Laman

Selasa, 18 April 2017

RAHASIA DINDING DIRI.

Dengan terbukanya Tabir Hijab dinding, maka Nur itu akan ber-Tajalilah pada diri.
Sehingga kita menjadi Ghaib. Dan kita berada didalam Ujud yang Haq.
.
Sebab : Jasad inilah yang berbunyi " HURUF ALLAH .
Jikalau hilang Huruf Allah tadi, maka ia berbunya " HU "
Inilah yang dinamakan :
" KOSONG. "
.
Tidak ada lagi dirinya yang ada hanya Ujud AL-HAQ.
Kita tak berujud lagi.
Tak bersifat lagi.
Tak mempunyai Nama lagi.
Dan tidak melakukan perbuatan apapun.
Melainkan kita tinggal didalam-Nya.
Barulah kita lenyap.
Hilang, melebur didalamnya...
Yang ada cuma Ujud semata- mata.
.
" Inilah AKU...
Ingatlah AKU...
Esakanlah AKU...
Sempurnakanlah AKU...
Maka engkau itu disebut INSAN..
Jika engkau manusia, maka engkaulah INSAN KAMIL itu...
.
.
Sesungguhnya Diri itulah RUH.
Sebenarnya Ruh itu SIR.
Sebenarnya Sir itulah RAHASIA.
.
Sebenar Nur Muhammad itulah SIFAT.
Sebenar- benar Sifat itulah DZAT.
Sebenar- benar Dzat itu itulah SIR.
Sebenar- benar Sir itulah " AKU "
Sebenar- benar " AKU " LAISYA KAMISLIHI SYAI-UN...
.
.
Mari kita memahami cara meleburkan Diri kita ini hingga menjadi MESRAA.. Jika kita sudah mesra bersama-Nya, maka muncullah rindu diQalbu kita kepada-Nya.
Karena cuma dengan Rindulah kita sampai ke-HADIRAT-NYA.
.
.
BAGAIMANAKAH CARANYA ??.
.
Caranya dengan Dzikir Nafas, Tasbih, Qul Huwallaahu Ahad, Yasin dan Fatihah yakni :
.
Jadikanlah darah kita ini kalimah " DZIKRULLAH '
Jadikanlah Tubuh kita itu " TASBIH "
Hilangkanlah tubuh kita menjadi :Ujud yang Haq dengan " QUL HUWALLAAHU AHAD "
Berkatalah Tuhan :
.
" Esakan AKU, agar engkau mendapat satu Rahasia. "
Karena didalam Surah Al-Ikhlash ada 5 Rahasia yaitu :
.
RAHIMAKUMULLAH.
RAHIM IBU.
LIANG KUBUR.
YAUMIL MAHSYAR.
HADRATULLAH.
.
Jadikanlah hatimu itu NUR MUHAMMAD dengan " YAASIIN.
Jadikanlah AL-FATIHAH itu " UJUD YANG MAHA SUCI.
.
Maka Barangsiapa yang telah sampai ke-Maqam ini, maka engkau adalah Rahasia didalam semua itu, maka kita didalam rahasia-Nya...




----------------------ooooo000ooooo---------------------




Baiklah pengambilan kalimat dzikir Hu adalah didalam hati kita dalam keadaan hampa diri zahir melalui perantara dzikirnya nafas kedalam sampai keperut kita, perut keraskan biar tak bernafas, sejenak saja agar zahir dan batin hilang, karena pusar perut kita adalah daya energi kekuatan manusia secara zahiriah dan batiniah atau secara hakiki "DZIKIR HU ". Sebenarnya pusar perut kita ini dg perantaraan cahaya nafas yang amat berharga bagi kita. .

--------------------------ooooooo000ooooooo-------------------------------

 
Tarikat nafas kita waktu berdzikir tiada terbatas, tergantung pemusatanmu saat bertafakkur diri. Jika engkau Asyik berdzikir hingga lupa pada diri sendiri, itulah nafas yg tiada terbatasnya. Kenapa sebab lupa diri? Karena pemusatan itu tidak ada lagi, karena sudah lenyap dirimu bersama Nur Dzikir. Jadi nafasmu saat engkau berdzikir hingga keluar masuknya nafasmu. Pertama tarik nafas dari hidung, lalu hembuskan sambil menyebut kalimat Dzikir " Hu " biar panjang Hu-nya, hingga kepusar perut hingga habis nafas, lalu tahan sejenak. Kemudian hembusan dari mulut terbuka dg dzikir kalimat " AH " Hingga kedada, habiskan nafas, lalu diam sejenak. Terus menerus hingga lupa diri. Karena dzikir dua ucapan itu adalah dzikir hakikat dan ma'rifat. Menyatukan dzikir Tauhid itu. Karena keduanya adalah dzikir Batin dan dzikir Ruh. Itulah disebut Sifat dan Dzat. Hamba dan Tuhan. Inilah dzikir penyatuan untuk meleburkan diri kedalam ke- Baqa'an. Masalah tahaf dzikir tergantung kekhusyu'anmu disaat engkau bertafakkur dialam Alam tafakkurmu. Tahaf pertama, tarik nafas. Tahaf kedua tahan nafas, tahaf ketiga hembuskan nafas atau keluarkan nafas, lalu tahan nafas. Dan terus asyikkan. Lalu terasa nikmat hingga tiada tahaf lagi, terus menerus tidak berhenti. Dan seterusnya. Itulah pemusatan tahaf dzikir yang empat itu, nafas, anfas, tanafas dan nufus. Begitulah cara dzikirnya nak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar