Laman

Rabu, 02 September 2015

Nafs


Dalam Al Quran disebut dengan an-Nafs (jamaknya anfus atau nufus), asal unsurnya adalah dari cahaya. Di alam Nur berkumpul nafs-nafs, mulai nafs manusia pertama sampai nafs manusia terakhir. Nafs ini terdiri dari berbagai macam rupa dan jenis. Untuk memudahkan memahami, sebut saja misalnya, emas, perak, perunggu dan sebagainya. Nafs-nafs ini akan diundang oleh janin-janin dalam rahim yang telah berumur 120 hari. Nafs yang bersedia datang pun sesuai dengan bahan janin, nafs jenis emas akan menempati wadah dari emas, nafs jenis perak akan menempati wadah dari perak dan seterusnya.
Nafs yang menempati janin tersebut dimasukkan Ruh, kemudian dipanggil Allah menghadap ke Alam Alastu:
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (QS. 7:172)
Di alam Alastu inilah Allah telah menetapkan 4 hal baginya selama perjalanan di dunia, yaitu: Ajal, Rezeki, Amal, dan Musibah atau Keberuntungan.
Nafs inilah sebenarnya hakikat diri manusia, yang dikatakan Nabi Saw, apabila kamu mengenalnya, maka kamu akan mengenal Tuhanmu. Nafs inilah yang menyebabkan manusia menjadi makhluk paling mulia.
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya".(QS. 95:4)
Apabila qalbu bersih, maka ruh dapat memberikan kekuatan bagi nafs, sehingga nafsnya hidup sehat dan dalam Al Quran disebutlah sebagai nafs al muthmainnah. Apabila qalbu tertutup dosa, maka ruh tidak dapat memberikan kekuatan, maka nafsnya akan sakit, buta, tuli, bisu dan lumpuh.
Setelah ajal, keadaan nya sesuai dengan keadaan nafs terakhir sebelum ajal. Apabila dalam kedudukan sehat, maka nafsnya akan tetap hidup di sisi Allah.
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan". (QS. 6:122)
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya". (QS. 2:154)
Nafs akan dimintai pertanggungjawabannya pada Hari Akhir, atas pelaksanaan sumpah yang dilakukan di Alam Alastu.
Salam sayang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar