Laman

Jumat, 07 November 2014

Merenung Tentang Penciptaan


“…dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’” (QS. Ali Imran: 191)
“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.” (QS. Ar-Ra’d: 3)
“Pikirkanlah karunia-karunia Allah dan janganlah kalian memikirkan (Dzat) Allah.” (HR. Thabrani, Baihaqi dan Ibnu Ady)
“Andaikata manusia mau memikirkan keagungan Allah, tentu dia tidak akan berani mendurhakai-Nya.” (Bisyr Al-Hafy)
“Bagi orang yang berakal, segala sesuatu di sekeliling mereka adalah tanda penciptaan.” (Harun Yahya)
Sejak duduk di bangku SMP saya mulai terbiasa merenung. Selepas membaca buku atau membaca Al Quran atau selepas berdzikir. Dengan menarik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan, saya berhenti sejenak untuk merenungi apa yang pernah terjadi dan apa yang ada disekeliling saya. Puji syukur kehadirat Allah, rumah yang saya tempati waktu masih SMA memiliki halaman yang luas, pohon tinggi besar yang rindang, agak sunyi dan sangat sejuk.
Saya terbiasa mendengarkan suara kicauan burung, gesekan dedaunan, belaian dan suara desiran angin yang menyentuh kulit dan ketika malam hari suara jangkrik menambah harmonis suasana yang ada. Saya melihat hutan, laut yang terbentang luas, serangga, air terjun, dan hewan tetapi bagaimana mereka bekerja bersama-sama tidak dapat saya lihat – suatu jaringan hubungan. Totalitas mereka sebagai satu ekosistem tidak terlihat tetapi bukan berarti tidak nyata, kita tahu saat ekosistem tersebut rusak.
Atau renungkan tentang tubuh kita. Tidak banyak dokter sekarang yang akan menyangkal bahwa keadaan mental mempengaruhi kesehatan fisik. Hal-hal yang terlihat seperti sikap, emosi, dan filosofi pribadi bias menyebabkan penyakit jantung atau bisa juga menyembuhkannya. Itulah sebabnya mengapa para psikiatri dan para psikolog menyelidiki hal-hal yang terlihat yang melekat pada jiwa – hal ghaib yang telah menerima perhatian baru belakangan ini. Bahkan psikologi tradisional banyak berurusan dengan hal-hal yang ghaib: segi-segi yang tak terlihat dari kepribadian kita serta kisah-kisah yang mereka ceritakan tentang siapa kita.
Penyembuhan dari kecanduan juga terkait dengan hal-hal tak terlihat. Kecanduan alkohol, penyalahgunaan obat dan kecanduan-kecanduan lainnya merupakan bentuk yang dapat diamati, tetapi apa yang ada dibalik semua itu? Apakah dinamika ghaib yang mendorong pada kecanduan, dan bagaimana kita dapat mengubahnya? Pergeseran dinamika membutuhkan kepercayaan pada suatu Kekuatan Yang Maha Tinggi yang bisa membantu perubahan itu. Karena bentuk tak terlihat yang dinamakan ego itu merupakan bagian dari dinamika yang perlu digeser, maka gagasannya adalah mendasarkan pergeseran itu pada sesuatu yang lebih dalam – pada suatu kekuatan yang dapat mendatangkan perubahan dan penyembuhan.
Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang lain adalah mutiara yang terpendam di dalam gunung dan tambang yang terdiri dari emas dan perak serta batu-batu mulia lainnya. Begitu pula minyak bumi dan korek api. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang lain adalah lautan yang luas membentang dan dalam, memisahkan beberapa daratan bumi. Andaikan seluruh permukaan daratan, termasuk pula gunung-gunungnya dihamparkan menjadi satu bagian yang utuh, maka ia tak ubahnya sebuah pulau kecil yang berada di tengah lautan yang luas. Di lautan terdapat berbagai keajaiban yang berlipat ganda dari keajaiban yang kita lihat di daratan.
Perhatikan bagaimana Allah menciptakan mutiara, yang Dia bentuk di bawah permukaan air. Perhatikan pula Allah menumbuhkan karang-karang di sebuah kedalaman air dan kekayaan-kekayaan lain yang tersimpan di dalam laut. Perhatikan keajaiban perahu yang dibuat Allah dapat mengambang di atas permukaan air lalu menjalankannya di lautan, digerakkan angin. Yang lebih mengagumkan lagi adalah air, yang merupakan inti kehidupan dari segala benda yang ada dipermukaan bumi, entah jenis hewan maupun tetumbuhan. Andaikan seorang memerlukan seteguk air, namun dia tidak bisa mendapatkannya, lalu dia harus mengeluarkan segala apa pun yang dimilikinya untuk mendapatkan air itu, tentu dia akan melakukannya. Kemudian jika dia sudah mendapatkan air itu, namun tidak dapat mengeluarkannya dari badan, tentu dia akan mengeluarkan air itu dari badannya. Dalam keadaan seperti ini, tentu dia tidak akan melupakan nikmat ini.
Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya yang lain adalah udara, yaitu materi yang lembut dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Kemudian lihatlah kekuatan dan kedahsyatannya, yang mampu mengangkat pesawat terbang dengan baling-balingnya. Lihat pula keajaiban-keajaiban udara, yang kemudian menciptakan mendung, petir, guntur, hujan, salju, embun, dan lain-lain. Perhatikan pula burung yang melayang-layang dengan kedua sayapnya di udara, sebagaimana hewan laut yang berenang di dalam air. Kemudian kemudian perhatikan langit yang membentang luas. Dalamnya ada bintang-gemintang, matahari dan rembulan dan semua benda yang ada di sana, yang semuanyatentu ada hikmahnya, termasuk pula warna, bentuk, dan tempatnya masing-masing. Kemudian perhatikan malam yang berganti siang, siang yang berganti malam. Lihat perjalanan matahari, pergantian musim dari musim kemarau, hujan, dingin, gugur, dan semi.
Perhatikan bumi yang kita diami ini Dengan segala keistimewaan yang ada padanya, bumi diciptakan dengan keseimbangan yang luar biasa stabil, yang membuatnya cocok bagi berlangsungnya kehidupan makhluk hidup. Jarak bumi dari matahari, kemiringan sumbu bumi terhadap orbit, keseimbangan dalam atmosfer, kecepatan rotasi bumi pada sumbunya, kecepatannya mengelilingi matahari, fungsi laut dan gunung di bumi, sifat-sifat dan interaksi di antara makhluk hidup, semua ini hanyalah beberapa unsur dari keseimbangan ekologis yang terdapat di bumi.
Kalau dibandingkan dengan planet lain, semakin jelas bahwa bumi secara khusus dirancang bagi manusia. Air, misalnya, adalah senyawa yang sangat sulit ditemukan di planet lain. Dalam tata surya kita, air berwujud cair hanya ditemukan di bumi. Terlebih lagi, 70% permukaan bumi tertutup oleh air. Jutaan jenis makhluk hidup hidup di air. Pembekuan air, kapasitas air untuk menarik dan menyimpan panas, adanya badan air berukuran besar berbentuk lautan, dan bahkan penyaluran panas yang melintasi bumi adalah karakteristik yang hanya dimiliki oleh bumi. Tidak ada planet lain yang memiliki sirkulasi badan cair yang konstan seperti yang terdapat di bumi.
Poros bumi membuat sudut miring (inklinasi) sebesar 23° dari orbitnya. Musim terbentuk akibat kemiringan ini. Andaikan sudut kemiringan ini sedikit lebih besar atau lebih kecil, perbedaan suhu antara musim akan menjadi sangat ekstrem. Andaikan ini terjadi, di bumi akan terjadi kondisi ekstrem yang tak tertahankan, musim panas yang sangat panas dan musim dingin yang sangat dingin.
Kecepatan rotasi bumi pada sumbunya merupakan kecepatan yang paling sesuai bagi makhluk hidup. Planet-planet lain dalam tata surya pun mengalami siang dan malam. Karena perbedaan waktu di planet lain jauh lebih besar dibandingkan dengan di bumi, perbedaan antara suhu siang dan malam pun sangat tinggi. Hebatnya aktivitas angin di atmosfer planet lain tidak kita temukan di bumi ini, suatu keistimewaan berkat rotasi planet bumi yang seimbang.
Jenis dan konsentrasi gas-gas yang menyusun atmosfer sangat penting bagi keberadaan bukan hanya umat manusia, melainkan juga semua makhluk hidup yang ada di bumi. Koeksistensi sejumlah besar keseimbangan yang stabil di bumi memungkinkan terbentuknya gas-gas atmosfer dengan proporsi yang tepat dan selalu konstan.
Sementara engkau lihat planet-planet itu berputar mengelilingi matahari dan bintang-gemintang berkelap-kelip indah dengan pandangan yang menutup sebelah mata meremehkan bukti-bukti keagungan itu. Yang lebih aneh lagi, tatkala engkau memasuki rumah orang kaya raya, yang segala perabotnya dilapisi emas, tentu engkau akan berdecak kagum. Pandangan matamu menyapu seluruh ruangan yang elok, melihat lantainya yang berih mengkilap, atapnya yang menawan dan segala benda yang ada di dalamnya yang serba bernilai. Tapi justru engkau tidak memperhatikan semua itu dengan sanubarimu, tidak memikirkan Pencipta dirimu. Engkau lupa dirimu sendiri dan Penciptamu. Engkau sibuk dengan urusan perut dan kemaluanmu. Keadaan dirimu yang sedang lalai ini tak ubahnya keadaan seekor semut yang keluar dari liangnya yang dia buat di celah diding istana raja, lalu bertemu temannya dan berbincang-bincang tentang liangnya, sementara ia melupakan istana raja dan siapa yang ada di dalamnya. Begitulah keadaan dirimu yang sedang lalai. Engkau tidak melihat langit melainkan seperti apa yang diketahui seekor semut tantang satu atap rumahmu.
Inilah penjelasan yang senantiasa berputar-putar dalam pikiran orang-orang yang suka merenung dan berpikir. Umur terlalu pendek dan ilmu sangat terbatas untuk bisa mengungkap sebagian makhluk, terlebih lagi keseluruhannya. Hanya saja selagi kita semakin banyak mengetahui berbagai macam keajaiban penciptaan, maka pengetahuan kita tentang keagungan Sang Pencipta juga akan bertambah banyak. Siapa yang memperhatikan semua ini sebagai penciptaan Allah, tentu dia akan mengetahui keagungan dan kebesaran-Nya. Namun siapa yang tidak mampu menyerap semua itu dan tidak mengaitkannya dengan penyebab di belakangnya, maka dia akan menderita. Kita tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak bisa kita lihat, seperti malaikat dan jin. Kita hanya perlu melihat dan memperhatikan apa yang tampak oleh mata dzahir.
Merenung tentang berbagai hal yang ada di alam semesta ini, dengan mencakup semua, yang terlihat dan yang ghaib, materi dan pikiran, dalam satu totalitas yang teratur akan selalu mengungkapkan keteraturan dan makna yang melekat padanya menjadi sesuatu yang terlihat. Kita melihat Tuhan melalui karya-Nya yang menakjubkan ini, sebagaimana seorang ahli fisika, Dr. David Darling berkata: “Bila tutup kotak kosmik terbuka, maka sulur keajaiban penciptaan akan tampak dari bawahnya.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar