Laman

Selasa, 11 April 2017

MAQAM SYAHADAT DIRI

ASSALAAMU 'ALAIKUM
WA RAHMATULLAAHI
WA BARAKAATUH...

.
SYAHADAT Itu terdiri dari 4 hal yakni :
.
ASYHADU itu ialah :
Ungkapan kata- kata SYARI'AT.
ANLAA itu ialah :
Kata- kata THARIQAT.
ILAAHA itu ialah :
Kata- kata HAQIQAT.
ILLALLAAHU itu ialah :
Kata - kata MA'RIFAT.
.
SYAHADAT itu adalah :
Penyaksian kita.
Kesaksian Diri kita kepada yang sebenar- benarnya ILAHA itu Tuhan.
ILAHA itu Esa Wujud-Nya.
Putuskan Ilmu Syahadat... Yang perlu kita Fahami adalah :
.
APA SAKSI ITU ?
APA YANG KITA SAKSIKAN ?
DAN APAKAH TEMPATNYA BERSAKSI ITU ?
.
SAKSI Atau bersaksi itu adalah :
" Dengan IKRAR atau dengan Lisan kita.
YANG DISAKSIKAN atau menyaksikan itu adalah :
Meneliti dengan seksama didalam Qalbu.
Dan TEMPATNYA BERSAKSI itu adalah :
TUHAN.
Inilah Maqam Syahadat Diri kita.
Dan kita jupa SYAHADAT itu sendiri.
.
.
Mari dengar penjelasan pengertian ini yakni :
.
Sewaktu kita mengatakan " ASYHADAU "
Maka Tubuh kita ini dipandang atau ditatap oleh Allah yang meng " ADA " kan waktu kita.
.
Dan saat kita mengucapkan " ANLAA "
Maka hati kita semuanya dilihat, diteliti oleh Allah semata- mata.
Hati kita dipandang oleh-Nya.
.
Waktu kita mengatakan " ILAAHA "
Maka Nyawa kita dilihat oleh Allah semata- mata.
Nyawa kita yang dipandan-Nya.
.
Dan sewaktu kita mengucapkan " ILLALLAAHU "
Maka Rahasia kitalah yang oleh Allah Ta'ala semata- mata.
Rahasia kita yang Dia pandang...
Jadi, Rahasia itu ada pada ucapan " Aamiin "
Yaitu :
.
ALIF adalah SYAHADAT.
SHALATUD DA'IM dalam duduk.
Dalam diam.
Sedang berdiri.
Berjalan sehari- hari...
.
MIM - YAA :
Istinja' Awal
dan Istinja' akhir.
.
Menyucikan NUN :
junub- Ruang keluar Nisai.
Menguasai AAMIIN adalah :
Menguasai Rahasia-Nya dengan cara :
Menguasai ILMU NAFAS.
Nafas turun naiknya Nafas.
Diamnya Nafas.
Keluarnya Nafas.
Perlembutan Nafas.
Pertahankan Nafas.
Dan mesrakan Nafas..
.
.
Jika ingin menguasai Ilmu pernafasan tingkat tinggi maka biasakan dulu pernafasanmu. Artinya :
melatihkan gerak turun naiknya nafas.
Mungkin kalian sudah tahu cara dzikir orang bernafas seperti biasa yang selalu kita dengar di Masjid setelah shalat, ataupun kita sudah tahu cara kita bernafas waktu berdzikir.
Nah... Itu namanya latihan biasa.
.
Setelah menguasai ilmu pernafasan itu, maka kalian akan bisa :
Syahadat Diri.
Syahadat Bathin.
Dan Syahadat Insan Kamil..
Tetapi Ikhwani...
Jika kalian belum mampu menguasainya atau belum kuat melakukannya, maka :
jangan kalian paksakan.
Biasakan semampunya kalian saja, yang penting tujuannya adalah :
Karena Allah ...
.
Semoga pelajaran hari ini menambahkan iman dan takwa kepada-Nya.
Agar amaliah kita diterima disisi-Nya
yang penting adalah :
rasa cinta kepada Tuhan yang Maha Esa..
Lebih dan terkurang :
mohon Ma'af yang sedalam- dalamnya.
.
Akhirul Kalam :
.
Wassalaamu 'Alaikum Wa Rahmatullaahi Wa Barakaatuh......
Aamiin Allaahumma Aamiin....


---------------ooooo000ooooo----------------

Baiklah Ana akan menjawab tentang Shalawat yang benar didalam Tahiyyat yang sesuai dari Tuntunan Nabi SAW, Yang Beliau ajarkan... Panjang lebar Ana jelaskan kepadamu... Ketahuilah Nak @Akbar Al Banjary... Kita memiliki satu prinsif, bahwa semua ibadah itu adalah : Dibangun berdasarkan 'DALIL' dan Tuntunan Nabi. Itu merupakan konsekwensi dari SYAHADA kita bahwa : Nabi Muhammad adalah Utusan Allah. Terlebih Ibadah shalat. Ucapan dan gerakan shalat, mesti sesuai petunjuk Baginda Nabi SAW yang beliau ajarkan kepada ummatnya. Itulah tata cara yang terbaik..... Oleh karena itu, Shalawat yg terbaik itu adalah : shalawat yg dianjurkan baginda Nabi.. Disamping itu, tidak ada dalil dijumpai dari Baginda Nabi. Bahkan sampai ke-Tabi'in sekalipun yg menambahkan " Sayyidina " sebelum kata Muhammad ketika membaca Shalawat... Diantara Shalawat yg diajarkan oleh Nabi adalah Riwayat dari Ibnu Abi Lail bahwa : " Beliau bertemu Ka'ab bin Hujrah. Lalu Ka'ab mengatakan bahwa " Maukah kamu aku beri hadiah? Sesungguhnxa Nabi menemukan kami. Setelah itu kami bertanya: " Ya Rasulujah.... Bagaimanakah bacaan Shalawat kepadamu? Nabi besabda " Ucapkanlah ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMAD " (HR. Bukhari Dan Muslim).


 Ketahuilah, andaikan tambahan kata " SAYYIDINA " itu diisyaratkan sebagai bentuk rasa hormat kepada Beliau, tentu Ka!ab bhn Hujrah, tentu ia ajarkan terhadap murid- muridnya, karena merekalah yg paling hormat... Sesudah kita memahami bacaan shalawat " SAYYIDINA " Maka bacaan shalawat ketika kita shalat, tidak boleh ditambahkan lagi " SAYYIDI " semua bacaan dalam shalat. Haruslah tepat, sesuai dg bacaan yang disebutkan didalam dalil.. . Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa penambahan lafadz 'SAYYIDHNA ' dalam bacaan ketika Tahiyyat., bisa jadi shalatnya batal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar