bersabda:
"Orang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Alloh Subhana wata'ala" (H.R. Tirmidzi).
Kedua bacaan di atas, baik doa di akhir tahun dan awal tahun, dianjurkan untuk dibaca tiga kali. Selanjutnya, di pergantian tahun ini juga, Nabi Muhammad menyarankan untuk melakukan introspeksi diri atas hal-hal yang sudah dilakukan di tahun yang lalu dan mencanangkan kebaikan yang akan dilakukan pada tahun yang akan berjalan.
Rosululloh bersabda :
"Orang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Alloh Subhana wata'ala." (H.R. Tirmidzi).
Wassalam...
Semoga bermanfaat

Rabu, 05 Agustus 2020

MENYAMBUT KEMATIAN


• Kematian adalah suatu kepastian, ia akan datang tepat waktu, tanpa bisa dimajukan atau dimundurkan kendati barang sedetik pun. Saat menghadapi kematian, petugas pencabut nyawa, Malakul Maut akan menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna. Jika anda adalah orang yang sukses menjalankan Misi Ibadah & Visi Khilafah dengan baik ketika hidup diatas bumi ALLAH ini, maka Malakul Maut datang dengan penampilan yang sangat sopan, berpakaian putih bersih dengan aroma harum kasturi, sambil tersenyum ia mencabut nyawa dari badan Anda dengan sangat hati-hati sehingga nyaris tidak dirasakan. Ketika Anda menghembuskan nafas terakhir sambil mengucapkan *Laa ilaaha Illallaah* (Tiada Tuhan yang pantas disembah selain ALLAH), orang-orang disekitar Anda akan melihat wajahmu yang berseri-seri sambil tersenyum simpul, Anda bisa tersenyum karena mengetahui bahwa Anda adalah orang yang akan meraih *Great Success* (kesuksesan tanpa batas), yakni akan masuk syurga, Insyaa Allah.!!..
Sebaliknya, jika Anda orang yang gagal menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah semasa mendapat jatah hidup di dunia, Malakul Maut (Izrail) akan datang kepadamu dengan wajah yang marah, garang, hitam pekat dan berbau busuk. Ia akan memperlakukanmu dgn sangat kasar sambil membentak & berkata : *Wahai Hamba Allah, inilah balasan awal dari kegagalan dalam menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah, karena kesombongan diri, pembangkangan dan kedurhakaan pada Tuhan Pencipta, Allah Rabbul 'Aalamiin. Jika Anda bernasib seperti itu, Malakul Maut akan mencabut nyawamu dgn kasar sekeras-kerasnya.
Sulit untuk dibayangkan, dengan melihat kondisimu yang sedang sekarat, gelisah, meregang nyawa, tenggorokanmu mengeluarkan suara yg menakutkan orang di sekelilingmu. Anda membolak-balikkan badan kekiri - kekanan, serta mata yg terbelalak ketakutan, wajahmu mengekspresikan suasana sesungguhnya yang sedang Anda hadapi ; ketakutan, kengerian dan putus asa. Problemnya ialah, Anda tidak bisa lari dari suasana itu.

¤• Bagaimanapun sulitnya Anda menghadapi *Sakratul maut* dan melewati pintu Kematian, namun Anda pasti akan mati juga. Dengan demikian, berakhirlah riwayat singkat Anda didunia tanpa meninggalkan kesedihan, kerinduan dan kecintaan dari orang yang tadinya sangat baik dan akrab denganmu, disebabkan oleh hubungan yg dibangun hanya karena kepentingan pribadi atau mengharapkan sesuap nasi darimu. Mungkin sebagian mereka ada yg merasa lega atas kepergianmu, karena mereka tahu betul semasa didunia, Anda adalah *Koruptor,Tukang tilep uang negara, pezina, pemabok, curang dalam proyek/perdagangan, atau suka memberikan kesaksian palsu & ijazah pun dipalsukan untuk meraih kursi eksekutif & legislatif, juga mungkin tokoh pornografi dan pornoaksi, serta paling anti pada sistem & aturan *Ilahi, Tuhan Pencipta Anda sendiri & Pencipta Jagad Raya ini.
Kegagalan dan Kesulitan yang amat dahsyat saat menghadapi kematian itu akan menimpa jika Anda Presiden dan Pemimpin Negara yang curang selama bertahun-tahun atau puluhan tahun mengurusi Negara dan Rakyat sehingga bangkrut dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan sampai ketitik nadir yang paling bawah, pada saat bersamaan, keluarga dan kroni-kroni hidup dalam kemewahan dgn harta berlimpah, atau Presiden yang merasa paling pintar dan Pemimpin yg congkak tapi tidak becus mengurusi rakyat sehingga beban hidup mereka semakin hari semakin menumpuk dan berat.

• Jika Kursi kebesaran yang bernama kursi Kepresidenan, kejaksaan agung, mahkamah agung DPR & sebagainya yang Anda duduki, kemudian enggan menerapkan hukum Allah, Tuhan Pencipta Anda sendiri juga Pencipta jagad raya di negeri yg Anda pimpin, bahkan Anda memusuhi, menangkap,memenjarakan & mungkin juga membunuh siapa saja dari kalangan Umat Islam, siapa sajalah Anda, bagaimana pun kehebatan,kekuatan dan kedudukanmu semasa di dunia, Malakul Maut tidak mempedulikan itu semua. Yang pasti, Anda sudah bertekuk lutut di hadapan bentakan dan hentakan prajurit Tuhan Pencipta yang bernama Izrail atau Malakul Maut itu. Ia hanya terfokus bagaimana mengakhiri jatah hidupmu di dunia ini tepat pada waktunya dan dengan cara yang paling kasar dan menyakitkan..

• Demikianlah dua type kematian yang dihadapi saat kita menghadapinya. Orang-orang yg semasa di dunia berhasil menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah, akan mendapat kemudahan sambutan yang begitu meriah dari Malaikat yg bertugas mencabut nyawa, bagi orang-orang yang gagal, akan melihat dan merasakan pula hasil kegagalan mereka.
Kematian itu adalah *Haq*,Ia datang hanya satu kali, kendati banyak sebab kematian, kematian adalah kematian. Apakah Anda menjemput kematian disebabkan gempa bumi, tsunami atau tabrakan juga narkoba,??. Apakah Anda melewatinya sendiri dengan bunuh diri atau dibunuh dijalan Allah atau setan,??. Apapun sebab kematian, kematian adalah kematian yang berfungsi untuk mengakhiri kehidupan manusia di dunia, kemudian diteruskan perjalanannya menuju alam Barzakh (pemisah), sambil menunggu kiamat atau kehancuran alam semesta, dan kemudian kebangkitan mahsyar (perhimpunan raksasa) dan seterusnya, *Syurga atau Neraka yang akan menjadi tempat Kita*...

~ Wallahul Musta'an ~

Minggu, 12 Juli 2020

CARA ANDA MENUNDUKKAN NAFSU


دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
...........
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

Saudara- saudariku sekalian ...
Anda tahukan itu nafsu, yakni menyukai apa yang ia senangi, yg mengatup yg suka menutup kebenaran.tapi kita bisa fahami bahwa nafsu itu sengaja diciptakan الله untuk kita agar hidup punya arti.
Nah jadi...
Kalau kita hidup tidak memiliki nafsu , apa artinya tentu tidak enak, karena itulah begitu luar biasanya manusia yang diciptakan الله dengan sempurna daripada makhluq- makhkuq lainnya.
Tidak perlu Anda bunuh itu nafsu, sebab nafsu tidak akan mati sebelum Anda belum mati. Matinya Anda barulah nafsu tidak ada.
Persoalannya adalah :
Bagaimana menundukkan nafsu ?
Bukan cara bunuh diri atau bunuh nafsu tersebut tapi ditundukkan.
Ini rahasianya >>>
" Dan aku tidaklah (mengatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karna sesungguhnya nafsu itu, selalu mendorong pada keburukan melainkan (nafsu) yg dirahmati Rabb-ku.
Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengampun Maha Pengasih."
QS. Yusuf :53)
Nafsu kalau dituruti pasti ia semakin berkuasa, dan semaaakin menjadi- jadi.
Kalau begitu apa rahasianya :
Ini sandinya yaitu sangat jelas di ayat :
مستسن منه
MUSTASNA MINHU
Yang berbunyi :
إلا ما رحم رب
" ILLA MAA RAHIMA RABBI "
inilah kata kunci yg Allah berikan pada Saya, Anda, kalian semua bahwa, jika Anda ingin dicintai الله. laksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
ketika Anda menerima apa adanya dari siapapun dan menerima cobaan dari Allah selalu menerima.
Dicaci, ditampar, dirampok, di aniaya dll
Ucapkanlah :
الحمد لله لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
ALHAMDULILLAH LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH
Maka " الله mendengar suaramu memanggil-Nya, bahwa Anda teraniaya dan tak mempu melawan nafsu kecuali hanya الله semata".
Disinilah nanti volume nafsu akan dikempis, diperkecil lalu tak berdaya atas pertolongan الله. Sebab itulah nafsu selalu berkehemdak semauanya. Walaupun Anda ahli shalat jika tidak bisa mengendalikannya, sama saja Anda shalat dengan kehendak nafsu.
Ingat itu. . . !!!!
Apa yang disenangi الله dan disukai-Nya, laksanakan dg bergembira. Dan apa yang diberi bala' oleh الله, maka selalu tersenyum dan bergembira.
Jika semua kesenangan yang الله berikan dan menimpakan, itu tandanya الله menyayangi Anda, maka ucapkanlah :
الحمد لله توكت على الله لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
" ALHAMDULILLAH TAWAKKALTU 'ALALLAAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH "
inilah kuncinya, supaya nafsu tak mampu berkuasa karena Anda sudah meminta kepada الله. Sebab :
Anda tak berdaya menghadapi nafsu kecuali pertolongan-Nya.
Semoga keterangan singkat ini ada manfaatnya untuk kita semua :
امين اللهم امين
فنوليس ✍️ :
جعفر الدين الجيلان الصدق