Laman

Selasa, 18 Agustus 2020

MENYAMBUT BULAN 1.MUHARRAM 1442 H

Assalamu 'alaikum warohmatulloh wabarokatuh
MENYAMBUT BULAN MUHARRAM
Tahun ini, 1 Muharram jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020. Jadi, pada hari Kamis itu, awal tahun 1442 Hijriah akan dimulai.
Tahun baru hijriah atau tahun baru Islam diperingati pada setiap tanggal 1 Muharam.
Di kalender Hijriah, Muharam merupakan bulan pertama.
Pada tahun ini, 1 Muharam 1442 H akan jatuh pada hari Kamis, tanggal 20 Agustus 2020. Karena kalender hijriah diawali usai matahari terbenam, maka pergantian tahun baru Islam tersebut akan dimulai sejak Rabu malam,
tanggal 19 Agustus 2020.
Bulan Muharam adalah salah satu bulan di kalender Islam yang diyakini penuh berkah.
Dalam literatur keislaman, Muharam dijuluki sebagai "Bulan Alloh" atau Syahrullah karena bermakna agung dalam sejarah Islam.
Menyambut awal tahun baru Islam 1442 H, terdapat dua doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam: Doa akhir tahun dan doa awal tahun ketika memasuki 1 Muharam. dan Doa akhir tahun 1441 hijriah dapat dibaca sebelum sholat Magrib pada hari Rabu, 19 Agustus 2020, atau tepat saat pergantian tahun di kalender Islam terjadi. Sementara doa menyambut awal tahun baru Islam 1442 hijriah dapat dibaca sesudah salat Magrib pada hari yang sama.
Adapun doa yang dianjurkan oleh Rosululloh untuk dibaca ketika menyambut akhir dan awal tahun, sebagaimana dikutip dari Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar.sebagai berikut.
Doa akhir tahun dibaca sebelum memasuki Tahun Baru Islam 1442 H atau pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
Biasanya dibaca setelah Sholat Ashar hingga sebelum Maghrib tiba. Doa akhir tahun berisi tentang rasa syukur atas apa yang telah dicapainya selama ini dan menyebutkan harapan-harapan yang akan dilakukan saat memulai penanggalan baru.
1. Do'a Akhir Tahun
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Bacaan latinnya: "Allohumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm."
"Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku."
Sementara itu, doa awal tahun dibaca pada detik-detik memasuki hari pertama awal Tahun Baru Islam 1442 H.
Doa awal tahun biasanya dibaca sebanyak tiga kali setelah Maghrib. Doa awal tahun berisi tentang harapan harapan yang akan atau ingin dicapai selama satu tahun ke depannya.
Juga permohonan perlindungan dari Alloh Subhanallahu wa ta’ala.
2. Doa Awal Tahun
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Bacaan latinnya: "Allohumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini."
Kedua bacaan di atas, baik doa di akhir tahun dan awal tahun, dianjurkan untuk dibaca tiga kali. Selanjutnya, di pergantian tahun ini juga, Nabi Muhammad Shalallohu 'alaihi wasallam menyarankan untuk melakukan introspeksi diri atas hal-hal yang sudah dilakukan di tahun yang lalu dan mencanangkan kebaikan yang akan dilakukan pada tahun yang akan berjalan.
Rosululloh Shalallohu 'alaihi wasallam bersabda:
"Orang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Alloh Subhana wata'ala" (H.R. Tirmidzi).
Kedua bacaan di atas, baik doa di akhir tahun dan awal tahun, dianjurkan untuk dibaca tiga kali. Selanjutnya, di pergantian tahun ini juga, Nabi Muhammad menyarankan untuk melakukan introspeksi diri atas hal-hal yang sudah dilakukan di tahun yang lalu dan mencanangkan kebaikan yang akan dilakukan pada tahun yang akan berjalan.
Rosululloh bersabda :
"Orang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Alloh Subhana wata'ala." (H.R. Tirmidzi).
Wassalam...
Semoga bermanfaat

Rabu, 05 Agustus 2020

MENYAMBUT KEMATIAN


• Kematian adalah suatu kepastian, ia akan datang tepat waktu, tanpa bisa dimajukan atau dimundurkan kendati barang sedetik pun. Saat menghadapi kematian, petugas pencabut nyawa, Malakul Maut akan menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna. Jika anda adalah orang yang sukses menjalankan Misi Ibadah & Visi Khilafah dengan baik ketika hidup diatas bumi ALLAH ini, maka Malakul Maut datang dengan penampilan yang sangat sopan, berpakaian putih bersih dengan aroma harum kasturi, sambil tersenyum ia mencabut nyawa dari badan Anda dengan sangat hati-hati sehingga nyaris tidak dirasakan. Ketika Anda menghembuskan nafas terakhir sambil mengucapkan *Laa ilaaha Illallaah* (Tiada Tuhan yang pantas disembah selain ALLAH), orang-orang disekitar Anda akan melihat wajahmu yang berseri-seri sambil tersenyum simpul, Anda bisa tersenyum karena mengetahui bahwa Anda adalah orang yang akan meraih *Great Success* (kesuksesan tanpa batas), yakni akan masuk syurga, Insyaa Allah.!!..
Sebaliknya, jika Anda orang yang gagal menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah semasa mendapat jatah hidup di dunia, Malakul Maut (Izrail) akan datang kepadamu dengan wajah yang marah, garang, hitam pekat dan berbau busuk. Ia akan memperlakukanmu dgn sangat kasar sambil membentak & berkata : *Wahai Hamba Allah, inilah balasan awal dari kegagalan dalam menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah, karena kesombongan diri, pembangkangan dan kedurhakaan pada Tuhan Pencipta, Allah Rabbul 'Aalamiin. Jika Anda bernasib seperti itu, Malakul Maut akan mencabut nyawamu dgn kasar sekeras-kerasnya.
Sulit untuk dibayangkan, dengan melihat kondisimu yang sedang sekarat, gelisah, meregang nyawa, tenggorokanmu mengeluarkan suara yg menakutkan orang di sekelilingmu. Anda membolak-balikkan badan kekiri - kekanan, serta mata yg terbelalak ketakutan, wajahmu mengekspresikan suasana sesungguhnya yang sedang Anda hadapi ; ketakutan, kengerian dan putus asa. Problemnya ialah, Anda tidak bisa lari dari suasana itu.

¤• Bagaimanapun sulitnya Anda menghadapi *Sakratul maut* dan melewati pintu Kematian, namun Anda pasti akan mati juga. Dengan demikian, berakhirlah riwayat singkat Anda didunia tanpa meninggalkan kesedihan, kerinduan dan kecintaan dari orang yang tadinya sangat baik dan akrab denganmu, disebabkan oleh hubungan yg dibangun hanya karena kepentingan pribadi atau mengharapkan sesuap nasi darimu. Mungkin sebagian mereka ada yg merasa lega atas kepergianmu, karena mereka tahu betul semasa didunia, Anda adalah *Koruptor,Tukang tilep uang negara, pezina, pemabok, curang dalam proyek/perdagangan, atau suka memberikan kesaksian palsu & ijazah pun dipalsukan untuk meraih kursi eksekutif & legislatif, juga mungkin tokoh pornografi dan pornoaksi, serta paling anti pada sistem & aturan *Ilahi, Tuhan Pencipta Anda sendiri & Pencipta Jagad Raya ini.
Kegagalan dan Kesulitan yang amat dahsyat saat menghadapi kematian itu akan menimpa jika Anda Presiden dan Pemimpin Negara yang curang selama bertahun-tahun atau puluhan tahun mengurusi Negara dan Rakyat sehingga bangkrut dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan sampai ketitik nadir yang paling bawah, pada saat bersamaan, keluarga dan kroni-kroni hidup dalam kemewahan dgn harta berlimpah, atau Presiden yang merasa paling pintar dan Pemimpin yg congkak tapi tidak becus mengurusi rakyat sehingga beban hidup mereka semakin hari semakin menumpuk dan berat.

• Jika Kursi kebesaran yang bernama kursi Kepresidenan, kejaksaan agung, mahkamah agung DPR & sebagainya yang Anda duduki, kemudian enggan menerapkan hukum Allah, Tuhan Pencipta Anda sendiri juga Pencipta jagad raya di negeri yg Anda pimpin, bahkan Anda memusuhi, menangkap,memenjarakan & mungkin juga membunuh siapa saja dari kalangan Umat Islam, siapa sajalah Anda, bagaimana pun kehebatan,kekuatan dan kedudukanmu semasa di dunia, Malakul Maut tidak mempedulikan itu semua. Yang pasti, Anda sudah bertekuk lutut di hadapan bentakan dan hentakan prajurit Tuhan Pencipta yang bernama Izrail atau Malakul Maut itu. Ia hanya terfokus bagaimana mengakhiri jatah hidupmu di dunia ini tepat pada waktunya dan dengan cara yang paling kasar dan menyakitkan..

• Demikianlah dua type kematian yang dihadapi saat kita menghadapinya. Orang-orang yg semasa di dunia berhasil menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah, akan mendapat kemudahan sambutan yang begitu meriah dari Malaikat yg bertugas mencabut nyawa, bagi orang-orang yang gagal, akan melihat dan merasakan pula hasil kegagalan mereka.
Kematian itu adalah *Haq*,Ia datang hanya satu kali, kendati banyak sebab kematian, kematian adalah kematian. Apakah Anda menjemput kematian disebabkan gempa bumi, tsunami atau tabrakan juga narkoba,??. Apakah Anda melewatinya sendiri dengan bunuh diri atau dibunuh dijalan Allah atau setan,??. Apapun sebab kematian, kematian adalah kematian yang berfungsi untuk mengakhiri kehidupan manusia di dunia, kemudian diteruskan perjalanannya menuju alam Barzakh (pemisah), sambil menunggu kiamat atau kehancuran alam semesta, dan kemudian kebangkitan mahsyar (perhimpunan raksasa) dan seterusnya, *Syurga atau Neraka yang akan menjadi tempat Kita*...

~ Wallahul Musta'an ~

Minggu, 12 Juli 2020

CARA ANDA MENUNDUKKAN NAFSU


دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
...........
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

Saudara- saudariku sekalian ...
Anda tahukan itu nafsu, yakni menyukai apa yang ia senangi, yg mengatup yg suka menutup kebenaran.tapi kita bisa fahami bahwa nafsu itu sengaja diciptakan الله untuk kita agar hidup punya arti.
Nah jadi...
Kalau kita hidup tidak memiliki nafsu , apa artinya tentu tidak enak, karena itulah begitu luar biasanya manusia yang diciptakan الله dengan sempurna daripada makhluq- makhkuq lainnya.
Tidak perlu Anda bunuh itu nafsu, sebab nafsu tidak akan mati sebelum Anda belum mati. Matinya Anda barulah nafsu tidak ada.
Persoalannya adalah :
Bagaimana menundukkan nafsu ?
Bukan cara bunuh diri atau bunuh nafsu tersebut tapi ditundukkan.
Ini rahasianya >>>
" Dan aku tidaklah (mengatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karna sesungguhnya nafsu itu, selalu mendorong pada keburukan melainkan (nafsu) yg dirahmati Rabb-ku.
Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengampun Maha Pengasih."
QS. Yusuf :53)
Nafsu kalau dituruti pasti ia semakin berkuasa, dan semaaakin menjadi- jadi.
Kalau begitu apa rahasianya :
Ini sandinya yaitu sangat jelas di ayat :
مستسن منه
MUSTASNA MINHU
Yang berbunyi :
إلا ما رحم رب
" ILLA MAA RAHIMA RABBI "
inilah kata kunci yg Allah berikan pada Saya, Anda, kalian semua bahwa, jika Anda ingin dicintai الله. laksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
ketika Anda menerima apa adanya dari siapapun dan menerima cobaan dari Allah selalu menerima.
Dicaci, ditampar, dirampok, di aniaya dll
Ucapkanlah :
الحمد لله لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
ALHAMDULILLAH LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH
Maka " الله mendengar suaramu memanggil-Nya, bahwa Anda teraniaya dan tak mempu melawan nafsu kecuali hanya الله semata".
Disinilah nanti volume nafsu akan dikempis, diperkecil lalu tak berdaya atas pertolongan الله. Sebab itulah nafsu selalu berkehemdak semauanya. Walaupun Anda ahli shalat jika tidak bisa mengendalikannya, sama saja Anda shalat dengan kehendak nafsu.
Ingat itu. . . !!!!
Apa yang disenangi الله dan disukai-Nya, laksanakan dg bergembira. Dan apa yang diberi bala' oleh الله, maka selalu tersenyum dan bergembira.
Jika semua kesenangan yang الله berikan dan menimpakan, itu tandanya الله menyayangi Anda, maka ucapkanlah :
الحمد لله توكت على الله لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
" ALHAMDULILLAH TAWAKKALTU 'ALALLAAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH "
inilah kuncinya, supaya nafsu tak mampu berkuasa karena Anda sudah meminta kepada الله. Sebab :
Anda tak berdaya menghadapi nafsu kecuali pertolongan-Nya.
Semoga keterangan singkat ini ada manfaatnya untuk kita semua :
امين اللهم امين
فنوليس ✍️ :
جعفر الدين الجيلان الصدق

MAKNA HAKIKAT DZAT

.
كوتيفن داري :
جعفر الدين الجيلان الصدق
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
*******
Alhamdulillah...
Mari kita bersama- sama selalu membiasakan memuji الله, dalam saat apapun. Sebagai bukti kita bersyukur atas Ni'mat yang telah diberikan-Nya
Yaitu :
Ni'mat rasa kemanusaan.
Disini Saya akan melanjutkan tentang pengertian Apa yang disebut dengan Dzat itu...
Mari kita bersama-sama memahaminya.
*******
Saudara-saudariku sekalian yang saya hormati .......
Untuk mempermudahkan pemahaman tentang Dzat.
Kita ambil contoh saja sebatang kapur tulis.
Begini :
" Coba kalian ambil satu batang kapur tulis.
Dan lihatlah warna kapurnya kapur tulis itu.
Maka yang sebenar kalian pegang itu, dan kalian lihat itu, bukanlah Dzat kapur sesungguhnya.
Melainkan masih bersifat kapur tulis saja."
" Ingatlah baik-baik !!"
" Setiap yang kalian lihat itu, baik diraba, disebut. Maka semua itu adalah :
" SIFAT "
Bukan disebut :
" DZAT "
" Yang mana disebut Dzat kapur tulis itu ????"
" Seperti apakah Dzat kapur tulis itu ???"
*******
Nah .....
" Jika kalian semua ingin mengetahui dzat kapur tulis itu, mau tidak mau .... Kalian haruslah menyisihkan semua bentuk yang namanya sifat yang menempel pada Kapur tulis itu."
Caranya bagaimana ???"
" Kikislah kapur tulis itu sehingga tidak ada lagi yang bersifat menempel pada kapur tulis tersebut sampai tiada sisanya.
Terus saja Anda kikis kapur itu, sampai tidak terlihat sifat warna putihnya.
Teruuuuuuus dan terus saja dikikis sampai habis.
Terus dan terus. ...
Sampai tidak ada sifat kapur lagi yang dapat dipegang.
Terus... Terus... Kikis hingga tidak bisa disebut-sebut lagi.
****
Nah...
Jadi... jika sudah habis Anda kikiskan kapur tulis tadi tiada tersisa sebatang kapurpun, baik yang warna putih kapurnya ....
Maka :
itulah yang disebut dengan dzat kapur tulis tadi yang sebenarnya.
" Seperti apakah bentuk Dzat kapur yang sebenarnya itu ???"
"Apakah bisa kita lihat atau tidak, ataupun bisa disebut ???"
******
Jawabannya saudara-saudariku sekalian ialah :
Jika masih ada sifat kapurnya lagi yang masih bisa Anda lihat, dipegang, diraba, dan disebut, maka berarti pencarian Anda itu belumlah sampai ke- Dzat kapur aslinya.
Inilah yang dimaksud didalam Al- Qur'an sebagai :
ليس كمثله شي
LAISYA KAMISLIHI
SYAI-UN
Inilah arti dari tujuan mencari Tuhan, yang jelas- jelas Tuhan itu tiada seumpama.
Ini baru Dzat kapur namanya.
Yang jelas makhluq الله juga.
" Bagaimana lagi dengan Dzat- الله ???"
.
Sudah pastinya lebih dari :
ليس كمثله شي
LAISYA KAMISLIHI
SYAI-UN
الله اكبر...
Allaahu Akbar ...
******
Ini baru Dzat الله.
Sedangkan الله itu bukan berupa Dzat.
Karena الله itu adalah :
" RABBUL 'IZZATI "
Tuhan semesta Dzat.
Bagaimana pula diri pribadi-Nya.
Yang pastinya ialah :
Lebih dari :
LAISYA KAMISLIH
SYAI-UN
******
Begitupun dengan kita.
Bila ingin mengetahui diri kita sendiri. Maka coba kikiskan, tentu nampak otot.
Kikis lagi otot, tentu nampak tulang kita.
Kikis lagi tulang, jelas tampak sumsum.
Kikis Sumsum lagi maka :
Yang kelihatannya apa ?
*****
Nah...
Seperti itulah bentuk hakikat diri kita ini, yang tak bisa dipegang, diraba, disebut.
Bukti zat sepatu saja, sama dengan zat segala makhluq dialam semesta.
Jadi kita sama sepatu, kapur tulis itu adalah :
" Satu Dzat "
Allah Taala berfirman :
" Bukankah telah datang kepada manusia, satu waktu dari masa?
Sedangkan ia saat belum merupakan sesuatu yang bisa disebut "
(QS. Al- Insaan : 1 ).
*****
Ketahuilah saudara-saudariku .....
Hal keadaan Dzat itu meliputi sekalian alam.
Tidak mengambil tempat. Kekal hingga hari Qiamat. Maha Suci.
Bersih dari segala sesuatu yang menempel.
.
Itu sebabnya Al- Qur'an menjelaskan bahwa :
" Allah telah men-sifati Diri-Nya sebagai Maha meliputi.
Karena ada yang Maha meliputi.
Tapi bukan Tuhan.
.
Juga الله -pun men-sifati Diri-Nya dengan Maha Besar.
Karena ada yang Maha besar.
Tapi bukan Tuhan yakni :
" Dzat-Nya "
Saudara-saudariku sekalian yang saya hormati .....
Sesungguhnya ......
Sifat Esa berdiri pada Dzat.
Dzat Esa dengan Tuhan.
" Rabbul 'Izzati "
Dzat itu banyak variasi sebutannya dalam Al- Qur'an diantaranya yakni :
" NUR MUHAMMAD "
( Ruh Maha Suci )
Sedangkan didalam Ilmu Kalam disebut :
"KOSONG "
(Tubuh kosong)
Maha Ruang
Tubuh Maha Ruang :
Tubuh alam semesta.
Dan sebagainya......
Adakalanya Jasad kita di-ibaratkan :Air yang beku.
******
APA GUNANYA BELAJAR TAUHID UNTUK MENJALANI KEHIDUPAN SEHARI- HARI ?
Nah...
Jika kalian sudah faham tentang Dzat, pasti kalian tidak ragu lagi.
Bahwa dzat kita ini, satu dzat dengan dzat pohon, dzat batu, dzat meja, dzat tanah, air, api, langit dan bumi, dzat syurga dan neraka.
Semua itu satu Dzat dari sumber yang sama.
Yang membedakan ;
Adalah :
Kita manusia beda sifat yang menempel pada dzat masing- masing.
Pemahaman ini pernah Abi jelaskan mengenai Martabat tujuh terdahulu.
.
" Beruntunglah kita ini dimanusiakan الله....
Tapi bukan dibinatangkan, bukan di batukan ....
Dan lain-lain.
******
Jika kalian dah faham tentang pengertian dua unsur ini yakni :
" Sifat & Dzat "
Insya Allah...
Kalian akan memahami perkataan ini :
Muhammad Tubuh-ku
Nur Nyawa-ku
Tuhan Tubuh-ku.
يا بدهن
Jika kalian dah memahami tentang Dzat dan Sifat ini.
Insya Allah...
Kalian juga akan memahami bahwa :
" Antara Dzat dan Sifat itu
Adalah :
" ESA "
Tiada bercerai...
Tiada bersekutu...
Tidak bisa dipisahkan...
Inilah pundasi dasar Tauhid untuk memahami ke- Esa-an الله dan Hamba.
Semoga ilmu ini menambahkan pengetahuan Anda semua dan memantapkan keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berdiri dengan Sendiriya dalam ke-Esaan- Nya, tidak menyatu setiap makhluq-Nya.
Dan Tuhan sudah jelas Esa pada ke-Esaan-Nya dan tidak perlu di Esakan.
Karena sudah nyata Esa-Nya.
Yang harus di-esakan adalah diri kita sendiri kepada ke- Esaan-Nya yang Mutlaq.
امين اللهم امين .......
فنوليس ✍️ :
جعفر الدين الجيلان الصدق

Minggu, 28 Juni 2020

Sholawat Ibrahimiyah

Tentang shalawat yang paling disarankan, disebutkan dalam kitab Fala’ul Afham karya Ibn Qayyim Aljauziyah. Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amru Al Anshari Al Badri, ia mengatakan, ”Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam datang pada saat kami berada di majelis Saad bin Ubadah, Basyir bin Sa’ad bertanya pada beliau, ”Allah telah memerintahkan kami bershalawat untuk Anda, lalu bagaimana cara kami bershalawat untuk Anda?’
Beliau menjawab: ”Ucapkanlah, ‘Yaa Allah, limpahkan shalawat untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, seperti Engkau menampaklimpahkan shalawat-Mu untuk  keluarga Ibrahim, dan limpahkan berkah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad seperti Engkau melimpahkan berkah untuk keluarga Ibrahim.’ Sedangkan ucapan salam seperti yang telah kalian ketahui.”
Shalawat ini terkenal dengan nama Shalawat Ibrahimiyah. Lafazh-nya adalah: “Allahumma shalli ala Muhammadin wa ‘ala ala’ Muhammad, kama shallayta ‘ala ali Ibrahim wa barik ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammad, kama barakta ‘ala Ibrahim. Fil alamina innaka hamidun majid.”
Dalam tasyahud akhir, Imam Asy-Syafi’i ra, menganggap shalawat Nabi saw sebagai salah satu dari rukun salat. Beliau biasa memakai shalawat seperti berikut ini.
“Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa’ala ali Sayyidina Muhammad, kama shallayta ‘ala Sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim wa barik ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad, kama barakta ‘ala Sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali Sayyidina Ibrahim. Fil amina Innaka Hammidun-Majid.

Artinya: “Ya Allah SWT, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami. Muhammad, dan kepada keluargajunjungan kami, Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Ibrahim, dan keluarga Ibrahim, berkatilah pula junjungan kami Muhammad, dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkati junjungan kami Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia.”
Tambahan lafal ‘sayyidina’ boleh jadi sebagai adab dari beliau, atau mungkin pula mengikuti ucapan Rasululllah saw, dalam salah satu sabdanya yang mengatakan: ”Wa ana sayyidu waladi adama ala fakhr.”
Artinya: “Aku adalah sayyid (penghulu) manusia dan tidak sombong.”
  • Sholawat Yang Pendek

Shalawat ini cukup populer di masyarakat dengan sebutan shalawat ‘shad’. Tidak terlalu jelas siapa yang menamainya demikian. Mungkin juga karena diawali dengan huruf ‘shad’ .
”Shallahu ‘ala Muhmmad.”
Artinya: ”Semoga Allah mencurahkan shalawat kepada Muhammad.”
Penjelasaannya:
Imam Asy-Sya’rani menuturkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: ”Barangsiapa yang membaca shalawat ini berarti ia telah membukakan bagi dirinya tujuh puluh pintu rahmat, dan ditanamkan Allah kecintaan kepada dirinya dalam hati umat manusia.”
  • Sholawat Yang Ketiga

”Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala alihi wasallim. ”

Artinya: ”Ya Allah, Iimpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarganya.”
  • Sholawat Yang Keempat

“Allahumma shalli ‘ala muhammadin ‘abdika wa nabiyika nabiyyil ummiyy.”
Artinya: ”Ya Allah, limpahkan shalawat atas Muhammad, hamba dan nabi-Mu, nabi yang ummi.”
Penjelasan:
Imam Al-Ghozali dalam kitab Al ihya mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Barang siapa yang mengucapkan shalawat atasku pada malam Jumat sebanyak 80 kali, Allah akan mengampuni dosadosanya selama 80 tahun.”
Kemudian ditanyakan, ”Ya Rasulullah, bagaimana cara memberi shalawat kepadamu itu?”
Rasulullah saw menjawab, ”Allahumma shalli ‘ala muhammadin ‘abdika wa nabiyyikan nabiyyilummiy.”

Diriwayatkan bahwa, barang siapa yang membacanya setiap hari dan setiap malam sebanyak 500 kali, niscaya dia tidak akan mati sebelum berjumpa dengan Rasulullah saw, dalam keadaan sadar.
  • Sholawat Kelima

Shalawat Munjiyat ”Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammadin salatan tunjina biha, min jami’il ahwali wal ‘afat, wa taqhdi lana biha min jami’al hajat, wa tuthahhiruna biha min jami’is-sayyi’at, wa tarfa’una biha ‘indaka a’laddarajat, wa tuballighuna biha aqhsal-ghayat, min jami’ilkhayratifil-hayati wa ba’da! mamat.”
Artinya:
”Ya Allah limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Muhammad, dengan suatu shalawat yang menyebabkan kami selamat dari semua ketakutan dan malapetaka, yang menyebabkan Engkau menunaikan semua hajat kami, yang menyebabkan Engkau menyucikan kami, dari semua kejahatan, yang menyebabkan Engkau mengangkat kami ke derajat yang tinggi di sisi-Mu, dan yang menyebabkan Engkau menyampaikan semua cita-cita kamu berupa kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat.”
  • Sholawat Keenam

Shalawat Ash-shalah alad adyyah. “Allahumma shalli ‘ala Muhammadin bi ‘adadi man Shalla ‘alayh, wa shalli ‘ala Muhammadin bi ’adadi man-lam yu shalli ‘alayh, wa shalli ‘ala Muhammadin kama ‘amarta bish-salati ‘alayh, was hallo ‘ala Muhammadin kama tuhibbu an-yushalla ‘alayh, wa shalli ‘ala Muhammadin kama tan baghis-salatu ‘alayh.”
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah orang yang bershalwat kepadanya; limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah orang yang tidak bershalawat kepadanya; limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebagaimana shalawat yang Engkau perintahkan kepadanya; limpahkanlah shalawat kepada Muhammad sebagai mana Engkau suka agar dibacakan shalawat atasnya; dan limpahkanlah pula shalawat kepada Muhammad sebagaimana seharusnya shalawat atasnya.”
  • Sholawat Ketujuh

‘Allahumma shalli’ ‘ala Nabiyyina Muhammadin kullama dzakamkadz-dzakiruna wa ghafala ‘an dzikrikal-ghafilun.”
Artinya : “Ya Allah limpahkanlah sholawat atas nabi kami, Muhammad selama orang-orang yang ingat menyebutMu dan orang-orang yang lalai menyebutmu dan orang-orang yang lalu melupakan untuk menyebutMu ”
Penjelasan dan kegunaannya: Shalawat ini dan shalawat adadyyah adalah dua sighat
shalawat dari Imam Syafi’I ra.
Berkaitan dengan shalawat adadyyah, diceritakan bahwa Imam Asy-syafi’I pernah bermimpi bertemu dengan seseorang, lalu dikatakan kepadanya. ”Apa yang diperbuat Allah atas diri Anda?”
Imam Asy-Syafi’I menjawab, ”Allah telah mengampuni diriku.”
“Dengan amal apa?” “Dengan lima kalimat yang aku pergunakan untuk memberi shalawat kepada nabi Muhammad
Shalallahu ‘alaihi wassalam.
”Bagaimana bunyinya? Lalu, beliau membacakan shalawat tersebut (no. 6)
  • Sholawat Kedelapan

Shalawat ini disebut juga shalawat Kamaliyah. .Allahumma shalli wasallim wabarik ‘ala sayyidi na Muhammadin, ala ‘alihi, ‘adada kamalillahi wa kama yaliqu bikamalih. ”
Artinya: ”Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam dan barakah kepada Sayyidina Muhmmad, dan keluarganya sebanyak kesempurnaan Allah dan segala yang sesuai dengan kesempurnaan-Nya itu.” Penjelasan dan kegunaannya: Shalawat Kamaliyah ini digunakan sebagai wirid di kalangan tarekat karena pahalanya tidak terhingga. Ada yang menyatakan bahwa shalawat ini menyamai pahala 14.000 shalawat lainnya.
  • Sholawat kesembilan

Shalawat Nariyah
“Allahumma shalli salatan kamilatan wasallim salaman tamman ‘ala Sayyidina Muhammadinil-ladzi tanhallu bi’hi’l uqadu, watanfariju bihil kurobu, wa tuqdha bihiki hawaiju, watunalu bihir-raghaibu, wakhusnul khawatimi, wa yustasqal-ghamamu bi wajhihil-karim; wa’ala alihi wa shahbihi fi kulli lamhatin wa napasin, bi adadi kulli ma’lumin lak.”
Artinya:
”Ya Allah limpahakanlah shalawat yang sempurna dan kesejahteraan yang paripurna kepada junjungan kami Muhammad, yang dengan perantaraan beliau itu dilepaskan semua ikatan, dilenyapkan segala kesusahan, ditunaikan segenap kebutuhan, diperoleh segala keinginan, dicapai akhir yang baik, dan diberi minum dari awan berkat wajahnya yang mulia; juga kepada keluarga dan sahabatnya, dalam setiap kedipan mata dan tarikan napas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.”
Penjelasan dan kegunaannya:
Tentang shalawat ini, Imam Qurthubi menuturkan bahwa, barang siapa yang membacanya secara rutin setiap hari sebanyak 41 kali atau 100 kali atau lebih, Allah akan melenyapkan kecemasan dan kesusahannya, menghilangkan kesulitannya dan penyakitnya, memudahkan urusannya, memperbaiki keadaannya, meluaskan rizkinya dan membukakan baginya segala pintu kebaikan dan lain-lain.
yuk bersholawat!

MENCARI KENAL.

Dalam mengenal Allah itu, tidak lah terikat, tertakluk kepada hanya satu kaedah sahaja. Kerana itu kita perlu kepada adanya ilmu dan guru bagi mencari dan mencapai tujuan.
Setiap orang mempunyai jalan dan cerita tersendiri bagi menuju Kenal kepada Hakikat Pencipta (Allah.)
Ada org mengenal Allah dengan hanya membaca..
Ada org yang mengenal dengan mengkuburkan diri jasad nya yg hidup ke liang kubur.
Ada yg mengenal dengan ditimpa berbagai2 musibah dan masalah.
Ada yang mengenal dgn berguru dengan bermacam2 guru.
Ada yang mengenal dgn hanya tidur.
Ada yang mengenal Allah dengan mimpi2..
Ada bermacam cara lagi bagi seseorg dapat mengenal akan hakikat penciptanya Allah. Kerana itu, bagi orang yang faham dan tidak terikat dengan kepompong fikirannya semata tidak menyalahkan apa sekalipun kefahaman dan pegangaan seseorang. Kerana apa jua cara dan kaedah itu hanya jalan bagi menuju kepada satu hal tujuan iaitu menuju kepada Allah.
Allah menjadikan sesuatu itu berpasang2an...
Ada zahir ada batin
Ada jahil ada yang pandai
Ada bahgia ada derita
Ada syariat ada hakikat.
Alquran juga membawa maksud
tersurat dan tersirat.
Ramai orang kebanyakan terus menjatuhkan hukuman ini salah! ini sesat! Dan tidak ramai yang mencari sebab sebelum menjatuhkan hukum. Andai pun yang mencari sebab.. ramai yg mencari sebab untuk menghukum. Memang hukuman itu perlu bagi yang berbuat salah, tetapi sebelum menjatuhkan hukum, adalah baik kita mencari sebab. Harus mencari sebab dahulu daripada memandang dan menjatuhkan hukum. Kesimpulannya, ada ketikanya, betul bagi seseorang itu mungkin salah bagi seseorang yang lain. Ada ketikanya, benar di satu pihak, dan salah bagi pihak lain. KENAL bagi saya, mungkin Tidak Kenal bagi tuan.

Sebuah Dialog....


Saya: saya ingin bertanya, saya tau ini lancang.. tapi biarkanlah saya bertanya..
Mbah : oke.. silahkan..
Saya: mbah kan dianggap guru oleh semua org disini.......dari semula ratusan, skg menjadi hanya hitungan jari........gmn itu mbah ?
Mbah : mungkin mrk menganggapku guru, tp aku bahkan tdk menganggap mereka murid.... itu hanya persepsi mrk....... taukah engkau mengapa mereka pergi ??? .....
Saya: karena mrk kecewa dg mu mbah.......
Mbah : hahahaha......... tidak....... mereka kecewa dg gambaran ideal mrk tentangku..... tentang gambaran seorg guru yg suci, penuh karomah, terkenal dsb.......... tapi aku disini bukan utk menuruti gbran ego mrk itu.......... aku malah akan mengacaukannya....... Sesungguhnya mrk pergi krn kekecewaan mereka thd ilusi mereka sendiri....... dan aku dg senang hati akan mengantarkan kepergian mereka..........
Saya: apakah tdk ada suatu momentum buat mrk ??.......
Mbah : Itu tergantung mrk...... semua kata2 bahkan dari anak kecil sekalipun, semua kondisi, peristiwa yg dihadirkan dsb sudah dapat menjadi momentum menyadari diri atau malah menjadi momentum menguatkan ego..... apabila disaat kepergian mrk, mereka meletakkan kesadaran ke arah "diri mrk sendiri" maka mrk akan melihat ego mrk sendiri, ego yg menginginkan pegangan berupa guru, sosok idealnya, dan keegoisan mereka sendiri......... tapi apabila kesadaran diletakkan "keluar diri mrk sendiri" maka itu akan menjadi penghakiman terhadapku, menghasilkan celaan, hinaan, dan itu semakin menguatkan ego mereka, ilusi mereka msg2, mrk akan tetap berada di jalur yg sama......... kembali mencari guru2 yang merupakan sosok ideal ilusif buatan pikiran mrk sendiri.......
Saya: jadi semua hal adalah pedang bermata dua ?.......
Mbah : yaaa.......... itu bisa digunakan sebagai sarana menyadari diri atau sebaliknya menguatkan ego........
Saya: lalu bgm mereka yg pergi?
Mbah : biarkan saja........ aku tdk berkewajiban mencerahkan siapapun....... termasuk dirimu...... aku hanya berkewajiban menyadari diriku sendiri.......... terkait pencerahan utk dirimu itu adalaah kewajibanmu sendiri........... utk menjumpai penghubungmu, utk ditunjukkannya kunci dan dibimbingnya.......... Namun selanjutnya, semua terpulang kpd dirimu sendiri........ melihat dirimu sendiri........ karena yg paling tau tentang dirimu yah dirimu sendiri.. ITU HANYA PERLU KEJUJURAN DAN KEMAUAN MELIHAT SEJATINYA DIRIMU......... Itu bkn urusan guru ......
Saya: Itu bkn urusan seorg guru ??
Mbah : semua manusia menginginkan pegangan......... krn itu, ego membentuk sosok ideal seorg guru sbg pegangan...... krn manusia enggan sendiri...... enggan melangkah sendiri...... dan mrk mulai masuk kedlm lembah pengkultusan...... itu fatal...... dalam pengkultusan, engkau tdk akan mkn bisa melihat ke sejatianmu...... hanya disaat engkau sendiri tanpa bayang2 siapapun, tanpa otoritas apapun, tanpa apapun jg, barulah engkau bisa melihat kesejatianmu dg merdeka......
Saya: seringkali byk orang disini mendebat apapun yang kau katakan ataupun yg kau tulis.......
Mbah : itu adalah pertanda bahwa seseorang itu tdk mendengarkan dan tdk membaca sama sekali........ ia hanya membandingkan kata2ku dg pengetahuan simpanan miliknya.......... ia sama sekali tdk mendengarkan........ ia tertutup........ ia hanya membandingkan...... dan itu semakin menguatkan ego........ dari ilusi2 yg beridentifikasi dg pikiran liar dan pengetahuan......
Saya: yaa....... . jelas sudah...... bahwa semua hal adalah pedang bermata dua....
Mbah : apabila mereka meletakkan kesadaran pd kesejatian........ maka saat itu mereka akan menemukan sarana melihat diri dan mengamati diri.......
Saya: maksudnya?
Mbah : ego akan selalu bereaksi thd kata2 apapun...... ketika engkau mendgr kata2...... letakkanlah kesadaranmu di kedalaman....... engkau akan mlh egomu bereaksi thd kata2 itu......... dan engkau tdk terlarut dalam reaksi ego itu......... engkau mengamati...... dan mendengarkan..... engkau menyadari apa yg dikatakan tanpa membandingkan dan engkau sekaligus menyadari respon egomu......
namun apabila engkau meletakkan kesadaran keluar dirimu maka engkau larut dlm reaksi egomu, dlm penghakiman dan perdebatan....
Saya: hemm..... aku paham mbah...... dan apabila seseorang mendebatmu ???
Mbah : yaaaa..... terkadang aku akan melayani debat itu...... terkadang juga tidak.........pd dasarnya mrk berdebat dg diri mrk sendiri......
Saya: mbah..... sampean selalu berkata engkau engkau, dlm setiap kata katamu seakan menyalahkan org lain....... engkau engkau dan engkau.... mbah selalu menunjuk ke luar diri mbah dalam setiap wejanganmu mbah.....
Mbah : bukankah aku juga seringkali mengambil kata ganti orang pertama yaitu aku dalam kata2 ku?
Saya: iya...
Mbah : lalu kenapa engkau hanya mengingat wejangan dengan kata ganti "engkau"?
Saya: hemmm......
Mbah : bukankah egomu terganggu dengan itu?.......
Saya: mungkin...
Mbah : egomu terganggu....... dan engkau tak menyadari....... berangsur2 semakin tak tersadari.....
Saya: iya betul...
Mbah : terkdg menghina org lain bisa membuat org itu terganggu dan membuatnya menyadari si pemikir...... dibandingkan dgn menghina diri sendiri....... aku hanya melakukannya scr acak..... namun engkau hanya mengingat satu bagian yaitu ketika kata2ku seakan menghina keluar......
Saya: yah...... saya sadar akan hal itu...
Mbah : SATU SATUNYA PERANKU ADALAH MEMBUAT EGOMU TERGANGGU...... AGAR ENGKAU BISA MENYADARINYA...... tapi kalian terlalu sibuk mengamati org lain dibanding mengamati diri sendiri...... engkau meletakkan cermin kesadaran keluar...... dan semua hal di dunia menjadi sarana bagi egomu.....