Hidup pastikan aman tenteram dunia wal akhirat kalau saja kita selalu bertafakur untuk mengingat Allah dan mengingat kehidupat akhirat, minimal 5 menit dalam sehari semalam
Rabu, 07 Juli 2021
ZIKIR WAJIB MELALUI TALQIN
ZIKIR SIRR
HAKEKAT MURAQABAH
Selasa, 06 Juli 2021
INTISARI AL-QURAN
Selasa, 18 Agustus 2020
MENYAMBUT BULAN 1.MUHARRAM 1442 H
MENYAMBUT BULAN MUHARRAM
Tahun ini, 1 Muharram jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020. Jadi, pada hari Kamis itu, awal tahun 1442 Hijriah akan dimulai.
Tahun baru hijriah atau tahun baru Islam diperingati pada setiap tanggal 1 Muharam.
Di kalender Hijriah, Muharam merupakan bulan pertama.
Pada tahun ini, 1 Muharam 1442 H akan jatuh pada hari Kamis, tanggal 20 Agustus 2020. Karena kalender hijriah diawali usai matahari terbenam, maka pergantian tahun baru Islam tersebut akan dimulai sejak Rabu malam,
tanggal 19 Agustus 2020.
Bulan Muharam adalah salah satu bulan di kalender Islam yang diyakini penuh berkah.
Dalam literatur keislaman, Muharam dijuluki sebagai "Bulan Alloh" atau Syahrullah karena bermakna agung dalam sejarah Islam.
Menyambut awal tahun baru Islam 1442 H, terdapat dua doa yang dianjurkan untuk dibaca oleh umat Islam: Doa akhir tahun dan doa awal tahun ketika memasuki 1 Muharam. dan Doa akhir tahun 1441 hijriah dapat dibaca sebelum sholat Magrib pada hari Rabu, 19 Agustus 2020, atau tepat saat pergantian tahun di kalender Islam terjadi. Sementara doa menyambut awal tahun baru Islam 1442 hijriah dapat dibaca sesudah salat Magrib pada hari yang sama.
Adapun doa yang dianjurkan oleh Rosululloh untuk dibaca ketika menyambut akhir dan awal tahun, sebagaimana dikutip dari Sayid Utsman bin Yahya dalam Maslakul Akhyar.sebagai berikut.
Doa akhir tahun dibaca sebelum memasuki Tahun Baru Islam 1442 H atau pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
Biasanya dibaca setelah Sholat Ashar hingga sebelum Maghrib tiba. Doa akhir tahun berisi tentang rasa syukur atas apa yang telah dicapainya selama ini dan menyebutkan harapan-harapan yang akan dilakukan saat memulai penanggalan baru.
1. Do'a Akhir Tahun
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Bacaan latinnya: "Allohumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm."
"Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku."
Sementara itu, doa awal tahun dibaca pada detik-detik memasuki hari pertama awal Tahun Baru Islam 1442 H.
Doa awal tahun biasanya dibaca sebanyak tiga kali setelah Maghrib. Doa awal tahun berisi tentang harapan harapan yang akan atau ingin dicapai selama satu tahun ke depannya.
Juga permohonan perlindungan dari Alloh Subhanallahu wa ta’ala.
2. Doa Awal Tahun
اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Bacaan latinnya: "Allohumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini."
Kedua bacaan di atas, baik doa di akhir tahun dan awal tahun, dianjurkan untuk dibaca tiga kali. Selanjutnya, di pergantian tahun ini juga, Nabi Muhammad Shalallohu 'alaihi wasallam menyarankan untuk melakukan introspeksi diri atas hal-hal yang sudah dilakukan di tahun yang lalu dan mencanangkan kebaikan yang akan dilakukan pada tahun yang akan berjalan.
Rosululloh Shalallohu 'alaihi wasallam bersabda:
"Orang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Alloh Subhana wata'ala" (H.R. Tirmidzi).
Kedua bacaan di atas, baik doa di akhir tahun dan awal tahun, dianjurkan untuk dibaca tiga kali. Selanjutnya, di pergantian tahun ini juga, Nabi Muhammad menyarankan untuk melakukan introspeksi diri atas hal-hal yang sudah dilakukan di tahun yang lalu dan mencanangkan kebaikan yang akan dilakukan pada tahun yang akan berjalan.
Rosululloh bersabda :
"Orang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Alloh Subhana wata'ala." (H.R. Tirmidzi).
Wassalam...
Semoga bermanfaat
Rabu, 05 Agustus 2020
MENYAMBUT KEMATIAN
• Kematian adalah suatu kepastian, ia akan datang tepat waktu, tanpa
bisa dimajukan atau dimundurkan kendati barang sedetik pun. Saat
menghadapi kematian, petugas pencabut nyawa, Malakul Maut akan
menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna. Jika anda adalah orang
yang sukses menjalankan Misi Ibadah & Visi Khilafah dengan baik
ketika hidup diatas bumi ALLAH ini, maka Malakul Maut datang dengan
penampilan yang sangat sopan, berpakaian putih bersih dengan aroma harum
kasturi, sambil tersenyum ia mencabut nyawa dari badan Anda dengan
sangat hati-hati sehingga nyaris tidak dirasakan. Ketika Anda
menghembuskan nafas terakhir sambil mengucapkan *Laa ilaaha Illallaah*
(Tiada Tuhan yang pantas disembah selain ALLAH), orang-orang disekitar
Anda akan melihat wajahmu yang berseri-seri sambil tersenyum simpul,
Anda bisa tersenyum karena mengetahui bahwa Anda adalah orang yang akan
meraih *Great Success* (kesuksesan tanpa batas), yakni akan masuk
syurga, Insyaa Allah.!!..
Sebaliknya, jika Anda orang yang gagal
menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah semasa mendapat jatah hidup di
dunia, Malakul Maut (Izrail) akan datang kepadamu dengan wajah yang
marah, garang, hitam pekat dan berbau busuk. Ia akan memperlakukanmu
dgn sangat kasar sambil membentak & berkata : *Wahai Hamba Allah,
inilah balasan awal dari kegagalan dalam menjalankan Misi-Visi Ibadah
dan Khilafah, karena kesombongan diri, pembangkangan dan kedurhakaan
pada Tuhan Pencipta, Allah Rabbul 'Aalamiin. Jika Anda bernasib
seperti itu, Malakul Maut akan mencabut nyawamu dgn kasar
sekeras-kerasnya.
Sulit untuk dibayangkan, dengan melihat kondisimu
yang sedang sekarat, gelisah, meregang nyawa, tenggorokanmu
mengeluarkan suara yg menakutkan orang di sekelilingmu. Anda
membolak-balikkan badan kekiri - kekanan, serta mata yg terbelalak
ketakutan, wajahmu mengekspresikan suasana sesungguhnya yang sedang Anda
hadapi ; ketakutan, kengerian dan putus asa. Problemnya ialah, Anda
tidak bisa lari dari suasana itu.
¤• Bagaimanapun sulitnya Anda
menghadapi *Sakratul maut* dan melewati pintu Kematian, namun Anda pasti
akan mati juga. Dengan demikian, berakhirlah riwayat singkat Anda
didunia tanpa meninggalkan kesedihan, kerinduan dan kecintaan dari orang
yang tadinya sangat baik dan akrab denganmu, disebabkan oleh hubungan
yg dibangun hanya karena kepentingan pribadi atau mengharapkan sesuap
nasi darimu. Mungkin sebagian mereka ada yg merasa lega atas
kepergianmu, karena mereka tahu betul semasa didunia, Anda adalah
*Koruptor,Tukang tilep uang negara, pezina, pemabok, curang dalam
proyek/perdagangan, atau suka memberikan kesaksian palsu & ijazah
pun dipalsukan untuk meraih kursi eksekutif & legislatif, juga
mungkin tokoh pornografi dan pornoaksi, serta paling anti pada sistem
& aturan *Ilahi, Tuhan Pencipta Anda sendiri & Pencipta Jagad
Raya ini.
Kegagalan dan Kesulitan yang amat dahsyat saat menghadapi
kematian itu akan menimpa jika Anda Presiden dan Pemimpin Negara yang
curang selama bertahun-tahun atau puluhan tahun mengurusi Negara dan
Rakyat sehingga bangkrut dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan sampai
ketitik nadir yang paling bawah, pada saat bersamaan, keluarga dan
kroni-kroni hidup dalam kemewahan dgn harta berlimpah, atau Presiden
yang merasa paling pintar dan Pemimpin yg congkak tapi tidak becus
mengurusi rakyat sehingga beban hidup mereka semakin hari semakin
menumpuk dan berat.
• Jika Kursi kebesaran yang bernama kursi Kepresidenan, kejaksaan agung, mahkamah agung DPR & sebagainya yang Anda duduki, kemudian enggan menerapkan hukum Allah, Tuhan Pencipta Anda sendiri juga Pencipta jagad raya di negeri yg Anda pimpin, bahkan Anda memusuhi, menangkap,memenjarakan & mungkin juga membunuh siapa saja dari kalangan Umat Islam, siapa sajalah Anda, bagaimana pun kehebatan,kekuatan dan kedudukanmu semasa di dunia, Malakul Maut tidak mempedulikan itu semua. Yang pasti, Anda sudah bertekuk lutut di hadapan bentakan dan hentakan prajurit Tuhan Pencipta yang bernama Izrail atau Malakul Maut itu. Ia hanya terfokus bagaimana mengakhiri jatah hidupmu di dunia ini tepat pada waktunya dan dengan cara yang paling kasar dan menyakitkan..
• Demikianlah dua type kematian
yang dihadapi saat kita menghadapinya. Orang-orang yg semasa di
dunia berhasil menjalankan Misi-Visi Ibadah dan Khilafah, akan mendapat
kemudahan sambutan yang begitu meriah dari Malaikat yg bertugas
mencabut nyawa, bagi orang-orang yang gagal, akan melihat dan merasakan
pula hasil kegagalan mereka.
Kematian itu adalah *Haq*,Ia datang
hanya satu kali, kendati banyak sebab kematian, kematian adalah
kematian. Apakah Anda menjemput kematian disebabkan gempa bumi,
tsunami atau tabrakan juga narkoba,??. Apakah Anda melewatinya sendiri
dengan bunuh diri atau dibunuh dijalan Allah atau setan,??. Apapun
sebab kematian, kematian adalah kematian yang berfungsi untuk mengakhiri
kehidupan manusia di dunia, kemudian diteruskan perjalanannya menuju
alam Barzakh (pemisah), sambil menunggu kiamat atau kehancuran alam
semesta, dan kemudian kebangkitan mahsyar (perhimpunan raksasa) dan
seterusnya, *Syurga atau Neraka yang akan menjadi tempat Kita*...
~ Wallahul Musta'an ~
Minggu, 12 Juli 2020
CARA ANDA MENUNDUKKAN NAFSU
دكوتيف اوليه :
جعفر الدين الجيلان الصدق
...........
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
Anda tahukan itu nafsu, yakni menyukai apa yang ia senangi, yg mengatup yg suka menutup kebenaran.tapi kita bisa fahami bahwa nafsu itu sengaja diciptakan الله untuk kita agar hidup punya arti.
Nah jadi...
Kalau kita hidup tidak memiliki nafsu , apa artinya tentu tidak enak, karena itulah begitu luar biasanya manusia yang diciptakan الله dengan sempurna daripada makhluq- makhkuq lainnya.
Tidak perlu Anda bunuh itu nafsu, sebab nafsu tidak akan mati sebelum Anda belum mati. Matinya Anda barulah nafsu tidak ada.
Persoalannya adalah :
Bagaimana menundukkan nafsu ?
Bukan cara bunuh diri atau bunuh nafsu tersebut tapi ditundukkan.
Ini rahasianya >>>
" Dan aku tidaklah (mengatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karna sesungguhnya nafsu itu, selalu mendorong pada keburukan melainkan (nafsu) yg dirahmati Rabb-ku.
Sesungguhnya Rabb-ku Maha Pengampun Maha Pengasih."
QS. Yusuf :53)
Nafsu kalau dituruti pasti ia semakin berkuasa, dan semaaakin menjadi- jadi.
Kalau begitu apa rahasianya :
Ini sandinya yaitu sangat jelas di ayat :
مستسن منه
MUSTASNA MINHU
Yang berbunyi :
إلا ما رحم رب
" ILLA MAA RAHIMA RABBI "
inilah kata kunci yg Allah berikan pada Saya, Anda, kalian semua bahwa, jika Anda ingin dicintai الله. laksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
ketika Anda menerima apa adanya dari siapapun dan menerima cobaan dari Allah selalu menerima.
Dicaci, ditampar, dirampok, di aniaya dll
Ucapkanlah :
الحمد لله لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
ALHAMDULILLAH LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH
Maka " الله mendengar suaramu memanggil-Nya, bahwa Anda teraniaya dan tak mempu melawan nafsu kecuali hanya الله semata".
Disinilah nanti volume nafsu akan dikempis, diperkecil lalu tak berdaya atas pertolongan الله. Sebab itulah nafsu selalu berkehemdak semauanya. Walaupun Anda ahli shalat jika tidak bisa mengendalikannya, sama saja Anda shalat dengan kehendak nafsu.
Ingat itu. . . !!!!
Apa yang disenangi الله dan disukai-Nya, laksanakan dg bergembira. Dan apa yang diberi bala' oleh الله, maka selalu tersenyum dan bergembira.
Jika semua kesenangan yang الله berikan dan menimpakan, itu tandanya الله menyayangi Anda, maka ucapkanlah :
الحمد لله توكت على الله لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
" ALHAMDULILLAH TAWAKKALTU 'ALALLAAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH "
inilah kuncinya, supaya nafsu tak mampu berkuasa karena Anda sudah meminta kepada الله. Sebab :
Anda tak berdaya menghadapi nafsu kecuali pertolongan-Nya.
Semoga keterangan singkat ini ada manfaatnya untuk kita semua :
امين اللهم امين
فنوليس ✍️ :
جعفر الدين الجيلان الصدق