Laman

Rabu, 15 Oktober 2014

Kisah Seorang Yang Mendapatkan Barokah Sholawat

Kisah Seorang Yang Mendapatkan Barokah Sholawat
Berkah Sholawat (Dikunjungi Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam dan Malaikat Mikail As)

Bacalah sebentar dan saya berharap yang membaca ini bisa bertemu dengan Kanjeng Nabi Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wasallam. aAmiin

Dimajelis dzikir yang dipimpin Pak Kiai, beliau menyuruh seorang Kiai untuk berceramah dihadapan para jama'ah. Kiai tersebut kemudian bercerita :

Disuatu daerah di Jawa Timur, ada seorang bernama Ahmad (insya Allah saat ini masih hidup).

Beliau adalah orang yang miskin tetapi tinggal didaerah yg semua tetangganya adalah orang kaya. 

Suatu ketika anaknya dikhitan, dan beliau mengundang seluruh tetangganya 50 orang untuk hadir dalam tasyakuran khitan anaknya untuk membaca Sholawat Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi wasallam. Berkat (nasi kotak) pun sudah disiapkan sebagai hadiah tetangga yg hadir sejumlah 50 kotak. Sungguh naas, pada waktu acara dimulai, tidak ada satu pun tetangganya yang datang ke acara tasyakuran khitan anaknya. 

Dengan sedih beliau berpikir akan dikemanakan nasi kotak yang sudah disiapkan ini, tiba2 didepan rumahnya berhenti sebuah bis yang didalamnya semua orang memakai jubah dan sorban putih. Ketua rombongan bis itu turun dan ditemui Pak Ahmad.

Ahmad :Bapak serombongan ini mau kemana???

Ketua rombongan : kami mau berziarah ke makam Sunan Kalijaga

Ahmad : jika berkenan maukah bapak beserta rombongan masuk kedalam rumah saya untuk membaca sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam karena kebetulan saat ini saya sedang mengadakan tasyakuran khitan anak saya

Ketua rombongan beserta seluruh penumpang bis itu pun masuk ke rumah pak ahmad. Kemudian acara tasyakuran pun dimulai, disaat sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam akan dibacakan, semua peserta berdiri kemudian membaca sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam.

Pada saat sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam dibacakan (tiba'-an), tiba2 masuk ke dalam rumah seorang laki2 berwajah tampan sangat berwibawa dan bercahaya. Ketika sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam selesai dibaca, laki2 tampan itu pun keluar rumah.

Setelah acara tasyakuran selesai, ketua rombongan itu berkata kepada Pak Ahmad

Ketua rombongan: Bapak tahu siapa laki2 tampan yang masuk kedalam rumah saat sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam dibacakan???

Pak Ahmad : saya tidak tahu

Ketua rombongan: beliau adalah Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam, saya adalah malaikat Mikail, Allah tidak ridloo kalau acara tasyakuran khitan ini tidak ada yang hadir. (Malaikat Mikail mewujudkan dirinya sebagai wujud manusia tapi maaf, malaikat tercipta dari cahaya bukan berarti sama sperti manusia), rombongan tersebut tenyata para Malaikat Allah dan yang bercahaya wajahnya itu ternyata Baginda sayyidina Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam.

Kemudian rombongan Malaikat itu pun keluar rumah. Disaat tercengang atas kejadian yang menimpanya, pak ahmad kembali berfikir ‘berkat (nasi kotak) ini harus diapakan ya, soalnya malaikat itu tidak makan dan minum’. Kemudian pak ahmad membuka nasi kotak tersebut, dan dalam keadaan takjub dan heran serta tidak percaya apa yang dilihatnya ternyata nasi dalam kotak tersebut berubah menjadi emas murni yg cantik, karena indahnya emas tersebut sehingga ketika dijual pada orang malaisia dan brunai laku sangat mahal, dan dgn jumlah 50 buah, maka pak ahmad berubah menjadi sangat kaya.

Kiai pun melanjutkan ceramahnya kepada para jamaah majelis dzikir. Beliau berkata : “Dulu ketika saya memperhatikan KH Hamid Pasuruan yg wali Allah ketika membaca sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam, beliau selalu menundukkan kepalanya. Dari situ saya yakin bahwa Nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam selalu mendatangi siapa saja yg membacakan sholawat kepada Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam.

wallahu a'lam..

oleh:Ustadz Abdul Qodir Al-Busthomi 

Majelis At-Thahiriyah Ahmad Showfi Shofwan Fina Af'idah Shofa Rif Sunnia Ventie Syekher Mania Zawiyah Mohid Ahmad Zamroni Bin Asy'ari Jati Ahmad Sujiat Wati Widi Utami Wiwi Arsyil Indrawati Jauharotun Nafisah Mbah Amir Al Jawi Hamim Jazuli Al Batawie Jasmine Rosalitha Yanthy Cahaya Kesaksian Sya'roni As Samfuriy Adhie S T Angga Konslet



Kisah Seorang Yang Mendapatkan Barokah Sholawat
Berkah Sholawat (Dikunjungi Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam dan Malaikat Mikail As)
Bacalah sebentar dan saya berharap yang membaca ini bisa bertemu dengan Kanjeng Nabi Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wasallam. aAmiin
Dimajelis dzikir yang dipimpin Pak Kiai, beliau menyuruh seorang Kiai untuk berceramah dihadapan para jama'ah. Kiai tersebut kemudian bercerita :
Disuatu daerah di Jawa Timur, ada seorang bernama Ahmad (insya Allah saat ini masih hidup).
Beliau adalah orang yang miskin tetapi tinggal didaerah yg semua tetangganya adalah orang kaya.
Suatu ketika anaknya dikhitan, dan beliau mengundang seluruh tetangganya 50 orang untuk hadir dalam tasyakuran khitan anaknya untuk membaca Sholawat Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi wasallam. Berkat (nasi kotak) pun sudah disiapkan sebagai hadiah tetangga yg hadir sejumlah 50 kotak. Sungguh naas, pada waktu acara dimulai, tidak ada satu pun tetangganya yang datang ke acara tasyakuran khitan anaknya.
Dengan sedih beliau berpikir akan dikemanakan nasi kotak yang sudah disiapkan ini, tiba2 didepan rumahnya berhenti sebuah bis yang didalamnya semua orang memakai jubah dan sorban putih. Ketua rombongan bis itu turun dan ditemui Pak Ahmad.
Ahmad :Bapak serombongan ini mau kemana???
Ketua rombongan : kami mau berziarah ke makam Sunan Kalijaga
Ahmad : jika berkenan maukah bapak beserta rombongan masuk kedalam rumah saya untuk membaca sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam karena kebetulan saat ini saya sedang mengadakan tasyakuran khitan anak saya
Ketua rombongan beserta seluruh penumpang bis itu pun masuk ke rumah pak ahmad. Kemudian acara tasyakuran pun dimulai, disaat sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam akan dibacakan, semua peserta berdiri kemudian membaca sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam.
Pada saat sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam dibacakan (tiba'-an), tiba2 masuk ke dalam rumah seorang laki2 berwajah tampan sangat berwibawa dan bercahaya. Ketika sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam selesai dibaca, laki2 tampan itu pun keluar rumah.
Setelah acara tasyakuran selesai, ketua rombongan itu berkata kepada Pak Ahmad
Ketua rombongan: Bapak tahu siapa laki2 tampan yang masuk kedalam rumah saat sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam dibacakan???
Pak Ahmad : saya tidak tahu
Ketua rombongan: beliau adalah Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam, saya adalah malaikat Mikail, Allah tidak ridloo kalau acara tasyakuran khitan ini tidak ada yang hadir. (Malaikat Mikail mewujudkan dirinya sebagai wujud manusia tapi maaf, malaikat tercipta dari cahaya bukan berarti sama sperti manusia), rombongan tersebut tenyata para Malaikat Allah dan yang bercahaya wajahnya itu ternyata Baginda sayyidina Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wasallam.
Kemudian rombongan Malaikat itu pun keluar rumah. Disaat tercengang atas kejadian yang menimpanya, pak ahmad kembali berfikir ‘berkat (nasi kotak) ini harus diapakan ya, soalnya malaikat itu tidak makan dan minum’. Kemudian pak ahmad membuka nasi kotak tersebut, dan dalam keadaan takjub dan heran serta tidak percaya apa yang dilihatnya ternyata nasi dalam kotak tersebut berubah menjadi emas murni yg cantik, karena indahnya emas tersebut sehingga ketika dijual pada orang malaisia dan brunai laku sangat mahal, dan dgn jumlah 50 buah, maka pak ahmad berubah menjadi sangat kaya.
Kiai pun melanjutkan ceramahnya kepada para jamaah majelis dzikir. Beliau berkata : “Dulu ketika saya memperhatikan KH Hamid Pasuruan yg wali Allah ketika membaca sholawat Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam, beliau selalu menundukkan kepalanya. Dari situ saya yakin bahwa Nabi Muhammad sholallahu alaihi wasallam selalu mendatangi siapa saja yg membacakan sholawat kepada Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam.
wallahu a'lam..
oleh:Ustadz Abdul Qodir Al-Busthomi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar