Laman

Rabu, 24 Februari 2016

HADIST JAGALAH ALLAH NISCAYA ALLAH AKAN MENJAGAMU


عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ الله ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ، كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَقَالَ، يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتْ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ (رواه الترمذي)
Dari Abil ‘Abbas ‘Abdillah ibni ‘Abbas RodhiyaAllah ‘an huma berkata : saya dibelakang Rosulillah SAW pada suatu hari Nabi Muhammad SAW bersabda : Hai nak, aku ajari kamu beberapa kalimat,”Jagalah Alloh niscaya Dia akan menjagamu”. Jagalah Alloh niscaya kau dapati Dia di hadapanmu, jika engkau hendak meminta , mintalah kepada Alloh, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Alloh. Ketahuilah seandainya seluruh ummat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Alloh tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Alloh tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering” (HR. At-Tirmidzi).
Dalam memahami hadits Nabi diatas bukan berarti Alloh butuh penjagaan, maha suci Alloh dari kebutuhan pada makhluknya, Alloh tidah butuh dijaga karena Dia “Al-Hafidz” Maha Menjaga dan Maha sempurna penjagaan-Nya, Alloh yang menjaga makhluk-Nya, begitu sempurna penjagaan-Nya sampai-sampai akal kita tidak sanggup menjangkaunya, semuanya dijaga dan dilestarikan oleh Alloh SWT. Hal ini sesuai dengan firman Alloh :
وَرَبُّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
“Dan Tuhanmu Maha Menjaga segala sesuatu”.(QS. Saba` 21)
Jadi yang dimaksud dengan sabda Nabi diatas adalah : menjaga Alloh dengan bertauhid kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan selainnya, bentuknya seperti : tidak menyembah kecuali kepada Alloh, meminta dan mengharap pertolongan hanya kepada Alloh, hakikat pertolongan adalah dari Alloh, makhluk hanyalah perantara, hal ini harus kita yakini karena ini adalah perkara yang amat penting dan benar, ini adalah pelajaran tauhid yang akan menjernihkan pikiran, menguatkan aqidah dan menambah iman.
Selanjutnya adalah : menjaga Alloh dengan menjaga perintah-Nya, bersungguh-sungguh melaksanakan yang wajib dan tidak meremehkan yang sunnah. Kita akan semakin merasakan penjagaan Alloh, bila kita mau menjaga perintah Alloh yang wajib dan menegakkan yang sunnah, melaksanakan yang wajib adalah kepatuhan sedangkan melaksanakan yang sunnah adalah ketulusan, hal ini yang mengantar nikmatnya beribadah dan jika sudah merasakan nikmatnya beribadah kepada Alloh, disitulah tampak penjagaan Alloh terhadap jiwa kita.
Kemudian jagalah Alloh dengan menjaga diri dari yang tidak disukai-Nya, dari apa-apa yang diharamkan-Nya, dan dari sesuatu yang dihukumi syubhat, kita harus menjaga anggota badan dan hati kita agar tidak diserang oleh musuh-musuh kita seperti : bujukan nafsu jelek, tipuan syetan, cinta dunia mengalahkan akherat, semua itu menjadi penghalang untuk sampainya hubungan baik antara hamba dengan Tuhannya. Bersungguh-sungguhlah agar tidak melakukan dosa dan tidak mendekati hal-hal yang makruh supaya kita dicintai oleh Alloh SWT.
Lalu menjaga Alloh dengan senantiasa bertaubat, manusia tempatnya salah, lupa, lalai dan lemah, sebaik-baik manusia adalah jika telah melakukan kesalahan maka cepat-cepat membenahi diri dengan cara bertaubat, meninggalkan berbuatan yang keliru, menyesal, berjanji tidak mengulangi lagi, meminta maaf, Alloh Maha pengampun, maha menerima taubat dan Alloh mencintai orang-orang yang bertaubat ;
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
“Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.(QS. Al-Baqoroh : 222

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar