Laman

Senin, 16 Oktober 2017

Dialog Antara Akal Nafsu Dengan Tuhan


Dalam dialog ini sangat besar manfaat nya jika kita menyimak dan mengambil
kesimpulan dari Dialog Antara Akal Nafsu Dengan Tuhan ini, jika kita bisa menempatkan Antara Akal Dan Nafsu Tersebut, maka yang jadi kendali dalam diri kita bukan nafsu lagi.
Allah menciptakan akal dan nafsu dalam diri manusia, Nafsu dan akal mengaku bahwa mereka hanyalah sebuah makhluk yang tidak berdaya.
AKAL
Allah SWT berfirman,"Wahai akal, menghadaplah engkau."
Maka akal pun menghadap Allah SWT, kemudian Allah SWT berfirman,
"Wahai akal, berbaliklah engkau."Lalu akal pun berbalik.
PENGAKUAN AKAL.
Kemudian Allah SWT berfirman,"Wahai akal, siapakah aku?".
Lalu akal pun menjawab,
"Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang dhaif dan lemah."
Lalu Allah SWT berfirman,
"Wahai akal, tidak Aku ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau.
PENGAKUAN NAFSU.
Setelah itu Allah SWT menciptakan nafsu.
Allah SWT berfirman,
"Wahai nafsu, menghadaplah kamu.".
Nafsu tidak menjawab sepatah kata pun, malah sebaliknya, mendiamkan diri.
Kemudian Allah SWT berfirman lagi,
"Siapakah engkau dan siapakah aku?" Lalu nafsu berkata,
"Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."Setelah itu Allah SWT menyiksanya di neraka Jahannam selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya.
Allah SWT berfirman lagi, "Siapakah engkau dan siapakah aku?".
Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau."
Lalu Allah SWT menyiksa nafsu itu dalam neraka lagi selama 100 tahun.
Setelah itu nafsu dikeluarkan dan Allah SWT berfirman lagi,
"Siapakah engkau dan siapakah Aku?" Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata,
"Aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah Tuhanku."
PUASA BISA MELAWAN NAFSU.
Untuk itulah Allah SWT mewajibkan kita berpuasa, karena nafsu itu sangat jahat.
Hendaknya kitalah yang mengawal nafsu itu dan jangan biarkan nafsu yang mengawal kita, karena kalau dia yang mengawal, maka kita akan menjadi musnah.Setelah itu Allah SWT memasukkan akal dan nafsu ke dalam diri Adam a.s.
Pada saat Nabi Adam a.s datang ke bumi, keturunan manusia bertambah banyak, maka peranan nafsu dan akal tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Kemungkaran yang terjadi di atas bumi ini adalah dari nafsu, bukan dari akal.
Karena akal dan nafsu ada dalam diri manusia, maka terjadilah pertentangan antara nafsu dan akal, bertentangan antara satu dengan yang lain.
Peperangan nafsu dan akal tidak pernah ada henti-hentinya, terkadang nafsu yang menang, terkadang akal yang menang.
Misal saja kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang baik, maka nafsu akan menolaknya dan mengajak kepada kejahatan, sedangkan akal mengajak kepada kebaikan. Kalau kita mengikuti nafsu, artinya kita kalah, dan sebaliknya, jika kita mengikuti akal maka kita akan menang.
Namun bagaiman pun juga, nafsu ini tetap diperlukan oleh manusia, bila nafsu musnah, manusia juga akan musnah.Sebagai contoh saja nafsu makan, kalau nafsu makan kita tidak ada, maka manusia akan mati, dan nafsu makan ini merupakan fitrah alami jadi tidak akan hilang.
Begitu juga dengan nafsu terhadap lawan jenis, jika nafsu ini tidak ada, maka manusia tidak akan berketurunan dan akhirnya musnahlah manusia.

SHOLATNYA ORANG ARIF (SUFI)


AIR MUTLAK:
Penyucian hanya boleh dilaksanakan dengan AIR MUTLAK.
Kejernihannya meliputi setiap lapisan ALAM.
Asal air adalah satu pada tahap Yang Ghaib, apabila ia menyatakan penzahirannya maka timbullah Berbagai warna yang terpelihara dari asal yang satu itu.
Inilah Air yang hakiki.
Bersucilah dengannya di dalam SIRULLAH.

HADATH:
Makna hadath dari kacamata kesufian ialah WUJUD selain Allah (wujud ghairullah).
Hadath ini mesti dibersihkan dengan AIR MUTLAK di dalam SIRULLAH.
Apabila telah bersuci dengan air tersebut, maka barulah layak untuk memasuki pintu Majlis Tuhan itu.
Jika masih lagi ada WUJUD GHAIRULLAH, maka belumlah lagi dikatakan bersuci dan masih menanggung hadath.
Bersihkanlah diri dengan AIR MUTLAK dengan sebersih-bersihnya sehingga tiada lagi yang kelihatan melainkan Allah Yang Maha Esa saja.

Hadath Kecil:
Menghilangkan hadath kecil dari sisi kerohanian ialah Fana' dalam 7 sifat:
1. QUDRAT
2. IRADAT
3. ILMU
4. HAYAT
5. SAMA'
6. BASHAR
7. KALAM

Hadath Besar:
Menghilangkan hadath besar dari sisi kerohanian ialah:
Memfanakan diri seluruhnya.
Apabila telah bersih suci daripada hadath besar ini barulah dikurniakan boleh 'MELIHAT ALLAH' dengan segala KEAGUNGAN-NYA dan KEMULIAN-NYA.
Bermandilah dengan Air Mutlak ini dengan niat:
• LAA FA'IL ILALLAH=
tiada yang berbuat melainkan Allah
• LAA HAYYA ILALLAH=
tiada yang hidup melainkan Allah
• LAA MAUJUDA ILALLAH=
tiada yang maujud melainkan Allah
"MAN ARAFA NAFSAHU, FAQAD ARAFA RABBAHU, FASADAL JASADU"=
(Siapa yang mengenal dirinya rata-rata, kenallah dia Tuhannya, siapa yang kenal Tuhannya, fanalah jasadnya),
sehingga basah kuyup seluruh dirimu dengan Air Mutlak itu oleh pentajallian AL-HAQ, dan dengan Air Mutlak itu jua dirimu terserap dalam Cinta-Nya yang mendarah-daging dalam seluruh tubuhmu-
"Ke mana engkau memandang, di situlah Wajah-Ku".

SHOLAT diambil daripada perkataan WASHLAT (artinya tersangat hampir).
Sholat daripada fahaman sufi maknanya PERTEMUAN atau lebih tepat lagi ialah PENYATUAN.
Manakala wudhu maknanya PERPISAHAN.
Solat digolongkan kepada DUA bagian:
1). SHOLAT SYARIAT
2). SHOLAT HAKIKAT (Da'im)

*Sholat Syariat:
Solat ini mempunyai tatacara dan hukum-hukum tertentu.
Kiblatnya mengarah kepada Ka’abah di dalam Masjidil Haram.
Tertakluk kepada lima waktu sehari semalam. Wajib dikerjakan dengan seluruh tubuh yang zahir.

*Sholat Hakikat:
Sholat Hakikat atau sholat Da'im adalah sholat yang berkekalan tidak putus dan tidak tertakluk kepada waktu dan tempat, tidak ada perbuatan, tidak ada bacaan.
Da'im adalah juga namanya Wustha artinya yang di tengah-tengah, maka ianya dilaksanakan hanya pada hati. Namun begitu,
Sholat Da'im atau Wustha ini tidak boleh dipisahkan dengan Sholat Syari'at.
Mengerjakan sholat syariat saja tanpa hakikatnya adalah pincang.
Dan begitu pula mengerjakan solat hakikat saja tanpa syariat adalah binasa. Justru itu, Solat Da'im ini harus disepadukan dengan Sholat Lahiriyah.

Intisari Solat Da'im | Wustha
*KIBLAT:
Tidak di Timur dan tidak pula di Barat. Ianya menghala dari tengah (Roh) menghadap ke Wajah Allah (SirulLah).
*BERDIRI:
Berdiri (mula) di Alam Mulki dalam takluknya ALIF.
Sebelum jatuhnya niat, ALIFitu WUJUD memakai TUJUH sifat Ma'ani:
WUJUD, HAYAT, ILMU, QUDRAT, IRADAT, SAMA', BASHAR dan KALAM.
*NIAT:
Maksudnya dari sisi kesufian:
melenyapkan diri dari diri.
Dalam takluk rahasianya ALIF yakni Titik Hati.
Tujuan niat ini adalah untuk memulangkan kesemua sifat amanah kepada AL-HAQ.
Beradanya niat ialah di antara Alam Mulki dan sempadan Alam Malakut....

Sabtu, 14 Oktober 2017

AL – MUTTAQIIN

( Orang-orang yang Bertaqwa )
Definisi
Para ulama telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa. Di antaranya,
1. Definisi Taqwa menurut Imam ar-Raghib al-Ashfahani:
"Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan."
2. Definisi Taqwa menurut Imam an-Nawawi:
"menaati perintah dan larangan-Nya." Maksudnya, menjaga diri dari kemurkaan dan azab Allah.
3. Definisi Taqwa menurut Imam al-Jurjani :
"Taqwa yaitu menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya."
Berdasarkan beberapa definisi dari para ulama tersebut, maka siapa saja yang tidak menjaga dirinya, dari perbuatan dosa, berarti dia bukanlah orang bertaqwa.
Klasifikasi Kelompok berdasarkan Sikap manusia terhadap ajaran Allah SWT
Setidaknya ada beberapa kelompok sikap manusia terhadap ajaran yang telah Allah SWT turunkan :
1. Kelompok yang menerima seluruh ajaran Allah Swt. secara mutlak. Mereka disebut orang-orang yang bertaqwa, (al-Muttaqin).
2. Kelompok yang menolak ajaran Allah secara mutlak pula. Mereka di sebut sebagai orang-orang kafir ( al-Kafirun). Mereka memusuhi Islam dengan segala dimensi, baik dalam ucapan maupun dalam perbuatannya.
3. kelompok yang memiliki dua kepribadian. Pribadi yang satu adalah kepribadian Islam (tetapi tdk sebenarnya atau semu), yaitu ketika mereka berada di tengah-tengah kelompok muslim. sementara mereka memiliki pribadi yang lain adalah kepribadian yang memusuhi Islam ketika mereka berada di tengah-tengah kelompok musuh kaum muslim. Merekalah yang disebut (al-Munafiqun). Dalam kehidupan masyarakat tiga golongan itu selalu ada sepanjang masa.
Sayyidina Ali mendefenisikan orang-orang munafiq:
“ orang-orang yang luarnya indah tetapi di dalamnya busuk”
Kriteria orang-orang yang bertaqwa ( al-Muttaqiin )
Dalam Surah (Al-Baqarah : 2 – 4) Allah SWT telah menyebutkan kriteria orang yang bertaqwa
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ(2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ(4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya:
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (al-Baqarah: 2-5).
Dari ayat di atas, tampak jelas orang-orang yang disebut muttaqin.
• Petama, mengimani sesuatu yang gaib,
• kedua, pengabdian kepada Allah, antara lain menegakkan shalat.
• Ketiga, pengkhitmatan kepada sesama manusia, dengan menafkahkan sebagian rezki.
• Keempat, kepercyaan kepada apa yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-rasulnya dan Nabi-nabinya.
• Kelima, keimanan kepada hari akhirat.apabila rukun taqwa itu terpenuhi, maka Allah berjanji akan memberikan dua anugerah kepada orang tersebut. Angerah pertama adalah petunjuk (هُدًى) dan anugerah kedua adalah kebahagian (مفلحون ).
Ayat-ayat Allah SWT yang menekankan perintah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. serta agar kita selalu menjaganya sepanjang masa, di antarnya adalah firman Allah swt. :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Ali Imran 3:102.)
FASILITAS ALLAH SWT DALAM AL-QUR`AN BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAQWA
FIRMAN ALLAH SWT :
QS. Ath-Thalaq : 2-3
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menadakan baginya jalan keluar. Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”. QS. Ath-Thalaq 65: 2-3.
QS. An-Naba: 31
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan”.
QS. Ali Imraan : 133.
Artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”
QS. Muhammad : 15
Artinya: “(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya”
QS. Asy Syu`ara : 90
“Dan (di hari itu) di dekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa”
QS. Maryam : 63.
“Itulah surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa”
QS. Al Hijr : 45.
“sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).
QS. An Nahl : 30.
Sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baiknya tempat bagi orang yang bertakwa”.
QS. An Nahl : 31.
“Yaitu surga `adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di dalamnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa”
QS. Al-A`raf : 96
Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”
Untuk meraih al-Muttaqin harus berjuang dengan sepenuh hati jiwa dan raga :
1. Mohon pertolongan Allah SWT dengan berdo`a
2. Niat yang ikhlas dan kuat
3. Mendekatkan diri hanya kepada Allah SWT (dzikrullah)
4. Bersikap dan bertingkah laku sesuai ajaran Allah dan Rasulnya
5. Jauhkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh ajaran Allah dan Rasulnya
6. Harus terus berlatih dan berlatih
7. Tawakkal kepada Allah SWT.

Jumat, 13 Oktober 2017

Syahadat

Syahadat artinya mengenal Alloh tuhan yang satu
dan mengenal Rosululloh sebagai penjelasan Alloh
.
setelah bisa bersyahadat tentu akan selalu ingat dalam setiap langkah hidupnya, bahkan sebeliknya tidak akan bisa lupa atau melupakanNya, karena ia sudah menemukan sesuatu yang dahsyat yaitu tuhannya, itu kenyataan yang tidak bisa terbantahkan
.
dalam sebuah hadis kudsi juga di terangkan :

وَ مَنْ وَجَدَنِيْ فَقَدْ ذَكَرَنِيْ وَ لَمْ يَنْسَنِي
وَ مَنْ ذَكَرَنِيْ وَ لَمْ يَنْسَنِي فَقَدْ ذَكَرْتُهُ وَ لَمْ أَنْسَهُ
"dan siapa yang menemukan Aku maka sungguh ia akan selalu ingat kepadaKu dan tidak akan pernah melupakanKu, Dan barang siapa ingat kepadaku dan tidak pernah melupakan Aku maka sungguh Aku (yang) ingat padanya dan tidak melupakan kepadanya"
.
Ingat atau mengingat dalam pertemuan dengan tuhan inilah yang di sebut sholat atau menghubungkan hati kepada Alloh
.
hati-hatilah ingat itu bukan menyebut-nyebut namanya
ingat itu bukan perbuatan lisan tapi ingat itu perbuatan mata hati ...
.
maka tidak akan bisa seseorang mengingat tuhan
jika tidak mempunyai pengalaman dengan tuhan
paling hanya bisa menyebut namaNya saja
.
tidak akan bisa seseorang mengingat kota jakarta
jika tidak punya pengalaman ke jakarta
paling hanya bisa menyebut namanya saja

THORIKOH yang ke 2 menuju islam adalah sholat setelah syahadat

THORIKOTUL ISLAM
pengalaman dengan tuhan

.
Alloh berfirman :

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku".(Qs.20:14)
tujuan utama mendirikan sholat adalah mengingat Alloh
sedangkan tidak akan bisa seseorang mengingat Alloh
jika tidak pernah ada pengalaman dengan Alloh
dan pengalaman dengan Alloh itulah pintunya sholat
penglamaman dengan Alloh itulah pembukanya sholat
pengamalan dengan Alloh itulah al-fatihah/pembukaan
sebagai niat di dalam sholat
sedangkan kata nabi :
لَا صَلاَةَ بِلَا اْلَفاتِحَةِ
"tidak ada sholat dengan tidak adanya pembukaan (al-fatihah)"
pembukaan apa lagi kalau bukan pembukaan tentang ingat kepada Alloh sebagai dzat yang di tuju di dalam sholat?
sedangkan ingat... membutuhkan pengalaman dengan Alloh, dan pengalaman akan menimbulkan ma'rifat kepadaNya
bukankah banyak sekali orang yang melakukan sholat tetapi tanpa adanya pembukaan?
mereka mengira pembukaan itu adalah hanya membaca surat pembukaan yaitu al-fatihah, tidak paham bahwa yang di maksud pembukaan atau al-fatihah itu adalah terbukanya hati dari syahadat kepada Alloh, penyaksian kepada Alloh dan pengalaman dengan Alloh .... atau ma'rifat kepadaNya
maka sudah waktunya kepada orang-orang beriman agar memperbaharui cara pandang imannya dalam kalimat LAA ILAHA ILLALLOH
masukkanlah AGAMA ALLOH sampai ke hati segala ayat dan hadis jangan hanya di sebatas kerongkongan belaka ....
karena orang-orang yang membaca ayat-ayat Alloh hanya sebatas kerongkongan, DAN tidak sampai ke otak atau pikiran apalagi sampai ke hati maka kata Rosululloh meraka itulah tanduk-tanduk syetan yang sesat dan menyesatkan ...
جدّدوا إيمانكم بلا إله إلّا اللّه
"perbaharuilah (cara pandang) iman kalian dengan kalimat LAA ILAHA ILLALLOH"

jalan mi'roj menuju sholat

orang yang pernah berpengalaman dengan Alloh
dia akan rindu untuk selalu mengulanginya lagi
lagi... lagi... dan lagi..
.
dalam usaha untuk mengulangi lagi
inilah yang di namakan perjalanan mi'roj ...
dan ini pula yang di namakan jalan sholat ...
.
dengan seringnya menghubungkan pengalaman ini
maka akan semakin tahu dan kenal jalannya
jalan untuk memasukinya ...
.
jalan itu adalah yang di ajarkan oleh nabi saw.
jalan itu adalah jalan penyucian diri
yang lurus menuju Alloh
jalan yang memberi bekas cahaya yang terang
.
bekas jalan itu yang membuat Rosululloh bisa mengenalnya
untuk memberikan pertolongan, syafaatul 'udzma ...
jalan itu tiada lain adalah wudlu atau bersuci
.
maka,
jika seseorang ingin memasuki peristiwa dengan Alloh
dia harus melalui "Wudlu"... itulah jalannya
Wudlu yang membuat kita di kenal oleh Rosululloh saw.
adalah "HAKIKATNYA WUDLU"...

Hakikatnya wudlu adalah jalan mi'roj .

Wudlu adalah bersuci
sedangkan suci adalah wilayah Alloh
maka barang siapa bersuci ia akan berada di wilayahNya
.
jika bersuci hanya sebatas syareat
tak akan ada manfaatnya sedikitpun
untuk mi'roj kewilayah keagungan tuhan
.
menggunakan air yang suci dan menyucikan
.
sesungguhnya air itu tidak suci apalagi mensucikan
yang bisa suci dan mensucikan itu adalah
ma'ul haya (Air kehidupan)
maka bersucilah dengan menggunakan air itu
.
yang di namakan Ma'ul haya atau air kehidupan itu, adalah :
hakikatnya air,
bahwa hakikatnya air itu adalah menghidupkan
sedangkan tidak ada yang menghidupkan kecuali Alloh
maka yang di maksud air Ma'ul haya itu adalah
kehidupan yang maha hidup itulah air suci yang mensucikan
.
jika berwudu menggunakan hakikatnya air (ma'ul haya)
yang suci dan bisa mensucikan yaitu hidupnya yang maha hidup
maka yang akan di sucikan adalah :
segala kehidupan yang palsu, pangakuan yang palsu
dan segala tabir kepalsuan yang tebal
yang menutupi kebenaran dari hakikatnya kehidupan
yang menutupi kebenaran dari hakikatnya kerajaanNya
yang menutupi kebenaran dari hakikatnya pengakuan
.
kepalsuan itu menutupi penglihatan, pendengaran, penciuman ..
kepalsuan itu telah menutupu wajah Alloh
kepalsuan itu menutupi perbuatan siapa yang sebenarnya berbuat
kepalsuan itu menutupi langkah, rasa, akal dan fikiran
menuitupi dari yang sebenarnya siapa yang melangkahkan rasa, akal dan fikiran
.
maka basuhlah tangan, wajah, penglihatan, pendengaran, penciuman, akal, fikiran dan kaki dalam berusaha
bersuci dengan menggunakan hakikatnya air (air kehidupan)
hilangkanlah semua tabir kepalsuan itu
hilangkanlah yang menutupi kebenaran itu
.
sampai terbukalah semua hakikat kebenaran
tangan, wajah, penglihatan, pendengaran, akal fikiran
usaha, kehendak, rasa, semua bersih dengan air kehidupan
yaitu adanya semua itu adalah oleh yang maha hidup
bukan oleh kepalsuan hidup yang hanya mengakaui
dari yang sebenarnya hidup
.
jika demikian, maka masuklah ia ke dalam jalan mi'roj
yaitu sholat, menghubung

DUNIA

pemahaman kehidupan yang menipu
.
yang di maksud dunia yang menipu itu bukan langit dan bumi ini
yang di maksud DUNIA adalah kesadaran pemahamanmu
yang hidup di langit dan bumi dengan pemahaman yang dekat
melihat alam ini dengan kesadaran yang tertipu
.
jika melihat alam dunia ini yang di lihat adalah HAQ
maka kehidupanmu berada di langit
jika melihat penciptaan langit dan bumi dan isinya
dengan panglihatan yang HAQ
meka engkau hidup di alam malakut, alam jabbarut dan alam lahut
.
tapi jika melihat alam dunia ini,
melihat penciptaan langit dan bumi ini, dengan penglihatan bathil
dengan penglihatan selain dari Alloh swt
maka hidupmu berada di dunia, pemahamanmu pemahaman dunia,
kesadaranmu adalah kesadaran dunia yang tertipu ..
.
"...dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan bathil (sia-sia)...." (QS. 3:191)
.
hamba Alloh yang hidupnya di alam malakut, jabbarut, lahut
adalah hamba yang kesadarannya, pemahammannya
selalu berada pada yang haq bukan yang bathil
.
di bumi dan di langit yang sama ini, bukan yang lain
tapi kesadaran dan paham yang berbeda di langit dan sidrotul muntaha sehingga dia melihat HAQ pada alam ini
.
perbedaan alam pada orang2 yang telah mencapai alam lahut
adalah kesadarannya, pemahamannya, dan hatinya
yang telah meninggalkan kesadaran dan pemahaman dunia yang batil dan yang menipu
dia telah bisa selalu melihat yang HAQ bukan yang bathil ...
.

AL QUR'AN ADALAH AL HIKMAH


.
al-Qur'an adalah perkataan terbaik
yang tidak ada sia-sia di dalamnya
setiap ayat al-qur'an menunjukan tanda-tanda-Nya
ayat al-qur'an menyeru agar melihat kepada tanda-tanda-Nya
setiap hukum, kisah, muamalah, ubudiyah bahkan yang mutasabihat
semua mengandung seruan kepada tanda-tandaNya
.
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"(QS.41:33)
.
jangan di kira yang di maksud ayat-ayat Alloh itu adalh tulisan kitab al-qur'an, ayat-ayat Alloh yang sebenarnya yang di maksud adalah tanda-tanda Alloh pada diri atau di luar diri.
INILAH yang jelas sekali di dustakan oleh kebanyakan manusia, walaupun mengimani tulisan al-qur'an jika tidak bisa melihat adanya tanda-tanda Alloh pada, diri dia itulah pendusta dan yang mendustakan ayat-ayat (tanda-tanda) Alloh
.
dan salah satu ciri yang mendustakan ayat-ayat Alloh adalah yang melihat bahwa ayat-ayat Alloh itu adalah tulisan al-qur'an itu ..bukan yang menunjukan tanda-tandaNya tapi mennjukan tulisan ...
.
ORANG YANG BICARA TANPA ILMU ALLOH JELAS AKAN BERDUSTA
.
YANG MELIHAT PADA TULISAN AL-QUR'AN HANYA KELIHATAN TULISANNYA SAJA DIA ADALAH PENDUSTA AYAT-AYAT ALLOH (PENDUSTA TANDA-TANDANYA ALLOH)
.
YANG MELIHAT PADA TULISAN AL-QUR'AN HANYA KELIHATAN CERITA DAN HUKUM MU'AMALAH DAN UBUDIYAH SAJA .. TIDAK BISA MELIHAT AYAT-AYAT-NYA TIDAK BISA MELIHAT TANDA-TANDANYA DIA ITULAH YANG MENDUSTAKAN ALLOH
.
YANG MELIHAT KEHIDUPAN TIDAK DI LIHATNYA ALLOH
SESUNGGUHNYA DIA TIDAK BISA MEMBACA AYAT-AYATNYA
PADA DIRINYA YAITU AL-QUR'AN YANG ADA DI DALAM DADA

hijrah kepada Alloh dan RosulNya


wahai jiwa-jiwa yang selalu berpindah pindah
ketika jiwamu pindah ke binatang
maka dirimu adalah binatang
engkau akan hanya melihat di dalamnya
makan, tidur, bermusuhan, birahi dan mempertahankan diri
tidak tahu salah atau benar
tidak bisa tersenyum dan tertawa ...

ketika jiwamu pindah kepada manusia
maka dirimu adalah menjadi mereka
engkau akan melihat kejelekannya dan kebaikannya
terkadang marah terkadang sayang
terkadang bersahabat terkadang bermusuhan
terkadang manfaat terkadang mudlorot
terkadang kafir terkadang iman
terkadang senyum terkadang cemberut
terkadang malaikat terkadang iblis dan setan
ketika jiwamu pindah kepada dirimu
engkau akan menjadi nafsumu
bangga dan sombong ketika mampu
riya dan ujub ketika di puji
senang dan rela ketika nafsu terpenuhi
benci dan dendam ketika terganggu
menyesal dan putus asa ketika salah
lupa dan sesat ketika nikmat
ketika jiwamu pinda kepada Rosul Alloh
engkau akan menjadi hamba Alloh
sahabatmu para malaikat dan Waliulloh
yang selalu bertasbih mensucikan-Nya
ucapanmu adalah dzikir
akhlakmu adalah kitabulloh
pandanganmu adalah syahadat
hidupmu adalah sholat
kemurahanmu adalah zakat
kehendakmu adalah puasa terus bertaqwa
berjalanmu di muka bumi adalah haji
ketika jiwamu pindah kepada Alloh
maka musnahlah seluruh sifat binatang
musnahlah sifat malaikat
jiwamu adalah Ruh-Nya
namamu adalah namaNya
sifatmu adalah sifatNya
perbuatanmu adalah perbuatanNya
dan dzatmu adalah dzatNya
hijrah adalah pindah kepadaAlloh dan RosulNya
hijrah adalah taubatan nashuha kembali kepadaNya
تُبُوْا اِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوْحًا
Artinya "kembalilah kalian kepada Alloh dengan kembali yang murni"

syirik


"Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezeki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal." (QS.30:28)
.
Wahai saluki ...
sesungguhnya tidak seorangpun yang bisa berbuat syirik
.
ketika kamu wahai saluki dalam keadaan syirik
yang sesunguhnya adalah karena kamu tidak mengenal Aku
sehingga kamu mengecilkan Aku
jika kamu membesarkan Aku tetapi kamu masih ada selain Aku
maka takbirmu bohong belaka
karena kebesaranKu adalah tanpa di batasi seorangpun
.
ayat yang tersampaikan di atas
seharusnya menjadi terang bagimu
sebagai permisalanKu kepadamu
.
aku umpamakan engkau sebagai sesuatu yang engkau miliki
dan Aku umpamakan dirimu adalah sebagai Aku
.
maka perhatikanlah !!!
apakah sesuatu yang engkau miliki
adalah sekutu bagi dirimu ?
apakah tangan yang engkau miliki adalah sekutu bagi dirimu
apakah kaki yang engkau miliki adalah sekutu bagi dirimu
kamu bukanlah saluki jika tidak ada tangan
kamu bukan saluki jika tidak ada kaki
karena saluki adalah dengan tangannya
karena saluki adalah dengan kakinya
.
perhatikanlah lagi firmanKu di atas !!!
demikianlah Aku buat perumpamaan dirimu di hadapanKu
Aku adalah denganmu saluki
Aku adalah dengan hambaku
jika Aku tanpa kamu maka itu, bukanlah Aku sperti itu
jika kamu menganggap Aku tidak denganmu
maka Aku hukumi syirik yang seperti itu
.
maka ketika Aku berikan rizki kepadamu
tangan bukanlah sekutumu dalam menikmati rezekimu
apa yang di takuti oleh semua yang kau miliki tentang rizki
adalah yang di takuti olehmu juga
.
yang di takuti oleh tangan tidak bisa bergerak
adalah yang di takuti olehmu juga
begitulah karena tangan bukanlah sekutu bagimu
.
begitu pula dirimu adalah bukan sekutu bagiku
maka janganlah engkau menjadikan Aku sekutu
karena apa yang engkau khawatirkan
adalah apa yang ada padaKu juga
amat jeleklah orang yang menjadikan sekutu kepadaKu
.
maka apakah mereka tidak berakal

ilmu tauhid


inti tauhid adalah menegakan لا اله الا الله
mentiadakan ilah dan menetapkan Alloh
menafikan tuhan dan mengitsbatkan Alloh
.
SIFAT NAFSIYAH " WUJUD"
sifat ini adalah sifat fithroh pada manusia
semua manusia akan mengakui ketidak mampuan dirinya
dan mengakui ada yang mengurus dirinya
yang beragama atau atheis mereka mengakui dengan fithrohnya
sehingga mempunyai keyakinan bahwa tuhan itu ada "WUJUD"
.
SIFAT SALABIYAH ATAU SIFAT QUDSIYAH
qidam (dahulu pada azali), baqo (kekal tetap ada tidak akan musnah), mukholafatul lilhawaditsi (berbeda atau bukan yang baru), qiyamuhu binafsihi (berdiri sendiri tak terpengaruh oleh sesuatupun) dan wahdaniyah (satu yang Bukan bilangan)
adalah sifat maha suci dari selain diriNya
SIFAT SALABIYAH
juga adalah sifat yang mensifati sifat ma'ani dan ma'nawiyah artinya sifat ma'ani dan sifat ma'nawiyah semuanya bersifat salabiyah atau Qudsiyah
.
SIFAT MA'ANI
Qudrot (berkuasa), irodat (berkehendak), ilmu (mengetahui), hayat (hidup), sama' (mendengar), bashor (melihat) kalam (berfirman)
adalah sifat nafi (mentiadakan)
artinya tidak ada yang berkuasa, tidak ada yang berkehendak,
tidak ada yang mengetahui, tidak ada yang hidup, tidak ada yang mendnegar, tidak ada yang melihat dan tidak ada yang berfirman. kecuali diriNya sendirian
jika sifat-sifat ma'ani ini di sifati dengan sifat salabiyah maka Qudrotnya (berkuasanya) tidak seperti berkuasa makhluknya tetapi berkuasanya bersifat dahulu, kekal, berdiri sendiri, dan dari yang satu walaupun kelihatannya banyak. begitu pula sifat ma'ani lain yang di sifati dengan salabiyah
.
SIFAT MA'NAWIYAH
Qodiron (keadaanNya yang sedang berkuasa), muridan (keadaanNya yang sedang berkehendak), 'aliman (keadaanNya yang sedang mengetahui), Hayyan (keadaanNya yang sedang hidup) sami'an ( keadaanNya yang sedang mendengar), bashiron (keadaanNya yang sedang melihat), mutakaliman (keadaanNya yang sedang berfirman)
adalah sifat isbat menetapkan bahwa sesungguhnya tidak ada yang bisa, kecuali yang bisa bersifat itu semua adalah hanya Dia sendirian dan sifatnya SEDANG TERJADI terus-terusan tidak berhenti dari dahulu, sekarang dan nanti tidak ada akhirnya ...
tidak berubah, tidak turun, tidak naik tidak istirahat, tidak mengantuk atau tidur
.
ilmu-ilmu tauhid yang di pelajari sampai mendalam
sebenarnya masih mempelajari لا اله
tidak sampai kepada الا الله
masih sebatas " TIDAK ADA TUHAN"
belum sampai kepada "KECUALI ALLOH"
baru menafikan belum mengitsbatkan
ilmu tauhid sebatas mempelajari ليس كمثله شيء
"tidak ada yang serupa dengan Alloh"
seperti adaNya tidak bertempat, tidak berarah, tidak membutuhkan yang lain, dahulunya bukan dahulu seperti makhluk
akhirnya bukan akhir seperti makhluk
.
demikianlah ilmu tauhid, hanya sebatas nafi atau mentiadakan
belum sampai mengisbatkan atau menetapkan
kecuali orang yang sampai kepada wusul ma'rifat kepada Alloh.
dengan wusul ma'rifat kepada Alloh
maka berarti sudah mengisbatkan ALLOH yaitu الا الله
.
hakikatnya ilah (tuhan yang di tiadakan)
adalah berhala-berhala pada yang bertahta di kerajaan diri ini
mereka adalah thoghut-thoghut yang harus di bantai
seperti telah dibantai oleh nabi ibrohim
thoghut yang menjadi ilah itu yang ada pada kerajaan diri ini
adalah matamu yang bisa melihat,
telingamu yang bisa mendengar,
mulutmu yang bisa berfirman,
tanganmu yang bisa berbuat
dan ilah atau thogut yang tarbesar adalah nafsumu
maka ibrohim membantai semuanya
bahwa mata, telinga, mulut, tangan dan lainnya
tidak bisa berbuat apa-apa لا حول ولا قوة الا بالله
setelah hancur seluruh thoghut berhala-berhala itu
ternyata masih ada berhala yang terbesar
dia itulah NAFSU, yang masih dikalungkan kampak pada lehernya
artinya yang masih merasa bisa berbuat
masih merasa ada, DAN susah UNTUK DIhancurkannya

sifat manusia itu adalah selalu melampaui batas


jika nabi menerangkan : يسروا و لا تعسروا
"PERMUDAHLAH JANGAN MEMPER SULIT"
di sikapi dengan menggampangkan segala sesuatu
di sikapi dengan menganggap agama itu mudah
dan apa yang di dapat sudah benar sudah cukup
asalkan sudah di aku sebagai orang islam di mata manusia
asalkan sudah kemesjid melakukan sholat 5 waktu
padahal masih dalam kemunafikan dan kekafiran
.

maksud mempermudah itu : sesungguhnya agama itu
bisa di gapai oleh semua manusia yang berakal dengan mujahadah
dan bersungguh-sungguh, jangan putus asa
semua bisa mencapai kema'rifatan kepada Alloh swt.
.
sebaliknya jika di katakan : لا يمسه الا المطهرون
"tidak akan tersentuh kebenaran itu kecuali orang yang di sucikan" (QS.56:79)
di sikapi dengan putus asa, menganggap yang bisa seperti itu hanya para nabi dan wali-wali Alloh, mereka merasa cukup dengan keadaannya dan tidak mau berusaha, padahal keadaan dirinya adalah dalam kegelapan, dan kesesatan yang nyata ...
.
ketahuilah ..!!!!
belum cukup dan tidak jadi jaminan ilmu tinggi yang di dapat di pesantren
tidak jadi jaminan hafal alfiyah, nahu, shorof, mantik, bayyan, ilmu ballaghoh, hafidzul qur'an, fiqqih, ushul fiqqih, tauhid, ushuluddiin, dll
jika masih dalam kegelapan tidak mengenalNya
.
bukalah mata hati ... dengan bersungguh-sungguh di jalan Nya
.
jangan merasa sudah benar jika belum yakin sampai haqul yakin
walaupun kata nabi " pemudahlah jangan mempersulit"
jangan putus asa dengan merasa cukup yang di dapat, jika belum yakin sampai haqqul yakin, walaupun Alloh berfirman "tidak akan tersentuh kebenaran itu kecuali orang yang di sucikan"
.
itu bisa di gapai oleh semua manusia yang berakal ...
tanpa terkecuali termasuk dirimu ...!!!
.

Haqul yaqin (keyakinan yang sebenar-benarnya)


.
kamu akan mendapatkan haqqul yakin
jika kamu sudah pernah merasakan
bahwa keyakinan dirimu slama ini adalah sesat
.
selamanya tidak akan pernah mengalami haqqul yaqin
dan selamanya kamu masih dalam kegelapan ..
jika kamu belum pernah merasakan sesat dalam beragamamu
.
jika kamu belum bisa iman sampai kepada haqul yakin
cobalah rasakan kesesatanmu sampai haqqul yakin
yaitu meyakini sampai haqqul yaqin bahwa kamu sesat
maka imanmu sampai ke haqqul yakin
.

MUSA DAN HIDIR

setiap orang yang akan masuk ke dalam ilmu hakikat
pasti akan menjumpai hidir as.
.
barang siapa yang tidak tertipu dan bisa tembus
terhadap kehadiran hidir as.
maka ia akan bisa memasuki ilmu hakiakt, ilmu hikmah dan ilmu rahasia ..
.
sayyidina Ali kw. berkata : " Rosululloh tidak merahasiakan sesuatupun kepadaku yang sesuatu itu di sembunyikan kepada kebanyakan manusia, kecuali Alloh mendatangkan kepada hambanya (manusia) itu kepahaman terhadap kitabNya, maka jadilah orang yang bersungguh-sungguh dalam mencari pemahaman itu " (Ihya : I/284)
.
ilmu syareat yang ada pada nabi musa belum bisa menembus ilmu hakikat yan ada pada nabi hidir ...
maka Alloh azza wa jalla memerintahkan musa untuk belajar hakikat kepada hidir as. ...
.
dalam pelajarannya dari syareat ke hakikat yang menjadi penghalang bagi ORANG-ORANG YANG BERILMU SEPERTI MUSA AS. adalah kesabaran, seperti hidir as. yang memberikan syarat kepada musa agar bersabar ... tetapi musa tidak sabar dalam 3 ilmu hakikat:
.
1. ketika membunuh anak kecil
2. ketika melubangi perahu yang di tumpanginya
3. ketika membangun harta anak yatim
.
1. MEMBUNUH ANAK KECIL
membunuh anak kecil adalah membunuh nafsu
nafsu di ibaratkan sebagai anak kecil karena kehendak nafsu seperti anak kecil yang tidak mau mengambil pelajaran pada setiap kejadian agar bisa mendekat kepada Alloh,
.
jika nafsu tidak di bunuh maka selamanya akan menjadi anak kecil yang tetap kafir dan mengingkari Alloh azza wa jalla ...
jika melakukan sholat, yang di lakukan hanya gerakan dan ucapannya saja sedangkan hakikatnya sholat "tanha 'anil fahsyai wal munkar" tidak tersentuh sama sekali.
jika berdzikir, yang di lakukan hanya menyebut namaNya saja
sedangkan ingat yang menjadi hakikatnya dzikir dan menjadi perintah tidak tersentuh sama sekali
jika zakat, yang dilakukan hanya mengeluarkan harta benda saja sedangkan membersihkan diri yang menjadi hakikatnya zakat tidak tersentuh sama sekali
begitulah nafsu seperti anak kecil yang selalu mengingkari semua hakikatnya perintah Alloh pada kebenaran
.
ingatkah ucapan gus dur ?
beliau mengatakan "semua mentri dan dewan ilmunya masih TK"
.
MELUBANGI PERAHU
perahu adalah ibarat ilmu syareat yang ada pada syareat,
ilmu syareat yang di jaga benar-benar agar jangan rusak ... begitu kuatnya kebanyakan manusia menjaga ilmu syareat, sampai-sampai tidak bisa masuk ilmu-ilmu hakikat ..
maka hidir as. membuka atau melubangi ilmu syareat yang di ibaratkan sebagai perahu agar bisa masuk lautan ilmu dari sang maha raja yang akan merampas semua ilmu-ilmu yang ada pada semua makhluknya ... maksud merampas adalah bahwa sebenarnya tidak ada yang berilmu yang berilmu itu adalah hanya sang maha raja yaitu Alloh yang di ibaratkan sebagai lautan ....
jika perahu di lubangi maka masuklah air lautan yang akan merampas dan menenggelamkan perahu
artinya jika syareat di buka di dalam lautan ilmu Alloh maka akan terbukalah rahasia ilmu Alloh yang akan merampas ilmu-ilmu hambanya ...
.
MEMBUAT BANGUNAN HARTA 2 ANAK YATIM
ceritanya : " hidir as. masuk perkampungan yang penduduknya tidak mau menyambutnya, jangankan memberi jamuan kepada hidir yang sedang tidak mendapatkan makanan, maka musa bekata " seandainya engkau meminta upah dari pekerjaan ini "
.
hakikat harta anak yatim adalah sebagai ibarat dari mutiara ilmu yang terpendam, yang hanya di berikan kepada orang yang berhak menerimanya sebagai yatim.
dan harus tahu apakah arti hakikatnya yatim?
hakikat yatim adalah seseorang yang sudah tidak mempunyai apa-apa tidak punya ibu, bapa, teman, saudara, ia hidup sendiri sebatang kara ... maka orang semacam ini hakikatnya adalah orang yang sudah tidak menjadikan syirik kepada Alloh swt.
jika seseorang masih hidup dengan yang lain maka orang inilah yang di namakan bukan orang yatim atau hakikatnya masih syirik masih punya teman bahkan ia menjadikan teman kepada Alloh, yaitu Alloh punya teman yang tidak lain temanNya itu adalah dirinya sendiri selain Alloh.
.
yang di maksud bangunan itu adalah hijab yang menutupi orang banyak ... dan ketika itu hidir as. membangun semakin tebal hijab kepada orang banyak sehingga banyak yang tertipu ...
.
maka musa as. berpendapat seandainya hidir as. memberi tahukan saja, tidak membentengi dengan hijab mungkin orang banyak akan memberikan balasan (upah) dengan pengakuan mereka atau penghormatan mereka kepada hidir as. sebagai nabi atau sebagai orang sholeh yang mengetahui ilmu Alloh ....
hidir as. tetap tidak membukakan hijab itu maka jadilah hidir as. sebagai nabi yang tidak di kenal dan tidak di ketahui ...
.
maka dengan ketidak sabaran ini, menjadi akhir dari perjalanan hidir dengan musa as.
.
CERITA DI ATAS MENGANDUNG HIKMAH BAGI YANG MENGHARAPKAN ILMU RAHASIA JIKA MAU MENGAMBIL PELAJARAN

pertanyan : mohon penjelasannya mengenai ilmu titik BA lebih banyak lagi.terimakasih ...

Ilmu titik ba itu ada di sisi Alloh ...
tidak ada yang bisa memahaminya kecuali orang yang sudah di bersihkan olehNya dan orang yang di perjalankan olehNya (majlub).
.
firmanNya:
َو لَدَيْنَا كِتَابً يَنْطِقَ بِالْحَقّ وً هُمْ لاَ يُظْلًمُوْنَ
Artinya : "dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak disesatkan" (QS. 23:62).
.
tidak seorang Rosulpun yang berkata menyampaikan kitab-kitabNya
kecuali melalui titik "ba"
karena titik "ba" bagaikan ikatan perjanjian hamba kepada Robbnya
sehingga apa yang di sampaikan oleh para Rosul dan para Wali-waliNya tidak akan ada perbedaan
firmanNya :
لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهِ
Artinya : "tidak ada Kami membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", (QS.22:85)
.
ilmu titik "ba" itu bagaikan pusatnya ilmu, yang memancar ribuan bahkan jutaan lebih dari cahaya
dengan cahaya itu hamba akan beriman, dari cahaya itu hamba akan mendapatkan petunjuk kebenaran, dari cahaya itu hamba akan berada pada jalan yang lurus dengan cahaya itu akan terbuka hati terhadap Islam. dengan cahaya itu hamba ma'rifat kepadaNya.
.
itu baru dari cahayanya ....
sedangkan cahaya itu keluar dari sumbernya yaitu "titik Ba"
jika seorang hamba yang mendapat cahaya, dan terus menuju kepada sumbernya "titik ba" maka ia akan mendapatkan banyak hikmah rahasia.
akan memahami rahasia ilmu al-Qur'an, bahkan hikmah rahasia yang terpendam, yang tidak banyak manusia mengetahuinya, akan terbuka dengan jelas"
.
sayidina 'ali kw berkata:
ما أسر علي رسول الله ص ع س شيئا كتمه عن الناس الا ان يؤتى الله عبدا فهما فى كتابه
Artinya " Rosululloh tidak merahasiakan sesuatupun kepadaku yang sesuatu itu di sembunyikan kepada kebanyakan manusia, kecuali Alloh mendatangkan kepada hambanya kepahaman terhadap kitabNya" (Ihya jilid I hal 284 baris ke 6)
.
tidak lain pintu untuk memasuki ilmu titik ":ba"
adalah dengan "MA'RIFATULLOH"
tidak ada lain untuk ma'rifat adalah dengan menggunakan akal mentafakkuri ayat-ayatNya sampai mengetahui yang HAQ dengan yang BATHIL, setelah itu berdirilah pada yang HAQ bersihkan terus semua yang bathil
.
HIJAB YANG PALING TEBAL BAGI YANG BERILMU ADALAH KARENA ILMUNYA
HIJAB YANG PALING TEBAL BAGI YANG BODOH ADALAH KARENA KEBODOHANNYA
.
MAKANYA PERHATIKANNLAH KALIMAT INI :
انظر ما قال و لا تنظر من قال
ARTINYA : "perhatikanlah apa yang di bicarakan jangan memperhatikan siapa yang berbicara"
.
karena penolakan umat-umat terdahulu di JAMAN NABI SAW. dikarenakan mereka memandang "MUHAMMAD BIN 'ABDULLOH" tidak memandang "APA YANG DI SAMPAIKANNYA SEBAGAI ROSULULLOH"
.
he.. he... he ...
dari jaman adam dan iblis sampai ke jaman rosululoh dan abu jahal jika yang di pandang oleh iblis adalah adamnya maka iblis mencibir..
jika yang di pandang oleh Abu jahal adalah muhammadnya maka hinaan dan cacian
jika yang di pandang oleh kalian adalah saluki maka he..he.. he...
maka ... jadi lucu ...

MUHASABAH


coba sekali saja perhatikan maknanya
jangan hanya bacaannya saja
bismillah itu bukan hanya untuk di baca saja
ta'awudz itu bukan hanya untuk lisan saja
sholawat itu bukan hanya untuk di nyanyikan saja
sholat itu bukan hanya untuk di kerjakan saja
.
semuanya harus di pelajari ...
apa maksud dan tujuan dari hakikatnya perintah itu ..?
.
jika semua perintah berhenti pada dzohirnya saja
sangat rugi sekali ...
itu merupakan kedzoliman dalam diri sendiri ..
kegelapan dalam diri sendiri..
tidak ada manfaatnya di hari akhirat ...
.
renungkan !!! renungkanlah !!!
.
janganlah jadi orang tua, pikiran masih anak-anak ...?
janganlah alumni pesantren ilmunya masih TK
janganlah jadi ustadz, kiyai, ulama, penceramah, haji, banyak jamaah, dll. tapi masih bahlul
.
sekali-sekali cobalah rasakan seperti begini :
seandainya kita di jadikan seperti rosululloh, kita menyuruh orang lain membaca bismillah
tentu ada alasannya, maksud dan tujuannya bukan ...?
kenapa harus baca bismillah ...
naah ... alasan maksud dan tujuannya itulah yang harus di cari ...
.
jangan mengatakan kami tidak akan mampu ....
hal seperti itu, bagi orang-orang pilihan saja ...
.
pikiran seperti itu adalah godaan syetan dan iblis ...
yang akan menutup terhadap kebenaran
.
orang yang tertutup terhadap kebenaran
sebenarnya orang seperti ini yang di namakan kafir...
walaupun dia memakai sorban, bacaan arabnya fasih,
hapal al-qur'an, pintar baca kitab, dan sering ceramah
jika ia tertutup dari kebenaran maka dia kafir dari kebenaran

TA'AWUDZ 3

hakikat sesungguhnya ta'awudz adalah lari dari sifat sifat setan untuk kembali kepada Alloh swt ...
.
orang yang ta'awudznya tidak bisa mengembalikan ke fithroh Alloh
maka ta'awudznya bohong alias bukan ta'awaudz, karena tugas setan itu hanya satu :

yaitu, agar kamu tidak bisa kembali kepada Alloh swt dengan cara menyesatkan, membutakan(gelap), menipu (salah) dan menutup (najis) ...
.
dan karena sifat-sifat setan itu, adalah seperti tersebut di atas maka :
yang sesungguhnya ta'awudz (berlindung) adalah ;
~ Lari dari kesesatan menuju kepada petunjuk (jalan menuju Alloh)
~ lari dari kegelapan menuju kepada cahaya Alloh yang terang
~ lari dari tipuan (kesalahan) menuju kepada kebenaran (kenyataan)
~ Lari dari najis (hijab) menuju kepada penyingkapan (kasyaf)
.
= kesesatan =
yang di maksud sesat adalah : keadaan hidup yang berada pada jalan yang tidak menuju kepada Alloh swt.
keadaan hidup itu mencakup :
sholat, ibadah, hidup dan mati seperti firmanNya :
قُلْ اِنَّ صَلَاتِىْ وَ نُسُكِىْ وَ مَحْيَايَ وَ مَمَاتِىْ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ
"Katakanlah: "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk (menuju kepada) Allah, Tuhan semesta alam," (QS.6:162)
.
jadi, bagi yang sholat, ibadah, hidup dan matinya tidak menuju kepada Alloh,tidak sampai bertemu dengan Alloh swt. mereka itulah oarang-orang yang dalam keadaan sesat yang tidak akan bisa kembali dan tidak bisa bertemu dengan Alloh swt.
.
dan ketahuilah ...!!!
.
kembali dan pertemuan dengan Alloh itu adalah di kehidupan sekarang ini, bukan nanti setelah umur sudah habis, karena jika ajal sudah sampai pada tenggorokan, dan pada saat itu tidak menemukan jalan kembali kepada Alloh swt. maka tidak ada jalan lagi untuk bisa mengenal dan menjumpai Alloh swt.
KETIKA AJAL SUDAH SAMPAI PADA TENGGOROKAN tidak ada lagi jalan kembali (taubat) kepada Alloh swt, tidak ada lagi jalan untuk mengenalNya ...
.
WAHAI MANUSIA KALIAN DALAM KESESATAN ...!!!
WAHAI MANUSIA KALIAN DALAM KESESATAN ... !!!!
.
SADARLAH ....
JANAGAN TERTIPU OLEH SETAN yang memang tugasnya menyesatkanmu ... setan telah membisikkanmu, ia berkata kepadamu, bahwa kamu sudah sholat lima waktu ... kamu sudah menyebut lafadz "Alloh banyak sekali" dll. itu sudah cukup tidak perlu bertafakkur menggunakan akalmu, nanti kamu akan bertemu dengan Alloh setelah ajal tiba nanti.
.
SEPERRTI ITULAH TIPUAN SETAN YANG SEKARANG OLEH KEBANYAKAN MANUSIA SEDANG DI KERJAKAN
.
sekali lagi !!!
.
bagaimana mungkin kalian akan bertemu dengan Alloh nanti setelah mati sedangkan Alloh yang nyata dan jelas sekarang engkau dustakan ?!!
apakah Alloh akan berubah ... sehingga sekarang engkau dustakan dan nanti akan bertemu setelah mati ...?
.
tidak ... sekali-sekali tidak .... Alloh tidak berubah ...
bagi yang tidak bisa bertemu sekarang tidak akan betemu nanti ...
bagi yang tidak bisa mengenalNya sekarang tidak akan mengenalNya nanti ...

TA'AWUDZ bag 2


berlindung kepada Alloh dari setan yang terkutuk
.
segala macam perlindungan akan menjadikan aman dan nyaman
jadi salah satu sifat orang yang berlindung kepada Alloh
adalah merasa aman, nyaman dan tentram hatinya
.
keamanan kenyamanan dan ketentraman hati ini
karena mendapatkan tujuan yang sebenarnya, yang selama ini di cari
tujuan itu terbuka dengan jelaas yang selama ini tertutup oleh
kegelapan, kesesatan, kotoran, tipuan, kebingungan dan keraguan
.
perlu di perhatikan !!!!!
berlindung dari setan itu adalah lari dari sifat-sifat setan
bukan lari dari yang menakutkan, bukan lari dari yang serem
bukan lari dari hantu, kuntilanak, genderuwo, dll.
bukan lari dari setan-setan semacam itu ... jika lari dari semacam itu ... maka berlindungnya pasti akan salah dan tidak akan bisa berlindung di lindungan Alloh swt ... karena lari dari itu ... akan menuju kepada selain Alloh
.
berlindung dari setan adalah lari dari sifat-sifat setan
dan orang yang lari dari sifat-sifat setan akan menuju kepada
sifat-sifat ketuhanan, orang yang bisa melepas dari sifat-sifat setan akan teranglah nur cahaya Alloh dan semakin tajalli (tampak) Alloh.
.
setan itu mempunyai sifat sifat yang menutup kebenaran
yang menjadikan anda sendirilah sebagai setannya
.
firmanNya :

الذى يوسوس فى صدور الناس
من الجنة و الناس
"(setan itu) yang membisikkan ke dalam dada manusia,
(setan itu) dari (golongan) jin dan manusia." (QS.144:5-6)
.
sedangkan sifat sifat setan adalah :
.
- SESAT - artinya sesat adalah menjauh dari Alloh swt, terlempar dari Alloh, bahwa sesungguhnya semua asalnya yang ada hanya Alloh tapi setelah manusia lahir merasa selain dari Alloh swt maka inilah yang di namakan sifat setan "ARROJIIM" artinya yang terlempar / terusir / terlaknat / terkutuk dari Alloh
.
- GELAP = artinya buta tertutup dan tidak terbuka terhadap kebenaran sebagai jalan kembali lagi pada jalan Alloh (taubat)
.
- NAJIS/KOTOR = Artinya ada hijab yang sangat tebal dan banyak yang menutupi terhadap kebenaran
.
- MENIPU/TERTIPU = artinya akan melihat kebenaran terlihat bathil dan kebathilan terlihat benar
.
maka, jika bisa lari dari sifat sifat setan di atas
tentu ia akan menuju Alloh swt karena akan membuka sifat, asma, af'al dan dzatnya Alloh swt ...
.

TA'AWUDZ bag 1


ta'awudz adalah meminta perlindungan kepada Alloh
lafadznya :
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
Artinya : " Aku berlindung kepada Alloh dari syetan yang terkutuk"

berlindung kepada Alloh agama pasti akan baik dan benar
اوّل الدين معرفة الله
artinya " Awalnya beragama adalah mengenal Alloh"
.
salah satu menjalankan agama adalah berta'awudz
yaitu berlindung kepada Alloh dari syetan
.
seseorang lari dari kesengsaraan menuju ke kebahagiaan
karena mengetahui apa itu sengsara dan apa itu bahagia
.
begitu pula ta'awudz ..
orang yang berlindung kepada Alloh dari syetan adalah
orang yang lari dari syetan dan menuju kepada Alloh
maka ia harus mengetahui ruginya bersama syetan
dan manfaatnya bersama Alloh
.
tidak mungkin orang mengetahui ruginya bersama seytan
dan tidak mungkin mengetahui manfaat bersama Alloh
kecuali orang yang mengenal Alloh
.
dengan mengenal Alloh akan mengenal pula semua hakikat-hakikatnya
ia akan mengenal syetan, iblis, malaikat, surga, neraka, qiamat, akhirat, fitnah dajjal, shirotol mustaqim, imam mahdi, alam kubur pertanyaan munkar dan nakir, lailatull qodar, al-Qur'an, para Rosul, dan segala yang ghoib tampak pada dirinya ...
dan ia akan mengetahui dengan jelas apakah seseorang itu beriman, kafir atau munafiq dari tanda-tanda sujudnya atau ingkarnya bukan dari tanda-tanda bersorban, bukan dari banyak ilmunya, banyak amal baiknya dan bukan dari kemashurannya ...
.
karena itulah orang yang bisa berlindung kepada Alloh
adalah hanya orang yang mengenal Alloh
yang tidak mengenalNya tidak akan bisa berlindung kepadaNya
kecuali hanya sebatas ucapan
dan berusaha berbuat baik menurut dirinya saja
.
padahal apa yang menurut diri baik belum tentu baik menurut Alloh dan apa yang menurut dirinya jelek belum tentu jelek menurut Alloh karena nafsu selalu membenci yang benar dan menyukai yang bathil
.

Mengenang perjanjian dengan Allah


"jngatlah ketika tuhanmu mengambil perjanjian denganmu : " bukankah aku ini tuhanmu?" mereka menjawab : " betul kami menjadi saksi" ( QS. 7:172)
.
Jika kalian belum bisa mendengarkan kalamNya maka mari kita Belajar Membuka dan mengenal kalamNya
ketika Dia berFirman : "Bukankah Aku ini tuhanmu"
.
Sebelumnya mari tafakkur
jika banyak suara yang terdengar oleh kita tentu kita hanya akan bisa mendengar suara yang paling dominan saja atau hanya yang di perhatikan oleh kita saja, sedangkan suara yang lain tidak akan di sadari walaupun suara lain itu di dekat sekitar kita ....
.
Begitulah kalamulloh ... Sesungguhnya Allah selalu berkalam tidak berhenti, tapi karena kita hanya menggunakan nafsu, yang selalu mendengar kalam yang di senangi oleh nafsu, maka kalam Alloh tidak terbuka sama sekali, karena nafsu hanya akan mendengar kalam yang lain selain kalam Alloh, makanya jika kalamNya ingin bisa terbuka, caranya jangan dengan nafsu ....
.
Sedangkan sangat sedikit orang yang mengenal nafsunya, bagaimana akan bisa untuk melepaskan nafsu, jika nafsu tidak di kenal dan bagaimana bisa mendengar kalamnya jika nafsu yang selalu di pakai ...
Jadi berjihadlah perang melawan nafsu dengan mema'rifati nafsu terlebih dahulu ...
.
Contoh membuka kalamulloh dari firmanNya : "bukankah aku adalah tuhanmu?"
.
Ketika kita dikeluarkan dari perut ibu tentu kita sadari bahwa kita tidak ada kemampuan, kita tidak mampu mengadakan diri kita sendiri, ketika besarpun, kita tidak mampu membesarkan kita sendiri, tidak mampu membuat penglihatan, pendengaran, pikiran dll.
Dari semua itu, maka semua manusia akan mengakui dan bersaksi bahwa ada yang mengurusnya dan ada yang mengaturnya
dari kesadaran seperti itu, sebenarnya kesadaran setiap manusia yang seperti itulah, yang di maksud persaksianmu, sebagai jawaban atas pertanyaan Alloh dari kalamNya di atas ...
Kesadaran seperti itu, sebenarnya jawaban manusia atas firmanNya,
hanya manusia tidak sadar bahwa dia sedang menjawab kalamulloh karena manusia tidak bisa terbuka atas kalamNya ...
Sungguh seandainya manusia terbuka atas kalamNya, ia akan mendengar kalam yang bertanya kepadanya sebagai perjanjian pada waktu itu yaitu " bukankah aku ini tuhanmu ?"
.
Jika seseorang sudah terbuka dengan kalam Alloh ini, tentulah akan bisa terbuka dan mendengarkan kalam Alloh seluruhnya, yang ada di dalam kitab al-qur'an ataupun di lauhul mahfudz

KALAMULLOH

Kalamulloh tidak pernah berhenti, langgeng tidak berubah, tetap tidak bertambah, tidak berkurang, tidak berpindah, tidak hilang, tidak muncul yang baru lagi, karena sudah ada tersedia di setiap saat dari awal hingga akhir.
.
Ketika Alloh berkalam pasti akan sampai kepada makhlukNya, pasti akan di mengerti oleh makhluk,
.
Tidak ada satupun yang bisa menghalangi sampainya kalamulloh kepada makhluk
.
Ketika Alloh berkalam, maka makhluk pasti akan menerima dan langsung mengerti apa yang di sampaikan kepada nakhlukNya.
.
Tidak ada kalam selain kalamNya, maka pahamnya makhluk, mengertinya makhluk, mengetahuinya makhluk adalah di sebabkan karena dari kalamnya Alloh.
.
Yang di lihat mata akan menjadi pengetahuan dari bentuk, warna, gerakan, terang gelap dll
yang di dengar telinga akan menjadi pengetahuan dari suara, berisik ramai sepi dll.
Yang di cium hidung akan menjadi pengetahuan dari bau, harum, sedap dll.
Yang di pikirkan akan menjadi pengetahuan dari baik buruk, salah benar, manfaat bahaya dll
yang di rasakan akan menjadi pengetahuan dari panas, dingin, sedih, bahagia dll.
.
Hasil pengetahuan dari melihat mendengar, mencium, berfikir merasa dll. Itulah yang merupakan hasil dari karena Alloh berkalam dengan mereka...
.
Alloh terus berkalam dengan makhlukNya sehingga makhluk mendapat paham, ilmu dan pengetahuan dari segala sesuatu, dari bayi hingga mati.
.
Kalamulloh itu tanpa huruf, tanpa suara dan tanpa isyarat, yang membuat makhluk langsung paham tahu dan mengerti menjadi ilmu, pada diri makhluk ....
.
Segala pengetahuan, pengertian, pemahaman, perasaan dari bayi sampai mati adalah di sebabkan oleh kalamnya Alloh swt. Tidak ada yang di sebabkan dari selain kalamNya....
.
Jika seorang hamba tidak bisa mendengarkan kalamNya, itu karena si hamba masih ada nafsunya, maka jika hamba ingin mendengarkan kalamulloh haruslah menghilangkan nafsunya sehingga akan bisa mendengar dan membaca kalamulloh ...
.
Nabi muhammad mendengarkan kalamulloh dengan iqra' bismirobbika "bacalah/dengarlah dengan atas nama Alloh" dengan mendengar atas nama Alloh maka dirinya tidak ada karena sudah segalanya yang dilihat adalah atas nama Alloh. nafsunya sudah tidak ada maka terbaca dan terdengarlah kalamulloh"
.

AHLI HAKIKAT vs AHLI SYARIAT .

He.. He..
Kaya pertandingan saja ada "VS"-nya
.
-LA YAQULU WA LA YAF'ALU ILLA MA'RUFA -
"tidak berkata dan tidak mengerjakan kecuali yang sudah di kenal"
sudah di kenal itu maksudnya sudah di rasakan, sudah di buktikan, sida menjadi amal perbuatan dan menjiwai di setiap langkah kehidupannya.
.
Itulah Orang hakikat berkata dengan teguh, tidak mengucapkan perkataan yang lagho (sia-sia), karena yang di ucapannya adalah yang ma'ruf artinya benar-benar yang sudah di ketahui kebenarannya dangan yakin dan bukti yang nyata ...
Tidak berkata dengan hayalan
tidak berkata dengan dugaan
tidak berkata dengan perkiraan
tidak berkata dengan katanya
.
Tidak berkata dengan kemunafikan yaitu lisan berkata tapi tidak sesuai dengan keadaanya ...
Segala perkataannya adalah hajjah dengan bukti yang nyata di dalam dirinya .....
.
Yang di katakan adalah yang di alami, yang di amalkan, yang di yakini, yang di rasakan, yang di jadikan jalan hidup yang benar dan di benarkan.
.
Bahkan orang hakikat itu, malu, merasa jijik, kotor, dan munafik, di jauhkan sejauh-jauhnya untuk berkata dengan perkataan dongeng saja, perkataan yang tidak di alaminya, perkataan yang bukan hasil dari amal perbuatannya .... Hanya katanya ... Katanya ... Katanya ... Dari dalil ini ... Dari dalil itu dari kitab ini dari kitab itu ... dari kiyai ini dari kiyai itu ....
.
Maka sifat orang hakikat adalah :
-LA YAQULU WA LA YAF'ALU ILLA MA'RUFA-
"tidak berkata dan tidak melakukan kecuali sesuatu yang benar-benar sudah diketahui kebenarannya dengan dibuktikan sendiri"
.
Alloh berfirman :
"Tidakkah kamu perhatikan? Bagaimana Alloh membuat perumpamaan, perkataan yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya kelangit" (QS.14:24)
.
Ayat ini perumpamaan maksudnya adah : perkataan yang baik adalah perkataan yang sudah menjadi akar dengan amal perbuatan, rasa, menjadi sifat dan menjadi akar dengan bukti yang sebenar-benarnya dalam kehidupan dan keadaannya.
.
Alloh menegaskan dalam firmanNya:
" ..Alloh membuat perumpamaan itu supaya manusia mengambil pelajaran (dari peringatanNya)." (QS.14:25)
.
Dan FirmanNya :
"Dan perumpamaan perkataan yang buruk, seperti pohon yang buruk, yang telah di cabut akarnya dari permukaan bumi, tidak ada keteguhan sedikitpun" (QS.14:26)
.
Maksudnya adalah perkataan orang yang tidak dengan paham hakikat adalah perkataan yang tidak berakar dengan kenyataan, tidak berakar dengan amal perbuatan, dan tidak berakar dari kebenaran yang di alamanya ....
Tapi perkataan yang sekedar dongeng saja, dari katanya..... Katanya... Dan katanya ...
Menghayal .... Menghayal ... Dan menghayal ....
Menduga ... Menduga ... Dan menduga ...
Tidak pernah dirasakan sedikitpun, sebatas dari kata dalil, kata orang dan kata guru,
.
Itulah yang hanya berpaham syareat saja
.
TAPI ANEHNYA ..... !!!!!!!
Ketika hakikat itu di sampaikan ..... Kepada mereka, Mereka berpaling ... Mereka berkata : "cukuplah bagi kami yang kami terima dari ulama-ulama kami, dari guru-guru kami, dari ustadz-ustadz kami, dari para habib-habib kami ..., cukuplah kami bertaklid teruuuus... kepada mereka ... Cukuplah kami dengan menghayal ... menduga... Dan Mengira ..... Dengan cerita dongeng dongeng ...
.
Yaa... Mereka itulah yang di sindir oleh Alloh dalam firmanNya :
"apabila di katakan kepada mereka (sekarang : orang yg tdk paham hakikat), marilah mengikuti yang di turunkan Alloh dan rasul (mengikuti hakikat) mereka menjawab "cukuplah kami yang di dapat dari bapak-bapak kami (guru, ustadz,kiyai dll) telah mengerjakannya. Dan apakah mereka tetap akan mengikutinya walaupun nenek moyang mereka tidak mengetahui apa-apa (tentang hakikat) dan tidak pula mendapat petunjuk (dari hakikat)". (QS.2:170)

MEMBACA kitab LAUHUL MAHFUDZ - bag 1

.
mari kita mengikuti sunnah nabi kita muhammad saw.
.
nabi saw. membaca bukan dengan huruf-huruf, karena nabi adalah seorang yang ummi
tapi nabi membaca dengan langsung pada kitabNya "lauhul mahfudz" (lembaran yang terpelihara)
.
ketika ada warna-warna maka yang di baca adalah bentuk warnanya, bentuk hijaunya, coklatnya, merahnya... bukan membaca huruf-huruf yang mengatakan hijau-coklat atau merah
.
ketika ada panas dingin dan sejuk yang di baca adalah rasa panas, rasa dingin dan rasa sejuknya .. bukan dari huruf-huruf yang mengatakan panas, dingin dan sejuknya
.
ketika ada brisik, gaduh, sunyi, maka yang di baca adalah suaranya yaitu suara brisik, suara ramai dan suara sunyi
.
LAUHUL MAHFUDZ

LAUH
yang di maksud lauh adalah lembaran, maka yang di maksud lauh di atas adalah : adanya warna-warna adalah lauh, adanya rasa-rasa adalah lauh, adanya suara-suara adalah lauh ... dan adanya sesuatu dari timur kebarat utara ke selatan langit kebumi adalah lauh lembaran kitabNya, maka sangat terbentang luas lauh-Nya dari ujung timur sampai keujung barat dari ujung utara sampai keujung selatan dari langit sampai kebumi dari yang dzohir sampai bathin
MAHFUDZ
sedangkan mahfudz adalah terpelihara, tidak ada yang bisa merubah tidak ada yang bisa menghilangkan, tidak ada yang bisa merusak, artinya semua hukum pada lauh sudah terpelihara, warna hijau tidak akan ada yang bisa menghilangkan merusak dan merubah ... hukum kedatangan sedih bahagia dan tenang sudah terpelihara dan pasti akan berjalan sesuai dengan hukum yang di peliharanya (mahfidz). jika di marahi pasti akan sakit, jika di sayang pasti akan bahagia itulah mahfudz ... hukum lauh yang terpelihara

MEMBACA kitab LAUHUL MAHFUDZ - bag 2


.
walaupun mengetahui hakikatnya LAUHUL MAHFUDZ yang sudah di jelaskan pada bag 1
tapi ia tetap saja tidak akan terjangkau membacanya
kecuali orang yang sudah bersuci dan di sucikan
.
firmanNya :

"Dan yang sesungguhnya Al Quran itu, yang ada dalam induk Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi dan amat banyak mengandung hikmah. (QS. 43:4)
" tidak akan (bisa) menyentuhnya (al-qur'an di lauhul mahfudz) kecuali orang-orang yang disucikan." (QS. 56:79)
.
bersuci itu ada 2
bersuci dari hadats kecil dan bersuci dari hadats besar
hadats besar itu adalah hawa nafsu (keinginan diri)
hadats kecil itu adalah nafsu (diri)
kedua-duanya adalah junub artinya menjauh atau memisahkan diri dari Alloh.
.
dengan bersuci yaitu, menghilangkan hadats kecil dan hadats besar
menghilangkan dari hawa nafsu dan nafsu
maka, tajallilah Alloh yang maha suci, maka nyatalah Alloh azza wa jalla yang maha tinggi, sehingga apa saja yang di baca adalah dari Alloh bukan dari nafsu dan bukan dari keinginan nafsu.
.
dengan begitu terbacalah lauhul mahfudz, kalamulloh..
yang menjadi wahyu para nabi dan utusanNya..
yang menjadi hikmah para wali-waliNya ...
.
dengan hilangnya nafsu dan hawa nafsu, yang berarti tajallinya Alloh, maka turunlah wahyu dan hikmah,
firmanNya :
"dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menuruti hawa nafsunya.
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)"(QS.53:3-4)
.
dengan hilangnya nafsu dan hawa nafsu, maka yang ada hanya Alloh dan kehendak Alloh,
maka turunlah al-qur'an dari lauhul mahfudz,
karena nabi muhammad membaca atas nama Alloh bukan atas nama muhammad atau atas nama kehendak Alloh bukan atas nama hawa nafsu (keinginan) muhammad
firmanNya :
اقرأ بسم ربك الذي خلق
artinya : "Bacalah dengan (atas) nama Tuhanmu Yang menciptakan" (QS. 96:1)

AHLUL BAIT


.
secara dzohir yang di maksud AHLUL BAIT adalah keluarga nabi saw.
akan tetapi secara hakikat yang di maksud AHLUL BAIT adalah semua manusia yang bisa memasuki BAITnya nabi saw.
baik dia adalah seorang dzuriyyah (keturunan) nabi saw. atau bukan, bahkan,... baik dia seorang islam ataupun bukan, jika bisa memasuki BAITnya nabi saw. maka dia adalah AHLULBAIT DI SISI ALLOH SWT.
sebaliknya walaupun dia adalah dzurriyah nabi saw. atau yang sekarang adalah para habaib yang di indonesia, jika mereka tidak bisa memasuki BAITNYA nabi saw. maka mereka adalah bukan AHLUL BAIT.
.
JADI SIAPAKH AHLUL BAIT ITU ...?
.
kalimat "AHLUL BAIT" ada 2 kalimat (kata)
yaitu "AHLU" (AHLI) dan BAIT
.
AHLU / AHLI

yang di maksud AHLU/ AHLI adalah orang yang sudah berhak atau orang yang sudah pantas dan bisa menempati baitnya nabi saw.
orang yang sudah menjadi ahli adalah orang yang sifatnya, keadaannya, hatinya dan ilmunya sesuai dengan apa yang di maksud oleh nabi saw.
ilmu itu adalah ilmu hakikat, yang menjadi warisan para nabi ...
.
BAIT
yang di maksud BAIT adalah BAITnya nabi saw. atau tempat tinggalnya Rosululloh saw.
bait muhammad atau tempat tinggalnya Rosululloh saw. adalah BAITULLOH .. penghuninya adalah rosululloh saw, para malaikat dan orang-orang yang bisa memasuki BAITnya.
.
BAIT MUHAMMAD adalah di sebut juga HAUDL (telaga) -nya nabi muhammad saw.... yang ada DI SURGA
nabi bersabda :
بيتي جنتي
artinya : "BAIT-KU (tempat tinggal-ku) adalah SYURGA-KU"
"KU" pada hadits di atas adalah bukan muhammad bin 'abdulloh, tapi Rosululloh saw. atau RUH muhammad saw.
yang menempati BAITNYA (tempatnya) yaitu surga ...
.
firmanNya :
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (QS.33:40)
.
CIRI BAIT MUHAMMAD adalah : di dalam BAIT MUHAMMAD atau TELAGA MUHAMMAD saw.
akan terbuka dan akan tampak kabar-kabar akhirat yang berada di langit...
.
JADI, ..
BELUM TENTU DZURIYYAH NABI ATAU KETURUNANNYA BISA SEBAGAI AHLUL BAIT
SEBALIKNYA
SMUA UMAT MANUSIA BISA MENJADI AHLULBAIT tanpa kecuali
yaitu mereka yang bisa membersihkan diri sebersih-bersihnya
.
firman Alloh :
"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan kotoran dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya" (QS. 33:33)

LANGIT.

untuk apa nabi saw. naik ke langit alam jagat di sana ...
kalau Alloh itu dekat ...?
.
orang yang tidak bisa bertemu dengan Alloh di sini, di tempat yang dekat ini, di dalam diri ini ... maka ia tidak akan bisa bertemu dengan Alloh juga, ketika pergi ke langit sana ...

sebaliknya orang yang bertemu dengan Alloh di sini, di tempat yang dekat ini, di dalam diri ini ...
maka kemanapun ia pergi akan selalu bertemu dengan Alloh swt. walaupun di WC.
.
JADI UNTUK APA NABI PERGI KELANGIT ALAM DZOHIR DI SANA ?
.
orang yang hidupnya di langit ... dia akan bisa mengetahui orang yang hidupnya di bumi ... dan orang yang hidupnya di langit akan saling mengetahui dengan penduduk langit ...
.
walaupun melalui tulisan ... mereka YANG SUDAH MENJADI penduduk langit akan mengetahui dan saling mengenal sebagai penduduk langit ...
.
dan orang yang hidupnya di bumi .. tidak akan bisa mengetahui penduduk langit ...
.
jadi hati-hatilah... jangan membawa ilmu ... ketika bicara dengan penduduk langit ... hal itu akan membuka aib sendiri ...
.
.
yang di maksud langit (assamawat) adalah kehidupan Rahasia ruhani, rahasia hati .. yang nyambung dengan Allohswt.
dan yang di maksud kehidupan bumi adalah kehidupan dzohir jasmaniyah ...

Alloh bersifat بصر (melihat/maha melihat)


DALAM ILMU SYAREAT, Alloh maha melihat yang tidak ada sesuatu pun yang luput dari penglihatanNya dan tidak ada sesuatupun yang tidak bisa dilihat olehNya ....
.
Alloh bersifat قدرة (berkuasa)
DALAM ILMU SYAREAT, Alloh maha berkuasa, Alloh mampu berbuat apa saja tidak ada satupun yang tidak bisa di per buat olehNya
.
Alloh bersifat كلام - سمع (mendengar dan berkalam)
DALAM ILMU SYAREAT, Alloh maha mendengar tidak ada satupun ucapan dan suara yang tidak di dengar olehNya
.
TAPI DALAM ILMU MA'RIFAT, ada yang tidak bisa di lihat olehNya, ada yang tidak bisa di perbuat olehNya dan ada yang tidak bisa didengar olehNya, yaitu :
Alloh tidak bisa MELIHAT yang LAIN selain dari diriNya, Alloh tidak bisa MENCIPTAKAN ciptaan yang bukan dari diriNya dan Alloh tidak bisa MENDENGAR kalam lain selain kalam yang dariNya sendiri ...
.
KARENA SEMUA ITU TIDAK ADA DAN MUSTAHIL ADANYA

Rahasia dan di Rahasiakan

hanya untuk yang percaya ilmu Alloh dan nabiNya saw
.
berfikir dulu ...
jika tidak bisa percaya coba bayangkan jika kita hidupnya di jamannya nabi muhammad saw, apakah kita bisa percaya terhadap kenabian Muhammad saw. sedangkan belum ada yang membenarkan, belum ada para ulama dan belum ada para pengikut seperti jaman sekarang, kita percaya sekarang bukan karena percaya kenabian beliau tapi percaya karena banyak yang mempercayai dari pengikut dan penganut ajaran beliau secara turun temurun bukan secara membuktikan ilmunya
.
nah... percaya tidak ?
bahwa yang di maksud dengan hari kiamat itu adalah hari dimana seseorang di bukanya ilmu ma'rifat, itulah yang di maksud kiamat, hari kebangkitan
قَالَ فِيْهَا تَحْيَوْنَ وَ فِيْهَا تَمُوْتُوْنَ وَ مِنْهَا تُخْرَجُوْنَ
"Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan." (QS.7:25.)
.
kiamat itu artinya bangkit, berdiri tegakو asal kata dari
قام يقوم - قوما - و قيامة
ketika hamba di bukakan ilmu ma'rifat maka dia telah kiamat, artinya sudah tegak berdiri dan bangkit..
yang tegak berdiri dan bangkit itu adalah Alloh, sehingga ketika Alloh sudah bangkit maka hancurlah seluruh alam jagat raya, langit, bumi, manusia, malaikat, jin setan dan iblis
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
"Semua yang ada di bumi itu akan binasa." (QS.55:26.)
.
dan itu sudah terbukti bagi yang terbuka MA'RIFAT, segalanya yang ada hanya Alloh semata لا موجود الا الله "tidak ada yang ada kecuali Alloh"
.
orang ma'rifat hidupnya sudah berakhir yaitu DI AKHIRAT ... artinya perjalanan hidup mereka sudah berakhir pada ujungnya, yaitu bertemu Alloh, dan jika bertemu dengan Alloh maka sudah tidak ada lagi perjalanan ....
jika masih ada perjalanan ... akan ke mana lagi...? sedangkan puncak perjalanan adalah Alloh ... jadi yang di maksud akhirat adalah akhir perjalanan .. yaitu bertemu Alloh ....
.
dan orang yang bertemu Alloh akan mengetahui tanda-tanda kehidupan akhirat, ia terbuka semua kehidupan akhirat, melihat neraka, surga, mizan, hisab, shirotol mustaqim (jalan tegaknya Alloh #insyaAlloh_akan_dijelaskan ), mengetahui lblis setan malaikat dan 'arasyNya
وَ فِى اْلاَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوْقِنِيْنَ
"Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (Akhirat) bagi orang-orang yang yakin," (QS. 51:20)
.
ia juga akan bertemu dajjal la'natulloh, bertemu para nabi as bertemu muhammad saw dan mendapatkan syafaat, mengetahui alam kubur, pertanyaan malaikat munkar dan nakir dsb.
.
perhatikan Do'a nabi saw :
وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ
Engkaulah Al Haq (kenyataan), dan janjiMu haq (kenyataan), dan perjumpaan dengaMu adalah kenyataan, firmanMu kenyataan, surga adalah kenyataan, neraka adalah benar(kenyataan), dan para nabiMu benar(kenyataan), Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam benar (kenyataan) dan hari qiyamat benar (kenyataan) (HR.Bukhori)
YANG DI MAKSUD HAQ ADALAH KENYATAAN
DAN YANG DI MAKSUD KENYATAAN ADALAH BUKAN HAYALAN
BUKANKAH ORANG TIDAK MA'RIFAT SEMUA DI HAYAL ...?

MENGENAL SETAN


mengenal syetan itu lebih sulit daripada mengenal Alloh
karena tidak akan bisa mengenal iblis dan setan selama belum mengenal Alloh
tapi mengamalkan amalan syetan itu lebih mudah daripada mengamalkan tauhid kepada Alloh, karena tidak akan bisa beramal tauhid kepada Alloh selama amalannya masih amalan iblis dan setan
.
orang bodoh, setan bersemayam di sekitar hatinya
yang berilmu, setan bersemayam di sekitar akalnya
yang ibadah, setan bersemayam pada nafsunya
orang sholat, setan bersemayam pada waham angan-angannya
yang berzakat, puasa, hajji setan bersemayam pada amal perbuatannya
.

maka seluruhnya akan beramal dengan amalan setan
karena setan akan menjadikan anggapanmu baik dengan amal perbuatan jelekmu
firmannya :
6:43. bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.
9:37. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
43:37. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
.
lalu amal mana yang akan beramal dengan Alloh ...?
.
itulah dahsyatnya Alloh ciptakan iblis dan setan ... walaupun tidak di kenali oleh manusia tapi amalannya bisa sampai kepada semua manusia..
.
maka waspadalah dengan amalan setan, menujulah terus kepada Alloh, jangan tertipu dengan ilmu, ibadah dan amal baikmu ...
.
selama tidak mengenal setan engkau tidak akan bisa lepas dari tipuannya, dan selama tidak mengenal Alloh engkau tidak akan bisa mengenal setan ... sebagai musuh yang nyata

SANAD


sanad menurut syareat adalah silsilah sambung menyambung dari guru ke guru, terus sampai nyambung kepada Rosululloh ...
tapi sanad menurut hakikat dan ma'rfat adalah langsung kepada Alloh dan Rosululloh saw. tiada perantara ...
jika seseorang bersanad kepada Alloh dan Rosululloh secara silsilah ... tapi apabila dia tidak bisa wusul dirinya kepada Alloh dan RosulNya ...
bisa di pastikan sanadnya adalah pada nafsunya bukan kepada Alloh dan RosulNya ..
jadi walaupun silsilah gurumu sampai kepada Rosululloh
walaupun silsilah keilmuanmu sampai kepada Rosululoh
walaupun yang kamu bawa hadits shoheh dan Al-Qur'an
tapi jika kamu belum masuk hakikat dan ma'rifat
maka apa yang kamu sampaikan semuanya terputus tidak akan sampai kepada Alloh dan Rosulnya ....
terputus sanadnya kepada nafsu anda ....dan sanad yang Keluar dari nafsu adalah sanadnya kepada iBLIS dan syetan !!!!

HARI KE TUJUH DI SISI ALLOH

.dalam kitab al-qur'an hanya di terangkan Alloh menciptakan ciptaanNya dalam 6 masa (hari) bukan hari2 di dunia tapi hari-hari di sisi Alloh ...
.
dalam sebuah hadits di nyatakan bahwa hari-hari di sisi Alloh itu seperti hari-hari di dunia yaitu 7 hari
.
di kitab taurot telah menjelaskan rincian tiap masa ketika Alloh menciptakan makhlukNya :

dan hari yang ke tujuh itu adalah di isyaratkan oleh nabi saw. dalam hadits BERIKUT :
عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَوْمٌ يَغْسِلُ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ
"bagi setiap Muslim dalam setiap tujuh hari ada satu hari yang hari itu mereka mencuci kepala dan badannya (pasrah berserah diri) ".(HR. Bukhori dari Abu hurairah)
hari jum'at sebagai sayidul ayam (pemimpinnya hari-hari) tidak di beri nama hari keberapa? padahal letaknya di antara khomis/kamis (lima) dan sab'atun/sabtu (tujuh)
karena di hari itulah Alloh berhenti mencipta
DI AMBIL DARI ALKITAB
hari pertama : menciptakan bumi belum berbentuk apa2 hakikatnya adam
hari ke 2 : menciptakan langit hakikatnya meniupkan ruh pada adam
hari ke 3 : memisahkan langit dan bumi dan menumbuhkan tumbuhan hakikatnya dzohir batin dan segala panca indra pada adam
hari ke 4 : menciptakan 3 penerang : matahari, bulan dan bintang hakikatnya Nur Alloh, nur muhammad dan nur orang-orang yang beriman pada adam
hari ke 5 : menciptakan makhluk yang hidup hakikatnya para malaikat pada adam
hari ke 6 : menciptakan binatang ternak, melata dan binatang liar hakikatnya nafsu pada adam
hari ke 7 : Alloh berhenti mencipta, hakikatnya "segala sesuatu binasa kecuali wajahNya" itulah hari jum'at hari segala sesuatu kumpul di hadapan dzat Alloh, hari mahsyar, hari kebangkitan, hari ketika klangit terbelah dan masih banyak lagi nama-nama hari yang ke 7 itu ..

MENGENAL AKHIRAT


(Khusus ilmu hakikat yang rahasia dan di rahasiakan)
.
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan (mencari yang lain selain) bahagianmu dari dunia (yang sudah di anugerahkan padamu) .... (QS.28:77)
.
Akhirat itu adalah Akhir dari perjalananmu ... dalam kahidupan di bumi ini ...
Akhirat itu adalah Akhir perjalananmu dalam perjalanan menuju Alloh swt.
Akhirat itu adalah ketika engkau sudah menemukan kebenaran yang sebenarnya yaitu Alloh swt.
.
jika engkau mencari akhirat, mengharap aklhirat yang bukan menuju kepada Alloh maka akhirat yang semacam itu adalah bathil ... tidak ada ...

dan jika mencari akhirat dengan tidak menuju kepada Alloh, maka pantaskah sesuatu itu di sebut akhirat (akhir) ... dan jika ada yang lebih akhir lagi dari Alloh maka jelaslah itu bukan akhirat karena hanya Allohlah yang maha akhir dan tidak ada akhirat sesudah Alloh.
FirmanNya :
Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?(QS.10:32. )
ayat yang tersampaikan di awal status menerangkan bahwa : kita dalam mencari akhirat itu adalah harus mencari dari apa yang telah di anugerahkan dan telah di datangkan kepada kita ...
dan bukanlah mencari akhirat itu dari yang tidak di anugerahkan kepada kita ... karena akan menjadi hayalan yang tidak ada kebenarannya
ini menunjukan bahwa akhirat itu ada pada diri kita
ilmu pengetahuan kampung akhirtat itu bisa kita lihat dan ketahui pada diri kita ...
JALANNYA ADALAH MENUJU ALLOH DAN MENGENAL-NYA
.
jadi jangan mencari akhirat yang Alloh tidak pernah mendatangkan pada diri kita ...
jika anda menghayal bahwa akhirat itu adalah kehidupan yang selain dari kehidupan kita ini, yang nanti ...maka itu adalah salah ... karena itu tidak pernah di datangkan kepada diri kita sama sekali ...
.
sekali lagi ... agama Islam itu adalah agama Haq, arti Haq itu adalah kenyataan bukan hayalan ...
jadi bagi yang mencari kebenaran tinggalkan segala prasangka, dugaan dan hayalan ...
karena Alloh berfirman :
10:36. Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan (dugaan/hayalan) saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

MUSTAHIQ


(YANG BERHAQ Mendapat kan ZAKAT )
stts ini berhubungan denga stts sebelumnya, supaya paham maka baca stts sebelumnya TENTANG apa arti dari HARTA yang sesungguhnya YANG DI KELUARKAN UNTUK ZAKAT
.
YANG BRHAK MENDAPATKAN ZAKAT adalah :
.
1. fakir (adalah orang yang butuh)
jika dalam ranah hakikat yang di maksud fakir adalah orang yang sangat butuh kapada Alloh, maka orang yang sangat membutuhkan kepada pertemuan dengan Alloh ketika di sampaikan ZAKAT dengan HARTA yang sesungguhnya dia akan bisa menerimanya .... sebaliknya orang yang belum membutuhkan pertemuan dengan Alloh pasti akan menolaknya ... maka dia (si FAKIR) adalah MUSTAHIK (berhak) menerima ALLOH sebagai balasan dengan ZAKATNYA
.
2. miskin (orang yang dalam kekurangan/tidak memiliki apa-apa)
orang yang mengetahui dirinya tidak memiliki apa-apa, dan HARTA yang sesungguhnya pada dirinya, ia menyadari BUKAN milikinya sehingga ia akan menerima bahwa yang memiliki harta YANG SESUNGGUHNYA itu adalah Alloh. maka dia adalah MUSTAHIK (berhak) menerima ALLOH sebagai balasan dengan ZAKATNYA
.
3. ibnu sabil ( orang yang sedang berjlan di jalan Alloh)
orang yang sedang menempuh perjalanannya menuju kepada pertemuan Alloh ADALAH ORANG YANG akan berjumpa dengan Alloh, maka dia adalah MUSTAHIK (berhak) menerima ALLOH sebagai balasan dengan ZAKATNYA
.
4. 'AMILIN (orang-orang yang bekerja/mengamalkan di jalan Alloh)
orang yang sedang beramal di jalan Alloh pasti akan mencari jalan menuju kepada Alloh dengan ZAKAT HARTA yang sesungguhnya AMALANNYA akan menuju kepada Alloh maka dia adalah MUSTAHIK (berhak) menerima ALLOH sebagai balasan dengan ZAKATNYA
.
5. MUALAF (orang yang hatinya jinak lembut)
orang yang hatinya jinak dan lembut akan mudah menerima jalan menuju Alloh, sedangkan ZAKAT adalah jalan menuju Alloh, maka dia adalah MUSTAHIK (berhak) menerima ALLOH sebagai balasan dengan ZAKATNYA
.
7. MEMERDEKAKAN BUDAK/HAMABASAHAYA
seorang budak tentu akan menginginkan untuk bebas dari perbudakan, dan sesungguhnya orang orang yang dalam kegelapan adalah dia sedang di perbudak oleh kegelapan nafsunya ... maka siapa yang merasa di perbudak oleh nafsunya jalan menuju kepada Alloh adalah cara membebaskan dari perbudakan nafsunya yang gelap .... dan ZAKAT ADALAH menuju kepada Alloh yang akan membebaskan dirinya dari perbudakan nafsunya sendiri ... maka dia adalah MUSTAHIK (berhak) menerima ALLOH sebagai balasan dengan ZAKATNYA
.
8. ghorimin (orang yang mempunyai hutang)
yang sesungguhnya hutang itu adalah kita mempunyai hutang kepada Alloh KETIKA Berjanji kepada Alloh yaitu bahwa penyaksian tiada tuhan kecuali Allloh, sedangkan orang yang belum mengeluarkan HARTA yang sesungguhnya dia masih bertuhankan berhala, YANG DI JADIKAN berhala itu adalah harta yang sesungguhnya yang di berikan dari Alloh itu. yaitu berupa hidup, melihat, mendengar, mampu dll. PADAHAL yang melihat, mendengar itu hanya Alloh maka orang yang belum mengeluarkan HARTA pada dirinya di jalan Alloh berarti masih ada yang bisa melihat selain Alloh ada yang bisa mendengar selain Alloh dan itu adalah syirik tidak sesuai dengan perjanjian bahwa tidak ada tuhan selain Alloh, tidak ada yang bisa melihat, mendengar kecuali Alloh.... untuk menepati perjanjian dengan Alloh maka ZAKAT yang sesungguhnya adalah jalannya ... maka dia adalah MUSTAHIK (berhak) menerima ALLOH sebagai balasan dengan ZAKATNYA
.
9. sabilillah ( jihad atau benar-benar dijalan Alloh)
orang yang sudah jihad benar-benar di jalan Alloh maka dengan ZAKAT akan mengantarkan kepada Alloh ... maka dia adalah MUSTAHIK (berhak) menerima ALLOH sebagai balasan dengan ZAKATNYA

IKHLAS


HARTA YANG SESUNGGUHNYA ADALAH SEGALA PEMBERIAN ALLOH YANG ADA PADA DIRI SEPERTI PENDENGARAN, PENGLIHATAN ...
.
maksud ikhlas itu adalah " LILLAHI TA'ALA "
SEMUANYA karena Alloh semata ....
.
mengeluarkan HARTA (yang sesungguhnya) di jalan Alloh belum bisa di katakan ikhlas jika belum mendapat balasan dari Alloh,
.
dan ketika mendapat balasan Alloh, artinya HARTA yang sesungguhnya yang dikeluarkan diganti dengan Alloh, berarti melihatnya dengan penglihatan Alloh, mendengarnya dengan pendengaran Alloh inilah arti ikhlas, semua perbuatannya, keadaannya kehidupannya adalah karena perbuatan Alloh, karena keadaan Alloh, dan karena kehidupan Alloh. bukan karena dirinya, sehingga jadilah orang itu orang IKHLAS "karena Alloh ta'ala"
.
ketika melihat bukan karena dirinya tapi karena Alloh yang melihat, ketika mendengar bukan karena dirinya tapi karena Alloh yang mendengar.
.
jika ada orang yang berbuat dengan senang dan ketulusan hati, terus mengaku dia ikhlas, tetapi jika yang berbuat masih keluar dari dirinya sendiri maka IKHLASNYA itu masih belum ikhlas BUKAN KARENA ALLOH.
.

APAKAH KAMU SUDAH BERIMAN ?

(bacalah sampai selesai dengan jeli)
.
apakah nabi menyuruh bertuhankan yang tidak ada? yang tidak akan pernah di temui selama hidupnya di kehidupan sekarang ini ...yang hanya bisa di temui setelah umur sudah habis nanti ? jika anggapanmu nabi menyuruh bertuhan yang semacam begitu ... yang tidak bisa di buktikan selama hidupnya ... tidak bisa di temui selama hidupnya, hanya bisa di temui setelah umur sudah habis nanti, berarti para shohabatpun tidak pernah membuktikannya, para tabiin tidak membuktikannya, para suhada tidak pernah membuktikannya diwaktu mereka hidup ... karena menurut anggapanmu bahwa Alloh hanya bisa di temui nanti setelah nyawa sudah tidak ada ....
kalo anggapanmu seperti demikian, maka bagaimanakah kalo nabi berbohong kepadamu tentang tuhan itu...? jika anggapanmu demikian bisa saja nabi membuat pengakuan palsu... karena tidak ada yang bisa membuktikan di kehidupan sekarang ini , sahabat tidak membuktikan, tabiin tidak membuktikan ... dan semua tidak ada yang membuktikan .... bukankah seandainya berbohong dikarena seperti itu semua orang juga bisa mengaku ...?
jika anggapanmu tuhan itu hanya bisa di temui di kehidupan setelah habis umurmu ... kenapa kamu bisa yakin ...? apakah benar yakinmu itu ... dengan tanpa bukti oleh dirimu sendiri ...? ataukah yakinmu hanya di yakin-yakinkan sendiri, padahal sesungguhnya itu bukanlah yakin...
tidak... !!!! sekali-sekali tidaklah begitu !!!!!!
tuhan ... yang di sampaikan nabi itu bisa di temui dan di buktikan oleh nabi sendiri... dan ketika nabi membuktikannya, bukan nanti setelah umur habis dan bukan diluar diri nabi tapi membuktikan di dalam dirinya (di tempat dirinya) dan selama beliau masih hidup ...?
nabi bersabda:
مَا مِنْ شَيْءٍ لَمْ أَكُنْ أُرِيتُهُ إِلَّا رَأَيْتُهُ فِي مَقَامِي حَتَّى الْجَنَّةُ وَالنَّارُ
"Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku sudah melihatnya dari tempatku ini (dalam diri) hingga surga dan neraka, .." (HR. Bukhori)
dan pembuktian nabi itu bisa di buktikan lagi dengan di alami pula oleh para sahabat ...
karena, .... siapakah yang bisa membenarkan nabi kalo bukan para sahabat...? dan tidak mungkin nabi akan di benarkan oleh para shohabat kalo tidak bisa di buktikan oleh para sahabat sendiri ...(RENUNGKANLAH !!!). jadi kenabian muhammad itu bisa di benarkan karena bisa di buktikan oleh para sahabat .... dan para shohabat yang bisa membuktikan kenabian muhammad saw, maka mereka itu adalah termasuk para nabi juga, seandainya ada nabi lagi setelah nabi muhammad SAW ....
nabi bersabda :
" seandainya ada nabi lagi setelah aku maka para sahabatku itu (khulafaurrosidin) adalah para nabi" (di ambil dari kitab ihya)
dan para tabiin tidak mungkin bisa iman langsung kepada nabi muhammad saw. tanpa penjelasan dari para shohabat ...
tabiin bisa iman kepada nabi karena berkat para shohabat yang bisa membuktikan kenabian nabi muhammad saw kepada para tabiin ... sehingga para tabiin bisa mempercayai dengan membuktikan sendiri kenabian nabi muhammad saw melalui para shohabat...... dan tabiin yang bisa membuktikan kenabian nabi muhammad saw adalah termasuk para nabi ... seandainya ada nabi lagi setelah nabi muhammad saw ...
.
demikianlah seterusnya akan selalu ada orang yang membuktikan kenabian nabi muhammad saw sampai kapanpun, dan orang yang bisa membuktikan kenabian nabi muhammad saw adalah termasuk para nabi... seandainya ada nabi lagi setelah nabi muhammad saw. ...
.
dan di antara orang yang percaya itu, ada yang percayanya bukan karena dengan pembuktian ... tetapi, percayanya dikarenakan ada seseorang yang dipercaya oleh dia dan seseorang itu percaya kepada nabi .. maka diapun percaya karena seseorang itu percaya... dan ini adalah percayanya orang-orang fasik dan munafik .... yang hanya mengikuti saja ...
.
pengikut nabi muhammad saw yang percaya seperti demikian itu, di jamannya nabi jumlahnya sedikit .... lebih banyak nyata terhadap kekafirannya di banding iman munafik... di jamannya shohabat, iman munafik ini lebih banyak ... di jamannya tabiin lebih banyak lagi hingga sampai dijaman sekarang ini hampir iman semuanya adalah imannya orang-orang munafik dan fasik ... yaitu, imannya mereka yang ikut-ikutan karena gurunya beriman, karena banyak yang beriman, karena bapaknya, ibunya, saudaranya beriman, karena orang-orang baik beriman karena ulama biriman ...
padahal mereka yang diikutipun imannya bukan karena pembuktian, tetapi imannya karena nenek moyang mereka beriman, begitu pula nenek moyang mereka imannya karena nenek-nenek moyang mereka beriman ... bukan karena pembuktian kenabian ... umat jaman sekarang yang imannya seperti itu adalah seperti imannya orang-orang yang pernah di beri kitab yang sudah tidak sesuai dengan hakikatnya .... mereka sudah sesat ...
Alloh berfirman :
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَلَوْا اِلَى مَا أَنْزَلَ اللهُ وَ اِلَى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ أَبآءَنَا اَوَلَوْ كَانَ ءَابَآؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْئًا وَ لَا يَهْتَدُوْنَ
"Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati (dari) bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa (hakikat/kebenaran) dan tidak (pula) mendapat petunjuk?" (QS. 5:104)
.
maka barang siapa yang imannya tidak dibuktikan dengan membuktikan kenabian nabi muhammad saw di dalam dirinya maka imannya adalah iman fasik dan iman munafik yang hanya mengikuti nenek moyang tanpa kebenaran sama sekali ....
IMAN YANG DENGAN PEMBUKTIAN ADALAH IMANNYA ORANG YANG MENGGUNAKAN AKALNYA
IMAN YANG TANPA PEMBUKTIAN ADALAH IMANNYA ORANG YANG DENGAN NAFSU
firman Alloh :
وَ مَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تُؤْمِنَ اِلَّاَ بِاِذْنِ اللهِ وَ يَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ
"Dan tidak ada seorang pun (nafsu) akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.(QS.10:100)
.
BAGAIMANA DENGAN KAMU ...?
IMAN YANG MANAKAH PADA DIRIMU ?

HAKIKAT IMAN

(yang AKALNYA belum dewasa di larang membaca dan yang ingin menyempurnakan di kolom komentar)
.
وَ مِنََ النَّاسِ مَنْ يَقُوْلُ آمَنَّا بِاللهِ وَ بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَ مَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَ
"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari akhir," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman" (QS.2:8)
.
iman itu bertempat di hati, bukan jasad dan bukan perbuatan dzohir
perbuatan-perbuatan kebaikan dzohir, belum bisa di katakan perbuatan iman jika tidak keluar dari hati yang beriman.
.
kesopananmu, sholat jasadmu, dzikir lidahmu, pakaian jubahmu, sorbanmu, hajimu, keustadzanmu, kekiyaianmu, kehabibanmu, seluruh perbuatan kebaikan dzohirmu, pakaianmu dan jabatan setatusmu tidak bisa menjadikan kamu sebagai orang yang beriman, selama perbuatan-perbuatan itu tidak keluar dari hati yang beriman ...
.
sedangkan hati itu ada 2. ada yang beriman dan ada yang ingkar dalam kekufuran ...
.
engkau mengaku dirimu sebagai orang beriman, pengakuanmu tiada artinya di sisi-Nya selama engkau belum membuka mata hatimu dari kekuffuran ...
selama amal perbuatanmu masih urusan dzohir, sholatmu hanya dzohir, setatusmu sebagai ulama, ustadz, haji, kiyai, habib sebatas dzohir ... tiada artinya di hari kebangkitan, hari akhirat hari kiamat ....
.
iman adalah hati yang terbuka dengan jaman akhirat, terbuka dengan saat kebangkitan, terbuka dengan waktu kiamat, terbuka dengan hari mahsyar (dikumpulkan seluruh makhluk) dengan pertemuan dalam kehidupan Alloh swt.
.
karena di hari itu, di masa itu, di waktu itu dan di saat itulah,
telah nampak dajjal, turunnya al-masih isa as. yang di ibaratkan oleh nabi saw. sebagai terbitnya matahari dari barat ....
.
maka ayat di atas menerangkan tentang bahwa sebenarnya banyak sekali orang yang mengaku beriman padahal mereka tidaklah beriman disisi Alloh swt ...
.
PENJELASAN INI SEHARUSNYA DI JADIKAN MENGHISAB DIRI, AGAR TIDAK MERASA CUKUP DENGAN DZOHIRNYA YANG KELIHATAN BAIK SHOLEH....
DAN BUKAN UNTUK DI DEBATKAN YANG AKAN MENAMPAKKAN DIRI SEMAKIN NYATA TIDAK ADA IMAN DI SISI ALLOH KEPADA HARI YANG DAHSYIAT INI ....

HAKIKAT ISLAM


agama Islam atau DIINUL ISLAM adalah tuntunan penyerahan diri kepada Alloh/atau tuntunan menyelamatkan diri dari nafsu.
.
agama islam itu adalah bukan nama, bukan organisasi, bukan perkumpulan,bukan sesuatu yang di dalamnya ada orang yang bersorban, bukan yang di dalamnya ada ustadz, ada habaib, ada santri, ada kiyai, ada orang yang berjubah ... bukan !!! .... ISLAM DIS SISI ALLOH itu bukan seperti itu ....
.
jika islam seperti itu akan bisa dibohongi dengan KTP, bisa di bohongi dengan PAKAIAN, bisa di bohongi dengan KETURUNAN, bisa dibohongi dengan ILMU dan bisa di bohongi dengan SEJUTA KEPALSUAN ....
.
اِنَّ الدِِّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلاِ سْلَامُ
"Sesungguhnya agama (tuntunan) di sisi Allah hanyalah Islam (penyerahan diri).... " (QS.3:19)
.
ISLAM DI SISI ALLOH ITU adalah penyerahan diri kepada Alloh,
.
JALANNYA adalah :

SAHADAT :
penyaksian kepada Alloh melalui RosulNya sehingga tampak nyata bahwa tidak ada tuhan yang lain kecuali tuhan yang di saksikan melalui RosulNya. yang perna di saksikan oleh nabi Muhammad saw. pernah di saksikan oleh nabi musa as, pernah disaksikan oleh nabi Isa as dan para disaksikan oleh nabi-nabi yang banyaknya bisa lebih dari 124000 nabi ...wajib melalui jalan ini ...
.
SHOLAT :
menghubungkan kembali kepada penyaksian sebanyak-banyaknya. melalui pembersihan segala yang hadats (yang baru/nafsu) yang di sebut wudlu ....
.
ZAKAT
pembersihan diri dari segala yang Alloh berikan. pemberian Alloh yang paling utama untuk di bersihkan adalah wajahmu yang terkotori nafsu, penglihatan, pendengaran, ucapan, pikiran, perbuatan tangan dan kakimu ... sehingga tampak semua pemberian itu adalah dari Alloh sendiri, artinya pendengaran, penglihatan perbuatan itu adalah semuanya bukan karena nafsumu tapi semua itu adalah perbuatan Alloh ...
.
PUASA
sholat (menghubungkan diri kepada Alloh) dan Zakat, tidak akan bisa di lakukan kecuali sudah pernah bersahadat, sedangkan syahadat tidak akan bisa di lakukan kecuali dengan pengenalan kepada Alloh, jika sudah bisa melakukannya maka puasa artinya melanggengkan keadaan suci yaitu keadaan hidup segalanya karena Alloh, dari Alloh, oleh Alloh untuk Alloh dan didalam Alloh..... sehingga hidup tanpa nafsu ...
.
HAJI
haji adalah syiar Alloh bulan haji adalah bulan dari syiar-syiar Alloh artinya dalam kehidupan orang yang telah karena Alloh oleh Alloh untuk Alloh di dalam Alloh maka hidupnya sudah karena Alloh menjadi kholifatulloh ... atas nama Alloh ....
pendengaran, ucapan, penglihatan dan perbuatannya mensyiarkan Alloh .....
.
DENGAN DEMIKIAN DIRIMU/NAFSUMU SUDAH ISLAM DEPASRAHKAN KEPADA ALLOH SELAMAT DARI NAFSU DIRIMU
.
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan berserah diri" (QS. 3:102)
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram .."(QS.5:2)