Laman

Selasa, 30 November 2021

PENAWAR SIHIR

Assalamualaikum wr wb .
PENAWAR SIHIR SECARA ISLAM

Sihir dari segi istilah merupakan satu perbuatan menyakiti atau mempengaruhi badan, hati atau akal orang yang disihir secara tersembunyi (ghaib) yang melibatkan makhluk halus, dan dilakukan di luar hukum alam bagi mencapai tujuan tertentu. Sihir atau santau adalah perkara biasa dalam masyarakat Melayu. Malah ada yang berbangga kerana telah berjaya mengenakan orang yang di bendinya dengan sihir, sehinggakan si mangsa merana sepanjang hayat. Bahkan ada yang membawa ajal.
 
Dalam Quran terdapat kisah dua malaikat Harut dan Marut (Surah Al-Baqarah, ayat 102), yang diturunkan untuk mengajar sihir. Antara sihir yang diajar oleh Harut dan Marut kepada manusia adalah sihir yang boleh memisahkan antara suami dan isteri. Tujuan kedua-dua malaikat ini adalah untuk menunjukkan betapa sihir itu menuju ke jalan kekufuran, kerana di dalam ayat tersebut ada dijelaskan akan peringatan yang diberikan oleh Harut dan Marut yang berbunyi:-
" Sesungguhnya kami ini hanyalah cubaan (untuk menguji imanmu), oleh itu janganlah engkau menjadi kafir (dengan mempelajarinya)"
Bagaimana Merawat Sihir?
Kebanyakan kita apabila terkena sihir akan pergu jumpa bomoh untuk merawat. Kadangkala cara rawatan bomoh berkenaan juga adalah bertangan dengan syariat Islam, malah ada juga yang merawat secara sihir balas. Ini adalah tindakan yang amat tidak baik kerana dengan perbuatan itu kita juga terlibat dengan perbuatan sihir dan mendapat dosa besar. Oleh itu perlu berhati-hati dalam merawat sihir.
 
Jangan terpedaya dengan amalan2 khurafat dan syirik tok-tok bomoh atau siapa2 saja dalam kita mencari ikhtiar untuk menyembuhkan mangsa sihir. Islam itu mudah. Islam tidak akan menganiaya umatnya. Dan rawatan untuk memulihkan sihir dalam Islam juga cukup mudah. Tetapi apa yang tidak mudah ialah, untuk memastikan diri kita masih di dalam Islam sebelum memulakan ikhtiar merawat mangsa sihir. Maknanya, cara rawatan sihir dalam Islam mudah, tetapi ia tidak mungkin akan berhasil (melainkan dengan izin Allah), jika si perawat ada melakukan perkara2 syirik tanpa disedarinya.
Bahan Yang Perlu Ada
 
Cuma air masak (segelas atau satu jug)
Cara Rawatan:-
1. Mengucap dua kalimah shahadah
2. Mengambil wuduk
3. Solat sunat 2 rakaat (sekurang2 nya)
4. Berdoa minta Allah ampunkan dosa kita jika kita ada melakukan perkara2 syirik tanpa kita sedari, dan minta Allah bantu kita dalam usaha merawat mangsa sihir
5. Baca ayat 102 dan 103 Surah al-Baqarah sebanyak 21 kali
6. Baca doa seperti ini "Ya Allah Yang Maha Agung, bunuhlah sihir yang dikenakan kepada orang ini, keluarkanlah semua sihir yang ada di dalam tubuhnya, sembuhkanlah dia seperti sediakala ya Allah.
7. Hembus / tiup air masak yang telah disediakan tadi
8. Beri mangsa minum sedikit.
9. Lebihan air itu masukkan ke dalam baldi, dan campur dengan air paip untuk dibuat mandi
10. Minta mangsa mandi dengan air tersebut, dan sewaktu mandi, minta mangsa gosok seluruh tubuhnya mana yang sampai dengan tangannya.
 
InsyaAllah, mangsa akan muntah jika ada terkena sihir. Ada kes di mana selepas minum air masak itu mangsa terus muntah. Ada juga yang muntah ketika mandi dan ada pula selepas mandi.
Jika mangsa muntah, teruskan rawatan sekali setiap hari selama seminggu dengan mengulangi langkah 1 sehingga 10 yang dinyatakan di atas.
Jika selepas seminggu mangsa masih muntah atau terasa loya nak muntah, teruskan rawatan untuk minggu kedua, dan seterusnya, sehinggalah mangsa tidak lagi berasa apa2 selepas minum dan mandi air yang didoakan.
Wallahualam...

 

Mengenal Makna Sholat Sebenar Sholat.

Bismillah,
#Mengenal Makna Sholat Sebenar Sholat.
Innanii ana-llaahu laa ilaha illa ana, fa'budnii.
Wa aqimish shalaata lidzikrii.
Artinya: Sesungguhnya Aku ini adlh Allah mk sembahlah Aku.
Dan dirikanlah Sholat untk mengingat-Ku. (QS Thaha 20:14).
Uraian perkara tentang Sholat, supaya (kita) benar2 faham apa itu Sholat sesungguhnya.
Apa sholat dzahir itu,
Apa sholat daim itu,
Dan apa itu sholat wustha,,
Bagaimana pengertian ketiga sholat menurut anda?
Semakin bertambah ilmu Haq dan semakin bertambah keyakinan kita kpd Allah Azza wa Jalla.
Kata kalimat sholat diambil dari kata kalimah Washlah, Shallu atau Sholawat yaitu Pelekat.
Dlm arti secara umum adlh mentaati dan mengikuti peraturan khusus tertentu dlm berdo'a.
Pelekat yaitu Pecinta kpd di Cintai.
Sholat adlh Mi'raj yg sdh mengosongkan dari dirinya sendiri untk mencapai yg di cintainya yaitu Kekasih Sejati (Allah). Ini yg di sebut dgn maqom Mahmud yg tertera dlm Al-Qur'an surah Al-Isra' 79.
Asaa an yab'atsaka Rabbuka maqaaman Mahmuudaa. (Mudah2an Tuhanmu mengangkatmu di tingkat (Maqom) yg Terpuji).
Aladziinahum 'alaa shalaatihim Daa'imuun. (Mereka yg tetap mengerjakan sholatnya, (QS Al-Ma'arij 70:23).
Sholat adlh untk menetapkan Hakikat kesadaran yg selalu di jaga dan berjaga.
Perhimpunan antara keadaan terjaga dan terjaga adlh Pertemuan antara Nurani dan Akal Budi.
Kondisi ini cuma bisa di alami siapapun yg selalu dlm keadaan Sholat untk mengingat Allah Ta'ala.
Lebih dlm lagi adlh Keadaan ini cuma bisa di rasakan siapapun yg bukan sekedar mengerjakan Sholat untk menggugurkan kewajiban melainkan mendirikan Sholat, dgn tetap berada dlm keadaan Sholat yg terus-menerus tanpa mengenal waktu.
Berbeda dgn Sholat Fardhu lima waktu dan Sholat Sunnah lainnya.
Tetapi Sholat ini terus-menerus.
Sholat inilah yg di kenal dgn Sholat Da'im.
Sang Pencinta adlh selamanya tenggelam dlm Cinta Sang Kekasih.
Yg lainnya itu adlh Sholat biasa. Yaitu, pd lima waktu tertentu.
Sholat lima waktu itu diarahkan tujuannya menghadap Qiblat.
Tetapi Sholat Da'im itu langsung kpd wajah Allah Ta'ala.
Wa lillaahil masyriqul Maghribu, fa-ainamaa tawalluu fatsamma wajhu-lilaahu, (Dan kepunyaan Allah lah Timur dan Barat mk kemanapun engkau menghadap, di situlah wajah Allah Ta'ala, QS Al-Baqarah 2:115).
Sholat Fardhu dan Sholat Sunnah adlh Sholat tubuh raga jasmaniah, yg di awali dgn pensucian badaniah dan hadats kecil dan besar, menutup aurat dan mengerjakan rukun Sholat dari niat Sholat hingga salam.

 

Senin, 22 November 2021

A K U

Kita selalu merujuk diri kita AKU. Kita berkata, “Ini Aku”, “Ini Aku punya”, “Ini tubuh Aku”, “Nama Aku si-anu”, dan “Nama ayah Aku si-anu”, dan sebagai nya.
Pernahkah kita berpikir siapakah AKU kita itu? Apakah AKU kita itu? Siapa sebenarnya AKU itu?
Maka di sini penulis untuk menguraikan berkenaan AKU ini menurut pendapat dan pandangan Filsafat kesufian
Risalah ini berisi penjelasan tentang AKU. Dari penjelasan atau penjelasan ini pembaca akan dapat sedikit banyak informasi tentang apa dan siapa sebenarnya AKU kita itu.
Selamat membaca dan memahaminya. 
 
Penjelasan ke 1 (SIAPAKAH AKU)
Pernahkah Anda berpikir siapakah AKU itu?
Pernahkah Anda terbayang apakah AKU kita itu?
Sebenarnya AKU kita ini adalah ROH kita, bukan badan kasar ini. Badan kasar ini akan mati jika tidak ROH. Jika tidak ROH, badan kita akan hancur binasa.
ROH kita inilah diri kita yang sebenarnya,. ROH ini hidup dan tidak akan mati. ROH inilah juga zat diri kita.
ROH ini juga limpahan Yang Maha Hidup yaitu Allah SWT. Allah itu hidup. Dia memiliki sifat hidup. Maka hidup (ROH) kita adalah limpahan dari hidup Allah itu.
ROH ini juga digelar “bayangan” Yang Maha Hidup itu. ROH itu bayang kepada Yang Empunya Bayang. Yang Empunya Bayang itu adalah Allah, dan ROH kita itu adalah “bayangan” Allah itu. Demikian pendapat-pendapat anggota-anggota Sufi.
Allah itu tidak kelihatan, Maha Gaib dan tidak ada satu pun yang seperti denganNya. Bagaimana kita dapat tahu adanya sesuatu yang tidak terlihat dan tidak terperikan. Ibarat angin, kita tidak nampak angin, tetapi bagaimana kita tahu angin sedang bertiup dan angin itu ada? Jawabnya, kita tahu adanya angin itu karena ada dampaknya. Kapan daun pohon bergoyang, kita tahu angin sedang bertiup. Kalau kita rasa hembusan, maka itu adalah hembusan angin, dll. Goyangan daun dan rasa hembusan itu adalah tanda-tanda adanya angin. Kita tidak nampak angina tetapi kita tahu adanya angina melalui tanda-tandanya.
Demikian juga keadaannya dengan Allah SWT. Kita tidak nampak Dia, tetapi kita rasa dan percaya adanya melalui tanda-tandanya. Tanda-tanda Allah itu adalah alam semesta raya ini. Tanda-tanda ini dalam bahasa Arab adalah “ayat”.
Oleh itu, alam semesta raya dan diri kita ini adalah ayat-ayat Allah belaka.
ROH sangat tinggi martabatnya, melebihi tingkat malaikat. Tempatnya di sisi Allah yang Maha Tinggi. ROH inilah yang mengenang Allah (dzikrullah) seolah-olah kerjanya mengenang Allah saja. Seolah-olah makan minumnya “zikrullah” saja.
ROH yang suci ini senantiasa mentauhidkan Allah Yang Maha Suci. Najis padanya adalah menyekutukan Allah. ROH ini sangat cinta kepada Allah SWT. Ia memuja dan memuji Allah selalu. Allah itu kekasihnya. Cukuplah Allah itu baginya.
Demikian hubungan Allah dengan ROH, menurut pandangan ahli-ahli Sufi.
 
Penjelasan ke-2 (AKU IALAH ROH)
Tahukah Anda bahwa AKU Anda itu adalah ROH yang datang dari Allah, hidup dengan Allah, dan kembali kepada Allah. Allah itulah pangkalan tempat bertolak, lautan yang dilayari dan pelabuhan tempat berhenti.
Jika dikaji dalam-dalam Anda akan sadar dalam pandangan spiritual bahwa Allah itu adalah tempat awal perjalanan kita. Dialah tempat perjalanan itu sendiri, dan Allah itu jugalah tujuan akhir perjalanan hidup ini.
Tempat bertolak, perjalanan dan tujuan yang dimaksudkan disini bukanlah dari segi pandangan fisik yang tunduk kepada ruang dan waktu. Tempat perjalanan dan tujuan yang dimaksudkan di sini iailah dari segi pandangan spiritual, perasaan dan khayali (thought) kita.
AKU atau ROH kita adalah tanda-tanda atau ayat-ayat Allah. ROH itu juga bayangannya dan penzahiranNya. Dari segi pandangan spiritual, Allah itulah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Batin dan Yang Zahir.
 
Penjelasan ke-3 (PANDANGAN AKU)
AKU yang paling dalam itu bersifat spiritual. Jika AKU itu dibersihkan pandangannya melalui dzikrullah dan pelatihan spiritual orang-orang Sufi, maka AKU itu akan mencapai satu tahap pandangan dimana ia rasa ada yang adalah Esa juga. Menurut pandangan ini, ada itu ada bertingkat-tingkat, bertahap-tahap, dan berbagai aspek, namun ia tetap satu. Segala yang ada terlihat, baik yang lahir maupun yang batin, semuanya satu wujud saja, pada hakikatnya. Inilah pandangan AKU yang paling dalam.
 
Penjelasan ke-4 (AKU ADALAH Ayatollah)
Sekali lagi diulangi bahwa AKU Anda itu adalah ROH Anda dan itulah juga diri Anda sebenarnya.
AKU itu juga adalah ayatollah (tanda-tanda Allah) karena seluruh alam raya, yang gaib dan yang nyata, adalah tanda-tanda adanya Allah SWT.
AKU itu juga digelar ROHULLAH (ROH ALLAH) karena ROH itu adalah hembusan dari ROH ALLAH atau limpahan dari ROH ALLAH.
AKU itu juga digelar Nurullah (cahaya ALLAH) karena setiap roh itu adalah cahaya. Digelar cahaya karena setiap yang menampakkan sesuatu digelar cahaya. Nabi-Nabi itu cahaya Allah karena melalui Nabi-Nabi itu kita dapat mengenal Allah melalui ajaran dan didikan mereka. ROH itu cahaya karena melalui ROH itu kita kenal dan ‘nampak’ Allah.
AKU itu juga digelar Ma’lum dalam ilmuNya. Ma’lum artinya ‘yang diketahui’. Allah itu ‘alim (yang mengetahui). Setiap yang mengetahui tentu berpengetahuan (berilmu). Allah itu berilmu, sebab itulah ia ‘alim. Setiap yang ‘alim tentu ada ilmu dan ada hal yang diketahuinya. Hal yang diketahui itu digelar Ma’lum (yang diketahui). Allah itu ada ilmu dan dalam ilmuNya ada Ma’lum. ROH kita ini termasuk dalam ilmu Allah. Maka ROH kita itu Ma’lum Allah. Maka itulah dikatakan ROH itu Ma’lum dalam ilmu Allah.
 
Penjelasan ke-5 (MENGENAL ALLAH)
AKU atau ROH itulah yang dapat mengenal Allah SWT bukan badan kasar ini yang mengenalNya. Melalui ROH itu kita mengenal Allah. Wadah tempat Allah mentajallikan (menzahirkan) dirinya kepada kita adalah ROH kita. ROH itu digelar juga hati. Bukan hati fisik itu tetapi hati yang bersifat spiritual. ROH itu memiliki kesadaran (consciousness). Kesadaran tentang wuudnya Allah dan sifat-sifatNya yang terzahir dalam alam semesta raya ini. Yang melihat penzahiran atau tajalli itu adalah ROH kita.
 
Penjelasan ke-6 (AKU AMAT HAMPIR DENGAN ALLAH)
AKU ini memang hampir dengan Allah. AKU dan Allah tidak bercerai-berai dari dulu, sekarang dan selamanya. Ibarat ombak tidak bercerai dengan laut. Dari sudut manapun Wujud Semesta Raya itu tetap mengelilingi AKU. Ia meliputi AKU dari kiri, kanan, atas, bawah, depan, belakang, luar, dalam bahkan dari mana saja. “Hampir” dan “Keliling” itu bukanlah dari segi ruang dan waktu yang bisa diukur dengan panjang, lebar, dalam, atau dari segi waktu dan waktu. Hampir dan mengelilingi itu adalah dari segi pandangan spiritual atau kerohanian. Hanya orang yang berada dalam pengalaman spiritual saja yang paham akan maksudnya.
Ada semesta itu “meliputi”, “meliputi”, “berpadu”, dan “bersatu” dengan AKU. AKU terserap dalam Wujud Semesta ini.
 
Penjelasan ke-7 (AKU ZAHIR. AKU BATIN)
Dari segi aku atau ROH atau diri, ada AKU “bersatu” dan “berpadu” dengan Wujud Yang Esa dan Semesta itu. Terlihat pada AKU bahwa Allah itu batin dan AKU itu zahirnya. Allah itu hakikat dan AKU itu bayangannya. Dia asal dan AKU terbitannya. Dia listrik dan AKU lampu. Dia dalang dan AKU boneka. Gerak AKU digerakkan olehNya.
Ini adalah pandangan spiritual yang paling dalam.
 
Penjelasan ke-8 (WUJUD AKU)
Memang AKU itu ada (eksis). Wujudnya dengan limpahan Wujud Yang Maha Agung (yaitu Allah). Hidup AKU limpahan hidupnya. AKU berdaya limpahan dayanya. Berkuasanya dan berupayanya AKU adalah limpahan kekuasaan dan upayanya. Aku berkehendak dan Diapun berkehendak. Kehendak AKU dikenakan kehendakNya.
“Limpahan” disini berarti karunia atau terbitan atau penzahiran atau keluaran atau efek.
Yang Maha Wujud itu Allah. AKU dan alam semesta raya adalah limpahan nama-nama dan sifat-sifat Yang Maha Wujud itu. Setiap nama dan sifat Allah terzahir pada AKU dan alam semesta raya ini.
Itulah pandangan AKU yang bersifat spiritual.
 
Penjelasan ke-9 (SIFAT-SIFAT AKU)
AKU ini ada sifatnya yaitu hidup atau hidup, ilmu atau pengetahuan, pendengaran, penglihatan, kodrat atau kekuasaan, iradat atau berkehendak, dan berkata-kata. Semua sifat-sifat ini adalah limpahan dari sifat-sifat Allah belaka.
AKU yang hakiki itu tidak bercerai dan tidak terpisah dengan sifat-sifat Allah dan Allah itu sendiri. Ada AKU itu sebenarnya diserapi oleh Wujud Semesta Raya itu. Iilah pandangan AKU yang bersifat spiritual.
 
Penjelasan ke-10 (AKU BERSIFAT spiritual)
AKU yang bersifat spiritual semata-mata itu terasa cukup baginya Allah saja. Allah itulah segala-galanya untuk AKU. Kepada Allah itulah AKU itu mengadu dan berharap. Pandangannya tertuju pada Allah. Tenggelamlah AKU itu dalam lautan Ketuhanan Allah Yang Maha Luas dan Dalam.
Dalam kondisi perasaan menyerap dalam Lautan Ketuhanan Yang Maha Luas dan Dalam itu, AKU tidak merasa takut, tidak merasa dengki, tidak merasa kecil hati sesama makhluk.
Pada pandangan AKU itu, makhluk itu hakikatnya tidak apa-apa. Ada makhluk bukan hakiki, hanya bayangan saja yaitu bayangan adanya Allah. Hanya Allah jua yang ada. Demikian pandangan AKU.
 
Penjelasan yang ke-11 (AKU BUKAN ALLAH)
Meskipun AKU itu berpandangan seperti yang tersebut dalam Penjelasan-penjelasan yang sebelumnya itu, namun AKU tidak akan menjadi DIA (yaitu Allah). AKU tetap AKU, DIA tetap DIA. Tetapi AKU dan DIa “bersatu” dan “berpadu” seolah-olah menjadi SATU. Ibarat bersatunya ombak dengan lautan, bersaatunya air dengan es.
Pandangan ini bukan pandangan fisik, akal dan berangan-angan, tetapi adalah pandangan ROH yaitu ROH yang dibersihkan dengan Zikrullah dan pelatihan jiwa dalam jangka waktu yang lama, dengan bimbingan guru sufi yang ahli dalam bidang Kerohanian dan Ketuhanan.
 
Penjelasan ke-12 (PENCAPIAN AKU)
Setelah mencapai tingkat pandangan ROH yang tinggi itu, maka kemana saja ROH itu menghadap di sana terzahir wajah Allah seolah-olah Ia berada dimana-mana jua.
Berkatalah mereka yang mengalami pandangan demikian:
Maha hampir tidak terhitung
Bersatu bersama sehati sejiwa
Maha jauh namun hampir saja
Gerakku gerak Dia
Diamku diam Dia
Tindak-tandukku tindak-tanduk Dia
Berkata mereka lagi:
Hidupku pancaran hidupnya
Diriku bayangan diri
Sifatku gambaran sifatNya
Semua kata-kata mereka itu hanya ibarat, perumpamaan untuk menjelaskan perasaan dan pandangan ROH mereka. Antara lain kata mereka:
Kalau Dia matahari akulah cahaya
Kalau Dia lautan akulah ombaknya
Kalau Dia asin akulah garamnya
Kalau dia manis akulah gulanya
Aku seorang berdua denganNya
Tapi aku berpadu dengan Dia
Maha dekat disamping maha jauhnya
Oh! Alangkah hebat adanya
Wujudku tenggelam dalam wujudnya
Fana dan Baqa dalam adanya.
Demikian pandangan orang-orang kesufian yang telah mencapai tingkat serasa seolah beserta dengan Wujud Yang Maha Esa itu. Mereka mencapai tingkat demikian karena mereka berfokus seluruh pandangannya terhadap Yang Maha Wujud itu dan penuh cinta dengan Dia.
Orang yang tidak pernah menjalani latihan spiritual dan tidak tahu hal-hal spiritual yang mendalam dan tidak pernah menempuh jalan spiritual, mereka jangan mencoba-coba menafsirkan sendiri pendapat mereka itu takut nanti tersesat pula.
 
Penjelasan ke-13 (PERJALANAN AKU)
AKU datang dari Allah. AKU adalah ma’lum (yang diketahui) dalam ilmu (pengetahuan) Allah. Kemudian AKU berada di alam ROH. Kapan waktunya akan lahir ke dunia ia dihembuskan ke bakal bayi dalam rahim ibu. Cukup waktunya dalam rahim ibu itu, ia pun lahir ke dunia bersama adan fisik yang berbentuk bayi.
AKU akan berada di dalam alam dunia sampai ajalnya sampai. Kemudian ia masuk pula ke alam Barzakh. Setelah berada sekian lama, maka ia akan dipertimbangkan di Hari Pengadilan. AKU akan masuk surga atau neraka. Mudah-mudahan janganlah masuk neraka hendaknya. Maka AKU kembali ke hadirat Allah SWT. Dari Allah AKU datang kepada Allah AKU kembali. Di sana kekal hidup bersama dengan Yang Maha Hidup (yaitu Allah) selama-lamanya. Itulah perjalanan AKU. Mengembara dari satu alam ke satu alam.
 
Penjelasan ke-14 (AKU HANYA)
AKU itu sebenarnya bebas merdeka. Ia hanya mengandalkan Yang Maha AKU (yaitu Allah). Ia tidak memiliki apa-apa. Ia hanya menerima limpahan wujud dari Yang Maha Wujud.
AKU tidak patut dipuji karena ia “kosong”. Yang Maha Wujud Hakiki hanya Allah. AKU tidak memuji Ghairullah (selain Allah) karena Ghairullah itu pun kosong juga. Yang patut dipuja dan dipuji hanya yang Wujud Hakiki itu saja.
AKU hanya satu sinar dari Matahari Ketuhanan. AKU hanya satu ombak dari lautan Ar-Rahman (yaitu Allah). AKU hanya satu ayat dalam karangan Al-Haq (yang benar) yaitu Allah. AKU hanya sebutir pasir dalam padang pasir Wujud Yang Maha Meliputi dan Maha Luas. AKU hanya satu bayangan dari bayangan Dia Yang Maha Ada. Itulah AKU yang tidak terpisah dengan Tuhanku.
 
Penjelasan ke-15 (AKU TETAP KEMBALI)
AKU miskin papa, lemah, tidak berdaya dan tidak punya apa-apa. Yang Kaya Raya, Yang Gagah Perkasa, Yang Kuat dan Berdaya dan memiliki segalanya iailah Yang Maha Kaya dan Maha Kuat itu juga. Itulah Allah SWT.
Hidup AKU kembali ke hidupnya. Gerak AKU kembali ke geraknya. Diam AKU kembali ke diamnya. Sifat AKU kembali ke sifat. Nama AKU kembali ke namaNya. Praktek AKU kembali ke amalannya. Ada AKU kembali ke wujudnya.
Memang benar, AKU itu akan kembali kepada, laksana cahaya kembali ke matahari, seperti ombak kembali ke laut. Tempat kembali itulah tempat AKU sebenarnya.
Penjelasan ke-16 (AKU TIDAK BERLAKU
Sebagaimana tersebut dahulu, AKU itu adalah ROH. Itulah diri. ROH ini tidak tunduk pada ruang dan waktu. Ia bukan tua dan bukan muda. Tua dan muda itu hanya untuk jasmani dan kondisi dunia ini saja. Semua ROH adalah sebaya saja. Nabi Adam AS sebaya dengan Nabi Muhammad SAW. Kita sebaya dengan moyang kita. Begitulah sebagainya. Tidak tua dan muda untuk ROH. ROH tercita serentak sekaligus saja.
Kemudian ROH itu lahir ke dunia melalui rahim ibu dengan badan kita sebagai sangkar atau sarungnya. Ia dilahirkan ke dunia menurut waktu yang telah ditentukan. Siapa yang ditakdirkan lahir dahulu dialah yang tua dan siapa yang lahir kemudian dialah yang muda.
Dari segi spiritual atau kebadanan ada tua dan ada yang muda, tetapi dari segi ROH sebaya saja.
AKU juga tidak tunduk pada kotak. AKU bukan Barat dan bukan juga Timur. Bukan juga dari Utara dan bukan juga dari Selatan. AKU tidak dikenakan arah dan tempat.
AKU juga bukan tunduk pada bangsa. AKU atau ROH bukan orang itu dan bukan orang yang. Bangsa-bangsa itu hanya ada dalam dunia nyata ini. Di alam AKU tidak ada bangsa-bangsa.
AKU adalah ma’lum dalam ilmu Allah, ada dalam wujud-NYA. AKU adalah penzahiran Zat. Demikian AKU tenggelam dalam Yang Maha Aku (yaitu Allah SWT).
 
Penjelasan ke-17 (AKU harus dibersihkan)
AKU tidak terkotorkan oleh kencing dan kotoran. Tidak ada najis fisik yang dapat mengotorkannya. Ibarat cahaya matahari, cahaya itu menyinari najis dan benda-benda kotor, namun cahaya itu tidak akan kotor. Ia menyinari tempat wangi dan tempat busuk, tetapi cahaya tidak akan wangi dan busuk, kotor atau bersih.
Najis di AKU itu adalah syirik, menyekutukan Allah, mengatakan Allah lebih dari satu. Itulah najis untuk AKU. AKU yang bertauhid adalah ROH yang suci. ROH itu pada hakikatnya selalu percaya dengan adanya Allah dan mengesakanNya. Hanya setelah sampai ke alam dunia barulah ROH itu tercemar oleh pengaruh duniawi, pengaruh iblis dan setan, pengaruh materi, pengaruh nafsu serakah, syahwat dan sebagainya.
Kita harus membersihkan jiwa atau AKU kita kembali sebagaimana aslinya dengan zikrullah (mengingat Allah) dengan lisan, hati dan perbuatan. Zikrullah itu ibarat air mutlak yang membasuh dan menyucikan najis syirik dari AKU itu. Bersihkanlah AKU itu sampai fana ‘(terasa diri kosong, tidak apa-apa) dan kemudian mencapai setingkat lagi ke tingkat’ baqa ‘(terasa diri selalu bersama Allah). Terasa Allah ada dimana saja kita berada.
AKU yang bersih atau diri yang suci adalah diri yang mengesakan Allah sampai tidak terasa adanya diri. Yang ada hanya DIRI YANG BERDIRI SENDIRINYA yaitu Allah SWT.
 
Penjelasan ke-18 (AKU BERASAL DARI TEMPAT MULIA)
AKU yang hakiki itu tidak tunduk pada warna kulit dan ras. AKU itu bukan putih, hitam manis, kuning dan sebagainya. Sebagaimana adanya warna pada badan. AKU tidak ada warna dan tidak berbangsa-bangsa seperti bangsa Cina, India, Melayu, Arab dan sebagainya.
Badan kita berasal dari unsur-unsur tanah, air, api, dan udara tetapi ROH kita bukan dari unsur-unsur dunia nyata ini. AKU gaib dari pandangan mata kasar namun ia tetap ada.
AKU berasal dari tempat yang paling mulia. AKU berasal dari Yang Maha AKU (yaitu Allah). AKU berasal dari ilmu Allah masuk ke alam jasad ini dan kemudian kembali kepada. Jadilah ROH itu sebagai Nur Allah saja. Ia pun kembali ke tempat asalnya yaitu ke hadirat Allah SWT.
 
Penjelasan ke-19 (AKU HANYA BONEKA)
AKU ini pada hakikatnya adalah boneka yang diperankan oleh Dalang (yaitu Allah). AKU ini dari satu ibarat lagi adalah keris yang dihunus oleh pendekar. AKU tidak berdaya upaya, gerak dan diam AKU adalah digerakkan dan didiamkan oleh Allah. Adanya AKU adalah limpahan dari adanya Allah.
Allah itu hakiki. AKU itu majazi atau relatif saja. Kalau difaham dan diselidiki secara mendalam, akan terasa bahwa yang gaib dan yang lahir dan yang awal dan yang akhir adalah Allah saja.
Pendeknya pada pandangan orang yang sangat dekat dengan Allah, alam dan dirinya lenyap sama sekali dan tinggallah Allah semata. Ini dipandang oleh ROH yang bersih dan suci dan mentauhidkan diri kepada Allah semata-mata.
 
Penjelasan ke-20 (AKU tajalli Allah)
AKU yang hakiki itu adalah Nurullah (cahaya Allah) karena dengan ROH, Allah terlihat. Sesuatu yang menampakkan sesuatu yang lain adalah cahaya. Tanpa cahaya gelap gelitalah segalanya.
AKU juga ayatollah (tanda-tanda Allah) karena ROH itu tanda-tandanya adanya Allah.
AKU juga digelar Rohullah karena ROH itu adalah hembusan dari Roh Allah. Itulah AKU yang hakiki.
AKU dan alam semesta adalah penzahiran atau tajalli Allah. AKU ini adalah alam kecil karena semua hal yang ada dalam alam besar ini ada salinannya atau penzahirannya dalam alam kecil.
Alam semesta ini juga digelar Insan Kabir (manusia besar) karena semua yang ada dalam alam kecil ini ada kenyataannya dalam alam besar.
Insan Saghir (manusia kecil) ini adalah dir i (ROH) manusia itu dan Insan Kabir itu adalah alam semesta raya yang gaib dan yang nyata. Alam kecil adalah Insan Saghir yaitu Manusia dan Alam Besar adalah Insan Besar yaitu Alam Semesta Raya.
Demikian pendapat Filsafat kesufian.
 
Penjelasan ke-21 (AKU ITU HIDUP)
Dalam alam dunia ini kita katakan si anu itu orang Kota dan si anu itu orang kampung atau si anu itu berada di kantor atau di rumah. Semua itu menunjukkan tempat dalam alam nyata ini. Tetapi untuk ROH itu semua tidak ada. Ia bebas dari tempat atau arah atau waktu atau waktu.
ROH itu hidup. Ia tidak tunduk pada alam nyata atau alam materi. ROH itu hidup dengan limpahan Yang Maha Hidup. Demikianlah AKU.
 
Penjelasan ke-22 (AKU BESERTA ALLAH)
AKU memang beserta dengan Allah, sejak dari dahulu sampai akan datang atau sejak awal sampai akhir. Tidak pernah bercerai dan berpisah dengan Yang Maha Aku (yaitu Allah). Sejak dari dalam ilmu Allah sampai sampai ke alam akhirat yang tidak ada ujungnya, AKU tetap bersama Allah.
AKU tidak keluar dan tidak masuk dalam lengkungan Allah. AKU itu memang berada dalam lengkungan Allah saja. Kalau Allah itu diibaratkan sebagai lautan, maka AKU itu ikannya. Ikan itu selalu dalam lautan dan tidak akan hidup tanpa air lautan itu.
‘Masuk’ dan ‘keluar’, ‘berpisah’ dan ‘bersatu’, tidak termasuk dalam kamus AKU. AKU bukan seperti badan kasar yang dikenakan ruang dan zaman.
AKU menyerahkan dirinya dan nasibnya kepada Yang Maha AKU. Cukuplah Dia mengontrol dan memelihara AKU. AKU tidak harus pada yang lain lagi. Tidak perlu pertolongan dari ghairullah (selain Allah), bahkan tidak ada ghairullah pada pandangannya. Cukup Allah untuk AKU.
 
Penjelasan ke-23 (AKU SEBENARNYA dhaif)
AKU bodoh. Dialah yang mencerdikkan AKU. AKU lemah Dialah yang menguatkan AKU. AKU tidak tahu, Dialah yang memberiku tahu. AKU papa kedana, Dialah yang memperkaya AKU.
AKU bertanya, memohon, berharap kepada saja. Seolah-olah AKU dan DIA berpadu dan bersatu di mana dan bila saja. Dan DIA ada dalam kesadaran AKU.
Renunglah ke dalam AKU. Dia berada dalam kesadaran AKU. Maha Halus dan Maha Seni. AKU mendengar bisikannya. Dalam waktu sunyi sepi, paling baik mendengar bisikan hati nurani. Tanpa huruf, tanpa suara, tetapi AKU paham segala-galanya.
AKU kenal Dia dalam kesadaran batinku karena AKU berhubungan dengan Dia tanpa menyekutukanNya. Inilah satu hasil zikrullah.
 
Penjelasan ke-24 (WUJUD AKU)
AKU ada dalam lautan Yang Maha Wujud. AKU selalu berada dalam lautan itu. Dalam lautan itulah AKU tinggal. Itulah lautan ada.
 
Penjelasan ke-25 (AKU MEMANG ADA KESEDARAN)
AKU memang ada kesadaran, limpahan Yang Maha Sadar (yaitu Allah SWT). Kesadaran AKU meliputi alam nyata dan alam gaib, alam dunia dan alam akhirat. AKU sadar semua itu. Semua hal itu ada ilmuku. Allah ada dalam kesadaran AKU. Begitu juga makhluk ada dalam kesadaran AKU. Segala yang ada dalam kesadaran AKU itulah ilmu AKU. Surga, neraka, malaikat dan iblis ada dalam kesadaran AKU. Semua yang ada dalam ilmu atau kesadaran AKU itu adalah penzahiran Allah dalam kesadaran dan ilmu AKU.
 
Penjelasan ke-26 (AKUSENTIASA CINTA DIA)
AKU selalu cinta kepada DIA (Allah). Tidak mau berpisah dan berjauhan dengan DIA. AKU selalu ingatkan DIA. Terasa siksa jika tidak mengingat. Puja dan puji hanya untuk DIA belaka. Perasaan cinta ini tidak akan ada di AKU jika tidak dengan anugerahNya juga. Alangkah kerdilnya AKU berada dalam majelis DIA.
 
Penjelasan ke-27 (AKU TIDAK MEMILIKI APA-APA)
Dari pandangan ROH atau AKU yang hakiki, AKU tidak memiliki apa-apa tetapi ia dimiliki oleh Yang Maha Kaya (yaitu Allah).
AKU dijasadkan untuk menjalani hidup di dunia fana ini. AKU juga diberi nafsu. Kalau AKU dikalahkan oleh jasad dan nafsu, maka binasalah AKU itu, tetapi jika AKU yang menkluki jasad dan nafsu, maka selamatlah AKU itu.
AKU membawa kita menuju Allah dan menyadari hakikat dirinya dan Tuhannya. Nafsu serakah membawa kita jauh dari Allah dan lupa akan hakikat diri kita. Karena itu hanyutlah ia dalam larutan kelupaan dan kesesatan dan akhirnya ia akan menyesal setelah ia meninggalkan badannya. Setelah ROH berpisah dari badan, maka sadarlah AKU itu kembali akan kondisi dirinya yang sebenarnya. 
 
Penjelasan ke-28 (AKU PALING MULIA pada kenyataannya)
Badan kita ini amat kerdil, ibarat sebutir pasir di padang gurun, setitik air di lautan luas, sebuah bintang di cekrawala, melukut di tepi gantang, masuk tidak bertambah dan keluar tidak mengurangi. Betapa kecil dan kerdilnya tubuh kita. Itulah wajah lahir AKU.
Tetapi kalau kita renung ke wajah batin kita, dia paling mulia, paling tinggi martabatnya, mengatasi segala makhluk dan malaikat. AKU itu suci dan wangi, sangat dekat dengan Ilahi. Dialah cahaya Allah, Dialah ayat-ayat Allah, Dialah ROH Allah, Dialah bayangan dan penzahiran Allah.
AKU yang hakiki itu sangat mulia, tidak tertanding oleh siapa. Dia bertasbih setiap saat, memandang Allah dengan kasihnya, rindu dendam tiada terkira. Itulah AKU yang sebenarnya.
 
Penjelasan ke-29 (CARA MENGENAL AKU)
Berbagai cara orang ingin mengenal dirinya atau akunya. Ada yang melalui meditasi, pertapaan, menghapus pikiran, latihan jiwa yang menyiksa badan dan sebagainya. Tetapi untuk orang-orang Sufi adalah dengan Zikrullah yang diajarkan oleh guru-guru Sufi yang pakar dan pembimbing rohani yang mursyid. Dengan berzikir dan melalui bimbingan Syaikh Mursyid sampailah seseorang pada tingkat mengenal dirinya atau akunya.
Orang-orang Sufi ada menjelaskan bahwa “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka akan kenallah ia akan Tuhannya”. Ini bukan berarti DIA jadi Tuhan. Bila seseorang itu kenal gambar, maka kenallah ia akan orang yang digambarkan. Bila seseorang kenal akan bayang dalam cermin, maka kenallah ia orang yang punya bayang. Fahamkanlah! 
 
Penjelasan ke-30 (PENGEMBARAAN AKU)
Orang yang memasuki jalan kesufian (Tareqat Sufi) adalah sebenarnya memasuki petualangan yaitu petualangan akunya menuju Allah SWT. Petualangan ini bukan dari tempat ke tempat atau dari waktu ke waktu, tetapi perjalanan ini adalah petualangan dalam kesadaran AKU, beredar dalam pengalaman spiritual atau kejiwaan. Hanya jiwa yang merasainya, tidak terlihat oleh mata kasar.
Tetapi setelah sampai ke tempat dituju yaitu kesadaran bahwa AKU ini fana dalam Allah dan Baqa (kekal) dengan Dia, barulah AKU itu sadar bahwa perjalanan itu hanya dari tidak sadar ke sadar. Sadar betapa AKU memang berada di tujuan sejak awal sampai akhir. Apakah tujuan itu? Itulah kesadaran dan pengenalan tentang Allah atau dalam istilah kesufian disebut ma’rifat.
Pada hakikatnya AKU itu memang berada ‘dalam’ Allah dan ‘permanen’ dengan Allah sejak awal lagi, dulu, sekarang, dan akan datang. AKU memang bersama dan ‘berpadu’ dengan Tuhannya. AKU itu memang diliputi oleh lautan Wujud Ketuhanan.

 

Minggu, 14 November 2021

PENGAKUAN DIRI SEBAGAI TUHAN

Dimana TUHAN ???
Dimana ALLAH ???
Jika dikatakan .....
"Tiada Tuhan Selain (Nama) Gusti Pengeran, Allah,God,Yehowa, dll"
Paham ini masih sebatas Nama atau Asma dan Lafadz belaka,
Tuhan dalam batas asumsi pikiran yang bernama.
Jika di katakan ...
"Tiada Tuhan selain Dia"
Dia yang mana,Dia siapa,dan Dia dimana ???
Ini masih mencari diluar diri
jauh tanpa batas
Jika dikatakan. ..:
"Tiada Tuhan selain Engkau"
Engkau siapa,Engkau yang mana, dan Engkau dimana???
Ini masih juga mencari di luar diri
Jauh tanpa batas....
Jika dikatakan...
 
"Tiada TUHAN selain AKU.....
Aku siapa, Aku yang mana dan Aku dimana???....
Ini merujuk pada DIRI AKU ke dalam........
Maknanya Sang AKU itu ada begitu dekat dengan DIRI,sangatlah dekat .......
Bahkan lebih dekat dari urat nadi,
AKU disini banyak diartikan sebagai PENGAKUAN DIRI SEBAGAI TUHAN, Padahal itu adalah sebaris kalimat haqiqat yang bermakna sangat dalam,
Inilah yang disebut Manunggaling Kawula Gusti, namun sayang banyak yang belum mengerti pemahaman ini
Sekali lagi ....
 
Bukan pengakuan diri sebagai Tuhan, Tetapi menggambarkan betapa AKU SANG TUHAN itu sangat dekat dengan "AKU" diri ini
Jika telah paham ...
Maka ia mengerti ...
Jika mengerti pasti mengalami....
Bukan lagi KATAnya.....
Tapi KENYATA'AN...

KEMATIAN adalah NASIHAT

 

*السَّلَامُ عَلَيْڪُمُ وَرَحْمَةُ اللَّٰهِہ وَبَرَڪَاتُهُہ*
*اَللَّٰہُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَیٰ سَیِّدِنَا مُحَمَّدِِ عَبْدِڪَ وَرَسُوْلِڪَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وعَلَی آلِــهِہ وَصَحْبِـهِہ وَسَلِّمْ تَسْلِيـمََا ڪَثِيْـرََا*
 
“KEMATIAN adalah NASIHAT terbaik dan guru kehidupan, sedikit sahaja kita lengah dari memikirkan kematian, maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan”
SESUNGGUHNYA MANUSIA telah memilih bagaimana akhir hidupnya… dan pilihan
itu ada pada bagaimana ia menjalani KEHIDUPANNYA… sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah berakhirnya kematiannya… kerana sesungguhnya dengan menjalani kehidupan bererti kita sedang menuju kepada kematian kita…
 
PERNAHKAH kita mendengar berita tentang seorang penzina mati di katil hotel diatas perut pasanganya… seorang penagih dadah mati ketika menghisapnya… dan para penjudi mati diatas meja judinya… begitu juga kita pernah mendengar ahli ibadah mati di atas tikar sejadahnya…
Alangkah MALANGNYA, saat ajal tiba kita masih berlumur dosa berbalut nista… inilah malam pertama kita DI ALAM KUBUR… sendiri, di cekam sepi gelap yang tidak pernah terbayang… hilanglah sudah… semua gemerlapnya DUNIA… RUMAH dengan jerih payah bertahun-tahun telah kita angunkan…
 
ISTERI/SUAMI dan pengabdiannya begitu tulus… ANAK, yang padanya darah daging kita… ORANG TUA yang titisan kasih sayangnya.. mengalir di tubuh kita… dan PEKERJAAN, yang bermati-matian kita habiskan waktu untuknya…
 
KERETA MEWAH yang selalu menjadi kebanggaan… tapi kini hari itu telah
pergi… masa pun telah tiada… yang tersisa hanya dosa… yang terus terbayang…
TERINGAT… akan ISTERI/SUAMI yang sentiasa dinafikan hak-haknya… ANAK,
yang telah kita kotori tubuhnya dari nafkah yang HARAM… ORANG TUA, yang di sisa hidupnya belum sempat dibahagiakan… SAHABAT KARIB, yang meminta bantuan kita biarkan… dan KAWAN-KAWAN, yang telah banyak kita kecewakan…
 
Ya ALLAH, masihkah ada hari milik-Mu untukku… agar boleh ku lunaskan segala urusan… lilitan hutang yang belum terbayar… banyaknya AMANAH dan
KEPERCAYAAN yang tidak disampaikan… beribu JANJI yang sering diingkari…
dan WANG RASUAH, yang telah kita nikmati dan kita bagi… namun kini,
PINTU-MU… sudah tertutup rapat… bertaubat sudah terlambat, menyesali
diri sudah tidak bererti… dan tinggallah sendiri menanggung beban DOSA
dan KESALAHAN yang tidak terMAAFKAN… merasakan PENDERITAAN yang PANJANG
yang tiada berakhir… SEKARANG, adakah dalam hati kita MATI itu sebagai PENASIHAT..???
Semoga selagi masih ada waktu…kita bisa BERTAUBAT..

Sabtu, 13 November 2021

MENCARI KETENANGAN

Assalamualaikum
Apabila Fikiran dan hati didalam kebingungan,
Tambahan lagi, didalam kehidupan hari ini yang sering kali bertemu dengan persimpangan yang sukar untuk diambil pilihan.
Sudah pastilah KETENANGAN yang dicari-cari. Panduan dan Bimbingan-Nya yang didamba-dambakan.
 
KETENANGAN pada Hakikatnya adalah Kurniaan Allah Ta’ala yang hanya diberikan kepada "ORANG-ORANG YANG BERIMAN".
Tentang KETENANGAN ini Allah Ta’ala telah berfirman;
هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّـهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّـهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
 
“Dia-lah yang telah menurunkan KETENANGAN ke dalam Hati orang-orang Mukmin supaya Keimanan mereka bertambah di samping Keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Fath : 4)
As Syeikh Abdurrahman As-Sa’dy Rahimahullah berkata;
يخبر تعالى عن منته على المؤمنين بإنزال السكينة في قلوبهم، وهي السكون والطمأنينة، والثبات عند نزول المحن المقلقة، والأمور الصعبة، التي تشوش القلوب، وتزعج الألباب، وتضعف النفوس، فمن نعمة الله على عبده في هذه الحال أن يثبته ويربط على قلبه، وينزل عليه السكينة، ليتلقى هذه المشقات بقلب ثابت ونفس مطمئنة، فيستعد بذلك لإقامة أمر الله في هذه الحال، فيزداد بذلك إيمانه، ويتم إيقانه
“Allah mengkhabarkan tentang Kurniaan-Nya ke atas orang-orang yang Beriman dengan diturunkan kepada Hati mereka SAKINAH iaitu KETENANGAN. Ia adalah KETENANGAN dan Keteguhan dalam keadaan terhimpit dengan Ujian dan kesulitan yang menggugat Hati, mengganggu Fikiran dan melemahkan Jiwa. Maka di antara Nikmat Allah atas orang-orang yang Beriman dalam keadaan ini adalah, Allah meneguhkan dan menguatkan hati mereka, agar mereka sentiasa dapat menghadapi keadaan ini dengan Jiwa yang TENANG dan Hati yang Teguh, sehingga mereka tetap mampu menunaikan Perintah Allah dalam keadaan sukar seperti ini sekali pun. Maka bertambahlah Keimanan mereka, semakin sempurnalah Keteguhan Keyakinan mereka.”
(Kitab Tafsir : Taisir Al-Karim)
Arahan-arahan yang terdapat didalam Al-Qur'an dan Sunnah untuk meraih KETENANGAN tersebut, iaitu;
BERKUMPUL DALAM RANGKA MENCARI ILMU AKHIRAT.
مَا اجتمعَ قَوم في بيت من بُيُوتِ الله تباركَ وتعالى يَتْلُونَ كتابَ الله عزَّ وجلَّ ، ويَتَدَارَسُونَهُ بينهم ، إِلا نزلت عليهم السكينةُ ، وَغَشِيَتْهم الرحمةُ ، وحَفَّتْهم الملائكة ، وذكرهم الله فيمن عنده
“Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam sebuah rumah Allah Tabaraka Wa Ta’ala, mereka membaca Kitabullah Azza Wa Jalla, mempelajarinya sesama mereka, melainkan akan turun kepada mereka SAKINAH (KETENANGAN) , Rahmat akan meliputi mereka, Para Malaikat akan mengelilingi mereka dan Allah sentiasa menyebut-nyebut mereka di hadapan Malaikat yang berada di Sisi-Nya.”
(Hadith Riwayat Muslim)
KETENANGAN akan hadir berserta dengan Ilmu dan Panduan bimbingan Allah SWT...
MEMPERBANYAKKAN DZIKRULLAH.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(iaitu) orang-orang yang Beriman dan Hati mereka manjadi Tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah Hati menjadi Tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d : 28)
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠﴾
Hai Jiwa yang TENANG, kembalilah kepada Tuhanmu dengan Hati yang puas lagi Diredhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jema'ah hamba-hamba-Ku,
masuklah ke dalam Syurga-Ku.
(QS. Al Fajr : 27-30)

 

SEPULUH WIRID ANJURAN IMAM AL-GHAZALI

Mengamalkan wirid merupakan bagian terpenting bagi umat Muslim. Tanpa wiridan dan berzikir, seseorang akan merasakan kehampaan dan kekosongan dalam hidupnya. Wiridan pun bervariasi, begitu pun dengan orang yang mengamalkannya.
Ada yang mengamalkan zikir seadanya, setelah shalat saja, hingga ada yang di setiap embusan nafasnya dihiasi dengan asma` Allah SWT.
 
Imam Al-Ghazali, dalam karyanya, Bidâyatul Hidâyah merekomendasikan kita beberapa wiridan yang dapat kita amalkan. Ia menyebutkan:
وَلْيَكُنْ مِنْ تَسَابِيْحِكَ، وَأَذْكَارِكَ عَشْرُ كَلِمَاتٍ
Artinya, “Hendaknya tasbih-tasbihmu dan zikir-zikirmu terdapat sepuluh kalimat,” yaitu:
Pertama:
لَا إِلهَ إِلَّا الله، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، لَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِى وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْر، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ
Lâ ilâha illallah, wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku, lahul hamdu, yuhyî wa yumîtu, wa huwa ‘alâ kulli syay`in qadîr.
Artinya, “Tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, Dia maha hidup tidak mati, kebaikan ada di kekuasaan-Nya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Kedua:
لا إله إلا الله الملك الحق المبين
Lâ ilâha illallahul malikul haqqul mubîn
Artinya, “Tiada tuhan selain Allah yang maha menjadi raja, maha benar, maha menjelaskan.”
Ketiga:
لَا إِلَهَ إِلَّا الله الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
Lâ ilâha illallahul wâhidul qahhâr, rabbus samawâti wal ardhi wa mâ bainahumal ‘azîzul ghaffar
Artinya, “Tiada tuhan selain Allah yang esa dan maha perkasa, Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya yang maha perkasa lagi maha pengampun.”
Keempat:
سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَلَا إِلهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Subhânallah, wal hamdu lillah, wa lâ ilâha illallah, wallahu akbar, wa lâ haula wa lâ quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhîm.
Artinya, “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah.”
Kelima:
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ
Subbûhun quddûsur rabbul malâikati war rûh
Artinya, “Maha suci, maha qudus, tuhan sekalian malaikat dan ruh (Jibril).”
Keenam:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ
Subhânallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhîm
Artinya, “Maha suci Allah dengan memuji-Nya, dan maha suci Allah yang maha agung.”
Ketujuh:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَا اللهُ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ وَالْمَغْفِرَةَ
Astaghfirullahal ‘azhîm al-ladzi lâ ilâha illallah huwal hayyul qayyum, wa as’aluhut taubah wal maghfirah
Artinya, “Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung, yang tiada tuhan selain Allah, Dia yang maha hidup dan yang berdiri sendiri, aku memohon tobat dan ampunan.”
Kedelapan:
اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Artinya, “Ya Allah, tidak ada yang bisa mecegah apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau tetapkan, dan tidak bermanfaat kekayaan/kemuliaan (bagi orang yang memilikinya), hanya dari-Mu kekayaan/kemuliaan itu.”
Kesembilan:
اَللَّهُمَّ صَلَّى عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Artinya, “Ya Allah curahkanlah rahmat atas Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarga serta sahabatnya, juga curahkanlah keselamatan.”
Kesepuluh:
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
BismillahilLadzi laa yadhurru ma’asmihi syai`un fil ardhi wa lâ fis samâ`i wa huwas samI’ul ‘alîm
Artinya, “Dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada yang dapat mencelakai segala sesuatu di bumi dan langit, Dia-lah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.”
Wirid-wirid di atas sebagiannya sering kita baca, dan kebanyakan sudah tidak asing lagi. Jika memang tidak dapat mengamalkan semuanya, mungkin kita dapat mengamalkannya sebagian terlebih dahulu. Sebagaimana dalam kaidah fiqih, “Sesuatu yang tidak dapat dikerjakan semuanya, jangan ditinggalkan semuanya.”
Imam Al-Ghazali menuntun kita untuk mengamalkan wirid ini sesuai penjelasannya, yaitu:
تُكَرِّرُ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْ هذِهِ الْكَلِمَاتِ إِمَّا مِائَةَ مَرَّةٍ أَوْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً، أَوْ عَشْرَ مَرَّاتٍ، وَهُوَ أَقَلُّهُ، لِيَكُوْنَ الْمَجْمُوْعُ مِائَةً. وَلَازِمْ هذِهِ الْأَوْرَادَ، وَلاَ تَتَكَلَّمْ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ؛ فَفِي الْخَبَرِ أَنَّ ذَلِكَ أَفْضَلُ مِنْ إِعْتَاقِ ثَمَانِ رِقَابِ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ عَلَى نَبِيِّنَا وَعَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَعْنِي الإِشْتِغَالَ بِالذِّكْرِ إِلَى طُلُوْعِ الشَّمْسِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَتَخَلَّلَهُ كَلَامٌ
Artinya, “Engkau ulang-ulang setiap wirid dari wirid-wirid itu, entah seratus kali atau tujuh puluh kali, atau sepuluh kali dan ini paling sedikitnya agar menjadi seratus. Dawamkan wirid-wirid ini, jangan berbicara sebelum terbitnya matahari; terdapat dalam hadits, bahwasannya tidak berbicara sebelum terbitnya matahari lebih utama dari memerdekakan delapan budak dari anak turunan Nabi Ismail salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita, yang aku maksud yaitu menyibukkan dengan zikir sampai terbitnya matahari tanpa menyelanginya dengan pembicaraan.”
Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan maksud dari keutamaan dalam hadits itu. Yang dimaksud dalam hadits ini adalah bertambahnya keutamaan orang yang mengamalkan amalan yang telah disebutkan di atas.
Semoga kita dapat mengamalkan wiridan yang dianjurkan oleh Imam Al-Ghazali agar hari-hari kita dihiasi oleh asma` Allah SWT yang menyebabkan hati kita tidak gersang, dan dibukakan jalan menuju Tuhan semesta alam. Amiin.
Uraian ini disarikan dari Kitab Marâqiyul ‘Ubudiyyah Syarah Bidâyah Al-Hidayah, Syekh Nawawi Al-Bantani, Thoha Putra, Semarang, halaman 30-31

 

Hakekat Diri M A N U S I A

 “Hakekat Diri M A N U S I A"
 
(ﻡ) = Syariat = Tanah = Tubuh = Jasmani = Diri Terdiri = Nafas = Kaki
(ﺡ) = Tarekat = Angin = Nafas = Hati = Diri Terperi = Tanafas = Tangan
(ﻡ) = Hakekat = Api = Darah = Nyawa = Diri Sebenar diri = Amfas = Badan
(ﺪ) = Makrifat = Air = Rasa = Rahasia = Diri Tajjali = Nufus = Kepala
 
Yang sebenarnya DIRI itu NYAWA,
Yang sebenarnya NYAWA itu MUHAMMAD,

Yang sebenarnya MUHAMMAD itu ALLAH,
Yang sebenarnya bernama ALLAH itu SIFAT-SIFAT ALLAH,
maka SIFAT-SIFAT ALLAH itu berasal dari DZATULLAH TA’ALA.
Maksudnya :
MANUSIA = MUHAMMAD = ALLAH = DZAT

Waspadai 
hal ini :
Kapan kita mengatakan ALLAH itu adalah MUHAMMAD..?
Kapan MUHAMMAD mengatakan ALLAH itu adalah TUHAN…?
Keterangan / Ayat :
“AWWALU TAJLI DZATTULLAH TA’ALA BI SIFATIHI”

“Mula-mula timbul DZat ALLAH Ta’ala kepada Sifatnya.”

“AWWALU TAJLI SIFATULLAH TA’ALA BI ASMA IHI”K

“Mula-mula timbul Sifat ALLAH Ta’ala kepada namanya. “

“AWWALU TAJLI ASMADULLAHI TA’ALA BI AF‘ALIHI”
“Mula-mula timbul nama ALLAH Ta’ala kepada perbuatannya.”

“AWWALU TAJLI AF ALULLAHI TA’ALA BI INSAN KAMILUM BI ASMAI.”

“Mula-mula timbul perbuatan ALLAH Ta’ala kepada Insan yang Kamil yakni MUHAMMAD RasulNya.”
“QOLAN NABIYI SAW AWWALUMAA KHALAKALLAHU TA’ALA NURI”
“Berkata Nabi SAW yang mula-mula dijadikan ALLAH Ta’ala Cahayaku baru Cahaya sekalian Alam.”

“QOLAN NABIYI SAW AWWALU MAA KHALAKALLAHU TA’ALA RUHI”
“Yang mula-mula dijadikan ALLAH Ta’ala Rohku, baru Roh sekalian alam.”


“QOLAN NABIYI SAW AWWALU MAA KHALAKALAHU TA’ALA QOBLI”
“Yang mula-mula dijadikan ALLAH Ta’ala Hatiku, baru Hati sekalian alam.”
“QOLAN NABIYI SAW AWWALU MAA KHALAKALLAHU TA’ALA AKLI”
“Yang mula-mula dijadikan ALLAH Ta’ala Akalku, baru akal sekalian alam”
“QOLAN NABIYI SAW ANA MINNURILAHI WA ANA MINNURIL ALAM”
“Aku cahaya ALLAH dan Aku juga menerangi Alam”
MANUSIA mempunyai 2 unsur yaitu
- Unsur BATIN (ROHANI) itu adalah ALLAH
- Unsur ZAHIR (JASMANI) itu adalah MUHAMMAD.
Oleh karena itu, DIRI manusia adalah gabungan antara ALLAH dengan MUHAMMAD ( ALLAH + MUHAMMAD ).
Lebih jelas-nya dapat di-lihat pada DIRI manusia pertama yaitu ADAM.
TANAH yang akan dijadikan “tubuh ADAM” adalah tanah pilihan.
TANAH itu dicampurkan dengan rempah-rempah, wangi-wangian dari Sifat NUR Sifat ALLAH, dan disirami dengan air hujan “Barul Uluhiyah”.
TANAH itu dipilih untuk mengejawantahkan Sifat "dua tangan-KU". Karena masing-masing sifat tercela ini hanyalah sekedar kulit luarnya saja, di dalam setiap sifat itu ada mutiara dan permata berupa Sifat ILLAHI.

Ketika ALLAH menciptakan manusia dg mengaduk dan mengolah TANAH, maka semua sifat hewan dan binatang buas, semua sifat setan, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda mati diaktualisasikan di dalamnya.
Kemudian TUBUH itu dibenamkan di dalam air “Kudral-Izzah-NYA” yaitu sifat “Jalan dan Jammal”. Lalu diciptakan menjadi tubuh ADAM yang sempurna.
Manusia sebagai makhluk yang sangat lemah dan hina disisi lain dinobatkan sebagai "KHALIFAH" (wakil ALLAH). Bertugas mengatur alam semesta dan merupakan wakil ALLAH untuk menjadi saksi-NYA serta mengungkapkan rahasia-rahasia firman-NYA.

Para mahkluk yang lain tidak melihat ada dimensi yang tidak bisa dijangkau olehnya, ia hanya mampu melihat pada tingkat yang paling rendah dalam diri manusia. Sementara makhluk yg lain terhijab oleh ketinggian derajat manusia yang berasal dari tiupan Illahi (QS Al Hijir 28-29).
ADAM terdiri dari (ALIF, DAL, MIM)
- ALIF sebagai ALLAH,
- DAL ~ dalam
-MIM ~ MUHAMMAD ,
yang berarti : ALLAH DALAM MUHAMMAD

MUHAMMAD yang dimaksudkan di sini bukannya Nabi Muhammad s.a.w. (yang lahir di Makkah dan wafat di Madina) tetapi adalah “NUR MUHAMMAD”.

🎐Mohon diperhatikan agar tidak salah tafsir
Bahwa :
“Nama ALLAH itu baru, sebelum itu belum ada Tuhan bernama ALLAH.
Zat tersebut mentajalli (me-nampak-kan) dirinya serta di-tajalli-nya NUR ALLAH, kemudian ditajalli pula NUR MUHAMMAD ( INSAN KAMIL ), pada peringkat ini disebut

“ ENGKAU AKU – AKU ENGKAU = ANTA ANA – ANA ANTA “
🎐lihat uraian tentang Usul Diri “hubungan MANUSIA dgn ALLAH"
MANUSIA keseluruhannya adalah seperti huruf MUHAMMAD,
Huruf MIM adalah KEPALA manusia,
Huruf HA adalah BADAN manusia,
Huruf MIM adalah PINGGUL manusia
Huruf DAL adalah KAKI manusia.
Oleh sebab ALLAH dan MUHAMMAD pada hakekatnya adalah 1 pada DIRI MANUSIA, yaitu ZAHIR dan BATIN maka tidak ada lagi PENYEMBAH dan yang DISEMBAH.
SEMBAHYANG itu tidak lain adalah penyaksian diri kita sendiri sebagai pembawa dan penanggung Rahasia ALLAH.


Pengertian Dua Kalimah SYAHADAH :
" ASYHADU ALLA ILLAHA ILLALLAH "
Artinya “kita bersaksi dengan diri kita sendiri tidak ada yang nyata pada diri kita hanya Allah semata.”
Ini berarti kita menafikan tubuh kita dan kita ithbatkan kewujudan Allah semata-mata.

“ WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH “
Artinya “dan bersaksilah aku bahwa diriku yang zahir ini adalah menanggung diri rahasia Allah semata-mata”

Kamis, 11 November 2021

Beda antara AKAL dan RUH

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Beda antara AKAL dan RUH,...( dalam melihat perkara)
Al ahzab 40;
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Ayat diatas adalah melihat MUHAMMAD bukan dari sisi jasmaninya, tetapi tentu dari sisi yang lebih tinggi yaitu RUH.
Padahal secara akal, tentu Muhammad yang nabi ( putra Abdullah) tentu ada zahirnya, ada jasadnya, dan sebagai wujud MANUSIA JUGA.
DIA adalah penutup nabi2,... tetapi bukan terhentinya Rasulullah. Karena Rasulullah itu #BUKAN #MANUSIA. Makanya diterangkan degan jelas bahwa DIA ( Muhammad) bukanlah bapak dari laki-laki di antara kamu.
Artinya dalam diri WUJUD ZAHIR NAB MUHAMMAD ITU ADA 2 DIMENSI YANG BERBEDA.
1. Dimensi akal, pancaindra melihatnya sebagai wujud Zahir MANUSIA ( karena melihatnya dengan panca indera)
2. Dimensi ruh, melihatnya Muhammad itu BUKAN MANUSIA. Walaupun wujudnya Manusia, dan ada dibalik Zahir manusia.
Yang mati adalah yang bernyawa, dan itu adalah Muhammad yang nabi, putra Abdullah.
Sedangkan MUHAMMAD YANG NUR,.... itu adalah NUR** yang tidak mungkin mati. Dan akan selalu ada di setiap zaman.
Yang selesai, penutup kenabian adalah MUHAMMAD YANG NABI. Sedangkan Muhammad yang NUR, adalah RASULULLAH YANG BUKAN MANUSIA, YANG AKAN TERUS BERLANJUT ESTAFETNYA SAMPAI KIAMAT. Yang di akhir zaman disebut sebagai ULAMA WARIS ( warosatul ANBIYA'). Yang disebut Sebagai WALIYYAM MURSYIDA.
ZAHIRNYA TIAP ZAMAN AKAN SELALU BEDA2 WUJUDNYA, TAPI ISINYA AKAN SELALU SAMA DI SELURUH ZAMAN.
Mulai zaman nabi Adam, Zaman nabi Ibrahim, nabi siapapun, sampai zaman nabi Muhammad, dan zaman ini, dan seterusnya ISINYA ADALAH NUR YANG SAMA.
Makanya nabi Adam taubatnya berwasilah kepada MUHAMMAD YANG NUR. Walaupun zahirnya Muhammad bin Abdullah belum ada.
Teknik tinggi tarekatullah itu bisa dipelajari di KAMPUS TAKLIM MAKRIFAT

PADA SAAT ZAMANNYA BELUM ILMIAH

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Agama Islam dulunya turun PADA SAAT ZAMANNYA BELUM ILMIAH. umat dan kaum saat itu masih PRIMITIF, BODOH2 DAN NALARNYA BELUM SUPPORT DIAJAK Presfektip #ILMIAH #TINGGI. Makanya nabi menerangkan agama saat itu dengan BAHASA Dogmatis.
Padahal nabi sampaikan ASLINYA ISLAM ITU #SANGAT ILMIAHNYA TINGGI. JUGA ISLAM ITU AMALIAH ( bisa dibuktikan) jadi Islam itu SAMA SEKALI BUKAN DOGMA, BUKAN DONGENG, BUKAN TEORI BUTA.
Tapi lagi2 karena zamannya belum ilmiah makanya NABI BISA MENERANGKAN NYA SEBATAS MENGIKUTI TINGKAT NALAR ZAMANNYA SAAT ITU.
Belum ada matematika
Belum ada listrik
Belum ada fisika
Teknologi masih rendah
Belum ada teori quantum
Belum ada teori Gelombang
Belum ada kajian DIMENSONAL
belum ada SARANA PENDUKUNG ILMIAH UNTUK MENGAWAL NALAR AKAL SAAT ITU.
Beda dengan sekarang, tingkat nalar telah maju, teknologi pun memuncak, ilmu pengetahuan telah lengkap, penunjang ilmu eksakta telah banyak dan lengkap.
Maka TAKLIM MAKRIFAT DAKWAH DENGAN ILMIAH TINGGI DAN DENGAN KAJIAN EKSAK. Bukan plonga plongo dogmatis lagi. Sudah lewat masa dogma nya. Semuanya harus ILMIAH, LOGIS, JELAS, TERANG BENDERA, TERHITUNG, TERSTRUKTUR, BISA DIRISET, BISA DI ANALISA, BISA DISEMINARKAN, BISA DIKAJI BEBAS, BISA DI COMPARE** DENGAN SEMUA DISIPLIN ILMU, SEMUA AGAMA, SEMUA ALIRAN, SEMUA KEPERCAYAAN.
ISLAM harusnya ada di RANTAI EMAS TERTINGGI DAN SEMPURNA. Dan itu harus Riel EKSAKTA dan menjadi kebenaran ABSOLUT YANG FAKTA NYATA DAN REALITA. BUKAN HAYALITA SAJA.
Masak kita masih ributkan surga yang isinya PULUHAN BIDADARI CANTIK YANG PERAWAN, MINUMAN KHAMR, BUAH2 AN, TAMAN HIJAU, DAN SUNGAI MENGALIR ????
Duuuuuuh.... Masak ulama2 nya malah masih ributkan KIAS, TIMBANG MEMBUKTIKAN ILMIAHNYA AGAMA ISLAM.
AGAMA BUKAN HAPALAN, BUKAN TEORI, BUKAN DOGMA, BUKAN CERITA. ITU HARUS TUAN BUKTIKAN KEPADA UMAT BAHWA AGAMA ITU ADA CAMPUR TANGAN TUHAN NYA, BUKTIKAN KEBERADAAN TUHAN MA'RIFATULLAH NYA DULU.... kok malah ributkan fqiiiiiih melulu dan khilafiaaaaah melulu. Tapi gak bisa MENGILMIAHKAN AGAMA ISLAM Yang kata nabi ILMIYUN**.
Kalo di KAMPUS TAKLIM MAKRIFAT MEMOTONG SEMUA YANG GAK PENTING, GAK PERLU BAHKAN CENDERUNG MENYESATKAN UMAT.
TAKTIS, SINGKAT, PADAT, JELAS, LOGIS, TERANG BENDERANG DAN BISA DIBUKTIKAN.
Selamat tinggal agama DOGMATIS yang membingungkan !!!!
Kita menuju ISLAM yang kata nabi ILMIAH ( logis dan eksakta) DAN AMALIAH ( bisa dibuktikan).
Itu yang dipelajari di Teknik ma\krifa\t
Biar saja dibilang promosi, yang penting tidak ada hubungannya dengan mahar2 an, dana2 an. Misi ketuhanan jalan terus, MENYEBARKAN KALIMATULLAHI HIYAL ULYA DENGAN KAJIAN ILMIAH EKSAKTA, KE SELURUH PENJURU DUNIA--