Laman

Minggu, 09 April 2017

PENTING SEKALI ILMU PERNAFASAN.

Salaam Hiyas Salaam....
.
Ikhwani... !!
.
Ketahuilah kalian semua... Barangsiapa yang tidak mengetahui tentang Ilmu nafas, maka dia tidak akan mengetahui tentang : Syahadat - Istinja' - Junub - Janabat ¤
¤
Walaupun dia seorang Ahli Ilmu Fiqih, Ilmu Tauhid dan Ahli Ilmu Tashawwuf, jika dia belum memahami ilmu Hakikat Usul diri yang sebenarnya yakni :
' Naik turunnya nafas '
Dan masih berkutat atau berpegang kepada nama dan bacaan, maka dia masih belum sempurna ilmunya yang haq.
¤¤
¤¤
MAN 'ABDAL ISMU-U NAL MA'NA FA HUWA KAAFIRUUN ¤
¤
" Barangsiapa menyembah nama, tidak mengetahui yang punya nama, maka orang itu Kufur "
¤
¤
MAN 'ABDAL ISMU-U NAL MA'NA FA HUWA BAATHILUN ¤
¤
" Barangsiapa menyembah nama, tidak mengetahui nama, maka hukumnya bathal ( tidak sah) yakni sia- sia belaka "
¤
¤
Nah... Ikhwani...!!
Jadi, bukan nama dan bukan bacaan.
Namun yang lebih wajib lagi bagi kita adalah :
" Hakikat asal usul kejadian dirinya, diri kita yang sebenar- benarnya...
¤¤
¤¤
Ketahuilah kalian semua...
Rahasia inia :
Ujud Allah itu adalah :
" Nafas yang Laisya "
yaitu : Dia- tiada seumpama dengan segala makhluq.
Karena Nama Allah itu adalah hanya nama kebesaran-Nya.
Dan juga nama kebesaran pada diri Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
¤
Kita haruslah benar- benar mengetahui dan mengenal diri zahir dan batin kita. Maka :
.
" Barangsiapa tidak mengenal Allah dari awalnya.
Barangsiapa tidak mengetahui Allah dari akhirnya.
Dan barangsiapa tidak mengetahui juga dari dunia dan akhirat.
Dan juga barangsiap tidak mengenal Allah dan tiada mengetahui-Nya dari masa hidupnya.
Maka Niscaya ia tiada mengenal diakherat nanti........
¤
¤
Apabila kita mampu mengenal dan mengetahui diri kita yang sebenarnya, maka ia tidak akan ditutupi dinding dirinya kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
Karena tidak lain diri kita masing- masing adalah bertubuh Nur Muhammad zahir dan batin ¤
¤
Dan barangsiapa mengenal akan dirinya sendiri, maka ia tentu akan mengenal diri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ¤
Maka kalian tentu akan melihat kebesaran Jalal dan Jamalnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ¤
Itulah nama kebesaran Allah Ta'ala yang dinamakan :
" SUBHAANAHU WA TA'ALA "
Yang tidak lain adalah :
" Diri HU "
Diri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam ¤
Inilah yang sesungguhnya " Laisya " yang bernama :
HUWA JIBUL WUJUD ¤
¤¤
¤¤
Nah Ikhwani...
Semoga penyampain Ana ini menjadi insifirasi buat kalian masing- masing. Agar mengenal usul dirinya.
Karena dg mengenal dirinya itu, kelak tidak akan buta menemui Allah Ta'ala.
Maka kenalilah dari gerak nafasmu yang turun naiknya nafas.
Karena Insan sebenar itu ada didalam matamu....
¤
Aamiin Allaahumma Aamiin. . . . . . .

                    -------------------oooooooooo00000ooooooooooooo------------------

. Fahamilah, sesungguhnya nyawa kita ini ditajalikan oleh Allah dari Jauhar Basita. Dan nyawa kita ini terbagi 4 tingkatannya yakni : NAFAS - ANFAS - TANAFAS - DAN NUFUS ...@ Barangsiapa tiada menguasai dzikir nafasnya, maka ia tidak mendapati untuk menyelami Maqam Shalat Da'im yakni : Penyaksian secara jelas dan nyata akan diri batinnya dalam hidup didunia ini. Baik dalam ibadahnya yakni shalat 5 waktu, ataupun dalam keseharian hidupnya.... @ Dan bagi yang tidak mencapai ke-Maqam Shalat Daim, maka selama itu juga dia tidak akan mencapai Martabat Nafsu yang tinggi didalam masa hidupnya.
             
                -------------------oooooooooo00000ooooooooooooo------------------

 Dzat Allah itu bukanlah Jirim dan jisim.. Dzat Allah itu Bersifat Qadim dan berkekalan. Inilah yang melekat pada Diri dan hakikat-Nya. Karena kedua sifat-Nya itu bersamaan pada kehidupan Abadi-Nya sebelum ada dinamakan sunyi dan terang. Belum ada ghaib dan nyata, karena sifat itu bersifat hidup tiada berkesudahan, tiada terbilang, tiada termakna.... Dzat Jirim dan Jisim bersifat makhluq baru. Tidak ada melekat pada Allah. Karena Allah bukanlah makhluq, bukanlah sifat, tapi Dia- memiliki sifat keduanya, menguasai Sifat zahir dan bathin. Dia Dzat Maha Suci. Kesucian maha suci-Nya tidak menyatu pada sifat yang diciptakan-Nya..... @ Bidang itu bersifat segi empat, segi tiga dsb..... @ terlihat dari garisnya, namun sifatnya bentuknya. Jirim itu bersifat warna.... @ Dan alam nyata itu adanya kayu, batu, manusia. Terlihat dari Jirimnya. Nama sifatnya adalah Jisim...... @ Bentuk itu bukan wujud dari bidang. Hanya sifat bidang saja. Warna itu bukan wujud dari Jisim. Hanya sifat Jisim saja. Jirim itu bukan wujud dari alam nyata, hanya sifat Alam saja....

                          -------------------oooooooooo00000ooooooooooooo------------------

 Catatan : " Kayu, batu, manusia, bulan dsb.... @ ini hanyblah sifat wujudiyah.. Sedang ketika sedang menjadi kayu, menjadi batu, menjadi manusia, bulan dsb. Ini disebut Sifat Ma'nawiyah.. Sifat Ma'nawiyah menjadi sifat wujudiyah. Seperti " KAHUNUHU MURIDAN " adanya Tuhan berkehendak.. Menjadikan sifat yang disebut " IRADAT " yakni : bergerak dan berfikirnya makhluq yang disebut Itulah " JIRIM " Yaitu 
JISIM. Ataupun Sifat kenyataan manusia ( Sifat Fana ).

  Bulat, segitiga itu bidang ada garisnya merah, hijau itu sifatnya Jirim yang terlihat pada kulitnya (warna rasa ) .............. @ Manusia, bulan, panca indra, Nur, budi... Ini sifat yang nyata adanya. Itu sifat wujud adanya yang terlihat Jirimnya............ Jirim yang tidak terbatas besarnya yang membuat semua Jisim adalah Kosong yang disebut : Gunung, cakrawala, itulah Wajah yang nyata. Tergantung pada alam yang nyata................ @ Segala jenis Jisim yang berada di Jirim adalah sebagai warna yang ada wujudnya segala rupa...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar