Laman

Senin, 24 April 2017

Menghidupkan Hati Nurani

Manusia memiliki kesempatan untuk ma'rifatullah (kesanggupan mengenal Allah). Kesanggupan ini Allah karuniakan kepada manusia karena mereka memiliki akal dan hati nurani. Inilah karunia Allah yang sangat besar bagi manusia. Orang-orang yang hatinya hidup akan bisa mengenal dirinya, dan pada akhirnya akan berhasil pula mengenal Tuhannya. Tidak ada kekayaan termahal dalam hidup ini kecuali keberhasilan mengenal diri dan Tuhannya.

Siapapun yang tidak bersungguh-sungguh menghidupkan hati nuraninya, dia akan jahil, baik dalam mengenal diri, terlebih lagi dalam mengenal Tuhannya.

Orang-orang yang sepanjang hidupnya tidak pernah mampu mengenal dirinya dengan baik, tidak akan pernah tahu harus bagaimana menyikapi hidup ini, apalagi merasakan indahnya hidup. Karena itu, hampir dapat dipastikan bahwa yang dikenalnya hanyalah dunia belaka.

Akibatnya, semua kalkulasi perbuatan yang ia lakukan, tidak bisa tidak, hanya akan diukur oleh aksesoris dunia belaka. Dia menghargai orang semata-mata karena orang tersebut berpangkat, kaya raya, dan terkenal. Demikian pula dirinya sendiri merasa berharga di mata orang itu, karena ia merasa memiliki kelebihan duniawi dibandingkan dengan orang lain.

Ada pun dalam hal mencari harta, gelar, pangkat, dan jabatan, dia tidak akan memperdulikan dari mana datangnya dan ke mana perginya. Sebagian orang ternyata tidak mempunyai cukup waktu dan ketangguhan untuk bisa mengenal hati nuraninya sendiri. Akibatnya menjadi tidak sabar menghadapi kehidupan duniawi yang serba singkat ini. Karena itu, hendaknya kita menyadari bahwa hati inilah pusat segala kesejukan dan keindahan dalam hidup ini.

Lihatlah seorang ibu yang berjuang membesarkan anaknya, mulai dari saat mengandung yang melelahkan, kemudian saat melahirkan antara hidup dan mati, setelah melahirkan ia harus menjaga bayinya siang malam. Ketika tiba saatnya si buah hati berjalan, ibu pun dengan seksama membimbing dan menjaganya.

Proses itu berjalan terus hingga dewasa. Pendek kata, ketika kecil menjadi beban, sudah besar pun tak kurang pula menyusahkannya. Begitu panjangnya rentang waktu yang harus dijalani orang tua dalam menanggung beban. Mengapa orang tua bisa bertahan dan berkorban terus-menerus demi anaknya? Jawabnya karena mereka mempunyai hati nurani yang dari dalamnya terpancar kasih sayang yang tulus dan suci.

Walau tidak ada imbalan lansung dari sang anak, namun nurani yang penuh kasih sayang inilah yang membuatnya tahan terhadap segala kesulitan dan penderitaan. Bahkan, sesuatu yang menyengsarakan pun terasa tidak menjadi beban. Oleh karena itu, beruntunglah orang yang ditakdirkan memiliki kekayaan berupa harta kekayaan yang banyak. Akan tetapi, hal terpenting yang harus selalu kita jaga dan kita rawat adalah kekayaan batin kita berupa hati nurani ini.

Hati nurani yang penuh dengan cahaya kebenaran akan membuat pemiliknya merasakan indah dan lezatnya hidup ini karena selalu akan merasakan kedekatan dengan Allah SWT. Sebaliknya, waspadalah bila cahaya nurani mulai redup. Hal itu akan membuat pemiliknya selalu merasakan kesengsaraan lahir batin karena senantiasa merasa terjauhkan dari rahmat dan pertolongan-Nya.

Tuhan kita menciptakan dunia beserta segala isinya dari unsur tanah, dan itu berarti senyawa dengan tubuh kita karena sama-sama terbuat dari tanah. Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita tidaklah cukup dengan berzikir, tetapi harus dipenuhi dengan aneka perangkat dan makanan yang sumbernya dari tanah pula.

Bila perut terasa lapar, maka kita santap beraneka makanan yang sumbernya ternyata dari tanah. Bila tubuh kedinginan, kita pun mengenakan pakaian yang bila ditelusuri ternyata unsur-unsurnya bersumber dari tanah. Demikian pula bila suatu ketika kita sakit, maka carilah obat-obatan yang juga diolah dari komponen yang berasal dari tanah pula. Pendek kata, untuk segala macam keperluan tubuh, kita mencarikan jawabannya dari tanah.

Akan tetapi, qalbu ini ternyata tidak satu senyawa dengan unsur-unsur tanah, sehingga ia akan terpuaskan laparnya, dahaganya, sakitnya, serta kebersihannya semata-mata dengan mengingat Allah. "Alaa bi dzikrillahi tathma'innul quluub". Camkan selalu, hatimu hanya akan tenteram jika selalu ingat pada Allah. (QS. Ar-Ra'du: 28)

Kita memiliki banyak kebutuhan untuk fisik kita, tapi kita pun memiliki kebutuhan untuk qalbu kita. Oleh karena itu, marilah kita mengarungi dunia ini sambil memenuhi kebutuhan fisik dengan unsur dunia, tapi hati nurani dan unsur kejiwaan kita harus tetap tertambat kepada Dzat Pemilik dunia dan segala isinya.

Dengan kata lain, tubuh kita sibuk dengan urusan dunia, tapi hati kita harus sibuk dengan Allah. Inilah tugas kita sebenarnya. Sekali saja kita salah dalam mengelola hati - tubuh dan hati sama-sama sibuk dengan urusan duniawi - kita akan dibuat stres dan ketidaktenteraman yang berkepanjangan. Hari-hari akan selalu diliputi kecemasan.

Kita takut ada yang menghalangi, takut tidak kebagian, takut terjegal, dan sebagainya. Ini semua diakibatkan sibuknya seluruh jasmani dan ruhani kita dengan urusan duniawi semata. Hal ini sangat berpotensi meredupkan hati nurani kita. Bahkan, lebih jauh memungkinkan hati kita menjadi mati. Na'udzubillah. Kita perlu meningkatkan kewaspadaan agar jangan sampai mengalami musibah semacam ini.

Tapi, bagaimana caranya agar kita mampu senantiasa membuat hati nurani tetap hidup dan bercahaya?
Secara umum solusinya adalah seperti yang telah disebutkan di atas. Kita harus berjuang semaksimal mungkin agar hati ini jangan sampai terlalaikan dari mengingat Allah. Mulailah dengan mengenali apa yang ada pada diri kita.

Mudah-mudahan ikhtiar ini manjadi jalan bagi kita untuk dapat lebih mengenal Allah, Dzat yang telah menciptakan dan mengurus diri dan alam semesta ini. Dia adalah Dzat pembolak-balik hati, yang tidak akan sulit membalikan hati yang redup dan kusam menjadi hati yang terang dan hidup dengan cahaya-Nya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Khutbah Rasulullah Tentang Dajjal

Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal"

Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya.Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.

“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.?” Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.

“Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.

“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: "Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.” Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.”

“Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan ku hidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.” Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”

Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.

“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi. “Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi.. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.

Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu,Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”

Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu. Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”

Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan:” Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya. ” Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”

Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?” Rasulullah s.a.w menjawab: “Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.” Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.

Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia:”Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab:”Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.

Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”

Apakah Atau Siapakah Itu Dajjal?

1. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. 

Ketika Rasulullah menerangkan perihal Dajjal ini, ia (peringatan) tertuju pada umat beliau ketika itu sendiri. Fitnah Dajjal mungkin berlaku dalam zaman itu dan kemungkinan zaman yang hampir sesudah itu bahkan tidak pasti bila dan dalam generasi mana. 

Jika dilihat dari sudut physicalnya (tersurat), kelahiran Dajjal ini dapat dilihat sesudah wafatnya Rasulullah. Ini jelas bagi sesiapa yang dapat melihatnya dan telahpun berlaku. Dan tempat berlakunya adalah di antara Syam dan Iraq (seperti di bawah). 

Tetapi dalam sudut yang tersirat, kemunculan Dajjal ini lebih universal lagi…

2. Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam (Syria) dan Iraq. 

Ini seolah-olah kelahiran Dajjal ini cuma berlaku di Tanah Arab dan tidak termaktub di benua-benua lain. Dalam ertikata lain, fitnah Dajjal tidak terjadi di luar dari bumi Arab. Bahkan ia turun di luar/pinggir bandar Madinah sendiri. Hadith ada menyebut dua perkara yang tidak dapat memasuki kota Madinah adalah penyakit taun dan Dajjal. 

Jika diperhatikan - ini gambaran seolah-olah Dajjal ini bukan sesuatu yang berfisikal dan Madinah itu bukan pula sebuah tempat khusus melainkan kiasan… (akan dibincangkan nanti, insyaAllah) 

3. Dajjal itu cacat matanya (buta) sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf. 

Dajjal digambarkan seorang yang buta sebelah mata. Jadi seburuk manapun seseorang (penfitnah/pendusta) itu tidak dikira Dajjal selagi matanya tidak buta sebelah. Dan orang buta mata sebelah berkemungkinan akan dilihat mempunyai ciri-ciri Dajjal. 

Di antara kedua matanya tertulis kafir, dan dapat dibaca oleh sesiapapun bahkan mereka yang buta hurufpun boleh. Ini bermakna ada suatu tulisan yang jelas dan terang hurufnya mampu dibaca oleh setiap mukmin. Adakah Dajjal itu menulis di antara kedua matanya perkataan kafir itu atau memang sudah siap tertulis baginya? 

Sifatnya yang buta sebelah mata itu turut dibandingkan dengan sifat Tuhan - tetapi Allah itu tidak buta (tidak cacat). Kemudian mengaku sebagai nabi bahkah mengaku Tuhan. Memang sifatnya orang buta sebelah mata itu suka mengaku sebagai nabi dan lebih teruk lagi mengaku Tuhan seperti Firaun di Mesir purba. 

Jika tuan-tuan seorang berfikir tentu tuan sudah dapat menangkap maksud Dajjal ini dalam fahaman yang paling mudah. 

SEKADAR PANDANGAN… 

"Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf." 

1. Dajjal itu disebut buta (sebelah mata) membawa maksud tidak melihat dengan kedua matanya (saksama) dalam perkara-perkara hak(q). Kebenaran dilihatnya sebelah mata (menutup sebelah lagi mata) jestru itulah sifat ini menjurus kepada fitnah dan dusta. Sesiapa sahaja antara manusia ini apabila melihat kebenaran dengan sebelah mata, akan tercetuslah pelbagai fitnah sehingga terbentuknya kemungkaran, terasa hebat, apatah lagi apabila diuji dengan 'kemampuan' luarbiasa… 

Penglihatan yang (cacat) tidak mampu melihat kebenaran dari kacamata yang terang akan membuahkan penafian, pembohongan, dan keangkuhan belaka... 

2. Yang dimaksudkan Allah itu tidak cacat sebagai kiasan kepada sifat Allah yang Maha Sempurna lagi Suci itu tidak sama dengan yang baharu (makhluk). Dajjal bukan Tuhan biarpun mengaku sebagai nabi dan Tuhan. Dia merasa hebat apabila diberi 'kelebihan' dan lupa bahawa yang sebenar hebat adalah Allah (bukan baharu) jua. 

3. Di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, bermaksud jikapun dia melihat dengan dua matanya (penyaksian/pengakuan) dia tetap ingkar (menafikan setiap kebenaran). Ini bermakna Dajjal ingkar akan kebenaran dia sendiri ketahui. Pembawakan sifat ingkar ini begitu ketara sehingga diketahui/dikesan oleh mereka-mereka yang beriman dengan mudah sekali (biarpun bagi yang buta huruf), wallahu'alam. 

Seperti kata Tok Syam peristiwa kemunculannya (Dajjal) di antara Syam (Syria) dan Iraq itu telahpun berlaku ketika itu (sesudah Nabi wafat) dan sedangpun berlaku hingga kini selagi kita merasa diri ini hebat, saling menganyam fitnah, mendustakan kebenaran, dan menaniaya orang yang tidak sejalan dengan kita. 

APAKAH/SIAPAKAH SEBENARNYA DAJJAL? 

Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurga sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. 

1. Neraka dajjal: Setiap yang haq itu neraka bagi Dajjal. Dia ingkar kepada kebenaran dan melihatnya sebagai azab yang menyeksakan. Oleh itu kita diingati supaya mendatangi nerakanya (syurga) - sesuatu yang pedih baginya tetapi rahmat bagi kita. 

2. Syurga dajjal: Apa sahaja yang bathil menjadi syurga dan kenikmatan baginya, yakni dia menyukai kepada perkara-perkara mungkar. Jestru itu kita dihalang daripada syurganya (neraka), kerana di sana tidak lain melainkan bathil dan kemungkaran semata-mata. 

Sesiapa di antara kamu yang disiksa dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka neraka itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk." 

Surah Al-Kahf 
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya Al Kitab dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya, (1) sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, (2) mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. (3) 

Al-Kitab itu benar dan itulah yang dikatakan utusan. Tidak ada keraguan di dalamnya dan membawa kita ke jalan yang benar. Bagi mereka yang beriman, Allah memberikan rahmatNya dan tinggal kekal di dalamnya. 

InsyaAllah, kita merasa sejuk (tenang) sepertimana sejuknya api (golakan) yang membakar Nabi Ibrahim...

Telah bersabda Nabi saw:
"Tidak akan keluar dajjal sehingga orang ramai terlupa menyebutnya dan sehingga imam2 (khatib) akan meninggalkan menyebutnya diatas mimbar2" Riwayat Abdullah B. Imam Ahmad.
(Menurut at-Haithami sahih;manakala Ibnu Mu'iin menyebutkan periwayat2 lain adalah orang2 yang dipercayai).

Doa Rintihan Imam Bukhari

Di kala malam yang sunyi sepi
bani insan tengah tenggelam dalam tidur dan mimpi
musafir yang malang ini tersentak bangun
pergi membasuh diri
untuk datang mengadap-Mu Tuhan

Lemah lututku berdiri di hadapanMu
sedu sedan tangisku keharuan
hamba yang lemah serta hina ini
Engkau terima juga mendekat
bersimpuh di bawah Duli kebesaranMu

Tuhan
hamba tidak tahu pasti
bagaimana penerimaanMu
di kala mendengar pengaduan hamba
yang penuh dosa dan noda ini

Dalam wahyu yang Engkau nuzulkan
Engkau berjanji untuk sedia menerima pengaduan
dan sudi memberi keampunan

Dan Muhammad RasulMu yang mulia itu
ada mengatakan :

Ampunan Tuhan lebih besar dari kesalahan insan
hamba percaya pada tutur kepastian itu
sebab itu hamba datang wahai tuhan
bukan tidak redha dengan ujian
cuma hendak mengadu padaMu
tempat hamba kembali nanti
memohon sakinah, maghfirah dan mutmainah

Ya Allah, Sudilah pandang kami...

Bismillahirrahmanirrahim..
Dengan namaMu Ya Allah Yang Sentiasa Mengasihi hamba-hambaMu
Ingin aku berbicara denganMu di setiap masa yang aku ada dan di setiap tempat aku berada
Ingin aku meluahkan segala apa yang terpendam dalam hati ini
Walau aku tahu Engkau sangat-sangat memahami dan mengetahui,
Tanpa aku bicarakannya kepadaMu
Malah Engkau lebih tahu segalanya tentang aku daripada diriku sendiri
Kerana Engkau yg memiliki sekeping hati ini
Kerana Engkau lebih dekat denganku daripada urat leherku sendiri

Ya Rabbi, sudilah pandang aku
Ya Rabbi, izinkan aku menghadapMu berulang kali sehingga ke akhir hayatku.
Aku tahu..
Aku sering menghadapMu dengan wajah yang kelam, tidak berseri
Aku sering berhadapan denganMu tika jiwaku berkeluh kesah
Aku mencariMu hanya di waktu susah dan derita.
Di saat senang dan sibuk dengan dunia, aku melupakanMu.
Aku lupa bahawa hidup ini hanya untukMu
Aku leka bahawa dunia ini hanya sementara untuk aku mencari bekal sebanyaknya

Namun, di saat ini aku hadir untuk menghadapMu
Bersama dosa dan noda yang tak terhitung banyaknya
Disebabkan kelalaianku menurut hawa nafsu
Dan tertipu dengan dunia dan syaitan
Allah, pandanglah aku dengan kasih sayangMu
Pandanglah aku dengan keampunanMu
Aku sangat mengharapkan kasih sayang dan redhaMu
Kerana aku benar-benar menagih syurgaMu dan aku takut nerakaMu
Tapi, layakkah aku Ya Allah?

Ya Rabbi, seandainya di saat ini Engkau menjemputku pulang,
Bagaimanakah nantinya tika berhadapan denganMu?
Sudikah Kau menerima hamba-Mu yang hina ini?
Bagaimanakah keadaanku waktu itu??
Hitamkah wajahku bila berhadapan denganMu?
Berseri dengan sinar cahayakah wajah ini?
Berlarikah aku menujuMu kerana rindu untuk menemuiMu?
Atau menggigil ketakutan kerana takut dan malu denganMu?
Allah, aku bimbang..
Aku gusar dan takut Ya Allah..
Apabila memikirkan saat itu
Kerana banyaknya dosa aku terhadapMu.
Allah, sukarnya untuk aku meredahi cabaran dunia ini
Ingin ku buang jauh duniaku yang melalaikan
Tapi ia selalu menarik-narik hatiku untuk tetap mengulangi kesilapan terhadapMu
Kadang-kadang aku terlupa, kadang-kadang aku sengaja

Aku takut padaMu Allah tapi kenapa aku seringkali mengulangi dosa-dosa terhadapMu?
Aku sering berjanji di depanMu untuk menyerahkan hidup matiku hanya untukMu
Namun sering aku memungkiri janji-janjiku itu tanpa rasa berdosa
Aku pernah menangis keranaMu kerana takutkan azabMu
Kemudian aku ketawa semula di saat aku lupa tentangMu
Semudah itu Ya Allah aku sebagai hamba yg sebenarnya tidak layak melakukan sebegitu
Tapi Engkau Ya Allah, tetap memberi peluang untuk aku kembali padaMu
Engkau sentiasa bersedia mengampuniku...

Aku takut Ya Allah, seandainya waktu aku tiba untuk kembali padaMu
Aku dalam keadaan tidak bersedia dan penuh dengan hitam noda
Apakah yang mampu aku persembahkan di hadapanMu kelak?
Mampukah aku memulangkan segala pinjaman yang Engkau beri kepadaku dalam keadaan yg terbaik?
Allah, aku mohon dengan sangat..
Sucikanlah hati aku dengan maghfirahMu
Agar tersenyum aku pulang mengadapMu
Allah, terimalah taubatku
Agar bercahaya wajahku dengan nuurMu bertemu denganMu
Allah, pimpinlah aku dengan hidayahMu
Agar mudah jalanku ke JannahMu...

Tuhan, pegang eratlah hati ini agar sentiasa aku rasa dekat denganMu
Aku harap Kau terima amalku untuk aku persembahkan di hadapanMu kelak
Ya Allah, dengarkanlah rintihan & permohonan hatiku ini
Hadiahkanlah cahayaMu kepadku sehingga saat aku dipanggil pulang olehMu
Amiin Ya Rabb..

Aku mohon dengan sangat..Perkenankanlah.

:: Ya Allah, maafkanlah bila hati tidak sempurna mencintaiMu ::

Kemuliaan Dan Keutamaan Taqwa

Tuhan berfirman maksudnya: “Sesungguhnya Kami telah berwasiat (memerintahkan) kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan juga kepada kamu, bertaqwalah kepada Allah.”
(An Nisa: 131)
Taqwa juga adalah wasiat Rasulullah sollallahu 'alaihi wasallaam kepada umatnya. Baginda bersabda:
Maksudnya: “Aku berwasiat kepada Engkau semua supaya bertaqwa kepada Allah, serta dengar dan patuh kepada pemimpin walaupun dia seorang hamba Habsyi. Sesungguhnya sesiapa yang hidup selepas aku kelak, dia akan melihat pelbagai perselisihan. Maka hendaklah kamu berpegang kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk selepasku.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmizi dan Majah)
Sabda Baginda lagi:
Maksudnya: “Hendaklah kamu bertaqwa di mana sahaja kamu berada. Ikutilah setiap kejahatan (yang kamu lakukan) dengan kebaikan, moga-moga kebaikan itu akan menghapuskan kejahatan. Bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (Riwayat At-Tirmizi dan Ahmad)
Sabda Baginda:
Maksudnya: “Bertaqwalah terhadap perkara-perkara yang diharamkan, nescaya kamu akan menjadi manusia yang paling kuat ibadah; redhakanlah dengan apa yang diberi oleh Allah kepadamu, nescaya kamu akan menjadi manusia yang paling kaya; buatlah kebaikan kepada jiran kamu, nescaya kamu akan dapat keamanan, kasihilah manusia sebagaimana kamu mengasihi diri kamu sendiri, nescaya kamu akan selamat; jangan banyakkan ketawa kerana memperbanyakkan ketawa itu mematikan hati-hati.” (Riwayat At Tirmizi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Sabda Baginda lagi:
Maksudnya: “Bertaqwalah kamu kepada Allah, tunaikanlah sembahyang lima waktu, berpuasalah pada bulan Ramadhan, keluarkanlah zakat harta kamu, patuhi orang yang menjaga hal ehwal kamu, nescaya kamu akan masuk Syurga Tuhan kamu.” (Riwayat At Tirmizi, Ahmad dan Hakim)
Taqwa adalah wasiat para salafussoleh. Sayidina Abu Bakar As Siddiq radhiAllahu 'anhu pernah berkhutbah:
“… maka sesungguhnya aku berpesan kepada kamu semua supaya bertaqwa kepada Allah, supaya kamu sentiasa memuji Allah dengan pujian yang patut kamu memujiNya dan kamu campurkan harap dan cemas serta kamu gabungkan bersungguh-sungguh meminta dengan permohonan.”
Sayidina Umar Al-Khattab radhiAllahu 'anhu pernah menulis surat kepada anaknya Abdullah yang berbunyi:
“Amma ba’du, sesungguhnya aku berpesan kepada engkau supaya kamu bertaqwa kepada Allah. Sesungguhnya siapa yang bertaqwa kepada-Nya, nescaya Dia akan memeliharanya. Sesiapa yang memberi pinjaman kepada Allah (menafkahkan hartanya), nescaya Dia akan membalasnya. Sesiapa yang mensyukuri nikmat-Nya, nescaya Dia akan menambahkannya lagi. Jadikanlah taqwa tertegak di kedua matamu dan memenangi hatimu.”
Umar bin Abdul Aziz radhiAllahu 'anhu pernah menulis sepucuk surat kepada seorang lelaki. Surat itu berbunyi:
“Aku berwasiat kepadamu supaya bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla yang mana Dia tidak akan menerima selainnya (taqwa) dan Dia tidak menurunkan rahmat melainkan kepada orang yang bertaqwa dan Dia tidak akan memberi pahala melainkan ke atas taqwa.”
Begitu juga, taqwa adalah wasiat sekalian para rasul 'alaihi salaam seperti yang diceritakan dalam Al Quranul Karim:
Maksudnya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya). Datangilah kaum yang zalim itu (iaitu) kaum Firaun: Mengapa mereka tidak bertaqwa?” (As Syu’ara: 10-11)
Maksudnya: “Kaum Nabi Nuh telah mendustakan para Rasul. Ketika saudara mereka, Nuh berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertaqwa?” (As Syu’ara: 105-106)
Maksudnya: “Kaum Aad telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka, Hud berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertaqwa?” (As Syu’ara: 123-124)
Maksudnya: “Kaum Tsamud telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka, Saleh berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertaqwa?” (As Syu’ara: 141-142)
Maksudnya: “Kaum Lut telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka, Lut berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertaqwa?” (As Syu’ara: 160-161)
Maksudnya: “Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul. Ketika Syuaib berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertaqwa?” (As Syu’ara: 176-177)
Demikianlah pentingnya taqwa dalam kehidupan manusia. Para rasul diutuskan untuk menyampaikannya kepada umat manusia di dunia ini. Orang yang tidak bertaqwa dikatakan zalim dan mendustakan para rasul. Ia menjadi sebab kaum Nabi Nuh, kaum Aad, kaum Tsamud dan kaum Nabi Lut dihancurkan dan dimusnahkan oleh Allah subhana hu wa ta'ala.
Pertolongan Allah s.w.t Buat Orang-Orang Yang Bertaqwa
1. Allah berserta dengan orang yang bertaqwa. Dia selalu menolong dan menjaga orang-orang yang bertaqwa. (surah Al-Baqarah 2: 194 )
2. Dijauhkan dari api neraka. (surah al-Zumar: 61)
3. Allah akan beri furqon (petunjuk yang dapat membezakan antara yg hak dan yang batil): pertolongan ketika berlaku musibah, kesulitan dan menghapuskan segala kesalahan serta mengampuni dosa-dosa org yang bertaqwa tersebut. Janji-Nya ini termaktub dalam al-Quran yg bermaksud;
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia akan memberikan kepadamu ‘furqon’ dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan diampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai kurnia yg besar.” (surah al-Anfal: 29)
4. Allah beri jalan keluar bagi kesulitan yang dihadapi oleh orang-orang yang bertaqwa, memberi rezeki yang tiada diduga dan pahala yg besar.
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (surah ath-Thalaaq: 2)
“…dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (suruh ath-Thalaaq: 3)
“..Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (surah ath-Thalaaq: 4)
“…dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Dia akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.” (surah ath-Thalaaq: 5)
5. Orang yang bertaqwa akan dapat kemulian di dunia mahupun akhirat. (surah al-Hujurat 49: 13)

Amal Yang Dituntut

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, selawat dan salam untuk nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad SAW, keluarga dan seluruh sahabatnya.

Dibawah ini adalah ulasan tentang beberapa amalan yang mudah dilaksanakan dan akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar dengan kurnia dari Allah. Amalan-amalan ini banyak dilalaikan dan diremehkan oleh sebahagian besar manusia, padahal di dalamnya terdapat banyak pahala, di antaranya adalah sebagai berikut :-

1. Memperbanyak solat di al-Haramain asy-Syarifain (Masjid Haram dan Masjid Nabawi).

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah saw. bersabda: "Salat di masjidku ini lebih afdal dari 1000 solat di masjid lainnya kecuali masjid Haram, dan solat di masjid Haram lebih afdhal dari 100.000 solat di masjid lainnya." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Dan solat seorang wanita dirumahnya lebih baik daripada solat di masjid Haram dan masjid Nabawi.

2. Solat di masjid Quba'.

Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang keluar hingga sampai ke masjid ini, masjid Quba', lalu solat didalamnya, maka baginya pahala yang sama dengan (pahala) umrah." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).

3. Rutin melaksanakan solat Dhuha.

Dan waktu yang terbaik untuk melaksanakannya adalah ketika matahari sudah semakin terik, Rasulullah saw. bersabda: " Solatnya orang-orang yang bertaubat adalah ketika unta kecil telah merasakan panasnya (matahari)." (HR. Muslim).

4. Menggandakan istighfar,

Seperti dengan membaca doa: "Ya Allah, ampunilah orang-orang mukminin dan mukminat, orang-orang muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup di antara mereka maupun yang sudah meninggal." Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang meminta ampun untuk orang-orang mukmin dan mukminat maka Allah akan menuliskan untuknya setiap mukmin dan mukminat satu kebaikan." (HR. Thabrani).

5. Qiyamul Lail pada saat Lailatul Qodar.

Tahukah Anda bahwa pahala orang yang melaksanakan qiyamul lail pada saat lailatul qodar lebih afdhal dari pahala ibadah selama kira-kira 83 tahun lebih 3 bulan? Allah swt. berfirman: " Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan ijin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al-Qodar: 1-5).

6. Menggandakan Tasbih,

yaitu dengan membaca: " Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, keridhoan diri-Nya, seberat Ars-Nya, dan sepanjang kalimat-Nya."

7. Membaca doa ketika akan memasuki pasar.

Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang memasuki pasar maka hendaklah ia membaca [ Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu, wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khoir, wa huwa 'alaa kulli syai'in qodiir.] (Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Yang menghidupkan dan Mematikan. Ia hidup dan tidak mati, di Tangan-Nya kebaikan dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.), maka Allah akan menulis baginya satu juta kebaikan, dihapuskan darinya satu juta kejelekan dan diangkat dirajatnya satu juta dirajat." Dan dalam riwayat lain disebutkan: "Dan akan dibangun untuknya rumah di surga." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim).

8. Berumrah di bulan Ramadhan.

Karena berumrah di bulan Ramadhan sama dengan berhaji sekali. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. kepada Ummu Sinan: " Bila bulan Ramadhan tiba maka berumrahlah karena berumrah di saat tersebut sama dengan berhaji sekali." Atau bersabda: "sama dengan berhaji bersamaku." (Muttafaqun 'alaihi).

9. Mengamalkan adab-adab pada hari Jumat. Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang memandikan atau mandi lalu bersegera dan berjalan kaki, tidak dengan mengendarai sesuatu, lalu mendekati imam, menyimak dan tidak bercanda, maka baginya setiap langkah amal setahun pahala puasa dan solatnya." (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasai).

10. Puasa.

Nabi saw. menganjurkan untuk memperbanyakkan puasa sunnah dalam beberapa hari tertentu dalam satu tahun, misalnya puasa dua hari (Senin dan Kamis), hari-hari putih (13, 14, 15 setiap bulan Hijriah), bulan Sya'ban, enam hari di bulan Syawal, Muharram, sepuluh Dzulhijjah, puasa hari Arafah bagi selain jemaah haji dan pada hari Asyura. Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya (dirinya) dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan." (HR. Ahmad).

11. Memberi buka puasa bagi orang-orang yang berpuasa.

Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang memberi buka pada orang yang berpuasa maka baginya sama dengan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

12. Memperbanyak ucapan: [Laa haula walaa quwwata illaa billah]

("Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."). Karena ucapan ini adalah salah satu kekayaan surga, sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadit Muttafaqun 'alaihi dari Rasulullah.

13. Memenuhi kebutuhan manusia.

Rasulullah saw. bersabda dalam salah satu hadit yang panjang: "Aku berjalan beriring dengan saudaraku sesama muslim dalam suatu keperluan lebih aku senangi daripada beri'tikaf di masjid selama satu bulan." (HR. Thabrani dan ditahsin oleh Al-Albani).

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
“Manusia yang paling dikasihi Allah ialah orang yang memberi manfaat kepada orang lain dan amalan yang paling disukai oleh Allah ialah menggembirakan hati orang-orang Islam atau menghilangkan kesusahan daripadanya atau menunaikan keperluan hidupnya di dunia atau memberi makan orang yang lapar. Perjalananku bersama saudaraku yang muslim untuk menunaikan hajatnya, adalah lebih aku sukai daripada aku beriktikaf di dalam masjid ini selama sebulan, dan sesiapa yang menahan kemarahannya sekalipun ia mampu untuk membalasnya nescaya Allah akan memenuhi keredhaannya di dalam hatinya pada hari Qiamat, dan sesiapa yang berjalan bersama-sama saudaranya yang Islam untuk menunaikan hajat saudaranya itu hinggalah selesai hajatnya nescaya Allah akan tetapkan kakinya(ketika melalui pada hari Qiamat) dan sesungguhnya akhlak yang buruk akan merosakkan amalan seperti cuka merosakkan madu.” (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

14. Solat dua rakaat setelah terbitnya matahari.

Dari Anas bin Malik ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang solat subuh berjamaah lalu duduk-duduk berzikir kepada Allah hingga terbitnya matahari kemudian solat dua rakaat maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah." Beliau berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi dan ditahsin oleh Al-Albani).

15. Menbantu anak yatim.

Dari Sahal bin Saad bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Saya dan pengasuh anak yatim di surga seperti ini." (HR. Bukhari) "Beliau memberi isyarat dengan kedua jarinya, jari telunjuk dan tengah." Dan Anda bisa melakukan itu melalui salah satu yayasan atau lembaga sosial lainnya.

16. Senantiasa solat jenazah.

Dari Abu Hurairah ra. berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menghadiri jenazah hingga disolati maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang menghadirinya hingga dimakamkan maka ia akan mendapatkan dua pahala qirath." Dikatakan kepada beliau: "Apakah qirath itu?" Beliau menjawab: "Yaitu seperti dua gunung yang besar." (Muttafaqun 'alaihi).

17. Memperbanyak selawat untuk Nabi saw.Jadi barangsiapa yang berselawat untuk nabi saw. sekali, maka Allah akan berselawat untuknya sepuluh kali, dan akan menjadi manusia paling utama nanti pada hari kiamat. Allah swt. mewakilkan malaikat yang berkeliling menyampaikan salam ummatnya kepada nabi mereka.

18. Solat Isya'k dan Subuh secara berjamaah.

Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang solat isya'k secara berjamaah maka seakan-akan ia telah melaksanakan solat tengah malam, dan barangsiapa yang solat subuh berjamaah maka seakan-akan ia telah melaksanakan solat sepanjang malam." (HR. Muslim).

19. Membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali pada setiap selesai solat, lalu membaca: laa ilaaha illallahu, wahdahuu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir.

Ucapan ini memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana diriwayatkan dalam hadis tentang orang-orang fakir Muhajirin yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah (hadis panjang Muttafaqun 'alaihi) dalam bab "Dzikir-dzikir yang dibaca setelah solat fardu."

20. Dakwah kepada Allah dan menasihati orang lain.

Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia pun akan menanggung dosa yang sama dengan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun." (HR. Muslim). Jadi bila Anda menasihati orang lain untuk menuju Allah maka pahala nasihat itu ukan mengalir untukmu selama nasihat itu masih berguna bagi dirinya hingga hari kiamat. Misalnya dengan menyebarkan kebaikan seperti tulisan-tulisan yang ada di hadapan Anda sekarang ini, maka Anda akan mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya hingga hari kiamat dengan adzin Allah swt..

Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya Allah sentiasa memberi rahmat dan Malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi - sehinggakan semut dalam lubangnya dan ikan di laut - sentiasa berdoa untuk sesiapa yang mengajarkan perkara-perkara yang baik kepada orang ramai." (Abu Umamah r.a)

21. Solat empat rakaat sebelum ashar.

Sabda Rasulullah saw.: "Semoga Allah merahmati seseorang yang solat 4 rakaat sebelum ashar." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Empat rakaat itu dilakukan dengan dua salam setelah azan dan sebelum iqomah.

22. Mengunjungi orang yang sakit.

Sabda Rasulullah saw.: "Barangsiapa mengunjungi orang yang sakit, maka ia akan tetap di khurfah surga." Rasulullah saw. ditanya: "Apakah khurfah surga itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Buah surga yang dipetik." (HR. Muslim). "Dan Anda akan diampuni oleh 70.000 malaikat." (Sebagaimana yang terdapat dalam hadits panjang.)

23. Puasa, mengikuti jenazah, menengok orang yang sakit, dan memberi makan orang miskin.

Bila semua ini terkumpul pada seorang muslim pada satu hari maka ia akan masuk surga dengan karunia Allah, sebagaimana yang terjadi pada diri Abu Bakar ra., di mana Rasulullah saw. bersabda dalam hadis yang panjang: "Tidaklah hal itu semua berkumpul pada seseorang kecuali ia akan masuk surga." (HR. Muslim).

24. Mengadakan perdamaian di antara manusia.

Allah swt. berfirman: "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi shodaqoh atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia." (QS. An-Nisa: 114). Dan banyak hadits yang menunjukkan keutamaan hal itu, yang tidak mungkin kita membahasnya semua karena kesempatan yang terlalu sempit.

25. Memperbanyak ucapan [Subhaanallahi walhamdulillahi walaailaaha illallahu wallahu akbar].

Ucapan ini lebih afdhal daripada hari terbitnya matahari, sebagaimana terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Nabi saw.. Ucapan ini juga termasuk yang paling disenangi oleh Allah swt. sebagaimana dalam hadits shohih.

26. Membaca Surah Al-Ikhlas berulang-ulang.

Karena surah ini sebanding dengan sepertiga Al-Quran dalam hal pahala dan kandungan maknanya, di mana surat ini mengandung Tauhid, pengagungan dan penghormatan kepada Allah swt. Rasulullah saw. bersabda: "Qul huwallahu ahad, sebanding dengan sepertiga Al-Quran, dan Qul yaa ayyuhal kaafirun, sebanding dengan seperempat Al-Quran." (HR. Thabrani dan ditashih oleh as-Suyuti dan al-Albani). Dan perlu diperhatikan bahwa sepertiga dalam keutamaan tidak berarti merasa cukup membacanya dan meninggalkan bacaan surat-surat Al-Quran lainnya.

27. Solat empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat setelahnya.

Dari Ummu Habibah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa melaksanakan solat sunnat 4 rakaat sebelum dhuhur dan 4 rakaat setelah dhuhur maka Allah akan mengharamkan baginya neraka." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Empat rakaat itu dengan dua salam antara adzan dan iqomah, dan 4 rakaat dengan dua salam setelah sholat dhuhur.

28. Qiyamul Lail, menyebarkan salam dan memberi makan.

Dari Abdullah bin Salam ra., Nabi saw. bersabda: "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makan dan solatlah di waktu malam sementara manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR. Tirmidzi). Rasulullah saw. bersabda: "Solat yang paling afdal setelah solat fardhu adalah sholat lail." (HR. Muslim).

29. Mengikuti ucapan muadzin.

Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang membaca ketika mendengar azan: [Allahumma rabba hadzihidda'watittaammati washsholatil qooimati aati Muhammadanil wasiilata walfadhiilata wab'atshu maqoomam mahmuudanilladzi wa 'adtah] ("Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini (azan) dan solat (wajib) yang ditegakkan ini. Berilah wasilah (derajat yang tinggi) dan fadhilah kepada Rasulullah dan bangkitkanlah beliau pada maqom yang terpuji yang telah Engkau janjikan.") Maka ia berhak mendapatkan syafaatku nanti pada hari kiamat." (HR. Bukhari).

30. Memperbanyak membaca dan menghapal Al-Quran.

Allah swt. berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan solat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." (QS. Faathir: 29). Dari Ibnu Mas'ud ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan dan kebaikan itu dilipat gandakan menjadi sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan bahwa 'alif laam mim' itu satu huruf, tetapi 'alif' satu huruf, 'laam' satu huruf, dan 'mim' satu huruf." (HR. Tirmidzi dan berkata: "Hadits hasan shohih").

31. Memperbanyak zikir kepada Allah.

Sabda Rasulullah saw.: "Maukah kalian aku kabarkan kepada kalian amalan yang paling baik dan suci yang kalian miliki, yang paling tinggi dalam derajat kalian, paling baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak dan lebih baik daripada ketika kalian bertemu musuh lalu kalian memenggal lehernya atau mereka memenggal leher kalian?" Mereka menjawab: "Tentu". Beliau bersabda: "Yaitu zikir kepada Allah Ta'ala." (HR. Tirmidzi).

32. Mengekalkan akhlak yang baik

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:
“Sesungguhnya seseorang mukmin itu dapat mencapai darjat orang yang berpuasa yang mendirikan sembahyang ditengah malam disebabkan akhlaknya yang mulia”. (Riwayat Abu Daud) 

Selawat dan salam untuk nabi kita Muhammad saw, berserta keluarga dan para sahabatnya.

Dari Abdullah bin 'Amr R.A, Rasulullah S.A.W bersabda:
" Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."