Laman

Senin, 08 Mei 2017

ALAM AHADIYAH

ASSALAAMU 'ALAIKUM YA IKHWANI...
Pemahaman ini, mungkin kalian telah mengetahui, namun inti sarinya harus kita fahami.
Bahwa setiap mempelajari Tauhid mesti tahu hakikat kebenaran Tuhan.
Agar kita tidak salah mengenal dan menyembah-Nya.
Mari dengar penjelasan ini sebagai ulangan pembelajaran kita.
.
Ketahuilah....
Dialam Ahadiah, belum ada sesuatu apapun yang dijadikan.
Baik Nur Muhammad, Qalam, akal, Arsy belum ada.
Masih "O" Sunyi, Diam.
Segala bentuk apapun belum ada apa-apa.
Yang hanya ada :
" DZATUL BUHTI "
.
" AKU ADALAH PERBENDAHARAAN YANG TERAHASIA.
AKU INGIN DIKENAL, MAKA AKU CIPTAKAN MAKHLUQ. DAN DENGAN-KU MEREKA MENGENAL-KU "
.
AWWALA MAKHALAQALLAAHA MIN NUURIHI NABIYYIKA "
(Awal pertama dijadikan Allah adalah Cahaya Nabimu).
.
" DAN SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENCIPTAKAN DIATAS KAMU 7 BUAH JALAN (7 BUAH LANGIT ). DAN KAMI TIDAKLAH LALAI TERHADAP CIPTAAN "
( Al- Mu'minun : 17 ).
.
___________________
.
CAHAYA NABI !!
.
CAHAYA NABI ITU CAHAYA SIAPA ?
.
Itulah Cahaya Diri Tuhan yang disebut :
" NUR ILAHI "
.
Jadi kejadian Nur Muhammad ini dari Nur Allah.
Cahaya Diri Tuhan inilah yang disebut dalam Al- Qur'an Surah Fushilat : 54 disebut sebagai :
.
'ALAA INNAHU BI KULLI SYAI'IN MUHIITH.
Maha meliputi segala sesuatu.
.
____________________
.
Akhwani...
.
Menurut Ahli Filsafah :
Yang meliputi segala sesuatu termasuk segala benda langit adalah :
" MAHA RUANG "
.
Dan menurut Ahli Nahwu Maha ruang itu ialah :
.
ANA MAKANIN WA LAISYA LII MAKAN.
( Maha ruang itu termasuk Isim, maka yang berarti :
" TEMPAT "
.
Jadi,
Semua ciptaan Tuhan ditempatkan pada tubuh :
" LAA TA'YUN "
Tubuh Maha Ruang.
Tubuh Allah.
Inilah dinamakan :
Setiap Makhkuq itu bertubuh Tuhan.
Inilah yang dimaksud :
" TUHAN TUBUHKU "
.
Nah Ikwani..
Untuk mengetahui pemahaman ini, maka perhatikan ungkapan Abi :
" AIR MELIPUTI SEKALIAN IKAN.
TENTULAH AIR ITU TUBUH IKAN.
BEGITU JUGA TANAH.
TANAH ITU TUBUH CACING "
.
Jika kalian mengerti kata Abi ini bahwa :
.
" IKAN HIDUP DITUBUH AIR. CACING HIDUP DITUBUH TANAH "
.
Begitu jua Maha Ruang. Maha Ruang meliputi semesta Alam.
Tentulah semesta alam ada ditubuh Maha Ruang. Dan Maha Ruang itu : Tubuhnya sekalian Alam.
.
Maka :
APAKAH MAHA RUANG ITU?
Yakni :
" Nur Ilahi "
.
APA NUR ILAHI ITU ?
Yakni :
Cahaya Diri Tuhan.
.
Jadi Akhwan...
Agar jangan salah faham dalam bertauhid.
Perlu Abi tekankan disini Bahwa :
.
" Cahaya Diri Tuhan itu maksudnya Nur Allah.
Cahaya diri-Nya.
Itu bukanlah Tuhan,
Melainkan :
" Ke-Maha Sucian Tuhan "
.
Sederhana saja Abi jelaskan :
.
CAHAYA ITU BUKAN TUHAN.
CAHAYA ITULAH DISEBUT :
" ALLAH "
.
Jangan salah faham Ingat!!
.
Yang disebut " NUR "
Itu bukan mengacu pada : "CAHAYA "
Melainkan Mengacu pada Nama (Asma).
.
Jadi,
Cahaya Diri Tuhan itu bernama :
" NUR "
.
Cahaya Diri Tuhan yang bernama Nur itu disebut :
" ALLAH " ASMA ALLAH "
Inilah Nama kebesaran bagi Dzat-Nya.
.
Coba lihat semua Tahu NAMA TUHAN ada 99.
Dari Ar-Rahman sampai Ash- Shabuur.
.
Maka ini semua menunjukkan Sifat Jadi.
.
ASMA YANG MANA MENUNJUKKAN DIRI DAN KEBESARAN-NYA ?
.
Itulah Asma " ALLAH "
.
Jika dah Faham...
Jangan ragu lagi.
Cukuplah keyaqinan.
Pandang Tubuh Maha Ruang.
Itulah Tubuh Allah.
Jika tidak percaya takut Kufur.
Jika kalian ingin mengetahui kebenaran pemahamJika kalian ingin mengetahui kebenaran pemahaman ini.
Silahkan gak percaya.
.
Orang- orang yang sudah Kasyaf Rabbani lah yang tiada meragu keyaqinan mereka bahwa :
Mah Ruang itulah Tubuh Tuhan, Tubuh Allah.
.
MENGAPA DISEBUT SEBAGAI NAMA KEBESARAN BAGI DZAT-NYA ?
.
Karena Tuhan pribadi, sebenarnya tiada bernama, bahkan perkataan Allah.
Itu tidak pernah ada.
Ketika makhluq belum dijadikan, Hanya Dia- yang ADA.
Tiada satupun selain DIA.
Mana ada yang mengucapa kata " TUHAN "
.
ALLAH CAHAYA LANGIT DAN BUMI.
CAHAYA ALLAH SEPERTI SEBUAH LUBANG YANG TIDAK TEMBUS.
YANG DIDALAMNYA ADA PELITA BESAR.
PELITA ITU DIDALAM KACA. KACA ITU SEAKAN- AKAN BINTANG YANG BERCAHAYA SEPERTI MUTIARA YANG DINYALAKAN DENGAN MINYAK DARI POHON YANG BANYAK BARAKAHNYA YAITU POHON ZAITUN YANG TUMBUH DIDAK DITIMUR, DAN TIDAK PULA DIBARAT. YANG MINYAKNYA HAMPIR- HAMPIR MENERANGI.
WALAUPUN TIDAK DISENTUH API.
CAHAYA DIATAS CAHAYA.
ALLAH MENUNTUN CAHAYA-NYA SIAPA YANG DIKEHENDAKI-NYA.
DAN ALLAH MEMBUAT PERUMPAMAAN- PERUMPAMAAN BAGI MANUSIA.
DAN ALLAH MAHA MENGETAHUI SEGALA SESUATU "
( An-Nur : 35 ).
.
Maksud ayat diatas yaitu : Allah Pemberi Cahaya pada Langit juga Bumi, agar makhluq tidak kebingungan, ketika ingin menyebut TUHAN.
Maka nama Cahaya Diri Tuhan itulah dijadikan sebutan yang mengacu kepada DIRI TUHAN.
.
BUKANKAH CAHAYA DG PEMILIK CAHAYA ITU TIDAK BERCERAI ?
.
Jadi kata " ALLAH "
bisa mengacu pada Diri Tuhan.
Bisa juga mengacu hanya nama cahaya Diri.
.
APA BUKTINYA ?
.
INI BUKTINYA >
.
" JANGAN KAU SEMBAH DZAT-KU, SIFAT-KU, ASMA-KU, AF'AL-KU.
TETAPI SEMBAHLAH AKU "
(Qudsiah).
.
Jika selama ini tidak mengetahui pemahaman ini, bisa jadi selama ini sampai menyembah Nama Allah.
Belum sampai menyembah :
Diri Allah Pribadi.
Disinilah letak pentingnya mempelajari Tauhid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar