Laman

Rabu, 29 Januari 2014

Pengertian Wudhu, Membersihkan Kotoran Hati Manusia


Pada awalnya Allah hanya menciptakan Nuur Muhammad, kemudian dari Nuur ini diciptakan tubuh manusia dan dari Nuur ini pula diciptakan air yang turun ke permukaan bumi sebagai alat untuk mensucikan dan membersihkan sesuatu termasuk hadast, dengan wudhu. Hakikat air sebenarnya Nuur yang menyucikan sifat ke-aku-an pada diri manusia untuk mengembalikannya kepada sifat ke-Aku-an sang Maha Pencipta.

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya (Al-Mukminun, 23:18)

Sebagimana pembahasan terdahulu, bahwa asal mula air diperkirakan ilmuwan berasal dari hidrogen planet dalam satu sistem tata surya. Hakikatnya, air tersebut berasal dari tujuh lapis langit yang menetap di Bumi dan menjadi ribuan jenis bentuk. Secara garis besar beberapa jenis dapat dijadikan untuk berwudhu yang mampu membersihkan hadast kecil dan besar.

Pengertian Wudhu, Menghilangkan Hadast Kalbu

Air yang dimaksud untuk membersihkan hadast besar dan kecil serta bisa digunakan untuk wudhu adalah air hujan, air laut, air sungai, berasal dari mata air, air telaga, air yang dikelola dan dibersihkan dengan obat (seperti PAM), dan air salju. Bila seorang muslim berhadast besar dan kecil maka wajib hukumnya untuk wudhu sesuai syarat dan rukun sebagaimana yang telah ditetapkan hukum syara'.

pengertian wudhu

Apa sebenarnya pengertian wudhu? Jika seorang muslim hendak menghilangkan hadast maka cukuplah dia membersihkan diri dengan mandi. Apa yang bisa dihilangkan dengan wudhu bukan hadast atau kotoran yang melekat pada tubuh (fisik) manusia, melainkan hadast yang berada pada kalbu (hati) seorang muslim. Dengan wudhu maka seseorang telah membersihkan hatinya dari sifat ke-aku-an (kesombongan) yang merasakan nikmat melihat, mendengar, merasakan, mencium, dan berjalan di permukaan bumi. Suatu hal yang fatal adalah nikmat bersetubuh dimana secara hakikat kenikmatan itu tidak hanya menguasai tubuh, tetapi juga meliputi kenikmatan batin. Dan Allah telah memperingatkan 31 kali kepada manusia dalam firmanNya "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah kamu dustakan?" (Ar-Rahman)

Menghilangkan hadast dalam wudhu tak lain adalah menghilangkan hadast pada batin, dosa yang melekat disetiap tubuh manusia. Asal hadast itu berasal dari manusia sendiri dimana mereka tidak memahami ilmu Tauhid, manusia merasa mengenal hukum syariat dan ahli dibidang hukum agama tetapi lalai dalam memahami makna pengertian wudhu. Jika secara syariat, mandi dengan sabun justru lebih bersih dibandingkan dengan wudhu yang hanya membasuh tangan, wajah dan kaki. Bagaimana dengan hati? Apakah sudah dibersihkan?

Maka pengertian wudhu sebenarnya tidak membuat seorang muslim mengalami kesulitan, jika tidak ada air maka mereka diperbolehkan tayamum. Karena sebenarnya yang di-suci-kan itu adalah hati, bukan tubuh (fisik) manusia. Banyak orang tidak memahami, bahkan menghabiskan banyak air dalam wudhu dan justru hal ini adalah mubazir yang menyia-nyiakan nikmat Allah.

Air di alam semesta bersifat nyata tetapi sifatnya rapuh, menyegarkan, menyejukkan, membersihkan segala kotoran, dan sifatnya mengalir ketempat terendah. Karena sifatnya yang selalu merendah maka hendaknya manusia membersihkan hati mereka dengan air, dan jika menghadap kepada Allah maka sifat itu yang akan dibawa dan bukan kesombongan diri.

Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (Al-Jin, 72:16)

Mengapa harus hati (kalbu) yang dibersihkan dengan wudhu? karena kalbu adalah tempat untuk memahami tanda-tanda kesempurnaan, kesempurnaan, kebesaran dan keindahan segala ciptaan Allah. Jika Anda hendak wudhu maka sebaiknya sebelum menyentuh air mengucapkan doa 'Ya Nurani Min Nurillah' agar wudhu tersbut mendapatkan hakikat sempurna, sementara tata cara sesuai dengan syariat Islam yang telah berlaku.

Ketika menyeru kalimat itu, pandangan batin manusia adalah untuk mengembalikan sifat kesombongan, kembalilah dirimu kepada asal kejadian daripada Nuur Muhammad yang tercipta dari Nuur Zat Allah. Dengan cara ini, insya Allah pandangan batin akan terhapus dari sifat diri yang tercipta dari tanah, yang ada hanya yang memuji dan yang dipuji (Zat Allah).

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Al-Anfal, 8:17)

Begitulah di zaman rasul, seluruh perbuatan yang terlihat adalah perbuatan manusia tetapi sebenarnya perbuatan itu merupakan Af'al Allah. Demikian pula ayat diatas juga menjelaskan hal yang sama seperti dalam pengertian wudhu yang mengangkat hadast adalah Af'al Allah secara zahir kepada fisik manusia, tetapi sebenarnya bukan tubuh yang dibesihkan.

Benarkah Delapan Surga, Tujuh Neraka Tercipta Setelah Kiamat?


Jika Anda berfikir bahwa delapan surga dan tujuh neraka sudah tercipta, maka pandangan ini tidak beralasan bagi kalangan orang-orang yang berzikir, terutama tashawuf. Surga yang ada saat ini hanya berada di Baitil Makmur, dimana Nabi Adam pertama kali tercipta, disana pula terjadi kebencian iblis terhadap manusia keturunan Adam. Baitil Makmur sebelum dan sesudah Kiamat nanti akan tetap menjadi surga terindah di alam semesta.

Dan alam semesta tidak serta merta hancur ketika Kiamat itu tiba, kita hanya memasuki siklus babak baru, dimana alam baru menanti. Delapan surga dan tujuh neraka hanyalah salah satu tujuan umat manusia ketika menjalani hidup di permukaan Bumi. Surga dan Neraka pada saat itu bukanlah hal yang gaib, karena manusia dibangkitkan lengkap beserta kulitnya, sama seperti fisik manusia saat ini. Maka tidak heran mengapa banyak orang yang masih meragukan keberadaan surga dan neraka sebagai balasan perbuatan mereka, pencarian melalui spiritual tidak bisa ditemukan, karena alam semesta ini hanya tercipta setelah kiamat. Kita berbicara siklus yang terjadi secara ilmiah, bukan berbicara hal gaib karena siklus merupakan fakta alam semesta.

Lalu, bagaimana dengan delapan surga dan tujuh neraka tercipta? Dimana pula orang-orang kafir yang telah mati disiksa? Manusia yang telah mati akan memasuki alam barzah, dimana siksa kubur telah menanti. Alam barzah atau alam kubur adalah tempat penantian hingga manusia dibangkitkan setelah Bumi menjadi Padang Mahsyar. Jadi, sebelum memasuki delapan surga dan tujuh neraka, manusia menjalani masa yang panjang ribuan hingga jutaan tahun, dimulai dari alam barzah, kemudian Padang Mahsyar, hari perhitungan (Hisab), dan terakhir keputusan Delapan pintu Surga atau Tujuh pintu Neraka.

Delapan Surga Dan Tujuh Neraka

Sebelum memahami dimana letak delapan surga dan tujuh neraka, sebaiknya Anda membaca artikel terdahulu tentang Proses Enam Masa, Usia Alam Semesta, Pintu Tujuh Langit, Tujuh Petala Bumi, dan Padang Mahsyar, semua artikel ini berkelanjutan dan terkait dengan pemahaman 20 sifat Allah. Dimana 15 sifat-Nya menciptakan alam semesta dan menciptakan alam selanjutnya yang kekal, yaitu alam Delapan Surga dan Tujuh Neraka.

Pandangan penciptaan surga dan neraka yang di ulas ini, telah diyakini selama berabad-abad oleh kalangan sufisme atau tashawuf. Maka, ketika kita belajar memahami alam semesta yang ada saat ini, adalah satu waktu yang sangat singkat dibanding alam baharu mendatang. Setelah kiamat, Bumi dan bulan bersatu padu, begitu pula Merkurius dan Venus, dimana Bumi sebelumnya adalah tempat ternyaman dan indah akan bertolak belakang dari apa yang kita lihat saat ini, yaitu menjadi planet penyiksaan.

Pada dasarnya, seluruh materi yang ada di alam semesta tidak pernah musnah, seperti air, api, kertas terbakar, dan ledakan nuklir pada bintang, semua materi (zat) ini bukan musnah tetapi berganti sifat (menguap, mencair, memuai). Alam semesta yang tercipta dari saat ini dan periode kedua nantinya bukan alam gaib, tetapi alam nyata sama seperti saat ini. Jadi, sebenarnya penghuni surga dan penghuni neraka belum ada sama sekali karena alam itu belum tercipta. Bagaimana dengan cerita para Nabi dan Wali yang melihat alam Neraka? Mereka diberi kesempatan oleh Allah melihat masa depan, karena Quran sendiri telah menceritakan adanya periode alam barzah, padang mahsyar, hisab, kemudian menuju surga dan neraka.

Bagaimana mungkin manusia bisa dibangkitkan? Pada artikel sebelumnya juga telah membahas penciptaan DNA dari tanah liat yang di uji ilmuwan hingga saat ini. Seperti itulah Allah akan membangkitkan kembali manusia dan jauh lebih mudah dari apa yang pernah kita pikirkan. Kejadian ini hanya siklus yang berkelanjutan, begitulah materi (zat) alam semesta yang berputar terus menerus membentuk materi baru, tepat seperti ayat berikut:

Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui (Ya-Sin, 36:81)

Tidak heran jika kita berbicara tentang surga dan neraka banyak orang yang tidak meyakini, karena dianggap sebagai alam gaib. Banyak orang mencari delapan surga dan tujuh neraka secara gaib tetapi tidak menemukan apa-apa, jika diberi visi maka setiap orang akan menceritakan situasi berbeda tentang kedua alam ini, pada dasarnya memang belum tercipta atau orang yang diberi visi hanya menerka-nerka.

Kemudian bukti kedua dinyatakan Allah bahwa penduduk surga akan didampingi bidadari cantik yang matanya tidak liar. Jika surga dimaksud bersifat gaib maka ruh tidak akan menikmati apapun, karena ruh sifatnya hanya memuji (berzikir) dan tidak memiliki jenis kelamin. Maka Allah telah menjelaskan bahwa manusia akan dibangkitkan beserta kulitnya untuk merasakan kenikmatan surga dan siksa neraka, sama seperti kehidupan saat ini.

delapan surga, tujuh neraka

Dimanakah Tujuh Neraka Berada?

Setelah menjadi alam Padang Mahsyar, dimana semua orang telah melewati masa hisab dan ditetapkan tempat tinggalnya (surga atau neraka), maka Bumi juga akan menjadi salah satu pintu yang melengkapi tujuh neraka. Tujuh petala bumi (alam jin dan iblis) yang menerima tujuh sifat Allah (Sami'an, Bashiran, Mutakaliman, 'Aliman, Hayan, Qadirun, Muridun) berubah menjadi Tujuh Lapis Neraka setelah Kiamat, kesemua lapisan neraka ini akan meng-orbit mengelilingi matahari dalam jarak yang dekat.

Seperti yang terlihat pada gambar diatas, maka neraka yang paling menyakitkan adalah Neraka Sa'ird yang akan diisi iblis dan pengikutnya. Inilah neraka paling dalam yang jaraknya sejengkal dengan matahari. Lapisan terpanas selanjutnya adalah neraka Huthomah, diikuti neraka Saghar, neraka Ladza, neraka Jahannam, neraka Jahim, dan neraka Hawiyah adalah tempat penyiksaan teringan.

20 sifat allah, alam semesta

Gambar ini merupakan bentuk alam semesta sebelum terjadi Hari Kiamat, ketika bumi diberi kenikmatan sehingga dianggap manusia sebagai surga dunia. Ini adalah perbandingan dimana alam semesta dan planet tata surya seluruhnya berpusat di matahari. Tapi kebanyakan manusia tidak sadar, bahwa nantinya matahari itu sendiri yang akan membakar tubuh mereka. Seperti apakah neraka Hawiyah yang teringan itu? Maka jika dilihat kondisi planet Venus saat ini memiliki suhu permukaan berkisar 462 derajat celcius, seperti itulah neraka Hawiyah nantinya.

"Pada hari kiamat, Bumi akan berubah menjadi api dan surga yang berada di belakangnya dapat terlihat keseluruhan dengan bintang-bintang yang menghiasi, dan manusia akan terbenam dalam keringat atau sampai pada mereka dan mereka tidak sampai pada hisab.” HR Thabrani

Inilah alam kekal setelah alam baharu dihancurkan, ketika tujuh neraka membelakangi delapan pintu surga. Tetapi saat ini kebanyakan muslim menganggap bahwa surga yang dimaksud adalah tempat dimana Nabi Adam tercipta. Ketika rasul isra' mi'raj dia memasuki Sidratul Munthaha, kemudian berjalan menuju Baitil Makmur hingga Raf-raf (alam Nadzarullah yang kekal, sumber segala kehidupan). Disinilah kisah surga yang dibawa rasul, ketika dia melihat sungai-sungai yang indah tidak berubah warna, airnya dari susu dan madu.

Keindahan Delapan Surga

Bagaimana dengan delapan lapis surga? Maka sifat Allah yang telah diberikan kepada tujuh lapis langit (Iradat, Qudrat, Hayat, ilmu, Kalam, Bashar, Sama') akan berubah menjadi tujuh lapis surga, kemudian sifat Wahdaniatan yang diambil dari Bumi akan menjadi surga terendah, dimana nantinya surga ini akan menduduki posisi Bumi. Sementara planet Bumi lebih dekat ke matahari karena sifat Wahdaniyatan dan sifat keindahan telah dicabut Allah. Planet-planet yang berada di tujuh langit akan melebur dan berubah berbalik arah mengelilingi Baitil Makmur.

Maka delapan pintu surga akan dihuni orang-orang yang berjalan lurus, termasuk diantaranya kalangan jin muslim. Tetapi, sebaik-baik amal perbuatan makhluk jin semasa hidupnya, mereka hanya merasakan surga terendah (Darul Jinan), itulah sebaik-baik jin dan jin lainnya akan lebih banyak mengisi neraka Sa'ird yang paling dekat dengan matahari.

Apa saja nama-nama dari delapan lapis surga yang menjanjikan kaum muslim? Surga terindah adalah Baitil Makmur dimana nanti akan menurunkan zat-Nya kepada delapan lapis surga. Yang terdekat dengan Baitil Makmur adalah surga terindah diantara lapisan lainnya, yaitu surga Darul 'Ulum. Kemudian zat-Nya juga memberikan sifat Jamal (keindahan) pada surga Jannatun 'Adnin, Jannatun Na'im, Jannatul Khuldi, Jannatul Ma'wa, Darussalam, dan surga terendah Darul Jinan.

Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya) (Al-A'raf, 7:46)

Bagaimana mungkin ada garis singgung (batas) antara surga dan neraka? Maka Allah telah menerangkan dalam Quran tentang percakapan penghuni surga dan neraka, dimana hal ini nantinya terjadi diantara garis singgung (batas). Penduduk neraka yang menjerit kepada penduduk surga agar mereka diberi minuman yang segar, tetapi Allah telah mengharamkan minuman surga kepada mereka.

Setelah Kiamat, Bumi Menjadi Padang Mahsyar Yang Panas


Dimana sebenarnya Padang Mahsyar dan tujuh neraka? Ketika kiamat besar nantinya akan menciptakan alam baru yang kekal untuk kehidupan selanjutnya, dimana setelah itu tercipta Padang Mahsyar dan tujuh lapis neraka.

Peristiwa kiamat bukan hanya terjadi pada planet Bumi, tetapi juga terjadi pada tujuh langit dan tujuh petala bumi yang dihancurkan untuk membentuk kehidupan baru. Sistem tata surya akan berganti dua arah, dimana matahari sebagai pusat pembakar penghuni tujuh neraka dan Baitil Makmur menjadi pusat orbit tujuh surga.

Padang Mahsyar, Bumi Setelah Kiamat

Sebelum terjadinya kiamat besar, matahari sebagai pusat tata surya yang memberi kehidupan menjadi poros peredaran planet dan bulan yang mengelilingi bergantung pada sistem surya, bukan planet yang dikelilinginya.

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Az-Zalzalah, 99:1-8)

Ketika kiamat itu datang dengan tiba-tiba tanpa disadari semua makhluk yang hidup, maka Bumi akan berbenturan dengan satelit-nya sendiri (bulan) hingga menyatu. Diikuti planet Venus dan Merkurius berbenturan sekeras-kerasnya hingga menjadi satu. Tidak terbayangkan keadaan Bumi pada waktu peristiwa ini terjadi, karena bumi nantinya akan membentuk planet bundar yang rata tanpa adanya gunung, lembah, sehingga permukaan Bumi sangat panas dan jaraknya sangat dekat dengan matahari.

Bumi akan mengeluarkan segala sesuatu yang ada di darat dan laut, mengeluarkan segala yang pernah terkubur didalamnya, maka manusia dibangkitkan kembali dan melihat segala keanehan yang terjadi di muka Bumi seraya berkata "Mengapa Bumi menjadi begini?" Kemudian Bumi menceritakan segala kejadian yang telah diperintahkan Allah. Ketika segala kenikmatan dunia telah ditarik kembali oleh Sang Pencipta, Bumi menjadi tanah datar, tandus, panas yang membakar telapak kaki.

padang mahsyar, kiamat

Suhu panas yang teramat tinggi mencapai ribuan derajat Celcius, begitu pula planet Venus dan Merkurius yang telah menyatu. Tujuh petala Bumi yang diberi delapan zat Allah tetap akan mengelilingi matahari, disini akan tercipta tujuh lapis neraka yang siap membakar dan menyiksa manusia.

Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?" Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat berlari?" (Al-Qiyamah, 75:6-10)

Bagaimana dengan tujuh langit yang diisi planet sebelumnya tanpa kehidupan? Planet Mars, asteroid belt, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto, akan berbalik arah mengelilingi Baitil Makmur sebagai asal mula benda seluruh alam semesta.

Padang Mahsyar Yang Teramat Panas

Bumi semakin mendekat dengan matahari, seakan-akan hampir menyatu dengannya. Ketika manusia bangkit dan berkumpul di Padang Mahsyar, tak lain adalah Bumi sendiri, mereka sangat tersiksa dan tergantung amal perbuatan ketika masih menerima keindahan duniawi. Inilah alam selanjutnya dimana manusia akan dibangkitkan setelah hari Kiamat sesuai dengan janji Allah:

Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (Al-A'raf, 7:25)

Hingga manusia berdiri diatas Padang Mahsyar yang datar dan teramat panas seakan matahari sejengkal berada diatas kepala, dan daratan akan dipenuhi keringat yang dapat menenggelamkan manusia sesuai amalnya. Situasi ini berjalan ribuan bahkan jutaan tahun menunggu hari perhitungan (Hisab), padahal manusia pada waktu itu belum digiring kedalam penyiksaan kekal yaitu neraka.

"Pada hari kiamat, Bumi akan berubah menjadi api dan surga yang berada di belakangnya dapat terlihat keseluruhan dengan bintang-bintang yang menghiasi, dan manusia akan terbenam dalam keringat atau sampai pada mereka dan mereka tidak sampai pada hisab.” HR Thabrani

Apakah manusia akan mati ketika berada di Padang Mahsyar? Tidak, karena kematian hanya terjadi ketika manusia berada di Bumi yang indah. Ketika kiamat tiba, Allah mencabut segala kenikmatan yang diturunkan dari alam Nadzarullah, dan inilah Bumi sebenarnya disaat dia tidak menerima keindahan, lebih panas dari planet Merkurius yang ada saat ini.

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. (Al-Qiyamah, 75:13-15)

Tak ada satu tempat untuk berteduh karena bumi telah datar, tanpa lembah dan gunung. Tidak sekali kali manusia bisa berlindung kecuali amal ibadah yang menolong manusia itu sendiri. Padang Mahsyar merupakan pintu yang akan menentukan dan membuka aib setiap manusia, dimana setiap orang tidak lagi memikirkan orang lain, mereka disibukkan dengan urusan yang diperbuat ketika hidup di dunia.

Delapan Golongan Manusia Fasik Yang Mencintai Dunia


Ketika ajal menjemput, maka siapapun manusia itu akan merindukan sesuatu yang sangat dicintai ketika masih menjalani hidup di dunia. Setidaknya, Quran telah memberikan gambaran kepada umat manusia bahwa ada delapan golongan manusia yang lebih mencintai dirinya daripada mencintai Tuhannya.

Siapa saja orang-orang yang termasuk paling mencintai kehidupan dunia, ketika ajal mendekat maka apa yang dicintai itulah yang akan datang menggoda, dengan itu dia dimatikakan dan dengan itu pula dia dibangkitkan dihari kemudian setelah Padang Mahsyar terbuka. Jika seseorang mencintai musik alunan gitar, ketika ajal menjemput maka dia sangat ingin mendengar petikan gitar untuk terakhir kalinya. Dan begitu pula ketika dia dibangkitkan di hari kemudian, benda yang dicintai itu akan mengiringi hingga membuat diri tersiksa.

Delapan Golongan Manusia Fasik

Quran menyebutkan, ada delapan golongan manusia yang mencintai kehidupan dunia sebagai tanda-tanda orang yang fasik, jika mencintainya lebih dari mencintai Allah dan Rasul maka mereka tidak akan mendapat petunjuk dari Allah.

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At-Tawbah 9:24)

Ayat diatas telah dijelaskan beberapa orang-orang yang termasuk fasik dan tidak akan mendapat petunjuk daripada-Nya. Bagaimana kehidupan mereka ketika menjalani dunia dan siapa saja delapan golongan manusia tersebut?

Anak-Anak Yang Mencintai Sosok Ayah

Dewasa ini, sudah sangat jelas terlihat anak-anak yang mencintai orang tua (khususnya Ayah), tidak perduli apakah dia seorang ayah kandung, bapak rakyat, bapak bangsa ataupun petinggi suatu golongan. Walaupun dia nakan kandung ataupun anak bangsa, sudah jelas bahwa orang yang dipuja tersebut tidak berhasil memimpin anak bahkan memimpin bangsa (umat dan golongan). Bahkan, setelah ajal menjemput sang ayah, anak-anak tersebut masih saja mengagungkan sosok ayah yang mereka anggap berhasil merubah bangsa ataupun suatu golongan.

Manusia diperbolehkan mencintai seorang ayah atau bapak bangsa jika sosok tersebut terkenal alim, bijaksana, mampu membangkitkan semangat jihad dalam mendirikan kebenaran Islam ditengah umat Muhammad. Dan semua itu karena Allah dan bukan digunakan untuk merebut kedudukan jabatan dunia dengan menumpang ketenaran almarhum ayahnya. Jangan sesekali meng-kultus-kan dalam mencintai almarhum, tetapi digunakan untuk meneruskan cita-cita yang belum terselesaikan dalam mengembangkan akidah Islam.

Golongan manusia ini kelak tidak akan sanggup bertahan di alam barzah, ketika malaikat bertanya "Siapa Tuhanmu?" mereka tidak sanggup menjawab "Allahu Rabbi". Karena semasa hidupnya, kepentingan dunia menjadi prioritas utama dan mencintai sosok sang Ayah melebihi daripada cinta kepada Tuhannya.

Orang Tua Yang Lebih Mencintai Anak-Anak

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan kemajuan zaman, maka para orang tua berusaha keras memberikan pendidikan terbaik bahkan kebutuhan hidup sang anak segalanya terpenuhi. Orang tua saat ini sebagian besar lebih mencintai anak-anaknya daripada mencintai sang Pencipta.

golongan manusia, ibu dan anak

Bagi mereka yang mampu memberikan pendidikan lebih tinggi dengan mengirimkan anak-anaknya ke luar negeri untuk menempuh ilmu terbaik. Tidak perduli apakah itu pendidikan dunia ataupun pendidikan agama, tetapi konsep yang diharapkan terkadang tidak membawa kejalan yang baik. Jika anak-anak mereka mempelajari agama, maka pengetahuan hanya sebatas syariat fiqih mengenal halal haram, pahala dan dosa, surga dan neraka, sedangkan ilmu yang berkaitan dengan mengenal Allah seperti penyucian hati dari kotoran tidak ada sama sekali.

Pada titik ini, para orang tua menganggap perkembangan sang anak sudah sesuai dengan harapannya. Padahal sama sekali apa yang diperbuat sang anak tidak mendapatkan ridho dari Allah.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (An-Nahl 16:125)

Jangan mencintai anak lebih daripada mencintai Allah dan Rasulullah, sikap ini telah lari daripada akidah Islam. Cintai dan sayangi anak-anak yang masih berada dijalan akidah Islam dan bersyukur kepada Allah yang telah memberi rahmat dan karunia kepada kita. Dihari kemudian, orang tua yang mencintai Allah akan sanggup mengucapkan "Allahu Rabbi".

Lebih Mencintai Saudara

Sifat manusia adalah socio, kita tidak akan mampu hidup sendiri melainkan butuh bantuan orang lain terutama bantuan ayah dan ibu sebagai orang tua yang membesarkan kita. Diantara saudara kita yang hidup di dunia, mungkin mereka ada yang memiliki pangkat dan jabatan penting, memiliki harta dan barang mewah, sehingga hidup saudara-saudara yang lain menjadi terangkat derajatnya.

Jangan sesekali mencintai saudara-saudara yang memiliki posisi penting lebih daripada kita, tidak perduli apakah mereka saudara satu suku ataupun golongan. Mencintai mereka lebih daripada mencintai Allah, ketika golongan manusia ini berada di alam barzah tidak akan mendapat petunjuk dan tidak sanggup mengucapkan "Allahu Rabbi".

Suami Yang Lebih Mencintai Istri

Lelaki mana yang lebih mencintai Tuhannya daripada istri sendiri? Sangat jarang dan mungkin diantara sepuluh ribu hanya ada satu orang yang benar-benar berbuat demikian. Dalam hal ini, sudah pernah dibahas tentang kisah Bal'am Baura yang lebih mencintai, lebih takut kepada istri daripada kepada Allah. Sehingga dia mati dalam keadaan fasik dan Allah murka kepadanya.

Didalam kubur, Allah tidak akan menunjuki jalan kepada golongan manusia seperti ini. Mereka sesekali tidak akan sanggup menjawab pertanyaan alam kubur, tidak bisa mengucapkan "Allahu Rabbi".

Orang-Orang Yang Lebih Mencintai Keluarga

Didalam agama Islam, dinyatakan bahwa saudara yang sesungguhnya adalah sesama muslim. Seandainya A beragama Islam dan merupakan saudara kandung B, tetapi B menganut agama lain, maka pada hakikatnya ikatan lahir batin telah terputus karena berlawanan akidah dunia dan akhirat.

Sebagai seorang muslim, seharusnya lebih mementingkan akidah Islam daripada kepentingan lainnya yang muncul dalam keluarga. Apapun nama dan tujuannya, sekalipun seseorang diantara keluarga sangat miskin tapi akidah yang dijalankan benar, maka mereka inilah yang lebih tinggi disisi Allah daripada orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di dunia. Umat seperti inilah yang akan mampu menjawab pertanyaan "Marrabbuka" (Siapa Tuhanmu?).

Mereka Yang Mencintai Harta Kekayaan

Jika harta yang diperoleh berasal dari usaha yang halal tetapi lupa bersyukur dan mengingat Allah, maka sebanyak harta yang diperoleh itu pula yang akan menjadi kayu bakar dihari kemudian, ditambah dengan harta-harta yang lain terlebih yang diperoleh secara khianat atau tidak halal.

Celakalah (azab) bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah (Al-Humazah 104:1-4)

Harta rampasan, korupsi, memeras harta orang lain secara tak sadar ataupun penipuan, maka mereka termasuk golongan manusia yang lebih mencintai harta daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya. Tidak sedikitpun bagi mereka mampu menjawab pertanyaan "Marrabbuka".

Lebih Takut Rugi Berniaga Daripada Mencintai Allah

Sesungguhnya disisi Allah ada suatu niaga yang tidak pernah mengalami kerugian sejak hidup di dunia hingga ke akhirat kelak. Maka perniagaan yang dimaksud Allah sesuai dengan firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui (As-Saf 61:10-11)

Inilah seruan, panggilan dan peringatan Allah kepada orang yang beriman, tetapi bagi orang yang tidak beriman walaupun masih dalam keadaan muslim tentu tidak memperdulikan peringatan tersebut. Mereka yang tidak beriman dan tetap mengikuti hawa nafsu, golongan manusia yang lebih takut mengalami kerugian daripada mencintai Allah dengan seruan-Nya, mereka tidak akan pernah mendapat petunjuk dan tidak mampu menjawab "Allahu Rabbi".

Mereka Lebih Mencintai Tempat Tinggal, Rumah Idaman

Semegah apapun rumah yang kita miliki, dimana terdapat taman dan kolam sekelilingnya, suatu masa akan meninggalkan kita sendirian di alam barzah. Rumah yang dahulu mampu melindungi dari panas dan hujan tidak akan mengiringi kematian. Sesekali jangan pernah mencintai rumah, villa, atau sejenis bangunan yang berdiri diatas tanah, lebih daripada mencintai Allah karena balasan yang akan diterima saat memasuki alam barzah teramat pedih.

Tanah-tanah yang dihibahkan, rumah ibadah, sekolah agama, yang didirikan atas dasar sedekah jariyah ikhlas karena Allah semata dan mencari ridho-Nya, mereka akan diberi petunjuk dan mampu menjawab "Allahu Rabbi".

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) (Al-Isra' 17:72)

Apa yang paling dicintai dimuka bumi ketika masih hidup, maka semua itu yang akan disebut untuk menjawab pertanyaan alam kubur. Peristiwa alam barzah sangat mengerikan bagi golongan manusia yang buta mata hatinya terhadap akhirat ketika masih hidup di dunia.

Zikir, Cara Bertemu Allah Tanpa Harus Mati

Bagaimana zikir bisa menuntun seseorang kejalan yang benar? Bagaimana ruh melalui perjalanan bathin bertemu dengan Tuhannya? Dan manusia tak harus mati untuk bertemu dengan Allah, tetapi matikanlah dirimu sebelum dirimu benar-benar mati.

Hati menjadi tenang ketika kita mengingat kalimat Allah, dengan zikir maka Allah berjanji bahwa setiap insan yang mengingatnya akan selalu diberi kemudahan dalam segala hal. Berzikir, maka hatimu akan menjadi tenang, berzikir maka kamu akan menemukan Tuhan Penciptamu. Zikir, bertemu pada Allah tidaklah semudah yang difikirkan.

Banyak orang-orang yang zikir justru tersesat kedalam lembah hitam dimana mereka mengira bahwa jalan itu adalah yang paling benar. Ada dua hal dimana manusia dalam keadaan berzikir mereka diperlihatkan melalui fikiran-fikiran yang mustahil, sesuatu yang disebut Haq dan Bathil.

Petunjuk Dalam Zikir
Insan yang dihadapkan pada petunjuk (penglihatan) kebanyakan mereka terlena dalam percakapan antara ruh dan objek yang dilihatnya. Mereka menganggap ini sudah cukup, lalu dimana hakikat insan yang ingin bertemu Tuhannya jika dalam perjalanan bathin pun masih diperdaya tipu muslihat Jin dan Syeitan? Ingatlah pada janji Iblis, dan ketika kita semakin jauh mendalami hakikat maka Allah semakin mengujimu.

ruh, bertemu allah

Apa yang dimaksud petunjuk, penglihatan, ataupun gambaran dalam perjalanan bathin ketika zikir? Sebuah objek tidak akan pernah tampak jika tidak diperlihatkan, begitulah kebesaran Allah yang member gambaran atau petunjuk melalui hati seseorang. Gambaran ini seperti hayalan atau fikiran yang tanpa disadari datang begitu saja ketika seseorang melaksanakan zikir. Mereka yang awam justru menganggap hal ini mengganggu kosentrasi (khusuk) sehingga tak lagi mengingat jumlah zikir yang diucapkan.

Pada hakikatnya, tubuh dan hati yang mengucap astma Allah senantiasa diberi petunjuk dan jika seseorang itu sadar akan petunjuknya, maka akan semakin cepat bertemu Allah. Dan banyak orang tidak meyakini bahwa fenomena ini sebagai jalan berkomunikasi dengan Tuhannya, sesuatu yang sulit diterima akal fikiran.

Maka bicaralah pada hati nurani yang tidak pernah berdusta, tidak seperti akal fikiran yang sering memberikan lebih dari satu jawaban karena fikiran adalah wadah nafsu, kursi iblis dan jin.

Ketika seseorang mendirikan sholat, dia hanya menjalankan kewajiban dimana syariat menjadi tiang utamanya. Pada dasarnya sholat adalah jalan untuk bertemu dengan Allah, apakah kalian sudah bertemu dengan Allah ketika mendirikan sholat? Atau hanya secara khusuk membaca ayat-ayat dalam sholat, kalimat demi kalimat dan menganggap ibadah itu sempurna?

Dan banyak orang berfikir untuk bertemu dengan Allah haruslah mati terlebih dahulu, tapi tidaklah demikian karena Rasulullah pun Isra’ Mi’raj dan bertemu dengan Allah, begitu juga umatnya bisa berkomunikasi dengan Allah melalui jalan Tarikat. Dan matikanlah dirimu ketika menghadap Ku sebelum kau benar-benar mati.

Tak ada jalan singkat berkomunikasi dengan Allah, memahami kebesaranNya melalui 20 sifat yang dimilikiNya, tak lain dengan jalan zikrullah, laillahaillallah… dimana jika kalimat ini ditimbang jauh lebih berat daripada tujuh lapis langit dan Bumi.

Tanda-tanda Kiamat terlihat jika umat yang berzikir telah hilang dimuka bumi

Tanda Kiamat, Hilangnya Penganut Tarikat Tashawuf Yang Berzikir
Tanda-tanda Kiamat terlihat jika umat yang berzikir telah hilang dimuka bumi, mereka adalah penganut tarikat tashawuf yang berzikir siang dan malam mencapai ratusan hingga ratusan dari lafaz dan kalbunya. Mereka adalah umat yang mampu bertemu dan berkomunikasi dengan Allah secara langsung. Tarikat Tashawuf, sebuah ajaran ortodok yang diajarkan secara turun temurun sejak zaman empat sahabat nabi.

Kami sadar, bahwa sangat sulit memahami artikel yang ada disini karena pada dasarnya mereka yang tidak mengerti tarikat tashawuf dengan benar, tidak akan mendapatkan jawaban keseluruhan. Filosofis ini sudah diturunkan lebih dari 42 generasi guru2 kami terdahulu yang mengikuti faham tarikat-tasawuf, dari ajaran sahabat nabi Sayidina Ali.

Tarikat Tashawuf Dan Umat Yang Berzikir

Pada dasarnya, ilmu Islam terbagi kedalam empat bagian, dimana menguasai keseluruhannya merupakan kesempurnaan ajaran Islam. Mereka yang menjalani ini termasuk kaum sufi, dan empat bagian yang bisa diketahui itu adalah:

Ilmu Fiqih yang mengatur segala syariat yang bersifat lahiriah
Ilmu Tashawuf yang mengatur tarikat bersifat pembersih hati manusia (kalbu0
Ilmu Kalam (ushuluddin, tauhid, akidah) yang mengatur hakikat yang melepaskan umat dari syirik
Ilmu Hikmah (rahasia-rahasia Allah) yang ditujuki Allah kepada orang-orang yang dikehendaki sebagai ilmu ma'rifah. Maka Allah telah menegaskan dalam firman-Nya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (An-Nahl 16:125)

Apa yang dimaksud ilmu Hikmah merupakan rahasia-rahasia Allah yang ditunjuki kepada para nabi yang disebut Mukjizat, kepada para wali disebut Karomah, kepada Raja-raja adil disebut Daulat, kepada umat yang dikasihi dan jujur disebut Ma'unah, dan kepada orang-orang kafir pun diberikan Allah yang disebut Sihir.

Dalam kitab Fathul Arifin, tulisan Maulana Syeikh Ahmad Khatib bin Abdul Ghafar Sambas tahun 1346 H, beliau berkata:

Bermula tarikat kami ini atas bilangan huruf Nuqthjim (Nun-Qaf-Jim-Mim). Maka barang siapa tiada mendatangi akan kami dan mengambilnya pada masa kami tiada dapat tidak daripada menyesal. Dan yang dikehendaki dengan 'Nun' itu adalah Tarikat Naqsabandiyah, dan 'Qaf' itu adalah tarikat Qadariyah, dan 'Tho' itu adalah Tharikatul Al Anfas, dan 'Jim' itu adalah Thariqatul Al Janid, dan 'Mim' itu adalah Tarikat Al Muwafiqah.

Tanda Datangnya Kiamat

Jika Anda mengerti tentang tashawuf yang dianut kalangan suni, mereka yang menjalani ajaran ortodok sejak zaman sahabat nabi, dan kini pengikut mereka semakin sedikit karena perselisihan ditanah arab. Dan jika Anda tahu tentang tarikat-tashawuf yang berkembang di Indonesia sejak zaman kolonial hingga pemerintahan Soekarno, jumlahnya semakin sedikit sejak era Suharto yang kemudian mengucilkan, menganggap ajaran tarikat-tashawuf sesat, hingga sekarang jumlahnya tak lebih dari 4% di Indonesia. Begitu pula yang sedang terjadi diseluruh dunia. Umat Islam hanya diajarkan ilmu syariat yang hanya mengenal halal-haram, pahala-dosa, surga-neraka, dan itu disebarkan melalui dunia pendidikan modern sementara tiga ilmu lainnya tidak diajarkan. Dari sinilah mengapa umat Islam, para pendakwah yang menjual ayat Allah sering beradu pendapat, karena mereka tidak mengetahui 'Hikmah' sebenarnya.

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada ahli zikir jika kamu tidak mengetahui (An-Nahl, 16:43)

Apakah tanda-tanda dekatnya kiamat? Ketika tak ada lagi orang2 yang berzikir dimuka bumi, siapakah mereka? Mereka yang berzikir siang dan malam hingga ratusan-ribuan kali dan mampu berkomunikasi dengan Allah, mereka kaum sufi yang menjalani tarikat-tashawuf. Bagaimana komunitas mereka diseluruh dunia, semakin kecil tak lebih dari 3% di muka bumi. Jika Anda tahu siapa Yakyuj Makjuj tak lain adalah si Beruang Merah dan Beruang Putih, mereka sudah menguasai 90% seluruh dunia. Ketika alim ulama membiarkan Dajjal yang menindas umat islam diseluruh negeri, yang saat ini sedang terjadi.

tanda kiamat

Ketika tiba-tiba Bumi berguncang sekeras-kerasnya, manusia tidak merasa yakin bahwa hal itu merupakan kiamat. "Ini bukan Kiamat, Mahdi dan Isa belum diturunkan...." Mereka tidak sadar dan tidak memahami arti siapa Mahdi dan Isa sebenarnya, padahal Allah telah menegaskan dalam Quran:

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) (Al-Isra' 17:72) Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman (Al-Baqarah, 2:7-8)

Yang sering terlihat saat ini, memahami sosok Mahdi sering dikaitkan dengan Hadist, sedikit sekali memberikan penjelasan ayat Al Quran. padahal sewaktu Quran diturunkan kepada Rasul "Sampaikan Al Quran" dan bukan memprioritaskan Hadist.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (Al-Baqarah, 2:2-3)

Bagi pengikut tarikat-tashawuf, al-quran tetap menjadi landasan utama. Pada dasarnya, semua hadist nabi tetap berlandaskan kepada Al Quran. Sebagai contoh, jika kita mengingat ajaran yang disampaikan seorang guru disekolah 5 tahun yang lalu, maka akan ada puluhan variasi jawaban (sesuai jumlah siswa). Begitu pula hadist nabi, berapa orang pada waktu itu yang mendengarkan? Tidak heran jika hadist sering ditemukan banyak yang palsu, sehingga menimbulkan perdebatan hadist mana yang benar atau tidak. Masing-masing bersikeras pendapat mereka benar dan saling menjatuhkan orang lain. Inilah yang terjadi saat ini, padahal Quran telah menegaskan:

Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan" (Al Furqan, 25:30) Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu (Yunus, 10:19)

Maka Allah menurunkan 500 wali tersebar diseluruh dunia dalam setiap seratus tahun, 40 diantaranya berderajat Wali Kutub, mereka yang akan menjaga keberadaan dan kebenaran Islam tetap berjalan lurus hingga menjelang hari Kiamat. Sampai saat ini, keberadaan mereka tetap ada dan hanya orang-orang ber-tarikat tashawuf yang mampu mengenali dan berkomunikasi dengan mereka.

Sebuah tanda, jika kaum tarikat-tashawuf tidak lagi ada dimuka Bumi, maka tak ada lagi para wali, tak ada lagi yang berzikir yang mengharap ridho-Nya. Manusia yakin kiamat masih jauh karena masih banyak ulama lulusan universitas tinggi tetapi mereka hanya memahami ilmu Fiqih dan tidak mengenal tashawuf, kalam dan hikmah.

Bagaimana dengan pemahaman Imam Mahdi? Seperti yang telah dijelaskan pada artikel terdahulu berjudul "Penafsiran Hari Kiamat Dan Kedatangan Imam Mahdi", mereka tidak menyebut dirinya sebagai 'Mahdi' tetapi tetap memperjuangkan umat, agama dan tetap berjalan lurus.

Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (Al-Furqan, 25:51)

Sebagai contoh, jika ada orang yang mengaku Mahdi, maka sebagian besar manusia tidak mempercayainya, begitupula mengaku sebagai Isa, bahkan sebelum nama mereka meluas kedunia, mungkin sudah diseret kedalam penjara atau lebih buruk lagi dibunuh. Ketentuan Allah, Qada dan Qadar jauh diluar pikiran manusia kecuali mereka yang memahami arti 'Wahdaniyatan', hanya dengan ilmu hikmah mampu memahaminya.

Adapun tujuan penyusunan artikel disini, tidak lain untuk mempertahankan ajaran ortodok kaum sufi yang telah kami pelajari dari para guru tashawuf yang saat ini jumlahnya sedikit. Sebagian besar artikel yang disusun merupakan ajaran langsung tanpa mengubah pemahaman, dan kami yakin hanya orang-orang yang mendapatkan 'hikmah' mampu memahaminya. Hal itu terlihat dari banyaknya komentar dan tidak satupun yang memahami maksud arti sebenarnya. Jadi, jika Anda tidak mengerti maksud didalamnya, cukuplah hanya dengan membaca. Suatu masa yang sudah sangat dekat,.... ajaran ini akan menghilang, dan itulah tanda-tanda dekatnya Kiamat.

Cara Membangkitkan Kekuatan Kalbu Yang Tersembunyi


Bagaimana cara manusia membangkitkan potensi kekuatan kalbu yang tersembunyi dan tertutup sejak dilahirkan, hingga kedatangan petunjuk membuat kekuatan hati menjadi terang dan menerangi alam semesta. Sebuah ayat yang memberi jalan yang lurus dimana didalamnya terkandung misteri kekuatan sang Pencipta yang bisa digunakan setiap manusia.

Potensi manusia telah ditanamkan sejak berada di alam Tanzizi Muhaddats yang dibekali sang Pencipta sebagai rahmat sekalian alam. Perbedaannya, ketika manusia itu sadar maka dia akan menggali potensi yang tersembunyi didalam kalbu, karena kebenaran hakiki menurut konsepsi rahmat Allah pasti terdapat ketentuan untuk menyucikan kalbu melalui zikir.

Potensi Kekuatan Kalbu

Potensi kekuatan kalbu telah ada pada setiap manusia dan hanya pilihan manusia yang ingin menggali atau tidak. Mereka yang diberi hidayah tentu akan menggali, membersihkan serta menyucikan kalbu seperti halnya alam semesta yang dilimpahkan cahaya Allah kepada langit dan Bumi sebagaimana telah ditegaskan dalam Quran pada ayat An-Nuur berikut:

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (An-Nuur, 24:35)

Pada alam manusia, perumpamaan lubang yang tidak tembus adalah kekuatan kalbu manusia yang ketika dilahirkan ke Bumi masih tertutup dari petunjuk. Didalamnya ada pelita, dimana maksud kalimat ini adalah hati yang telah terbuka pada kebenaran hakiki yang datang dari Allah. Seperti nyala api pada sumbu yang ditutupi kaca maka akan lebih terang memancarkan cahaya kepada sekelilingnya.

kalbu, hati, batin

Alam sekeliling manusia adalah tubuh yang memandang akhlak karimah yang terpancar dari hati, diberi minyak dengan pohon zaitun yang tidak tumbuh disebelah timur atau barat, dengan kata lain bahwa kalimat yang dimaksud adalah kalimat zikir 'Laa ilaaha illallah'. Kalimat yang meliputi zat kepada sifat Allah yang diteruskan kepada Asma' dan Af'al, tidak terpisah-pisah maupun bersekutu. Dalam tubuh manusia tersebut kemudian mengalir darah putih yang tulus diantara aliran darah merah yang dipompa dari jantung (kalbu) ke seluruh fisik. Bila kaca itu bercahaya maka cahaya keimanan, cahaya Islam, cahaya ma'rifah, cahaya tauhid, cahaya hukum dan rahasia Allah tersembunyi, dimana keseluruhannya akan muncul ke permukaan atau kehidupan setelah kekuatan kalbu terbuka.

Siapa Yang Mendapatkan Kekuatan Kalbu?

Bagaimana cahaya Allah bisa memasuki kalbu seseorang, atau manusia mampu membuka alam kalbu pada kebenaran hakiki, maka untuk mendapatkan pancaran cahaya seperti yang dimaksud ayat diatas akan jatuh pada orang-orang yang mengikuti petunjuk sesuai ayat selanjutnya:

Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas (An-Nuur, 24:36-38)

Untuk mencapai tingkat penyucian hati seperti bintang yang bercahaya bagai mutiara, Allah telah memberikan jalan melalui zikir dan bertasbih sewaktu pagi dan petang, dengan kata lain bahwa mengingat Allah meliputi 24 jam atau sehari penuh. Walaupun manusia sedang mengerjakan aktivitas seperti berdagang tetapi zikir tetap berlangsung di kalbu dan tidak melupakan shalat serta zakat sebagai bentuk kewajiban syariat. Seorang pria memiliki tanggung jawab sebagai khalifah (pemimpin), walaupun dalam kenyataan lebih banyak pria yang menanggung beban dan tanggung jawab dalam keluarga, tetapi tidak sedikit pula memimpin orang lain.

Potensi kekuatan kalbu yang tersimpan didalam manusia ini mewakili alam semesta, maka goresan pada alam telah lengkap disetiap waktu karena menjadi rahmat kepada sekalian alam (Nuur Muhammad) dengan segala pancaran cahaya.