Laman

Senin, 14 Oktober 2019

SYEKH YUSUF AL MAKASARI AL BANTANI


Sheikh Yusuf berasal dari keluarga bangsawan tinggi di antara suku-suku Makassar dan kerabat memiliki ikatan dengan raja-raja Banten, Gowa dan Bone. Sheikh Yusuf sendiri dapat mengajarkan Anda beberapa perintah sesuai dengan ijazah. Seperti jemaah Naqsyabandiyah, Syattariyah, Ba `Alawiyah, dan Qadiriyah. Namun dalam pengajarannya, Syekh Yusuf tidak pernah menyebut konflik antara ajaran Hamzah Fansuri yang mengembangkan wujudiyah dengan Syekh Nuruddin Ar-Raniri pada abad ke-17 itu.

Meskipun putra kepulauan itu, namanya sebenarnya terbang di Afrika Selatan. Dia dianggap sebagai penatua penyebaran Islam di negara di benua Afrika. Setiap tahun, tanggal kematian diperingati dengan sungguh-sungguh di Afrika Selatan, dan bahkan menjadi semacam negara. Bahkan, Nelson Mandela yang kala itu adalah presiden Afrika Selatan, dijuluki 'One of A Son of Africa's Best'.
Sheikh Yusuf lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 3 Juli 1626 dengan nama Muhammad Yusuf. Nama ini diberikan oleh Sultan Alauddin, raja Gowa, yang merupakan teman keluarga Gallarang Monconglo'E, keluarga bangsawan tempat Siti Aminah, ibu Syekh Yusuf berasal. Penamaan ini sekaligus menahbiskan Yusuf kecil menjadi putra angkat raja.

Sheikh Yusuf mengajar sejak kecil dan dididik dalam Islam. Dia mengajar Alquran oleh guru Alquran bernama Daeng ri Tasammang sampai lulus. Pada usia ke-15, Syekh Yusuf mencari ilmu di tempat lain, sarjana tamu terkenal Cikoang bernama Syeh Jalaluddin al-Aidit, yang mendirikan penelitian pada 1640.

Sheikh Yusuf meninggalkan negara itu, Gowa, menuju pusat Islam di Mekah pada 22 September 1644 pada usia 18 tahun. Dia berhenti di Punjab dan belajar dengan seorang guru di Banten. Di sana ia bersahabat dengan putra mahkota Kerajaan Banten, Pengeran Surya. Ketika dia akrab dengan cendekiawan terkenal di Aceh, Sheikh Nuruddin ar Raniri, melalui esai yang disusunnya, dia pergi ke Aceh dan melihatnya.

Setelah menerima lembaga diploma Qadiriyah dari Sheikh Nur al-Din, Sheikh Yusuf mencoba ke Timur Tengah. Dia ke Arab Saudi melalui Sri Lanka.
Di Arab Saudi, Sheikh Yusuf pertama kali mengunjungi negara Yaman, belajar di Sheikh Sayed Abu Abdullah Muhammad bin Syekh Abdul Baqi al-Kabir al-Yamani Mazjaji Zaidi al-Naqshbandi. Dia dianugerahi diploma Ordo Naqshbandi guru ini.

Perjalanan Syekh Yusuf berlanjut ke Zubaid, masih di negara Yaman, bertemu Syekh Maulana Sayed Ali Al-Zahli. Dari guru ini mendapatkan ijazah Syekh Yusuf Al-Baalawiyah Assa'adah jamaah. Setibanya musim haji, haji ke Mekah.
Lanjutkan ke Madinah, para syekh yang terkenal duduk pada hari-hari itu yaitu Syihabuddin Sheikh Ibrahim Al-Hasan ibn al-Kurdi Kaurani. Ia menerima ijazah dari Syekh Syattariyah. Tidak puas dengan pengetahuan yang didapat, Syekh Yusuf pergi ke tanah Syam (Damaskus) bertemu Syekh Abu al-Barakat al-Ayyub al-Qurasyi Khalwati. Gurunya memberikan lembaga diploma Khalwatiyah & gelar tertinggi, Al-Taj Al-setelah pandangan kemajuan Khalawati Hadiatullah Shari'a amal dan sifat amal yang dialami oleh Sheikh Yusuf.

Cara hidup utama yang dipaksakan oleh Syekh Yusuf dalam pengajarannya kepada murid-muridnya adalah kemurnian batin dari setiap tindakan tidak bermoral dengan segala bentuknya. Dorongan pendosa dipengaruhi oleh kecenderungan untuk mengikuti keinginan nafsu belaka, nafsu mendapatkan kemewahan dan kesenangan dunia. Gairah yang menjadi penyebab utama perilaku buruk. Tahap pertama yang harus diambil oleh seorang siswa (salik) adalah mengosongkan diri Anda dari sikap dan perilaku yang menunjukkan kemewahan duniawi.
Pergerakan nasional terlibat

Setelah hampir 20 tahun belajar, ia kembali ke kota asalnya, Gowa. Tetapi dia sangat kecewa karena itu adalah Gowa yang baru kalah perang melawan Belanda. Di bawah Belanda, sifat buruk merajalela. Setelah berhasil meyakinkan Sultan untuk menyelaraskan penerapan syariah Islam di Makassar, ia kembali pergi. Pada 1672 ia pergi ke Banten. Saat itu Pangeran Surya telah naik tahta dengan gelar Sultan Ageng Tirtayasa.

Di Banten ia dipercaya sebagai mufti kerajaan dan guru agama. Bahkan dia kemudian menikah dengan putra Sultan, Siti Syarifah. Sheikh Yusuf menjadikan Bantam sebagai pusat pendidikan agama. Murid-muridnya datang dari berbagai daerah, termasuk 400 orang dari Makassar di bawah kepemimpinan Ali Karaeng Bisai. Di Banten juga Syaikh Yusuf menulis banyak karya dengan memperkenalkan tasawuf kepada umat Islam di kepulauan itu.

Seperti banyak daerah lain pada waktu itu, Jakarta juga berjuang keras melawan Belanda. Taper permusuhan, sampai akhirnya meletus antara perlawanan bersenjata Sutan Ageng di satu sisi dan Sultan Haji dan Kompi di sisi lain. Syekh Yusuf berada di Sultan Ageng dengan memimpin pasukan Makassar.Namun karena tidak ada kekuatan yang sebanding, pada 1682 Bantam menyerah.
Jadi mualilah fase baru kehidupan Syekh Yusuf; hidup di pengasingan. Dia awalnya ditahan di Cirebon dan Batavia (Jakarta), tetapi karena pengaruhnya masih berbahaya bagi pemerintah kolonial, dia dan keluarganya diasingkan ke Sri Lanka, pada bulan September 1684.

Tidak berkecil hati, di negara yang asing baginya ia memulai perjuangan baru, untuk menyebarkan agama Islam. Dalam waktu singkat para siswa mencapai ratusan, kebanyakan dari India Selatan. Dia juga bertemu dan datang bersama dengan para ulama dari berbagai negara Islam. Salah satunya adalah Sheikh Ibrahim Ibn Mi'an, seorang ulama besar yang disegani dari India. Dia juga meminta Syekh Yusuf untuk menulis buku tentang Sufisme, berjudul Kayfiyyat al-Tasawwuf.

Ia juga bisa leluasa bertemu dengan kerabat dan murid-muridnya di negara ini. Berita dari dan untuk keluarga disampaikan melalui para peziarah dalam perjalanan pulang atau pergi ke Tanah Suci selalu singgah ke Sri Lanka. Ajarannya juga disampaikan kepada murid-muridnya melalui jalur ini.
Itu mengganggu Belanda. Mereka menganggap Syekh Yusuf tetap menjadi ancaman, karena ia dapat dengan mudah mempengaruhi pengikutnya untuk tetap memberontak kepada Belanda. Kemudian dibuat skenario baru; lokasi pembuangan diperjauh, ke Afrika Selatan.

Mengejar jalur propagasi
Bulan Juli 1693 adalah pertama kalinya bagi Sheikh Yusuf dan 49 pengikut menginjakkan kaki di Afrika Selatan. Mereka mencapai Tanjung Harapan dengan kapal De Voetboog Zandvliet dan ditempatkan di daerah dekat pantai (di mana saat itu disebut Madagaskar).
Di negara baru ini, ia kembali ke jalan khotbahnya. Saat itu, Islam di Afrika Selatan sedang berkembang. Salah satu pelopor penyebaran Islam di Imam Abdullah ibn Kadi Abdus Salaam atau lebih dikenal sebagai Tuan Guru (guru guru).

Tuan Guru lahir di Tidore. 1780, ia diasingkan ke Afrika Selatan untuk kegiatannya melawan penjajah Belanda. Selama 13 tahun ia mendekam sebagai tahanan di Pulau Robben, sebelum dipindahkan ke Cape Town. Meski hidup sebagai tahanan, pemimpin oposisi menyebarkan kegiatan rakyat di Indonesia Timur tidak pernah surut.
Jalan yang sama diambil oleh Syekh Yusuf. Dalam waktu singkat ia telah mengumpulkan banyak pengikut. Selama enam tahun di Afrika Selatan, tidak banyak yang diketahui tentang dia, karena dia tidak bisa lagibertemu dengan para peziarah dari nusantara. Dia juga pada waktu itu sudah bangun, 67 tahun.

Dia tinggal di Tanjung Harapan sampai kematiannya pada 23 Mei 1699 pada usia 73 tahun. Oleh pengikutnya, bekas bangunan tempat tinggal digunakan sebagai bangunan peringatan. Sultan Banten dan Raja Belanda Gowa meminta tubuh Syekh Yusuf kembali, tetapi tidak diabaikan. Baru setelah tahun 1704, atas permintaan Sultan Abdul Jalil, Belanda meminta pengabulkan. Tanggal 5 April 1705 kerandanya tiba di Gowa dan kemudian dimakamkan di Lakiung keesokan harinya.

Sri Lanka
Di Sri Lanka, Sheikh Yusuf tetap aktif untuk menyebarkan agama Islam, sehingga memiliki ratusan siswa, yang sebagian besar berasal dari India Selatan. Salah satu ulama besar India, Sheikh Ibrahim ibn Mi'an, termasuk mereka yang duduk di Syekh Yusuf.
Melalui para peziarah yang berkunjung ke Sri Lanka, Syekh Yusuf masih dapat berkomunikasi dengan para pengikutnya di kepulauan itu, dan akhirnya oleh Belanda, ia diasingkan ke lokasi lain yang lebih jauh, Afrika Selatan, pada bulan Juli 1693.
Afrika Selatan

Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf terus mengabar, dan memiliki banyak pengikut. Ketika dia meninggal pada 23 Mei 1699, para pengikutnya menjadikan hari itu sebagai peringatan kematiannya. Bahkan, Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan, menyebutnya 'The Best One A Son of Africa'.
Sebagai cendekiawan Syariah, mistikus dan tarikat khalifah dan musuh besar Kompeni Belanda, Sheikh Yusuf dianggap sebagai `duri dalam daging 'oleh pemerintah di Perusahaan Hindia Timur. Ia diasingkan ke Ceylon, kemudian pindah ke Afrika Selatan, dan meninggal di pengasingan Cape Town (Afrika Selatan) pada tahun 1699. Pada masanya (abad ke-17), ia dikenal di empat tempat, yaitu Banten dan Sulawesi Selatan (Indonesia), Sri Lanka, dan Afrika Selatan sedang berjuang untuk mencapai persatuan dan kesatuan melawan penindasan dan perbedaan kulit.

Wallahu'alam bisshawab

Minggu, 06 Oktober 2019

Rahasia Di balik Tujuh Ayat Surah Al-Fatihah

>Surah al-Fatihah ada tujuh ayat. Kalau kita lihat, tujuh ayat dalam Al Fatehah itu dirangkapkan dua ayat, dua ayat. Ia seolah-olah berbentuk sajak. Hujungnya disamakan iaitu sama ada huruf mim atau huruf nun di akhir setiap ayat. Ada ayat yang berakhir dengan ‘mim’ dan ada ayat yang akhirnya dengan ‘nun’. Ayatnya seolah-olah bahagian akhirnya dipasang-pasangkan.

>Sebenarnya dalam jumlah ayat Al Fatehah yang tujuh ini, ada hikmah yang besar. Secara isyarat, ia ada hubungan dengan manusia dan dengan ciptaan Tuhan.Antaranya ialah:
1. Tujuh ayat menggambarkan tujuh hari dalam seminggu
Dalam tujuh hari itulah sama ada manusia hendak jadi jahat atau jadi baik, dapat rahmat atau dapat laknat, dapat bahagia atau celaka, jadi kafir atau jadi mukmin, kaya atau susah, sakit atau sihat. Apakah ada hari yang lain selain daripada tujuh hari itu (yakni Ahad hingga Sabtu)? Tentu tidak. Artinya dalam masa seminggu, kalau seseorang itu benar-benar menghayati Al Quran; yang intipatinya ada dalam tujuh ayat Fatehah itu, sehingga ia benar-benar berperanan dalam hidupnya, maka dalam seminggu itu dia boleh selamat.

>Kalau Fatehah tidak berperanan pada dirinya dalam seminggu, maka akan kena laknatlah dia. Huru-hara, haru-biru dan celakalah hidupnya.
2. Tujuh ayat berkait dengan tujuh anggota badan
Dalam seminggu itu sama ada manusia jadi baik atau buruk, ditentukan oleh anggota yang tujuh. Sebab itu dalam sembahyang; yang mana sembahyang itu adalah rukun Islam yang kedua; kesemua tujuh anggota ini terlibat atau digunakan. Kalau agama lain, mereka menyembah Tuhan tidak melibatkan semua anggota. Sebaliknya dalam ajaran Islam, semua anggota terlibat untuk tunduk dan patuh kepada Tuhan.
 
#Ketujuh-tujuh anggota itu ialah:
a.) Kepala - ini termasuklah anggota-anggota yang ada di kepala seperti mata, mulut, telinga, lidah dan lain-lain. Kegunaan kepala pula ada bermacam-macam jenis.
b.) Dua tangan - ia juga banyak peranannya. Ia boleh berbuat baik atau berbuat jahat, boleh bunuh orang, boleh selamatkan atau celakakan orang.
c.) Kedua-dua lutut
d.) Kedua-dua tapak kaki

>Dalam sembahyang, anggota-anggota sujud itu merupakan tujuh anggota penting tubuh manusia. Semuanya terlibat dalam solat. Dalam doa Iftitah kita menyebut, “Hidupku dan matiku adalah untuk Allah.” Ertinya semua anggota yang penting dalam diri kita ini secara tidak langsung sudah kita ikrarkan bahawa kita serahkan pada Allah. Ertinya kita akan menggunakannya ke jalan Allah sebagaimana yang Allah kehendaki. Oleh itu kalau kita sedari dan hayati, apa yang disebut dalam bacaan melibatkan juga anggota dalam perbuatan.

3. Tujuh ayat berkait dengan tujuh Neraka dan tujuh Syurga
Al Fatehah ada tujuh ayat. Kalau intipati Quran dapat dihayati atau tidak dapat dihayati, itu yang akan menentukan nasib seseorang nanti sama ada Neraka yang tujuh atau Syurga yang tujuh. Semua ditentukan oleh intipati Al Fatehah. Kalau Al Fatehah berperanan dalam hidupnya, dia akan dapat salah satu dari tujuh peringkat Syurga. Kalau tidak dapat dihayati dan tidak dapat dijadikan amalan hidup, dia akan masuk salah satu dari tujuh peringkat Neraka.

4. Tujuh ayat itu juga menggambarkan di dunia ini ada tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi
Di langit ada macam-macam makhluk Allah yang ada hubungan dengan kehidupan manusia. Demikian juga dengan tujuh lapis bumi yang ada hubungan dengan kehidupan manusia. Ramai ahli sains yang membuat kajian sudah mengesahkannya tetapi ia setakat hubungan yang lahir.Sebenarnya ia bukan sekadar hubungan yang lahir sahaja. Manusia bukan hanya berhubung dengan matahari, bulan dan bintang sahaja.

>Tidak juga hanya berhubungan dengan isi bumi, lautan, hutan, binatang, tanaman dan seumpamanya. Bahkan manusia juga berhubung rapat dengan makhluk yang ghaib seperti malaikat.Malaikat juga menentukan hidup manusia. Kenapa? Sebab ia juga tumpang mendoakan manusia pada Allah dan ia juga boleh tumpang melaknat manusia. Tetapi hal yang ghaib ini ahli sains tidak dapat kesan.

>Mereka hanya mampu kesan yang lahir seperti hubungan matahari dengan manusia, hubungan bulan, pasang surut air laut, bintang-bintang dengan kehidupan manusia. Tentang malaikat, mereka tidak tahu.Padahal malaikat ikut campur tangan dalam menentukan keselamatan manusia. Mereka juga mendoakan dan memberi berkat dengan izin Allah.

>Mereka juga melaknat manusia dengan izin Tuhan kerana kederhakaan manusia. Perkara yang ghaib ini ahli rohani sahaja yang boleh kesan tetapi saintis tidak boleh kesan.
>Selain malaikat, jin-jin juga ada hubungan dengan hidup manusia. Ini tidak dapat dikesan oleh ahli sains, tetapi boleh dikesan oleh ahli-ahli rohani. Apa maksud jin-jin juga terlibat? Jin itu hidupnya ditumpangkan dengan manusia. Dia bergaul dengan manusia. Oleh sebab itu, apa bahasa manusia itulah bahasa jin.
>Kalau di Malaysia menggunakan bahasa Melayu, jin pun bercakap dalam bahasa Melayu. Di Indonesia, jin bercakap bahasa Indonesia. Kalaulah di Malaysia ada jin yang berbahasa Indonesia, bermakna jin itu berasal dari Indonesia. Jin di negara Arab berbahasa Arab. Jadi jin tumpang bahasa manusia itu untuk menunjukkan manusia lebih mulia dari jin.

>Selain itu, jin juga tumpang belajar dengan manusia. Firman Allah di dalam Al Quran:Maksudnya: “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata, ‘Diamlah kamu (untuk mendengarkannya) .’ Ketika pembacaan itu selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (Al Ahqaf: 29)
>Mujurlah kita tidak nampak jin sebab kita tidak akan sanggup hendak melihatnya. Begitu juga soal makan. Jin kafir makan tulang-tulang haiwan yang disembelih oleh orang kafir. Jin Islam pula tumpang makan tulang-tulang binatang yang disembelih oleh orang Islam. Oleh sebab itu berhati-hatilah apabila membuang tulang. Buanglah pada tempatnya.

>Kalau tulang-tulang itu dibiarkan bersepah, jika ada jin yang datang untuk makan lalu terlanggar anak kita maka akan timbul masalah.

5. Tujuh ayat ini kalau kita jadikan panduan, ia boleh didik nafsu kita yang tujuh peringkat.
Inilah hikmah terpenting dari jumlah ayat Al Fatehah yang tujuh itu. Makin kita hayati, makin kita dapat mendidik diri dan nafsu kita. Bila dikategorikan, nafsu manusia ada tujuh peringkat iaitu:i. Nafsu ammarahii. Nafsu lawwamahiii. Nafsu mulhamahiv. Nafsu mutmainnahv. Nafsu radhiahvi. Nafsu mardhiahvii. Nafsu kamilahIsi Al Quran itu terkandung dalam Al Fatehah yang terdiri dari tujuh ayat.
>Nafsu ada tujuh peringkat dan ayat Al Fatehah juga ada tujuh. Itu bukan kebetulan. Hikmahnya adalah, kalau Al Fatehah ini dihayati, nafsu boleh menjadi baik. Nafsu itulah yang menentukan celaka atau bahagia, patuh atau tidak patuhnya kita pada Allah.
>Paling-paling lemah, Al Fatehah atau isi Al Quran ini dapat mendidik nafsu sampai ke peringkat mulhamah. Walaupun nafsu mulhamah ini masih belum mantap, masih goyang tapi itu pun dikira sudah baik. Itulah nafsu orang soleh.
>Manakala mutmainnah pula, ia peringkat nafsu yang sudah istiqamah, sudah tetap serta tidak mudah goyang.

>Di sini juga dapat kita faham bahawa manusia akan bermula dengan nafsu yang paling jahat kepada nafsu yang paling baik kalau dia benar-benar mengendalikan nafsunya itu. Kalaulah manusia menghabiskan banyak masanya untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan nafsu dan mempraktikkannya, sesungguhnya manusia akan mampu meningkatkan dirinya dari tahap ke tahap.
>Dia akan dapat meningkatkan dirinya daripada bernafsu ammarah kepada lawwamah, mulhamah, mutmainnah dan paling tinggi akan sampai kepada mardhiah. Namun ada di kalangan manusia yang mampu sampai kepada nafsu kamilah; nafsu yang paling atas; iaitu para nabi dan rasul. Manusia biasa boleh menjangkau sampai nafsu mardhiah sahaja kalau dia sangat berusaha mengendalikan nafsunya.
>Cara untuk kita mengendalikan nafsu hingga sampai ke taraf malaikat, itu semua mesti dirujuk kepada Al Quran. Ia tidak boleh dirujuk kepada ilmu jenis lain. Siapa yang boleh menguasai Al Quran sepenuhnya dan mempraktikkan Al Quran terhadap nafsunya, maka dia akan merasai bagaimana dia merangkak beralih dari satu tahap ke satu tahap.

> Hebatnya Allah kerana menciptakan dalam diri manusia, satu nafsu yang tidak boleh dilihat tetapi memang berperanan. Kalau manusia mahu, dia boleh mentadbir nafsunya itu. Tetapi untuk itu ianya mesti dirujuk kepada Al Quran.
>Ayat Al Quran itu terlalu banyak, namun Allah yang Maha Bijak telah meminta kita memberi tumpuan kepada tujuh ayat sahaja. Kalau kita boleh mengambil tujuh ayat ini untuk kita kuasai segala kekuatan yang ada di dalamnya maka kita akan boleh mengendalikan nafsu kita.
>Yang sebenarnya kalau kita boleh kuasai tujuh ayat itu, kita boleh sampai ke peringkat ketujuh, yang mana nafsu itu boleh kita tadbir dan kuasai. Nabi-nabi boleh melakukannya hingga mereka sampai peringkat ketujuh itu.
#Surah Fatihah Dibaca Dlm Setiap Solat
>Allah yang menciptakan nafsu itu tujuh peringkat, tahu untuk memadankannya dengan tujuh ayat dari surah Al Fatehah itu. Allah SWT menetapkan kekuatan tujuh ayat Al Fatehah itu boleh mengendalikan tujuh peringkat nafsu itu walaupun sifatnya tidak sama. Namun kita seperti diberi amaran bahawa kebanyakan manusia tidak akan mampu untuk mengambil seluruh kekuatan Al Fatehah itu untuk memerangi nafsu sehingga peringkat tertinggi melainkan setakat mulhamah atau paling tinggi mutmainnah.

>Maha Besar Tuhan yang mampu mencipta tujuh ayat yang dengan kekuatannya mampu berhadapan dengan tujuh peringkat nafsu. Saintis pun tidak pernah boleh mengesan kehadiran nafsu itu tetapi Allah boleh wujudkannya dan Allah berkata bahawa Dia membuatnya sebanyak tujuh jenis.
>Namun orang rohani yang diberi ilham oleh Allah boleh melihat kekuatan Al Fatehah ini yang dirangkum dalam tujuh ayat. Rupanya walaupun ilmunya ilham tetapi ia bersifat falsafah. Iaitu melihat keajaiban ciptaan Allah merangkumkan kekuatan 6,666 ayat itu ke dalam tujuh ayat sahaja yang mana ia boleh dipakai untuk mengendalikan tujuh peringkat nafsu.

>Ia bukan kebetulan. Seseorang yang dhaif dalam mengambil tujuh ayat ini maka dia akan dhaif dalam mengendalikan tujuh tahap nafsu itu.

>Jadi di sini kita sudah nampak kebesaran Fatehah padahal baru memperkatakan kulit atau muqaddimahnya sahaja. Baru di pintu Fatehah, belum masuk ke dalam tetapi sudah nampak besar isinya. Oleh sebab itulah saya lebih suka mengatakan Al Fatehah itu ‘Surah Yang Dapat Kemenangan’ daripada menamakan ia ‘Surah Pembukaan’.Kalau ulama masyhurkan Al Fatehah itu sebagai Surah Pembukaan kerana ia diletak di depan Al Quran, itu tidak salah tetapi bagi saya elok dimasyhurkan sebagai Surah Kemenangan sebab pengertiannya lebih luas. Ini kerana ia merangkumi semua kehidupan langit dan bumi, yang ghaib dan rohani seperti Syurga, Neraka, nafsu dan lain-lain.
>Tuhan sendiri dalam menamakan surah ini menggunakan isim fi’il - ‘yang telah mendapat kemenangan’. Lebih baik makna ini kita masyhurkan kerana Surah Fatehah itu menentukan seseorang itu mendapat kemenangan atau tidak sama ada di dunia mahupun di Akhirat.

>Agar dengan itu hidup ini dipandang berat dan tidak disia-siakan. Jangan dianggap semuanya kebetulan. Ia ada hubung kaitnya dengan hidup kita.
Subhanallah. Allahu Akbar.... Perbanyalah selalu baca al-fatihah sahabat...... #barakallahii wallahum..... Semoga bermanfaat buat sahabat semua........... Salam.. 🙏

Penciptaan Nur Muhammad Awal Terciptanya Semua Makhluk


>Sebelum semua makhluk diciptakan Allah, Nur Muhammad lah yang pertama kali diciptakan. Di dalam hadits qudsi Allah swt berfirman kepada Nabi Muhammad saw: Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin dikenal kemudian Aku ciptakan alam (makhluk) agar Aku bisa dikenal. Dengan merenungkan tanda-tanda alam dan ayat-ayat Al Qur’an kaum muslimin dapat memperoleh kilasan aspek Ke-Ilahian yang telah dituangkan di alam semesta yang oleh Al Qur’an disebut sebagai wajah Allah (wajh-Allah).

>Di dalam hadits qudsi tersebut di atas terdapat kalimat yang berbunyi: Kemudian Aku ciptakan alam (makhluk)….. Ini masih berbentuk cahaya dan cahaya itu terbagi-bagi sebagaimana pendapat Ka’ab bin Akbar ra dalam kitab yang berjudul Madari: Yusu’ud (tangga-tangga kenaikan) yang di tulis oleh Syeh Nawawi pada halaman 2 s/d 3, yang terjemahannya kurang lebih sebagai berikut: berkata Ka’ab bin Akbar ra:

>Ketika Allah hendak menciptakan Maujudat / makhluk, menghamparkan bumi dan meninggikan langit. Allah menggenggam seganggam dari nurNya dan berfirman: Kun Muhammad, maka jadilah segenggam nur tadi menjadi sebuah tiang dari nur yang memancarkan cahaya sampai menembus hijab-hijab kegelapan. Lalu tiang itu bersujud dan berkata: Allahu Akbar.

>Allah berfirman kepada tiang nur itu: “Aku ciptakan kamu dan Aku beri nama kamu Muhammad. Darimu Ku awali semua makhluk, dan darimu Ku akhiri semua para utusan”. Kemudian Allah membagi empat bagian. Kemudian Allah ciptakan Lauhil Mahfud dari bagian pertama. Lalu Qalam dari bagian yang kedua. Allah berfirman : kepada Qalam, “Tulislah !” maka bergetarlah Qalam seribu tahun kedahsyatan kedahsyatan kitabullah.

>Lalu Qalam berkata, “Apa yang harus aku tulis ?” Allah berfirman : “Tulislah Lailaaha Illallah Muhammadurrasulullah”. Maka Qalam menulis kalimat itu. Lalu Qalam diberi petunjuk tentang ilmu Allah yang berkaitan dengan makhluk, kemudian Qalam menulis, Anak cucu Adam dari sulbinya; siapa yang taat kepada Allah akan masuk surga, siapa yang maksiyat kepada Allah akan masuk neraka. Umat Nuh; siapa yang taat kepada Allah masuk surga…Umat Ibrahim; siapa yang taat kepada Allah, masuk surga, siapa maksiat…Umat Musa; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiat kepada Allah ….Umat Isa; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiyat kepada Allah…Umat Muhammad; siapa yang taat kepada Allah masuk surga, siapa maksiyat kepada Allah….ketika Qalam mau menulis kalimat berikutnya ( masuk neraka ) tiba- tiba ada seruan dari Yang Maha Tinggi: “Hai Qalam beradablah kamu”. Maka pecahlah Qalam karena karena kedahsyatan seruan itu, dan sobek ujungnya berbentuk garis lurus, dengan tangan kudrat maka jadilah adap.
^Qalam tidak bisa menulis kecuali pecah bergaris ujungnya. Lalu Allah berfirman: “Tulislah, umat berdosa Tuhan Maha Pengampun” kemudian Allah menciptakan Arasy dari bagian yang ke tiga. Dari bagian yang ke empat menjadi empat bagian:
1. Bagian kesatu dijadikan akal
2. Bagian kedua dijadikan ma’rifat ( agar dapat mengetahui)
3. Bagian ketiga dijadikan cahaya Arsy dan sinar penglihatan serta seluruh cahaya termasuk siang ( matahari), sinar malam( bulan dan bintang). Semua cahaya ini berasal dari Nur Muhammad, Nur Muhammad adalah awal segala makhluk
4. Bagian yang ke empat dititipkan di bawah arasy, sampai Allah menciptakan Adam. Kemudian Allah menitipkan bagian itu (nur Muhammad) pada punggung Adam, bersujudlah para Malaikat.

>Kemudian Allah memasukkan Adam ke surga, para Malaikat berbaris rapi di belakang Adam, menyaksikan nur tersebut. Adam berkata: “Ya Allah kenapa para Malaikat berkumpul di belakangku?” Allah berfirman : “Wahai Adam mereka melihat nur kekasihku Muhammad penutup para utusan yang Aku keluarkan (pancaran cahaya) dari punggung mu” Adam berkata: “Ya Tuhan jadikan nur itu di depan saya, supaya saya bisa melihat dan berhadapan dengan malaikat”. Maka Allah memindahkan nur itu pada dahi nabi Adam, Malaikat berbaris di depan Adam. Adam berkata: “Ya Tuhan, jadikan Nur ini di tempat yang aku bisa melihat.

> Maka Allah jadikan Nur itu pada telunjuk Adam. Adam bisa melihat Nur itu bertambah bagus, megah dan Adam mendengar Nur itu bertasbih penuh keagungan, kemudian Nur itu pindah ke Hawa (istri Adam), seperti matahari yang bersinar.

>Kemudian ditentukan permulaan para utusan dari Nabi Sis as. Maka hilanglah Nur itu di wajah Hawa pindah ke Nabi Sis as. Lalu Adam mengambil sumpah Nabi Sis as. Bahwasanya: “Tidak akan menyimpan Nur itu kecuali dari yang suci ke yang suci, dari yang mulia ke yang mulia,” sampai pada sulbi Abdullah bin Abdul Mutholib.
>Kemudian Allah mengeluarkannya ke dunia ini dan menjadikannya Raja para Utusan Rahmatan lil alamin dan seorang panutan yang memancarkan cahaya yang terang benderang.
>Demikian dikala Nabi Muhammad saw. Diturunkan ke dunia, beliau disinari cahaya yang terang benderang sehingga, cahaya matahari yang menyinarinya tidak bisa memberi bayangan, dikarenakan cahaya Nur Muhammad lebih terang dari pada sinar matahari, itu terjadi di sepanjang hidup sampai beliau wafat.

>Dan siapa generasi penerusnya setelah Rasulullah saw. wafat?
Melihat dari sumpah Nabi Adam as. yang berbunyi tidak akan menyimpan Nur itu kecuali dari yang suci ke yang suci, dari yang mulia ke yang mulia. Mengingat risalah yang di bawa oleh Rasulullah saw.
>Dan dilanjutkan para pewarisnya yaitu para sahabat, para wali yang suci, dan para tabiin serta para ulama’ (yang disucikan dan yang dimuliakan oleh Allah swt.)

>Jadi manusia yang dititipi Nur Muhammad, adalah orang-orang yang suci dan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah swt. Adapun orang- orang yang mensucikan diri sehingga ia mencapai pada tingkat kesucian ruh mereka diberi petunjuk untuk menuju ke jalan yang sampai kepada ruhnya ruh Nur Muhammad, karena ruh tercipta dari percikan Nur Muhammad dikala bersujud dan bertasbih kepada Allah selama ribuan tahun.

>Sumber dari Penciptaan Nur Muhammad Awal Terciptanya Semua Makhluk: Makrifat Haji
Tambahan dari komentar:
Keterangan berikut adalah suntingan dari kitab ‘Sirrul Asrar Fi Ma Yahtaju Ilayhil Abrar’ oleh Ghawthul A’zham Shaikh Muhyiddin Abdul Qadir Jilani رضي الله عه
Maka berkata Shaikhuna; tentang
… Nur Muhammad (iaitu hakikat Muhammad) – atau ringkasnya asal kejadian.
Semoga Allah Ta’ala memberikan kamu kejayaan di dalam amalan-amalan kamu yang disukaiNya dan Semoga kamu memperolehi keredaanNya. Fikirkan, tekankan kepada pemikiran kamu dan fahamkan apa yang aku katakan.

>Allah Yang Maha Tinggi pada permulaannya menciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya suci Keindahan-Nya. Dalam hadis Qudsi Dia berfirman;
“Aku ciptakan ruh Muhammad daripada cahaya Wajah-Ku”.
Ini dinyatakan juga oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan sabdanya:
“Mula-mula Allah ciptakan ruhku. Pada permulaannya diciptakanNya sebagai ruh suci”.
“Mula-mula Allah ciptakan qalam”.
“Mula-mula Allah ciptakan akal”.

>Apa yang dimaksudkan sebagai ciptaan permulaan itu ialah ciptaan hakikat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم; kebenaran tentang Muhammad yang tersembunyi. Dia juga diberi nama yang indah-indah.

>Dia dinamakan Nur, cahaya suci kerana dia dipersucikan dari kegelapan yang tersembunyi di bawah sifat jalal Allah.
Allah Yang Maha Tinggi berfirman:
قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَـبٌ مُّبِينٌ
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. – Al-Maaidah, ayat 15
Dia dinamakan aqal yang meliputi (akal universal) kerana dia telah melihat dan mengenali segala-galanya.

>Dia dinamakan qalam kerana dia menyebarkan hikmah dan ilmu dan dia mencurahkan ilmu ke dalam huruf-huruf.
Roh Muhammad adalah zat atau hakikat kepada segala kejadian, permulaan dan kenyataan alam maya. Baginda صلى الله عليه وسلم menyatakan hal ini dengan sabdanya;
“Aku daripada Allah dan sekalian yang lain daripadaku”.

>Allah Yang Maha Tinggi menciptakan sekalian roh daripada roh baginda صلى الله عليه وسلم di dalam alam kejadian yang pertama, dalam bentuk yang paling baik. ‘Muhammad’ adalah nama kepada sekalian kemanusiaan di dalam alam arwah.
Dia adalah sumber, asal usul dan kediaman bagi sesuatu dan segala-galanya.
#barakallahii wallahum..... Semoga bermanfaat buat sahabat semua, khususnya buat pemahaman saya pribadi.... Wassalam...🙏