Laman

Jumat, 09 Juli 2021

NYAWA ITU RUH AKU ALLAH PANDANGAN SUFI

ASSALAMUALAIKUM

Allah merujuk Nyawa itu dengan perkataan RUH AKU. Maksudnya menurut Allah Ruh itu ialah Ruh Allah.
Di dalam al-Quran , tiada pula Allah merujuk kepada Ruh itu sebagai Ruh Yang Aku Cipta atau Ruh Milik Aku. Yang ada cuma RUH AKU.
( WANAFAKHTU FIHI MIN RUHI ) - Aku hidup kan di dlm lembaga Adam itu drp Roh-Ku ( Hayat-Ku),
Hanya penterjemah yang menterjemahkan al-Quran itu ke dlm bahasa Melayu menulis di dalam kurungan dengan penjelasan bahawa Ruh itu ialah Ruh yang dicipta oleh Allah.
Apa pun Ruh itu, maka nyatalah kepada kita bahawa Ruh itu adalah Ruh Allah dan bukannya Ruh kita sebagai Manusia.
Maka dikatakanlah bahawa Ruh itu bersifat Rabbaniyah atau bersifat Ketuhanan. Ruh ini berada di dalam Jasad kita secara khusus.
Maka tidakkah kamu faham akan Firman Allah Taala bahawa Ianya ( ALLAH ) beserta kamu di mana sahaja kamu berada.
( WAHUWA MA'AKUM AINAMA KUNTUM) ).
Dan juga sapertimana Firman-Nya yang lain yang bermaksud ..Dalam Diri kamu tu sendiri , kenapa kamu tak mahu lihat ?
( WAFI ANFUSIKUM AFALAA TUBSHIRUN )
Nyata juga kepada kita bahawa kita ini sebagai Manusia yg terdiri daripada dua ( 2 ) perkara iaitu :
JASAD / TUBUH / BADAN / JASMANI yang berasal drp setitik MANI Bapa kita dan sebutir TELUR Ibu kita ,
dan yang satu lagi dikenali sebagai :
NYAWA / RUH / RUH AKU ALLAH / NAFS / HATI / QALBU / NUR MUHAMMAD / RUHANI dan lain lain nama yang banyak itu yang berasal drp Allah.
Ketahuilah juga Mani Bapa sebutir telur pun berasal drp Allah juga disimpan di dalam Jasad Ibu bapa kita .
Satu dinamakan ADAM
Dan yang satu lagi dinamakan MUHAMMAD.
Maka ditanya orang , di manakah Allah ? Dijawab Guru ... itulah Rahsianya Manusia yg sememangnya tdk wujud / tdk ada / ghaib / kosong..
Maka bersabda pula Nabi kita :
" Itulah Amanah Allah kepadamu. Maka pulangkanlah Amanah itu kepada Pemiliknya yang sebenar iaitu Zat Wajibul Wujud, yang wajib ada,, yg wujud, yg tdk ghaib yang kepadamu menamakan Diri-Nya sebagai Allah. "Ashabul Kahfi

 

AKU..( ALLAH)

ASSALAMUALAIKUM 

 
بسم الله الرحمن الرحيم ....
Allah berfirman :
انني انا الله لا اله الا انا فاعبدوني و اقيم الصلاة لذكري
" Sesungguhnya Aku inilah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku."
( Q,S Thaahaa 20 : 14 )
 
Perkataan Tuhan mengatakan Akulah Allah, bererti Tuhan mengatakan Aku- nya dulu, baru lah menyatakan Tuhan itu Allah...
Ini bererti Aku Tuhan itu merujuk pada Dzat-Nya atau Diri Tuhan. Dan Diri Tuhan itu memiliki nama sebutan Tuhan yang paling tinggi dan Mulia itu adalah Allah..
* Aku Tuhan itu merujuk Diri Maha Tinggi ke-Akuan. *
* ke-Akuan Tuhan Ghaib dalam Dzat-Nya, dan
* Dzat- Nya adalah Laisya Kamislihi tertinggi...
* Aku- nya Tuhan itu adalah ungkapan kata melingkup ruang dan waktu , yang tiada menyatu kata pada sesuatu kecuali ke-Akuan Tuhan....
* Ghaib Ke-Akuan Tuhan, nyata pada Nama Allah...
Inilah Wujud kenyataan adanya Tuhan dibalik nama Allah iaitu sebuah kata pengakuan :
" Sesungguhnya Aku inilah Allah "
* Yang wujud bererti Asma sebutan Allah, dan
* Rahasia Allah adalah Aku.
* Dan rahasia Aku adalah Diri-Nya ( Kunhi Dzat )...
Nah.. jelas... Kata suruhan drp Aku-nya Tuhan adalah kenyataan adanya Tuhan yakni nama Tuhan iaitu Allah.....
 
Memerintahkan dengan kata perintah kedua setelah mengakui Diri-Nya Allah itu adalah kata Sembah atau sembahlah Aku.....
* Lalu, sembahlah Aku itu siapa ?
* Dan siapa disembah, Aku atau Allah ?..
Yang diperintahkan untuk menyembah-Nya adalah hamba atau 'abid. Dan yang disembah adalah Ma' bud.
Bagaimana pemahamannya ?
Yang menyatakan Aku adalah Ma'bud, dan yang dianjurkan untuk menyembah Aku-nya Tuhan adalah 'abid.
Bukan menyembah pada nama, tetapi menyembah Aku- Nya Tuhan.
Allah itu sebagai nama wakil daripada Aku- nya Tuhan.
Ini bererti yang disembah adalah :
* Aku- nya Tuhan, dan erti sebenar utk faham adalah Diri Tuhan...
* Jadi , Aku-nya Tuhan merujuk pada Diri Tuhan....
Maka Dirikan sholat, untuk mengingat-Ku..
Mendirikan sholat bererti telah menunaikan atau mentaati perintah menyembah. Dan menyembah- Nya Aku.
Tuhan ada di dalam sholat. Dan di dalam sholat diharamkan bercampur sembah kepada ke-Akuan Tuhan selain- Nya sahaja....
Maka di dalam sholat, diperintahkan wajib untuk mengingat ke-Akuan Tuhan yakni " sebut Nama Allah "
Oleh sebab itu, ungkapan seorang hamba penyembah kepada Tuhan adalah hamba Allah bukan Aku Allah...
* Hamba tetap hamba, pengabdi, penyembah..
* Aku-Nya Tuhan, tetap Tuhan...
Maka dirikanlah sholat untuk mengingat Tuhan yang Satu iaitu Allah...
Pengakuan seorang hamba adalah Aku hamba, bergantung pada Pemilik hamba...
Pengakuan Tuhan Aku Allah, tidak bergantung pada seorang hamba-Nya...
Antara hamba dengan Tuhan, tidak bisa di pisahkan... Ini kerana tidak ada hamba, tidak ada menyembah Ke-Akuan Tuhan sebagai Allah mewakili Nama...
Adanya hamba bererti adanya yang menyembah Ke-Akuan Tuhan mewakili nama Allah...
Nama Allah lah sebagai wujud persaksian adanya seorang hamba-Nya...
"Insan itu Rahsia Aku, dan Hakikat Aku- itulah Rahasia Insan"

 

SALAWAT NABI MUHAMMAD SAW

 

ASSALAMUALAIKUM..

Keterangan ini TDK bersumber dari kitab
Tapi berdasarkan dari pengalaman
ada yg bertanya dengan sy..
 
Boleh kah mengambil ijazah selawat nabi..
Untuk di amal kan..?
Klu soal boleh tentu sangat boleh..
Selawat nabi ..bila di amal kn begitu saja tanpa melalui ijajah Mursid/tampa tarekat salawat.
Tentu tidak ada buah nya.. padahal salawat ini induk atau kunci untuk sampai kepada Allah dgn jalan mahrifat Tampa ada unsur kesesat..
 
Bila kita mengamal kan selawat nabi Tampa mengenal nur Muhammad.. atau martabat tujuh...maka kita akan terjerumus ke jalan kesesatan.. apa bila salawat itu sdh tembus dlm zaud...rasa
Jalan kesesatan itu.. seperti menarik benda benda pusaka... menggandakan uang..
Bersabar dgn jin banyak lagi....
 
Jalan sufi dgn melalui selawat nabi..
1.Salik harus memahami martabat tujuh/nur Muhammad..
2 .harus mengetahui sejarah cerita nabi Muhammad Saw
3.. selawat nabi harus melalui tarekat atau ijajah dari Mursid..
Dengan jalan ini lah salik dapat sampai PD mahabah Allah..
Cara mengamalkan nya...
 
Salik harus perbanyak membaca selawat nabi
Sambil membanyangkan..nur Muhammad..
Setelah amalan selawat itu menjumpai alam rasa.atau alam gaib..
Maka salik akan bermimpi nabi Muhammad..
Atau berjumpa nabi Muhammad di saat terjaga..ini lah salah satu tanda untuk sampai pada Allah dgn mahrifat yg sempurna..
 
Setelah ini baru kita beranjak pada zikir khofi..
Allah.... Allah....
Amalan selawat nabi sekali kali aja di amal kan
Semua keterangan di atas musti melalui tarekat Mursid...saran dari Mursid..

Sholat Itu Adalah Pelita Hati.

Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh.
l Bismillahirahmanirahim.

Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya: nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.
Hasan al-Bashri berkata:
 
أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة
 
"Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat."
Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya 'alas sholah... hayya 'alal falaah..." artinya "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan"
Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
 
استغفرالله العظيم
 
semoga menjadi perantara orang mendapatkan hidayah
Salam Santun Dan Salam Tauhid.
Bakti Sejati Dan Sukmadia Muhammad.

 

DIAM ADALAH DAIM-MU DALAM SHOLAT


Diam adalah Daim-mu dalam sholat
karena Ma'rifat menjadi syahnya syarat...
Maka nyatalah dirimu yang sholat, hilang RASA hilang RAGA terasa...
Tiada yang sholat, kecuali Aku yang sholat.
Maka menjadi maklum dirimu...
Jika diam ini yang terjadi.
karena yang tiada menjadi ada...
Karena rupamu yang sholat dalam diammu tanpa waktu...
Dalam gerakmu yang tak ber-rakaat.
Berkekalan mu dalam sholat mu.
Sholat mu dalam berkekalan mu...
Tiada rupa, tiada bentuk dalam nyata.
Tiada hati, tiada lisan dalam syarat...
Menjadi lebur menjadi satu dalam hakikat sholatmu, karena menjadi abadi dalam sholatmu, karena sholatmu menjadi abadi...
Tiada engkau yang sholat, karena sesungguh-nya AKU yang sholat..!!! Tiada aku yang sholat, karena engkaulah yang sholat...
Maka Sholatlah DAIM-mu dalam kekekalan BAQA'-mu...

Kamis, 08 Juli 2021

KENALI DIRIMU, KENALI SIFATMU

SENTUHAN QOLBU FII LAILATIL JUM'AT MUBARAK.

Al Imam Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad al-Ghazali menjelaskan bahwa dalam diri manusia ada tiga jenis sifat, diantaranya : 
 
1. Shifatul Baha'im ( Sifat-sifat binatang ), sifat-sifat alamiyah/biologis manusia yang tidak jauh berbeda dengan binatang seperti makan, minum, tidur, kawin dsb... 
 
2. Shifatusy Syayathin ( sifat-sifat syetan ). Syetan adalah perlambang keburukan, seperti kejahatan, tipu daya, dusta dsb. Manusiapun memiliki potensi kecendrungan yang sama...
 
3. Shifatul Malaikah ( Sifat-sifat malaikat ). Sifat ini adalah sifat-sifat yang baik dan luhur, seperti tunduk patuh, berserah diri kepada Allah, merenungi kebesaran dan memuji-Nya dsb...
Resapilah firman Allah SWT. : 
 
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di dunia ini dan di dalam diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. ( QS. Fusshilat : 53 ).
Salam Jum'at Mubarak 

 

KITA ADALAH CAHAYA KEMBALI KE CAHAYA.

SENTUHAN MALAM
KITA ADALAH CAHAYA KEMBALI KE CAHAYA.
Dalam Martabat Tujuh dijelaskan bahwa Ruh manusia semuanya berasal dari Nur Muhammad, dan Nur Muhammad adalah tajalli atau perwujudan dari Allah. Itulah yang disebut dengan “Manusia itu Rahasia-Ku dan Aku adalah Rahasianya.”...
الإنسان سري وأنا سره.
Karena ketika kita hidup di dunia sering melupakan Hakekat diri kita yaitu ruh, lebih fokus menuruti dan meladeni fisik jasmani, sehingga kita cenderung mengikuti hawa nafsu. Inilah awal penyebab diri kita tergelincir, lupa akan tujuan hidup. Dari mana kita berasal dan untuk apa kita hidup didunia dan kemana nanti kita akan kembali...??
 
Untuk itu kita harus tahu Hekakat tujuan hidup kita sehingga bisa kembali ke asal kita, kita dari Cahaya maka akan kembali ke Cahaya, jika tidak, maka kita bisa tercebur ke dalam Api Neraka untuk disiksa lalu dibangkitkan lagi untuk reinkarnasi sesuai dengan amal perbuatan kita...
 
Dengan membersihkan jiwa maka kita akan terus berevolusi menjadi manusia yang lebih baik dan lebih mulia. Mulai dari Jiwa Ammarah menuju Jiwa Allawwamah, selanjutnya menuju Jiwa Mulhimmah, berikutnya menuju Jiwa Muthmainnah. Kemudian terus berevolusi menuju Jiwa Rodhiyyah, berikutnya menuju Jiwa Mardhiyyah (راضية مرضية) dan yang terakhir kita menjadi Insan kamil...
 
Manusia yang jiwanya sudah mencapai tahap Jiwa mardhiyyah dan Insan Kamil, mereka adalah kelompok orang-orang yang masuk surga tanpa hisab, jiwa mereka bercahaya sangat terang benderang, kembali ke Asal-Nya yaitu Nur Muhammad dan mereka tidak terkena reinkarnasi kembali...
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ، وَالَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً...الي اخره....
Dari Abu Hurairah r.a ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya rombongan yang pertama kali memasuki surga wajahnya bagaikan bulan purnama, kemudian rombongan berikutnya wajahnya lebih terang daridari pada bintang yang terang-benderang.
( HR. Muslim)
 
Orang-orang yang jiwanya sudah mencapai Jiwa Mardhiyah yaitu Jiwa yang mendapatkan keridhoan dari Allah maka tubuhnya selalu memancarkan cahaya, karena hatinya selalu dalam kondisi dzikir mengingat Allah...
 
Walaupun jasadnya ada dibumi, akan tetapi jiwa mereka sering berada di langit ruhani, berdzikir dengan para manusia yang bercahaya untuk merasakan cinta dan meleburkan jiwanya ke dalam Sang Maha Cahaya...
 
Sewaktu hidup didunia cahaya mereka sudah sampai ke Surga, disana sudah disiapkan Surga yang khusus bagi mereka pada dimensi yang sangat tinggi yaitu Martabat Wahidiyah. tempatnya Nur Muhammad. Asalnya Cahaya Maka akan kembali ke sumbernya lagi yaitu Sang Maha Cahaya...
Semoga Allah memberikan Cahaya Kepada Kita Semuanya...

ILMU LADUNI

Sedotan dari kitab pengesaan Allah SWT
Ilmu merupakan jalan utk mengetahui kaifiyat beramal, sdg amal itu sebagai jalan yg dpt menyampaikan kpd ILMU LADUNI. 
 
Sebagaimana firman Allah Taala dlm Surah Al-Baqarah ayat : 282
"Bertaqwalah kamu kpd Allah nescaya Dia mengajar kamu ( dgn menganugerahkan kamu ILMU LADUNI). "
 
ILMU LADUNI itu ialah ilmu yg dianugerahkan oleh Allah Taala dlm SIRR hati hamba-Nya yg takut kpd-Nya tanpa belajar n bertanya kpd makhluk.
Sebagaimana sabda Nabi SAW :
"Sesiapa mengamalkan dgn ilmunya nescaya Allah Taala mempusakakannya dgn ilmu yg tdk diketahuinya ( ILMU LADUNI ).
 
Jadi, ilmu inilah yg dpt menyampaikan kpd Ma'rifat Allah Taala kerana sesungguhmya Ma'rifat tersebut tdk akan berhasil melainkan dgn ILMU LADUNI.
Justeru itu, sesiapa mengenali Allah sudah tentu dia mengenali dirinya. Dan sesiapa mengenali dirinya sudah tentu dia mengenali Tuhannya. Dan sesiapa mengenali Tuhannya sudah tentu dia berasa jahil akan dirinya."
Sebagaimana sabda Nabi SAW:
"Lebih kenal kamu dgn Tuhan-Nya , lebih kenal kamu akan diri-Nya."
Jadi, Ma'rifat itu adalah jalan / laluan yg dpt menyampaikan kpd KASYAF ( tampak terbuka segala hakikat sesuatu ) , 
 
KASYAF itu adalah jalan yg dpt menyampaikan kpd FANA' ( lebur / hilang lenyap ) yg lain selain Allah Taala sahaja ( maa siwa Allahu Taala ).
Sementara FANA' itu pula adalah jalan yg dpt menyampaikan kpd FANAUL-FANA' , iaitu dia tdk nampak dirinya yg memfana'kan dirinya , cuma dia nampak Allah Taala saja yg memfana'kan dirinya.
Ashabul Kahfi
FANAUL- FANA' itu adalah jalan yg dpt menyampaikannya kpd BAQA' , itulah yg dituntut.

SEORANG DIRI SAJA...

 

ASSALAMUALAIKUM.. pahamilah

Jika tdk ada diri anda, anda tdk akn dpt MELIHAT seluruh alam ini , anda tidak dpt melihat diri anda , ibu bapa anda , adik beradik anda , guru anda , teman2 anda n lain2.
Jika tdk ada diri anda , anda tdk akn dpt MENDENGAR suara atau bunyi .. Anda tdk dpt mendengar sebutan nama Allah, Muhammad, malaikat n lain2 n juga nama2 di sekitar anda sama ada jauh atau dekat
 
Jika tdk ada diri anda , anda tdk akn dpt BERKATA-KATA n menyebut nama Allah, nama Rasulullah, nama ibu n bapamu, teman2 mu dan lain2.
Jika tdk ada diri anda , anda tdk akn dpt MENGETAHUI tentang diri anda , tentang keluarga , tentang agama, tentang penyakit Covid-19 , tentang alam ini n apa jua yg berlaku di sekeliling anda.
Tegasnya , setiap apa jua maklumat yg anda peroleh di alam ini , kesemuanya terbit drp diri anda.
Ini kerana jika tdk ada anda , maka tdk adalah alam ini.
Lantas anda terus menoleh
ke kanan n ke kiri ,
ke atas n ke bawah
ke hadapan n ke belakang ,
anda dapati bahawa sesungguhnya hanya diri anda seorang sahaja yg ada di alam ini , sesesuai dgn firman Allah Taala dlm Surah Al-Dhuha ayat : 6 n 7
 
6. ALAM YAJIDKA YATIMAM FA'AWA
" Tdk kah Allah Taala sendiri mendapati engkau dlm keadaan Yatim Piatu , maka Allah Taala sendiri memberi perlindungan pdmu 
 
7. WA WAJADAKA DHALLAM FAHADA
Dan apbla Dia sendiri mendapati engkau dlm kesesatan.. tercari2 jln kebenaran , maka Dia sendiri memberi pertunjuk kpdmu.
Lantas anda terus bertanya kpd diri anda ?
SIAPAKAH SAYA INI ?
LAA HAWLA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL 'ALIYYIL 'AZHIM
Lalu terdengar SERUAN :
PERGILAH ENKAU BERTEMU DGN ORG 'ARIF BILLAH..
FASALU AHLAZ DZIKR IN KUNTUM LAA TA'LAMUN
 
 
" Bertanyalah kpd AHLI ZIKR ( org yg pakar dlm ilmu ini ) , jika kamu tdk tahu. "
Justeru itu , anda pun pergilah menemui ORG 'ARIF yg kamil mukammil, pakar tentang MENGENAL DIRI n duduk menghadap belajar dgn beliau dgn penuh beradab n ikhlas , di samping tekun n bersungguh2 melakukan riyadhah n mujahadah sebagaimana yg diarahkan.
Oleh itu , barulah anda kenal akan diri anda , hubungan anda dgn Allah Taala , Rasulullah SAW , para malaikat , kitab n lain2.
 
Inilah barang ori yg anda miliki n kepunyaan anda sendiri yg amat mahal n tdk ternilai harganya. Inilah ORG AHLI SUFI - AHLI ALLAH ...
Amat jauh berbeza sekali dgn ORG AHLI KITAB yg mengambil barang org , kemudian dicetak rompak barang itu lalu dijual kpd org lain..


Rabu, 07 Juli 2021

ZIKIR WAJIB MELALUI TALQIN


Zikrullah mengingat Allah tentu harus didasari dengan mengenal, jika belum mengenal apanya yang di ingat ?
 
Zikir zahar itu mengosongkan diri dari segala keakuan, dari segala bayangan bayangan, dari segala keberadaan.
 
Talkin Zikir mengembalikan diri kita kepada kesadaran bahwa sesungguhnya tidak ada sesuatu selain Allah.
 
Nurullah di nyalakan di dalam qolbu si salik, proses membakarannya mulai dari pusar naik ke atas dan mengisi latifah latifah yang ada pada diri sampai bermuara kembali pada latifatul qolby.
Kemudian disempurnakan dengan Zikir khofi dengan mengikuti Detakan jantung yang di tanamkan benih Nurullah, sehingga kesadaran hidup itu hanya Allah.
 
Setelah kesadaran dalam 7 latifah itu bangkit, maka hidup dalam berzikir dan zikirnya hidup..
Atau dinamakan zikir Ruh dalam setiap naik turunnya nafas.
Zikir ruh inipun di baiatkan oleh sang Mursyid.
 
Jadi tidak sembarang mengamalkan zikir zikir tersebut, karna tanpa adanya tali ikatan, akan sangat mudah syetan menggelincirkan kita ke jurang yang lebih dalam.

 

ZIKIR SIRR

Hanya sekali saja Dzikir Sirr' yang dilafaskan didalam Hati orang yang Beriman, maka nilainya adalah sebanding dengan tiga puluh lima juta kali Dzikir yang diucapkan dengan lisan...
Kerana jika Asma Allah swt diucapkan sekali saja dengan lisan, maka itu baru disebut Dzikir atau baru (Mengingat) sebatas lisan.
Namun jika Asma Allah swt dilafaskan "Didalam Hati yang Beriman",
Maka itu akan sebanding dengan tiga puluh lima juta ucapan-ucapan yang diucapkan dengan Dzikir lisan, itulah Dzikir Hati atau Dzikir Sirr'.
U
 
Kerana didalam tubuh manusia itu terdapatnya tiga puluh lima juta pembuluh darah dan kesemuanya terhubung terus ke jantung.
Maka jika Asma Allah swt diucapkan sekali sahaja dengan Hati Beriman yang penuh dengan Kesedaran, maka kesemua yang mengalir diperedaran darah didalam tubuh dengan izin-Nya akan mengucapkan juga serta Berdzikir dengan sendirinya.
Tahap pertama didalam Berdzikir adalah Dzikir Lisan, lalu kemudian Dzikir Qalbu (Sirr') yang harus diupayakan dan cenderung dipaksakan.
 
Lalu Dzikir Qalbu (Sirr') yang dilakukan secara meluas dan terus menerus tanpa perlu dipaksakan lagi.
Selanjutnya... Setelah berkuasa didalam Qalbu, disertai Sirnanya Dzikir itu sendiri (Kosong).
Maka Dzikirnya sudah tidak lagi berhuruf dan tidak lagi bersuara;
"LA SAUTIN WALA' HARFUN."
 
Melainkan sudah diamalkan dengan Sedar dan penuh Kesedaran (Sedar Allah) dan senantiasa terhubung kepada Dzat Yang Maha Hidup.
Maka dengan izin-Nya Dzikir tersebut telah menyelaputi didalam dirimu dan menyedarkanmu dari keadaan yang semula tidak sedar akan terus menjadikanmu Tenang (Zahil), kepada keadaan Hudhur (Hadirnya Qalbu).
 
Inilah Rahasia dari sabda Rasulullah saw;
"Siapa ingin bersenang-senang di taman syurga, perbanyaklah mengingat Allah."
Rasulullah saw bersabda;
"Sebaik-baik Dzikir adalah Dzikir Rahasia (maksudnya Dzikir dalam hati yang tanpa dilisankan dengan penuh kekhusyukkan) dan sebaik-baik rezeki adalah rezeki yang cukup"
(HR. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Hibban dan Al-baihaqi)
"Dzikir itu adalah Sedar, manakala orang bodoh akan terleka dan lalai dari Kesedarannya."
Ashabul Kahfi

HAKEKAT MURAQABAH

HAKEKAT MURAQABAH
MURAQABAH difanakan zat dirinya serta apa yg ada drp dirinya , lalu diitsbatkan wujud Al-Haq Taala itu di dlm hatinya.
Jalan TAWAJUH itu ialah :
dihadapkannya kpd wujud Allah Taala tanpa lupa n lalai akan nama Allah itu di dlm hatinya.
Jalan MUSYAHADAH itu ialah :
dgn mentahkikkan a'yan tsabitah n a'yan kharijah dirinya sehingga apbla sudah tahkik menjadi satulah kedua2nya itu , lalu dibawanya ke arah jalan memandang wuJud Allah Taala.
Isyarat MURAQABAH itu :
adalah dgn ( cara ) difanakan niat wujud dirinya itu ketika menyebut: " LAA ILAHA " n diitsbatkan wujud Allah ketika menyebut: " ILLA ALLAH "
Isyarat TAWAJUH itu :
adalah dgn ( cara ) dihadapkan mata hatinya ( Bashirah ) ke arah wujud Allah Taala tanpa lupa n lalai akan namaNya itu di dlm hatinya serta diingatkannya Zat yg bernama ALLAH
Isyarat MUSYAHADAH itu :
adalah dgn ( cara ) ditahkikkan a'yan tsabitah dgn a'yan kharijah satu jua. Setelah tahkik n bersatu kedua2nya lalu dibawa memandang ke arah wujud Allah Taala.

Selasa, 06 Juli 2021

INTISARI AL-QURAN

Seandainya kehidupan ini hanya diperintah "Berbuat Baik" saja, tentu Allah tidak akan menurunkan ayat2 tentang Jin atau tentang Harut Marut atau tentang memindahkan singgasana ratu saba' atau tentang khidr yang melubangi perahu..
Sungguh..
 
Seandainya ayat Al-Quran hanya berisi sebuah ayat yang semisal bermaksud: "Dalam kehidupan ini yang penting kamu berbuat baik saja.."
Tentu dengan sendirinya manusia tidak akan menjadi baik.. karena manusia tidak tau apa definisi baik menurut Allah dan bagaimana menjadi baik menurut Allah ..
Yang ada hanyalah "Baik" yang absurd menurut definisi masing2 atau sesuai budaya yang berkembang pada masyarakat/kamunitasnya masing2..
Bukan..
 
Intisari kehidupan yang dikehendaki Al-Quran sebenarnya bukanlah "Berbuat Baik"
Tetapi intisari kehidupan yang dikehendaki Al-Quran adalah "Tauhid" atau tidak menduakan/menyekutukan Allah..
Semua pelajaran dalam Al-Quran berujung pada Tauhid, sementara hasil dari Tauhid adalah "Akhlakul Karimah" atau akhlak yang karim/mulia..
 
Tidak ada satupun "Perbuatan Baik" seseorang akan diterima disisi Allah tanpa ke-Tauhidan..
Dalam hadits qudsi Rasulullah meneruskan firman Allah:
“Aku (Allah) paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa melakukan sesuatu amal dimana Aku dipersekutukan pada sesuatu, maka Aku tolak ia dan yang disekutukannya itu.”
(HR. Muslim dan Ibnu Majjah)
 
“Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu).
Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu sebanyak awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaku niscaya akan Aku ampuni engkau. 
 
Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan TIDAK MENYEKUTUKAN AKU sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan.." (HR. Turmudzi)
 
Ingatlah.. intisari kehidupan dan tuntunan Al-Quran adalah mengajak setiap orang untuk "BERTAUHID"
SALAM