Laman

Selasa, 24 November 2015

Dalam ilmu tauhid dikenal dua macam maqam:


1. Maqam Fana, yaitu memandang
dan bermusyahadah tentang
empat perkara. Tauhidul af ’al,
Tauhidul asma, Tauhidus Sifat,
dan Tauhidudz Dzat.

2. Maqam Baqa. Terdiri dari
Syuhudul Katsrah Fil Wahdah,
yang artinya memandang yang
banyak di dalam yang satu. Dan
Syuhudul Wahdah Fil Katsrah,
yakni memandang yang satu di
dalam yang banyak.
Maqam Baqa lebih tinggi dan
lebih mulia daripada Maqam Fana.
Karena, Maqam Fana akan binasa
dan lenyap di bawah Ahdiyyah
Allah, sedangkan Maqam Baqa
adalah maqam yang tetap dan
kekal di dalam Wahdiyyah Allah.
Selain itu, Maqam Fana adalah
maqam dari pandangan, bahwa
tiada yang maujud kecuali Allah,
sementara Maqam Baqa adalah
maqam dari pandangan, bahwa
Allah dan Qayyumiyyah-Nya
senantiasa menyertai setiap
zarratul wujud (bagian terkecil
dari wujud), yang berarti Ia Qaim
(berdiri) di atas segala wujud.
Maqam Baqa dinamakan juga
Maqam Tajalli, Zhuhur
(penampakan), dan Maqam.
Penjelasan lebih lanjut mengenai
maqam ini, dapat dilihat dari
kalimat-kalimat berikut:
"Aku tidak melihat sesuatu
melainkan aku melihat Allah
bersamanya."
"Aku tidak melihat sesuatu
melainkan aku melihat Allah di
dalamnya."
"Aku tidak melihat sesuatu
melainkan aku melihat Allah
sebelumnya."
"Aku tidak melihat sesuatu
melainkan aku melihat Allah
sesudahnya."
Maqam Baqa tidak dapat dicapai
kecuali telah melewati Maqam
Fana. Dengan kata lain, Maqam
Baqa merupakan maqam yang
dihasilkan dari Maqam Fana.
Karena dihasilkan dari Maqam
Fana, maka Maqam Baqa tidak
lain daripada fanaulfana ("lenyap
dalam kelenyapan"), yang dicapai
setelah fana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar