Laman

Minggu, 09 Oktober 2016

Keutamaan Bershalawat

"BISMILLAHIRROHMANIRROHIM"
Keutamaan Bershalawat
Kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Dari ‘Abdullah bin ‘Amr,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, َﺔَﻠْﻴِﺳَﻮﻟﺍ ﻲِﻟ َﻝَﺄَﺳ ْﻭَﺃ َّﻲَﻠَﻋ ﻰَّﻠَﺻ ْﻦَﻣ ِﺔَﻣﺎَﻴِﻘﻟﺍ َﻡْﻮَﻳ ﻲِﺘَﻋﺎَﻔَﺷ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ْﺖَّﻘَﺣ “Barangsiapa bershalawat
kepadaku atau meminta agar
aku mendapatkan wasilah,
maka dia berhak mendapatkan
syafa’atku pada hari kiamat
nanti.” (Hadits ini terdapat dalam Fadhlu Ash Sholah ‘alan
Nabiy no. 50, Isma’il bin Ishaq
Al Jahdiy. Dikatakan shohih
oleh Syaikh Al Albani) Dari Abu Hurairah, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ًﺓَﺪِﺣﺍَﻭ َّﻰَﻠَﻋ ﻰَّﻠَﺻ ْﻦَﻣ ﺍًﺮْﺸَﻋ “Barangsiapa yang
bershalawat kepadaku sekali,
maka Allah akan bershalawat
kepadanya sepuluh kali.” (HR.
Muslim no. 408) Keutamaan Bershalawat di
Hari Jum’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda, ِﻡْﻮَﻳ ِّﻞُﻛ ﻰِﻓ ِﺓَﻼَّﺼﻟﺍ َﻦِﻣ َّﻰَﻠَﻋ ﺍﻭُﺮِﺜْﻛَﺃ َّﻰَﻠَﻋ ُﺽَﺮْﻌُﺗ ﻰِﺘَّﻣُﺃ َﺓَﻼَﺻ َّﻥِﺈَﻓ ٍﺔَﻌُﻤُﺟ َﻥﺎَﻛ ْﻦَﻤَﻓ ، ٍﺔَﻌُﻤُﺟ ِﻡْﻮَﻳ ِّﻞُﻛ ﻰِﻓ ﻰِّﻨِﻣ ْﻢُﻬَﺑَﺮْﻗَﺃ َﻥﺎَﻛ ًﺓَﻼَﺻ َّﻰَﻠَﻋ ْﻢُﻫَﺮَﺜْﻛَﺃ ًﺔَﻟِﺰْﻨَﻣ “Perbanyaklah shalawat
kepadaku pada setiap Jum’at.
Karena shalawat umatku akan
diperlihatkan padaku pada
setiap Jum’at. Barangsiapa
yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling
dekat denganku pada hari
kiamat nanti.” (HR. Baihaqi
dalam Sunan Al Kubro. Hadits
ini hasan ligoirihi –yaitu hasan
dilihat dari jalur lainnya-) Amalkanlah Shalawat Berikut Di antara shalawat yang
dianjurkan yang dapat kita
amalkan adalah: [1] Dari Zaid bin Abdullah
berkata bahwa sesungguhnya
mereka dianjurkan
mengucapkan, ِّﻲِّﻣُﻷﺍ ِّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰَﻠَﻋ ِّﻞَﺻ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ “Allahumma sholli ‘ala
Muhammad an nabiyyil
ummiyyi. [Ya Allah, berilah
shalawat kepada Muhammad
Nabi yang Ummi]” (Fadhlu Ash
Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 60.
Syaikh Al Albani
mengomentari bahwa hadits
ini shohih) [2] Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, beliau
mengatakan, “Wahai Rasulullah, kami sudah
mengetahu bagaimana kami
mengucapkan salam padamu.
Lalu bagaimana kami
bershalawat padamu?” Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah, ِﻝﺁ ﻰَﻠَﻋَﻭ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰَﻠَﻋ ِّﻞّﺻ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ َﻚَّﻧِﺍ َﻢْﻴِﻫﺍَﺮْﺑِﺇ ِﻝﺁ ﻰَﻠَﻋ َﺖْﻴَّﻠَﺻ ﺎَﻤَﻛ ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ٌﺪْﻴِﺠَﻣ ٌﺪْﻴِﻤَﺣ “Allahumma sholli ‘ala
Muhammad wa ‘ala ali
Muhammad kama shollaita ‘ala
ali Ibrahim, innaka hamidun
majid” [Ya Allah, berilah
shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau
memberi shalawat kepada
kerabat Ibrahim.
Sesungguhnya Engkau Maha
Terpuji lagi Maha Mulia]
(Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
no. 56. Syaikh Al Albani
mengomentari bahwa sanad
hadits ini shohih) [3] Dalam riwayat Bukhari no.
3370 terdapat lafazh shalawat
sebagai berikut, ِﻝﺁ ﻰَﻠَﻋَﻭ ، ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰَﻠَﻋ ِّﻞَﺻ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ َﻢﻴِﻫﺍَﺮْﺑِﺇ ﻰَﻠَﻋ َﺖْﻴَّﻠَﺻ ﺎَﻤَﻛ ، ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ، ٌﺪﻴِﺠَﻣ ٌﺪﻴِﻤَﺣ َﻚَّﻧِﺇ ، َﻢﻴِﻫﺍَﺮْﺑِﺇ ِﻝﺁ ﻰَﻠَﻋَﻭ ِﻝﺁ ﻰَﻠَﻋَﻭ ، ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﻰَﻠَﻋ ْﻙِﺭﺎَﺑ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ ، َﻢﻴِﻫﺍَﺮْﺑِﺇ ﻰَﻠَﻋ َﺖْﻛَﺭﺎَﺑ ﺎَﻤَﻛ ، ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ٌﺪﻴِﺠَﻣ ٌﺪﻴِﻤَﺣ َﻚَّﻧِﺇ ، َﻢﻴِﻫﺍَﺮْﺑِﺇ ِﻝﺁ ﻰَﻠَﻋَﻭ “Allahumma sholli ‘ala
Muhammad wa ‘ala ali
Muhammad kama shollaita ‘ala
Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim,
innaka hamidun majid.
Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali
Muhammad kama barokta ‘ala
Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim,
innaka hamidun majid.” [Ya
Allah, berilah shalawat kepada
Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi
shalawat kepada Ibrahim dan
kerabatnya. Sesungguhnya
Engkau Maha Terpuji lagi Maha
Mulia. Ya Allah, berilah
keberkahan kepada Muhammad dan kerabatnya
karena engkau memberi
keberkahan kepada Ibrahim
dan kerabatnya. Sesungguhnya
Engkau Maha Terpuji lagi Maha
Mulia] Itulah bacaan shalawat yang
dapat kita amalkan dan
hendaknya kita mencukupkan
diri dengan shalawat yang
telah diajarkan oleh Nabi kita
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Janganlah kita mengamalkan
shalawat yang sebenarnya
tidak ada tuntunan dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam,
apalagi mengandung
kesyirikan semacam shalawat nariyah. Butuh pembahasan
tersendiri untuk membahas
shalawat nariyah ini. Penutup Saudaraku, perbanyaklah
shalawat di hari Jum’at.
Ingatlah, makna shalawat
adalah sebagaimana yang
dikatakan oleh Abul ‘Aliyah, ِﺔَﻜِﺋَﻼَﻤْﻟﺍ َﺪْﻨِﻋ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻩُﺅﺎَﻨَﺛ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﺓَﻼَﺻ “Shalawat Allah adalah pujian-
Nya kepada beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam di hadapan
para malaikat.” (HR. Bukhari
no. 10) Sebagian ulama mengatakan
bahwa makna shalawat dari
Allah adalah rahmat, dari
malaikat adalah istigfar
(mohon ampunan) dan dari
manusia adalah do’a. Namun makna shalawat dari Allah
yang lebih tepat adalah
sebagaimana perkataan Abul
‘Aliyah di atas sebagaimana
yang dikuatkan oleh Syaikh
Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Syarhul
Mumthi’ dan Syarh Bulughul
Marom. Semoga kita dimudahkan oleh
Allah untuk mengamalkannya.
Semoga Allah selalu memberi
kita ilmu yang bermanfaat.
Alhamdulillahilladzi bi
ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina
Muhammad wa ‘ala alihi wa
shohbihi wa sallam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar