Laman

Minggu, 09 April 2017

MENGENAL RUKUN 13 DALAM SHALAT
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
¤¤
¤¤
Salamun Hiyas Salaam.......
¤
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIIM ¤
AL HAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN ¤
AR-RAHMAANIR RAHIIM ¤
MAALIKI YAUMID DIIN ¤
IYYAAKA 'BUDU WA IYYAAKAS TA'IIN ¤
IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM ¤
SHIRAATHAL LADZIINA AN 'AMTA 'ALAIHIM ¤
GHAIRIL MAGHDHUU BI 'ALAIHIM WA LADH-DHAALLIIN ¤ ¤
AAMIIN ¤
¤
¤
IKHWANII.....
.
Naikkanlah Nafasmu, lalu turunkan nafasmu...
Setelah engkau turunkan maka tahanlah nafasmu...
Setelah itu, Mesrakan...
Inilah dinamakan Dasar pernafasan.
¤
¤
Al-Fatihah dalam Rukun shalat ada 13 yakni :
¤
BISMILLAH = Itu :Niat ¤
.
AR-RAHMAANU = Itu :Berdiri Lurus ¤
.
AR-RAHIIM = Itu : Takbirratul Ihram ¤
¤
¤
ALLAAHU . .
Tahan Nafas ¤
Leburkan Dirimu......
¤
AKBAR . . .
Keluarkan Nafas ¤
Mesrakan.....
¤
¤
ALLAAHU ... 6 Harkat panjang ucapannya ¤
¤
AKBAR .... Putuskan ¤
¤
¤
Mata zahirmu terbuka, biasa saja.
Sedangkan yang memandang antara kedua keningmu dan batang hidungmu itu adalah :
Pandangan mata bathin. Mata batinmu yang memandang.
Maka tutuplah yang Zahir yang engkau pandang. Agar pandangan mata batin menjadi terbuka...
¤
¤
AL-HAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN :
Inilah Al-Fatihah sebagai pujian Dzat Allah ¤
¤
AR-RAHMAANIR RAHIIM :
( Ruku' ).
Inilah yang dikatakan Nafas. Nafas-Nya Ar-Rahman ¤
Satu detik langsung turun nafas.
¤
MAALIKI YAUMID DIIN :
( I'tidal ).
Napasmu sekali gerak saja, lalu Tahan nafasmu....
¤
¤
IYYAAKA 'BUDUU :
(Sujud ).
Satu setengah saja, gerak hati.
¤
WA IYYAAKA NASTA'IIN :
(Duduk antara dua sujud )
Nafasmu itu Naik Turun dua setengah.
¤
IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM :
( Tahiyyat Awal ).
¤
SHIRAATHAL LADZIINA AN 'AMTA 'ALAIHIM :
( Kosong ).
Dalam kekosongan inilah Mesrakan...
Nafas turun dua denyut.
¤
¤
GHAIRIL MAGHDHUU BI 'ALAIHIM :
( Tahiyyat Akhir ).
¤
WA LADH-DHAALLIIN :
( Salam ).
Ma'rifat didalam hatimu.
¤
¤
AAMIIN :
( Tertib ).
Kesadaranmu yang tinggi dalam puncak klimaks.
¤
¤
Ikhwani...
.
Inilah yang dikatakan Raiasia Rukun shalat yang ada 13 pada tiap-tiap gerakan, nafas, dan pengosongan diri.
Inilah makna hakikat Shalat serta pengertian rukun rahasianya.
Semoga kita semakin kuat keimanan kita kepada Allah Ta'ala.
.
Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin ..

 ---------------------------------------ooooooooo00000ooooooooooooo-----------------
  Rahasia diantara kedua kening dan puncak ujaung batang hidung itu adalah : " Qu... Qu... Sirr. . . Semuanya itu tiada yang dari Diri Ahmad Aminullahu Ainul Haq. . .jikalau mata batin kita tidak mampu mengenali wajahnya, maka bolehlah mata kita yang zahir ini untuk memandang puncak ujung Hidung kita. Inilah Seni gerak yang dinamakan Ma'rifat Nafsi... Putar sana... Putar sini.... Ibarat nafas kita yang keluar, keluar masuk. Maka tahanlah dan mesrakan biar mengerti.... Dia- Dia- juga... Nur Ala Nur, tiada berubah dari ajaran Al-Qur'an dan Hadits..... Ingat!! Tidak boleh ada pengertian dualisme artinya : Tidak mengerti Nur Dzat dan Nur Muhammad. Jika memahami 2 itu, berarti masih memahami 2 Syahadat... Qu... Qu... Sirr Yaa... Sirrusir Ya... Dia... Dia... Juga.


Memecamkan mata zahir tidak dg mata batin, sama halnya tidak memahami hal kerahasiaan tentang hak dirinya. Sama saja syari'at syahadat saja ia fahami.. Maka jikalau mata batin tidak bisa melihat Nur-Nya, atau mengetahuinya, artinya tidak melihat Nur Ahmad aminullah atau Nur Muhammad lebih baik buka matamu saja pandanglah ujung hidungmu . Itulah puncak pandanganmu sama memandang Ahmad Aminullah haq.. Sebab sebenarnya Insan itu ada didalam matamu.
 
--------------------------ooooooooooooo00000oooooooooooooooo------------------
  Qu... Qu... Sirr itu pengertian makna antara Dua kening dan ujung hidung, jadi seninya adalah pandangan kita dua mata yakni mata biasa dan mata batin. Maka ini dinamakan seni pandangan ma'rifat jati. Jika cara mengamalkan mestilah zikir nafas yakni naik turun nafas sehingga timbul rasa tidak sadar artinya melebur ( Kosong ), dg cara dzikir syahadat bathin, jika tak mampu menghadirkan dirinya, cukup dzikir syari'at saja.... Syahadat Ruh mestilah dg Dzikir Ruh., jika dg perbuatan, mestilah dg pengerasa, pengelihatan dan penciuman...
 
----------------------------------------

sekarang tahu ada komentar pertanyaan darimu. Baiklah jawabanya adalah : Dzikir mengingat Allah itu tidak ada batasnya selama nafas kita masih bergerak keluar masuk. Allah berikan dua anggota khusus untuk mengucap dan mengingat- NYA adalah Lisan dan Hati. Ketentuan untuk berdzikir khusus adalah tempat yang sunyi tanpa ada suara. Tempat yg penuh keheningan untuk dapat bermunajat kepada-Nya dalam usaha dg mengingat-Nya. Berdzikir, boleh duduk, berjalan, berbaring, saat mau pejamkan mata, makan, dalam pekerjaan dan lain2. Inilah dzikir tiada tempat khusus karena tiada batasnya. Sedangkan dzikir khusus dalam munajad itulah tempat yang sepi dari keramaian bunyi suara. Karena sunyi itulah tempat keheningan untuk dapat berkonsentrasi penuh dalam keadaan khusyuk dan tawadlu dalam tujuan mencapai ridha-Nya
=--------------------------==================--------------------------
 
  Memperbaiki perbuatan ( Af'al ) kita, haruslah membiasakan dg menggunakan amalan zahiriah dan batiniah dg tepat dan benar............ Dijaga, dirawat, dikontrol, lalu diamalkan menjadi kebiasan dalam prilaku sehari- hari................... Caranya sudah ada didalam Shalat Hakikat... Ini perlu ada ketetapan dan dibiasakan pada : -Ruh Berlaku kepada pujian Syahadat Ruh....... -Nafas berlaku kepada pujian Turun naik.- nafas...@ Af'al Hati atau perbuatan hati, berlaku pada pengelihatan,.....pendengaran.... penciuman... Pengerasa, pujiannya menetapkan, tiada mengetahui lagi akan dirinya... Jadi urusan nafas turun naik, bukan kita lagi........ @ Iman, Islam, ilmu., berlaku pada pujian melebur, menetapkan........ @ Bulu, kulit, urat, darah, tulang, otak, sum-sum. Pujiannya meniadakan diri zahir. Hanya Nur Zahir dan batin saja lagi.
 
--------------------------------------------
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar