Laman

Kamis, 25 Mei 2017

MEMAHAMI HILAL, HISAB DAN RUKYAT SEBAGAI PENENTU AWAL BULAN HIJRIYAH

Alhamdulillah, sebentar lagi fajar Ramadhan akan kembali menyingsing. Mari kita sambut dengan suka cita bulan suci yang penuh dengan rahmat dan ampunan Allah azza wa jalla. Sujud syukur kita karena kita masih disampaikan-Nya pada Ramadhan tahun ini. Marhaban yaa Ramadhan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, penentuan awal Ramadhan selalu menjadi trending topic dikalangan umat Islam dikarenakan seringnya terjadi perbedaan waktu yang ditetapkan oleh pemerintah melalui sidang Itsbat dengan beberapa ormas Islam (misalnya Muhammadiyah) yang telah terlebih dahulu menetapkan awal Ramadhan. Perbedaan waktu ini disebabkan oleh perbedaan cara menentukan waktu yaitu dengan metoda hisab dan rukyat. Sebagai umat Islam, sepatutnya kita mengetahui metoda-metoda penentuan waktu tersebut.

A. HILAL

Hilal adalah penampakan bulan yang paling awal terlihat menghadap bumi setelah bulan mengalami konjungsi/ijtimak.

Bulan awal ini (bulan sabit tentunya) akan tampak di ufuk barat (maghrib) saat matahari terbenam.

Ijtimak/konjungsi adalah peristiwa yang terjadi saat jarak sudut (elongasi) suatu benda dengan benda lainnya sama dengan nol derajat.
Dalam pendekatan astronomi, konjungsi merupakan peristiwa saat matahari dan bulan berada segaris di bidang ekliptika yang sama. Pada saat tertentu, konjungsi ini dapat menyebabkan terjadinya gerhana matahari.

Hilal merupakan kriteria suatu awal bulan. Seperti kita ketahui, dalam Kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, dan penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan hilal/bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 hari atau 30 hari.

“Mereka bertanya kepadamu tentang hilal. Katakanlah: “Hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji…” [QS. Al Baqarah (2):189]

B. HISAB

Secara harfiyah bermakna ‘perhitungan’.

Di dunia Islam istilah ‘hisab’ sering digunakan sebagai metode perhitungan matematik astronomi untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.

Penentuan posisi matahari menjadi penting karena umat Islam untuk ibadah shalatnya menggunakan posisi matahari sebagai patokan waktu sholat.

Sedangkan penentuan posisi bulan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam Kalender Hijriyah. Ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat orang mulai berpuasa, awal Syawwal saat orang mangakhiri puasa dan merayakan Idul Fithri, serta awal Dzulhijjah saat orang akan wukuf haji di Arafah (9 Dzulhijjah) dan hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [WS.Yunus (10): 5]

“Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.” [QS. Ar-Rahmaan (55): 5]

C. RUKYAT

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.
Aktivitas rukyat dilakukan pada saat menjelang terbenamnya matahari pertama kali setelah ijtimak (pada waktu ini, posisi Bulan berada di ufuk barat, dan Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari). Apabila hilal terlihat, maka pada petang waktu setempat telah memasuki tanggal 1.

Perihal penentuan bulan baru, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberi perhatian khusus pada Sya’ban dan Ramadhan

Hadits dari Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Jika kalian terhalang awan, maka sempurnakanlah Sya’ban tiga puluh hari.” (HSR. Bukhari 4/106, dan Muslim 1081).

D. CARA PENENTUAN AWAL BULAN KALENDER HIJRIYAH

Di Indonesia, terdapat beberapa kriteria yang digunakan baik oleh pemerintah maupun organisasi Islam untuk menentukan awal bulan pada Kalender Hijriyah:

D1. Rukyatul Hilal

Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari. Metode ini yang dipakai oleh Nahdlatul Ulama (NU).

D2. Wujudul Hilal

Hisab Wujudul Hilal (juga disebut ijtimak qoblal qurub). Kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan prinsip: Jika pada setelah terjadi ijtimak (konjungsi), Bulan terbenam setelah terbenamnya matahari, maka pada petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan (kalender) Hijriyah, tanpa melihat berapapun sudut ketinggian (altitude) Bulan saat Matahari terbenam.

Metode inilah yang dipakai oleh Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriyah.

D3. Imkanur Rukyat MABIMS.

Imkanur Rukyat adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang ditetapkan berdasarkan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dan dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan Hijriyah pada Kalender Resmi Pemerintah.
Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:

Pada saat matahari terbenam, ketinggian (altitude) Bulan di atas cakrawala minimum 2°, dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari minimum 3°, atau
Pada saat bulan terbenam, usia Bulan minimum 8 jam, dihitung sejak ijtimak.

Di Indonesia, secara tradisi pada petang hari pertama sejak terjadinya ijtimak (yakni setiap tanggal 29 pada bulan berjalan), Pemerintah Republik Indonesia melalui Badan Hisab Rukyat (BHR) melakukan kegiatan rukyat (pengamatan visibilitas hilal), dan dilanjutkan dengan Sidang Itsbat, yang memutuskan apakah pada malam tersebut telah memasuki bulan (kalender) baru, atau menggenapkan bulan berjalan menjadi 30 hari. Di samping metode Imkanur Rukyat di atas, juga terdapat kriteria lainnya yang serupa, dengan besaran sudut/angka minimum yang berbeda.

D4. Rukyat Global

Kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah yang menganut prinsip bahwa: jika satu penduduk negeri melihat hilal, maka penduduk seluruh negeri berpuasa (dalam arti luas telah memasuki bulan Hijriyah yang baru) meski yang lain mungkin belum melihatnya. Metode ini biasa digunakan oleh Hitsbut Tahrir Indonesia (HTI).

D5. Hisab Munjid

Hisab Munjid biasa dilakukan oleh jamaah tarekat Naqsabandiyah yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Menggunakan perhitungan munjid, tanggal 1 Rajab dihitung ketika bulan berdiri tepat di atas ubun-ubun di waktu maghrib. Bila sesuai, maka hari itu dihitung awal Rajab. Bila kurang yakin, perhitungan dilakukan dengan melihat bulan penuh di waktu subuh. Kalau pas di atas ubun-ubun, maka hari itu adalah hari ke-15 Rajab.

Perhitungan yang sama dilakukan juga selama Syaban. Setidaknya dilakukan empat kali pengecekan bulan, yaitu sekali pada awal, dua kali pada pertengahan dan sekali di akhir Syaban.

Dari situ perhitungan menjadi lebih mudah. Oleh Tarekat Naqsabandiyah perhitungan penanggalan Hijriah selalu menggunakan sistem genap-ganjil. Artinya Rajab selalu dihitung genap atau 30 hari dan Sya'ban selalu dihitung ganjil, 29 hari. Hal ini berarti jumlah hari di Bulan Ramadhan akan selalu 30 hari.

E. AWAL RAMADHAN 2017 (1438 H)

Ijtima’ akhir bulan Sya’ban 1438 H. terjadi pada :

Hari/Tanggal : Jum’at Legi, 26 Mei 2017
Waktu : 02.46.15 WIB.
Tinggi hilal mar'iy: 7°37'45”
Tinggi hilal haqiqi : 8°38’26’’ (di atas 2°)
Lama hilal : 00.34.34 Jam.

Maka, 1 Ramadhan 1438 H. jatuh pada :

Hari : Sabtu Pahing
Tanggal : 27 Mei 2017 M.

Insya Allah, tidak ada perbedaan awal Ramadhan antara Metode Rukyat dengan Hisab tahun ini, karena tinggi hilal diatas 4° menurut semua system hisab. Posisi hilal ini, insya Allah dapat terlihat dengan jelas dengan pengamatan metode rukyat.

Marhaban yaa Ramadhan!.

Selamat menyambut kehadiran Bulan Suci Ramadhan, Puasa Lahir-Bathin, Puasa Fiqih-Puasa Tasawuf.

Wallahu'alam bisshawwab


Kehidupan Manusia

Kehidupan Manusia
Ku bangkitkan ruhmu di alam arwah …
Maka ruhmu mengembara dialam arwah selama waktu yang Kuinginkan …
Lalu Ku kumpulkan semua makhluk-Ku di hadapan-Ku …
Ku tanyakan kepada langit, bumi, dan gunung gunung …
Maukah mereka mengemban kepemimpinan di muka bumi … ?
Mereka bungkam …
Tak satupun makhluk-Ku sanggup mengemban kepemimpinan dibumi-Ku …
Lalu kalian menyanggupi tugas itu …
Maka kuangkatlah kalian sebagai khalifah di muka bumi …
Kubiarkan ruh mu bertebaran di alam-Ku …
Lalu Ku pilih kalian satu persatu untuk bertugas …
Ku pilih ruh kalian untuk bergantian memimpin di bumi-Ku …
Yang terdahulu merupakan ayah bagi yang datang kemudian …
Ku tebarkan bibit-bibit seluruh manusia di sulbi Adam …
Tidaklah ada manusia yang menginjak bumi, terkecuali telah Ku siapkan bibit tubuhnya di sulbi Adam …
Wahai Hamba-Ku …
Ketika waktu yang Ku kehendaki telah tiba untuk memunculkanmu di muka bumi …
Ku tebarkan 1 milyar sel dari sulbi ayahmu ke tubuh ibumu …
Dan dirimu ada diantara 1 milyar sel itu …
Tak ada yang berhasil hidup selamat dan mencapai alam rahim, kecuali satu sel saja, dan itulah dirimu …
Ku pelihara kejadianmu 40 hari pertama yang masih berupa sel…
40 hari kedua engkau berubah menjadi segumpal darah …
Lalu dengan kasih sayang-Ku yang menyelubungimu, dan 40 hariketiga engkau berubah menjadi daging …
Lalu dengan kelembutan-Ku 40 hari kemudian Ku ciptakan untukmu mata, telinga, mulut, tangan kaki, dan tulang-tulang penguat untukmu …
Dengan kadar kekuatan yang Ku tentukan, lalu Ku bungkus daging, dan diatasnya sebagai lapisan terluar adalah kulit sebagai pelindung tubuhmu …
Lalu kujadikan darah terus mengalir kesekujur tubuhmu …
Jantung yang memompanya …
Paru-paru yang memompa udara keseluruh tubuhmu …
Lambung yang menyaring makanan di tubuhmu …
Ku jadikan pula sepasang mata agar engkau melihat …
Telinga agar engkau mendengar …
Lidah agar engkau berkata-kata …
Lalu setelah sempurna tubuhmu untuk memangku ruhmu …
Ku hembuskan ruhmu ke tubuhmu …
Maka ruhmu melayang meninggalkan alam ruh, menuju alam rahim…
Maka bergeraklah dan berfungsilah tubuhmu dialam rahim …
Setelah tubuhmu siap untuk menerima kehidupan bumi …
Maka Kutentukan rasa sakit yang luar biasa pada ibumu …
Agar menjadi bukti yang mengikatmu untuk selalu patuh kepadanya …
Maka lahirlah engkau ke bumi-Ku …
Ku titipkan kasih sayang-Ku untuk memeliharamu kepada ayah dan ibumu …
Mereka akan membimbingmu mengenal benda-benda …
Menuntunmu berjalan, berbicara, dan memperkenalkan baik dan buruk …
Ku penuhi sanubari ibumu dengan kasih sayang …
Agar ia rela mengorbankan segalanya demi kelembutannya padamu …
Kemudian Ku siapkan pula kelembutan dan kasih sayang pada sanubari orang-orang lain yang akan mengayomimu kelak …
Engkau menjadi manusia dewasa yang bertebaran dibumi-Ku …
Engkaupun melihat, mendengar, bernafas, makan dan minum dibumi-Ku …
Tak satupun perbuatan kalian, terkecuali Kusaksikan … Kulihat … Kudengar …
Ku utus pula untukmu semulia-mulia Rasul dari bangsamu …
Yang sangat berat memikirkan penderitaan yang menimpamu …
Selalu berusaha menjagamu dari bencana …
Dan sangat berlemah lembut pada hamba-Ku yang mu'min …
Ia membawa semua Rahmat-Ku yang sudah kuperbolehkan untuk engkau…
Ku tunjukkan kepadamu jalan yang semestinya kau tempuh …
Maka Ku lihat, apakah yang kau perbuat …
Bersyukur atau Kufur …
Setelah segala kemuliaan dan keluhuran Ku izinkan untukmu …
Namun engkaupun berbuat kehinaan yang tak Ku kehendaki …
Engkau melakukannya dimuka bumi-Ku …
Setelah engkau tenggelam dalam kehinaan …
Melampaui batas dalam berbuat kesalahan …
Sehingga engkau semakin jauh dari-Ku …
Maka engkau kupanggil untuk kembali kepada-Ku …
Agar engkau jangan berputus asa dari kasih sayang-Ku …
Sangat mudah bagi-Ku mengampuni seluruh dosamu …
Asalkan kau kembali bersama-Ku …
Aku bersamamu ketika engkau mengingat-Ku …
Apabila engkau menyebut nama-Ku, maka Akupun menyebut namamu…
Apabila engkau mendekat kepada-Ku dengan merangkak, maka Aku akan mendekat kepadamu dengan lebih cepat …
Sampailah waktu kehidupanmu di bumi-Ku selesai …
Maka engkau harus meninggalkan kehidupan di bumi …
Dengan lebih dulu merasakan kepedihan, yang jauh lebih besar dari kepedihan yang dirasakan ibumu saat engkau memasuki bumi-Ku …
Maka kau berpindah dengan Kehendak-Ku ke alam Barzakh …
Ruhmu tercabut dari tubuhmu …
Kau berpisah dengan semua yang kau lihat …
Berpisah dengan semua yang kau dengar …
Berpisah dengan semua yang kau kenal …
Berpisah dengan semua hartamu …
Berpisah dengan semua saudaramu …
Berpisah dengan semua orang yang kau cintai …
Berpisah dengan semua orang yang mencintaimu …
Berpisah dengan semua orang yang kau benci …
Berpisah dengan semua orang yang membencimu …
Berpisah dengan semuanya selain-Ku …
Engkau akan dimandikan oleh saudara saudaramu …
Mereka menanggalkan seluruh pakaianmu …
Dan menggantikan dengan kain putih (kafan) untuk hartamu yang terakhir …
Mereka mengantarmu ke dalam lubang kuburmu …
Sebuah lubang di perut bumi yang gelap dan lembab …
Itulah rumahmu untuk selanjutnya …
Mereka meletakkanmu sendirian …
Membuka kain yang menutup wajahmu …
Lalu memiringkan tubuhmu agar wajahmu mencium tanah …
Lalu sedikit demi sedikit kau ditimbun tanah …
Mereka menangisimu …
Kemudian mereka meninggalkanmu sendiri …
Tak satupun dari mereka yang perduli keadaanmu …
Mereka tak akan mau menemanimu disitu …
Saat itu engkau kembali pada-Ku …
Hanya bersama-Ku … Hanya bersama-Ku … Hanya bersama-Ku …
Sesungguhnya kami milik Allah, dan kami akan kembali kepada-nya …
INNAA LILLAAH WA INNAA ILAIHI RAJI'UUN …

Rabu, 24 Mei 2017

MAKNA MAKAN SAHUR.

ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
.
BISMILLAAHI WA MINALLAHI WA FILLAAHI WA 'ALLAAHI WA HUWALLAAHI...
.
Al-Hamdulillah...
Ikhwani...
Beberapa lama lagi kita akan bertemu Ramadhan. Ramadhan adalah bulan Rahmat, Ni'mat, Barakallah, penuh Rahasia zahir dan batin.
Mari kita bersama- sama membahas pemahaman RamadhanMari kita bersama- sama membahas pemahaman Ramadhan.
Sebelum bertanya yang lainnya, kita coba kita bertanya pada diri kita sendiri :
.
KENAPA DISYARI'ATKAN KITA MAKAN SAHUR ??
.
Jika kita fikirkan dengan hukum akal :
.
APA SALAH SIH KITA NGGAK BERSAHUR ??
.
===============
.
Syari'at menganjurkan kita agar pada waktu sahur, mestilah kita menjamah makanan walaupun hanya sedikit.
Ini menunjukkan kita lebih Islami.
Jika tidak mau...
Ya.. Setidaknya sedikit saja menikmati Rahmat-Nikmat dan Barakah Allah, walau hanya seteguk air.
.
===============
.
Sesudah menikmati Rahmat, Ni'mat dan Barakah sewaktu bersahur...
Nah.. Sesudah itu kita menikmati yang namanya lapar dan haus.
Setelah merasai lapar dan haus diwaktu berpuasa.
.
BAGAIMANA JIKA KITA BEKERJA DIWAKTU PANAS TERIK MATAHARI TANPA MAKAN DAN MINUM ??
.
Seandainya kita mau berbuka puasa tanpa ada makanan dan minuman.
.
APA RASANYA ??
.
Ini baru puasa ringan, puasa kecil hanya menikmati rasa lapar dan dahaga.
Inilah Ni'mat yang sekecil- kecilnya.
.
BAGAIMANA JIKALAU 2-3 HARI NGGA ADA MAKANAN. CUMA MENEGUK AIR SAJA ??
.
Nah...
.
BUKANKAH INI DIKATAKAN NI'MAT, RAHMAT DAN BARAKAH ??
.
Itulah makna SAHUR. Merupakan Rahmat, Ni'mat dan Barakah. Walau hanya sedikit mencicipi makanan dan minuman.
Itulah Ramadhan.
Ini dikatakan puasa...
.
================
Betapa Ni'mat, Rahmat dan Barakahnya bila kita mendapat air.
Ni'mat, Rahmat, Barakah itulah disebut :
" PUASA "
.
Puasa artinya :
" NI'MAT- RAHMAT- BARAKAH "
Dan arti bulan Ramadhan adalah :
" BULAN RAHMAT, BUKAN NI'MAT, BULAN BARAKAH "
===============
.
Ikhwan...
.
TIDAKKAH AIR DAN MAKANAN ITU BERUPA : RAHMAT, NI'MAT DAN BARAKAH ALLAH ??
.
Menikmati Air itulah dikatakan RAMADHAN.
Itulah puasa namanya.
Itulah Ni'mat, Rahmat dan Barakah yang sebenar- benarnya..
.
Puasa bukan saja menahan rasa lapar dan dahaga.
Puasa menahan rasa lapar dan dahaga itu namanya puasa yang seringan- ringannya.
.
Bila kita menerima Ni'mat Allah, itulah Barakah Allah, itulah dinamakan puasa.
Mensyukuri Ni'mat Allah itulah puasa namanya.
Inilah pemahaman Ma'rifat.
.
Bila pemahaman ilmu Syari'at menahan lapar dan dahaga itu disebut puasa.
Sedangkan didalam pemahaman ilmu Ma'rifat, puasa itu bukan saja menahan lapar dan haus saja. Tetapi :
Menikmati- Ni'mat, Rahmat dan Barakah Allah.
Itulah dinamakan sebenar puasa.
Ni'mat air itu puasa...
Dan Ni'mat makan itu puasa..
.
Seringan- ringan puasa adalah menikmati minum air. Menikmati makanan.
Sedangkan seberat- berat puasa adalah :
Menikmati Ni'mat mata... Ni'mat telinga...
Ni'mat mulut...
Ni'mat melihat...
Ni'mat mendengar...
Ni'mat akal dan fikiran...
Dll.
.
===============
.
Puasa Ramadhan itu adalah :
Menikmati dari sekecil- kecilnya Ni'mat Allah, berupa makanan dan minuman, hingga menikmati sebesar- besar puasa yakni :
Menikmati 7 anggota kita.
.
Disamping itu pula... Hendaklah kita menikmati Ni'mat alam... Ni'mat Langit...
Ni'mat laut...
Ni'mat udara...
Ni'mat tumbuh- tumbuhan...
Dll.
.
Yang jelasnya puasa itu menikmati dan menghargai pemberian Allah berupa Ni'mat anugerah, Rahmat dan Barakah-Nya.
Bila tidak mensyukuri (tidak berterima kasih), akan pemberian Allah, itu tandanya mereka yang tidak besuasa.
===============
Setelah kita mensyukuri segala Ni'mat Allah itu, maka hendaklah kita mengembalikan Ni'mat yang kita rasakan itu kepada Allah.
Setelah kita memahami apa itu Ni'mat, Rahmat, Barakah yakni Ramadhan, maka hendaklah kita kembalikan pula Ni'mat anggota 7 itu kepada Allah.
===============
Setelah dikembalikan semua segala sifat- sifat Ni'mat diri kita sepenuhnya, maka :
" ITULAH RAMADHAN YANG SESUNGGUHNYA "
.
Puasa bukan saja sekedar menjaga lisan dari mengupat, tetapi anggota mulutpun juga kita serahkan, agar tidak memiliki ucapat mulut. Artinya :
Tidak ada lagi kedustaan pada lisan diwaktu berpuasa.
Tetapi, selagi masih ada mulut, dan tidak menyerahkan kepada Allah, berarti selagi itu pula ia mengulangi kata kedustaan.
Ramadhan itu bukan saja menjaga anggota mulut selama 30 hari, tetapi Ramadhan itu hendaklah sepanjang bulan (24selama).
Ini makna Ramadhan hakiki.
Ramadhan yang penuh Hikmah yang penuh Rahmat, Ni'mat dan Barakah.
Itulah arti puasa.
Dan puasa adalah Ni'matnya terletak pada Ni'mat Sahur.
Artinya mencicipi hanya sekedar meneguk Air.
Dan Air itulah Ni'matnya Sahur.
Lebih lagi menikmati, jika kita melewati Ni'mat sahur artinya :
Meni'mati rasa kosong tanpa disentuh rasa adanya diri.
Itulah Makna Sahur Hakiki...
================
Nah Ikhwani...
Cukup sampai disini...
Insya Allah, kita bahas lagi selanjutnya nanti.
Lebih terkurang mohon Ma'af :
Akhirul Kalam >
.
WAS SALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI WA BARAKAATUH...
.
Aamiin Yaa Allaahumma Aamiin...

"TENAGA DALAM DAN TENAGA KEROHANIAN".

..Nur Muhammad adalah sinar insan yg terang benderang melebihi sinar matahari.
.
..Perjalanan paling jauh adalh prjalanan ke Alam Diri.
.
..Makhluk terpuji adalh insan2 yg tidak memuliakn diri mrk d dunia fana ini.
.
~~~~~~.
.
..Penulisan d bawah ini bukan utk menasihati,, bukan juga menggurui pembaca2 yg lbh tinggi ilmunya,, tetapi hanya menyampaikn.
.
..Sorg manusia itu punyai tiga jenis tenaga dn tiga jenis diri.
.
..Tenaga fizikal, tenaga dalam dan tenaga Kerohanian.
.
..Dan tiga diri di dalam satu..iaitu Diri jasad(diri dunia),, diri sukma(badan halus yg tdk akan mati) dn diri Kerohanian-(Nur Muhammad, iaitu pecahan kecil Nurullah).
.
..Tiap satunya adalh lbh ghaib dn lebih tggi kuasanya dari tenaga2 sbelumnya.
.
..Tenaga dalam trhasil dari olah2 jurus2 pernafasan dn kawalan minda bwh paras sedar.. (meditasi tenaga dalam).
.
..Tenaga kerohanian pula trbangkit dari Hati manusia yg telah d sucikan Allah.
.
..Tenaga dalam berpusat d perut sekitar bwh pusat.. unsurnya ialah air kehidupan.
.
..Rasulullah SAW bersabda: "Pintu ketaqwaan itu terletak di sini" (sambil menepuk dadanya sebanyak tiga kali).
.
..Tenaga kerohanian pula terbangkit dari tengah2 dada.. ia punyai unsur angin dn brsifat kasih-sayang,, ia sangat ghaib dan ianya suci drpd sebarang sifat unsur,,
.
..Pusat tenaga kerohanian tdk berada d depan dada,, tidak d belakang,, tetapi d tengah2 dada dn ulu hati.. dari ubun2 ia masuk ke tengah dada.. dan dari sana ia terpancar meliputi hingga ke luar badan,, kulit,, daging,, urat2 saraf,, darah,, tulang sum2.. dan shgga lh zarah2 yg paling halus.. hgga ke langit yg tiada brpenghujung..
.
..Pintu ke-Illahian itu lebih halus drpd mata jarum.. tiada yg lbh halus drpd itu. ..
.
..(Yunus :61) ..Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
.
..Tenaga d dahi membuka gambaran2 mata ketiga....penyaksian ini hanya d dlm taffakur., ia tdk terjadi d dalam keadaan mata terbuka. ..ia cuma gambar2 seumpama menonton tv tanpa bingkainya... kdg kala gambar2 tsb tiada kena-mngena dgn dirinya,, kdg kala penyaksian mata ketiga sukar d tafsirkan.
.
..Tenaga d ubun2 adalh tenaga tertinggi dn paling ghaib.. ia tdk berunsur apa2,, ia suci dari sebarang sifat2 unsur,, ia dpt d lihat hanya melalui mata hati tetapi tdk mata ketiga di tgh dahi dan pasti tdk dpt d lihat olh mata zahir.. dan dpt d rasakan tenaganya sntiasa brgerak2 siang dn malam d situ.
.
..Kesemua tenaga2 tsb sntiasa hidup brgerak dn brpusing2 d pusat2 tenaga yg tersusun d dlm tubuh.
.
..Di antara petanda2 awal tenaga kerohanian akan terbangkit-(tergantung rezeki masing2 yg di beri Allah),, adalh bunyi desingan yg nyaring,, halus dn panjang d telinga,, dn juga lantai d sekitar diri akan terasa bergegar seolah d landa gempa bumi yg kecil. ..hanya dirinya yg terasa gegaran tsb d dlm keadaan sedar dan waras., org lain d sbelahnya tdk terasa apa2..
.
..Jika kekuatan tenaga dalam mghasilkan Aura, kekuatan2 luar-biasa serta dpt menjauhkn syaitan,, tetapi syaitan akn lebur jika syaitan2 perasuk itu coba2 mghampiri insan2 yg membangkitkan tenaga kerohanian mrk. .. jelas bererti bahwa tenaga kerohanian jauh melangkaui keupayaan tenaga dalam.
.
..Tenaga fizikal brkaitan diri jasad,, tenaga dalam brkait diri sukma atau jiwa dn tenaga kerohanian adalh tenaga tertinggi dn plg sukar d kecapi olh kebanyakkn manusia..
.
..Jika tenaga jasad di satukan brsama tenaga dalam dgn tanpa nafsu2 mazmumah d dlm diri.. kebangkitan tenaga kerohanian boleh brlaku.
.
..Jika akal,, lidah dn hati d satukan d dlm zikir dn tasbih,, kebangkitan kerohanian boleh terjadi.
.
..Jika qorin syaitan dpt d kecilkan,, taubat d terima Allah,, dosa2 lampau d ampunkn Allah,, kebangkitan kerohanian boleh terjadi secara beransur-ansur.
.
..Jika Allah sendiri yg berKehendak,, IA boleh mmbangkitkan tenaga kerohanian pd se sorg itu biarpun dia tdk pernah belajar ilmu2 syari'at.. tariqat.. hakikat maupun makrifat... biasanya ia terjadi hanya kpd pentaubat2 yg telah terampun akn dosa2 mrk.
.
..Tenaga kerohanian yang terbangkit punyai getaran yg lebih halus dari getaran tenaga dalam
.
..Tenaga Rohani sorg itu sndiri punyai tenaga sembuh dn mnyembuhkn.
.
..Atas izin Allah yg menjadikan tiap2 sesuatu d semesta alam ini..dgn tenaga Rohani tsb,, sorg itu mampu merawat dirinya sndiri dn mampu merawat manusia2 lain yg trkena sihir ilmu hitam.
.
..Tenaga kerohanian itu dari alam yg tggi,, dan ia mmbawa arus2 ghaib yg mengalir d dalam tubuh seraya merawat srta membetulkn pembuluh urat2 darah,, daging dn meregangkan tulang dari ubun2 hgga ke hujung kaki.
.
..Tenaga kerohanian itu tdk berupa serta brbentuk yg sntiasa sama,, dan ia meliputi tiap zarah diri sukma dan diri jasad..
.
..Tenaga zikir dan tenaga dari khoddam2 ayat itu trgolong d dlm tenaga kerohanian juga dn ia bersifat hidup srta mmpunyai Roh-Hidup., malah tenaga2 tsb adalh berakal dn brtindak-balas kpd bacaan2 Al-Quran.
.
..Tenaga kerohanian itu tdk terikat kpd ruang dan masa.. ia amat2 berkait rapat dgn ketuhanan
.
..Atas sebab2 nafsu dn dosa.. sorg manusia itu akn terhijab tdk dpt mngenal tenaga kerohanian mrk sndiri yg mmg sdh ada d kurniakn Allah pada tiap2 jiwa manusia yg bernafas d mukabumiNYA ini.
.
~~~~~~
.
..Penulisan2 tsb adalh benar dn ia d alami sndiri olh beberapa org.. ia bukan ilmu bacaan dari buku.
.
..Az-Zumar Ayat 33
وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
33. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa
.
~~~~~~~.
.
,,Usah keterlaluan mnyintai apa2 pn yg brnyawa atw tdk brnyawa dr dunia ini,, dosa dn nafsu dunia akn mghijab makrifatullah sbenar,,
,, Perang trbesar adalh mmerangi nafsu dunia dn syaitan Qarin pd diri sndiri,,
,, Islam brmula dr mnusia prtama,, Adam AS shgga lh Muhammad SAW,,Rasul trakhir utk pedoman dn pegangan mnusia hgga hari kiamat,,
.
..
..At-Tagabun :12
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
12. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
.
~~~~~~~.
.
..Hidayah Laduni itu hanya hadir,, ia tdk d pinta,, dn tdk d pelajari,, ia hanya hadir pd mrk2 yg d beri petunjuk. ..mrk bukan ustaz,, bukan ulama,, mrk cuma org2 yg mndpt petunjuk lansung dr Allah.
.
..Al-Baqarah :5
أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
.
....Az-Zumar :37
وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ
37. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?
.
..Al-Qalam Ayat 7
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
7. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
.
~~~~~~~
.
..At-Takwir : 24
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِينٍ
24. Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.
.
..At-Takwir : 29
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

Selasa, 23 Mei 2017

SEKADAR PERBANDINGAN AKIDAH(TAUHID). SYI'AH.

Kaum yang berlebih-lebihan memuja Saidina Ali Karamallahu wajhahu. Mereka tidak mengakui Khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman, Radhiyallahu’anhum.
(Kaum Syi’ah kemudian berpecah menjadi 22 aliran.)
KHAWARIJ.
Yaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci Saidina 'Ali Kw. bahkan ada di antaranya yang mengkafirkan Saidina Ali. Firqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang membuat dosa besar menjadi kafir.
(Kaum Khawarij kemudian berpecah menjadi 20 aliran.)
MU'TAZILAH.
Yaitu kaum yang berpaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Tuhan tidak bisa dilihar dengan mata dalam syurga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara dua tempat, dan mi’raj Nabi & Muhammad hanya dengan ruh saja, dan lain-lain.
(Kaum Mu’tazilah berpecah menjadi 20 aliran.)
MURJI'AH.
Yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat ma’siyat (kedurhakaan) tidak memberi mudharat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebajikan tidak memberi manfa’at kalau kafir.
NAJARIYAH.
Yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yakni dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada.
(Kaum Najariyah pecah menjadi 3 aliran.)
JABARIYAH.
Kaum Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa, manusia “majbur”, artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaba tidak sama sekali. (Kaum ini hanya 1 aliran.)
MUSYABBIHAH.
Kaum Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk 1 di kursi, naik tangga, turun tangga dan lain-lainnya. Kaum ini hanya 1 aliran saja.
MUJASSIMAH.
Puak Mujassimah selalu mengatakan keberadaan Allah bertempat di langit,malah lebih teruk lagi mereka mengatakan Allah duduk diatas arasy sebagaimana seorang raja bersemayam diatas singgahsananya malah mengkafirkan sesiapa sahaja yang tidak mengatakan Allah duduk diatas arasy. Ini adalah Akidah batil lagi sesat malah Imam Syafie mengatakan kafir kepada mereka yang berkeyakinan Allah duduk diatas arasy.
AKIDAH RASULULLAH,PARA SAHABAT DAN AT TABII'.
AKIDAH IMAM SYAFI’I
Imam asy-Syafi’i Muhammad ibn Idris (w 204 H), seorang ulama salaf terkemuka perintis madzhab Syafi’i, berkata: Sesungguhnya Allah ada tanpa permulaan dan tanpa tempat. Kemudian Dia menciptakan tempat, dan Dia tetap dengan sifat-sifat-Nya yang Azali sebelum Dia menciptakan tempat tanpa tempat. Tidak boleh bagi-Nya berubah, baik pada Dzat maupun pada sifat-sifat-Nya ” (Lihat az-Zabidi, Ithâf as-Sâdah al-Muttaqîn…, j. 2, h.24).
