Hidup pastikan aman tenteram dunia wal akhirat kalau saja kita selalu bertafakur untuk mengingat Allah dan mengingat kehidupat akhirat, minimal 5 menit dalam sehari semalam
Rabu, 29 Januari 2014
Delapan Golongan Manusia Fasik Yang Mencintai Dunia
Ketika ajal menjemput, maka siapapun manusia itu akan merindukan
sesuatu yang sangat dicintai ketika masih menjalani hidup di dunia.
Setidaknya, Quran telah memberikan gambaran kepada umat manusia bahwa
ada delapan golongan manusia yang lebih mencintai dirinya daripada
mencintai Tuhannya.
Siapa saja orang-orang yang termasuk paling
mencintai kehidupan dunia, ketika ajal mendekat maka apa yang dicintai
itulah yang akan datang menggoda, dengan itu dia dimatikakan dan dengan
itu pula dia dibangkitkan dihari kemudian setelah Padang Mahsyar
terbuka. Jika seseorang mencintai musik alunan gitar, ketika ajal
menjemput maka dia sangat ingin mendengar petikan gitar untuk terakhir
kalinya. Dan begitu pula ketika dia dibangkitkan di hari kemudian, benda
yang dicintai itu akan mengiringi hingga membuat diri tersiksa.
Delapan Golongan Manusia Fasik
Quran menyebutkan, ada delapan golongan manusia yang mencintai
kehidupan dunia sebagai tanda-tanda orang yang fasik, jika mencintainya
lebih dari mencintai Allah dan Rasul maka mereka tidak akan mendapat
petunjuk dari Allah.
Katakanlah: "jika bapa-bapa,
anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta
kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya,
dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah
dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai
Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang fasik (At-Tawbah 9:24)
Ayat diatas
telah dijelaskan beberapa orang-orang yang termasuk fasik dan tidak akan
mendapat petunjuk daripada-Nya. Bagaimana kehidupan mereka ketika
menjalani dunia dan siapa saja delapan golongan manusia tersebut?
Anak-Anak Yang Mencintai Sosok Ayah
Dewasa ini, sudah sangat jelas terlihat anak-anak yang mencintai orang
tua (khususnya Ayah), tidak perduli apakah dia seorang ayah kandung,
bapak rakyat, bapak bangsa ataupun petinggi suatu golongan. Walaupun dia
nakan kandung ataupun anak bangsa, sudah jelas bahwa orang yang dipuja
tersebut tidak berhasil memimpin anak bahkan memimpin bangsa (umat dan
golongan). Bahkan, setelah ajal menjemput sang ayah, anak-anak tersebut
masih saja mengagungkan sosok ayah yang mereka anggap berhasil merubah
bangsa ataupun suatu golongan.
Manusia diperbolehkan mencintai
seorang ayah atau bapak bangsa jika sosok tersebut terkenal alim,
bijaksana, mampu membangkitkan semangat jihad dalam mendirikan kebenaran
Islam ditengah umat Muhammad. Dan semua itu karena Allah dan bukan
digunakan untuk merebut kedudukan jabatan dunia dengan menumpang
ketenaran almarhum ayahnya. Jangan sesekali meng-kultus-kan dalam
mencintai almarhum, tetapi digunakan untuk meneruskan cita-cita yang
belum terselesaikan dalam mengembangkan akidah Islam.
Golongan
manusia ini kelak tidak akan sanggup bertahan di alam barzah, ketika
malaikat bertanya "Siapa Tuhanmu?" mereka tidak sanggup menjawab "Allahu
Rabbi". Karena semasa hidupnya, kepentingan dunia menjadi prioritas
utama dan mencintai sosok sang Ayah melebihi daripada cinta kepada
Tuhannya.
Orang Tua Yang Lebih Mencintai Anak-Anak
Sejalan dengan perkembangan teknologi dan kemajuan zaman, maka para
orang tua berusaha keras memberikan pendidikan terbaik bahkan kebutuhan
hidup sang anak segalanya terpenuhi. Orang tua saat ini sebagian besar
lebih mencintai anak-anaknya daripada mencintai sang Pencipta.
golongan manusia, ibu dan anak
Bagi mereka yang mampu memberikan pendidikan lebih tinggi dengan
mengirimkan anak-anaknya ke luar negeri untuk menempuh ilmu terbaik.
Tidak perduli apakah itu pendidikan dunia ataupun pendidikan agama,
tetapi konsep yang diharapkan terkadang tidak membawa kejalan yang baik.
Jika anak-anak mereka mempelajari agama, maka pengetahuan hanya sebatas
syariat fiqih mengenal halal haram, pahala dan dosa, surga dan neraka,
sedangkan ilmu yang berkaitan dengan mengenal Allah seperti penyucian
hati dari kotoran tidak ada sama sekali.
Pada titik ini, para
orang tua menganggap perkembangan sang anak sudah sesuai dengan
harapannya. Padahal sama sekali apa yang diperbuat sang anak tidak
mendapatkan ridho dari Allah.
Serulah (manusia) kepada
jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah
mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang
lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (An-Nahl 16:125)
Jangan mencintai anak lebih daripada mencintai Allah dan Rasulullah,
sikap ini telah lari daripada akidah Islam. Cintai dan sayangi anak-anak
yang masih berada dijalan akidah Islam dan bersyukur kepada Allah yang
telah memberi rahmat dan karunia kepada kita. Dihari kemudian, orang tua
yang mencintai Allah akan sanggup mengucapkan "Allahu Rabbi".
Lebih Mencintai Saudara
Sifat manusia adalah socio, kita tidak akan mampu hidup sendiri
melainkan butuh bantuan orang lain terutama bantuan ayah dan ibu sebagai
orang tua yang membesarkan kita. Diantara saudara kita yang hidup di
dunia, mungkin mereka ada yang memiliki pangkat dan jabatan penting,
memiliki harta dan barang mewah, sehingga hidup saudara-saudara yang
lain menjadi terangkat derajatnya.
Jangan sesekali mencintai
saudara-saudara yang memiliki posisi penting lebih daripada kita, tidak
perduli apakah mereka saudara satu suku ataupun golongan. Mencintai
mereka lebih daripada mencintai Allah, ketika golongan manusia ini
berada di alam barzah tidak akan mendapat petunjuk dan tidak sanggup
mengucapkan "Allahu Rabbi".
Suami Yang Lebih Mencintai Istri
Lelaki mana yang lebih mencintai Tuhannya daripada istri sendiri?
Sangat jarang dan mungkin diantara sepuluh ribu hanya ada satu orang
yang benar-benar berbuat demikian. Dalam hal ini, sudah pernah dibahas
tentang kisah Bal'am Baura yang lebih mencintai, lebih takut kepada
istri daripada kepada Allah. Sehingga dia mati dalam keadaan fasik dan
Allah murka kepadanya.
Didalam kubur, Allah tidak akan
menunjuki jalan kepada golongan manusia seperti ini. Mereka sesekali
tidak akan sanggup menjawab pertanyaan alam kubur, tidak bisa
mengucapkan "Allahu Rabbi".
Orang-Orang Yang Lebih Mencintai Keluarga
Didalam agama Islam, dinyatakan bahwa saudara yang sesungguhnya adalah
sesama muslim. Seandainya A beragama Islam dan merupakan saudara kandung
B, tetapi B menganut agama lain, maka pada hakikatnya ikatan lahir
batin telah terputus karena berlawanan akidah dunia dan akhirat.
Sebagai seorang muslim, seharusnya lebih mementingkan akidah Islam
daripada kepentingan lainnya yang muncul dalam keluarga. Apapun nama dan
tujuannya, sekalipun seseorang diantara keluarga sangat miskin tapi
akidah yang dijalankan benar, maka mereka inilah yang lebih tinggi
disisi Allah daripada orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di dunia.
Umat seperti inilah yang akan mampu menjawab pertanyaan "Marrabbuka"
(Siapa Tuhanmu?).
Mereka Yang Mencintai Harta Kekayaan
Jika harta yang diperoleh berasal dari usaha yang halal tetapi lupa
bersyukur dan mengingat Allah, maka sebanyak harta yang diperoleh itu
pula yang akan menjadi kayu bakar dihari kemudian, ditambah dengan
harta-harta yang lain terlebih yang diperoleh secara khianat atau tidak
halal.
Celakalah (azab) bagi setiap pengumpat lagi
pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira
bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, sekali-kali tidak!
Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah
(Al-Humazah 104:1-4)
Harta rampasan, korupsi, memeras harta
orang lain secara tak sadar ataupun penipuan, maka mereka termasuk
golongan manusia yang lebih mencintai harta daripada mencintai Allah dan
Rasul-Nya. Tidak sedikitpun bagi mereka mampu menjawab pertanyaan
"Marrabbuka".
Lebih Takut Rugi Berniaga Daripada Mencintai Allah
Sesungguhnya disisi Allah ada suatu niaga yang tidak pernah mengalami
kerugian sejak hidup di dunia hingga ke akhirat kelak. Maka perniagaan
yang dimaksud Allah sesuai dengan firman-Nya:
Hai
orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan
yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan
jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui (As-Saf
61:10-11)
Inilah seruan, panggilan dan peringatan Allah kepada
orang yang beriman, tetapi bagi orang yang tidak beriman walaupun masih
dalam keadaan muslim tentu tidak memperdulikan peringatan tersebut.
Mereka yang tidak beriman dan tetap mengikuti hawa nafsu, golongan
manusia yang lebih takut mengalami kerugian daripada mencintai Allah
dengan seruan-Nya, mereka tidak akan pernah mendapat petunjuk dan tidak
mampu menjawab "Allahu Rabbi".
Mereka Lebih Mencintai Tempat Tinggal, Rumah Idaman
Semegah apapun rumah yang kita miliki, dimana terdapat taman dan kolam
sekelilingnya, suatu masa akan meninggalkan kita sendirian di alam
barzah. Rumah yang dahulu mampu melindungi dari panas dan hujan tidak
akan mengiringi kematian. Sesekali jangan pernah mencintai rumah, villa,
atau sejenis bangunan yang berdiri diatas tanah, lebih daripada
mencintai Allah karena balasan yang akan diterima saat memasuki alam
barzah teramat pedih.
Tanah-tanah yang dihibahkan, rumah
ibadah, sekolah agama, yang didirikan atas dasar sedekah jariyah ikhlas
karena Allah semata dan mencari ridho-Nya, mereka akan diberi petunjuk
dan mampu menjawab "Allahu Rabbi".
Dan barangsiapa yang
buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih
buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar) (Al-Isra' 17:72)
Apa yang paling dicintai dimuka bumi ketika masih hidup, maka semua itu
yang akan disebut untuk menjawab pertanyaan alam kubur. Peristiwa alam
barzah sangat mengerikan bagi golongan manusia yang buta mata hatinya
terhadap akhirat ketika masih hidup di dunia.
Zikir, Cara Bertemu Allah Tanpa Harus Mati
Bagaimana zikir bisa menuntun seseorang kejalan yang benar? Bagaimana
ruh melalui perjalanan bathin bertemu dengan Tuhannya? Dan manusia tak
harus mati untuk bertemu dengan Allah, tetapi matikanlah dirimu sebelum
dirimu benar-benar mati.
Hati menjadi tenang ketika kita
mengingat kalimat Allah, dengan zikir maka Allah berjanji bahwa setiap
insan yang mengingatnya akan selalu diberi kemudahan dalam segala hal.
Berzikir, maka hatimu akan menjadi tenang, berzikir maka kamu akan
menemukan Tuhan Penciptamu. Zikir, bertemu pada Allah tidaklah semudah
yang difikirkan.
Banyak orang-orang yang zikir justru tersesat
kedalam lembah hitam dimana mereka mengira bahwa jalan itu adalah yang
paling benar. Ada dua hal dimana manusia dalam keadaan berzikir mereka
diperlihatkan melalui fikiran-fikiran yang mustahil, sesuatu yang
disebut Haq dan Bathil.
Petunjuk Dalam Zikir
Insan yang
dihadapkan pada petunjuk (penglihatan) kebanyakan mereka terlena dalam
percakapan antara ruh dan objek yang dilihatnya. Mereka menganggap ini
sudah cukup, lalu dimana hakikat insan yang ingin bertemu Tuhannya jika
dalam perjalanan bathin pun masih diperdaya tipu muslihat Jin dan
Syeitan? Ingatlah pada janji Iblis, dan ketika kita semakin jauh
mendalami hakikat maka Allah semakin mengujimu.
ruh, bertemu allah
Apa yang dimaksud petunjuk, penglihatan, ataupun gambaran dalam
perjalanan bathin ketika zikir? Sebuah objek tidak akan pernah tampak
jika tidak diperlihatkan, begitulah kebesaran Allah yang member gambaran
atau petunjuk melalui hati seseorang. Gambaran ini seperti hayalan atau
fikiran yang tanpa disadari datang begitu saja ketika seseorang
melaksanakan zikir. Mereka yang awam justru menganggap hal ini
mengganggu kosentrasi (khusuk) sehingga tak lagi mengingat jumlah zikir
yang diucapkan.
Pada hakikatnya, tubuh dan hati yang mengucap
astma Allah senantiasa diberi petunjuk dan jika seseorang itu sadar akan
petunjuknya, maka akan semakin cepat bertemu Allah. Dan banyak orang
tidak meyakini bahwa fenomena ini sebagai jalan berkomunikasi dengan
Tuhannya, sesuatu yang sulit diterima akal fikiran.
Maka
bicaralah pada hati nurani yang tidak pernah berdusta, tidak seperti
akal fikiran yang sering memberikan lebih dari satu jawaban karena
fikiran adalah wadah nafsu, kursi iblis dan jin.
Ketika
seseorang mendirikan sholat, dia hanya menjalankan kewajiban dimana
syariat menjadi tiang utamanya. Pada dasarnya sholat adalah jalan untuk
bertemu dengan Allah, apakah kalian sudah bertemu dengan Allah ketika
mendirikan sholat? Atau hanya secara khusuk membaca ayat-ayat dalam
sholat, kalimat demi kalimat dan menganggap ibadah itu sempurna?
Dan banyak orang berfikir untuk bertemu dengan Allah haruslah mati
terlebih dahulu, tapi tidaklah demikian karena Rasulullah pun Isra’
Mi’raj dan bertemu dengan Allah, begitu juga umatnya bisa berkomunikasi
dengan Allah melalui jalan Tarikat. Dan matikanlah dirimu ketika
menghadap Ku sebelum kau benar-benar mati.
Tak ada jalan
singkat berkomunikasi dengan Allah, memahami kebesaranNya melalui 20
sifat yang dimilikiNya, tak lain dengan jalan zikrullah,
laillahaillallah… dimana jika kalimat ini ditimbang jauh lebih berat
daripada tujuh lapis langit dan Bumi.
Tanda-tanda Kiamat terlihat jika umat yang berzikir telah hilang dimuka bumi
Tanda Kiamat, Hilangnya Penganut Tarikat Tashawuf Yang Berzikir
Tanda-tanda Kiamat terlihat jika umat yang berzikir telah hilang dimuka
bumi, mereka adalah penganut tarikat tashawuf yang berzikir siang dan
malam mencapai ratusan hingga ratusan dari lafaz dan kalbunya. Mereka
adalah umat yang mampu bertemu dan berkomunikasi dengan Allah secara
langsung. Tarikat Tashawuf, sebuah ajaran ortodok yang diajarkan secara
turun temurun sejak zaman empat sahabat nabi.
Kami sadar, bahwa
sangat sulit memahami artikel yang ada disini karena pada dasarnya
mereka yang tidak mengerti tarikat tashawuf dengan benar, tidak akan
mendapatkan jawaban keseluruhan. Filosofis ini sudah diturunkan lebih
dari 42 generasi guru2 kami terdahulu yang mengikuti faham
tarikat-tasawuf, dari ajaran sahabat nabi Sayidina Ali.
Tarikat Tashawuf Dan Umat Yang Berzikir
Pada dasarnya, ilmu Islam terbagi kedalam empat bagian, dimana
menguasai keseluruhannya merupakan kesempurnaan ajaran Islam. Mereka
yang menjalani ini termasuk kaum sufi, dan empat bagian yang bisa
diketahui itu adalah:
Ilmu Fiqih yang mengatur segala syariat yang bersifat lahiriah
Ilmu Tashawuf yang mengatur tarikat bersifat pembersih hati manusia (kalbu0
Ilmu Kalam (ushuluddin, tauhid, akidah) yang mengatur hakikat yang melepaskan umat dari syirik
Ilmu Hikmah (rahasia-rahasia Allah) yang ditujuki Allah kepada
orang-orang yang dikehendaki sebagai ilmu ma'rifah. Maka Allah telah
menegaskan dalam firman-Nya:
Serulah (manusia) kepada jalan
Tuhan-mu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka
dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui
tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (An-Nahl 16:125)
Apa yang dimaksud ilmu Hikmah merupakan rahasia-rahasia Allah yang
ditunjuki kepada para nabi yang disebut Mukjizat, kepada para wali
disebut Karomah, kepada Raja-raja adil disebut Daulat, kepada umat yang
dikasihi dan jujur disebut Ma'unah, dan kepada orang-orang kafir pun
diberikan Allah yang disebut Sihir.
Dalam kitab Fathul Arifin, tulisan Maulana Syeikh Ahmad Khatib bin Abdul Ghafar Sambas tahun 1346 H, beliau berkata:
Bermula tarikat kami ini atas bilangan huruf Nuqthjim
(Nun-Qaf-Jim-Mim). Maka barang siapa tiada mendatangi akan kami dan
mengambilnya pada masa kami tiada dapat tidak daripada menyesal. Dan
yang dikehendaki dengan 'Nun' itu adalah Tarikat Naqsabandiyah, dan
'Qaf' itu adalah tarikat Qadariyah, dan 'Tho' itu adalah Tharikatul Al
Anfas, dan 'Jim' itu adalah Thariqatul Al Janid, dan 'Mim' itu adalah
Tarikat Al Muwafiqah.
Tanda Datangnya Kiamat
Jika
Anda mengerti tentang tashawuf yang dianut kalangan suni, mereka yang
menjalani ajaran ortodok sejak zaman sahabat nabi, dan kini pengikut
mereka semakin sedikit karena perselisihan ditanah arab. Dan jika Anda
tahu tentang tarikat-tashawuf yang berkembang di Indonesia sejak zaman
kolonial hingga pemerintahan Soekarno, jumlahnya semakin sedikit sejak
era Suharto yang kemudian mengucilkan, menganggap ajaran
tarikat-tashawuf sesat, hingga sekarang jumlahnya tak lebih dari 4% di
Indonesia. Begitu pula yang sedang terjadi diseluruh dunia. Umat Islam
hanya diajarkan ilmu syariat yang hanya mengenal halal-haram,
pahala-dosa, surga-neraka, dan itu disebarkan melalui dunia pendidikan
modern sementara tiga ilmu lainnya tidak diajarkan. Dari sinilah mengapa
umat Islam, para pendakwah yang menjual ayat Allah sering beradu
pendapat, karena mereka tidak mengetahui 'Hikmah' sebenarnya.
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali lelaki yang Kami beri
wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada ahli zikir jika kamu tidak
mengetahui (An-Nahl, 16:43)
Apakah tanda-tanda dekatnya kiamat?
Ketika tak ada lagi orang2 yang berzikir dimuka bumi, siapakah mereka?
Mereka yang berzikir siang dan malam hingga ratusan-ribuan kali dan
mampu berkomunikasi dengan Allah, mereka kaum sufi yang menjalani
tarikat-tashawuf. Bagaimana komunitas mereka diseluruh dunia, semakin
kecil tak lebih dari 3% di muka bumi. Jika Anda tahu siapa Yakyuj Makjuj
tak lain adalah si Beruang Merah dan Beruang Putih, mereka sudah
menguasai 90% seluruh dunia. Ketika alim ulama membiarkan Dajjal yang
menindas umat islam diseluruh negeri, yang saat ini sedang terjadi.
tanda kiamat
Ketika tiba-tiba Bumi berguncang sekeras-kerasnya, manusia tidak merasa
yakin bahwa hal itu merupakan kiamat. "Ini bukan Kiamat, Mahdi dan Isa
belum diturunkan...." Mereka tidak sadar dan tidak memahami arti siapa
Mahdi dan Isa sebenarnya, padahal Allah telah menegaskan dalam Quran:
Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di
akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan
(yang benar) (Al-Isra' 17:72) Allah telah mengunci-mati hati dan
pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka
siksa yang amat berat. Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami
beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu
sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman (Al-Baqarah, 2:7-8)
Yang sering terlihat saat ini, memahami sosok Mahdi sering dikaitkan
dengan Hadist, sedikit sekali memberikan penjelasan ayat Al Quran.
padahal sewaktu Quran diturunkan kepada Rasul "Sampaikan Al Quran" dan
bukan memprioritaskan Hadist.
Kitab (Al Quran) ini tidak
ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka
yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan
sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (Al-Baqarah,
2:2-3)
Bagi pengikut tarikat-tashawuf, al-quran tetap menjadi
landasan utama. Pada dasarnya, semua hadist nabi tetap berlandaskan
kepada Al Quran. Sebagai contoh, jika kita mengingat ajaran yang
disampaikan seorang guru disekolah 5 tahun yang lalu, maka akan ada
puluhan variasi jawaban (sesuai jumlah siswa). Begitu pula hadist nabi,
berapa orang pada waktu itu yang mendengarkan? Tidak heran jika hadist
sering ditemukan banyak yang palsu, sehingga menimbulkan perdebatan
hadist mana yang benar atau tidak. Masing-masing bersikeras pendapat
mereka benar dan saling menjatuhkan orang lain. Inilah yang terjadi saat
ini, padahal Quran telah menegaskan:
Berkatalah Rasul: "Ya
Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak
diacuhkan" (Al Furqan, 25:30) Manusia dahulunya hanyalah satu umat,
kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang
telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara
mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu (Yunus, 10:19)
Maka Allah menurunkan 500 wali tersebar diseluruh dunia dalam setiap
seratus tahun, 40 diantaranya berderajat Wali Kutub, mereka yang akan
menjaga keberadaan dan kebenaran Islam tetap berjalan lurus hingga
menjelang hari Kiamat. Sampai saat ini, keberadaan mereka tetap ada dan
hanya orang-orang ber-tarikat tashawuf yang mampu mengenali dan
berkomunikasi dengan mereka.
Sebuah tanda, jika kaum
tarikat-tashawuf tidak lagi ada dimuka Bumi, maka tak ada lagi para
wali, tak ada lagi yang berzikir yang mengharap ridho-Nya. Manusia yakin
kiamat masih jauh karena masih banyak ulama lulusan universitas tinggi
tetapi mereka hanya memahami ilmu Fiqih dan tidak mengenal tashawuf,
kalam dan hikmah.
Bagaimana dengan pemahaman Imam Mahdi?
Seperti yang telah dijelaskan pada artikel terdahulu berjudul
"Penafsiran Hari Kiamat Dan Kedatangan Imam Mahdi", mereka tidak
menyebut dirinya sebagai 'Mahdi' tetapi tetap memperjuangkan umat, agama
dan tetap berjalan lurus.
Dan andaikata Kami menghendaki
benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi
peringatan (Al-Furqan, 25:51)
Sebagai contoh, jika ada orang
yang mengaku Mahdi, maka sebagian besar manusia tidak mempercayainya,
begitupula mengaku sebagai Isa, bahkan sebelum nama mereka meluas
kedunia, mungkin sudah diseret kedalam penjara atau lebih buruk lagi
dibunuh. Ketentuan Allah, Qada dan Qadar jauh diluar pikiran manusia
kecuali mereka yang memahami arti 'Wahdaniyatan', hanya dengan ilmu
hikmah mampu memahaminya.
Adapun tujuan penyusunan artikel
disini, tidak lain untuk mempertahankan ajaran ortodok kaum sufi yang
telah kami pelajari dari para guru tashawuf yang saat ini jumlahnya
sedikit. Sebagian besar artikel yang disusun merupakan ajaran langsung
tanpa mengubah pemahaman, dan kami yakin hanya orang-orang yang
mendapatkan 'hikmah' mampu memahaminya. Hal itu terlihat dari banyaknya
komentar dan tidak satupun yang memahami maksud arti sebenarnya. Jadi,
jika Anda tidak mengerti maksud didalamnya, cukuplah hanya dengan
membaca. Suatu masa yang sudah sangat dekat,.... ajaran ini akan
menghilang, dan itulah tanda-tanda dekatnya Kiamat.
Cara Membangkitkan Kekuatan Kalbu Yang Tersembunyi
Bagaimana cara manusia membangkitkan potensi kekuatan kalbu yang tersembunyi dan tertutup sejak dilahirkan, hingga kedatangan petunjuk membuat kekuatan hati menjadi terang dan menerangi alam semesta. Sebuah ayat yang memberi jalan yang lurus dimana didalamnya terkandung misteri kekuatan sang Pencipta yang bisa digunakan setiap manusia.
Potensi manusia telah ditanamkan sejak berada di alam Tanzizi Muhaddats yang dibekali sang Pencipta sebagai rahmat sekalian alam. Perbedaannya, ketika manusia itu sadar maka dia akan menggali potensi yang tersembunyi didalam kalbu, karena kebenaran hakiki menurut konsepsi rahmat Allah pasti terdapat ketentuan untuk menyucikan kalbu melalui zikir.
Potensi Kekuatan Kalbu
Potensi kekuatan kalbu telah ada pada setiap manusia dan hanya pilihan manusia yang ingin menggali atau tidak. Mereka yang diberi hidayah tentu akan menggali, membersihkan serta menyucikan kalbu seperti halnya alam semesta yang dilimpahkan cahaya Allah kepada langit dan Bumi sebagaimana telah ditegaskan dalam Quran pada ayat An-Nuur berikut:
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (An-Nuur, 24:35)
Pada alam manusia, perumpamaan lubang yang tidak tembus adalah kekuatan kalbu manusia yang ketika dilahirkan ke Bumi masih tertutup dari petunjuk. Didalamnya ada pelita, dimana maksud kalimat ini adalah hati yang telah terbuka pada kebenaran hakiki yang datang dari Allah. Seperti nyala api pada sumbu yang ditutupi kaca maka akan lebih terang memancarkan cahaya kepada sekelilingnya.
kalbu, hati, batin
Alam sekeliling manusia adalah tubuh yang memandang akhlak karimah yang terpancar dari hati, diberi minyak dengan pohon zaitun yang tidak tumbuh disebelah timur atau barat, dengan kata lain bahwa kalimat yang dimaksud adalah kalimat zikir 'Laa ilaaha illallah'. Kalimat yang meliputi zat kepada sifat Allah yang diteruskan kepada Asma' dan Af'al, tidak terpisah-pisah maupun bersekutu. Dalam tubuh manusia tersebut kemudian mengalir darah putih yang tulus diantara aliran darah merah yang dipompa dari jantung (kalbu) ke seluruh fisik. Bila kaca itu bercahaya maka cahaya keimanan, cahaya Islam, cahaya ma'rifah, cahaya tauhid, cahaya hukum dan rahasia Allah tersembunyi, dimana keseluruhannya akan muncul ke permukaan atau kehidupan setelah kekuatan kalbu terbuka.
Siapa Yang Mendapatkan Kekuatan Kalbu?
Bagaimana cahaya Allah bisa memasuki kalbu seseorang, atau manusia mampu membuka alam kalbu pada kebenaran hakiki, maka untuk mendapatkan pancaran cahaya seperti yang dimaksud ayat diatas akan jatuh pada orang-orang yang mengikuti petunjuk sesuai ayat selanjutnya:
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas (An-Nuur, 24:36-38)
Untuk mencapai tingkat penyucian hati seperti bintang yang bercahaya bagai mutiara, Allah telah memberikan jalan melalui zikir dan bertasbih sewaktu pagi dan petang, dengan kata lain bahwa mengingat Allah meliputi 24 jam atau sehari penuh. Walaupun manusia sedang mengerjakan aktivitas seperti berdagang tetapi zikir tetap berlangsung di kalbu dan tidak melupakan shalat serta zakat sebagai bentuk kewajiban syariat. Seorang pria memiliki tanggung jawab sebagai khalifah (pemimpin), walaupun dalam kenyataan lebih banyak pria yang menanggung beban dan tanggung jawab dalam keluarga, tetapi tidak sedikit pula memimpin orang lain.
Potensi kekuatan kalbu yang tersimpan didalam manusia ini mewakili alam semesta, maka goresan pada alam telah lengkap disetiap waktu karena menjadi rahmat kepada sekalian alam (Nuur Muhammad) dengan segala pancaran cahaya.
Selasa, 28 Januari 2014
ORANG AKHERAT YANG BERMAIN DI MUKA BUMI
“Kita ini adalah orang-orang akhirat yang sedang bermain-main di muka
bumi” demikian Guru sering memberikan perumpamaan untuk orang-orang yang
telah menempuh jalan kepada Allah. Makna bermain bahwa dunia ini bukan
tujuan utama bagi para pecinta Tuhan, hanyalah tempat yang harus
dilewati untuk berjalanan menuju ke tempat abadi yaitu disisi Allah SWT.
Bermain-main memberikan makna bahwa semua yang kita alami di dunia ini hanyalah sebuah permainan yang pasti berakhir, ketika saat telah tiba maka semuanya pasti kita tinggalkan dan kembali kepada Tuhan dengan bekal yang telah kita siapkan selama di dunia yaitu amal kebaikan.
Tuhan meminjamkan ruh kepada manusia dalam keadaan suci, bersih tanpa noda dan Tuhan akan meminta apa yang telah dipinjamkan itu untuk dikembalikan lagi kepada-Nya. Tuhan hanya mau menerima apa yang dipinjamkan tersebut dalam kondisi awal, berish dan suci. Ruh atau Jiwa yang telah ternoda tidak akan kembali kehadirat-Nya, melayang-layang di alam tanpa batas tidak akan pernah sampai ke dalam genggaman Tuhan.
Selama bermain-main di alam dunia, kira-kira apa yang telah kita kerjakan sehingga yang memberikan ruh sebagai amanah itu akan menjadi senang. Tuhan menciptakan manusia agar bisa memberikan pengabdian kepada-Nya, pengabdian kepada hamba-Nya yang lain serta pengabdian kepada dunia dan seluruh isinya.
Sebelum ajal tiba, hendaknya ruh dibersihkan terlebih dulu, diajarkan cara menyebut nama Allah sebagaimana jasmani diajarkan menyebut nama Allah. Untuk mengajarkan jasmani menyebut nama Allah diperlukan guru jasmani sedangkan untuk mengajarkan rohani diperlukan guru rohani pula. Tidak mungkin jasmani mengajarkan rohani karena keduanya berbeda unsur.
Muhammad bin Abdullah mengajarkan jasmani orang Arab dijamannya akan kebenaran Agama Allah sedangkan Rasulullah SAW sebagai rohani yang ada dalam diri Muhammad bin Abdullah mengajarkan rohani sekalian para sahabat dan manusia yang hidup zaman itu tentang sebuah kebenaran yang hakiki.
Guru Agama mengajarkan kita membaca al-Qur’an, menghapal hadist, mengerti cara bersuci dan hukum-hukum agama berarti jasmani kita telah belajar dan mengerti tentang agama sedangkan rohani kita belum. Ilmu untuk meng-Islam-kan manusia itu sangat gampang, dengan mengucapkan syahadat dengan keyakinan dalam hati maka dia sudah termasuk ke dalam Islam sedangkan untuk mengsyahadatkan rohani (Islam secara rohani) diperlukan ilmu yang berbeda dengan cara mengajarkan jasmani.
Sama halnya dengan menyebut nama Tuhan, semua orang mengerti cara melafalkan nama Tuhan, melakukan zikir bersama, itu perkerjaan sangat mudah bahkan anda tidak harus menjadi seorang alim untuk bisa menyebut nama Tuhan. Siapapun di muka bumi ini sangat mudah menyebut nama Allah bahkan orang atheis sekalipun, tapi apakah rohani nya sudah bisa menyebut nama Allah? Apakah rohaninya ikut menyebut nama Allah?
Ini menjadi renungan untuk kita semua, sudahkan kita ber-Islam secara Jasmani dan Rohani?
Bermain-main memberikan makna bahwa semua yang kita alami di dunia ini hanyalah sebuah permainan yang pasti berakhir, ketika saat telah tiba maka semuanya pasti kita tinggalkan dan kembali kepada Tuhan dengan bekal yang telah kita siapkan selama di dunia yaitu amal kebaikan.
Tuhan meminjamkan ruh kepada manusia dalam keadaan suci, bersih tanpa noda dan Tuhan akan meminta apa yang telah dipinjamkan itu untuk dikembalikan lagi kepada-Nya. Tuhan hanya mau menerima apa yang dipinjamkan tersebut dalam kondisi awal, berish dan suci. Ruh atau Jiwa yang telah ternoda tidak akan kembali kehadirat-Nya, melayang-layang di alam tanpa batas tidak akan pernah sampai ke dalam genggaman Tuhan.
Selama bermain-main di alam dunia, kira-kira apa yang telah kita kerjakan sehingga yang memberikan ruh sebagai amanah itu akan menjadi senang. Tuhan menciptakan manusia agar bisa memberikan pengabdian kepada-Nya, pengabdian kepada hamba-Nya yang lain serta pengabdian kepada dunia dan seluruh isinya.
Sebelum ajal tiba, hendaknya ruh dibersihkan terlebih dulu, diajarkan cara menyebut nama Allah sebagaimana jasmani diajarkan menyebut nama Allah. Untuk mengajarkan jasmani menyebut nama Allah diperlukan guru jasmani sedangkan untuk mengajarkan rohani diperlukan guru rohani pula. Tidak mungkin jasmani mengajarkan rohani karena keduanya berbeda unsur.
Muhammad bin Abdullah mengajarkan jasmani orang Arab dijamannya akan kebenaran Agama Allah sedangkan Rasulullah SAW sebagai rohani yang ada dalam diri Muhammad bin Abdullah mengajarkan rohani sekalian para sahabat dan manusia yang hidup zaman itu tentang sebuah kebenaran yang hakiki.
Guru Agama mengajarkan kita membaca al-Qur’an, menghapal hadist, mengerti cara bersuci dan hukum-hukum agama berarti jasmani kita telah belajar dan mengerti tentang agama sedangkan rohani kita belum. Ilmu untuk meng-Islam-kan manusia itu sangat gampang, dengan mengucapkan syahadat dengan keyakinan dalam hati maka dia sudah termasuk ke dalam Islam sedangkan untuk mengsyahadatkan rohani (Islam secara rohani) diperlukan ilmu yang berbeda dengan cara mengajarkan jasmani.
Sama halnya dengan menyebut nama Tuhan, semua orang mengerti cara melafalkan nama Tuhan, melakukan zikir bersama, itu perkerjaan sangat mudah bahkan anda tidak harus menjadi seorang alim untuk bisa menyebut nama Tuhan. Siapapun di muka bumi ini sangat mudah menyebut nama Allah bahkan orang atheis sekalipun, tapi apakah rohani nya sudah bisa menyebut nama Allah? Apakah rohaninya ikut menyebut nama Allah?
Ini menjadi renungan untuk kita semua, sudahkan kita ber-Islam secara Jasmani dan Rohani?
**Jika Tiba Saatnya Nanti**
Dari gigilnya malam ku terlahir
Dari kebisuan yang panjang aku dikenalkan
Sebelum fajar..
Bersama keremangan purnama aku coba meraba nama
Berdendang bersama para unggas yang meringkuk di balik rimbunnya pohon tua
Dan mengeja suara dari gesekan tubuh rerumpun bambu yang mengantar aku menuju tebing tebing rinduku
Hemmm..
Belum tuntas kuhitung satu persatu bulu bulu di kepak sayapku
Belum rampung ku mengkaji tentang seraut wajah di biru telagaku
Belum kelar kuhayati setiap jengkal nafas yang kuhirup
Namun.. Rasanya senja begitu cepat menghampiri dan bertandang di atas ubun ubun usiaku
Duhai Engkau sang kekasih hati
Jika telah tiba saatnya nanti
Izin aku bertengger di ranting kalbumu
Dan biarkan aku terlelap di pangkuanmu
Terbaring dan berselimutkan kasih dari keagungan yang bernama cintamu
Ruwa Jurai
Langganan:
Postingan (Atom)
