Laman

Senin, 06 Maret 2023

KEUTAMAAN NISFU SA'BAN

Nisfu Syaban adalah malam di mana dibukanya 300 pintu rahmat dan ampunan oleh Allah SWT. Ada banyak keutamaan yang bisa diraih dengan cara beribadah, salah satunya melaksanakan puasa Syaban. Di tahun ini  malam nisfu Syaban jatuh malam jum'at tanggal 07 Maret 2023 atau 15 Syaban. Di tanggal tersebut, umat Islam disunahkan melaksanakan puasa sunnah Syaban

Malam Nisfu Syaban merupakan waktu yang tepat untuk bermuhasabah diri, sekaligus bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup.

Amalan sunah pada pada siang dan malam hari nisfu sa'ban antara lain
1). Sunnah Puasa hari
lafadz bacaan niat puasa nisfu sa'ban yaitu :
نويت صوم شهر شعبان سنة لله تعالى
 "Saya niat puasa bulan syakban sunnah karena Allah ta’ala"

Maghrib = masuk Pertengahan  Sya'ban atau disebut Malam Nishfu Sya'ban yaitu saat Malaikat mengangkat dan menyetorkan Catatan Amal Ibadah manusia selama 1 thn. Rasulullaah saw paling senang menutup catatan amal dg keadaan berpuasa dan mendekat Allah swt ( dzikir/ Doa juga shodaqoh). Nabi SAW bersabda,
ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين ، فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم

“Ini adalah bulan yang banyak dilalaikan orang, terletak antara Rajab dan Ramadan. Padahal Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal kepada Tuhan yang mengatur semesta alam. Aku ingin, saat amalku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa-i no. 2329)

Malam Nishfu Sya'ban, saatnya Allah swt berkenan Merubah Takdir & Menetapkan kembali takdir yg baru (QS.ar-Ra'ad: 39).
يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
Artinya:
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

Semoga Allah swt merubah takdir kita & orang-orang yang kita sayangi menjadi lebih baik & barokah segala cita-cita / harapannya. Aamiin.

2). Amalan yang baik dilakukan pada  Malam Nishfu Sya'ban :
- Sholat Maghrib Berjama'ah.
- Sholat hajat 2 reka'at.
- Membaca Qur'an surat Yasin 3x  (setelah sholat Maghrib).
1. Yasin pertama: Mohon Usia yg sehat jasmani rohani & penuh manfaat, diridhoi Allah swt.
2. Yasin kedua: Mohon Rezeki yg halalan toyyiba, berlimpah dan barokah utk mencukupi kebutuhan klrg, syi'ar agama & membantu sesama.
3. Yasin ketiga: Mohon Keteguhan Iman supaya tetap istiqomah dlm  Kebaikan & Kebenaran sampai akhir hayat  (husnul khotimah). Iman itulah yg menentukan nasib masa depan seseorang.

Keutamaan membaca Surat yasin
Nabi Muhammad bersabda
إِنَّ لِكُلِّ شَىْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس َمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ

“Segala sesuatu memiliki jantung. Jantungnya Al-Qur’an adalah surah Yasin. Siapa yang membaca surat Yasin, maka Allah akan mencatat baginya seperti membaca Al Qur’an sepuluh kali.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah SAW bersabda;
عَنْ سَيِّدِنَا مَعْقَلْ بِنْ يَسَارْ رَضِيَ الله عَنْهُ اَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : يس قَلْبُ اْلقُرْانْ لاَ يَقرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ اْلاَخِرَة اِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ اِقْرَؤُهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ )رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدْ, اِبْنُ مَاجَهْ, اَلنِّسَائِى, اَحْمَدْ, اَلْحَكِيْم, اَلْبَغَوِىْ, اِبْنُ اَبِىْ شَيْبَةْ, اَلطَّبْرَانِىْ, اَلْبَيْهَقِىْ, وَابْنُ حِبَانْ
Artinya: Dari sahabat Ma’qal bin Yasar r.a. bahwa Rasulallah SAW. bersabda : Surah Yasin adalah pokok dari Alquran, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosa-dosanya. Bacakanlah Surah Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian. (H.R. Abu Dawud, dll).

3).  Memperbanyak istighfar. Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia. Kesehariannya bergelimang dosa. Namun kendati manusia berdosa, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun. Karenaya, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,
الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم
Artinya, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

4). Memperbanyak berdzikir laa ila ha illalloh .
Kalimah Dzikir la ilaha illalloh adalah dzikir  yang paling utama dan berbobot. Sabda Rasulullah saw. :
وعن أبي سعيد الخدري عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : « قَالَ مُوْسَى : يَا رَبِّ ، عَلِّمْنِي شَيْئًا أَذْكُرُكَ وَأَدْعُوْكَ بِهِ . قَالَ : قُلْ يَا مُوْسَى : لَا إِلَهَ إِلَّا الله ُ. قَالَ : يَا رَبِّ كُلُّ عِبَادِكَ يَقُوْلُوْنَ هَذَا . قَالَ : يَا مُوْسَى ، لَوْ أَنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَعَامِرَهُنَّ غَيْرِي ، وَالأَرْضِيْنَ السَّبْعَ فِي كِفَّةٍ ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا الله ُفِي كِفَّةٍ ، مَالَتْ بِهِنَّ لا إله إلا الله » رَوَاهُ ابْنُ حِبَّان ، وَالحْاَكِمُ وَصَحَّحَهُ .
Sabda Rasulullah saw. : “ Sesungguhnya Musa a.s. berkata : Wahai Rabbku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang dengannya aku dapat mengingat dan berdo’a kepadaMu. Allah berfirman : Hai Musa, ucapkanlah laa ilaaha illallah. Musa berkata : Wahai Rabbku semua hambaMu mengucapkan ini. Allah berfirman : Hai Musa, ucapkankanlah laa ilaaha illallah. Musa mengucapkan : Laa ilaaha illallah,  saya hanya ingin sesuatu yang khusus bagi saya. Allah berfirman : Hai Musa, seandainya tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi dengan segala isinya selainKu berada di satu daun timbangan, dan laa ilaa ha illallah berada di daun timbangan yang lain, niscaya lebih berat laa ilaaha illallah. (HR. Ibnu Hibban, Hakim dan ia menshahihkannya)

Dengan istiqomah berdzikir laa ilaa ha illalloh akan mendapatkan syafa’at yang pertama dari Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw. :
أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ .  ( رواه البخارى )      
Orang yang paling bahagia mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengatakan laa ilaaha illallah murni dari hatinya. (HR. Bukhari)

5). Memperbanyak doa. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء
Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

- Doa yang dibaca saat malam nisfu Sya’ban.
 
اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.
 
اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

6). Shalat Isa berjama'ah dan shalat sunah taubat. Setelah sholat dilanjutkan melakukan shalat sunnah Tasbih.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksakan shalat sunnah Tasbih meski hanya sekali dalam seumur hidup.
Shalat Tasbih adalah shalat sunah yang di dalamnya dibacakan beberapa kalimat Tasbih. Shalat ini dilakukan sebanyak 4 rakaat. Di dalam shalatnya kalimat tasbih dibacakan sebanyak 75 kali setiap rakaatnya. Jika dilakukan sebanyak 4 rakaat maka jumlahnya 75 x 4 = 300 kali. Hadits yang menjadi landasan soal shalat Tasbih, di antaranya hadits Ibnu ‘Abbas RA, yang lafazh-nya sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam Sunan-nya (1297) adalah sebagai berikut:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً
Dari Ibnu Abbas r.a, Rasulullah SAW bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib, “ Hai Abbas, hai pamanku, maukah engkau aku beri ? Maukah engkau aku kasih ? Maukah engkau aku beri hadiah ? Maukah engkau aku beri 10 sifat (pekerti)? Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu: dosa yang awal dan akhir, sengaja dan tidak disengaja, lama dan baru, kecil dan besar, rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa). Engkau shalat empat rakaat. Pada setiap rakaat engkau membaca Alfatihah dan satu surat (Al-Qur’an). Jika engkau telah selesai membaca (surat) pada awal rakaat, sementara engkau masih berdiri, engkau membaca subhanaullah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar sebanyak 15 kali. Kemudian rukuk, maka engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari rukuk; lalu ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau turun sujud, ketika sujud engkau ucapkan (dzikir) itu sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud, maka engkau ucapkan (dzikir) sebanyak 10 kali. Kemudian engkau bersujud, lalu ucapkan (dzikir) sebanyak 10 kali. Kemudian engkau angkat kepalamu, lalu kau ucapkan (dzikir) 10 kali. Maka itulah 75 (dzikir) pada setiap rakaat. Engkau lakukan itu selama 4 rakaat. Jika engkau mampu melakukan shalat itu setiap hari sekali, lakukanlah ! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) setiap sebulan sekali! Jika tidak, maka (lakukan) setiap tahun sekali! Jika engkau tidak melakukannya, maka (lakukan) sekali dalam umurmu.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dalam sunan-nya dan Thabarani).

Tata Cara Shalat Sunnah Tasbih
1.Berdiri menghadap kiblat di tempat suci dan pakaian yang suci

2. Meneguhkan niat dalam hati seraya lisannya mengucapkan takbiratul ihram, kemudian membaca bacaan iftitah dan surat Al-Fatihah.  Dilanjutkan dengan membaca surat dari (Al-Qur’an), lalu membaca kalimat tasbih sebanyak 15 kali kemudian rukuk.

3. Dalam posisi rukuk, setelah membaca bacaan rukuk dilanjutkan dengan membaca tasbih 10 kali

4. I’tidal , membaca bacaan i’tidal lalu dilanjutkan bacaan tasbih 10 kali

5. Sujud dengan membaca bacaan sujud lalu dilanjutkan dengan tasbih 10 kali

6. Duduk diantara dua sujud dengan membaca bacaan sujud lalu dilanjutkan dengan tasbih 10 kali

7. Sujud kedua dengan membaca bacaan sujud lalu dilanjutkan dengan tasbih 10 kali, kemudian berdiri untuk rakaat kedua. Sebelum berdiri hendaklah duduk istirahat sambil membaca kalimat tasbih 10 kali

Demikian semoga bermanfaat