AKIDAH SAHABAT SAYYIDINA ALI BIN ABI THOLIB
Barang siapa mensifati Allah bahwa Allah di dalam sesuatu maka berarti mensifati Allah bahwa Allah adalah mahdud / sesuatu yang dibatasi, maka ia kafir. Barang siapa mensifati Allah bahwa Allah di atas sesuatu maka berarti mensifati Allah bahwa Allah membutuhkan, maka ia kafir
(Lihat: Kifayah an-Nabih fi Syarh at-Tanbih)
AKIDAH SAHABAT SAYYIDINA ABU BAKR ASH-SHIDDIQ
Beliau berkata -semoga Allah meridlainya- : “Pengakuan bahwa pemahaman seseorang tidak mampu untuk sampai mengetahui hakekat Allah adalah keimanan, sedangkan
mencari tahu tentang hakekat Allah, yakni membayangkan-Nya adalah kekufuran dan syirik”.
AKIDAH SYEKH AL ‘ALIM ABU AL HUDA ASH-SHAYYADI
Beliau salah seorang khalifah syekh Ahmad ar-Rifa’i (dalam Thariqah ar-Rifa’iyyah) pada abad XIII H, dalam kitabnya at-thariqah ar-rifa’iyyah berkata:
“Sesungguhnya mengatakan Wahdah al Wujud (Allah menyatu dengan makhluk-Nya) dan Hulul (Allah menempati makhluk-Nya) menyebabkan kekufuran dan sikap berlebih-lebihan dalam agama menyebabkan fitnah dan akan menggelincirkan seseorang ke neraka, karenanya wajib dijauhi”.
AKIDAH AL-IMAM FAKHR AR-RAZI
Seorang ahli tafsir terkemuka; al-Imam al-Fakhr ar-Razi ( w 606 H) dalam kitab tafsirnya menuliskan sebagai berikut: “Jika keagungan Allah disebabkan dengan tempat atau arah atas maka tentunya tempat dan arah atas tersebut menjadi sifat bagi Dzat-Nya. Kemudian itu berarti bahwa keagungan Allah terhasilkan dari sesuatu yang lain; yaitu tempat. Dan jika demikian berarti arah atas lebih sempurna dan lebih agung dari pada Allah sendiri, karena Allah mengambil kemuliaan dari arah tersebut. Dan ini berarti Allah tidak memiliki kesempurnaan sementara selain Allah memiliki kesempurnaan. Tentu saja ini adalah suatu yang mustahil” .
AKIDAH IMAM MALIK :
IMAM MALIK IBN ANAS Al-Hafizh al-Bayhaqi dalam karyanya berjudul al-Asma’ Wa ash-Shifat, dengan sanad yang baik (jayyid), -sebagaimana penilaian al-Hafizh Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari-, meriwayatkan dari al-Imam Malik melalui jalur Abdullah ibn Wahb, bahwa ia -Abdullah ibn Wahb-, berkata: “Suatu ketika kami berada di majelis al-Imam Malik, tiba-tiba seseorang datang menghadap al-Imam, seraya berkata:
“Wahai Abu Abdillah, ar-Rahman ‘Ala al-arsy Istawa, bagaimanakah Istawa Allah?”. Abdullah ibn Wahab berkata: Ketika al-Imam Malik mendengar perkataan orang tersebut maka beliau menundukan kepala dengan badan bergetar dengan mengeluarkan keringat. Lalu beliau mengangkat kepala menjawab perkataan orang itu: “ar-Rahman ‘Ala al-arsy Istawa sebagaimana Dia mensifati diri-Nya sendiri, tidak boleh dikatakan bagi-Nya bagaimana, karena “bagaimana” (sifat benda) tidak ada bagi-Nya. Engkau ini adalah seorang yang berkeyakinan buruk, ahli bid’ah, keluarkan orang ini dari sini”. Lalu kemudian orang tersebut dikeluarkan dari majelis al-Imam Malik (Al-Asma’ Wa ash-Shifat, h.408)“.
AKIDAH SYEKH ABD AL GHANI AN-NABULSI –
Beliau -semoga Allah merahmatinya- dalam kitabnya al faidl ar-rabbani berkata: “Barangsiapa mengatakan bahwa Allah terpisah dari-Nya sesuatu, Allah menempati sesuatu, maka dia telah kafir”.
AKIDAH AL-HAFIZH IBN AL-JAWZI
Beliau berkata dalam kitabnya Daf’u Syubah at-Tasybih:
“Sesungguhnya orang-orang yang menyifatkan Allah dengan tempat dan arah, maka sesungguhnya dia termasuk Musyabbih dan Mujassim yang tidak mengerti sifat Allah”
AKIDAH AL-HAFIDZ IBN HAJAR AL-ASQALANI
Beliau berkata di dalam Fath al-Bari:
“Sesungguhnya kaum Musyabbihah mujassimah itu adalah mereka yang menyifati Allah dengan tempat, padahal Allah Maha Suci dari tempat.”
AKIDAH RASULULLAH !!
Baginda Rasulullaah shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda:
ﺍﻧﺖ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻓﻠﻴﺲ ﻓﻮﻗﻚ ﺷﻴﺊ ﻭﺍﻧﺖ ﺍﻟﺒﺎﻃﻦ ﻓﻠﻴﺲ ﺩﻭﻧﻚ ﺷﻴﺊ ﺭﻭﺍﻩ ﻤﺴﻠﻢ
“Engkaulah adz-Dzohir yang tidak ada sesuatu-pun di atas-Mu, dan Engkaulah al-Baathin, yang tidak ada sesuatu apapun di bawah-Mu” (HR. Muslim).

TANPA DISADARI TERUCAP PERKATAAN " AKU- ALLAH.

SALAAM HIYAS SALAAM....
.
IKHWANI.....
Pelajaran atau pemahaman hari ini kami ambil dari sebuah kutipan kiasan cerita seorang Ulama Sufi berma'rifat tinggi yang bernama Abu Yazid.
Beliau pernah ditanya seorang pemuda yang ingin tahu tentang Allah.
Begini ceritanya.
Sang pemuda bertanya :
.
" Ya Abu Yazid...
Apakah yang dimaksud Tahta Allah ?"
.
Beliau Menjawab :
.
" Tahta itu adalah Aku "
.
Bertanya lagi pemuda itu :
" Apakah yang dikatakan Ganjalan kaki Allah ?"
.
Abu Yazid menjawab :
.
" Ganjalan kaki Allah itu adalah Aku "
.
Sang pertanya lagi :
.
" Apakah yang dimaksud Lauhul Mahfudz dan Kalam ?"
.
Lalu Beliau Menjawab :
.
" Lauh dan Kalam itu adalah Aku. Allah memiliki hamba- hamba seperti : Ibrahim, Musa dan Isa. Mereka itu adalah Aku "
Allah memiliki Malaikat- Malaikat seperti : Jibril, Mikail dan Israfil. Mereka itu adalah Aku "
.
Pemuda yang bertanya tadi, lalu terdiam.
Kemudian Abu Yazid berkata :
.
" Barangsiapa yang melebur didalam Allah, dan telah mengetahui keadaan yang sebenar- benarnya, mengenai segala yang berwujud... Maka segala- galanya itu adalah Allah "
.
_______________________
.
PELAJARAN ORANG YANG BERMA'RIFAT.
.
Nah Ikhwani...
Pelajaran kutipan cerita diatas tadi, sebagai kiasan seseorang yang dimabuk Zauq berat kepada Allah. Sehingga menimbulkan latah tanpa disadari.
Segala melebur, hancur dan tenggelam didasar lautan.
Mabuk berat tanpa arak
tanpa memikirkan siapa dirinya lagi.
Hancur dirinya didalam Wajah Allah.
Sehingga tidak terlihat lagi dirinya.
Dan tidak merasakan dirinya lagi.
.
Seseorang yang telah Zauq, mabuk kepada Allah seperti ini, dan bila ia ditanya seseorang, maka ia hanya tahu menjawab dua perkataan yaitu : Aku.
Yang kedua : Allah.
.
______
.
Walaupun ia mengatakan perkataan " Aku "
Ucapan ini merujuk kepada " Allah " yaitu :
" AKU- ALLAH "
.
Sebutan kata " Aku " bagi orang dah mabuk Zauq berat, hingga fana, melebur, Baqa billah adalah :
" Merujuk kepada Allah semata- mata "
Bukan dia berkata lagi, tetapi kelakuan Allah, perkataan Allah.
.
_________
.
IKHWAN...
.
Dari cerita Abu Yazid tadi-Kita bisa simpulkan Jawaban Beliau.
" AKU "
Akulah Tahta Allah...
Akulah Ganjalan kaki Allah...
Akulah lauhul Mahfudz dan kalam...
Akulah Nabi...
Akulah Malaikat..
Dll..
.
Ungkapan ini merujuk kepada Allah.
Prilaku Allah.
Sebagai gambaran seseorang yang dimabuk Allah.
Inilah mabuk latah.
Mabuk Zauq
Mabuk tanpa minum Arak.
Mabuk yang melebihi minuman berakohol.
.
_______
.
Dari itu Ikhwani...
.
Janganlah kita menghukum seseorang itu, yang apabila ia telah terbuai oleh seperti diatas.
Lalu dikatakan " Sesat, kafir "
padahal Aqidah orang seperti itu, telah sampai Ilmu Ma'rifat yang sebenarnya.
.
Maka dari itulah timbul Fitnah, tuduhan, menyesatkan, dan menyalahkan para Ulama- Ulama Sufi yang berma'rifat.
.
_____________
.
Ketahuilah...
Kita ini sebenarnya benda mati, dan sudah tiada apa- apa lagi yang tersisa pada kita
kita ini sudah tertulis mati semenjak dari Azali dulu didalam Lauh Fahfudz.
Mati cuma sekali
tidak terulang 2x.
Makanya janganlah bersifat hidup bangga.
Karena sifat hidup adalah Milik Allah.
Untuk apa dibanggakan hidup dalam penzahiran.
.
Kalau bersifat hidup. Dan Allah bersifat hidup, lalu :
apa bedanya Sifat Allah dan sifat kita ?
Kalau kita juga bersifat hidup, berarti kita sudah menduakan sifat Allah.
Jika kita menggunakan kata pakai Sifat Allah- berarti disini kita seakan- akan menjadi Tuhan, dan mengaku aku
.
Inilah yang sering terjadi sekarang menggunakan kata pakai.
.
TIDAK SADARKAH KITA INI
??
.
Sebenarnya kita ini adalah mati, sudahpun mati.
Jika kita tidak ada, maka :
.
SIAPAKAH YANG BERSIFAT ADA ?
.
Sesungguhnya...
Yang bersifat ada itu cuma hanya " ALLAH "
Jika yang tinggal itu cuma hanya Allah, maka :
Allah- lah yang berkata- kata.
Itulah perkataan Abu Yazid, berkata itu Aku atau perkataan Allah.
Itulah yang disebut perkataan Allah.
Bukan Abu Yazid yang berkata begitu, tetapi ALLAH.
Abu Yazid itu hanya bisu, diam.
Coba lihat orang bisu.
Mana ada orang bisu berkata- kata.
Kecuali hanya bersifat kata- kata saja, yang bisa berkata.
Inilah pemahaman orang yang berma'rifat tinggi yang tidak bisa dicerna oleh akal.
Tidak bisa dijangkau ilmu akal.
.
_______________________
.
Semoga kutipan ini, sebagai gambaran dan pelajaran bagi siapapun yang ingin mempelajari Maqam Tauhid ruh.
Asalkan ia yaqin dan sadar atas kekurangan dirinya.
Maka itulah ketiada dayaan kita inilah kita kembalikan hak diri kepada yang mempunyai haq atas diri kita.
Insya Allah...
Kita akan mengenal hakikat hidup yang sebenarnya.
Aamiin...
.
Kami Mohon ma'af yang sebesar- besarnya
Akhirul kalam :
.
Wassalaamu 'Alaikum Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh...

UNTUK MENDAPATKAN SHALAT YANG KHUSUK, DAN INGAT PADA ALLAH, MAKA KENALILAH ALLAH.

Assalaamu 'Alaikum
Wa Rahmatullaahi
Wa Barakaatuh...
.
.
Para Ikhwani Wa Akhwati yang di-Rahmati Allah...
.
Ketahuilah Akhwan...
Untuk memantapkan shalatnya dan mengingati-Nya, maka shalatnya akan khusyuk. Dan hati akan tentram. Dengan cara Mengenal Allah yakni ber- Ma'rifat kepada-Nya.
Jika dah kenal Allah, tentu shalatnya menjadi Khusyuk dan terus mengingat Allah didalam Shalatnya.
Allah ber-Firman :
.
" FAWAILUL LIL MURSHALIIN "
.
" Maka celakalah bagi orang yang lalai didalam shalat "
.
Ikhwanil Muslimiin Rahimakumullah...
.
Barangsiapa yang ingin mendapatkan shalat yang khusyuk dan ingin terus- menerus ingat akan Allah, maka kenalilah Allah Ta'ala.
.
Apabila kita sudah mengenal akan Allah, barulah kekhusyu-an Tawadhu', dzikir, limpahan Rahmat, Ni'mat, Ridha dan Ikhlas itu akan mendatangi kita. Dan pasti sepanjang ia shalat, tentu akan terus mengingati-Nya tanpa disadari.
Maka hatinya menjadi tentram, damai.
Shalat teratur dan tertib.
.
_______________________
.
Sebaliknya, apabila kita tidak bisa mengenali Allah, Niscaya kita tidak akan bisa mendapatkan kekhusyu-an dan ingat. Kecuali hanya didapati khayalan, tipu daya fikiran entah kemana melayangnya.
Inilah lalai namanya.
.
Bagi siapapun yang mengakui ia khusyuk shalatnya, Sungguh :
ia telah mendustai Allah dan juga dirinya sendiri. Karena ia belum mengenali Allah.
Maka :
dari itu, hendaklah ia ingin mengenali Tuhan-nya.
.
______________________
.
Ikhwani wa Akhwati yang dimuliakan Allah...
.
Bila ada orang yang menuduh kita mempelajari ilmu Ma'rifatullah itu sesat, bid'ah dan haram.
Biarkan saja ia mengatakan itu sesat.
Karena ia belum mengenali Allah.
Yang penting kita bisa bertemu Allah Allah.
_____________________
.
Ikhwan....
Orang yang menuduh sesat, bid'ah dan haram, karena mereka belum bertemu kepada Allah. Sebab : mereka itu belum tentu khusyuk didalam Shalatnya, karena belum mengenal Tuhan-nya sendiri.
.
Dari itu, janganlah menuduh sesat. Bid'ah dan haram. Jika belum bertemu Tuhan-nya sendiri.
Menuduh ajaran Ma'rifatullah sesat.
Sebab, ia belum bertemu.
Dari itu, kenalilah Tuhan-mu.
_____________________
.
Jika benar dikatakan sesat, maka Kutiplah ilmu yang tidak menyesatkan.
Dan bakarlah yang diharamkan.. Dan kutiplah yang tidak diharamkan...
.
Masyarakat sekarang ini adalah pengikut yang suka menghukumi ajaran Islam.
Padahal Ilmu Ma'rifat termasuk ajaran Islam yang dapat mengenali Tuhan-nya.
Sungguh ia belum dikatakan mengenal.
Hanya sebatas membacanya saja sekilas, lalu menghukum Bid'ah., sesat dan haram.
Jangan cuma membaca saja sebaris dua baris.
Harus mendalami isi dan cara pelaksanaan...
.
Nah...
Jika benar ilmu Ma'rifat itu Bid'ah dan sesat, maka:
" TUNJUKKAN KESESATANNYA "
.
MANA MA'RIFAT YANG BENAR DAN JELAS KEBENARANNYA ??
.
_____________________
.
Yang mengatakan sesat, bid'ah,..
Dan menuduh Ma'rifat ajaran menyesatkan, maka :
Silahkan tunjukkan !!
.
" YANG MANA DIKATAKAN SHALAT YANG SEBENAR- BENAR SHALAT ?!?
.
YANG MANA DIKATAKAN DIRI SEBENAR DIRI ??
.
YANG MANA SEBENAR- BENAR MENGENAL ALLAH ??
.
Cobat tunjukkan ajaran yang sesat ini pada kami... Yang sebenar- benarnya
.
MANA YANG BENAR ??
BAGAIMANA MENGENAL ALLAH TUHAN KITA ITU ??
.
Ingat !!
Allah itu bukan cuma nama-Nya saja.
Tetapi disebalik Nama itu...
.
MANA DIRI-NYA YANG MEMILIKI NAMA-NYA ?!
.
Kalau boleh menuduh dakwaan Ma'rifat sesat, lalu buktikanlah dan tunjukkanlah kesesatannya.
Kecuali hanya mengetahui Ilmu Ma'rifat sajalah bisa mengetahui untuk mengenali Allah.
Dari itu, tiada paksaan untuk mempelajari jalan Ma'rifat itu, tergantuang atas kehendak-Nya.
Ambil rujukan yang mana kalian minati.
Karena Allah tidak pernah meng-haramkan Ilmu hidayah-Nya sendiri kepada orang yang menjadi pilihan-Nya.
.
Rujuklah kepada pemahaman Ilmu Fiqih yang baik dalam hukum Syar'i.
Jalani jika benar, dan jangan menyalahkan ilmu yang belum difahami.
Jika dah mengetahui kebenaran, maka akan mengenali siapa Tuhan itu.
Ingat!!
Allah itu hanya nama-Nya.
Bukan Diri-Nya.
Maka kenalilah Allah, baru menemukan hakikat shalat yang khusyuk. Dan baru dikatakan Ingat.
.
===============
.
Nah Akhwani Wa Akhwati di- Rahmati Allah...
.
Semoga penyampaian ini bisa dijadikan pedoman kita, agar jangan kita menghukum sesuatu ajaran yang belum tentu menyesatkan.
Allah Maha mengetahui sesuatu.
Karena Dia-lah yang memberi Hidayah dan petunjuk.
" YAA HADII "
Semoga kalian dapat mengenal Allah yang sebenarnya, agar dapat mendapatkan shalat yang benar- benar Khusyuk dan Tawadhu" penuh penyerahan diri dan ridha serta Ikhlas.
Sebab Diri Allah itu bukanlah Huruf, dan bukanlah Suara.
Dan Dia- Allah itu tiada berhuruf dan Tiada Suara.
______
.
Lebih dan terkurang, jika penyampaian ini menyinggung perasaan kalian maka dari itu :
Mohon di- Ma'afkan yang sebesar-besarnya.
Karena kami mencari kebenaran.
.
Wassalaamu 'Alaikum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh...
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.