Laman

Kamis, 21 Mei 2015

SETIAP JIWA ADALAH SEJATINYA JIWA YANG BAIK.

SETIAP JIWA ADALAH SEJATINYA JIWA YANG BAIK.
IA MENCINTAI KEDAMAIAN,
berupaya membangun kehidupan yang bergembira,
mengagumi keindahan,
menemukan kebahagiaan dalam membahagiakan yang dicintainya,
dan memiliki dorongan asli untuk menegakkan keadilan bagi kebaikan hidup sesama.

Tapi, KENYATAAN HIDUP YANG TAK MUDAH,
masalah dan kesulitan yang harus dihadapinya,
tuntutan biaya hidup yang lebih besar daripada pendapatan,
perlakuan orang lain yang tidak adil,
pameran ketidak-jujuran oleh mereka yang seharusnya menyejahterakan masyarakat,
kepalsuan para pemimpin,
dan keberingasan masyarakat,
membuat jiwa-jiwa baik di antara kita itu goyah,
gelisah,
dan merasa terpinggirkan.
Dan jika kegalauan jiwa dari banyak orang ini tidak kita damaikan,
mereka akan berlaku seperti api dalam sekam,
yang akan membawa ketidak-damaian yang lebih luas,
yang sesungguhnya hanya akan merugikan diri mereka sendiri.
Maka, demi kasih sayang Tuhan kepada saudara dan sahabat kita,
marilah setiap jiwa dari kita berupaya untuk MELINDUNGI DIRI KITA MASING-MASING DARI PERUSAKAN ATAS RASA HORMAT kita kepada nilai-nilai mulia kemanusiaan kita,
agar kita tumbuh menjadi pribadi yang berwenang mempengaruhkan kebaikan.
Marilah kita menyegarkan kembali tugas dari kehadiran kita dalam kehidupan ini,
yaitu untuk menjadi PEMAJU KEBAIKAN DAN PENCEGAH TERJADINYA KEBURUKAN kepada sesama dan alam.
Karena itulah tugas kekhalifahan kita dalam hidup ini.
Marilah masing-masing dari kita MEMBANGUN PENGHORMATAN YANG LEBIH DAMAI DAN UTUH KEPADA DIRI SENDIRI,
untuk memenangkan kembali perasaan berhak untuk berhasil,
keyakinan bahwa kewenangan untuk membangun kualitas kehidupan kita sudah diwariskan oleh Tuhan kepada kita,
dan bahwa jika bukan kita yang mengindahkan jiwa kita masing-masing, siapa lagi?
Dan jika tidak sekarang, kapan lagi?
Sahabatku yang baik hatinya,
HATI KITA ADALAH WAJAH DARI JIWA KITA.
Dan keindahan hati kita berpendar dan memancar dalam dan dari setiap hal yang kita lakukan.
Jika kebaikan yang kita inginkan dalam kehidupan kita, maka kebaikan pula-lah yang kita harapkan dari sesama dan lingkungan kita.
Dan kebaikan orang lain dan lingkungan, hanyalah sebanding dengan kualitas penghormatan kita kepada mereka.
Maka jiwa yang baik,akan diwakili oleh hati yang baik,
yang TAMPIL SEBAGAI PRIBADI YANG BERPEKERTI BAIK,
yang akan menerima perlakuan yang baik dari sesama dan lingkungannya.
Marilah kita yakini, bahwa HANYA KEBAIKAN YANG MEMBAIKKAN.
Dan dalam ketidak-jelasan mengenai janji-janji masa depan, ingatlah selalu, bahwa
JIKA YANG ANDA LAKUKAN ADALAH KEBAIKAN, MAKA KEBAIKANLAH YANG AKAN MENCARIKAN JALAN.
Tidak ada yang lebih indah, daripada mengikhlaskan diri untuk menjadi pribadi yang baik.
Sahabatku yang baik hatinya,
Semoga hari ini,
Tuhan menghadiahi kesungguhanmu untuk bekerja keras dalam kejujuran,
dengan rezeki-rezeki besar yang telah lama menjadi kerinduan hatimu.
Aamiin
Tetaplah menjadi jiwa kecintaan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar