Laman

Jumat, 09 Juli 2021

NYAWA ITU RUH AKU ALLAH PANDANGAN SUFI

ASSALAMUALAIKUM

Allah merujuk Nyawa itu dengan perkataan RUH AKU. Maksudnya menurut Allah Ruh itu ialah Ruh Allah.
Di dalam al-Quran , tiada pula Allah merujuk kepada Ruh itu sebagai Ruh Yang Aku Cipta atau Ruh Milik Aku. Yang ada cuma RUH AKU.
( WANAFAKHTU FIHI MIN RUHI ) - Aku hidup kan di dlm lembaga Adam itu drp Roh-Ku ( Hayat-Ku),
Hanya penterjemah yang menterjemahkan al-Quran itu ke dlm bahasa Melayu menulis di dalam kurungan dengan penjelasan bahawa Ruh itu ialah Ruh yang dicipta oleh Allah.
Apa pun Ruh itu, maka nyatalah kepada kita bahawa Ruh itu adalah Ruh Allah dan bukannya Ruh kita sebagai Manusia.
Maka dikatakanlah bahawa Ruh itu bersifat Rabbaniyah atau bersifat Ketuhanan. Ruh ini berada di dalam Jasad kita secara khusus.
Maka tidakkah kamu faham akan Firman Allah Taala bahawa Ianya ( ALLAH ) beserta kamu di mana sahaja kamu berada.
( WAHUWA MA'AKUM AINAMA KUNTUM) ).
Dan juga sapertimana Firman-Nya yang lain yang bermaksud ..Dalam Diri kamu tu sendiri , kenapa kamu tak mahu lihat ?
( WAFI ANFUSIKUM AFALAA TUBSHIRUN )
Nyata juga kepada kita bahawa kita ini sebagai Manusia yg terdiri daripada dua ( 2 ) perkara iaitu :
JASAD / TUBUH / BADAN / JASMANI yang berasal drp setitik MANI Bapa kita dan sebutir TELUR Ibu kita ,
dan yang satu lagi dikenali sebagai :
NYAWA / RUH / RUH AKU ALLAH / NAFS / HATI / QALBU / NUR MUHAMMAD / RUHANI dan lain lain nama yang banyak itu yang berasal drp Allah.
Ketahuilah juga Mani Bapa sebutir telur pun berasal drp Allah juga disimpan di dalam Jasad Ibu bapa kita .
Satu dinamakan ADAM
Dan yang satu lagi dinamakan MUHAMMAD.
Maka ditanya orang , di manakah Allah ? Dijawab Guru ... itulah Rahsianya Manusia yg sememangnya tdk wujud / tdk ada / ghaib / kosong..
Maka bersabda pula Nabi kita :
" Itulah Amanah Allah kepadamu. Maka pulangkanlah Amanah itu kepada Pemiliknya yang sebenar iaitu Zat Wajibul Wujud, yang wajib ada,, yg wujud, yg tdk ghaib yang kepadamu menamakan Diri-Nya sebagai Allah. "Ashabul Kahfi

 

AKU..( ALLAH)

ASSALAMUALAIKUM 

 
بسم الله الرحمن الرحيم ....
Allah berfirman :
انني انا الله لا اله الا انا فاعبدوني و اقيم الصلاة لذكري
" Sesungguhnya Aku inilah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku."
( Q,S Thaahaa 20 : 14 )
 
Perkataan Tuhan mengatakan Akulah Allah, bererti Tuhan mengatakan Aku- nya dulu, baru lah menyatakan Tuhan itu Allah...
Ini bererti Aku Tuhan itu merujuk pada Dzat-Nya atau Diri Tuhan. Dan Diri Tuhan itu memiliki nama sebutan Tuhan yang paling tinggi dan Mulia itu adalah Allah..
* Aku Tuhan itu merujuk Diri Maha Tinggi ke-Akuan. *
* ke-Akuan Tuhan Ghaib dalam Dzat-Nya, dan
* Dzat- Nya adalah Laisya Kamislihi tertinggi...
* Aku- nya Tuhan itu adalah ungkapan kata melingkup ruang dan waktu , yang tiada menyatu kata pada sesuatu kecuali ke-Akuan Tuhan....
* Ghaib Ke-Akuan Tuhan, nyata pada Nama Allah...
Inilah Wujud kenyataan adanya Tuhan dibalik nama Allah iaitu sebuah kata pengakuan :
" Sesungguhnya Aku inilah Allah "
* Yang wujud bererti Asma sebutan Allah, dan
* Rahasia Allah adalah Aku.
* Dan rahasia Aku adalah Diri-Nya ( Kunhi Dzat )...
Nah.. jelas... Kata suruhan drp Aku-nya Tuhan adalah kenyataan adanya Tuhan yakni nama Tuhan iaitu Allah.....
 
Memerintahkan dengan kata perintah kedua setelah mengakui Diri-Nya Allah itu adalah kata Sembah atau sembahlah Aku.....
* Lalu, sembahlah Aku itu siapa ?
* Dan siapa disembah, Aku atau Allah ?..
Yang diperintahkan untuk menyembah-Nya adalah hamba atau 'abid. Dan yang disembah adalah Ma' bud.
Bagaimana pemahamannya ?
Yang menyatakan Aku adalah Ma'bud, dan yang dianjurkan untuk menyembah Aku-nya Tuhan adalah 'abid.
Bukan menyembah pada nama, tetapi menyembah Aku- Nya Tuhan.
Allah itu sebagai nama wakil daripada Aku- nya Tuhan.
Ini bererti yang disembah adalah :
* Aku- nya Tuhan, dan erti sebenar utk faham adalah Diri Tuhan...
* Jadi , Aku-nya Tuhan merujuk pada Diri Tuhan....
Maka Dirikan sholat, untuk mengingat-Ku..
Mendirikan sholat bererti telah menunaikan atau mentaati perintah menyembah. Dan menyembah- Nya Aku.
Tuhan ada di dalam sholat. Dan di dalam sholat diharamkan bercampur sembah kepada ke-Akuan Tuhan selain- Nya sahaja....
Maka di dalam sholat, diperintahkan wajib untuk mengingat ke-Akuan Tuhan yakni " sebut Nama Allah "
Oleh sebab itu, ungkapan seorang hamba penyembah kepada Tuhan adalah hamba Allah bukan Aku Allah...
* Hamba tetap hamba, pengabdi, penyembah..
* Aku-Nya Tuhan, tetap Tuhan...
Maka dirikanlah sholat untuk mengingat Tuhan yang Satu iaitu Allah...
Pengakuan seorang hamba adalah Aku hamba, bergantung pada Pemilik hamba...
Pengakuan Tuhan Aku Allah, tidak bergantung pada seorang hamba-Nya...
Antara hamba dengan Tuhan, tidak bisa di pisahkan... Ini kerana tidak ada hamba, tidak ada menyembah Ke-Akuan Tuhan sebagai Allah mewakili Nama...
Adanya hamba bererti adanya yang menyembah Ke-Akuan Tuhan mewakili nama Allah...
Nama Allah lah sebagai wujud persaksian adanya seorang hamba-Nya...
"Insan itu Rahsia Aku, dan Hakikat Aku- itulah Rahasia Insan"

 

SALAWAT NABI MUHAMMAD SAW

 

ASSALAMUALAIKUM..

Keterangan ini TDK bersumber dari kitab
Tapi berdasarkan dari pengalaman
ada yg bertanya dengan sy..
 
Boleh kah mengambil ijazah selawat nabi..
Untuk di amal kan..?
Klu soal boleh tentu sangat boleh..
Selawat nabi ..bila di amal kn begitu saja tanpa melalui ijajah Mursid/tampa tarekat salawat.
Tentu tidak ada buah nya.. padahal salawat ini induk atau kunci untuk sampai kepada Allah dgn jalan mahrifat Tampa ada unsur kesesat..
 
Bila kita mengamal kan selawat nabi Tampa mengenal nur Muhammad.. atau martabat tujuh...maka kita akan terjerumus ke jalan kesesatan.. apa bila salawat itu sdh tembus dlm zaud...rasa
Jalan kesesatan itu.. seperti menarik benda benda pusaka... menggandakan uang..
Bersabar dgn jin banyak lagi....
 
Jalan sufi dgn melalui selawat nabi..
1.Salik harus memahami martabat tujuh/nur Muhammad..
2 .harus mengetahui sejarah cerita nabi Muhammad Saw
3.. selawat nabi harus melalui tarekat atau ijajah dari Mursid..
Dengan jalan ini lah salik dapat sampai PD mahabah Allah..
Cara mengamalkan nya...
 
Salik harus perbanyak membaca selawat nabi
Sambil membanyangkan..nur Muhammad..
Setelah amalan selawat itu menjumpai alam rasa.atau alam gaib..
Maka salik akan bermimpi nabi Muhammad..
Atau berjumpa nabi Muhammad di saat terjaga..ini lah salah satu tanda untuk sampai pada Allah dgn mahrifat yg sempurna..
 
Setelah ini baru kita beranjak pada zikir khofi..
Allah.... Allah....
Amalan selawat nabi sekali kali aja di amal kan
Semua keterangan di atas musti melalui tarekat Mursid...saran dari Mursid..

Sholat Itu Adalah Pelita Hati.

Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh.
l Bismillahirahmanirahim.

Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya: nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.
Hasan al-Bashri berkata:
 
أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة
 
"Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat."
Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya 'alas sholah... hayya 'alal falaah..." artinya "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan"
Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
 
استغفرالله العظيم
 
semoga menjadi perantara orang mendapatkan hidayah
Salam Santun Dan Salam Tauhid.
Bakti Sejati Dan Sukmadia Muhammad.

 

DIAM ADALAH DAIM-MU DALAM SHOLAT


Diam adalah Daim-mu dalam sholat
karena Ma'rifat menjadi syahnya syarat...
Maka nyatalah dirimu yang sholat, hilang RASA hilang RAGA terasa...
Tiada yang sholat, kecuali Aku yang sholat.
Maka menjadi maklum dirimu...
Jika diam ini yang terjadi.
karena yang tiada menjadi ada...
Karena rupamu yang sholat dalam diammu tanpa waktu...
Dalam gerakmu yang tak ber-rakaat.
Berkekalan mu dalam sholat mu.
Sholat mu dalam berkekalan mu...
Tiada rupa, tiada bentuk dalam nyata.
Tiada hati, tiada lisan dalam syarat...
Menjadi lebur menjadi satu dalam hakikat sholatmu, karena menjadi abadi dalam sholatmu, karena sholatmu menjadi abadi...
Tiada engkau yang sholat, karena sesungguh-nya AKU yang sholat..!!! Tiada aku yang sholat, karena engkaulah yang sholat...
Maka Sholatlah DAIM-mu dalam kekekalan BAQA'-mu...