Laman

Rabu, 29 Januari 2014

Setelah Kiamat, Bumi Menjadi Padang Mahsyar Yang Panas


Dimana sebenarnya Padang Mahsyar dan tujuh neraka? Ketika kiamat besar nantinya akan menciptakan alam baru yang kekal untuk kehidupan selanjutnya, dimana setelah itu tercipta Padang Mahsyar dan tujuh lapis neraka.

Peristiwa kiamat bukan hanya terjadi pada planet Bumi, tetapi juga terjadi pada tujuh langit dan tujuh petala bumi yang dihancurkan untuk membentuk kehidupan baru. Sistem tata surya akan berganti dua arah, dimana matahari sebagai pusat pembakar penghuni tujuh neraka dan Baitil Makmur menjadi pusat orbit tujuh surga.

Padang Mahsyar, Bumi Setelah Kiamat

Sebelum terjadinya kiamat besar, matahari sebagai pusat tata surya yang memberi kehidupan menjadi poros peredaran planet dan bulan yang mengelilingi bergantung pada sistem surya, bukan planet yang dikelilinginya.

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Az-Zalzalah, 99:1-8)

Ketika kiamat itu datang dengan tiba-tiba tanpa disadari semua makhluk yang hidup, maka Bumi akan berbenturan dengan satelit-nya sendiri (bulan) hingga menyatu. Diikuti planet Venus dan Merkurius berbenturan sekeras-kerasnya hingga menjadi satu. Tidak terbayangkan keadaan Bumi pada waktu peristiwa ini terjadi, karena bumi nantinya akan membentuk planet bundar yang rata tanpa adanya gunung, lembah, sehingga permukaan Bumi sangat panas dan jaraknya sangat dekat dengan matahari.

Bumi akan mengeluarkan segala sesuatu yang ada di darat dan laut, mengeluarkan segala yang pernah terkubur didalamnya, maka manusia dibangkitkan kembali dan melihat segala keanehan yang terjadi di muka Bumi seraya berkata "Mengapa Bumi menjadi begini?" Kemudian Bumi menceritakan segala kejadian yang telah diperintahkan Allah. Ketika segala kenikmatan dunia telah ditarik kembali oleh Sang Pencipta, Bumi menjadi tanah datar, tandus, panas yang membakar telapak kaki.

padang mahsyar, kiamat

Suhu panas yang teramat tinggi mencapai ribuan derajat Celcius, begitu pula planet Venus dan Merkurius yang telah menyatu. Tujuh petala Bumi yang diberi delapan zat Allah tetap akan mengelilingi matahari, disini akan tercipta tujuh lapis neraka yang siap membakar dan menyiksa manusia.

Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?" Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), dan apabila bulan telah hilang cahayanya, dan matahari dan bulan dikumpulkan, pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat berlari?" (Al-Qiyamah, 75:6-10)

Bagaimana dengan tujuh langit yang diisi planet sebelumnya tanpa kehidupan? Planet Mars, asteroid belt, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto, akan berbalik arah mengelilingi Baitil Makmur sebagai asal mula benda seluruh alam semesta.

Padang Mahsyar Yang Teramat Panas

Bumi semakin mendekat dengan matahari, seakan-akan hampir menyatu dengannya. Ketika manusia bangkit dan berkumpul di Padang Mahsyar, tak lain adalah Bumi sendiri, mereka sangat tersiksa dan tergantung amal perbuatan ketika masih menerima keindahan duniawi. Inilah alam selanjutnya dimana manusia akan dibangkitkan setelah hari Kiamat sesuai dengan janji Allah:

Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (Al-A'raf, 7:25)

Hingga manusia berdiri diatas Padang Mahsyar yang datar dan teramat panas seakan matahari sejengkal berada diatas kepala, dan daratan akan dipenuhi keringat yang dapat menenggelamkan manusia sesuai amalnya. Situasi ini berjalan ribuan bahkan jutaan tahun menunggu hari perhitungan (Hisab), padahal manusia pada waktu itu belum digiring kedalam penyiksaan kekal yaitu neraka.

"Pada hari kiamat, Bumi akan berubah menjadi api dan surga yang berada di belakangnya dapat terlihat keseluruhan dengan bintang-bintang yang menghiasi, dan manusia akan terbenam dalam keringat atau sampai pada mereka dan mereka tidak sampai pada hisab.” HR Thabrani

Apakah manusia akan mati ketika berada di Padang Mahsyar? Tidak, karena kematian hanya terjadi ketika manusia berada di Bumi yang indah. Ketika kiamat tiba, Allah mencabut segala kenikmatan yang diturunkan dari alam Nadzarullah, dan inilah Bumi sebenarnya disaat dia tidak menerima keindahan, lebih panas dari planet Merkurius yang ada saat ini.

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. (Al-Qiyamah, 75:13-15)

Tak ada satu tempat untuk berteduh karena bumi telah datar, tanpa lembah dan gunung. Tidak sekali kali manusia bisa berlindung kecuali amal ibadah yang menolong manusia itu sendiri. Padang Mahsyar merupakan pintu yang akan menentukan dan membuka aib setiap manusia, dimana setiap orang tidak lagi memikirkan orang lain, mereka disibukkan dengan urusan yang diperbuat ketika hidup di dunia.

Delapan Golongan Manusia Fasik Yang Mencintai Dunia


Ketika ajal menjemput, maka siapapun manusia itu akan merindukan sesuatu yang sangat dicintai ketika masih menjalani hidup di dunia. Setidaknya, Quran telah memberikan gambaran kepada umat manusia bahwa ada delapan golongan manusia yang lebih mencintai dirinya daripada mencintai Tuhannya.

Siapa saja orang-orang yang termasuk paling mencintai kehidupan dunia, ketika ajal mendekat maka apa yang dicintai itulah yang akan datang menggoda, dengan itu dia dimatikakan dan dengan itu pula dia dibangkitkan dihari kemudian setelah Padang Mahsyar terbuka. Jika seseorang mencintai musik alunan gitar, ketika ajal menjemput maka dia sangat ingin mendengar petikan gitar untuk terakhir kalinya. Dan begitu pula ketika dia dibangkitkan di hari kemudian, benda yang dicintai itu akan mengiringi hingga membuat diri tersiksa.

Delapan Golongan Manusia Fasik

Quran menyebutkan, ada delapan golongan manusia yang mencintai kehidupan dunia sebagai tanda-tanda orang yang fasik, jika mencintainya lebih dari mencintai Allah dan Rasul maka mereka tidak akan mendapat petunjuk dari Allah.

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At-Tawbah 9:24)

Ayat diatas telah dijelaskan beberapa orang-orang yang termasuk fasik dan tidak akan mendapat petunjuk daripada-Nya. Bagaimana kehidupan mereka ketika menjalani dunia dan siapa saja delapan golongan manusia tersebut?

Anak-Anak Yang Mencintai Sosok Ayah

Dewasa ini, sudah sangat jelas terlihat anak-anak yang mencintai orang tua (khususnya Ayah), tidak perduli apakah dia seorang ayah kandung, bapak rakyat, bapak bangsa ataupun petinggi suatu golongan. Walaupun dia nakan kandung ataupun anak bangsa, sudah jelas bahwa orang yang dipuja tersebut tidak berhasil memimpin anak bahkan memimpin bangsa (umat dan golongan). Bahkan, setelah ajal menjemput sang ayah, anak-anak tersebut masih saja mengagungkan sosok ayah yang mereka anggap berhasil merubah bangsa ataupun suatu golongan.

Manusia diperbolehkan mencintai seorang ayah atau bapak bangsa jika sosok tersebut terkenal alim, bijaksana, mampu membangkitkan semangat jihad dalam mendirikan kebenaran Islam ditengah umat Muhammad. Dan semua itu karena Allah dan bukan digunakan untuk merebut kedudukan jabatan dunia dengan menumpang ketenaran almarhum ayahnya. Jangan sesekali meng-kultus-kan dalam mencintai almarhum, tetapi digunakan untuk meneruskan cita-cita yang belum terselesaikan dalam mengembangkan akidah Islam.

Golongan manusia ini kelak tidak akan sanggup bertahan di alam barzah, ketika malaikat bertanya "Siapa Tuhanmu?" mereka tidak sanggup menjawab "Allahu Rabbi". Karena semasa hidupnya, kepentingan dunia menjadi prioritas utama dan mencintai sosok sang Ayah melebihi daripada cinta kepada Tuhannya.

Orang Tua Yang Lebih Mencintai Anak-Anak

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan kemajuan zaman, maka para orang tua berusaha keras memberikan pendidikan terbaik bahkan kebutuhan hidup sang anak segalanya terpenuhi. Orang tua saat ini sebagian besar lebih mencintai anak-anaknya daripada mencintai sang Pencipta.

golongan manusia, ibu dan anak

Bagi mereka yang mampu memberikan pendidikan lebih tinggi dengan mengirimkan anak-anaknya ke luar negeri untuk menempuh ilmu terbaik. Tidak perduli apakah itu pendidikan dunia ataupun pendidikan agama, tetapi konsep yang diharapkan terkadang tidak membawa kejalan yang baik. Jika anak-anak mereka mempelajari agama, maka pengetahuan hanya sebatas syariat fiqih mengenal halal haram, pahala dan dosa, surga dan neraka, sedangkan ilmu yang berkaitan dengan mengenal Allah seperti penyucian hati dari kotoran tidak ada sama sekali.

Pada titik ini, para orang tua menganggap perkembangan sang anak sudah sesuai dengan harapannya. Padahal sama sekali apa yang diperbuat sang anak tidak mendapatkan ridho dari Allah.

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (An-Nahl 16:125)

Jangan mencintai anak lebih daripada mencintai Allah dan Rasulullah, sikap ini telah lari daripada akidah Islam. Cintai dan sayangi anak-anak yang masih berada dijalan akidah Islam dan bersyukur kepada Allah yang telah memberi rahmat dan karunia kepada kita. Dihari kemudian, orang tua yang mencintai Allah akan sanggup mengucapkan "Allahu Rabbi".

Lebih Mencintai Saudara

Sifat manusia adalah socio, kita tidak akan mampu hidup sendiri melainkan butuh bantuan orang lain terutama bantuan ayah dan ibu sebagai orang tua yang membesarkan kita. Diantara saudara kita yang hidup di dunia, mungkin mereka ada yang memiliki pangkat dan jabatan penting, memiliki harta dan barang mewah, sehingga hidup saudara-saudara yang lain menjadi terangkat derajatnya.

Jangan sesekali mencintai saudara-saudara yang memiliki posisi penting lebih daripada kita, tidak perduli apakah mereka saudara satu suku ataupun golongan. Mencintai mereka lebih daripada mencintai Allah, ketika golongan manusia ini berada di alam barzah tidak akan mendapat petunjuk dan tidak sanggup mengucapkan "Allahu Rabbi".

Suami Yang Lebih Mencintai Istri

Lelaki mana yang lebih mencintai Tuhannya daripada istri sendiri? Sangat jarang dan mungkin diantara sepuluh ribu hanya ada satu orang yang benar-benar berbuat demikian. Dalam hal ini, sudah pernah dibahas tentang kisah Bal'am Baura yang lebih mencintai, lebih takut kepada istri daripada kepada Allah. Sehingga dia mati dalam keadaan fasik dan Allah murka kepadanya.

Didalam kubur, Allah tidak akan menunjuki jalan kepada golongan manusia seperti ini. Mereka sesekali tidak akan sanggup menjawab pertanyaan alam kubur, tidak bisa mengucapkan "Allahu Rabbi".

Orang-Orang Yang Lebih Mencintai Keluarga

Didalam agama Islam, dinyatakan bahwa saudara yang sesungguhnya adalah sesama muslim. Seandainya A beragama Islam dan merupakan saudara kandung B, tetapi B menganut agama lain, maka pada hakikatnya ikatan lahir batin telah terputus karena berlawanan akidah dunia dan akhirat.

Sebagai seorang muslim, seharusnya lebih mementingkan akidah Islam daripada kepentingan lainnya yang muncul dalam keluarga. Apapun nama dan tujuannya, sekalipun seseorang diantara keluarga sangat miskin tapi akidah yang dijalankan benar, maka mereka inilah yang lebih tinggi disisi Allah daripada orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di dunia. Umat seperti inilah yang akan mampu menjawab pertanyaan "Marrabbuka" (Siapa Tuhanmu?).

Mereka Yang Mencintai Harta Kekayaan

Jika harta yang diperoleh berasal dari usaha yang halal tetapi lupa bersyukur dan mengingat Allah, maka sebanyak harta yang diperoleh itu pula yang akan menjadi kayu bakar dihari kemudian, ditambah dengan harta-harta yang lain terlebih yang diperoleh secara khianat atau tidak halal.

Celakalah (azab) bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah (Al-Humazah 104:1-4)

Harta rampasan, korupsi, memeras harta orang lain secara tak sadar ataupun penipuan, maka mereka termasuk golongan manusia yang lebih mencintai harta daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya. Tidak sedikitpun bagi mereka mampu menjawab pertanyaan "Marrabbuka".

Lebih Takut Rugi Berniaga Daripada Mencintai Allah

Sesungguhnya disisi Allah ada suatu niaga yang tidak pernah mengalami kerugian sejak hidup di dunia hingga ke akhirat kelak. Maka perniagaan yang dimaksud Allah sesuai dengan firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui (As-Saf 61:10-11)

Inilah seruan, panggilan dan peringatan Allah kepada orang yang beriman, tetapi bagi orang yang tidak beriman walaupun masih dalam keadaan muslim tentu tidak memperdulikan peringatan tersebut. Mereka yang tidak beriman dan tetap mengikuti hawa nafsu, golongan manusia yang lebih takut mengalami kerugian daripada mencintai Allah dengan seruan-Nya, mereka tidak akan pernah mendapat petunjuk dan tidak mampu menjawab "Allahu Rabbi".

Mereka Lebih Mencintai Tempat Tinggal, Rumah Idaman

Semegah apapun rumah yang kita miliki, dimana terdapat taman dan kolam sekelilingnya, suatu masa akan meninggalkan kita sendirian di alam barzah. Rumah yang dahulu mampu melindungi dari panas dan hujan tidak akan mengiringi kematian. Sesekali jangan pernah mencintai rumah, villa, atau sejenis bangunan yang berdiri diatas tanah, lebih daripada mencintai Allah karena balasan yang akan diterima saat memasuki alam barzah teramat pedih.

Tanah-tanah yang dihibahkan, rumah ibadah, sekolah agama, yang didirikan atas dasar sedekah jariyah ikhlas karena Allah semata dan mencari ridho-Nya, mereka akan diberi petunjuk dan mampu menjawab "Allahu Rabbi".

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) (Al-Isra' 17:72)

Apa yang paling dicintai dimuka bumi ketika masih hidup, maka semua itu yang akan disebut untuk menjawab pertanyaan alam kubur. Peristiwa alam barzah sangat mengerikan bagi golongan manusia yang buta mata hatinya terhadap akhirat ketika masih hidup di dunia.

Zikir, Cara Bertemu Allah Tanpa Harus Mati

Bagaimana zikir bisa menuntun seseorang kejalan yang benar? Bagaimana ruh melalui perjalanan bathin bertemu dengan Tuhannya? Dan manusia tak harus mati untuk bertemu dengan Allah, tetapi matikanlah dirimu sebelum dirimu benar-benar mati.

Hati menjadi tenang ketika kita mengingat kalimat Allah, dengan zikir maka Allah berjanji bahwa setiap insan yang mengingatnya akan selalu diberi kemudahan dalam segala hal. Berzikir, maka hatimu akan menjadi tenang, berzikir maka kamu akan menemukan Tuhan Penciptamu. Zikir, bertemu pada Allah tidaklah semudah yang difikirkan.

Banyak orang-orang yang zikir justru tersesat kedalam lembah hitam dimana mereka mengira bahwa jalan itu adalah yang paling benar. Ada dua hal dimana manusia dalam keadaan berzikir mereka diperlihatkan melalui fikiran-fikiran yang mustahil, sesuatu yang disebut Haq dan Bathil.

Petunjuk Dalam Zikir
Insan yang dihadapkan pada petunjuk (penglihatan) kebanyakan mereka terlena dalam percakapan antara ruh dan objek yang dilihatnya. Mereka menganggap ini sudah cukup, lalu dimana hakikat insan yang ingin bertemu Tuhannya jika dalam perjalanan bathin pun masih diperdaya tipu muslihat Jin dan Syeitan? Ingatlah pada janji Iblis, dan ketika kita semakin jauh mendalami hakikat maka Allah semakin mengujimu.

ruh, bertemu allah

Apa yang dimaksud petunjuk, penglihatan, ataupun gambaran dalam perjalanan bathin ketika zikir? Sebuah objek tidak akan pernah tampak jika tidak diperlihatkan, begitulah kebesaran Allah yang member gambaran atau petunjuk melalui hati seseorang. Gambaran ini seperti hayalan atau fikiran yang tanpa disadari datang begitu saja ketika seseorang melaksanakan zikir. Mereka yang awam justru menganggap hal ini mengganggu kosentrasi (khusuk) sehingga tak lagi mengingat jumlah zikir yang diucapkan.

Pada hakikatnya, tubuh dan hati yang mengucap astma Allah senantiasa diberi petunjuk dan jika seseorang itu sadar akan petunjuknya, maka akan semakin cepat bertemu Allah. Dan banyak orang tidak meyakini bahwa fenomena ini sebagai jalan berkomunikasi dengan Tuhannya, sesuatu yang sulit diterima akal fikiran.

Maka bicaralah pada hati nurani yang tidak pernah berdusta, tidak seperti akal fikiran yang sering memberikan lebih dari satu jawaban karena fikiran adalah wadah nafsu, kursi iblis dan jin.

Ketika seseorang mendirikan sholat, dia hanya menjalankan kewajiban dimana syariat menjadi tiang utamanya. Pada dasarnya sholat adalah jalan untuk bertemu dengan Allah, apakah kalian sudah bertemu dengan Allah ketika mendirikan sholat? Atau hanya secara khusuk membaca ayat-ayat dalam sholat, kalimat demi kalimat dan menganggap ibadah itu sempurna?

Dan banyak orang berfikir untuk bertemu dengan Allah haruslah mati terlebih dahulu, tapi tidaklah demikian karena Rasulullah pun Isra’ Mi’raj dan bertemu dengan Allah, begitu juga umatnya bisa berkomunikasi dengan Allah melalui jalan Tarikat. Dan matikanlah dirimu ketika menghadap Ku sebelum kau benar-benar mati.

Tak ada jalan singkat berkomunikasi dengan Allah, memahami kebesaranNya melalui 20 sifat yang dimilikiNya, tak lain dengan jalan zikrullah, laillahaillallah… dimana jika kalimat ini ditimbang jauh lebih berat daripada tujuh lapis langit dan Bumi.

Tanda-tanda Kiamat terlihat jika umat yang berzikir telah hilang dimuka bumi

Tanda Kiamat, Hilangnya Penganut Tarikat Tashawuf Yang Berzikir
Tanda-tanda Kiamat terlihat jika umat yang berzikir telah hilang dimuka bumi, mereka adalah penganut tarikat tashawuf yang berzikir siang dan malam mencapai ratusan hingga ratusan dari lafaz dan kalbunya. Mereka adalah umat yang mampu bertemu dan berkomunikasi dengan Allah secara langsung. Tarikat Tashawuf, sebuah ajaran ortodok yang diajarkan secara turun temurun sejak zaman empat sahabat nabi.

Kami sadar, bahwa sangat sulit memahami artikel yang ada disini karena pada dasarnya mereka yang tidak mengerti tarikat tashawuf dengan benar, tidak akan mendapatkan jawaban keseluruhan. Filosofis ini sudah diturunkan lebih dari 42 generasi guru2 kami terdahulu yang mengikuti faham tarikat-tasawuf, dari ajaran sahabat nabi Sayidina Ali.

Tarikat Tashawuf Dan Umat Yang Berzikir

Pada dasarnya, ilmu Islam terbagi kedalam empat bagian, dimana menguasai keseluruhannya merupakan kesempurnaan ajaran Islam. Mereka yang menjalani ini termasuk kaum sufi, dan empat bagian yang bisa diketahui itu adalah:

Ilmu Fiqih yang mengatur segala syariat yang bersifat lahiriah
Ilmu Tashawuf yang mengatur tarikat bersifat pembersih hati manusia (kalbu0
Ilmu Kalam (ushuluddin, tauhid, akidah) yang mengatur hakikat yang melepaskan umat dari syirik
Ilmu Hikmah (rahasia-rahasia Allah) yang ditujuki Allah kepada orang-orang yang dikehendaki sebagai ilmu ma'rifah. Maka Allah telah menegaskan dalam firman-Nya:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (An-Nahl 16:125)

Apa yang dimaksud ilmu Hikmah merupakan rahasia-rahasia Allah yang ditunjuki kepada para nabi yang disebut Mukjizat, kepada para wali disebut Karomah, kepada Raja-raja adil disebut Daulat, kepada umat yang dikasihi dan jujur disebut Ma'unah, dan kepada orang-orang kafir pun diberikan Allah yang disebut Sihir.

Dalam kitab Fathul Arifin, tulisan Maulana Syeikh Ahmad Khatib bin Abdul Ghafar Sambas tahun 1346 H, beliau berkata:

Bermula tarikat kami ini atas bilangan huruf Nuqthjim (Nun-Qaf-Jim-Mim). Maka barang siapa tiada mendatangi akan kami dan mengambilnya pada masa kami tiada dapat tidak daripada menyesal. Dan yang dikehendaki dengan 'Nun' itu adalah Tarikat Naqsabandiyah, dan 'Qaf' itu adalah tarikat Qadariyah, dan 'Tho' itu adalah Tharikatul Al Anfas, dan 'Jim' itu adalah Thariqatul Al Janid, dan 'Mim' itu adalah Tarikat Al Muwafiqah.

Tanda Datangnya Kiamat

Jika Anda mengerti tentang tashawuf yang dianut kalangan suni, mereka yang menjalani ajaran ortodok sejak zaman sahabat nabi, dan kini pengikut mereka semakin sedikit karena perselisihan ditanah arab. Dan jika Anda tahu tentang tarikat-tashawuf yang berkembang di Indonesia sejak zaman kolonial hingga pemerintahan Soekarno, jumlahnya semakin sedikit sejak era Suharto yang kemudian mengucilkan, menganggap ajaran tarikat-tashawuf sesat, hingga sekarang jumlahnya tak lebih dari 4% di Indonesia. Begitu pula yang sedang terjadi diseluruh dunia. Umat Islam hanya diajarkan ilmu syariat yang hanya mengenal halal-haram, pahala-dosa, surga-neraka, dan itu disebarkan melalui dunia pendidikan modern sementara tiga ilmu lainnya tidak diajarkan. Dari sinilah mengapa umat Islam, para pendakwah yang menjual ayat Allah sering beradu pendapat, karena mereka tidak mengetahui 'Hikmah' sebenarnya.

Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada ahli zikir jika kamu tidak mengetahui (An-Nahl, 16:43)

Apakah tanda-tanda dekatnya kiamat? Ketika tak ada lagi orang2 yang berzikir dimuka bumi, siapakah mereka? Mereka yang berzikir siang dan malam hingga ratusan-ribuan kali dan mampu berkomunikasi dengan Allah, mereka kaum sufi yang menjalani tarikat-tashawuf. Bagaimana komunitas mereka diseluruh dunia, semakin kecil tak lebih dari 3% di muka bumi. Jika Anda tahu siapa Yakyuj Makjuj tak lain adalah si Beruang Merah dan Beruang Putih, mereka sudah menguasai 90% seluruh dunia. Ketika alim ulama membiarkan Dajjal yang menindas umat islam diseluruh negeri, yang saat ini sedang terjadi.

tanda kiamat

Ketika tiba-tiba Bumi berguncang sekeras-kerasnya, manusia tidak merasa yakin bahwa hal itu merupakan kiamat. "Ini bukan Kiamat, Mahdi dan Isa belum diturunkan...." Mereka tidak sadar dan tidak memahami arti siapa Mahdi dan Isa sebenarnya, padahal Allah telah menegaskan dalam Quran:

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) (Al-Isra' 17:72) Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman (Al-Baqarah, 2:7-8)

Yang sering terlihat saat ini, memahami sosok Mahdi sering dikaitkan dengan Hadist, sedikit sekali memberikan penjelasan ayat Al Quran. padahal sewaktu Quran diturunkan kepada Rasul "Sampaikan Al Quran" dan bukan memprioritaskan Hadist.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (Al-Baqarah, 2:2-3)

Bagi pengikut tarikat-tashawuf, al-quran tetap menjadi landasan utama. Pada dasarnya, semua hadist nabi tetap berlandaskan kepada Al Quran. Sebagai contoh, jika kita mengingat ajaran yang disampaikan seorang guru disekolah 5 tahun yang lalu, maka akan ada puluhan variasi jawaban (sesuai jumlah siswa). Begitu pula hadist nabi, berapa orang pada waktu itu yang mendengarkan? Tidak heran jika hadist sering ditemukan banyak yang palsu, sehingga menimbulkan perdebatan hadist mana yang benar atau tidak. Masing-masing bersikeras pendapat mereka benar dan saling menjatuhkan orang lain. Inilah yang terjadi saat ini, padahal Quran telah menegaskan:

Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan" (Al Furqan, 25:30) Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu (Yunus, 10:19)

Maka Allah menurunkan 500 wali tersebar diseluruh dunia dalam setiap seratus tahun, 40 diantaranya berderajat Wali Kutub, mereka yang akan menjaga keberadaan dan kebenaran Islam tetap berjalan lurus hingga menjelang hari Kiamat. Sampai saat ini, keberadaan mereka tetap ada dan hanya orang-orang ber-tarikat tashawuf yang mampu mengenali dan berkomunikasi dengan mereka.

Sebuah tanda, jika kaum tarikat-tashawuf tidak lagi ada dimuka Bumi, maka tak ada lagi para wali, tak ada lagi yang berzikir yang mengharap ridho-Nya. Manusia yakin kiamat masih jauh karena masih banyak ulama lulusan universitas tinggi tetapi mereka hanya memahami ilmu Fiqih dan tidak mengenal tashawuf, kalam dan hikmah.

Bagaimana dengan pemahaman Imam Mahdi? Seperti yang telah dijelaskan pada artikel terdahulu berjudul "Penafsiran Hari Kiamat Dan Kedatangan Imam Mahdi", mereka tidak menyebut dirinya sebagai 'Mahdi' tetapi tetap memperjuangkan umat, agama dan tetap berjalan lurus.

Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (Al-Furqan, 25:51)

Sebagai contoh, jika ada orang yang mengaku Mahdi, maka sebagian besar manusia tidak mempercayainya, begitupula mengaku sebagai Isa, bahkan sebelum nama mereka meluas kedunia, mungkin sudah diseret kedalam penjara atau lebih buruk lagi dibunuh. Ketentuan Allah, Qada dan Qadar jauh diluar pikiran manusia kecuali mereka yang memahami arti 'Wahdaniyatan', hanya dengan ilmu hikmah mampu memahaminya.

Adapun tujuan penyusunan artikel disini, tidak lain untuk mempertahankan ajaran ortodok kaum sufi yang telah kami pelajari dari para guru tashawuf yang saat ini jumlahnya sedikit. Sebagian besar artikel yang disusun merupakan ajaran langsung tanpa mengubah pemahaman, dan kami yakin hanya orang-orang yang mendapatkan 'hikmah' mampu memahaminya. Hal itu terlihat dari banyaknya komentar dan tidak satupun yang memahami maksud arti sebenarnya. Jadi, jika Anda tidak mengerti maksud didalamnya, cukuplah hanya dengan membaca. Suatu masa yang sudah sangat dekat,.... ajaran ini akan menghilang, dan itulah tanda-tanda dekatnya Kiamat.

Cara Membangkitkan Kekuatan Kalbu Yang Tersembunyi


Bagaimana cara manusia membangkitkan potensi kekuatan kalbu yang tersembunyi dan tertutup sejak dilahirkan, hingga kedatangan petunjuk membuat kekuatan hati menjadi terang dan menerangi alam semesta. Sebuah ayat yang memberi jalan yang lurus dimana didalamnya terkandung misteri kekuatan sang Pencipta yang bisa digunakan setiap manusia.

Potensi manusia telah ditanamkan sejak berada di alam Tanzizi Muhaddats yang dibekali sang Pencipta sebagai rahmat sekalian alam. Perbedaannya, ketika manusia itu sadar maka dia akan menggali potensi yang tersembunyi didalam kalbu, karena kebenaran hakiki menurut konsepsi rahmat Allah pasti terdapat ketentuan untuk menyucikan kalbu melalui zikir.

Potensi Kekuatan Kalbu

Potensi kekuatan kalbu telah ada pada setiap manusia dan hanya pilihan manusia yang ingin menggali atau tidak. Mereka yang diberi hidayah tentu akan menggali, membersihkan serta menyucikan kalbu seperti halnya alam semesta yang dilimpahkan cahaya Allah kepada langit dan Bumi sebagaimana telah ditegaskan dalam Quran pada ayat An-Nuur berikut:

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (An-Nuur, 24:35)

Pada alam manusia, perumpamaan lubang yang tidak tembus adalah kekuatan kalbu manusia yang ketika dilahirkan ke Bumi masih tertutup dari petunjuk. Didalamnya ada pelita, dimana maksud kalimat ini adalah hati yang telah terbuka pada kebenaran hakiki yang datang dari Allah. Seperti nyala api pada sumbu yang ditutupi kaca maka akan lebih terang memancarkan cahaya kepada sekelilingnya.

kalbu, hati, batin

Alam sekeliling manusia adalah tubuh yang memandang akhlak karimah yang terpancar dari hati, diberi minyak dengan pohon zaitun yang tidak tumbuh disebelah timur atau barat, dengan kata lain bahwa kalimat yang dimaksud adalah kalimat zikir 'Laa ilaaha illallah'. Kalimat yang meliputi zat kepada sifat Allah yang diteruskan kepada Asma' dan Af'al, tidak terpisah-pisah maupun bersekutu. Dalam tubuh manusia tersebut kemudian mengalir darah putih yang tulus diantara aliran darah merah yang dipompa dari jantung (kalbu) ke seluruh fisik. Bila kaca itu bercahaya maka cahaya keimanan, cahaya Islam, cahaya ma'rifah, cahaya tauhid, cahaya hukum dan rahasia Allah tersembunyi, dimana keseluruhannya akan muncul ke permukaan atau kehidupan setelah kekuatan kalbu terbuka.

Siapa Yang Mendapatkan Kekuatan Kalbu?

Bagaimana cahaya Allah bisa memasuki kalbu seseorang, atau manusia mampu membuka alam kalbu pada kebenaran hakiki, maka untuk mendapatkan pancaran cahaya seperti yang dimaksud ayat diatas akan jatuh pada orang-orang yang mengikuti petunjuk sesuai ayat selanjutnya:

Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas (An-Nuur, 24:36-38)

Untuk mencapai tingkat penyucian hati seperti bintang yang bercahaya bagai mutiara, Allah telah memberikan jalan melalui zikir dan bertasbih sewaktu pagi dan petang, dengan kata lain bahwa mengingat Allah meliputi 24 jam atau sehari penuh. Walaupun manusia sedang mengerjakan aktivitas seperti berdagang tetapi zikir tetap berlangsung di kalbu dan tidak melupakan shalat serta zakat sebagai bentuk kewajiban syariat. Seorang pria memiliki tanggung jawab sebagai khalifah (pemimpin), walaupun dalam kenyataan lebih banyak pria yang menanggung beban dan tanggung jawab dalam keluarga, tetapi tidak sedikit pula memimpin orang lain.

Potensi kekuatan kalbu yang tersimpan didalam manusia ini mewakili alam semesta, maka goresan pada alam telah lengkap disetiap waktu karena menjadi rahmat kepada sekalian alam (Nuur Muhammad) dengan segala pancaran cahaya.

Selasa, 28 Januari 2014

ORANG AKHERAT YANG BERMAIN DI MUKA BUMI

“Kita ini adalah orang-orang akhirat yang sedang bermain-main di muka bumi” demikian Guru sering memberikan perumpamaan untuk orang-orang yang telah menempuh jalan kepada Allah. Makna bermain bahwa dunia ini bukan tujuan utama bagi para pecinta Tuhan, hanyalah tempat yang harus dilewati untuk berjalanan menuju ke tempat abadi yaitu disisi Allah SWT.

Bermain-main memberikan makna bahwa semua yang kita alami di dunia ini hanyalah sebuah permainan yang pasti berakhir, ketika saat telah tiba maka semuanya pasti kita tinggalkan dan kembali kepada Tuhan dengan bekal yang telah kita siapkan selama di dunia yaitu amal kebaikan.

Tuhan meminjamkan ruh kepada manusia dalam keadaan suci, bersih tanpa noda dan Tuhan akan meminta apa yang telah dipinjamkan itu untuk dikembalikan lagi kepada-Nya. Tuhan hanya mau menerima apa yang dipinjamkan tersebut dalam kondisi awal, berish dan suci. Ruh atau Jiwa yang telah ternoda tidak akan kembali kehadirat-Nya, melayang-layang di alam tanpa batas tidak akan pernah sampai ke dalam genggaman Tuhan.

Selama bermain-main di alam dunia, kira-kira apa yang telah kita kerjakan sehingga yang memberikan ruh sebagai amanah itu akan menjadi senang. Tuhan menciptakan manusia agar bisa memberikan pengabdian kepada-Nya, pengabdian kepada hamba-Nya yang lain serta pengabdian kepada dunia dan seluruh isinya.

Sebelum ajal tiba, hendaknya ruh dibersihkan terlebih dulu, diajarkan cara menyebut nama Allah sebagaimana jasmani diajarkan menyebut nama Allah. Untuk mengajarkan jasmani menyebut nama Allah diperlukan guru jasmani sedangkan untuk mengajarkan rohani diperlukan guru rohani pula. Tidak mungkin jasmani mengajarkan rohani karena keduanya berbeda unsur.

Muhammad bin Abdullah mengajarkan jasmani orang Arab dijamannya akan kebenaran Agama Allah sedangkan Rasulullah SAW sebagai rohani yang ada dalam diri Muhammad bin Abdullah mengajarkan rohani sekalian para sahabat dan manusia yang hidup zaman itu tentang sebuah kebenaran yang hakiki.

Guru Agama mengajarkan kita membaca al-Qur’an, menghapal hadist, mengerti cara bersuci dan hukum-hukum agama berarti jasmani kita telah belajar dan mengerti tentang agama sedangkan rohani kita belum. Ilmu untuk meng-Islam-kan manusia itu sangat gampang, dengan mengucapkan syahadat dengan keyakinan dalam hati maka dia sudah termasuk ke dalam Islam sedangkan untuk mengsyahadatkan rohani (Islam secara rohani) diperlukan ilmu yang berbeda dengan cara mengajarkan jasmani.

Sama halnya dengan menyebut nama Tuhan, semua orang mengerti cara melafalkan nama Tuhan, melakukan zikir bersama, itu perkerjaan sangat mudah bahkan anda tidak harus menjadi seorang alim untuk bisa menyebut nama Tuhan. Siapapun di muka bumi ini sangat mudah menyebut nama Allah bahkan orang atheis sekalipun, tapi apakah rohani nya sudah bisa menyebut nama Allah? Apakah rohaninya ikut menyebut nama Allah?

Ini menjadi renungan untuk kita semua, sudahkan kita ber-Islam secara Jasmani dan Rohani?

**Jika Tiba Saatnya Nanti**



Dari gigilnya malam ku terlahir

Dari kebisuan yang panjang aku dikenalkan

Sebelum fajar..

Bersama keremangan purnama aku coba meraba nama

Berdendang bersama para unggas yang meringkuk di balik rimbunnya pohon tua

Dan mengeja suara dari gesekan tubuh rerumpun bambu yang mengantar aku menuju tebing tebing rinduku

Hemmm..

Belum tuntas kuhitung satu persatu bulu bulu di kepak sayapku

Belum rampung ku mengkaji tentang seraut wajah di biru telagaku

Belum kelar kuhayati setiap jengkal nafas yang kuhirup

Namun.. Rasanya senja begitu cepat menghampiri dan bertandang di atas ubun ubun usiaku

Duhai Engkau sang kekasih hati

Jika telah tiba saatnya nanti

Izin aku bertengger di ranting kalbumu

Dan biarkan aku terlelap di pangkuanmu

Terbaring dan berselimutkan kasih dari keagungan yang bernama cintamu

Ruwa Jurai