Laman

Senin, 16 Oktober 2017

Dialog Antara Akal Nafsu Dengan Tuhan


Dalam dialog ini sangat besar manfaat nya jika kita menyimak dan mengambil
kesimpulan dari Dialog Antara Akal Nafsu Dengan Tuhan ini, jika kita bisa menempatkan Antara Akal Dan Nafsu Tersebut, maka yang jadi kendali dalam diri kita bukan nafsu lagi.
Allah menciptakan akal dan nafsu dalam diri manusia, Nafsu dan akal mengaku bahwa mereka hanyalah sebuah makhluk yang tidak berdaya.
AKAL
Allah SWT berfirman,"Wahai akal, menghadaplah engkau."
Maka akal pun menghadap Allah SWT, kemudian Allah SWT berfirman,
"Wahai akal, berbaliklah engkau."Lalu akal pun berbalik.
PENGAKUAN AKAL.
Kemudian Allah SWT berfirman,"Wahai akal, siapakah aku?".
Lalu akal pun menjawab,
"Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang dhaif dan lemah."
Lalu Allah SWT berfirman,
"Wahai akal, tidak Aku ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau.
PENGAKUAN NAFSU.
Setelah itu Allah SWT menciptakan nafsu.
Allah SWT berfirman,
"Wahai nafsu, menghadaplah kamu.".
Nafsu tidak menjawab sepatah kata pun, malah sebaliknya, mendiamkan diri.
Kemudian Allah SWT berfirman lagi,
"Siapakah engkau dan siapakah aku?" Lalu nafsu berkata,
"Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."Setelah itu Allah SWT menyiksanya di neraka Jahannam selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya.
Allah SWT berfirman lagi, "Siapakah engkau dan siapakah aku?".
Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau."
Lalu Allah SWT menyiksa nafsu itu dalam neraka lagi selama 100 tahun.
Setelah itu nafsu dikeluarkan dan Allah SWT berfirman lagi,
"Siapakah engkau dan siapakah Aku?" Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata,
"Aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah Tuhanku."
PUASA BISA MELAWAN NAFSU.
Untuk itulah Allah SWT mewajibkan kita berpuasa, karena nafsu itu sangat jahat.
Hendaknya kitalah yang mengawal nafsu itu dan jangan biarkan nafsu yang mengawal kita, karena kalau dia yang mengawal, maka kita akan menjadi musnah.Setelah itu Allah SWT memasukkan akal dan nafsu ke dalam diri Adam a.s.
Pada saat Nabi Adam a.s datang ke bumi, keturunan manusia bertambah banyak, maka peranan nafsu dan akal tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Kemungkaran yang terjadi di atas bumi ini adalah dari nafsu, bukan dari akal.
Karena akal dan nafsu ada dalam diri manusia, maka terjadilah pertentangan antara nafsu dan akal, bertentangan antara satu dengan yang lain.
Peperangan nafsu dan akal tidak pernah ada henti-hentinya, terkadang nafsu yang menang, terkadang akal yang menang.
Misal saja kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang baik, maka nafsu akan menolaknya dan mengajak kepada kejahatan, sedangkan akal mengajak kepada kebaikan. Kalau kita mengikuti nafsu, artinya kita kalah, dan sebaliknya, jika kita mengikuti akal maka kita akan menang.
Namun bagaiman pun juga, nafsu ini tetap diperlukan oleh manusia, bila nafsu musnah, manusia juga akan musnah.Sebagai contoh saja nafsu makan, kalau nafsu makan kita tidak ada, maka manusia akan mati, dan nafsu makan ini merupakan fitrah alami jadi tidak akan hilang.
Begitu juga dengan nafsu terhadap lawan jenis, jika nafsu ini tidak ada, maka manusia tidak akan berketurunan dan akhirnya musnahlah manusia.

SHOLATNYA ORANG ARIF (SUFI)


AIR MUTLAK:
Penyucian hanya boleh dilaksanakan dengan AIR MUTLAK.
Kejernihannya meliputi setiap lapisan ALAM.
Asal air adalah satu pada tahap Yang Ghaib, apabila ia menyatakan penzahirannya maka timbullah Berbagai warna yang terpelihara dari asal yang satu itu.
Inilah Air yang hakiki.
Bersucilah dengannya di dalam SIRULLAH.

HADATH:
Makna hadath dari kacamata kesufian ialah WUJUD selain Allah (wujud ghairullah).
Hadath ini mesti dibersihkan dengan AIR MUTLAK di dalam SIRULLAH.
Apabila telah bersuci dengan air tersebut, maka barulah layak untuk memasuki pintu Majlis Tuhan itu.
Jika masih lagi ada WUJUD GHAIRULLAH, maka belumlah lagi dikatakan bersuci dan masih menanggung hadath.
Bersihkanlah diri dengan AIR MUTLAK dengan sebersih-bersihnya sehingga tiada lagi yang kelihatan melainkan Allah Yang Maha Esa saja.

Hadath Kecil:
Menghilangkan hadath kecil dari sisi kerohanian ialah Fana' dalam 7 sifat:
1. QUDRAT
2. IRADAT
3. ILMU
4. HAYAT
5. SAMA'
6. BASHAR
7. KALAM

Hadath Besar:
Menghilangkan hadath besar dari sisi kerohanian ialah:
Memfanakan diri seluruhnya.
Apabila telah bersih suci daripada hadath besar ini barulah dikurniakan boleh 'MELIHAT ALLAH' dengan segala KEAGUNGAN-NYA dan KEMULIAN-NYA.
Bermandilah dengan Air Mutlak ini dengan niat:
• LAA FA'IL ILALLAH=
tiada yang berbuat melainkan Allah
• LAA HAYYA ILALLAH=
tiada yang hidup melainkan Allah
• LAA MAUJUDA ILALLAH=
tiada yang maujud melainkan Allah
"MAN ARAFA NAFSAHU, FAQAD ARAFA RABBAHU, FASADAL JASADU"=
(Siapa yang mengenal dirinya rata-rata, kenallah dia Tuhannya, siapa yang kenal Tuhannya, fanalah jasadnya),
sehingga basah kuyup seluruh dirimu dengan Air Mutlak itu oleh pentajallian AL-HAQ, dan dengan Air Mutlak itu jua dirimu terserap dalam Cinta-Nya yang mendarah-daging dalam seluruh tubuhmu-
"Ke mana engkau memandang, di situlah Wajah-Ku".

SHOLAT diambil daripada perkataan WASHLAT (artinya tersangat hampir).
Sholat daripada fahaman sufi maknanya PERTEMUAN atau lebih tepat lagi ialah PENYATUAN.
Manakala wudhu maknanya PERPISAHAN.
Solat digolongkan kepada DUA bagian:
1). SHOLAT SYARIAT
2). SHOLAT HAKIKAT (Da'im)

*Sholat Syariat:
Solat ini mempunyai tatacara dan hukum-hukum tertentu.
Kiblatnya mengarah kepada Ka’abah di dalam Masjidil Haram.
Tertakluk kepada lima waktu sehari semalam. Wajib dikerjakan dengan seluruh tubuh yang zahir.

*Sholat Hakikat:
Sholat Hakikat atau sholat Da'im adalah sholat yang berkekalan tidak putus dan tidak tertakluk kepada waktu dan tempat, tidak ada perbuatan, tidak ada bacaan.
Da'im adalah juga namanya Wustha artinya yang di tengah-tengah, maka ianya dilaksanakan hanya pada hati. Namun begitu,
Sholat Da'im atau Wustha ini tidak boleh dipisahkan dengan Sholat Syari'at.
Mengerjakan sholat syariat saja tanpa hakikatnya adalah pincang.
Dan begitu pula mengerjakan solat hakikat saja tanpa syariat adalah binasa. Justru itu, Solat Da'im ini harus disepadukan dengan Sholat Lahiriyah.

Intisari Solat Da'im | Wustha
*KIBLAT:
Tidak di Timur dan tidak pula di Barat. Ianya menghala dari tengah (Roh) menghadap ke Wajah Allah (SirulLah).
*BERDIRI:
Berdiri (mula) di Alam Mulki dalam takluknya ALIF.
Sebelum jatuhnya niat, ALIFitu WUJUD memakai TUJUH sifat Ma'ani:
WUJUD, HAYAT, ILMU, QUDRAT, IRADAT, SAMA', BASHAR dan KALAM.
*NIAT:
Maksudnya dari sisi kesufian:
melenyapkan diri dari diri.
Dalam takluk rahasianya ALIF yakni Titik Hati.
Tujuan niat ini adalah untuk memulangkan kesemua sifat amanah kepada AL-HAQ.
Beradanya niat ialah di antara Alam Mulki dan sempadan Alam Malakut....

Sabtu, 14 Oktober 2017

AL – MUTTAQIIN

( Orang-orang yang Bertaqwa )
Definisi
Para ulama telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa. Di antaranya,
1. Definisi Taqwa menurut Imam ar-Raghib al-Ashfahani:
"Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan."
2. Definisi Taqwa menurut Imam an-Nawawi:
"menaati perintah dan larangan-Nya." Maksudnya, menjaga diri dari kemurkaan dan azab Allah.
3. Definisi Taqwa menurut Imam al-Jurjani :
"Taqwa yaitu menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya."
Berdasarkan beberapa definisi dari para ulama tersebut, maka siapa saja yang tidak menjaga dirinya, dari perbuatan dosa, berarti dia bukanlah orang bertaqwa.
Klasifikasi Kelompok berdasarkan Sikap manusia terhadap ajaran Allah SWT
Setidaknya ada beberapa kelompok sikap manusia terhadap ajaran yang telah Allah SWT turunkan :
1. Kelompok yang menerima seluruh ajaran Allah Swt. secara mutlak. Mereka disebut orang-orang yang bertaqwa, (al-Muttaqin).
2. Kelompok yang menolak ajaran Allah secara mutlak pula. Mereka di sebut sebagai orang-orang kafir ( al-Kafirun). Mereka memusuhi Islam dengan segala dimensi, baik dalam ucapan maupun dalam perbuatannya.
3. kelompok yang memiliki dua kepribadian. Pribadi yang satu adalah kepribadian Islam (tetapi tdk sebenarnya atau semu), yaitu ketika mereka berada di tengah-tengah kelompok muslim. sementara mereka memiliki pribadi yang lain adalah kepribadian yang memusuhi Islam ketika mereka berada di tengah-tengah kelompok musuh kaum muslim. Merekalah yang disebut (al-Munafiqun). Dalam kehidupan masyarakat tiga golongan itu selalu ada sepanjang masa.
Sayyidina Ali mendefenisikan orang-orang munafiq:
“ orang-orang yang luarnya indah tetapi di dalamnya busuk”
Kriteria orang-orang yang bertaqwa ( al-Muttaqiin )
Dalam Surah (Al-Baqarah : 2 – 4) Allah SWT telah menyebutkan kriteria orang yang bertaqwa
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ(2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ(4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya:
Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (al-Baqarah: 2-5).
Dari ayat di atas, tampak jelas orang-orang yang disebut muttaqin.
• Petama, mengimani sesuatu yang gaib,
• kedua, pengabdian kepada Allah, antara lain menegakkan shalat.
• Ketiga, pengkhitmatan kepada sesama manusia, dengan menafkahkan sebagian rezki.
• Keempat, kepercyaan kepada apa yang diturunkan oleh Allah kepada Rasul-rasulnya dan Nabi-nabinya.
• Kelima, keimanan kepada hari akhirat.apabila rukun taqwa itu terpenuhi, maka Allah berjanji akan memberikan dua anugerah kepada orang tersebut. Angerah pertama adalah petunjuk (هُدًى) dan anugerah kedua adalah kebahagian (مفلحون ).
Ayat-ayat Allah SWT yang menekankan perintah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt. serta agar kita selalu menjaganya sepanjang masa, di antarnya adalah firman Allah swt. :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Ali Imran 3:102.)
FASILITAS ALLAH SWT DALAM AL-QUR`AN BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAQWA
FIRMAN ALLAH SWT :
QS. Ath-Thalaq : 2-3
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menadakan baginya jalan keluar. Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya”. QS. Ath-Thalaq 65: 2-3.
QS. An-Naba: 31
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan”.
QS. Ali Imraan : 133.
Artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”
QS. Muhammad : 15
Artinya: “(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya”
QS. Asy Syu`ara : 90
“Dan (di hari itu) di dekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa”
QS. Maryam : 63.
“Itulah surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa”
QS. Al Hijr : 45.
“sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).
QS. An Nahl : 30.
Sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baiknya tempat bagi orang yang bertakwa”.
QS. An Nahl : 31.
“Yaitu surga `adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di dalamnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa”
QS. Al-A`raf : 96
Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”
Untuk meraih al-Muttaqin harus berjuang dengan sepenuh hati jiwa dan raga :
1. Mohon pertolongan Allah SWT dengan berdo`a
2. Niat yang ikhlas dan kuat
3. Mendekatkan diri hanya kepada Allah SWT (dzikrullah)
4. Bersikap dan bertingkah laku sesuai ajaran Allah dan Rasulnya
5. Jauhkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh ajaran Allah dan Rasulnya
6. Harus terus berlatih dan berlatih
7. Tawakkal kepada Allah SWT.

Jumat, 13 Oktober 2017

Syahadat

Syahadat artinya mengenal Alloh tuhan yang satu
dan mengenal Rosululloh sebagai penjelasan Alloh
.
setelah bisa bersyahadat tentu akan selalu ingat dalam setiap langkah hidupnya, bahkan sebeliknya tidak akan bisa lupa atau melupakanNya, karena ia sudah menemukan sesuatu yang dahsyat yaitu tuhannya, itu kenyataan yang tidak bisa terbantahkan
.
dalam sebuah hadis kudsi juga di terangkan :

وَ مَنْ وَجَدَنِيْ فَقَدْ ذَكَرَنِيْ وَ لَمْ يَنْسَنِي
وَ مَنْ ذَكَرَنِيْ وَ لَمْ يَنْسَنِي فَقَدْ ذَكَرْتُهُ وَ لَمْ أَنْسَهُ
"dan siapa yang menemukan Aku maka sungguh ia akan selalu ingat kepadaKu dan tidak akan pernah melupakanKu, Dan barang siapa ingat kepadaku dan tidak pernah melupakan Aku maka sungguh Aku (yang) ingat padanya dan tidak melupakan kepadanya"
.
Ingat atau mengingat dalam pertemuan dengan tuhan inilah yang di sebut sholat atau menghubungkan hati kepada Alloh
.
hati-hatilah ingat itu bukan menyebut-nyebut namanya
ingat itu bukan perbuatan lisan tapi ingat itu perbuatan mata hati ...
.
maka tidak akan bisa seseorang mengingat tuhan
jika tidak mempunyai pengalaman dengan tuhan
paling hanya bisa menyebut namaNya saja
.
tidak akan bisa seseorang mengingat kota jakarta
jika tidak punya pengalaman ke jakarta
paling hanya bisa menyebut namanya saja

THORIKOH yang ke 2 menuju islam adalah sholat setelah syahadat

THORIKOTUL ISLAM
pengalaman dengan tuhan

.
Alloh berfirman :

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku".(Qs.20:14)
tujuan utama mendirikan sholat adalah mengingat Alloh
sedangkan tidak akan bisa seseorang mengingat Alloh
jika tidak pernah ada pengalaman dengan Alloh
dan pengalaman dengan Alloh itulah pintunya sholat
penglamaman dengan Alloh itulah pembukanya sholat
pengamalan dengan Alloh itulah al-fatihah/pembukaan
sebagai niat di dalam sholat
sedangkan kata nabi :
لَا صَلاَةَ بِلَا اْلَفاتِحَةِ
"tidak ada sholat dengan tidak adanya pembukaan (al-fatihah)"
pembukaan apa lagi kalau bukan pembukaan tentang ingat kepada Alloh sebagai dzat yang di tuju di dalam sholat?
sedangkan ingat... membutuhkan pengalaman dengan Alloh, dan pengalaman akan menimbulkan ma'rifat kepadaNya
bukankah banyak sekali orang yang melakukan sholat tetapi tanpa adanya pembukaan?
mereka mengira pembukaan itu adalah hanya membaca surat pembukaan yaitu al-fatihah, tidak paham bahwa yang di maksud pembukaan atau al-fatihah itu adalah terbukanya hati dari syahadat kepada Alloh, penyaksian kepada Alloh dan pengalaman dengan Alloh .... atau ma'rifat kepadaNya
maka sudah waktunya kepada orang-orang beriman agar memperbaharui cara pandang imannya dalam kalimat LAA ILAHA ILLALLOH
masukkanlah AGAMA ALLOH sampai ke hati segala ayat dan hadis jangan hanya di sebatas kerongkongan belaka ....
karena orang-orang yang membaca ayat-ayat Alloh hanya sebatas kerongkongan, DAN tidak sampai ke otak atau pikiran apalagi sampai ke hati maka kata Rosululloh meraka itulah tanduk-tanduk syetan yang sesat dan menyesatkan ...
جدّدوا إيمانكم بلا إله إلّا اللّه
"perbaharuilah (cara pandang) iman kalian dengan kalimat LAA ILAHA ILLALLOH"

jalan mi'roj menuju sholat

orang yang pernah berpengalaman dengan Alloh
dia akan rindu untuk selalu mengulanginya lagi
lagi... lagi... dan lagi..
.
dalam usaha untuk mengulangi lagi
inilah yang di namakan perjalanan mi'roj ...
dan ini pula yang di namakan jalan sholat ...
.
dengan seringnya menghubungkan pengalaman ini
maka akan semakin tahu dan kenal jalannya
jalan untuk memasukinya ...
.
jalan itu adalah yang di ajarkan oleh nabi saw.
jalan itu adalah jalan penyucian diri
yang lurus menuju Alloh
jalan yang memberi bekas cahaya yang terang
.
bekas jalan itu yang membuat Rosululloh bisa mengenalnya
untuk memberikan pertolongan, syafaatul 'udzma ...
jalan itu tiada lain adalah wudlu atau bersuci
.
maka,
jika seseorang ingin memasuki peristiwa dengan Alloh
dia harus melalui "Wudlu"... itulah jalannya
Wudlu yang membuat kita di kenal oleh Rosululloh saw.
adalah "HAKIKATNYA WUDLU"...

Hakikatnya wudlu adalah jalan mi'roj .

Wudlu adalah bersuci
sedangkan suci adalah wilayah Alloh
maka barang siapa bersuci ia akan berada di wilayahNya
.
jika bersuci hanya sebatas syareat
tak akan ada manfaatnya sedikitpun
untuk mi'roj kewilayah keagungan tuhan
.
menggunakan air yang suci dan menyucikan
.
sesungguhnya air itu tidak suci apalagi mensucikan
yang bisa suci dan mensucikan itu adalah
ma'ul haya (Air kehidupan)
maka bersucilah dengan menggunakan air itu
.
yang di namakan Ma'ul haya atau air kehidupan itu, adalah :
hakikatnya air,
bahwa hakikatnya air itu adalah menghidupkan
sedangkan tidak ada yang menghidupkan kecuali Alloh
maka yang di maksud air Ma'ul haya itu adalah
kehidupan yang maha hidup itulah air suci yang mensucikan
.
jika berwudu menggunakan hakikatnya air (ma'ul haya)
yang suci dan bisa mensucikan yaitu hidupnya yang maha hidup
maka yang akan di sucikan adalah :
segala kehidupan yang palsu, pangakuan yang palsu
dan segala tabir kepalsuan yang tebal
yang menutupi kebenaran dari hakikatnya kehidupan
yang menutupi kebenaran dari hakikatnya kerajaanNya
yang menutupi kebenaran dari hakikatnya pengakuan
.
kepalsuan itu menutupi penglihatan, pendengaran, penciuman ..
kepalsuan itu telah menutupu wajah Alloh
kepalsuan itu menutupi perbuatan siapa yang sebenarnya berbuat
kepalsuan itu menutupi langkah, rasa, akal dan fikiran
menuitupi dari yang sebenarnya siapa yang melangkahkan rasa, akal dan fikiran
.
maka basuhlah tangan, wajah, penglihatan, pendengaran, penciuman, akal, fikiran dan kaki dalam berusaha
bersuci dengan menggunakan hakikatnya air (air kehidupan)
hilangkanlah semua tabir kepalsuan itu
hilangkanlah yang menutupi kebenaran itu
.
sampai terbukalah semua hakikat kebenaran
tangan, wajah, penglihatan, pendengaran, akal fikiran
usaha, kehendak, rasa, semua bersih dengan air kehidupan
yaitu adanya semua itu adalah oleh yang maha hidup
bukan oleh kepalsuan hidup yang hanya mengakaui
dari yang sebenarnya hidup
.
jika demikian, maka masuklah ia ke dalam jalan mi'roj
yaitu sholat, menghubung