Laman

Selasa, 07 Januari 2014

“Bermegah-megahan adalah melalaikan kamu.

Sumber utama yang membuat manusia lalai dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kehidupan akhirat adalah berlebih-lebihan dalam masalah dunia.

Berlebih-lebihan dan rakus terhadap dunia baik yang berkenaan dengan harta benda, pangkat dan jabatan, popularitas, wanita, hiburan-hiburan yang diharamkan dan perkara hina lainnya dari kehidupan dunia adalah muara dari kelalaian. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Bermegah-megahan adalah melalaikan kamu.”(At-Takatsur: 1)

Al Imam Asy-Syaukani Rahimahullah berkata: “Dalam ayat ini terdapat dalil yang menjelaskan bahwasanya kesibukan, memperbanyak, dan berbangga-banggaan dalam perkara dunia termasuk hal yang tercela.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Sesungguhnya pada setiap umat terdapat fitnah dan fitnah ummatku adalah harta.”

Beliau juga bersabda, “Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutnkan pada kalian tapi aku takut kalau dunia dibentangkan kepada kalian sebagaiman telah dibentangkan pada orang-orang sebelum kalian, maka kalian akan saling berlomba-lomba sebagaimana mereka saling berlomba-lomba. Kalian dibinasakan sebagaimana mereka telah dibinasakan.”[6]

Hasan al Basri Rahimahullah berkata, “Sejelek-jelek tempat bagi orang kafir dan munafik adalah dunia dimana mereka bersenang-senang pada malam hari sedang ia hanya mempunyai bekal menuju neraka.” Beliau juga mengatakan, “Demi Allah! Sungguh Bani Israil telah menyembah patung yagn sebelumnya mereka beribadah kepada Ar-Rahmah (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) karena kecintaan mereka terhadap dunia.”

Yahya bin Mu’adz Ar- Razi Rahimahullah berkata, “Dunia adalah khamr-nya setan, barang siapa yang mabuk maka ia tidak akan sadar hingga sakaratul maut dalam keadaan menyesal bersama orang-orang yang rugi.”

Wallahu a'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar