Laman

Senin, 21 September 2015

(SEJATINYA) AL QUR’AN TIDAK BERHURUF DAN TIDAK BERSUARA


Rasulullah s.a.w dikala menerima wahyu, selain dari bergetar, seolah-olah menggigil kedinginan, kadangkala kepanasan, hingga mandi keringat, letih,lesu, namun kemudian kembali segar,kuat dan kokoh~Didalam suatu riwayat, isteri Rasulullah, Aisyah rha berkata; Sesungguhnya aku lihat Nabi, kepadanya turun Wahyu di hari yang sangat dingin, lalu, berhenti, kelihatan dahinya betul-betul memancarkan peluh (HR Bukhari)
Begitulah hebatnya Wahyu yang turun, begitulah Dasyatnya dan Agungnya serta Sakralnya proses pemasukkan Nurun al Nurin, yang membawa nama Allah yang Maha Agung disalurkan dan ditanamkan, masuk dan duduk terpatri dalam diri Rohani anak Abdullah yang bernama Muhammad itu !
Manusia “awam”(maaf) jelas tidak akan “ngerti/paham” menerima Al Qur’an dengan hanya mempelajari buku-buku, kitab-kitab atau bahasa arab saja, atau hukum-hukum fikih atau syara’ yang hanya dapat mengatur cara hidup dan cara beribadah, secara zahir semata-mata, Oleh karena itu Al Qur’an di jadikan Allah sebagai ‘Nur’ ,..maka hanya dengan Nur Illahi sahajalah kita dapat sampai kepada Al Qur’an (Yang Hakiki).
Ibarat dengan matahari, yang “sampai” kepada matahari itu tidak lain adalah cahayanya sendiri.
Qur’an yang dibaca oleh orang awam dengan mata kepala merupa kan kulit-nya saja, yang intinya jauh tersembunyi dan tersirat disebalik apa yang tersurat, Inti Al Qur’an (yang) inilah tidak dapat dicuri atau di sentuh oleh , orang-orang kafir,orang-orang musyrik dan yang “belum” disucikan sesuai dengan Firman Allah SWT;
QS.Suraah Al Waqiah ayat 77-81 :
Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, dalam kitab yang terpelihara tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang di sucikan. Diturunkan dari Tuhan Semesta Alam. Maka apakah kamu menganggap remeh sahaja Al Qur’an ini ?
QS.Suraah Asy Syura ayat 52 :
…. Tetapi Kami jadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami.
Al Qur’an seperti itu tak dapat “disamar”/dikelirukan oleh Al Qur’an berupa kitab yang dicetak diatas kertas/dibukukan dan dapat dibaca oleh siapa saja; nasrani,khatolik,budha atau hindu~ bahkan orang yahudi pun dapat menafsirkan qur’an seperti itu. Jadi Qur’an seperti itu dapat (pula) dibaca dan disentuh oleh muslim maupun non muslim.
Maka “kata disucikan” kepada manusia tsb diatas, merupakan “kata kunci” menemukan Al Qur’an yg tersembunyi yang tidak berhuruf dan bersuara itu.
#DISUCIKAN ? ? APAKAH ANDA-ANDA PERNAH DISUCIKAN ?
EH ~ BUKAN JASMANI ANDA, TETAPI ROHANI ANDA TAHUKAN ANDA BAHWA ROHANI ITULAH YANG NANTI MENYEBERANG DI ALAM AKHIRAT NANTI.~ Rasulullah s.a.w dikala kecil saja dadanya dibelah (disucikan) oleh Malaikat Jibril.
SEGERA carilah Guru Mursyid Yang dapat mensucikan diri rohani anda.
Allah SWT (Dalam Hadist Qudsi) berfirman : Tak dapat memuat zat-Ku, bumi dan langit-Ku, yang dapat ialah hati Mukmin Ku Yang lunak dan tenang.
Allah SWT telah juga berfirman dalam suraah An Nur ayat-35 :
Cahaya diatas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki.
Nur itu diberinya pada manusia yang dikehendaki. Dari ayat Suraah Asy-Syuura ayat 52 :
“Dan Kami jadikan dia (Al Qur’an) Nur, Kami tunjuki dengan dia sesiapa yang Kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami”.
Sejatinya Al Qur’an itu (sebenarnya) diberikan pada manusia yang dikehendaki. Yaitu Al Qur’an yang tidak berhuruf dan bersuara itu. Al Qur’an ini tidaklah boleh dikelirukan oleh kitab yang dicetak di atas kertas dan dibukukan yang boleh dibaca oleh siapa saja dan dimana saja. Maka tidak aneh jika ada orang-orang kafir Yahudi yang dapat membaca serta menafsirkan ayat-ayat Al Qur’an yang dicetak tersebut.
Jadi,.. Qur’an cetakan manusia itu dapat (saja) dibaca dan disentuh oleh siapapun juga, yang mau membaca dan menyentuhnya.
Namun Al Qur’an yang “dituang” dalam dada Rasulullah, adalah hanya untuk ummat tertentu dan terpilih (Lihat Firman diatas), sepertimana Nabi Muhammad SAW terpilih.
Al Qur’an yang diwahyukan kedalam dada Rasulullah ini mempunyai tenaga kekuatan yang maha dasyat, Inilah yang dimaksud oleh Allah SWT, dengan firmanNYA di dalam Suraah Al
Hasyir ayat 21 :
“Andaikata Al Qur’an ini Kami turunkan di atas sebuah Gunung, akan kamu lihat gunung itu tunduk dan pecah berantakan demi takutnya kepada Allah. Perumpamaan itu Kami adakan agar manusia berfikir”.
Suraah Ar Ra’du ayat 31 :
Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi dapat terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Qur’an itulah dia).
Al Qur’an yang seperti inilah yang kesemuanya dicurahkan oleh Rasulullah sebelum Beliau wafat kedalam dada Sayidina Abu Bakar r.a, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah :
“Apa-apa yang Allah curahkan kedalam dadaku telah aku curahkan pula kedalam dada Abu Bakar”.
Wahai Sobatku,…Maaf~Saya hanya meng-anjurkan,carilah Guru Mursyid bagimu yang Kamil mukamil dan dari-Nya mendapat gransi, dapat mensucikan (ruh) kamu, itulah pangkalnya dari segala-galanya.
Wass.Insya Allah Bg SM~saya tetap nyambung, walaupun dihujat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar